Heart Talks

large

credit picture: taken somewhere from google

Heart Talks

deera

One of EXO member and You | Romance | 425 words

Seoul, Februari 12, 4:37 PM

Kepadamu penikmat langit senja…, aku rindu. Tidakkah kau menginginkan secangkir kopi menemani sunyi di antara kita, yang membuatmu jengah dengan semua sikap kekanakanku? Aku begitu merindukanmu sampai harus kusambangi antah-berantah untuk mengejarmu. Dan apa ini—kau justru mendiamkanku, mengatakan bahwa apa yang kulakukan sia-sia. Apa setidakberharga itukah mencintaimu dengan sepenuh hatiku? Tapi bagaimana ini…? Kau sendiri pun tahu, aku lebih keras kepala dibanding dirimu. Dan suruh siapa kau punya pengaruh yang begitu besar di hidupku hingga aku jatuh sedalam-dalamnya mencintaimu, eoh?

***

Seoul, February 13, 2:04 AM

Dua jam yang lalu, aku kembali ke kota ini. Melewati terminal kedatangan dengan perasaan kebas. Ingin rasanya aku berlari ke tempatmu, sekedar minta ditemani minum kopi atau apa. Saling duduk berhadapan saja—itupun tak apa. Hanya dengan memandangimu, walaupun kau terlelap karena, hey, ini masih pukul dua pagi, dan kau tak mungkin terjaga. Kecuali…, kau menungguku pulang. Ah, konsep pulang selalu mengingatkanku kepadamu. Kau…, selalu menjadi tujuanku kembali.

***

Seoul, February 12, 9:19 PM

“Dewasalah sedikit. Aku hanya pergi dua hari—itu terlalu sebentar bukan untuk sebuah perjalanan? Kau tak perlu memaksa untuk ikut, Sayang.”

Kau mengatakan begitu seolah tak mengenalku dengan baik. Beberapa jam saja sejak kau pergi, rasanya sesak memenuhi seluruh ruang di sekitarku karena merindu. Sumpah demi apapun, aku tidak sedang bercanda! Setiap kali kau pergi, rasanya separuh perasaanku ikut bersamamu, hingga yang tersisa hanya pilu…, di sini, di dalam hatiku. Hingga tak ada lagi yang bisa kulakukan selain menangis sepelan mungkin agar kau tak mengetahuinya. Namun sial, aku salah: kau benar-benar mengenalku dengan sangat baik.

Jaebal, apa kau harus menangis sekarang? Kau tahu, aku tak tahan mendengarmu menderita, Sayang. Oke, baiklah. Aku pulang sekarang juga.”

***

Sapporo, February 12, 11:46 PM

Semua hal dalam kepalaku berontak, meminta diurai satu persatu agar menjadi jelas. Tapi aku terlalu malas untuk memulainya, karena ujung dari kerumitan ini tak pernah bisa kulihat. Kau di sana, di negeri lain…, menangis. Lelaki mana yang tega—bahkan hanya mendengar suara isak wanitanya saja membuat perasaanku kocar-kacir tak tentu.  Andai tak ada satupun sisi manusiawi dalam diriku—seperti katamu, dulu, saat kubilang kau untuk kembali pulang karena menyusulku pergi—maka aku tak akan membiarkan hyung meneriakki namaku saat aku memilih kabur dengan taksi. Hanya sebuah fotomu di layar ponselku yang membuat sebuah tiket penerbangan terakhir ke Seoul sukses kubeli dengan harga tinggi. Demi kau….

***

Seoul, saat ini

Aku ingin selalu berada di antara kau dan senja. Tertidur di dalam pelukanmu selama yang aku mau. Selamanya.

***

Seoul, saat ini

Okay, aku menyerah. Cinta selalu membuatku kalah.

 

Iklan

2 thoughts on “Heart Talks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s