My Beautiful Seducer Chapter 1B

My Beautiful Seducer Chapter 1B

img_2267 

Author : Angel Devilovely95 (@MardianaSanusi)

Cast : Oh Sehun & Im Neyna (OC)

Other Cast :

Kim Jongin

Lee Kurumi (OC)

Park Hyejin (OC)

Genre : Romance

Rating : 17

Length : Chaptered

Disclaimer : Kalau belum baca Teaser monggo baca dulu ya ^^

Also posted on my WP (https://angeldevilovely95.wordpress.com/)

[Teaser] [#1A]

MBS Chapter 1 dibagi dua part soalnya kalo digabungin ada 9.615 kata. Haha banyak banget kan? Aku juga bingung kenapa bisa jadi sebanyak itu. Mau disingkat-singkat adegannya, tapi bingung adegan mana yang mau disingkat karna menurut aku Chapter 1 itu chapter pengenalan jadi semua adegan penting haha. Nah biar gak keblenger bacanya jadi dibagi dua part deh. Warning! You may be bored reading this FF haha. Dan maaf kalau ff ini mengecewakan harapan kalian. SELAMAT MEMBACA ^^

.

.

.

.

Sehun meneguk wine yang sempat ia pesan sebelumnya dalam sekali tenggak. Ini sudah kali ketiga ia meneguk red wine berlabel Carbaret Franc Wine itu tapi gadis yang ia tunggu-tunggu belum juga datang. Sehun mendecak sebal lalu menuangkan kembali red wine yang dikemas dalam botol beling itu ke dalam gelas. Baru saja ia ingin meneguk minuman memabukkan itu, tapi harus tertunda saat orang dari luar ruangan dengan menyebalkannya mengetuk pintu berkali-kali seperti sedang menggedor-gedor pintu kayu itu.

 

Sehun menggeram lalu meletakkan gelas wine yang ia pegang di meja “Masuklah.” Ucapnya setengah berteriak.

 

Tanpa basa-basi, Song Ahjumma masuk ke dalam ruang karaoke, menutup pintu, kemudian berjalan menghampiri Sehun. Setibanya di hadapan Sehun, wanita paruh baya itu hanya berdiri sambil mengulurkan tangan kanannya. “Mana cek yang kau janjikan?” Pinta Song Ahjumma dengan nada bicara yang santai tapi tersurat penuh harap didalammnya.

 

Sehun menyeringai lalu menyodorkan cek bernilai 3 milyar won yang ia janjikan pada Song Ahjumma. Song Ahjumma tentu langsung menyentuh kertas cek yang masih di pegang Sehun, berniat mengambil kertas tipis itu dari tangan Sehun. Tapi belum sempat cek bernilai fantastis itu benar-benar ia terima, Sehun sudah lebih dulu menjauhkan tangannya. “Dimana Neyna?”

 

“Neyna ada di depan pintu. Gadis itu akan langsung masuk ke ruangan ini setelah kau benar-benar memberikan cek itu padaku.”

 

Sehun menaikkan sebelah alisnya “Baiklah.” Ucapnya sebelum akhirnya benar-benar menyerahkan kertas cek itu pada Song Ahjumma. Song Ahjumma lantas tersenyum lebar setelah kertas cek bernilai fantastis itu kali ini benar-benar ada di genggamannya. Dengan tergesa dimasukkannya kertas cek itu ke dalam kantong dressnya, lalu wanita paruh baya itu membalikkan tubuhnya, hendak keluar ruangan.

 

“Cepat bawa masuk gadis itu! Aku tidak suka menunggu terlalu lama!” Titah Sehun ketus sembari menyenderkan tubuhnya.

 

“Tidak sabaran sekali pria ini” Keluh Song Ahjumma membatin. Tanpa menoleh ke belakang, Song Ahjumma pun menaikkan satu tangannya membentuk tanda ‘OK’menyanggupi titah Sehun. Setelahnya, Song Ahjumma kembali melanjutkan langkahnya ke luar ruangan menemui Neyna.

 

Seringaian kemudian menghiasi wajah Song Ahjumma setelah berhasil ke luar ruangan. “Cepat masuk!” Song Ahjumma langsung mendorong Neyna masuk ke ruangan karaoke bernuansa ungu itu secara paksa sampai membuat Neyna hampir saja terjatuh. Wanita paruh baya itu bahkan terkekeh licik dan langsung menutup pintu. Neyna mengigit bibir bawahnya sambil berjalan mendekati Sehun. Ruangan dengan pencahayaan remang-remang itu membuat Neyna tidak bisa dengan jelas melihat tampang Sehun. Terlebih karna pria itu memang duduk di pojok ruangan yang jelas-jelas pencahayaannya lebih minim.

 

Lain dengan Neyna, Sehun malah bisa dengan jelas melihat sosok mungil yang kini tengah menelengkan kepalanya seperti sedang kebingungan. “Kemarilah.” Titah Sehun sambil menarik kasar pergelangan tangan Neyna yang ternyata malah membuat Neyna terjatuh dengan posisi bersujud di depan kakinya.

 

Neyna meringis kesakitan lalu mendongakkan wajahnya. Seketika tubuhnya menegang saat pandangannya kini bisa dengan jelas melihat wajah Sehun. Dengan posisi dan jarak sedekat ini, akhirnya ia bisa melihat penampilan pria yang membelinya. Tampan. Sangat tampan. Luar biasa tampan malah. Dan tidak ada tampang mengerikkan sama sekali seperti kata Song Ahjumma. “Waaah kau sangat tampan…” Puji Neyna sambil terus memandangi Sehun tanpa berkedip.

 

Kalimat pujian itu keluar dari bibirnya secara spontan. Dan Oh Gawat! Jantungnya berdegup kencang. Bukan gugup ataupun takut. Kali ini karna hal lain yang ia juga tidak mengerti. Entah kenapa saat ini perasaannya jadi begitu senang dan berbunga-bunga hanya karna pria di hadapannya. Neyna tersenyum cerah dan mengelus dadanya, berusaha menenangkan kerja jantungnya yang berdegup diluar batas. Ia kemudian menegakkan tubuhnya dan duduk berdempetan dengan Sehun. Tangan kanan Sehun yang masih memegang tangan kirinya kini ia tangkup dengan tangan kanannya lalu ia geser hingga bisa ia genggam erat-erat dengan kedua tangannya.

 

Sehun tidak memungkiri Neyna memang sangat cantik, senyumnya juga sangat manis dengan lesung pipi yang terbentuk sempurna di pipi mulus gadis itu. Apalagi tubuh gadis itu yang terbilang err.. sangat sexy meski kini sudah tertutup pakaian — tidak lagi setengah telanjang saat di stage beberapa saat yang lalu. Tapi tindakan agresif Neyna yang seenaknya menggenggam tangannya dan duduk berdempetan dengannya jujur sudah mampu membuat kejantannya mulai berulah. Dan itu benar-benar membuatnya risih. Buru-buru Sehun menghempaskan paksa genggaman tangan Neyna dan memundurkan posisi duduknya. “Tetap di posisimu! Jangan mendekat!” Bentak Sehun saat Neyna mulai memajukkan kembali tubuhnya mendekat padanya.

 

“Kenapa aku tidak boleh dekat-dekat denganmu?” Neyna memandangi Sehun dengan tampang polos. Kali ini ia mengakui kalau ucapan Song Ahjumma ada benarnya. Tampang Sehun memang mulai terlihat mengerikan, apalagi pria yang membelinya itu baru saja membentaknya. Tapi meski begitu, ia malah tidak takut sama sekali. Pria di hadapannya masih tetap tampan meski sedang kesal. Dan menurutnya ekspresi marah Sehun sangat menggemaskan.

 

Sehun menghembuskan nafasnya berat “Aku hanya ingin kau jaga jarak denganku Neyna-sshi!” Ucapnya ketus sambil menggulung lengan kemeja berwarna putih yang dikenakannya. “Lagipula bukankah kita baru kenal huh?”

 

Neyna menggeleng “Aku belum kenal denganmu Ahjussi.”  Detik berikutnya Neyna memegang paha Sehun. “Perkenalkan dirimu Ahjussi. Dan tolong panggil aku Neyna-ya saja eoh.” Ujarnya manja sembari mengelus-elus paha Sehun.

 

Sehun menggeram lalu menyingkirkan tangan Neyna dari pahanya sebelum berucap “Aku Oh Sehun. Panggil saja Sehun-sshi. Jangan panggil aku Ahjussi. Usiaku baru 30 tahun, aku belum benar-benar tua untuk dipanggil Ahjussi tahu!” Sehun memundurkan kembali posisi duduknya saat Neyna lagi-lagi mulai mendekati tubuhnya padanya. “Satu hal lagi… Aku juga akan tetap memanggilmu Neyna-sshi!”

 

Neyna mempoutkan bibirnya sejenak lalu kembali tersenyum ceria “Baiklah kau boleh memanggilku Neyna-sshi karna mungkin kau belum terbiasa memanggilku Neyna-ya.” Neyna menarik dasi hitam Sehun lalu menggeser posisi duduknya semakin mendekat pada Sehun. “Aku tidak mau memanggilmu Sehun-sshi karna menurutku kau cukup tua untuk dipanggil Ahjussi hehe.” Ucap Neyna sambil terus terkekeh senang. Detik berikutnya, Neyna memeluk Sehun dengan tangan kanannya yang masih memegangi dasi pria itu.

 

Sehun menggertakan giginya dan memelototi Neyna, mengisyaratkan agar gadis cantik yang kini memainkan dasinya sambil memeluknya itu melepaskan kegiatannya dan duduk menjauh darinya. Tapi sepertinya Neyna tidak peka. Gadis itu malah tersenyum manis padanya dan terus memainkan dasi miliknya. Mau tidak mau Sehun akhirnya melepaskan paksa pelukan Neyna pada tubuhnya yang kemudian membuat Neyna terdorong kebelakang — hampir saja terjungkal.

 

“Ahjussi kenapa kau mendorongku eoh?”

 

“Aku tidak suka dipeluk seperti itu! Kau merusak tatanan dasiku tahu!” Jawab Sehun ketus lalu merapikan dasi miliknya. Jujur saja sebenarnya ia tidak terlalu mementingkan tatanan dasinya. Sekali lagi, ia hanya risih dengan kelakuan nakal Neyna.

 

Neyna mengangguk sok paham lalu kembali menegakkan tubuhnya. “Biar aku saja yang membetulkan dasimu Ahjussi.” Ucapnya sambil mengulurkan satu tangannya, berniat meraih dasi Sehun. Tapi Sehun dengan sigap menghalau tangan Neyna kemudian menggeser posisi duduknya menjauhi Neyna. “Aku tidak butuh bantuanmu Neyna-sshi. Dasiku sudah aku rapikan. Kau bisa lihat sendiri kan?”

 

“Eoh.” Jawab Neyna sembari mengangguk dan tersenyum tipis. Neyna kemudian mengigit bibir bawahnya dan lagi-lagi menggeser posisi duduknya mendekati Sehun.

 

“Ya! Berhenti! Jangan terus-terusan menggeser posisi dudukmu! Kau ingin membuatku terjatuh huh?!” Sehun berteriak kali ini lantaran Neyna terus saja menggeser posisi duduknya mendekat padanya sampai membuat tubuhnya hampir saja terjatuh.

 

“Ah maaf Ahjussi.” Neyna akhirnya menghentikkan aksi nakalnya dan duduk lima senti disamping Sehun sembari tersenyum manis.

 

Sehun menghembuskan nafasnya kasar “Haish…Saat acara pelelangan dirimu di panggung, kau terlihat seperti menolak acara itu sampai berniat kabur segala. Tapi kenapa sekarang sikapmu malah berubah drastis? Kenapa sekarang kau malah terlihat murahan dan sangat centil Neyna-sshi?” Tatapan tajam penuh intimidasi lantas disematkan Sehun pada Neyna. Sembari menunggu Neyna menjawab pertanyaannya, Sehun pun menyilangkan kakinya lalu menyenderkan tubuhnya di sofa.

 

Meski kalimat Sehun terdengar pedas dan sinis. Neyna tidak tersinggung sama sekali, ia malah tersenyum lebar sebelum berucap. “Aku hanya tidak mau jadi pelacur. Aku hanya takut melayani pria dengan penampilan yang mengerikan. Jelek, gendut, kurus kerempeng, dan tua renta misalnya. Tapi setelah melihatmu aku jadi senang dan bersemangat karna kau sangat tampan. Dan diluar itu, kau juga sepertinya tidak akan menjadikanku pelacur karna kau membeliku untuk jangka waktu yang lama. Kau bahkan sampai melunasi hutang Appaku. Kau sudah benar-benar seperti penyelamat bagiku Ahjussi. ” Neyna kembali tersenyum lebar lalu mengelus dada Sehun “Terimakasih Ahjussi. Aku senang kau membeliku. Aku janji akan melayanimu dengan sangat baik eoh.”

 

“Gadis ini sangat polos” Ucap Sehun membatin. Sambil menghentikkan elusan Neyna di dadanya dengan memegangi tangan mungil gadis itu Sehun pun menyeringai “Karna kau sudah berjanji padaku. Kau bisa mulai melakukan tugasmu Neyna-sshi dengan me—”

 

“Iya aku siap Ahjussi.” Sergah Neyna cepat, memotong kalimat Sehun. Dengan sigap Neyna pun langsung mengikis jarak tubuhnya dengan duduk berdempetan dengan Sehun dan menyenderkan kepalanya di bahu pria itu. Ia juga menyingkirkan tangan Sehun dan kembali mengelus dada bidang pria itu.

 

“Ya! Jangan potong kalimatku bodoh!” Bentak Sehun sembari menyentil tangan Neyna yang masih bergerak nakal merajai dadanya.

 

“Akh sakit Ahjussi.” Neyna meringis lalu menyingkirkan tangannya di dada Sehun dan menegakkan tubuhnya — tidak lagi bersandar di bahu Sehun. “Kau suka bermain kasar seperti Christien Greye di film Fif apa itu aku lupa judulnya. Benar begitu Ahjussi?” Neyna menatap Sehun lamat-lamat, menunggu jawaban pria itu.

 

Sehun mendegus kesal dan memijat pelipisnya pelan. Gadis ini benar-benar menguji kesabarannya. “Iya! Aku suka bermain kasar! Mau apa kau?!” Jawab Sehun asal sambil memelototi Neyna.

 

“Aah gwenchana.” Neyna kemudian menoel lengan Sehun “Aku bersedia asal bersamamu Ahjussi.” Ucapnya antusias lalu tersenyum lebar.

 

“Hah lama-lama aku bisa gila kalau terus meladeni gadis polos ini!” Keluh Sehun membatin. Sehun menghembuskan nafasnya berat lalu menjilat bibir bawahnya sebelum berucap “Begini Neyna-sshi, aku ingin kau melayaniku dengan melakukan beberapa tugas yang nantinya akan aku perintahkan padamu.”Sehun membekap mulut Neyna saat melihat gadis itu membuka mulutnya hendak buka suara.“Dengarkan baik-baik.Kalau kau tidak sanggup dan menolak melakukan tugas-tugas yang aku perintahkan.Aku akan mengembalikanmu pada mucikari itu dan kau tahu kan akibatnya?”Sehun kemudian melepaskan bekapannya di mulut Neyna, membiarkan gadis itu menjawab pertanyaanya.

 

“Aku akan dilelang dan dijadikan pelacur lagi?”Tanya Neyna memastikan dengan ekspresi memelas.

 

“Iya.”

 

Neyna menggeleng cepat “Aku tidak mau!Ahjussi aku bersedia melakukan apapun.Aku bersedia menuruti semua perintahmu.Jangan kembalikan aku pada Song Ahjumma lagi.Aku takut Ahjussi.”Ucapnya sambil menggoyang-goyangkan lengan Sehun.

 

“Baiklah tapi singkirkan dulu tanganmu!”

 

Neyna mengangguk lalu melepas tautan tangannya di lengan Sehun. Sehun tersenyum samar. Neyna benar-benar gadis polos dan penurut, beda sekali dengan imagenya saat di stage beberapa saat yang lalu yang terkesan liar. Masih terus menempatkan kedua tangannya di depan dada, Sehun memutar tubuhnya ke samping menghadap ke arah Neyna. “Pertama aku ingin kau berhenti merokok dan berhenti meminum minuman keras seperti soju, bir, anggur merah ataupun anggur putih.”

 

“Itu hal mudah Ahjussi.”Neyna tersenyum lebar sembari mengibaskan satu tangannya.“Aku memang tidak pernah merokok atau minum minuman memabukkan seperti itu. Dan asal kau tahu Ahjussi… Aku juga tidak pernah makan-makanan instan, seperti mie instan karna orang-orang terdekatku selalu bilang makanan instan sepeti itu tidak sehat.Song Ahjumma bahkan selalu bilang aku akan cepat mati kalau makan-makanan instan seperti itu hehe.”Neyna masih terus terkekeh lalu mengelus-elus paha Sehun membentuk pola abstrak.

 

“Baguslah!ASImu akan sangat nikmat untuk Hyejin kalau begitu” Puji Sehun membatin. Enggan menjawab Neyna dengan kata-kata yang manis yang sebenarnya memang ia tidak pernah berkata manis pada siapapun, Sehun akhirnya malah berdecak sebal “Ck! Aku tidak butuh penjelasanmu sampai sedetail itu Neyna-sshi!” Sehun kemudian menyingkirkan tangan Neyna yang masih bersarang di pahanya dan akhirnya berdiri “Bangunlah!”Titah Sehun tegas.

 

Neyna mengangguk dan ikut berdiri “Eoh”

 

“Ikut aku!”Sehun mulai melangkahkan kakinya, diikuti Neyna yang langsung mengapit lengannya manja.“Ya!Aku tidak bisa berjalan dengan baik kalau kau terus bergelayut manja seperti itu bodoh!”Omel Sehun lalu menyentil dahi Neyna.

 

“Aakh iya iya.” Neyna kemudian melepaskan apitan tangannya di lengan Sehun dan mulai berjalan mengekor Sehun tanpa berniat menanyakan kemana Sehun akan membawanya.

 

Sehun menghentikkan langkahnya lalu menoleh ke belakang “Selama perjalanan di mobilku nanti kau harus diam!Jangan meraba-raba tubuhku dan jangan berbicara sepatahkatapun mengerti?!”

 

“Eumm aku mengerti.Tapi memangnya kenapa aku harus diam Ahjussi?”

 

“Aku ingin fokus menyetir!”Jawab Sehun ketus lalu membalikkan tubuhnya dan kembali melangkahkan kakinya keluar ruangan.

.

.

.

.

Suasana di dalam mobil benar-benar hening.Sehun hanya fokus menyetir dan Neyna juga hanya fokus memandangi wajah Sehun tanpa mengucapkan sepatah katapun ataupun meraba-raba tubuh Sehun.Neyna rupanya benar-benar menuruti perintah Sehun. Gadis itu bahkan tidak bergerak sama sekali sejak lima belas menit yang lalu. Tepatnya sejak Sehun dengan terpaksa memasangkan seat belt di tubuh Neyna lantaran gadis itu dengan noraknya tidak tahu cara memasang seat belt.

 

“You will be arrived in Wooridul Spine Hospital in 7 minutes.” GPS di mobil Sehun kembali bersuara, mengabarkan bahwa tujuh menit lagi ia akan sampai di RS Wooridul Spine, RS tempat Jongin bekerja sekaligus tempat mendiang sahabatnya dan Hyejin berada. Sehun melirik arlojinya, mengecek waktu yang ia janjikan pada suster untuk menjemput Hyejin. Tinggal empat puluh lima menit lagi ternyata. Sehun menghela nafas lalu kembali menyetir.Ekor matanya menangkap sekilas penampilan Neyna. Dan Oh No! Sehun membulatkan matanya, ia baru menyadari gadis itu ternyata bukan mengenakan dress casual berwarna putih seperti perkiraanya. Neyna ternyata mengenakan jas suster yang sempat gadis itu pakai saat di stage. Menyebalkan! Neyna terlihat seperti suster gadungan. Penampilan gadis itu akan membuatnya malu saat di Rumah Sakit nanti. Buru-buru Sehun memutar kemudinya lalu mengubah arah tujuannya.

 

Neyna yang memang tidak tahu Sehun akan membawanya kemana hanya bisa diam sambil terus memperhatikan wajah Sehun. Raut wajah Sehun saat ini terlihat lebih serius dan dingin dengan dahinya yang berkerut dan alis tebalnya yang ikut bertaut seperti sedang cemas. Sehun terlihat jauh lebih keren dan tampan dengan ekpresi seperti itu.Neyna tersenyum cerah melihat pemandangan indah di hadapannya.“Kau jauh lebih tampan dengan ekpresi seperti ini Ahjussi.”Ucap Neyna spontan sambil mengelus pipi Sehun.

 

“Ya!”Sehun berteriak dan langsung membuat Neyna terlonjak kaget. Kaget karena teriakan tiba-tiba Sehun dan kaget karna ulah nakal yang baru saja ia lakukan. Dengan segera Neyna menjauhkan tangannya dari pipi Sehun dan membekap mulutnya dengan kedua tangannya.

 

Sehun mendegus kesal lalu menekan pedal gas dengan kencang, menaikkan kecepatan laju mobil sport miliknya sampai membuat tubuh Neyna terdorong kebelakang membentur jok mobil. Neyna pun tidak lagi membekap mulutnya, kedua tangannya kini beralih mencengkram seat bealt kuat-kuat.Jantungnya berdegup kencang, adrenalinnya benar-benar terpacu.Cara Sehun mengendarai mobil persis seperti orang kesetanan.

 

Beruntung lalu lintas Seoul malam ini terbilang sepi, Sehun pun semakin memacu kecepatan mobilnya seakan sedang mengendarai mobil F1 di sirkuit balap. Kemudi mobil kemudian ia miringkan, Sehun membelokkan mobilnya memasuki kawasan perumahan elit yang lumayan sepi. Rumah mewah dengan design classic paling mewah di perumahan tersebut akhirnya menghentikkan laju brutal mobil yang dikendarainya. Tanpa berniat memasuki pelataran parkir rumahnya, Sehun melepas seat bealt miliknya lalu melepas seat bealt Neyna.“Cepat turun!”Titah Sehun tegas.

 

Sehun hendak keluar dari mobil tapi harus terhenti saat tangan mungil Neyna menarik lengannya.Sehun pun menoleh “Apa lagi?”

 

“Aku tidak tahu cara membuka pintu mobil ini Ahjussi.” Ucap Neyna tanpa melepaskan lengan Sehun.

 

Sehun menghembuskan nafasnya kasar “Haish dasar norak!”Dengan malas Sehun akhirnya mencondongkan tubuhnya di hadapan Neyna dan menyentuh kenop pintu mobil yang ada di sisi tubuh Neyna.“Perhatikan baik-baik!Tarik pegangan kecil di dalam kenop pintu ini lalu dorong badan pintu mobil!” Ucap Sehun sambil mempraktekan cara membuka pintu mobil pada Neyna. Tapi memang dasar Neyna. Gadis itu hanya melirik sekilas dan malah melingkarkan kedua tangannya di leher Sehun sambil tersenyum manis.

 

“Ya!kau perha—” Lidah Sehun seketika kelu mendapati wajah Neyna begitu dekat dengan wajahnya. Jantungnya mulai berdetak tidak karuan, pipinya juga mulai memanas saat menyadari bahwa wajah gadis di hadapannya ternyata sangat sangat cantik seperti boneka dengan mata besar, hidung mancung, bibir ranum dan lesung pipi yang begitu sempurna. Gawat! Neyna mengerikan! Gadis itu membuatnya jadi kalang kabut seperti ini.Buru-buru Sehun melepaskan tautan tangan Neyna di lehernya dan bergerak keluar dari mobil.“Haish!Menyebalkan!”Gerutu Sehun lalu mengusap kasar wajahnya, menepis bayang-bayang wajah Neyna.

 

“Cepat keluar dari mobil dan ikuti aku!”Sehun berjalan tergesa meninggalkan Neyna. Sehun bahkan tidak menoleh kebelakang sama sekali untuk sekedar mengecek Neyna. Neyna yang melihat Sehun berjalan semakin menjauh darinya langsung keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dengan kencang lalu berjalan tergesa mengejar Sehun.

 

Jarak halaman depan rumah dengan pintu utama lumayan jauh, langkah jenjang Sehun jadi terasa sulit untuk ia kejar. Neyna menghentikkan langkahnya sebentar dan memperhatikan penampilan rumah yang disinggahinya.Matanya terbelalak, mulutnya sampai menganga karna takjub. Rumah yang kini ia singgahi benar-benar mewah dan megah seperti istana. Ini pertama kalinya ia melihat rumah semewah itu secara langsung selain di drama. Dan lagipula memang sebenarnya ia juga tidak memperhatikan penampilan rumah di hadapannya lantaran ia terlalu sibuk memperhatikan Sehun.

 

“Waah daebak!”Neyna tersenyum lebar sambil melompat senang.“Ya Tuhan, aku ingin tinggal disini.Tolong kabulkan eoh.”Ucap Neyna antusias sambil menengadahkan kepalanya ke langit dan menggenggam kedua tangannya seperti sedang berdoa.Setelah itu, Neyna berlari kencang menyusul Sehun yang kini sudah ada di teras.

 

“Ahjussi ini rumahmu kan?” Tanya Neyna dengan nafas yang tersengal.Neyna yang akhirnya berhasil menyusul Sehun kini berdiri di belakang pria itu sambil memegangi kedua lututnya, berusaha mengatur nafasnya yang tersengal.

 

“Iya.”Sehun membuka pintu lalu masuk kedalamnya.Neyna pun menegakkan tubuhnya dan berjalan mengikuti Sehun.

 

“Waah bagian dalam rumahmu bagus sekali Ahjussi.”Neyna sekali lagi terpukau.Interior rumah Sehun begitu mewah, megah, dan luas dengan dominasi warna putih.“Benar-benar seperti istana”—pikirnya.

 

Sehun mencebikkan bibirnya acuh dan memutar bola matanya, malas menanggapi ocehan Neyna.Ia terus saja berjalan menaiki tangga menuju lantai dua diikuti Neyna di belakangnya. Sehun baru menghentikkan langkahnya dan menoleh ke belakang ke arah Neyna saat tiba di depan kamarnya— di lantai dua.

 

Sehun mengehembuskan nafasnya kasar kemudian membuka pintu kamarnya “Ayo masuk!”Titahnya tegas lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya.

 

“Waah kamar ini luas dan bagus sekali…Ahjussi ini kamar siapa?”Tanya Neyna penasaran setelah memasuki kamar Sehun.

 

“Kamarku.” Tanpa menoleh pada Neyna, Sehun pun berjalan menuju walk in closet di kamarnya.

 

Neyna sontak mengigit bibir bawahnya.“Ahjussi sepertinya tidak sabar ingin meniduriku.”—pikirnya. Sambil terus mengamati kamar berdominas hitam dan putih milik Sehun, Neyna memegangi dadanya.Jantungnya kembali berdegup kencang. Entah kenapa ia jadi gugup hanya karna membayangkan adegan panas yang akan ia lakukan bersama Sehun. Pipinya jadi memanas hanya karna membayangkan adegan rated M itu. Buru-buru Neyna mengelus dadanya, dan menggeleng berkali-kali.“Aku siap! Aku sudah siap! Asalkan dengan Ahjussi aku rela melakukannya!”Gumam Neyna lalu tersenyum tipis, berusaha menepis kegugupannya. Dengan langkah tergesa ia akhirnya mengejar Sehun menuju walk in closet.

 

Kemeja, kaos, celana training, boxer.Sehun nampak kebingungan memilih pakaian dihadapannya.Diperhatikannya Neyna yang kini berdiri di sampingnya.Tubuh Neyna memang sangat sexy tapi secara garis besar ukuran tubuh gadis itu terbilang mungil, kontras dengan ukuran tubuhnya.“Ini semua pasti tidak akan muat dengannya.”Ucap Sehun membatin.Sehun mengerutkan dahinya, nampak berpikir keras. Butik ataupun mall pasti sudah tutup saat ini, makanya ia dengan terpaksa pulang ke rumah agar Neyna bisa mengganti pakaiannya dengan pakaian miliknya. Tapi apa boleh buat, pakaian miliknya tidak muat di tubuh Neyna.

 

“Ah yasudahlah apa peduliku! Biarkan saja!”—pikirnya. Sehun hendak mengambil salah satu kemeja putih miliknya, tapi eitts tunggu… Kurumi pernah menginap di rumahnya, di kamar tamu dua minggu yang lalu. Dan ia ingat, gadis itu meninggalkan pakaian ganti di lemari di kamar tamu. Sehun menaikkan sebelah alisnya lalu mengangguk.“Ya, Neyna bisa memakai pakaian Kurumi”— pikirnya.

 

Sehun kemudian menatap Neyna lekat-lekat, menilik penampilan gadis itu dari atas sampai bawah.Neyna terlihat bersih dan rapih.Tapi gadis itu perlu membersihkan diri. Neyna nantinya akan menyusui Hyejin. Ia tidak mau Hyejin tercemar kuman-kuman bekas Club dari tubuh Neyna. “Tubuhmu kotor!Mandilah sana!”Titah Sehun sambil menyentil dahi Neyna.

 

Neyna meringis sejenak sebelum berucap “Benarkah?Tapi sepertinya tubuhku sudah bersih Ahjussi.Lagipula aku juga sudah mandi sore.”

 

“Ya!Tubuhmu memang kotor karna dari Club.Di kamar ini ada kamar mandi.Sudah sana cepat mandi!”Teriak Sehun kesal.

 

“Kau juga dari Club Ahjussi sama sepertiku.” Neyna tersenyum manis lalu memeluk Sehun “Mandilah bersamaku eoh.” Neyna mendongak, menatap wajah Sehun.Dan setelahnya, Neyna terkekeh melihat ekpresi terkejut Sehun dengan wajah yang merah merona.

 

“Kau!Benar-benar!”Sehun menggertakan giginya, mendorong dahi Neyna lalu melepas paksa pelukan Neyna di tubuhnya.“Cepat mandi! Atau kau akan aku lelang di Club!”

 

“Ah iya iya aku akan mandi.”

 

Sehun menghembuskan nafasnya kasar “Aku keluar dulu.”Katanya kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar.

 

“Ahjussi kau mau kemana?”

 

“Bukan urusanmu!Cepat sana mandi!”

.

.

.

.

“Haish lama sekali sih.”Sehun berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, menunggu Neyna mandi.Ini sudah delapan belas menit, tapi gadis itu belum juga keluar dari kamar mandi. “What the hell is she doing there actually?” Sehun mendecak sebal lalu melepas dasinya dan membuangnya asal.Keterlaluan, Sehun jengah. Mau tidak mau, Sehun akhirnya melangkahkan kakinya ke depan pintu kamar mandi.

 

“Oh dammit!” Sehun bisa dengan jelas mendengar dari depan pintu kalau Neyna malah asik menyanyi di dalam kamar mandi. “Ya! Jangan bernyanyi! Suaramu jelek! Cepat keluar dari kamar mandi! Aku sudah tidak tahan menunggumu tahu!”Teriak Sehun kesal sambil menggedor pintu kamar mandi.

 

“Ckck Ahjussi tidak sabaran sekali ingin tidur denganku eoh?”Neyna berucap pelan yang tentunya tidak bisa didengar Sehun dari luar kamar mandi.Gadis itu terkekeh lalu membilas tubuhnya.Cepat-cepat Neyna mengeringkan rambutnya, memakai handuk hingga membalut tubuh moleknya dari batas dada sampai paha, dan setelah itu membuka pintu kamar mandi.

 

“Ahjussi.”Sapa Neyna antusias lalu memeluk tubuh Sehun dari belakang.Sehun menggeram “Kau lama sekali!Aku bosan menunggumu tahu!”Gerutunya sembari melepas pelukan Neyna dari tubuhnya.

 

“Maaf Ahjussi.”

 

Sehun mendegus kesal kemudian membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Neyna.Matanya membulat seketika, kerongkonganya juga seketika terasa kering.Handuk yang dikenakan Neyna terlihat begitu ketat di tubuh molek gadis itu.Penampilan Neyna saat ini benar-benar sexy.Dada berisi Neyna hanya tertutup sebagian dan nampak sesak dalam balutan handuk.Paha gadis itu bahkan terekspos sampai bagian atas.Terlebih kulit putih mulus Neyna yang masih sedikit basah.Wajah Neyna yang kini bersih tanpa makeup juga benar-benar sangat cantik.Gadis itu terlihat seperti gadis belasan tahun sekarang, bukan seperti gadis dua puluh tahunan seperti perkiraanya. Dan Oh Shit! She’s a good seducer with those innocence looks! Well, ini sudah keterlaluan. Ia benar-benar mesum saat ini. Sehun meneguk salivanya susah payah lalu membalikkan tubuhnya.

 

“Ahjussi kau kenapa?”

 

“Bu-bukan ur-urus— ” Sehun menampar pipinya sendiri. Bodoh! Kenapa dia jadi gugup dan gagap begini sih?“Haish!”Umpat Sehun kesal lalu melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur.

 

“Ya!Kau kemarilah!”

 

Neyna mengangguk, lalu berjalan menghampiri Sehun.“Ahjussi…kau tidak mandi juga hmm?”Tanya Neyna sesampainya di hadapan Sehun.Detik berikutnya, Neyna memeluk Sehun dan mengelus dada bidang pria itu.

 

“Oh Shit!Shit!Shit!”Umpat Sehun membatin.“Nanti aku akan mandi!” Sehun melepaskan paksa pelukan Neyna lalu mengambil dress milik Kurumi yang ia letakkan di atas tempat tidur. “Pakailah!” Sehun melemparkan dress berwarna peach itu pada Neyna.

 

Neyna lantas menangkap dress lengan pendek itu dengan sigap. “Ahjussi dress ini sangat cantik. Kau yang menyiapkannya untukku eoh?” Neyna memandangi dress berbahan sifon dengan hiasan brukat itu sambil tersenyum cerah. Sesekali ia meraba dress selutut itu. Ini dress paling cantik yang pernah ia lihat secara langsung. Dan ia merasa beruntung bisa menyentuh dress itu.

 

Sehun mendesis “Kalau dibilang menyiapkan tidak juga sih. Sudah sana pakai dress itu!” Jawabnya ketus lalu membalikkan tubuhnya hendak keluar kamar.

 

Neyna langsung menangkap lengan Sehun, seketika menghentikkan pergerakan pria itu.“Kenapa aku harus pakai ini?”

 

“Karna aku ingin!Sudah cepat pakai!”Jawah Sehun tanpa menoleh.Sehun kemudian melepas tangan Neyna dan melanjutkan langkahnya keluar kamar.

 

“Ah mungkin Ahjussi ingin aku tampil cantik dengan dress ini sebelum bercinta dengannya.”Ucap Neyna membatin dan tersenyum malu-malu setelahnya.“Ahjussi apa kau menyiapkan pakaian dalamku yang baru?”

 

“Tidak!Pakai saja pakaian dalammu yang tadi kau pakai!”Teriak Sehun kesal dari luar kamar.

 

Neyna menangguk dan tersenyum lebar. Dengan sigap ia mengambil pakaian dalamnya di kamar mandi lalu mengenakannya. Setelah itu, Neyna memakai dress yang diberikan Sehun sambil tersenyum senang. “Wah dress ini sangat cantik. Aku beruntung sekali bisa memakainya.”Tidak ada tiga menit, Neyna pun selesai berpakaian dan berlari keluar kamar menghampiri Sehun.

 

“Ahjussi lihat aku.”Ucap Neyna antusias setelah berhasil menghampiri pria itu.

 

Sehun membalikkan tubuhnya dan… Bingo! Sehun terpukau. Neyna terlihat sangat cantik dan manis dengan dress milik Kurumi. Dress itu bahkan terlihat jauh lebih cocok pada Neyna daripada Kurumi.

 

“Ahjussi apa aku cantik dengan dress ini eoh?” Neyna memainkan rok dress yang dikenakannya lalu mengecup pipi Sehun, seketika menyadarkan lamunan pria itu. Sehun mengerjab cepat lalu mendorong tubuh Neyna.“Ja-jangan seenaknya menciumku bodoh!”Umpatnya terbata dengan ekspresi kesal. Oh shit! Dia gagap lagi.

 

Neyna terkekeh lalu menoel nakal dada Sehun “Kau belum jawab pertanyaanku Ahjussi… Aku cantik kan dengan dress ini?”

 

“Biasa saja!” Sehun mencebikkan bibirnya acuh “Sudah ayo ikut aku!” Titahnya otoriter lalu membalikkan tubuhnya hendak melangkah.Tapi lagi-lagi terhenti saat Neyna menarik lengannya.“Ahjussi mau kemana?Kamarmu kan ada disini.”

 

Sehun mengeryit lalu membalikkan tubuhnya “Kamarku?”

 

“Eumm.Kamarmu.”Neyna memeluk Sehun kemudian memainkan ikat pinggang pria itu.“Bukankah kau akan meniduriku di kamarmu eoh?”Tanya Neyna manja sambil menatap Sehun seduktif.

 

Sehun sontak terbelalak “Ya! Dasar mesum! Aku tidak akan menidurimu tahu!”Omel Sehun sambil melepas paksa pelukan Neyna di tubuhnya.

 

“Apa?Bukankah kau membeliku untuk melayanimu Ahjussi?”Neyna menatap Sehun lekat-lekat dengan ekspresi polos bercampur penasaran sambil menunggu jawaban pria itu.

 

“Iya aku membelimu untuk melayaniku, tapi bukan untuk tidur bersama bodoh!”

 

“Kau membeliku dengan harga yang sangat tinggi untuk jangka waktu yang lama. Song Ahjumma bahkan bilang kau mungkin akan menjadikanku kekasih, istri atau simpanan. Tapi kenapa kau tidak mau tidur bersamaku Ahjussi? Aku bingung… Jadi sebenarnya untuk apa kau membeliku?”

 

Sehun mendengus kesal lalu menyilangkan tangannya di depan dada “Aku membelimu untuk jadi baby sitter Neyna-sshi.” Jawabnya dingin lalu menyeringai.

 

“A-apa?Beb-bebi sitere?”

 

 

TBC

 

 

Ok, jadi gini dalam FF MBS ini Sehun sadis bukan sadis kaya psikopat kaya di FF Closer yah. Kalau di FF MBS ini Sehun sadisnya itu omongnya kasar&pedes, tindakannya arogan terbilang semaunya terus gengsian.Dan Neynanya juga genit banget ke Sehun. Selain emang karna Sehun ganteng banget, Sehun juga udah dia anggep kaya penyelamatnya dia. Jongin baru muncul sedikit di Chapter 1 ini dan mungkin akan muncul lebih banyak di Chapter 2.…Mungkin juga Neyna bakal lebih genit dan godain Jongin di Chapter 2?? Gatau liat nanti haha…

 

Makasih udah nyempetin baca hehe ^^

 

Regards

 

Angel Devilovely95

 

 

 

13 thoughts on “ My Beautiful Seducer Chapter 1B

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s