Our Wedding

img_2268

Title : Our Wedding

Author : mochiberry

Cast : Kim Ahra (OC/You), Park Chanyeol (EXO)

Genre : Romance, Fluff

Rating : PG-15

Leght : Oneshoot

Silahkan kalau mau mampir di wordpress saya

mochiberry.wordpress.com

Chanyeol menghela nafas berat di balik kemudinya. Hari ini cuaca sangat cerah tapi tidak untuk hatinya. Ia benar-benar dibuat kesal oleh kekasihnya. Hari ini kekasihnya itu minta diantar bertemu sahabatnya dan Chanyeol ada janji satu jam lagi dengan teman-teman bandnya untuk membicarakan project terbaru mereka. Bukan, Chanyeol bukan kesal karena kekasihnya minta diantar, Chanyeol selalu sedia mengantarkan gadisnya pergi kemanapun. Tapi sejak lima belas menit Chanyeol sampai di depan gang rumah Ahra, gadis yang mempunyai umur yang sama dengannya itu tidak juga datang.

Ini sudah kesekian kalinya Chanyeol menatap gang perumahan Ahra. Akhirnya Chanyeol bisa bernafas lega saat melihat gadis itu berjalan menuju mobil pria itu.

“Kenapa lama sekali, sih?” tanya Chanyeol menggerutu saat Ahra sudah duduk di sebelahnya.

“Maaf, maaf, aku lupa menggosok bajuku ini,” jawab Ahra diselingi cengiran bodohnya.

Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya, pasalnya tidak hanya sekali atau dua kali gadis ini lupa menggosok pakaiannya sebelum pergi. Memangnya ia tidak punya baju yang lain?

“Baiklah, kau pergi ke rumah temanmu yang mana?” tanya Chanyeol yang sudah meredam emosinya.

Ahra yang sibuk merapikan rambut panjangnya menjawab, “Tidak kami akan berkumpul di cafe di Myeongdong.”

Chanyeol mengangguk paham, kemudian mulai menjalankan mobilnya.

 

“Chanyeol, kau tahu? Lee Nayoung akan dilamar Sehun bulan depan. Wah! Ternyata mereka memang berjodoh sejak SMA,” oceh Ahra memecah keheningan mereka di dalam mobil.

“Ya, kan? Mereka memang masih saling mencintai. Kau saja yang tidak pernah percaya denganku!” kata Chanyeol sedikit menyindir kekasihnya.

Ahra yang tersadar jika disindir, memukul lengan Chanyeol. Chanyeol hanya tertawa kecil dan menatap Ahra sebentar kemudian menatap jalanan di depannya.

Dulu saat masih di SMA, saat cinta Ahra kepada Chanyeol bertepuk sebelah tangan, banyak gosip yang tersebar kalau Chanyeol menyukai Lee Nayoung sahabat baik Ahra itu. Pasalnya Chanyeol dan Nayoung cukup dekat waktu itu, mereka sering berbincang dan tertawa berdua bahkan saat Nayoung berulang tahun Chanyeol memberikannya hadiah. Hal itu membuat gadis kekanakan macam Kim Ahra cemburu berat. Ya, Ahra memang sudah sering cemburu pada gadis-gadis yang dipacari Chanyeol tapi ini jelas berbeda. Lee Nayoung sahabat yang paling dekat dengan Ahra dibandingkan sahabatnya yang lain. Ahra sempat menjauhi Nayoung dan Chanyeol, tetapi Nayoung memang dasarnya tidak punya rasa dengan Chanyeol. Kado dari Chanyeol ia anggap sebagai hubungan antar teman sekelas. Nayoung bersikap biasa saja kepada Ahra walaupun Nayong tahu Ahra pasti sedang kesal dengannya. Nayoung bahkan belum bisa move on dari Oh Sehun. Jadilah Ahra minta maaf atas perlakuannya kepada Nayoung, tetapi Ahra masih tetap menyimpan curiga kepada Chanyeol yang menyukai Nayoung.

Setahun kemudian setelah mereka lulus SMA, Chanyeol dan Ahra berbeda universitas. Ahra mendapatkan universitas impiannya untuk mendapat gelar guru di Korea University sedangkan Chanyeol lebih memilih melanjutkan hobi musiknya di Seoul National University of Art. Chanyeol tiba-tiba saja mengajaknya bertemu, Ahra pikir Chanyeol juga mengajak teman sekelasnya yang lain tetapi ternyata hanya dengan Ahra. Ahra dan Chanyeol memang cukup dekat sejak SMA mereka sering menempel kemanapun meskipun mereka tidak punya hubungan persahabatan. Entah apa yang terjadi mereka sudah jadian saja. Banyak yang bilang Chanyeol sudah luluh dengan cinta Kim Ahra yang tak pernah habis untuk Chanyeol itu.

“Cafe ini maksudmu?” suara Chanyeol menyadarkan Ahra dari lamunannya. Ia menatap cafe yang tepat berada di kiri jalan.

Ahra mengangguk. Tanpa mengingat nama cafenya Ahra sudah yakin cafe ini yang dimaksud sahabat-sahabatnya. Liat saja ada Hwang Bora, Uhm Jiyeon, Lee Yojung dan Lee Nayoung—sahabat-sahabat Ahra di SMA yang sedang berbincang di dalam cafe.

“Terima kasih sudah mengantarku, Park Chanyeol,” kata Ahra tersenyum riang sambil mencubit pipi kiri Chanyeol. Pria itu sedikit gendut sekarang.

“Kau ini seperti pasangan baru saja,” cibir Chanyeol yang membuat ekspresi Ahra berubah. “Kau pulang jam berapa? Kalau aku sudah selesai dengan band-ku, aku akan menjemputmu.”

Ahra menggeleng. “Tidak usah, aku bisa pulang sendiri. Aku yakin kau tidak akan sempat menjemput.”

“Kalau begitu minta antarkan Hwang Bora atau Lee Yojung,” saran Chanyeol.

Ahra mengangguk mengerti.

Chanyeol mengusap pucuk kepada gadis itu. “Gadis pintar,” ucap Chanyeol tersenyum.

Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal di dalam mobil, Ahra hampir membuka pintu mobil tapi Chanyeol menahan tangannya. Ahra benar-benar dibuat kesal oleh Chanyeol pasalnya sahabat-sahabatnya sudah menunggunya. Saat gadis itu menoleh, Chanyeol menyambutnya dengan kecupan singkat di dahi gadis itu.

“Chanyeol! Teman-temanku sudah menunggu!” seru gadis itu geram.

Chanyeol tertawa. “Ya, ya, maaf. Habisnya kita sudah tiga hari tidak bertemu karena sibuk. Baiklah kau boleh turun.”

******

Ahra dan sahabat-sahabatnya duduk mengelilingi meja. Mereka berbincang hangat tentang kesibukan mereka akhir-akhir ini dan juga tentang kehidupan baru mereka setelah menikah. Ya, Hwang Bora, Uhm Jiyoen, dan Lee Yojung sudah menikah setahun yang lalu bahkan sekarang Uhm Jiyeon sedang mengandung anak pertama.

“Ahra, kapan kau akan menyusul kami?” tanya Hwang Bora. Matanya melirik Jiyeon, Yojung, dan Nayoung bergantian.

“Ya, Ahra-ya! Bahkan Lee Nayoung saja akan menyusul sebentar lagi,” kata Jiyeon yang tidak sabar dengan hari bahagia sahabatnya.

Yojung mengangguk setuju. “Tidak perlu terburu-buru, tapi setidaknya melamar dulu tidak masalah, kan?”

Ahra menghela nafas. “Tidak tahu, bahkan Chanyeol belum mengenalkan aku dengan orang tuanya, padahal orang tuaku sudah mengenal Chanyeol,” jawab Ahra berusaha menutupi wajah sedihnya. Sebenarnya Ahra tidak mau membicarakan hal ini, dia terlalu takut kalau Chanyeol tidak serius dengannya.

Suasana mereka kini berubah menjadi serius. “Benarkah?” Lee Nayoung membuka suaranya, ikut sedih mendengar cerita sahabatnya.

Mereka berempat—Bora, Jiyeon, Yojung, dan Nayoung, jadi merasa bersalah telah membahas hal ini. Padahal mereka hanya bercanda.

Bora, yang paling cerewet diantara mereka menghela nafas. “Maafkan aku Ahra, aku sempat ragu saat mendengar kau jadian dengannya lima tahun lalu.”

Bora masih mengingat saat Ahra menelponnya malam-malam dan mengatakan kalau ia sudah resmi menjadi kekasih Chanyeol, si lelaki paling tampan seangkatan mereka menurut buku tahunan sekolah. Bora memang tidak percaya pasalnya dulu Chanyeol pernah mengatakan pada Bora kalau Chanyeol tidak pernah punya perasaan apapun pada Ahra walaupun keduanya sering terlihat bersama. Tapi melihat bagaimana bahagianya Kim Ahra saat itu, Bora hanya bisa mendukung mereka dan berdoa semoga Chanyeol tidak menyakiti perasaan Ahra yang polos itu.

Yojung dan Jiyeon mengangguk setuju. “Kau bahkan tahu kan kalau mantannya Chanyeol di SMA dulu cantik-cantik,” celutuk Yojung yang membuat Nayoung memukul tangannya pelan.

Ahra terlihat sedikit memikirkan sesuatu sekarang. Sahabatnya ada benarnya juga. Chanyeol bahkan tidak pernah menyinggung soal lamaran dan pernikahan dengan Ahra.

“Apa Chanyeol pernah bilang kalau dia serius padamu?” tanya Jiyeon. Ahra menatap Jiyeon, kemudian menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan Jiyeon.

“Apa kau yakin Chanyeol belum melupakan Kim So Eun, si primadona itu?” kini giliran Bora yang bertanya lagi.

Ahra benar-benar seperti diitrogasi dengan sahabat-sahabatnya sekarang.

Yojung tiba-tiba saja memukul meja pelan yang membuat perhatian mereka teralih kepada wanita yang merupakan seorang suster itu. “Aku lupa memberitahumu, bulan lalu aku dan suamiku pergi ke cafe dan aku melihat Chanyeol yang sedang manggung saat itu dan mantannya Kim So Eun itu juga sedang manggung. Aku yakin mereka pasti bertemu.”

Nayoung menatap Ahra di sampingnya yang tidak mau lagi membuka suaranya. Nayoung yakin Ahra semakin down dengan perkataan sahabat-sahabatnya. Nayong kini melirik Bora, mengisyaratkan agar mengganti topik mereka dengan yang lain.

“Hei, aku punya lima tiket konser SMTOWN bulan depan, kalian mau?” Bora tiba-tiba saja mengeluarkan lima tiket fisik dari tasnya. Wanita itu adalah seorang make-up artist di SM Entertaiment.

“Wah benarkah? Tentu saja aku mau! Aku ingin bertemu Shin Changmin! Bora-ya tolong kenalkan aku dengannya,” kata Yojung terlihat senang.

Jiyeon memukul kepala Yojung dengan tas kecil miliknya. “Ya! Kau sudah punya suami!”

Nayoung yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya terkikik, ia melirik Kim Ahra yang terdiam sambil memainkan ponselnya. Nayoung menghela nafas, ia yakin sebentar lagi akan ada masalah besar antara Ahra dan Chanyeol. Pasti Chanyeol akan menanyai Nayoung macam-macam.

******

Sejak hari itu, hari dimana sahabat-sahabatnya mengomporinya, Ahra jadi tidak punya semangat untuk mengajar setiap harinya. Terlebih Chanyeol sedang sibuk dengan band-nya, dan pria itu punya pekerjaan tetap sekarang di sebuah sekolah musik. Chanyeol jarang menjemputnya di tempat bimbel, tempat Ahra mengajar sebagai pengajar matematika. Nayoung yang juga menjadi pengajar di sana tentu tahu apa yang membuat sahabatnya begini, dia hanya bisa menghibur sahabatnya dengan mengajaknya makan di restoran favorit.

“Tidak usah difikirkan, oke? Kau seperti baru berteman dengan mereka saja,” celetuk Nayoung. Ia baru saja meletakkan segelas americano kesukaan Ahra.

Ahra masih saja menempelkan kepalanya di meja cafe. Ia mengangguk lesu.

“Apa Chanyeol memang tidak pernah serius padaku? Bahkan ia tidak mengabariku tiga hari ini,” kata Ahra. Ia mengecek chat terakhirnya dengan Chanyeol. “Nayoung, apa Sehun pernah seperti ini padamu?” tanya Ahra penasaran kepada perilaku Sehun kepada Nayoung. Ahra mengangkat kepalanya menatap Nayoung.

Nayoung mengangguk cepat. “Ya pernah, bahkan sering. Ia selalu lupa mengabariku jika sudah menyangkut sepak bola,” jawab Nayoung. “Aku yakin Chanyeol juga sedang sibuk dengan pekerjaan barunya terlebih ini juga termasuk hobinya bukan?”

Menurut Kim Ahra walaupun Sehun begitu, Sehun sudah berani melamar Nayoung. Tapi Chanyeol yang berbuat sama seperti Sehun, tidak pernah ada rencana melamar Ahra.

“Ahra, Ahra! Ada pesan dari Chanyeol!” seru Nayoung yang memang sejak tadi memegang handpone Ahra. Nayoung menyerahkan benda kotak putih itu kepada pemiliknya.

Hai Cantik. Malam ini mau mendampingiku ke pesta pernikahan temanku? Aku jemput di rumahmu nanti sore ya! Aku mencintaimu^^

Ahra melempar ponselnya asal setelah membaca isi pesan terakhir Chanyeol. “Cinta apanya!” gerutu Ahra membuat sahabatnya bingung.

*******

Ahra membuka sedikit pintu kamarnya. Di ruang tamu, Chanyeol sedang duduk manis di sofa ditemani Ayah Ahra dan Taehyung—adik laki-laki Ahra. Chanyeol terlihat santai berbincang dengan Ayah Ahra dan adiknya. Tentu saja, setelah resmi pacaran lima tahun lalu, Ahra sudah mengenalkan Chanyeol pada orang tuanya. Sebelumnya Chanyeol memang sudah kenal dengan Ibu Ahra karena beliau adalah guru Bahasa Inggris Chanyeol saat SMP. Begitu mendengar Ahra pacaran dengan Chanyeol, Ibu Ahra sangat bahagia.

Ahra merapikan dress merah muda yang dikenakannya sekarang. Dress selutut dan menutupi seluruh lengannya itu terlihat simple tetapi mewah. Rambutnya ia cepol keatas sehingga menanmpakkan leher putihnya. Riasannya tidak terlalu mencolok tetapi Kim Ahra masihlah terlihat cantik dan menawan.

Begitu Ahra keluar, Chanyeol yang memakai kemeja hitam dengan dasi berwana senada menyambut gadis itu dengan senyumannya.

“Wah! Noona dan Hyung seperti ingin menikah saja,” celetuk Kim Taehyung yang langsung mendapatkan pukulan di kepalanya oleh Ahra.

Chanyeol terkikik. Ia kemudian membungkuk hormat kepada Ayah Ahra. “Abonim, kami pergi dulu,” kata Chanyeol sopan.

Ayah Ahra hanya tersenyum mengangguk. Mereka berdua—Chanyeol dan Ahra berjalan keluar menuju mobil Chanyeol yang terletak di depan rumah Ahra.

******

“Kau kurusan akhir-akhir ini. Kenapa? Kau memikirkan sesuatu ya?” Chanyeol fokus menyetir tiba-tiba saja bicara memecahkan keheningan diantara mereka.

Ahra yang sedari tadi menatap ke luar jendela kini mengalihkan perhatiannya pada Chanyeol. “Uhm, tidak,” jawab Ahra singkat.

Chanyeol memang tidak puas dengan jawaban kekasihnya itu. Tapi ia tidak ingin berbicara panjang lebar. Oh ayolah mereka sudah berpacaran hampir lima tahun dan Chanyeol jelas tahu bagaimana sikap gadis di sampingnya ini jika sedang memendam sesuatu. Chanyeol pikir ini bukan saatnya menanyakan hal itu.

 

Selama di pesta, gadis itu tidak mau menggenggam tangan Chanyeol maupun merangkul lengan Chanyeol. Padahal ia selalu saja nempel-nempel dengan Chanyeol walaupun hanya sekedar memegang lengan belakang Chanyeol.

Chanyeol sibuk mengobrol dengan teman-teman lamanya sedangkan Ahra menikmati salad buahnya dalam diam.

“Hei? Kau Kim Ahra, kan?” seseorang tiba-tiba saja mengagetkan Ahra dengan menepuk pundaknya.

Ahra mengerjap pelan. “Oh? Luhan Oppa?” Chanyeol menatap pria tampan di hadapannya ini. Luhan adalah tetangga Ahra. Pria ini hampir saja menjadi kekasih Kim Ahra jikalau Park Chanyeol tidak menyatakan perasaannya. Kala itu Luhan sudah lebih dulu menyatakan perasaannya pada Ahra tetapi Ahra belum memberikan jawaban karena masih ragu dengan perasaanya, dua hari kemudian Chanyeol menyatakan perasaannya pada Ahra. Memang dasarnya gadis itu sudah cinta mati dengan Park Chanyeol, jadilah ia dengan Chanyeol.

“Mana kekasihmu?” tanya Luhan.

Ahra mencari-cari Chanyeol, kemudian menunjuk pria itu diantara sekumpulan teman-teman Chanyeol. “Itu, yang paling tinggi diantara mereka,” jawab Ahra.

Luhan mengangguk paham. “Ah, jadi pria itu yang sudah membuatku ditolak olehmu,” celetuk Pria yang berjarak tiga tahun dengan Ahra ini.

Ahra terhenyak mendengar perkataan Luhan. Pria itu menatap Ahra seraya tertawa. “Jangan dibawa serius, aku hanya bercanda,” kata Luhan.

“Kapan kalian akan menikah?” tanya Luhan yang membuat Ahra sedikit sebal karena tidak malas mendengar pertanyaan macam ini.

“Entahlah.” Jawaban Ahra membuat Luhan sedikit bingung. Ahra yang mengerti kemudian menjelaskan, “aku bahkan tidak tahu apakah dia serius denganku atau tidak.”

Luhan tersenyum, ia paham dengan masalah yang terjadi dengan gadis yang Luhan sukai dulu. “Hei, jangan bicara begitu. Aku yakin dia serius denganmu, kalau tidak serius ia pasti sudah memutuskanmu dari dulu. Kalian sudah lima tahun berpacaran, kan?”

Ahra mengangguk. Matanya kini menangkap Chanyeol yang terus menatap Ahra dan  Luhan.

“Kalau kekasihmu tidak juga melamarmu, aku yakin dia punya alasan tersendiri. Jangan meragukannya, oke? Terus di sampingnya dan dukung dia. Malah aku merasa kau yang meragukannya?”

Ahra membulatkan matanya. “Tidak, tidak! Aku sangat mencintainya!” ujar Ahra mantap.

Luhan menepuk kepala Ahra, hal yang biasa ia lakukan dulu. “Bagus, adikku yang manis.” Ahra hanya tertawa dibuatnya.

********

“Pria tadi siapa?” tanya Chanyeol saat mereka sudah berada di dalam mobil.

Ahra menatap Chanyeol yang terlihat kesal. “Ah, dia Luhan, tetanggaku,” jawab Ahra.

Chanyeol seperti pernah mendengar nama pria itu, tetapi bukan Kim Ahra melainkan Lee Nayoung. “Oh, pria yang suka denganmu itu ya?” nada bicara Chanyeol kini terdengar seperti meremehkan.

Ahra terkejut, tentu saja. “Bagaimana kau tahu?”

“Apa sih yang aku tidak tahu darimu?” kata Chanyeol sedikit bangga.

“Kau cemburu?”

“Tentu saja tidak! Aku bahkan sudah jauh melangkah dibanding dia.”

Ahra terdiam. Soal pernikahan masih membekas dipikiran gadis itu. Chanyeol memperhatikan ekspresi gadis itu yang kini semakin sendu. Tangan Chanyeol terulur mengangkat wajah gadisnya yang menunduk.

“Apa kau marah karena aku tidak cemburu?” pertanyaan konyol macam apa itu? Ahra tahu dirinya memang kekanakan tapi hal semacam itu tidak pernah terbesit dipikiran gadis itu.

Ahra menggeleng.

“Chanyeol? kapan kau menikahiku? Kapan kau akan mengenalkanku pada orangtuamu?” tanya Ahra memberanikan diri. Ia tidak bisa menahannya terlalu lama.

Chanyeol menurunkan tangannya dari wajah Ahra. Pria itu terlihat bingung harus menjawab apa. Pandanganya lurus menatap parkiran gedung yang mulai sepi.

“Apa kau serius denganku?” tanya Ahra lagi. Cairan bening sudah menggenang di pelupuk mata gadis itu.

Chanyeol tahu gadis itu sudah menangis sekarang, ia mendengar isakan gadis itu. Chanyeol kini menatap Ahra, meraih wajahnya dan hendak mengusap cairan yang membasahi pipi tembam Ahra. Tetapi gadis itu menepis tangan Chanyeol.

“Maafkan aku Ahra, tapi—“ Chanyeol belum selesai berbicara tapi Ahra sudah memotongnya.

“Seharusnya aku lebih percaya pada sahabatku dibanding kau!” Ahra ingin keluar hendak membuka pintu mobil tapi Chanyeol menahannya.

Wajah pria itu kini sudah berada tepat di depannya. tangan kanan Chanyeol meraih wajah Ahra sedangkan tangannya yang lain ia letakkan di pinggang kecil gadis itu. Chanyeol terus menghimpitnya sampai bibir pria itu kini sudah menempel di bibir Ahra. Ahra memejamkan matanya ketika bibir Chanyeol bergerak melumat bibirnya lembut.

Chanyeol melepas ciumannya, mengusap pipi gadis itu lembut. “Dengarkan aku dulu, oke?”

Ahra hanya diam, dan Chanyeol menganggap diamnya Ahra sebagai pertanda setuju.

Chanyeol menarik nafas sejenak. “Aku serius denganmu dan aku ingin cepat-cepat menikahimu. Niatnya aku akan melamarmu bulan ini, tapi—kau tahu kakakku, kan? Park Yura. Dia belum menikah dan pernikahannya lima tahun lalu dibatalkan. Aku merasa tidak enak jika melangkahinya. Aku sudah membicarakan ini pada ibuku, beliau mendukungku dan menyuruhku untuk melamarmu lebih cepat, tapi aku belum membicarakan ini pada ayahku. Kau bisa mengerti sekarang, kan? Aku mencintaimu, sangat. Aku tidak pernah ragu denganmu, sayang,” jelas Chanyeol yang membuat Ahra terpaku.

“Tu—tunggu! Apa? Kau sudah membicarakan ini pada ibumu? Ibumu sudah tahu hubungan kita?” tanya Ahra sedikit tidak percaya.

Chanyeol tersenyum dan mengangguk. “Aku sangat dekat dengan ibuku. Beliau sudah tahu sebelum kita pacaran. Ibuku bilang kau sangat manis dan cantik saat aku menunjukkan fotomu padanya. Maafkan aku sampai saat ini belum mengenalkanmu padanya padahal sudah lima tahun ya. Lagi-lagi karena kakakku, aku takut dia tersinggung. Kau bisa sabar, kan? Setelah aku dapat restu ayahku, akan segera melamarmu. Ah iya, aku juga sudah membicarakan ini pada Ayahmu, ia bilang akan menung—“ Chanyeol  menghentikan ucapannya saat merasakan benda lembut menempel di pipinya.

“Aku mencintaimu, Park Chanyeol. Jangan tinggalkan aku,” kata Ahra setelah melepaskan bibirnya dari wajah Chanyeol. Ia kini memeluk Chanyeol erat.

Chanyeol tersenyum dibuatnya. Gadis ini benar-benar. Chanyeol mengusap pucuk kepala gadis itu lembut dan menciumnya.

“Aku mencintaimu juga, Kim Ahra. Jangan tinggalkan aku.”

*******

EPILOGE

Sebulan kemudian.

“Bora-ya! Tahun depan aku akan menikah dengan Chanyeol! Dia baru saja melamarku hari ini!”

“Kim Ahra! Kau tahu ini jam berapa, Hah?!”
END

FF nya agak aneh ya? Maaf ya ada sedikit potongan hidupku disini HAHAHA

4 thoughts on “Our Wedding

  1. halo ^^ ffnya cukup rapi dan enak buat dibaca, castnya chanyeol pula, tapi aku rasa kurang fokus ke chanyeolnya dan momennya mereka berdua juga agak2 jarang. dan endingnya sedikit kurang memuaskan.
    nice attempt anyway.
    keep writing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s