(Don’t) Call Me Baby (Ficlet)

Title : (Don’t) Call Me ‘Baby’!

Main Cast : Park Chanyeol (EXO) – Min Ga Young (OC)

Genre : Romance

Rating : PG-16

Length : Ficlet

WordPress: http://chomeli0304.wordpress.com

Wattpad: chomeli0304

PS : Annyeong! Author bawa ficlet gaje pertama sekaligus ff EXO pertama nih yang terinspirasi dari lagu Call Me Baby dari EXO :3 Nikmati saja ya~ ^^

Warning: Anda mungkin akan menemukan typo dan beberapa kalimat yang kurang menarik, maafkan saya 🙂

 

No Bash, No Plagiat! Don’t forget to RCL~

 

Happy Reading! ^^

 

***

 

Author’s POV

 

“Chanyeol oppa, bukankah aku sudah mengatakan kepadamu berulang kali untuk tidak memanggilku dengan sebutan ‘baby’?” Gadis yang telah menyandang status sebagai kekasih dari Park Chanyeol selama empat tahun terakhir ini mulai merajuk dengan nada manja andalannya.

Seperti yang dikatakan oleh kekasihnya, Park Chanyeol memang selalu memanggil kekasihnya itu dengan sebutan ‘baby’. Untuk sebagian besar perempuan di dunia ini, sebutan seperti itu merupakan sebutan manis yang dapat membuat siapa saja meleleh ketika dipanggil seperti itu. Namun, tidak bagi Min Ga Young. Awalnya ia sangat senang dipanggil seperti itu, tetapi sekarang ia sangat membencinya. Menurutnya, panggilan seperti itu terdengar menggelikan di telinganya dan ada satu hal yang membuatnya kesal ketika dipanggil ‘baby’.

Chanyeol yang saat itu sedang sibuk memperhatikan wajah Ga Young, memasang ekspresi merengut seperti ekspresi gadis itu saat ini.

“Waeyo? Aku suka memanggilmu seperti itu, baby. Memang apa yang salah?” tanya Chanyeol dengan nada merajuk. Ga Young adalah gadis yang paling beruntung karena dapat menyaksikan langsung ekspresi lucu dari pria paling cool dan penuh kharisma seperti Chanyeol.

Ga Young menangkup wajah kekasihnya dengan kedua tangannya, kemudian menatap dalam-dalam mata pria itu. “Pokoknya aku tidak suka mendengarnya. Aku selalu kesal saat kau memanggilku seperti itu! Arraseo?!”

Chanyeol menggerakan tangannya dan mengikuti apa yang dilakukan kekasihnya sekarang, menangkup wajah Ga Young dan mengikis jarak hingga menyisakan lima sentimeter antara wajahnya dan gadisnya.

“Jelaskan kepadaku, baby. Bukankah ini terdengar romantis? Dulu kau tak pernah marah kalau kupanggil ‘baby‘.” Pertahanan Ga Young mulai runtuh. Gadis itu selalu tak tahan jika dipandang lekat-lekat seperti saat ini oleh Chanyeol. Matanya yang bercahaya itu selalu dapat membuat gadis dihadapannya bungkam.

Ga Young melepaskan tangannya dari wajah Chanyeol dan mulai melirik ke kiri dan kanan dengan gelisah — menatap benda apapun di sekitarnya, yang jelas bukan mata seorang bintang dunia sekelas kekasihnya ini.

Siapa yang tidak kenal EXO? Ayolah, group ini sudah mendunia dan menghebohkan banyak kaum di seluruh penjuru bumi — terutama kaum hawa. Ga Young memang beruntung karena bisa menjadi kekasih Park Chanyeol dengan segala kekurangannya. Tetapi bukankah wajar kalau terkadang gadis itu merasa cemburu karena kekasihnya diidolakan bahkan dicintai banyak orang? Ia merasa punya banyak saingan yang melebihi dirinya. Bagaimana pun mereka telah menjalin hubungan cukup lama. Bukankah tidak sulit bagi Chanyeol untuk mengencani gadis terkenal di dunia hiburan bahkan gadis di agensi yang sama dengannya? Ga Young bukan gadis cantik yang memiliki segudang prestasi. Ia hanyalah seorang gadis biasa yang mendapat cinta tulus dari Park Chanyeol. Bahkan sejak dulu, ia seperti menggantungkan hidupnya kepada Chanyeol. Memang tidak baik, tetapi ia memang butuh seseorang untuk selalu berada di sampingnya dan menemaninya menjalani kehidupan yang terasa sulit.

Meskipun Chanyeol memiliki segudang jadwal dan harus pulang-pergi ke luar negeri untuk melakukan tur konser ke banyak tempat, pria itu senantiasa meluangkan waktu istirahatnya yang tipis untuk menanyakan keadaan Ga Young dan mendengarkan segala keluh kesah gadis itu. Entah saat berada di belakang panggung, shooting, pengambilan gambar, rekaman, bahkan saat sebelum ia tidur, Chanyeol menyempatkan diri untuk mengirim pesan kecil seperti mengucapkan selamat malam dan sebagainya.

Chanyeol tersenyum geli. Pria itu senang melihat kekasihnya gugup seperti ini. Semakin terlihat menggemaskan menurutnya. Lalu, ia bergerak cepat mengecup hidung Ga Young. Sesuai dugaan, gadis itu langsung menatap lagi kepadanya.

“Yak! Apa yang kau lakukan?!” Meski Ga Young cukup lama menjadi kekasih Chanyeol, gadis itu masih saja terkejut dengan sentuhan-sentuhan dari kekasihnya itu.

Chanyeol terkekeh lalu mengecup hidung Ga Young lagi, disambung dengan kalimat penjelas. “Aku sedang membuatmu memperhatikanku, baby.”

Ga Young memutar bola matanya malas. Lagi-lagi dipanggil ‘baby‘. Sepertinya Chanyeol belum juga paham dengan alasan yang sebenarnya.

“Aku semakin malas melihatmu.” Bohong. Ga Young sangat merindukan Chanyeol. Ini adalah pertemuan mereka setelah dua bulan dipaksa berkomunikasi melalui ponsel saja. Album yang baru diluncurkan EXO membuat kekasihnya berkali lipat lebih sibuk dibanding biasanya.

Chanyeol terus menatap wajah kekasihnya. Ia sungguh merindukan gadis yang berhasil mengikat hatinya beberapa tahun silam. Melihat dalam jangkauan sedekat ini saja masih membuat jantungnya berdetak cepat. Harusnya empat tahun cukup untuk membuat jantungnya berdetak normal saat melihat wajah gadis itu. Ini menandakan bahwa Chanyeol selalu jatuh hati ketika berada di dekat Ga Young.

“Oke, kalau kau malas melihatku. Aku akan memaksamu untuk menatapku saja, baby~” Tepat saat Chanyeol mengakhiri ucapannya, Ga Young merasa sebuah material lembut dan kenyal menyentuh bibirnya. Gadis itu tersentak dan menatap wajah tampan yang saat ini juga memejamkan matanya. Tangan Chanyeol yang besar masih menangkup wajahnya seolah tidak menginginkan jarak sekecil apapun memisahkan mereka.

Meski terkejut, akhirnya Ga Young ikut memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya pada leher jenjang Chanyeol.

Ga Young sudah lama tak merasa sedamai hari ini. Bertemu kembali dengan kekasih superstar-nya dan merasakan kembali segala sentuhan yang selalu membuat sensasi tersendiri bagi tubuhnya. Getaran-getaran aneh yang tercipta saat kulitnya bersentuhan dengan milik Chanyeol.

Pria itu juga merindukan saat-saat seperti ini. Jadwal padat yang menguras banyak tenaganya. Namun, entah mengapa semua itu terasa tak penting lagi ketika Min Ga Young berada dalam jangkauannya. Terlebih saat ini. Setiap bertemu, meski hanya saat makan siang atau makan malam, saat hendak berpisah mereka pasti berciuman sebentar. Tetapi kali ini berbeda. Keduanya seperti sedang meluapkan rasa rindu yang membuncah dalam dada masing-masing. Detak jantung yang seirama, sentuhan hangat di malam yang dingin, dengan beratapkan langit ditemani oleh sang rembulan dan Sungai Han diseberang merupakan saksi bisu mereka malam ini. Saksi bagi kedua insan yang merindukan satu sama lain dan sedang menyalurkan perasaan yang tak terungkap dengan kata-kata sebelumnya.

Chanyeol mengecup setiap inci bagian pada bibir Ga Young dengan lembut namun sedikit menuntut, mungkin terbawa suasana. Gadis itu juga menyalurkan kerinduannya dengan membalas setiap kecupan-kecupan dari kekasihnya sehingga menimbulkan decakan-decakan di tengah suasana yang sunyi. Perlahan Chanyeol menarik wajah gadisnya mendekat dan membuat ciuman mereka semakin intens.

Keduanya terengah-engah, namun tidak berniat untuk melapaskan tautan pada bibir mereka. Chanyeol cukup bijaksana dengan menghentikan kegiatan mereka dan meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Ga Young masih memejamkan matanya dan tersenyum. Ia sendiri tak menyangka malam ini mereka bercumbu sampai sedalam ini.

Dengan posisi yang tetap seperti tadi, Chanyeol menyatukan keningnya dengan milik kekasihnya, lalu menatap penuh cinta kepada Ga Young yang terpejam sibuk mengatur perasaannya. “I miss you so badly, baby. Do you know that I always think about you every day, every night, ever hour, every minute, and every second in my life? Even kiss can’t explain how much I love you. So, please don’t leave me. No matter what, I will always love you although you have no more love for me someday, baby..

Kata-kata yang diucapkan oleh Chanyeol begitu manis dan tulus dari hati. Ga Young memberanikan diri untuk membuka matanya dan menatap balik seseorang yang setia dan selalu berada di sampingnya. Gadis itu terharu, ternyata kekasihnya begitu dalam mencintai dirinya. “Chan, I love you more than you loved me. Please, don’t talk about that because I will never let you go.” Chanyeol senang mendengar balasan dari Ga Young. Setidaknya perasaannya tak bertepuk sebelah tangan. Meski masih menyandang status sebagai pasangan kekasih, namun confession seperti ini memang harus sering dilakukan untuk memastikan bahwa perasaan keduanya tak ada yang berubah.

Thank you, I’m glad to hear that. Gomawoyo, baby.” Chanyeol mengakhiri ucapannya dengan mendaratkan sebuah kecupan pada kening gadisnya. Forehead kiss.

Pria itu segera menarik seluruh tubuh Ga Young ke dalam dekapannya. Memeluk gadis itu lebih dari sekedar vitamin baginya. Ia merasa tubuhnya berkali lipat lebih sehat ketika memeluk Ga Young dibanding mengkonsumsi berbagai vitamin untuk kekebalan tubuhnya.

Sambil memeluk satu sama lain, Chanyeol berusaha mencari jawaban atas rasa penasarannya. “Hmm.. Kenapa kau tidak senang ketika aku memanggilmu ‘baby‘?”

Mengingat alasannya, wajah Ga Young merengut kembali namun pria itu tak mengetahuinya. “Karena lagu baru EXO..,” lirih gadis itu sembari memainkan rambut coklat Chanyeol.

“Mwo? Lagu baruku? Apa hubungannya? Baby, aku sedang tidak bercanda,” kekeh pria itu seraya mengeratkan dekapannya.

“Tentu saja ada. Lagu itu membuatku cemburu,” keluh Ga Young dengan nada kesal terselip didalamnya.

Chanyeol mengerutkan keningnya. Lagu barunya yang dimaksud Ga Young adalah..

“Omo, jangan bilang kau cemburu karena lagu EXO yang berjudul Call Me Baby?” Tebakan Chanyeol yang begitu tepat sasaran membuat gadis itu kesal dan melepaskan pelukan mereka saat itu juga.

“Huh, akhirnya kau paham juga!” Ga Young merajuk.

“Jelaskan kepadaku, baby~” goda Chanyeol lebih lagi melihat kekasihnya yang lucu itu cemburu.

“Yak! Jangan panggil aku seperti itu lagi! Itu sama saja kau menyamakanku dengan jutaan penggemarmu di luar sana, Chanyeol! Astaga, atau bahkan kau mengobral dirimu kepada jutaan gadis dengan menawari panggilan semacam itu. Aku tidak sudi, huh!” protes Ga Young yang malah dibalas dengan tawa keras oleh Park Chanyeol.

“Astaga, baby! Kau marah karena hal seperti itu? Jinjja! Bahkan itu hanyalah sebuah lagu, hanya sebatas lirik. Omo, sepertinya aku semakin yakin dengan ucapanmu yang takkan melepaskan aku sampai kapan pun,” kekeh Chanyeol yang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya sekarang.

“Hajima! Aku tak suka dengan sebutan itu, Channie-aaaaahh~” rajuk Ga Young seraya menyembunyikan wajahnya dengan telapan tangannya.

Chanyeol memutuskan untuk berhenti menggoda gadisnya karena merasa bahwa Ga Young memang tidak suka dipanggil ‘baby‘ lagi olehnya. Meski alasannya sangat konyol menurutnya, namun terkadang cinta bisa membuat kita bodoh dan konyol.

“Arra, arra. Kalau begitu aku akan mengganti sebutan itu. Hmm, bagaimana dengan ‘chagi’? Hanya kau yang kupanggil seperti itu,” ujar Chanyeol dengan wajah berseri-seri.

Ga Young menurunkan tangannya dan melihat wajah kekasihnya begitu manis. “Ya, ya, ya! Lebih baik seperti itu! Aku tak mau disamakan dengan para gadis di luar sana.” Terdengar nada tegas yang posesif ketika gadis itu berbicara, membuat Chanyeol semakin senang.

“Ne, chagi-ya~ Aku akan memanggilmu seperti ini. Oke, bab.. Maksudku, chagi?” Chanyeol memamerkan deretan giginya yang rapih dan putih, membuat gadis itu semakin gemas dengan wajah kekasihnya yang tampan.

Ga Young mendengus karena sepertinya kekasihnya itu akan salah menyebut panggilan selama beberapa hari ini hingga lidahnya terbiasa menyebut ‘chagi’. Gadis itu gemas dan mendaratnya kecupan cukup lama pada bibir merah Chanyeol. Jelas saja pria itu terkejut karena ini pertama kalinya Ga Young memulai terlebih dahulu.

“Mmmmmpphhuah..” Bahkan gadis itu menyertakan bunyi yang dibuat dari suaranya sendiri ketika melepaskan ciumannya.

“Don’t call me ‘baby‘, okay?” Lalu keduanya tertawa bersama-sama dengan perasaan bahagia tak tertahankan.

 

 

END

***

PS: Sorry for typo(s) 😀 Gomawo!

Mian kalo gaje yaa >< ini karena efek nonton EXO terutama Chanyeol pas MAMA 2015 :3

Lagi kesemsem sama EXO nih >< meskipun album barunya Sing For You, tapi tolong dimengerti karena ini dibuat sebelum album baru itu meluncur alias ff ini sudah mendekam lama di laptop 😀

Hehehe, ditunggu komentarnya! :* Gomawoyooooo~~

Iklan

2 thoughts on “(Don’t) Call Me Baby (Ficlet)

  1. Author niiim! Ditunggu bgt series or sequel dari couple ini plisss huahahha suka banget!!! Feel nya dapet bgtbgtbgt >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s