Hello Ma Baby – (Chapter 1)

Author    :-Demonichild

Title        : Hello Ma Baby

Genre    :Romance,Hurt,Brother Complex

Lenght  : Chapter

Ratting: PG 17

Cast       : -Oh Sehun

-Ahn Jihyun

-Xi Luhan

 

Kali ini author gaje bin aneh bawain ff abang sehun yang tampan seantareo korea selatan belok kanan dikit/lah/. Maaf aja kalo ceritanya agak boring atau apalah-apalah,maklum saya cuma author amatir yang gak sengaja menumpahkan hasil pemikiran yang nista ini kedalam fanfic soooooo Selamat bacaaaa readerssssssss~

 

 

 

 

 

 

 

Ketahuilah bahwa aku tulus menyayangimu,aku tulus mengkhawatirkanmu. Sekarang aku menyesal tidak mengungkapkan perasaan ini,sungguh. Semua yang kau lihat dari luar tidak sama apa yang kau pikirkan,tidak! Itu semua adalah topeng. Yang sesungguhnya ketika topeng itu dibuka adalah sosok diriku yang kau bisa lihat bahwa aku sangat mencintaimu’sehun’

Bagaimana aku bisa bertahan disini lebih lama lagi,aku benar-benar tidak sanggup lagi. Sungguh aku tidak kuat,kau membuatku mati secara perlahan,itu terasa sangat sakit. Aku tau,sejak awal aku memang tidak pernah diharapkan olehmu.’jihyun’

Gadis itu,jihyun mengendap-endap membawa koper yang berisi seluruh pakaianya. Dia berjalan dengan sangat hati-hati untuk pergi dari rumah ini,dia tidak ingin sehun,kakak tirinya memergokinya. Perlahan ia hampir sampai di depan pintu,tapi tiba-tiba suara sehun membuat langkah jihyun terhenti.

“Kau mau kemana?”tanya sehun ketus

sialll

Yaa sehun memang bersikap seperti itu pada adik tirinya,sedari awal sehun selalu menunjukan bahwa ia tidak pernah suka dengan keberadaan jihyun hingga sekarang pun dia seperti itu. Tapi tetap,bagi jihyun, sehun adalah kakaknya,karna baginya,diterima oleh keluarga oh sebagai bagian dari keluarganya adalah mimpi indah jihyun. Walaupun dia tau,ada satu orang yang tidak menyukai kehadirannya. Dan orang itu oh sehun,dia tidak berani membantah apapun yang dikatakan sehun. Karna setiap perkataan yang sehun ucapkan benar-benar terkesan tajam,mengintimidasi. Nyali seorang jihyun selalu menciut jika ia ingin mengeluarkan suara ketika berdebat dengan oppanya itu.

“Mengapa kau tidak menjawab,hah?!”sambung sehun

Jihyun sangat bingung ingin menjawab apa,tidak mungkin kalau bicara yang sebenarnya pada oppanya.

“Mian..”

“Mengapa minta maaf?kau sudah berumur 21tahun tapi tidak tau cara menjawab pertanyaan hah?!,jawab pertanyaanku!!”bentak sehun

Sontak saja jihyun sangat terkejut,dia hanya bisa memejamkan matanya pasrah.

“Terserah”sambung sehun lalu pergi meninggalkan jihyun yang masih mematung

Jihyun hanya menghela nafas,ia tidak bisa meninggalkan rumah ini begitu saja,ia harus memikirkannya matang-matang. Dan akhirnya rencana kabur dari rumah gagal,jihyun pergi kembali kekamarnya dan membereskan pakaianya.

TokTokTok..

“Masuk”

“Makan malam sudah siap nona”ujar seorang maid itu

“Eumm aku akan segera kebawah”

jihyun bergegas ke bawah untuk makan malam,ia tidak pernah terlambat. Karena kalau terlambat oppanya akan sangat marah padanya,tidak,sudah cukup tiap hari ia terkena amarah sehun yang tidak jelas itu. Jihyun bergegas menuju ruang makan

Seperti ini keadaanya, hanya sehun dan jihyun yang hanya ada di ruang makan semenjak meninggalnya orangtua mereka akibat kecelakaan pesawat 5tahun yang lalu. Sunyi,sepi, hanya ada suara garpu dan sendok yang beradu.

“Oppa…”

“Eum”

“aku ingin meminta tabunganku yang kau tahan waktu itu”

“Untuk apa?!”

“studytour ke tongyeong”

Mendengar hal itu sehun menghentikan aktifitas makanya dan menatap tajam jihyun

“Apa kau tak bisa belajar mandiri?apa kau tak bisa menyisihkan uang jajanmu?,apa uang jajanmu tidak cukup hah?!”

Aku selalu salah ketika menanyakan sesuatu,dia benar-benar tidak mengerti apa pun tentangku.. .

“Tidak bukan seperti itu,hanya saja uang yang aku kumpulkan dari uang jajanku sudah aku sumbangkan ke panti asuhan tempat tinggalku dulu”

“Itu bukan urusanku?!”jawab sehun lalu pergi meninggalkan jihyun di meja makan

Air matanya keluar,air mata yang selama ini ditahanya. Ia tidak mungkin membantahnya atau menjawab kembali dengan ketus pada sehun karna itu akan hanya memperburuk keadaan.

Esok paginya jihyun tidak pergi kuliah,dia bekerja part time di sebuah restaurant untuk mengumpulkan uang. Karna tidak mungkin ia meminta uang pada oppanya untuk studytour,bukan uang yang diadapat tapi amarah sehun yang selalu memojokanya yang akan ia dapat,oleh karena itu ia berinisiatif melakukan pekerjaan seperti ini. Saat akan mengantarkan makanan ke meja makan,betapa terkejutnya jihyun melihat oppanya dan rekan kerjanya sedang berada direstaurant ini.

Sial mengapa harus tempat ini,apakah ini akhir dari semuanya?sepertinya dia akan mengusirku

Sehun  menatap tajam jihyun yang sedang membawakan pesanan ke meja sehun.

“jihyun mengapa kau bekerja disini?”tanya salah satu rekan kerja sehun

“Kau adik dari direktur,tapi mengapa bekerja seperti ini”tanya lagi salah satu rekanya

jihyun mencoba mencari alasan. Rekan-rekan kerja oppanya memang mengenal jihyun sebagai adik tiri sehun semenjak upacara penyambutan sehun sebagai direktur baru di perusahaan appanya 4tahun yang lalu.

“Eunggh itu..,aku sedang mencoba menjalaninya untuk bahan skripsi ku”balas jihyun dengan gugup

Jihyun buru-buru kebelakang dan mengganti pakaianya. Setelah itu ia bergegas pergi kerumah.

Tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil. Ya,itu suara mobil sehun.

Jihyun benar-benar takut akan kedatangan oppanya. Pasti oppanya akan marah besar pada jihyun. Sehun  berjalan dengan penuh emosi,dan membanting pintu kamar jihyun. Jelas saja jihyun terkejut dan ketakutan.

“Mengapa kau melakukan itu,ha?!,kau! Hampir saja mempermalukan ku!”bentak sehun

Oh tuhan… aku harus jawab apa padanya?tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya,bagaimana ini?

“Mianhae”ucap jihyun tanpa menatap sehun

“mengapa kau selalu menyulitkanku?!”

Jihyun tidak bisa menjawab lagi,ia hanya bisa menangis. Tidak?!badanya kehilangan keseimbangan,dan seketika tubuh jihyun jatuh. Dengan sigap sehun langsung menahan tubuh jihyun,dan membawanya kerumah sakit.

Beberapa jam kemudian jihyun mulai sadar dan membuka matanya perlahan.

“oppaa…”

“Aku disini”jawab sehun yang tepat berada disampingnya.

Sedari tadi,sehun lah yang menemani jihyun,terlihat diwajahnya bahwa ia sangat mengkhawatirkanya,tapi jihyun tidak mengetahui hal itu.

“Kita dimana?”

“Kita dirumah sakit,kau terlalu bodoh sampai kau bisa berada disini”ucapnya dengan datar

“Aku minta maaf sudah merepotkanmu”

“Cepat pulih,banyak pekerjaan yang harus aku tangani”ucap sehun lalu pergi ke sofa yang berada dipojok kanan dan membuka laptopnya.

“Aku sudah pulih kau bisa bekerja kembali oppa”ucap jihyun tiba-tiba

Sehun hanya menatapnya heran

“Kau tidak bisa lihat?bibirmu masih pucat,beristirahatlah cepat!”

“Baiklah”jawab jihyun pasrah

Oppa,sungguh aku tidak ingin merepotkanmu. Aku tau kau pasti khawatir padaku,sayangnya aku tidak melihat jelas diwajahmu itu.

“oppa”ucap pelan jihyun

“Ada apa?”balas sehun tanpa menatap jihyun dan fokus pada laptopnya

“Aku lapar..”cicit jihyun namu masih terdengar oleh sehun

Sehun menghentikan aktifitasnya dan menatap jihyun dengan ekspresi datarnya.

Oh tidak?! Apakah ia akan memarahiku lagi dengan keadaanku yang seperti ini?mengertilah oppa,jangan lakukan ituu..

“Tunggu disini sebentar,jangan kemana-mana”ucap sehun lalu pergi meninggalkan jihyun                         “ufttt untunglah,kukira dia akan marah-marah padaku”batin jihyun

Setelah menunggu beberapa lama,sehun datang dengan membawa beberapa jinjingan ditanganya.

“Cepat makan,bubur ini masih hangat lalu minum obatnya”

“Gomawo oppa”ucap jihyun tulus

“Kau tidak makan oppa?”sambung gadis itu

“Tidak”balas sehun dan fokus terhadap laptopnya

Sehun bernafas gusar,oppanya memang sangat keras kepala. Apalgi kalau sudah berhubungan dengan pekerjaan,dia akan menjadi gila.

Jihyun,apa selama ini aku terlalu menyakitimu?kejadian tadi benar-benar membuatku merasa sangat bersalah,ingin sekali kuucapkan kata maaf dari bibirku ini. Tapi entah mengapa sangat sulit untuk mengucapkanya,bahkan hanya sekedar membuka mulutku itu sangat sulit.

Setelah selesai Jihyun berbicara pada oppanya

“oppa,kurasa aku sudah baikan,aku tidak suka dengan rumah sakit,bisakah kita pulang?”

“Geurae”balas sehun tanpa menolak sedikitpun

Sehun membawa jihyun pulang kerumah dan mengantarkanya kekamar

“Kau tidak boleh keluar rumah,aku harus ke kantor menyelesaikan pekerjaanku,jika kau membutuhkan sesuatu panggil ahjumma shin”

“Eumm”Balas jihyun disertai anggukanya

Jujur saja aku tidak ingin meninggalkanmu jihyun,aku ingin sekali disini menjagamu. Namun egoku lebih besar dari keinginanku ini,aku minta maaf jihyun. Beristirahatlah,semoga kau baik-baik saja.

Jihyun merasa bosan dirumah sendirian,walaupun ia sudah sering mengalaminya. Bunyi dering telpon membuyarkan lamunan jihyun sedari tadi.

“Yeoboseo?”

“…………….”

“Hah?dosen kim ingin skripsi bab 2 segera dikumpulkan sekarang?! Mengapa mendadak sekali”

“……………”

“Yya!,berapa jam lagi dia menunggu?”

“……………”

“Apa?! 20 menit lagi? Ini gila!!! Gomawo, aku akan segera kesana”

Jihyun bergegas mengganti pakaian dan pergi kekampus. Jihyun menghentikan langkahnya,ia lupa sehun berpesan kalu ia tidak boleh keluar rumah.

Apa aku harus meminta izin padanya?bagaimana kalau ia tidak memberi izin?aishhhh aku harus bagaimana………

Dengan mantap jihyun melangkahkan kakinya untuk segera pergi kekampus,ia hanya punya waktu 15 menit dari sekarang.

Sesampainya disana ia langsung bergegas menuju ruang dosen kim dan mengumpulkan skripsinya,tepat waktu! Akhirnya ia tepat waktu mengumpulkanya.

Setelah selesai jihyun bergegas pulang kerumah,karna ia tidak mau oppanya tau ia pergi tanpa izin.

Jihyun berjalan cepat menuju rumahnya,begitu sepi keadaan didaerahnya ketika malam hari. Sesekali jihyun menatap ke belakang karna merasa ada yang mengikutinya. Tepat di belakangnya seorang pria dengan wajah tertutup masker tengah mengikuti jihyun

Jihyun sangat takut,jarak untuk sampai kerumahnya dibilang masih lumayan jauh. Dengan reflek menelpon menelpon.

Oppa tolong aku,seseorang mengikutiku”ucap jihyun ketika tersambung dengan sehun,jihyun sengaja berbisik karna ia takut pria yang mengikutinya langsung menangkapnya.

kau dimana?”tanya sehun dengan khawatir namun terdengar tajam

“aku di jalan menuju rumah,oppa tolong”ujar jihyun dengan takut

“tunggu,sebentar lagi aku sampai”

Jihyun mempercepat langkahnya,tubuhnya gemetar karna takut. Pria itu semakin dekat dengannya semakin dekat. Dan pria misterius itu langsung memegang pundak jihyun dan membalikan tubuhnya

“Apa kau ahn jihyun?adik dari oh sehun?”tanya pria bermasker itu mengerikan

“I..yaa,w-wae?”ucap jihyun dengan terbata-bata

“Ikutlah denganku!!!!!”balas pria itu mencengkram keras pergelangan tangan jihyun

“Ada apa?aku tidak pernah melakukan kesalahan padamu atau menyakitimu”cicit jihyun

“Memang kau tidak melakukanya,tapi kakakmu lah oh sehun yang melakukannya,aku akan balas dendam karna perbuatanya”ucap pria itu dengan tajam

“Me..mang apa yang oppaku lakukan???”tanya jihyun dengan gemetar

“Dia sudah…………”

BUGHHHHH

Belum sempat pria itu melanjutkan kata-katanya,ia sudahterjatuh karna pukulan seseorang,yaa itu sehun yang memukul pria itu.

Tapi pria itu begitu kuat,ia bangkit kembali dan meluncurkan pukulanya pada sehun. Naas pukulan itu meleset dan pria itu sudah dihabisi oleh sehun. Dan pria itu bergegas pergi meninggalkan mereka.

“Kajja!!”

Sehun menarik tangan jihyun dengan paksa,dan gadis itu meringis kesakitan karnanya. Sesampainya dirumah sehun memarahi jihyun.

“Apa kau begitu keras kepala hah?!! Sudah kubilang jangan keluar rumah!”bentak sehun dengan emosinya

“Jeongmal mianhae,aku harus mengumpulkan skripsiku oppa,mianhae..”ucap jihyun menangis tersedu-sedu

“Kau bisa meminta tolong pada asisten dirumah ini,mengapa tidak kau lakukan hah!?kau tau aku hampir saja menabrak karna mu?! Mengapa kau selalu menyulitkanku hah?!”

“Mian oppa,jeongmal.. bukan maksudku untuk menyulitkanmu,aku hanya bingung kepada siapa aku meminta bantuan”

“Kenapa kau tidak menghubungi temanmu saja?! Kau tau aku orang yang sangat sibuk!!”

“Ta..tapi aku tidak mempunyai seorang pun yang berteman denganku” jawabnya dengan wajah yang tertuntuk takut.

“Cih.. sudah kuduga, kau bahkan tidak pernah berusaha untuk mencarinya. Karena kau selalu dan hanya bergantung kepadaku”

“Kau bahkan tidak pernah memberiku kesempatan untuk itu” Karena kekesalannya, tanpa sadar gadis itu sudah berani mengucapkan ‘kau’ kepada oppa-nya

“Apa yang kau katakan? Kenapa sekarang kau menyalahkanku?”

“Memang begitu adanya. Kau tidak pernah mengijinkanku untuk sekedar berbincang dengan orang lain, bahkan dalam kegiatan belajar pun kau selalu melarangku untuk bergabung dalam suatu kelompok”

“Wah…Kau sudah berani membantahku rupanya” ujar sehun tersenyum miring dan berjlan mendekati jihyun

“Dan apa yang kau maksud dengan ‘Kau’. Apa pantas seorang Yoedongsaeng mengucapkan itu kepada Oppanya? Huh?” lanjut namja itu dengan mata yang menghunus tajam pada netra bening yang mulai berlingan krystal bening.

“Cukup! Jika keberadaanku disini hanya menyulitkanmu aku akan pergi dari sini, aku sudah cukup lama bertahan disini,aku benar-benar tidak sanggup lagi. Kau bebas ,hidup mu tidak akan sulit lagi jika aku sudah pergi,kau bebas,terima kasih untuk semuanya ,aku pergi oppa. Anyeong”

Kata kata itu akhirnya keluar dari gadis yang terlihat sedang menahan amarahnya, dan itu sukses membuat sehun terbelalak,tanpa pikir panjang jihyun pergi tanpa membawa barang-barang miliknya. jihyun menangis tidak percaya bahwa ia benar-benar akan pergi,sebenarnya ia tidak ingin pergi dan tetap tinggal bersama oppanya. Tapi ia benar-benar tidak sanggup lagi.

Jihyun kumohon jangan pergi,kumohonn,cukup appa dan eomma yang pergi,tapi tidak dengan kau. Aku ingin sekali menahanmu dan meminta mu jangan pergi. Tapi aku tidak bisa,bahkan kaki ini sulit sekali melangkah untuk mengerjamu jihyun-yya. Kau salah,aku sangat mengkhawatirkanmu jihyun,sungguh. Ini yang kutakutkan,kau akan pergi meninggalkanku,karna sifatku ini. Tidak,kau tidak mengerti,aku seperti ini karna aku sangat mencintaimu,kumohon jangan pergi jihyun

Sehun dengan gontai menuju sofa ruang tengah,dilihatnya jam dinding di ruang tengah menunjukan pukul 10PM,sudah 1 jam semenjak kepergian jihyun,ia tak bisa berbuat apa-apa. Karna ia sangat tau,gadis itu sudah membencinya,gadis itu sudah meninggalkannya,ia sudah terlalu banyak menorehkan luka yang begitu banyak pada gadis itu. Percuma saja menahannya untuk tidak pergi,karna ia akan tau jawabannya dari gadis itu jika ia menahannya. Tidak ada kegiatan yang ia lakukan,merasa bosan,sehun menyalakan tv.

“Breaking News, sebuah kecelakaan tunggal terjadi di dekat perumahan elite guardian malam ini. Diketahui dari identitas  korban dari kecelakaan ini bernama Ahn Jihyun berusia 21tahun mahasiswi dari universitas dongguk, saat ini korban telah dibawa kerumah sakit terdekat.”

Sehun tercekat,ia mencoba menyimak kembali berita yang ia dengar di tv tadi dengan pandangan kosong

Tidak mungkin,aku salah dengar itu pasti jihyun yang lain,tidak mungkin,jihyun kumohon beri kabar padaku..

Sehun bergegas pergi kerumah sakit dan memastikan bahwa itu bukan jihyun. Sehun lalu mencari jihyun dengan keadaan panik,ia seperti orang gila mencari kesana kemari disetiap ruangan,tapi ia tidak menemukanya. Sehun akhirnya bertanya pada suster yang sedang berlalu lalang.

“Dimana pasien yang bernama jihyun mahasiswa dongguk yang kecelakan tadi?,dia dikamar rawat mana,apa dia terluka parah?”tanya sehun bertubi-tubi

“Ah,Pasien itu sudah dibawa walinya untuk pengobatan dirumah sakit lain”

“Bagaimana ciri-ciri pasien sus?”tanya sehun menanti-nanti untuk memastikan,bahwa itu bukan jihyunnya

“Dia memakai hoodie yang bertuliskan JY,kira-kira tingginya 168”

DEG

Tidak salah lagi,itu jihyun,ia sangat tau hoodie yang dipakai oleh jihyun adalah hoodie khusus yang dibuatkan oleh eommanya ketika jihyun duduk dibangku 2SMA dan itu adalah hoodie yang dipakai sebelum jihyun meninggalkan rumah. Seketika tubuh sehun ambruk,dia benar-benar tidak percaya. Jika saja,jika saja ia menahan jihyun untuk tetap tinggal,mungkin saja hal ini tidak akan terjadi. Tapi dimana jihyun saat ini?siapa seseorang yang mengaku walinya dan membawa jihyun pergi?

Aku terlalu bodoh untuk melepaskanya,aku benar-benar bodoh. Jihyun kau dimana?siapa yang membawamu jihyun?aku ingin sekali bertemu denganmu dan meminta maaf atas semuanya. Jihyun,jika ada kesempatan kedua untuk bertemu denganmu lagi,aku janji akan memperlakukanmu dengan baik. Dan aku janji,akan mengungkapkan perasaan ini padamu,maafkan aku yang terlalu bodoh dan selalu menyakitimu jihyun.

15 thoughts on “Hello Ma Baby – (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s