Idiotical – Monster #16 {Suffer} 『Baekhyuncupcakes』

idiotical3

Idiotical

 

 

Baekhyuncupcakes

 

 

Sehun x OC // Hurt

Idiotical – Monster #1 {Evil} |  Idiotical – Monster #2 {Trouble} | Idiotical – Monster #3 {Fear} | Idiotical – Monster #4 {Dangerous} | Idiotical – Monster #5 {Force-NC} | Idiotical – Monster #6 {Truth} | Idiotical – Monster #7 {Concern} | Idiotical – Monster #8 {Surprise-Teaser} | Idiotical – Monster #8 {Surprise} | Idiotical – Monster #9 {Mean} | Idiotical – Monster #10 {Confess} | Idiotical – Monster #11 {Mine} | Idiotical – Monster #12 {Feelings} | Idiotical – Monster #13 {Romance} | Idiotical – Monster #14 {Mistake} | Idiotical – Monster #15 {Disaster}

Summary:

Jika saja Hyemi tidak pernah di lahirkan menjadi terbelakang 

 

“Because i’m nothing special. Not beautiful, not talented, not funny, not smart 

 

and that scares me

 

 

 

 

A lot” 

.

.

.

.

.

.

YOUTUBE VIDEO TRAILER IDIOTICAL – MONSTER

VERSION 1

VERSION 2

==

Lari dari kenyataan.

 

Terkadang seseorang lebih memilih lari dari kenyataan dibanding berhadapan dengan realita yg menyakitkan. Nyatanya mereka salah. Rasa sakit itu akan segera terobati tepat disaat mereka mulai mencerna dan menerima kenyataan pahit itu. Setidaknya, kenyataan adalah salah satu pelajaran hidup yang akan sangat berguna untuk waktu mendatang.

 

Sehun tahu benar jika lari dari kenyataan tidak menyelesaikan masalah barang sedikitpun. Tetapi apa daya, ia belum menampung cukup banyak kekuatan untuk menempuh jalan itu. Tidak, bahkan Sehun merasa tidak akan pernah bisa mendapat kekuatan untuk menghadapi realita yang menurutnya cukup keji.

 

Hukum karma sangat jelas berlaku bagi semua orang. Sialnya, karma tidak memandang bulu, tidak peduli apakah Sehun keturunan bangsawan sekalipun, karma tetaplah terterap bagi siapapun yang pernah melakukan kesalahan fatal.

 

Siapa yang harus Sehun salahkan atas penderitaannya? Apakah gadis yang tidak ia sangka dapat memporakporandakan hidupnya sekarang? Jongin yang berulang kali mencoba merenggut kebahagiannya? Atau bahkan orang tua yang dengab tanpa ragu menjodohkan dirinya dengan Hyemi?

 

Tiga kandidat itu kerap kali berputar di otak Sehun. Bagaikan batu besar yang menghantam kepalanya saat ia sadar, ia adalah pusat dari seluruh kesalahan yang ada, permasalahan yang terjadi antara Hyemi, Jongin beserta keluarganya sendiri.

 

Dari semenjak Sehun berstatus terikat dengan Hyemi secara hukum, Hyemi dianggapnya sebagai sebuah lubang. Sehun terlalu menikmati bermain di sekitar lubang besar, menghentakkan kakinya serta melempar apapun yang dapat ia temukan ke dalam sana, suatu saat tanpa Sehun sadari, ia sudah jatuh terlalu jauh dan terlalu dalam di tempat yang gelap itu. Karena kecerobohannya sendiri, ia tak lagi dapat melihat indahnya cahaya matahari.

 

Pria itu sadar, kecerobohannya tak hanya berdampak buruk untuk dirinya sendiri saja tetapi juga pada orang lain.

 

Apakah di awal pernikahan mereka Sehun pernah memikirkan bagaimana perasaan Hyemi? Mungkin tidak, Sehun hanya mengerti bagaimana cara membuat gadis itu hancur secara fisik maupun mental, jika saja lelaki itu mengetahui lebih awal jika di saat yang sama ia juga menghancurkan dirinya sendiri.

 

***

 

Detakkan jam dinding menjadi satu-satunya alunan yang terdengar di ruangan berukuran medium ini. Sesekali salah satu diantara pria itu menghentakkan jarinya bosan.

 

“Sehun, kau sadar bukan jika pada akhirnya kita berdua akan membicarakan sesuatu yang selalu kita hindari?” Sehun tertegun, ia lebih dari mengerti kemana arah pembicaraan lelaki di depannya sekarang.

 

Pandangannya menatap Kim Jongin dengan tajam. “Aku tidak dalam kondisi yang baik untuk mendengar apapun,” tukas Sehun dingin.

 

“Pembicaraan ini bukanlah pilihan, kau harus mendengarkannya setuju ataupun tidak,” Lelaki yang lebih muda itu mencibir saat mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Jongin.

 

“Aku yakin kau cukup pintar untuk mengetahui jika Hyemi tidak dapat berpikir dengan jernih, bukan? Dengan kata lain gadis yang berstatus istrimu itu bermental terbelakang.”

 

Jongin berucap kembali, “Semua ahli jiwa memiliki jawaban yang selalu sama, seseorang berkebelakangan mental sangat sulit untuk mendapatkan pemikiran stabil. Mereka tidak dapat dipaksa. Terutama untuk hal mengandung sebuah nyawa. Kemungkinan berhasil yang dapat dicapai dari seorang dengan cacat pemikiran hanya 15%, hampir sebagian besar dari mereka menyerah karena tidak dapat menahan rasa sakit yang luar biasa saat persalinan berlangsung-”

 

Penjelasan yang Jongin bicarakan terputus saat suara lain memaksa masuk, “Lebih baik kau pergi sekarang,” ungkap Sehun yang mulai tak tahan kala mendengar penjelasan Jongin.

 

Alih-alih menurut, sebaliknya Jongin mengacuhkan perintah Sehun. “Inti pembicaraanku adalah kau masih memiliki pilihan, Sehun. Kau dapat menceraikan Hyemi dan mendapat kehidupan bebas yang sejak dulu selalu kau impikan atau kau tetap mempertahankan statusmu sebagai seorang suami dari Kim Hyemi tanpa memiliki keturunan. Aku memberikan pilihan ini untuk kepentingan hidupmu.” Lanjut Jongin menjelaskan kata demi kata dengan panjang lebar.

 

“Aku rasa kau melakukan hal ini untuk dirimu, Jongin. Kau akan merebut Hyemi disaat aku melepasnya. Keparat,”

 

Jongin menggeleng yakin. “Aku cukup yakin hal yang baru saja ku-sampaikan tidak berkaitan apapun denganku. Aku sudah menyerah, pilihan yang istrimu tempuh pada akhirnya selalu sama, kembali untukmu. Tidak banyak yang dapat kuperbuat.”

 

Sehun terdiam. Mungkinkah Jongin benar-benar menyerah?

 

“Aku akan kembali lagi sore nanti. Aku harap di saat aku kembali, kau sudah memantapkan pilihan dan pikiranmu,” tanpa banyak berbasa-basi lagi, pintu utama rumah Sehun sudah terbuka dan Jongin terlihat berjalan keluar dari gedung ber-design minimalist itu.

 

***

 

Seorang perempuan yang terlihat letih duduk termenung di kursi kayu taman yang rapuh. Sesekali bibirnya terangkat kecil saat pikirannya kembali mengingat kenangan yang di alaminya beberapa bulan belakangan ini, semuanya terasa berlalu begitu cepat dan begitu manis. Ia merasa seolah dirinya adalah perempuan ter-beruntung di dunia. Perempuan itu memiliki segalanya yang selalu ia inginkan.

 

Sebuah tangan terulur dan berakhir di bahu perempuan itu, membuatnya tersadar dari bayang-bayang masa lalu.

 

“Kau sudah kembali?” Senyuman lembut gadis itu tunjukkan saat mendapati siapa pemilik tangan itu,

 

Figur yang baru saja diajukkan pertanyaan itu mengangguk dan membalas senyumannya.

 

“Sohyun menangis,”

 

“Benarkah? Aku harus melihatnya sekarang,” aura panik segera terpancar dari perempuan yang akan beranjak itu. Pergerakannya terhenti saat tubuhnya dengan sengaja di tahan.

 

“Aku sudah mengatasinya, Sora. Kau tidak perlu khawatir. Sohyun sudah dalam keadaan tertidur sekarang,” mendengar hal itu, Sora kembali duduk walaupun dengan setengah hati.

 

“Terima kasih, Jongin. Aku selalu bisa mengandalkanmu,” Ungkapnya tulus

 

“Well, tinggal dengan seorang perempuan yang memiliki bayi memang mengajarkanku banyak hal.” Balas Jongin disertai tawa kecil.

 

Tawa kecil Jongin terhenti saat menyadari jika Sora tidak ikut tertawa bersamanya, pikiran perempuan itu seolah berada di tempat lain.

 

“Apa terjadi sesuatu?” Mendengar suara Jongin, akal sehat Sora segera kembali.

 

Sora tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “Tidak ada sesuatu yang terjadi,”

 

“Kau yakin? Kau selalu bisa menceritakannya padaku jika terjadi sesuatu,” Ungkap Jongin.

 

Tidak ada suara yang muncul setelah itu, beberapa menit berlalu tetapi keadaan tidak banyak berubah, hanya berupa keheningan yang menghiasi kedua insan disana.

 

Jongin tidak bodoh untuk menyadari jika sesuatu memang mengganggu pikiran Sora saat ini. Tinggal bersama perempuan itu dalam beberapa waktu terakhir membuat Jongin dengan cepat menyadari jika Sora adalah seseorang yang cukup tertutup dan tidak selalu mengeluarkan apa yang ada di dalam pikirannya.

 

“Aku harus kembali.” Sora akhirnya menyuarakan gundah yang menganggunya beberapa hari belakangan ini.

 

Jongin nampak terkejut dengan pernyataan Sora tetapi ia mencoba menahan keterkejutannya itu.

 

“Mengapa? Bukankah kau selalu mengatakan jika kau tidak perlu kembali?” Tanya Jongin penasaran.

 

“Aku tidak bisa terus bersembunyi disini, Jongin. Cepat atau lambat seseorang akan menemukanku dan membawaku pulang. Setidaknya aku mempunyai pilihan jika aku kembali,” jelas Sora.

 

“Akankah kau kembali kesini jika kau melakukannya?” Kekhawatiran memenuhi hati Jongin, lelaki bermarga ‘Kim‘ itu takut jika ia takkan dapat bertemu dengan Sora dan Sohyun lagi.

 

“Aku tidak yakin,” Balas Sora. “Jangan khawatir, aku akan berusaha untuk kembali dengan cara apapun yang harus ditempuh,”

 

Tampaknya, perkataan Sora barusan tidak membuat kekhawatiran Jongin berkurang, saat ini Jongin masih hanyut dalam kecemasan.

 

“Lakukan apa yang menurutmu terbaik, Sora. Kau tahu apapun pilihanmu aku selalu mendukungmu.” Jongin memeluk tubuh mungil Sora.

 

“Terima kasih.” Ucap Sora seraya membalas pelukan Jongin. “Bagaimana keadaan Hyemi dan Sehun?” Tanya Sora setelah pelukan hangat itu akhirnya terlepas

 

“Mereka berada di ambang kehancuran. Sehun adalah orang yang keras kepala sedangkan Hyemi sebaliknya, aku tidak dapat memastikan pilihan apa yang akan di pilih. Tetapi, aku yakin jika Sehun tahu keputusan yang terbaik baginya dan Hyemi,” Jongin menjelaskan.

 

Sora menghela nafas, “Aku benar-benar tidak ingin mereka berpisah,”

 

“Aku tahu. Sehun adalah orang yang tepat bagi Hyemi, tetapi keadaan dapat berbalik kapan saja, kita tidak pernah tahu, bukan?” Sora mengangguk menyetujui pernyataan yang baru saja Jongin katakan.

 

“Tetapi bagaimana dengan perasaanmu terhadap Hyemi? Jangan bodohi aku dengan jawaban kau sudah tidak memiliki rasa apapun kepadanya, aku memang tidak pintar tetapi aku tahu mana hal yang benar dan mana hal yang salah, Kim Jongin.” Sora memberikan protes kecil yang Jongin anggap menggemaskan.

 

“Aku tidak mengatakan jika aku sudah tidak memiliki rasa terhadap Hyemi, tetapi mungkin aku sudah menemukan siapa seseorang yang pantas untuk menjadi pengganti Hye-”

 

Jongin baru saja akan berbicara saat suara nyaring tangisan terdengar di pendengaran kedua figur yang sedang berada di taman itu.

 

“Sohyun berulah lagi. Maafkan aku, aku harus pergi,” Ucap Sora

 

Jongin tersenyum sebelum membalas perkataan Sora. “Pergilah, Sohyun eomma.” Canda Jongin.

 

Sora tidak lagi bersama Jongin sesaat setelah Jongin menyuarakan kalimatnya. Melihat kepergian Sora, senyuman lembut Jongin segera luntur begitu saja.

 

Mengapa gadis yang ia cintai pada akhirnya selalu pergi?

 

**

 

“Sehun oppa?” Untaian kata lembut yang keluar dari mulut gadis itu selalu berhasil melumpuhkan pikiran Sehun

 

“Ya?” Balas Sehun. “Apa kau membutuhkan sesuatu, Hyemi?” Anggukan kecil Hyemi tunjukkan sebagai balasan atas pertanyaan Sehun

 

“Bolehkah aku meminta sesuatu?” Kedua alis Sehun tampak sedikit berkerut, sesuatu tampak tidak benar.

 

Sehun mengangguk sebelum menjawab Hyemi. “Tentu,”

 

“Apakah kau mengijinkanku untuk pergi?” Sial, sekarang Sehun cukup yakin jika sesuatu benar-benar tidak beres.

 

“Kemana kau akan pergi, Hyemi?” Berbagai macam pertanyaan lain muncul di benak Sehun, tetapi lelaki bermarga ‘Oh‘ tersebut lebih memilih untuk menyimpannya sendiri.

 

“Entahlah. Ke suatu tempat?” Sirat keraguan terlihat jelas pada perkataan Hyemi.

 

“Apa maksudmu dengan ‘entahlah’?”

 

“Aku mempunyai keinginan. Memulai suatu awal yang baru mungkin?” Sehun dibuat makin tidak mengerti.

 

“Seperti?”

 

Hyemi tampak menghela nafas panjang. “Aku ingin hidup tanpa terkait oleh sebuah ikatan. Aku ingin hidup bebas. Tanpa seorangpun disampingku, termasuk dirimu,”

 

Apa Sehun terlalu banyak melewatkan sesuatu? Sejak kapan Hyemi menjadi se-dewasa ini? Apakah beberapa hal sudah berubah?

 

Haruskah Sehun senang?

 

 

 

Atau kecewa.

 

“Aku sudah cukup kehilangan banyak hal saat aku hidup denganmu. Aku tidak ingin lagi kehilangan hal lain yang sangat berharga dalam hidupku. Aku mohon dengan sangat, Sehun oppa. Lepaskan aku,” tetes air mata Hyemi terjatuh tanpa sengaja. Bahkan Hyemi tidak sadar jika ia sudah dalam keadaan menangis sekarang, ia tidak ingin menangis. Sangat tidak menginginkannya.

 

Hati Sehun mencelos.

 

Tidak!

 

Memang benar ia ingin memperbaiki segalanya, tetapi bukan dengan cara seperti ini. Kaca yang sudah pecah mungkin sangat sulit untuk disatukan kembali, terlalu banyak bagian yang tersebar dan berhamburan, benar-benar usaha yang hampir mustahil. Tetapi dengan keyakinan dan kemauan yang kuat, tentu saja selalu ada kemungkinan kau akan berhasil, dan Sehun belum mencapai keberhasilan itu, tidakkah Hyemi setidaknya memberinya kesempatan untuk mencoba?

 

“Akankah kau bahagia jika aku melakukannya?” Ucap Sehun seraya mengusap lembut air mata gadis itu dengan ibu-jarinya.

 

Hyemi turut serta menghapus air matanya dan menampilkan senyum terpaksa. “Lebih dari apapun,”

 

“Pergilah, aku harap kau mendapatkan kebahagiaanmu yang sesungguhnya,” Sehun tidak dapat menghadapi semua ini lebih lama lagi, ia segera berbalik memunggungi Hyemi dan meninggalkan gadis itu sendirian.

 

Sehun mengunci dirinya di dalam kamar, siapa yang menyangka jika pria yang kerap dijuluki hati sedingin es itu akan luluh dengan seorang gadis yang terbelakang dan dengan tanpa pengetahuan siapapun, saat ini pria itu mendudukan dirinya di atas kasur dengan kedua kaki di lantai, kaki panjang itu melebar, siku nya bertumpu di atas paha kanannya seraya jemarinya memijat pelipis. Terisak. Sehun terisak perih.

 

Hal yang baru saja berlangsung terasa begitu menyakitkan dan menyayat hati Sehun yang rapuh. Semuanya benar-benar diluar gambaran dan ekspetasi yang selama ini selalu ia idam-idamkan. Bagi Hyemi, mulai detik ini hidupnya memulai lembaran dan awal yang baru, tetapi bagi Sehun, hidupnya sudah berakhir dan mendekati kata tamat.

 

Mungkin benar, tidak semua kisah berakhir happy-ending. Kisahnya justru berakhir cukup tragis dan naas.

 

***

 

Peluh membajiri sekujur tubuh ringkih Sehun, nafas yang tak beraturan adalah satu-satunya suara yang terdapat di dalam ruangan kamar tidurnya.

 

Mimpi buruk.

 

Dari semua hal yang pernah Sehun mimpikan, mimpi ini adalah yang paling mengerikan.

 

Tetapi, apakah semua gambaran itu hanya sekedar mimpi? Atau tanda jika sekarang adalah saatnya bagi Sehun untuk berhenti mempertahankan Hyemi?

 

Sehun mengacak rambutnya kasar lalu meraih ponselnya yang terletak di sisi kanan ranjang. Beberapa kali meng-klik beberapa tombol di alat canggih itu.

 

To: Jongin

 

Aku menyerah,

Jaga Hyemi untukku.

 

From: Sehun

 

Dengan amat sangat berat hati, Sehun menekan tombol ‘send’.

 

Ia tersenyum pahit sebelum mengemasi seluruh pakaiannya. Sehun sadar, sekarang adalah waktunya untuk berhenti dan belajar dari segala kesalahan yang telah ia perbuat.

 

Tertatih-tatih, lelaki itu menyeret koper kecilnya keluar.

 

“Sehun oppa!” Selangkah lagi sebelum ia benar-benar keluar, suara lembut yang entah sejak kapan Sehun favorit-kan menginterupsi.

 

Sehun menoleh, menyaksikan gadis di depannya yang dibalut dengan piyama kebesaran. Mungkin sekarang adalah terakhir kalinya ia melihat Hyemi, ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.

 

“Jangan pergi..” Hyemi bersuara lemah.

 

Hening. Sehun tidak mengeluarkan sepatah katapun. Pria itu justru memberikan Hyemi senyum lembutnya sebelum melangkah keluar. Meninggalkan Hyemi dan kehidupannya yang sekarang hanya akan menjadi masa lalu kelamnya.

 

==

 

Bentar lagi UN. Harap maklumi dan doakan aku yang terbaik. Thank you.

 

60 thoughts on “Idiotical – Monster #16 {Suffer} 『Baekhyuncupcakes』

  1. Uuaaaa aku ketinggalan lama sekalii 😭😭
    Yaampunn sehun sehun di kaga jgn pergi msi aja pergi mah bikin hyemi kit ati lagi ?
    Uahh hyemi ayoo tahan sehun tahan

  2. Min kapan post lagi? And kangen sama ni FF. Ampe nahan kuota cuma biar bisa baca kelanjutan ni ff. Disaat kuota and abis buat bahan praktek bengkel, ane usahain ngirit kuota cuma buat tau kelanjutan ni FF. Ff ni udah jadi moodbooster *bodoamatsalahketikjuga

    Intinya ane mau ni FF lanjut terus 😂😂😂😂😂😂😂

  3. MIN Loe harus tanggung jawab … Post MIN

    Sumpah ini ff bikin gW nangis parah baper

    Gilaaaa ih berasa gW Yg ada dalam peran tokoh SEHUN HYEMI
    JLEBBBB BANGET NIH FF PINTER YAH LOE MIN BIKIN GW NANGIS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s