Library (Oneshot)

Title                       : Library

Author                  :  Putri Dini

Length                  : Oneshot

Genre                   : Romance

Rating                  : PG-12

Main Cast           : – Krystal of f(x) as Jung Soo Jung
– Sehun of EXO as Oh Sehun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

–Library–

 

Soo Jung berlari setelah ia turun dari bus. Ia berlari kearah gedung yang cukup besar yaitu sebuah perpustakaan umum.

 

“Kenapa aku harus telat?” ucapnya sembari berlari menaiki tangga menuju pintu masuk.

 

Soo Jung langsung mendorong pintu dan masuk dengan nafas tersengal. Beberapa orang yang sedang membaca pun sempat melirik kearah Soo Jung. Tak terkecuali sang penjaga. Sang penjaga pun langsung meletakkan telunjuknya di bibir mengisyaratkan kepada Soo Jung agar tidak ribut. Soo Jung langsung memohon maaf dan kembali berlari kecil memasuki rak-rak buku.

 

Soo Jung langsung menuju ke daerah eksklopedia dunia. Ia kemudian langsung mengambil sebuah buku dengan acak dan asal. Ia kemudian berjalan kearah meja-meja yang disediakan untuk para pembaca.

 

Soo Jung kemudian tersenyum melihat seorang lelaki ber-sweater abu-abu dengan kerah kemeja berwarna merah yang duduk di dekat jendela, membuat sinar matahari sore sedikit menyinari tubuhnya. Soo Jung lalu duduk berselang dua bangku disebelah kanan lelaki tersebut.

 

Dan bukannya membaca buku, ia malah sibuk melihat lelaki tersebut dari kejauhan. Sesekali ia tersenyum bahagia memandangi lelaki tersebut.

 

“Bagaimana bisa ia begitu tampan saat sedang membaca buku? Sehun memang mempesona..” gumamnya tersenyum.

 

Ya, kira sudah hampir dua minggu Soo Jung melakukan misi gilanya ini. Menjadi seorang stalker. Namun, apa boleh buat cintanya yang membuatnya menjadi gila. Awalnya, ia bukan melihat lelaki tersebut atau yang belakangan diketahui bernama Sehun itu di perpustakaan melainkan sedang menaiki sepeda. Sungguh beruntung, pikirnya ketika pertemuan pertama mereka. Atau yang lebih tepat pandangan pertamanya terhadap Sehun.

 

Saat ia sedang menunggu bus di halte tiba-tiba ia melihat sesosok pangeran bersepeda melewatinya. Dan ia pun mengikutinya.

 

Dan berubahlah jadwal Soo Jung mulai hari itu. Pukul 3 sore sampai 4 sore ialah berada di perpustakaan memandangi lelaki ber-sweater itu. Kenapa buku eksklopedia dunia? Karena Sehun hanya membaca buku eksklopedia dunia saat pertama kali ia melihatnya hingga sekarang.

 

“4..3..2..1..” Soo Jung menghitung mundur sembari melihat jam tangannya.

 

Soo Jung pun langsung menolehkan pandangannya kepada Sehun. Sehun pun langsung menutup bukunya, memakai ransel yang berwarna merah itu ke punggungnya dan langsung bangkit. Pukul menunjukkan 4 sore dan saatnya ia pulang.

 

***

 

Diluar, Sehun sedang mengambil sepedanya yang terparkir dan hendak pulang. Soo Jung masih mengamatinya dari pintu masuk perpustakaan. Sehun pun langsung melajukan sepedanya ketika ia sudah siap. Soo Jung hanya bisa mengamatinya dari jauh.

 

***

Keesokan harinya, Soo Jung sedang bercermin. Ia sedang bersiap-siap menuju perpustakaan. Ia merapikan rambutnya dan tak lupa mengenakan bando yang merupakan jati dirinya. Kali ini ia memakai serba merah. Bando merah, mini dress motif bunga berwarna merah, sneakers merah dengan tali berwarna putih. Dan setelah mengambil tas jinjingnya, ia pun bersiap memulai misinya hari ini.

 

***

 

Hari ini, Soo Jung lebih dulu datang daripada Sehun. Ia duduk di tempat kemarin. Atau lebih tepatnya tempat biasa.

 

“Hari ini aku harus berbicara padanya..” Soo Jung mencoba meyakinkan dirinya.

 

Tak lama Sehun pun datang. Sembari membawa buku yang sudah ia ambil dari rak ia langsung duduk di tempat biasa yang ia duduki. Berselang dua bangku dari Soo Jung. Soo Jung mulai memandanginya.

Semakin ia melihat Sehun, semakin takut Soo Jung untuk mengajaknya berbicara.

 

Soo Jung ingin tahu lebih banyak tentangnya. Ia ingin lebih mengenalnya. Sampai sekarang yang ia ketahui hanya 3 tentang Sehun, yaitu namanya, buku favoritnya, dan pakaiannya yang selalu memakai sweater.

 

Tapp.. Tiba-tiba Sehun memandang kearahnya. Dan Soo Jung pun tak bisa berkutik. Ia sudah tertangkap basah sedang mengamatinya diam-diam. Tidak sempat berbalik, atau melihat kearah lain. Itu akan membuatnya lebih curiga. Mata Soo Jung menatap dengan penuh rasa takut.

 

Soo Jung menelan ludahnya. Inikah yang dinamakan serangan mendadak? Pikirnya yang tak bisa berbuat apa-apa. Namun, tiba-tiba Sehun tersenyum. Soo Jung langsung memasang ekspresi bingung. Sehun tertawa pelan sebelum ia kembali membaca bukunya.

 

“Dia tersenyum.. Dia tersenyum padaku..” Soo Jung langsung kegirangan.

 

Namun, ia terdiam ketika melihat buku yang ia baca terbalik.

 

“Apa ini? Dia tidak tersenyum padaku tapi menertawakanku? Ah.. Memalukan..” Soo Jung langsung menutupi wajahnya dengan buku yang terbalik itu.

 

Sehun kembali melirik kearah Soo Jung dan tersenyum.

 

***

 

Besoknya, Soo Jung tak berani langsung duduk di tempat biasanya. Ia terlanjur malu akibat perbuatan konyolnya itu. Ia hanya memandangi Sehun dari rak-rak buku.

 

Kemudian, Sehun terlihat melirik kearah bangku yang biasa di duduki Soo Jung. Ia seakan mencari keberadaan Soo Jung.

 

“Apa yang ia lakukan? Dia mencari apa?” Soo Jung yang bisa menyadari gerak-gerik Sehun.

 

“Dia mencariku?!” pekik Soo Jung terkejut.

Orang yang sedang berdiri di sebelah Soo Jung pun sontak terkejut dan langsung melayangkan tatapan dingin kepada Soo Jung. Menyadari itu, Soo Jung langsung menunduk malu sembari meminta maaf dan langsung pergi menjauh. Soo Jung ternyata keluar dari perpustakaan.

 

“Mana mungkin ia mencariku, iya sadarlah Soo Jung. Itu hanya khayalanmu saja..” Soo Jung yang sudah meyakinkan dirinya pun berbalik dan berniat masuk.

 

Dan betapa kagetnya ia saat melihat Sehun ingin keluar. Ia langsung menutup pintu kembali dan berlari keluar. Ia berlari menuruni tangga dan menuju ke halte yang tak jauh dari situ. Soo Jung kemudian melihat jam tangannya.

 

“Sudah jam 4, aku sama sekali tidak sadar..” Soo Jung mencoba menenangkan nafasnya yang sedikit tersengal akibat berlari.

 

Dan tak lama, Sehun lewat di depan halte dengan mengendarai sepedanya. Soo Jung hanya bisa memandangi punggung Sehun yang semakin jauh.

 

***

 

Hari ini Soo Jung datang lebih cepat. Ia duluan datang dibandingkan dengan Sehun. Sembari menghilangkan bosan ia pun membaca buku. Dan tanpa sadar waktu terus berlalu. Jam 4 pun tiba.

 

“Ada apa ini? Kenapa ia tidak datang? Apa terjadi sesuatu?” gumam Soo Jung yang melihat jam

tangannya.

 

Soo Jung sangat bingung karena Sehun tak datang hari ini. Ini pertama kali Sehun tak datang ke perpustakaan.

 

***

 

Sudah seminggu lebih Sehun tak datang lagi ke perpustakaan. Soo Jung bingung, sebenarnya ada apa dengan Sehun. Apa ia pindah? Atau ke luar negeri? Entah pikiran apa saja yang dipikirkan oleh Soo Jung karena tidak datangnya Sehun.

 

Soo Jung berfikir, bahwa hari ini adalah hari terakhirnya ia ke perpustakaan jika Sehun tak juga datang hari ini. Karena, Sehun-lah alasannya untuk berada di perpustakaan.

 

Soo Jung terlihat memilih buku yang akan ia baca. Seperti biasa ia mencari buku di jejeran buku tentang eksklopedia dunia. Saat Soo Jung mencari bukunya ada seorang pengurus perpustakaan yang sedang menyusun buku. Tiba-tiba, sepucuk surat jatuh saat petugas tersebut memeriksa bukunya. Soo Jung pun mengambil surat itu yang jatuh mengenai kakinya. Lalu diberikannya kepada sang petugas.

 

“Untuk gadis berbando, siapa yang berkencan disini?..” gumam sang petugas sedikit kesal karena adanya para pembaca nakal seperti ini.

 

“Gadis berbando?” Soo Jung yang sedikit bingung apa iya yang dimaksud surat itu adalah dirinya.

 

“Permisi, bolehkah aku melihat surat itu?”

 

Petugas itu pun langsung memberikannya kepada Soo Jung.

 

***

 

Soo Jung duduk di bangku dimana ia biasa duduk. Ia kemudian langsung membuka surat yang beramplop biru tersebut.

 

‘Untuk gadis berbando yang tak kuketahui namanya..

Aku adalah seorang lelaki pengecut yang hanya berani melihatmu dari jauh. Dari pertama kali aku melihatmu memasuki perpustakaan, duduk berselang dua bangku dariku, membaca buku dengan tema yang sama dengan buku yang kusukai, kau sudah berhasil menarik perhatianku. Mungkin kalau kau baca surat ini aku sudah tak datang lagi ke perpustakaan dan tak akan pernah datang lagi. Kalau kau bersedia, maukah kau menemuiku besok setelah kau membaca surat ini? Pukul 3 sore di coffee shop yang berselang dua toko dari perpustakaan’

 

Soo Jung tak percaya dengan apa yang dibacanya.

 

“Apa ini? Apa ini kamera tersembunyi?” Soo Jung yang saking tak percayanya bahwa cinta dibalas oleh Sehun sang lelaki ber-sweater idamannya itu.

 

Soo Jung langsung tersenyum ria. Kalau saja ia bukan di perpustakaan ia pasti sudan lompat serta teriak kegirangan.

 

***

 

Keesokan harinya, Soo Jung datang ke sebuah kafe yang tertulis di surat itu. Ia masuk dan langsung duduk disebuah sudut kafe. Ia kemudian melihat ke arah jam tangannya dan menunjukkan pukul 2.50 sore. Ia datang 10 menit lebih awal. Lebih baik cepat daripada terlambat pikirnya.

 

Tak lama, seseorang lelaki masuk. Soo Jung sedikit menoleh kearah pintu masuk. Dan ternyata bukan lelaki yang ia tunggu. Ia kembali menatap layar ponselnya. Namun, ternyata pria tersebut menghampirinya.

 

“Apakah ini kau?” tanya lelaki itu sembari menyodorkam sebuah foto.

 

Soo Jung yang bingung pun menerima foto tersebut dan melihatnya. Dan betapa terkejutnya ia melihat foto dirinya yang sedang membaca buku di perpustakaan itu.

 

“In..ini kenapa ada padamu?” Soo Jung yang sangat terkejut dan bingung.

 

Lelaki itu lalu duduk dihadapan Soo Jung.

 

“Siapa kau?” tanya Soo Jung.

 

“Baekhyun, kakak lelaki Sehun..”

 

Soo Jung semakin terkejut dibuatnya. Mulutnya terbuka, matanya terbelalak. Apa ini mimipi? Apa yang sedang terjadi disini? Aku dimana? Kira-kira seperti itulah pertanyaan yang muncul di otak Soo Jung.

 

“Kau pasti sedikit terkejut..” ucap Baekhyun tersenyum ramah.

 

“Iya, bukan sedikit tapi cukup banyak. Tapi, apa yang sedang terjadi? Sehun tidak bisa datang?” tanya Soo Jung langsung.

 

“Iya, dia tidak bisa datang. Jadi, aku yang menghampirimu..” Baekhyun kembali tersenyum.

 

“Ahh..”

 

“Setiap hari aku menunggumu disini dan ternyata kau baru datang hari ini..” ucap Baekhyun lagi.

 

“Kau datang setiap hari? Sejak kapan?” Soo Jung yang tampak sangat terkejut.

 

“Sejak Sehun tak pernah ke perpustakaan lagi, berarti sekitar seminggu”

 

“Kenapa? Maksudku, kenapa kau yang datang? Bukan Sehun..” Soo Jung yang bingung.

 

“Karena Sehun tak bisa datang menemuimu, jadi ia ingin kau yang menemuinya..”

 

“Apa?” Soo Jung yang tidak mengerti.

 

“Kalau begitu, maukah kau ikut bersamaku menemui Sehun?” tanya Baekhyun.

 

“Kemana?”

 

***

 

Soo Jung mengikuti langkah kaki Baekhyun. Dan ternyata mereka memasuki sebuah tempat pemakaman. Soo Jung langsung membelalakkan matanya. Kenapa kesini? Kenapa Sehun disini? Apa yang dilakukannya disini? Seperti itulah pertanyaan yang berkeliaran di otak Soo Jung.

 

Baekhyun lalu menghentikan langkahnya dan membuat Soo Jung pun berhenti. Soo Jung kemudian melihat kearah sebuah makam disebelah kanannya dimana tatapan Baekhyun menatap kearah tersebut.

 

“Oh Sehun..? Sia…” belum selesai Soo Jung berbicara ia langsung memebelalakkan matanya karena teringat akan Sehun.

 

“Mustahil.. Ini bukan Sehun yang ingin kita temuikan?” tanya Soo Jung pada Baekhyun.

 

“Duduklah..” ucap Baekhyun nyang mulai duduk di tepi makam tersebut.

 

“Tidak, ini bukan Sehun. Sepertinya kau salah orang..” ucap Soo Jung yang masih tak ingin percaya.

 

“.. Sehun yang ku kenal tidak akan meninggal secepat ini.. Ia terlihat sangat kuat dan.. Dan…” Soo Jung yang sudah merasakan sesak di dadanya sampai ia kesulitan berbicara.

 

Baekhyun lalu mengambil sebuah kotak berbahan kayu yang terletak di sebelah nisan Sehun tersebut. Ia lalu membukanya. Dan terdapat foto Sehun yang berbingkai di dalamnya.

 

Soo Jung yang melihat itu pun langsung terduduk lemas. Ia tidak menyangka bahwa ini benar-benar Sehun yang ia kagumi selama ini. Air matanya yang sedari tadi tertahan kini jatuh bagaikan air terjun yang tak bisa dihalangi.

“Sehun… Ia memiliki kelainan jantung. Akibat penyakitnya itu, ia harus mengubur mimpinya untuk menjadi seorang pilot yang berkeliling dunia. Oleh karena itu, ia hanya bisa membaca buku eksklopedia dunia di perpustakaan. Dan tak disangka ia menemui pemandangan terindahnya disana, yaitu kau..” jelas Baekhyun.

 

Soo Jung hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya sembari meneteskan air matanya.

 

“Ini adalah hadiah pertama dan terakhir dari Sehun. Ia tahu kau suka memakai bando. Setiap ia pulang dari perpustakaan ia membeli bando satu untukmu dan ia hanya menyimpannya sampai sebanyak ini..” Baekhyunmemberikan kotak yang ia pegang tadi kepada Soo Jung.

 

Soo Jung kemudian melihat kedalam kotak tersebut. Terlihat sangat banyak bando berwarna-warni dan berbagai bentuk. Soo Jung kembali meneteskan air matanya. Ia tak sanggup melihat ini semua.

 

“Dan di dalam itu juga ada diari Sehun yang diberikan kepadamu saat terakhirnya..” ucap Baekhyun .

 

Soo Jung pun mengambil buku bersampul coklat tersebut dan ia membukanya lembar demi lembar. Saat membukanya, Soo Jung kembali terisak ketika melihat wajahnya yang terlukis di halaman pertama buku tersebut.

 

Ia pun membuka kembali tiap lembarnya, dan di setiap lembar hanya ada lukisan dirinya dan dirinya. Tak ada kata-kata layaknya sebuah diari, hanya ada lukisan Soo Jung yang dibuat oleh Sehun sendiri. Dan tiba di halaman akhirnya. Bukan sebuah lukisan dirinya lagi, melainkah sebuah kata-kata.

 

“Itu adalah kata-kata terakhirnya untukmu. Ia menulis surat itu saat ia sedang dalam keadaan sekarat..” jelas Baekhyun .

 

Soo Jung pun terlihat mempersiapkan hatinya untuk membacanya. Terlihat memang dari tulisannya yang sangat tidak teratur dan sedikit bergetar menandakan saat itu Sehun dalam keadaan lemah namun tetap berusaha menulisnya.

 

“Maafkan aku.. Maaf.. Maaf telah membuatmu membaca ini.. Tapi, aku tidak tahu harus apa. Aku menyukaimu, aku mencintaimu.. Tapi.. Itu membuatku menjadi seorang pendosa.. Aku berdosa telah mencintai gadis sepertimu.. Aku seakan merusak cinta yang suci.. Namun, selama ini hidupku terasa suram, dibayang-bayangi penyakit mematikan yang setiap harinya membuatku terus berfikir ‘apakah ini hari terakhirku?’. Tak ingin aku memikirkannya, namun tak ada hal lain yang bisa kufikirkan selain itu. Tetapi, sejak ku melihatmu pertama kali, kau membuatku hanya memikirkanmu. Bagai pelangi, kau gantikan hariku yang dulunya suram menjadi cerah, dulunya dingin bagaikan es kini mencair akibat senyuman hangatmu. Inginku mengenalmu lebih jauh, menjadikanmu wanitaku, ingin ku tuk memilikimu. Namun, untuk apa itu semua jika aku tahu akhirnya tak akan indah. Memandangimu dari jauh, hanya itu yang bisa kulakukan agar akhirnya berakhir dengan indah. Terima kasih, kau telah membuatku bahagia dalam beberapa minggu terakhir. Harapanku hanya satu, semoga di kehidupan selanjutnya aku bisa melakukan apa yang tidak bisa ku lakukan di kehidupan ini… Denganmu..Aku Mencintaimu…”

 

Soo Jung membaca surat itu dengan berlinang air mata. Sesekali ia membekap mulutnya sendiri menahan tangis yang hebat itu. Lembaran yang ia baca pun menjadi basah akibat air matanya yang jatuh tepat mengenai buku tersebut.

 

***

 

Soo Jung kembali mendatangi perpustakaan yang biasa ia datangi. Soo Jung tak mengambil buku untuk dibaca, melainkan ia langsung duduk di tempat dimana biasa ia duduk. Soo Jung lalu menolehkan pandangannya kearah kirinya.

 

Tiba-tiba Soo Jung seperti melihat sosok Sehun yang sedang membaca buku disana. Terlihat sangat nyata, Soo Jung hanya memandanginya. Perlahan setetes air mata mengalir di pipi lembutnya. Terbesit sebuah penyesalan pada Soo Jung.

 

“Seharusnya, ku panggil kau saat melihatmu seperti ini..” gumamnya sedikit terisak karena menangis.

 

Bayangan Sehun itu kemudian menoleh kearah Soo Jung dan tersenyum. Soo Jung pun tersenyum dibuatnya. Dan tak lama, bayangan itu hilang digantikan oleh matahari sore yang menyinari bangku tersebut.

 

Soo Jung kemudian menidurkan kepalanya diatas meja. Air matanya masih tetap mengalir lembut dalam tidur Soo Jung.

 

“kau pergi tanpa meninggalkan sebuah kenangan, hanya tempat ini yang bisa kujadikan sebuah kenangan bagi kita..” lirih Soo Jung dengan tetap menutup matanya.

 

–The End–

 

 

 

 

2 thoughts on “Library (Oneshot)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s