The Gray Autumn (Chapter 1)

The Gray Autumn – Part.1

By : Ririn Setyo

Song Jiyeon || Oh Sehun

Genre : Romance ( PG – 16)

Length : Chaptered

FF ini juga publish di blog pribadi saya dengan cast yang berbeda  http://www.ririnsetyo.wordpress.com

Memiliki postur tubuh tinggi yang sempurna, berwajah rupawan yang terpahat tanpa cela dengan kekayaan berlimpah yang melekat pada dirinya sejak lahir, membuat sosok laki-laki yang baru saja memasuki ballroom mewah untuk menghadiri acara pernikahan sahabatnya itu, mendapat tatapan memuja dari para wanita dan tatapan iri dari para laki-laki yang memenuhi ballroom.

Dialah Oh Sehun pemilik perusahaan property dan pipa baja Hemelsky Enterprise yang mendunia, perusahaan warisan orangtua yang dia kelola sejak berumur 20 tahun. Tahun ini Hemelsky Enterprise kembali menikmati kenaikan kekayaan sebesar US$ 1,8 menjadikan Sehun sebagai seorang pengusaha muda tersibuk yang ada di Korea Selatan. Keluarga Sehun pun masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Dunia versi majalah Forbes. Sebuah majalah bisnis dan financial terbitan Amerika Serikat, yang terkenal akan daftar perusahaan dan orang-orang terkaya di dunia.

Dengan semua kekayaan dunia yang berada dalam genggaman tak salah jika Sehun menjadi incaran para wanita yang menginginkan kejayaan dengan cara pintas, menghalalkan segala cara untuk sekedar mendapat balasan senyum dari Sehun, atau jika mereka beruntung bisa mendapatkan kartu nama yang mencantumkan nomor telepone pribadi pria itu. Laki-laki yang terkenal dingin dan tak berperasaan dalam menghalau laju rekan bisnis yang mengancam kelangsungan perusahaannya, laki-laki otoriter yang kejam dibalik senyum memabukkannya.

Namun Sehun punya cara paling ampuh untuk menghalau semua wanita licik yang ingin memilikinya, laki-laki itu hanya perlu menaikkan tangan kanannya seraya menunjukkan sebuah benda berkilau yang melingkar di jari manisnya. Benda berkilau yang membuatnya terikat dengan seorang wanita cantik sejak dua tahun yang lalu, wanita yang memiliki mata sebening Kristal, anak dari pemilik merek mobil CarDIA and MIACar, wanita yang melengkapi hidup sempurna Oh Sehun.

“Oh Jiyeon!”

Senyum Sehun terlukis, mendapati sosok wanita yang menjadi alasan utama Sehun datang di pesta pernikahan ini. Wanita yang memilih untuk datang lebih dulu ke pesta, meninggalkan Sehun yang masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya di kantor. Wanita itu berdiri di undakan tangga paling atas yang meliuk indah di tengah ballroom, gaun panjang tanpa lengan warna biru muda, rambut hitam panjang yang dibiarkan tergerai. Dia menolehkan, menatap Sehun yang tersenyum lalu perlahan mulai menaiki anak tangga,  dia diam di tempat, membiarkan Sehun mendekatinya, memeluknya sekilas seraya memberikan sebuah kecupan lembut di pipi kanannya.

“Aku mencarimu sejak tadi,”

Sehun membisikkan kalimat itu dengan suara berat yang dibuat serendah mungkin, mengecup sekilas leher putih wanita itu, menghirup aroma semanis vanilla yang menguar dari tubuh wanitanya. Jiyeon tersenyum seraya mendorong Sehun menjauh, wanita itu mengusap wajah Sehun, lalu meraih jemari Sehun. Dia mulai menuntun Sehun untuk menuruni anak tangga.

“Kita belum mengucapkan kata selamat untuk sahabatmu, Oh Sehun.”

Jiyeon mengeratkan genggamannya di jemari Sehun saat melewati para wanita yang melirik iri padanya, tersenyum anggun, tatapannya elegan, orang-orang berbisik membicarakan keromantisan Sehun sesaat setelah pria itu melingkarkan tangannya di pinggang Jiyeon. Menjelaskan jika wanita cantik itu adalah miliknya.

“Sebenarnya aku sudah mulai bosan di pesta ini,” Sehun bergumam di telinga Jiyeon yang malam ini terlihat lebih tinggi hingga melewati bahunya, karena high heel 12 centi meter yang di kenakannya.

“Kau baru saja datang Sehun—“ Jiyeon mendelikkan matanya. “Ini pesta sahabatmu,” Jiyeon mengingatkan.

“Ya aku tahu itu,”

Sehun memutar bola matanya malas, kembali menarik Jiyeon merapat ke arahnya saat mereka sudah berdiri di depan Park Chanyeol, pria itu terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya. Chanyeol sabahat Sehun sejak mereka masih sama-sama duduk di bangku High School, seorang pengusaha restaurant dengan cabang yang tersebar dihampir semua negara di belahan benua Asia.

“Selamat untuk pernikahanmu, Chanyeol.” Jiyeon memeluk Chanyeol sekilas lalu memeluk gadis cantik yang berdiri di sebelah Chanyeol. “Park Yoojin, Chukae,

“Jiyeon sepertinya suamimu yang tidak tampan ini, terlihat kurang bersemangat.” kata Chanyeol. “Apa kau belum memberikan jatah malam pada pria sibuk ini?” satu kedipan mata Chanyeol sudah cukup menjelaskan apa yang dimaksud laki-laki itu, membuat Chanyeol mendapatkan pukulan kecil di bagian lengan dari Jiyeon.

“Yah, kau benar,” Sehun menarik dan merangkul bahu Jiyeon sangat protektif, menatap Jiyeon seduktifnya dan memabukkan. “Karena itu aku terpaksa pulang cepat dari pesta meriahmu ini, sabahatku.” Sehun terkekeh saat Jiyeon memukul pelan perutnya.

“Oh Sehun,” Jiyeon menggeleng, membiarkan Sehun mengecup pipinya sekali lagi.

“Baiklah kami pulang dulu Chanyeol karena kau tahu pasti jika….” kata Jiyeon seraya menahan Sehun yang kembali ingin mengecup pipinya. “…. dia akan tetap seperti ini jika tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.”

Jiyeon menekan kata-kata terakhirnya hingga Sehun mengurungkan niat untuk mencium pipi merah jambu Jiyeon dan memilih untuk tertawa bersama Chanyeol. Terhanyut dalam hiforia pesta yang terasa hangat malam ini. Mereka pun pada akhirnya berpamitan, Sehun memeluk Chanyeol lalu mengucapkan sebaris kalimat yang membuat Sehun tertawa setelahnya, menarik bahu Jiyeon untuk mengikuti langkahnya meninggalkan ballroom dan Chanyeol yang sudah melambaikan tangannya di belakang sana.

“Bersiaplah! Malam ini tidak akan kau lewati dengan mudah, karena wanita suka sekali mempersulit pengalaman menajubkan pertama mereka.”

~000~

Sehun masih merangkul pundak Jiyeon lembut, mereka terlihat berhenti di depan lobi VVIP yang dijaga ketat oleh lima petugas, besar, tinggi,berdiri di balik pintu kaca depan mereka. Perlahan Sehun melepaskan rangkulannya di bahu Jiyeon, wajah ramah dan senyum hangat Sehun sudah hilang tanpa bekas, berganti tatapan tajam dan seringai dingin yang membingkai wajahnya. Sehun kembali ke wujud aslinya, dingin dan tak tersentuh.

“Aktingmu semakin memukau, Oh Sehun.”

Sehun melirik Jiyeon yang menatap lurus ke depan, menatap sosok sempurna yang terlihat selalu begitu Sehun inginkan jika mereka berada di tengah keramaian public. Wanita anggun itu menolehkan wajahnya, tak ada lagi ekspresi malu-malu di wajah Jiyeon saat ini, tak ada lagi senyum lembut di wajah rupawannya, yang ada hanyalah tatapan benci bersama segudang rahasia sesal di dalamnya.

“Bahkan kau bisa sangat meyakinkan di depan sahabat yang selalu berdalih sangat mengenalmu luar dalam,” Jiyeon menarik sudut bibirnya, tertawa pelan untuk semua yang dilakukan Sehun di dalam ballroom.”Pantas saja jika dua tahun belakang ini, tidak ada yang tahu tentang semua kebusukan yang sudah kau lakukan padaku.”

Sehun mengusap rambut hitamnya yang tertata rapi, menatap Jiyeon tidak peduli, tatapan yang selama ini selalu pria itu tunjukan untuk wanita itu. Wanita yang mengikat janji suci pernikahan dengannya dua tahun silam, dalam tawa bahagia yang merangkul mereka kala itu.

“Ya aku memang hebat, Jiyeon Sayang,” Sehun tertawa pelan dengan semua alasan yang terlalu malas Sehun jabarkan, alasan yang sudah wanita itu ketahui di malam pertama mereka.

“Dan sayangnya kau pun harus berakting untuk menunjang penampilan palsuku, benar begitu?” tatapan tajam Sehun menghujam Jiyeon, menyisakan tatapan kebencian yang kian terpedar dari mata bening wanita itu. “Kau dan aku sama saja, kita berdua sama-sama bertahan dalam kepalsuan demi tujuan kita masing-masing, jadi— aku rasa tidak ada pihak yang dirugikan di sini.”

Jiyeon memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Sehun, menatap marah dari balik mata beningnya yang memukau. Hingga dunia pun tidak tahu jika wanita itu menyimpan sejuta penyesalan yang tak kan pernah terbiaskan.

“Kau tahu apa yang sangat aku sesalkan di dunia ini, Oh Sehun?” Jiyeon menggepalkan tangannya kuat, menahan semua sesal dalam kemarahan yang belum mampu dia campakkan dari dasar hatinya yang mulai membeku.

“Aku sangat menyesal, karena sudah menjatuhkan hatiku pada laki-laki brengsek sepertimu,”

Seorang pria pendek, senyum ramah, membuka pintu kaca, membungkuk hormat lalu memberi sapaan yang membuat Jiyeon menghentikan kata-katanya di udara. Menatap seorang valet parking yang sudah berdiri di hadapan mereka.

“Mobil anda sudah siap, Tuan Oh.”

Sehun mengangguk seraya tersenyum samar, menatap Jiyeon sekilas sebelum berlalu dari hadapan wanita itu begitu saja. Meninggalkan Jiyeon bersama semua penyesalan kelam wanita itu di belakang sana, penyesalan karena sudah jatuh cinta dan menikah dengan laki-laki yang salah, laki-laki yang hanya memanfaatkan semua saham yang dimiliki gadis itu untuk menolong perusahaan Sehun yang mengalami kerugian dan berada di ambang kebangkrutan tiga tahun silam. Penyesalan yang menjerat Jiyeon hingga terkurung dalam kehidupan neraka, penuh kepalsuan bersama Oh Sehun tanpa pernah bisa kembali sampai kapan pun.

~ TBC ~

 

 

Iklan

24 thoughts on “The Gray Autumn (Chapter 1)

  1. pas baca pertama tamanya itu bikin aku senyum senyum sendiri:3 ealahh pas baca lanjutannya ternyata itu palsuu hhuhhuuhhu U.U

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s