Bubble tea

Bubble Tea

Bubble Tea (Shireo!) [Drabble] #Sehun

by podyororo

Oh Se Hun || Jung Ah Rin

 

Jung Cheon Sa

 

Fluff | Romance | School-Life

 

Drabble

 

PG-15

 

This story comes from my mind!!

“I don’t like bubble tea!”

-Enjoy it!-

 

Sepasang manik coklat muda menatap seseorang yang sedang sibuk dengan minumannya. Menelaah setiap gerakan mulut sahabatnya. Melihat bagaimana seorang Jung Cheonsa menghisap bubble tea dengan sedotan. Serta meneliti bagaimana Cheonsa menguyah bubblebubble di dalam mulutnya.

 

“Cheonsa, itu bubble tea ‘kan?” dengan penggaris di tangannya, Ahrin menunjuk gelas plastik yang berada dalam genggaman Cheonsa, “Tidakkah itu menjijikkan?”

 

Yes! Dibelikan Luhan. Kau mau?” gelas plastik dalam genggaman beralih ke atas meja. Dan, sedikit mendorongnya mendekati Ahrin. “Cobalah dan kuyakin kau akan menyukainya. Sama sekali tidak menjijikkan,” seburuk mungkin wajah yang dipasang oleh seorang Jung Ahrin. Mencoba bubble tea? Tidak mungkin dan tidak akan pernah!

 

Iris cokelat tua Cheonsa menatap serius sahabatnya, memohon padanya agar mencoba bubble tea meskipun hanya sedikit. “Bagaimana bisa kau meminumnya jika ada bulat-bulat di dalamnya? Aih, astaga!” bulu kuduknya seketika meremang, Ahrin menghentakkan kedua kakinya, menyalurkan rasa jijiknya.

 

“Kau hanya perlu menguyah lalu menelan. So easy, right?” Cheonsa lantas memutar sebal manik cokelat tuanya. “Sehun sunbae menyukai bubble tea, ups!” berpura-pura menutup mulut seakan telah membocorkan rahasia yang sangat besar dan dirahasiakan, secara tidak sengaja.

 

“Aku sudah tahu. Dan, astaga! Bagaimana ini? Aku bisa gagal saat seleksi menjadi kekasihnya,” paniknya. Ahrin melangkah mengelilingi meja Cheonsa, membuat pusing sang pemilik meja.

 

Jung Ahrin sangat sangat sangat tidak menyukai bubble tea. Mengkhayalkan jika banyak bubble yang masuk ke dalam mulutnya, membuat dirinya ingin muntah di semangkuk bubble. Tetapi Oh Sehun sangat menyukai bahkan mencintai bubble tea.

 

“Bagaimana ini bisa terjadi? Aku tidak pernah melakukan kesalahan besar, tetapi kenapa? Wae?” Ahrin mengguncang kasar pundak sahabatnya, lalu beralih mengacak brunette hairnya. “Apa kau sangat yakin jika Sehun sunbae mencintaimu?” mendengar pertanyaan menusuk yang diucapkan oleh Cheonsa dengan lembut, bagai ada petir yang menyambar tubuh Ahrin.

 

Ahrin memanyunkan bibirnya, “Tidak yakin,” Cheonsa tertawa pelan, kemudian meminum bubble tea lagi, menyebabkan perut Ahrin serasa diguncang. Manik cokelat mudanya tertutup kelopak mata, menidurkan dirinya sesaat untuk melupakan kejadian tadi. Walaupun hanya sementara.

 

Pintu kelas terbuka, awalnya Cheonsa tidak peduli, namun setelah melihat Si Pembuka Pintu menunjuk seseorang di sebelahnya, dia lantas membangunkan Ahrin yang setengah tertidur. Gerak gerik matanya tidak lepas dari sosok di depan pintu. “Ahrin-ah, ada yang mencarimu. Ketua kesiswaan,”

 

Mwo? Ketua kesiswaan?” Ahrin mengangkat kepalanya dari atas meja, menatap Sehun yang bersender di dinding kelasnya sembari melihat jam di pergelangan tangannya. Kedua kaki Ahrin melangkah lambat mendekati Sehun, “Sunbae mencariku? Ada apa?” mati-matian Ahrin menetralisir jantungnya yang berdegup kencang.

 

“Ya, ada tugas dari Kim saem. Membeli perlengkapan dan peralatan untuk event sekolah,” bibir Sehun sedikit terangkat, menampilkan senyuman tipisnya.

 

Oh Sehun adalah ketua kesiswaan di Seoul High School, dia dipilih karena sikap tegas dan kewibawaannya. Sedangkan sang wakil, Jung Ahrin, diangkat menjadi wakil karena saudaranya adalah ketua kesiswaan setahun yang lalu. Saudaranya tersebut meminta seisi sekolah untuk memilih Ahrin.

 

Ahrin merasa bahwa pemilihan dirinya dikarenakan adanya kecurangan namun, hal itu membawa keberuntungan baginya. Berbagai rapat dan event yang dilalui, membuat Sehun dan Ahrin semakin dekat.

 

“E-eoh. Tunggu sebentar.”

 

 

°•°•°•°•°•°

 

 

Sunbae, apa saja yang akan dibeli?” tanya Ahrin pelan, takut mengganggu Sehun yang sibuk dengan smartphonenya. Entah apa yang dilakukannya, tetapi menurut Ahrin berhubungan dengan event di sekolahnya.

 

Sehun meliriknya sekilas, tangan kanannya merogoh kantung jasnya, lalu mengeluarkan secarik kertas dan membawanya menuju tangan Ahrin. “Lumayan banyak,” gumamnya terus membaca tulisan-tulisan kecil di atas kertas.

 

“Aku haus,” Ahrin mendongakkan kepalanya, melihat Sehun mengusap peluh di pelipisnya, blonde hairnya tampak basah karena keringat. Ekor mata Sehun tidak sengaja melirik kedai yang mengunggah seleranya. “Kita beristirahat sebentar, aku ingin beli bubble tea,” Ahrin mengatupkan bibirnya, terkesiap. Mengapa Sehun harus mengajaknya ke kedai bubble tea?

 

“Hyung, taro bubble tea satu. Kau ingin rasa apa, Rin?”

 

“Aku tidak haus, sunbae,”

 

Sehun mengangguk. Mereka berdiri di depan kasir, menunggu pesanan Sehun datang, sekaligus melihat pembuatan bubble tea. Senyum Ahrin memudar saat matanya dengan tidak sengaja menangkap tempat penyimpanan bubble. Oh tidak, dia ingin mengeluarkan isi perutnya sekarang juga.

 

Setelah membayar dan mendapatkan bubble tea, Sehun menarik Ahrin untuk duduk di bawah pohon taman yang cukup sepi. Cuaca yang sangat panas menyebabkan banyak orang tidak ingin berlama-lama di luar ruangan. Sehun membuka mulutnya, “Biasanya aku membeli choco bubble tea,” Ahrin menatap lekat-lekat gelas plastik berisi bubble tea Sehun dengan perasaan jijik.

 

“Jadi kenapa kau membelinya?” Sehun menyedot bubble teanya, menggigit sesuatu berbentuk bulat dan hitam dalam mulutnya. Pemuda itu terkekeh pelan saat melihat Ahrin sedang menatapnya takjub. “Kau tidak suka bubble tea?” anggukanlah sebagai jawabannya, mulutnya seakan terkunci rapat.

 

Merasakan sedikit angin sepoi-sepoi yang berhembus ke arah mereka, membuat Ahrin seketika menguap. Dengan cekatan, Si Pencinta Bubble Tea menaruh sedotan di dalam mulut Ahrin. “Cobalah,” Sehun mengangguk, menyakini bahwa tidak akan ada masalah jika meminum bubble tea. Perasaan takut menghinggapi Ahrin, bagaimana jika bulat-bulat hitam itu masuk ke dalam mulutku?

 

Kelopak mata Ahrin tertutup begitu menghisap minuman tersebut dengan sedotan. Ingin berteriak kencang saat banyak bubble memenuhi rongga mulutnya. “Kunyah, jangan langsung telan,” gadis bermarga Jung itu mengangguk mengikuti perintah Sehun.

 

“Ini first kiss kita secara tidak langsung,” mata Ahrin membelalak begitu mendengar pernyataan Sehun yang cukup ambigu.

 

What do you mean?”

 

“Sekarang, kau menjadi milikku! Tidak ada yang boleh mematenkanmu selain aku!” ucap Sehun santai, sesekali meminum bubble tea kesukaannya.

 

Ahrin hanya bisa mengedipkan matanya bingung dengan bibir sedikit terbuka.

 

 

-End!-

 

Uwahh, kepikiran buat ff ini pas ngeliat pic sehun minum choco bbt.. kayaknya fresh banget liat wajah cute sehun minum bbt. Aku tau kalau ini kurang fluff plus kurang romance #lengkap

 

 

Mind to review?

 

©podyororo 2016

2 thoughts on “Bubble tea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s