What if (Chapter 1)

What If…

Author : Dia Park

Link twitter/IG : @pslpsl2731 / @flowerlight.psl

Cast       : – Park Chanyeol

-Nam Sooyeon as you

OC          -Oh Sehun

-Jung Seulrin

-Min Seyi

Lenght : chapter

Rating : G

Genre   : school life, romance, supranatural, family, sad.

Diclaimer : ini fanfiction murni dari pikiran author. Cast semua disini adalah milik Tuhan YME.

 

Annyeong^-^ aku author newbie disini. Semoga kalian suka ya sama ff bikinan aku^^ komentar kalian sangat membantu kebaikan ff ini, so don’t forget to review. Selamat membaca^-^

Sooyeon pov

Hari ini adalah hari pertama aku masuk ke sekolah. Tidak terasa sekarang aku sudah kelas 1 Senior High School. Huh,, pasti waktu ku lebih tersita banyak di sekolah. Akan tetapi, aku senang sekali. Karena aku bisa bersekolah di School Of Perfoming Arts, yaitu sekolah di Seoul yang berisi para artis.

Aku pun mencari-cari nama ku di mading yang sudah terpampang nama-nama siswa. Saat itu juga pun aku berkenalan dengan salah satu siswa di sekolah ini. Yeoja yang sangat menarik menurutku.

“Aku masuk ke kelas 1-2. Kenapa tidak masuk ke kelas 1-1 saja. Berarti otakku masih kurang yaa?” Rutukku dalam hati. Karena setahu ku, biasanya yang masuk ke kelas yang urutannya lebih awal itu berisi anak-anak yang jenius.

“Annyeong. Jung Seul Rin imnida. Apa kau masuk ke kelas 1-2?” Tanyanya ramah. Sepertinya dia tidak berasal dari Korea Selatan. Terlihat dari wajahnya yang sangat berbeda dari karakteristik wajah orang Korea.

“Annyeong. Nam Soo Yeon imnida. Ne, aku masuk di kelas 1-2. Apa kau juga?” Balas ku padanya, dan juga menanyakan hal yang sama.

“Hmm ne. Sekarang kita berteman ya. Kajja, kita masuk ke kelas bersama-sama” ajaknya dan tersenyum padaku.

Saat di kelas pun kami duduk bersebelahan. Kami bercakap-cakap sudah seperti layaknya sahabat. Kami bercerita tentang keluarga kami, keseharian kami selama liburan sekolah, dan bagaimana cinta pertama kami. Yaa walaupun sebenarnya aku tidak pernah mempunyai namjachingu.

“Hmm, tadikan aku sudah bercerita tentang cinta pertama ku. Sekarang Seulrin-ah yang bercerita. Jebal” ucapku memohon, dia pun yang mendengarnya hanya tersenyum malu.

“Aku belum pernah mempunyai pasangan kekasih. Bahkan menyukai seorang namja pun tidak pernah” jawabnya dengan seyuman yang terlihat malu.

‘Mana mungkin wajah secantiknya tidak pernah mempunyai seorang namjachingu’ aku membatin tidak percaya atas ucapannya.

“Tapi, kali-kali ini aku sering memikirkan seseorang” ucapnya dan wajahnya memerah seperti kepiting rebus.

“Nugu? Pasti wajahnya sangat tampan?” Tanyaku penasaran.

Yaa yang pastikan yeoja seperti Jung Seul Rin sebenarnya banyak yang menyukainya. Sangat tidak mungkin jika dia tidak ada yang menyukainya sama sekali.

Bahkan jika aku seorang namja, pasti aku sudah sangat mencintainya. Bagaimana tidak? Mempunyai wajah cantik, senyuman yang sangat manis, mempunyai eyes smile, dan dia juga terlihat seperti yeoja yang jenius.

“Hmm, dia juga berada di kelas ini” ucapnya malu-malu.

“Mwo!!. Nuguya? Tunjukan padaku ne” jawabku penasaran.

Akan tetapi ketika aku menatap mata nya mengapa perasaan ku jadi tidak enak.

“Namja itu duduk tepat di depan mu Sooyeon-ah” jawabnya sambil berbisik-bisik.

Aku pun langsung menengok ke arah di depan ku.

‘Mwo! Dia kan namja yang menyebalkan itu’ batinku sambil melongo karena terkejut.

‘Mengapa aku bertemunya lagi’

*flashback on

“Aish, minggir kau! aku mau melihat namaku” teriak seorang namja dari belakang yang mendorongku dengan tatapan yang tidak peduli ketika aku terjatuh.

Yaa jujur sih wajahnya memang menawan. Lahh? Tapi kelakuannya? Bikin orang naik darah-_-

Dia pun mendorongku hingga terjatuh. Tapi dia tidak peduli akan apa yang telah dilakukannya.

‘Aish awas kau namja pabo! Jika kau sampai sekelas denganku, habis kau!’ Batin ku kesal. Lalu aku pun bangun meninggalkan tempat itu.

*flashbask off

“O-oh” jawabku singkat yang masih tidak percaya akan hal ini.

‘Kenapa aku harus sekelas dengannya?’

“Sooyeon-ah! Wae? Ada apa denganmu? Mengapa wajahmu seperti itu?” Tanyanya kebingungan.

“Aniya, aku hanya terkejut. Iya wajahnya sangat tampan” jawabku dengan senyuman yang terlihat sedang berbohong. Aish sebenarnya aku sudah muak sekali dengan namja ini.

“Tapi ingat ya Sooyeon-ah, aku itu sudah menganggapmu sebagai sahabat ku. Kau pasti mengerti kan apa maksudku?” Tanyanya dengan senyuman yang ramah. Yaa tapi aku tahu pasti di dalam hatinya dia merasa sakit.

Tapi, apakah aku salah? Aku hanya bilang namja itu tampan. Bukan berarti aku menyukainya kan?

“Sebenarnya aku dan dia  saat di Junior High School satu sekolahan. Aku sekelas dengannya saat kelas 3 saja. Tapi kami tidak pernah mengobrol sama sekali” ucapnya sambil mengeluh.

“Seulrin-ah, kau tidak boleh putus asa. Jika kau benar-benar menyukainya, maka buatlah dia jatuh hati padamu” ucapku yaa seperti orang bijak yang sedang menasehati.

“Tapi aku takut akan ada seseoang yang menghancurkan semua ini” lirihnya sambil menundukkan kepalanya.

‘Apa yang dia maksud itu aku? Berarti secara tidak langsung, dia menuduhku sebagai yeoja perusak hubungan orang? Aishh, baru saja kenal, sudah berani-beraninya menuduhku seperti itu! Huh!’

Aku pun membatin kesal atas dirinya yang secara tidak langsung menuduh ku seperti itu.

‘Lagipula, mereka berdua kan belum menjadi sepasang kekasih berarti kalau aku menyukainya yaa menurutku wajar saja’

Lalu pun ada  seongsaenim datang, seorang yeoja yang bername-tag kan ‘Kim Hae Ra’

“Annyeong haseyo yeoreobeun” sapa songsaenim yang cantik itu. Lalu dia pun memperkenalkan dirinya.

“Annyeong haseyo. Kim Hae Ra imnida. Saya akan menjadi wali kelas kalian dalam kurun waktu setahun ini. Semoga kalian suka dengan cara belajar saya. Saya mengajar di bagian Ilmu Pengetahuan”

“Karena saya sudah memperkenalkan diri saya. Sekarang kalian yang memperkenalkan diri kalian” lanjutnya.

Teman-teman sekelas ku pun memperkenalkan dirinya masing-masing dan dengan introduce style yang sangat unik menurutku. Karena ada yang memperkenalkan diri sambil bernyanyi, rapp bahkan stand-up comedy.

Yaa Haera-saem terlihat sangat ramah. Aku kira dia songsaenim yang galak, karena biasanya songsaenim yang menjabat sebagai wali kelas terkenal galak.

Sekarang giliran aku yang memperkenalkan diri. Huh hatiku benar-benar gugup. Tapi, aku harus bisa mengontrol keadaan ku sekarang. Jangan sampai hari ini menjadi hari terburuk dihidupku. Tidak mungkin jika hari pertamaku masuk sekolah penuh dengan kesialan. Karena tadi pagi aku bertemu dengan namja menyebalkan itu. Aish sudahlah lupakan saja.

Lalu aku pun berjalan menuju ke depan untuk memperkenalkan diri.

“Annyeong haseyo. Nam Soo Yeon imnida. Manapta Bangapseumnida”

Teman-teman ku pun berdecak kagum ketika aku memperkenalkan diri. Entah mungkin karena kecantikan ku ini.

‘Yakk!! Nam Soo Yeon kau tidak boleh sombong seperti itu’

Huh akhirnya aku selesai juga memperkenalkan diri. Aku pun menuju tempat duduk ku. Tapi entah mengapa si namja menyebalkan itu menatap mata ku dengan serius. Aku yang merasa risih pun hanya menunduk takut.

“Hmm, kita akhiri belajar kita kali ini. Kalian bisa melihat jadwal pelajaran yang sudah saya kirim di masing-masing email kalian. Oke annyeong”

Ucap Haera-saem lalu pergi meninggalkan kelas dengan anggunnya. Aku ingin menjadi yeoja sepertinya. Pintar yaa pastinya karena dia kan seorang songsaenim, cantik, ramah. Aishh sudahlah.

“Lebih baik kau menjadi dirimu sendiri. Kau selalu saja bilang para yeoja disini cantik. Tapi, kapan kau bilang jika dirimu cantik? Jika kau terus seperti itu. Kapan kau menjadi yeoja yang percaya diri. Bahkan saat mau memperkenalkan diri saja kau merasa malu. Huh dasar yeoja pabo!”

Aku pun hanya melongo mendengar perkataannya tadi. Kenapa dia bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan? Aishh benar-benar aneh namja ini.

“Dan ingat! Aku itu bukan namja aneh”

Aku makin tercengang dengan ucapannya. Apa dia bisa membaca pikiran orang? Tapi kenapa harus aku yang menjadi sasarannya? Aishh aku tidak mau dekat-dekat dengannya lagi.

“Soyeon-ah! Sooyeon-ah!”

“Oh ne. Mianhae aku tidak mendengarnya” ucapku cengengesan. Kejadian kali ini sangat memalukan sekali.

“Kau pasti terkejut. Kenapa dia bisa membaca pikiranmu” ucap Seulrin. Aku pun menjadi semakin bingung atas ucapannya. Kepala ku bisa keluar asap jika seperti ini.

“Huh seulrin-ah aku bingung sekali” jawabku dengan suara yang lemas.

Yaa sekarang hanya ada aku berdua dengan Seulrin di kelas ini. Karena murid-murid yang lain sudah meninggalkan sekolah.  Jadi kami bebas berbicara tanpa ada yang mengetahuinya.

“Dia itu memang seperti itu dari dulu. Sebenarnya sih aku juga bingung kenapa aku bisa menyukainya. Padahal dia itu sangatlah playboy” ucapnya sambil menghembuskan nafas.

Aku yang mendengar penuturannya hanya mendengarkannya dengan malas.

“Yasudah Sooyeon-ah aku pulang duluan ya. Annyeong”

Seulrin pun meninggalkan ku seorang diri di kelas.

‘Huh setidaknya dia seharusnya mengajakku untuk keluar sekolah bersama’

Aishh aku benar-benar bingung dengan kejadian hari ini. Sudahlah lebih baik aku pulang saja. Pasti eomma sudah mengetahui jika sebenarnya aku sudah pulang.

Huh sebenarnya aku masih mau pergi ke sesuatu tempat. Tapi dengan siapa ya? Lalu aku pun mengambil tas ku dan keluar kelas.

Tiba-tiba ada yang menarik tangan kanan ku. Aku pun terkejut saat melihat seseorang yang menarik tanganku.

“Yakk! Kau …!”

 

Follow yaa instagram dan twitter aku :v biar lebih deket aja gitu. Don’t forget to review. Paipai~

3 thoughts on “What if (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s