Hello Ma Baby – [Chapter 2]

 

 

Author    :-Demonichild

Title        : Hello Ma Baby

Genre    :Romance,Hurt,Brother Complex

Lenght  : Chapter

Ratting: PG 17

Cast       : -Oh Sehun

-Ahn Jihyun

-Xi Luhan

 

 

 

 

 

 

 

Entah penyesalan seperti apa yang akan kuterima, yang kutahu saat ini adalah bahwa aku harus meyakinkanmu jika aku telah menyesal karena melakukan kesalahan bodoh yang membuatmu pergi dari sisiku. Kumohon jangan pernah pergi lagi dariku, karna kini ku yakin kau adalah bintangku pusat kebahagiaanku.’Sehun’

 

Aku tak pernah menyesal telah mengenalmu, meski mengenalmu adalah mimpi buruk bagiku.’jihyun’

-3 bulan kemudian-

 

Author POV

“Jihyun apa kau sudah siap?” teriak seorang Pria yang kini sedang menyiapkan sarapan untuknya,ia adalah seseorang yang sudah merawat jihyun selama 3bulan ini paskah terjadinya kecelakaan yang jihyun alami.

“Ne, aku sudah siap hanhan” tak lama kemudian jihyun datang dengan sedikit terburu-buru menuruni tangga sembari membenarkan letak kacamata yang membingkai mata indahnya.

“Apa kau lupa? Sudah berapakali aku peringatkan panggil aku oppa,aku kan lebih tua darimu nona jihyun?”ujar luhan dengan jengkel berdecak pinggang

Sementara itu,jihyun terkekeh geli mendengar luhan yang selalu ingin dipanggil oppa

“Arraseo mian oppaku yang tampan.” Turut jihyun dengan cengirannya yang lebar

“Padahal kau hanya 3tahun lebih tua dariku”gumam jihyun pelan namun masih dapat didengar oleh luhan

“Kau bicara apa”ucap luhan jengkel

“Ah aku hampir terlambat oppa, aku harus pergi sekarang juga jika tidak ingin Nyonya Kim yang cerewet itu kembali mengomeliku dengan bibir lipstik tebalnya itu hehehe”

“ck,Tidak pernah mengaku”cibir luhan

“Yasudahlah kajja berangkat sana, hati-hati dijalan jangan lupa tengok kanan-kiri sebelum menyebrang, jangan melamun dijalan, jangan lupa makan siang, jangan pulang ter-“

“ne..ne..ne aku mengerti oppa. Aku berangkat”

“Ya!! Ini sandwich mu!! jihyun”

===============

“Anyeonghaseyo Hyukjae-si” sapa jihyun pada hyukjae teman seperjuangannya di caffe tempatnya bekerja.

“Anyeonghaseo jihyun. Ada apa sebenarnya kenapa hari ini kau terlihat sangat semangat?”

“Benarkah? Kurasa aku tidak apa-apa.”Jawab jihyun sedikit keheranan

“oh mungkin itu perasaanku saja hehe”

“Ya, mungkin”

Jihyun dan Hyukjae memang bukanlah teman lama tapi nyatanya, meski baru beberapa bulan ini mereka bertemu ,mereka sudah terlihat seperti sahabat dekat karena memang nasib mereka berdua yang sama.

Ya mereka sama-sama harus bekerja part time untuk memenuhi kebutuhan mereka, tapi bedanya Hyukjae bekerja part time hanya memenuhi kebutuhan kuliahnya yang sudah memasuki semester 6 sedangkan Jihyun ia bekerja memang untuk membantu oppanya  memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari,padahal luhan melarang keras jihyun bekerja. Karna menurut luhan ia masih mampu memenuhi kebutuhan mereka berdua dengan pekerjaanya yaitu,seorang web designer.

Ting

Bunyi lonceng menandakan adanya pengunjung caffe yang datang. Terlihat seorang pria dengan setelan kemeja hitam dibalut jas senada sedang mencari kursi kosong untuk ia duduki.

“Ada yang bisa saya bantu?” tawar jihyun kepada pengunjung yang baru saja menduduki kursi pelanggan tersebut

“Ne. Saya pesan bubble tea” jawab sang pengunjung tanpa mengaihkan pandangannya dari papan menu yan sedang ia baca

“Itu saja tuan?”

“Saya rasa cukup” kini pandangan beralih pada pelayan yang sedang menulis menu yang dipesannya.

DEG

Seketika namja itu membeku melihat wajah si pelayan yang tak lain adalah jihyun,seseorang yang sangat ia rindukan

“Jihyun” gumamnya pelan tapi tak dapat didengar oleh jihyun

“Ada lagi yang anda butuhkan tuan?”

“ah ti-tidak terimakasih” jawabnya gelagapan

“Baiklah tunggu sebentar tuan” jihyun kembali pergi untuk menyiapkan pesanan namja itu. Ia adalah sehun Direktur dari sebuah perusahaan home shopping yang terkenal di Korea

 

Tunggu! apakah benar dia jihyun-ku?aku tidak mungkin salah melihat. Penglihatanku masih normal.Tidak, tidak mugkin ia Jihyun, jika memang ia jihyun kenapa ia seperti tdak mengenaliku?tapi aku yakin,aku sangat mengenal wajah gadis itu. Apa aku terlalu menyakitinya sehingga ia melupakanku?

“Ini pesanananya,selamat menikmati”Jihyun tersenyum ramah pada sehun

“Permisi!”teriak sehun

“Ada apa tuan?”tanya jihyun heran

“a-a-a-apa k-k-kau ahn jihyun?”ucap sehun dengan terbata-bata

“Bagaimana tuan tau nama saya?”

DEG

Apakah benar?apakah benar kau jihyun?. jihyun,ini seperti sebuah mimpi bagiku,dan aku tidak akan menyia-nyiakan mimpi ini. Jihyun  jika kesempatan kedua berpihak padaku,aku tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya,aku janji itu.

“Tuan,tuan,ada apa?”ucap jihyun menyadarkan lamunan sehun

“Tidak,tidak apa-apa”

“Maaf,apa tuan mengenal saya?”tanya yoon seo dengan hati-hati

Benar,jihyun tidak mengenaliku. Maafkan aku telah membuatmu menjadi seperti ini

“sebelumnya aku minta maaf karna tidak mengenalimu”

“Aku kecelakan 3bulan yang lalu,dan akibat kecelakan itu,aku hilang ingatan sampai sekarang. Tapi dokter bilang ingatan ku akan pulih kembali jika aku berusaha mendapatkan ingatanku,jadi maaf jika aku tidak mengenalimu”sambung jihyun

Sehun tertegun mendengar penjelasan dari jihyun. Pantas saja jihyun tidak mengenalinya. Penyesalan itu datang lagi pada sehun,jika saja ia menahan jihyun untuk tidak pergi mungkin jihyun tidak akan seperti ini. Ahh ia selalu berandai jika saja,pdahal semuanya sudah terjadi,tidak,ia tidak boleh melakukan kesalahan untuk keduakalinya.

“Jihyun! Cepat kemari,masih banyak pesanan yang harus kau antar”teriak hyukjae

“Nde”

“Maaf aku masih ada pekerjaan,permisi”

Walaupun caffe itu sudah sepi pengunjung,tapi sehun tetap disana,duduk dengan tatapan kosongnya. Menunggu seseorang yang telah lama ia cari.

“yaa jihyun,apa kau mengenalinya?dia sudah 4jam berada disini”bisik hyukjae

“Molla,aku akan berbicara padanya”

Jihyun berjalan kearah sehun,di tatapnya sehun lekat-lekat

“Permisi,tuan caffe ini akan tutup”

“Jihyun ada yang perlu kita bicarakan saat ini”ucap sehun dengan menarik jihyun keluar

“Tolong lepaskan,aku harus menyelesaikan pekerjaan ku”protes jihyun

“jihyun”ucap sehun lirih

“ aku sangat merindukanmu,kumohon kembalilah padaku”sambung sehun dengan sendu

Dengan susah payah sehun mengucapkanya,akhirnya ia bisa lontarkan itu pada jihyun. Ditarik nya jihyun kedalam pelukanya,sehun benar-benar sangat merindukan gadis itu,kali ini dia tidak akan membiarkan gadis itu pergi.

“Apa kau mau ikut denganku?”tanya sehun seraya melepaskan pelukanya

“Eodi?”tanya jihyun heran

“rumahku,kita akan tinggal bersama lagi,aku janji tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya,kumohon kembalilah”

“Tidak”tegas jihyun dan melepaskan pelukannya

“pertama karna aku tidak tau kau orang baik atau jahat,kedua karna oppa pasti tidak akan mengijinkanku,dan ketiga…”

“aku tidak mengenalmu”sambung jihyun lalu pergi meninggalkan jihyun

Benar,saat ini jihyun memang tidak mengenalnya. Dan sehun tidak mempunyai bukti atau kenangan indah kalau mereka mempunya ikatan,karna selama jihyun tinggal bersamanya. Ia selalu saja menyakiti perasaan jihyun dengan perkataan dan sifatnya yang dingin.

“Tunggu?? Jadi selama ini dia tinggal dengan seorang laki-laki?”batin sehun

“bisakah kau mengantarku pada oppa mu?”tanya sehun

“tidak bisa”

“Mengapa?”

“Karna oppaku tidak suka dengan orang asing yang berusaha mendekatiku,permisi tuan saya harus kembali bekerja. Caffe sudah tutup,tuan bisa pergi sekarang”ucap jihyun pada sehun dan bergegas meninggalkan sehun yang masih berdiri mematung ditempatnya

================

Terlihat seorang pria yang berkutat dengan alat-alat didapur tengah memasak sesuatu,dia adalah xi luhan yang kini tengah memasak makan malam untuk dirinya dan jihyun. Pria itu terlihat sangat tampan walau hanya mengenakan kaos oblong putihnya,disela-sela aktifitasnya terkadang ia tersenyum mengingat sekarang hari-harinya berwarna semenjak ada jihyun 3bulan yang lalu. Namun sesuatu yang akan ada dirinya seakan berteriak bahwa ia tidak boleh jatuh cinta pada jihyun,tidak! Sebelum ia membalaskan dendamnya pada sehun.

Suara pintu terbuka,menandakan seseorang yang tengah memasuki rumahnya

“Oppa,aku pulang!!”teriak jihyun dari ambang pintu sembari melepas sepatunya

Luhan menghentikan aktifitasnya dan berjalan menuju jihyun

“Kajja makan,aku sudah menyiapkannya”ucap luhan mengacak-acak pucuk rambut jihyun

“tapi oppa,aku harus membersihkan badanku yang lengket ini,tidak mungkin kan aku makan dengan badanku yang bau ini. Bisa-bisa makanan yang sudah oppa buat nanti terkena imbasnya,hehehe”

“Yasudah kajja”luhan terkekeh geli

Aku harus segera membalaskan dendamku,sebelum perasaan ini semakin dalam. Oh sehun,kau harus merasakan apa yang aku rasakan,lihat saja.

Ditempat lain,seorang pria sedang meneguk segelas wine,keadaanya terlihat sangat mengkhwatirkan. Kemejanya yang sudah tidak rapih lagi,dan rambutnya yang acak-acakan. Tidak peduli ia akan mabuk,ia terus meneguk wine hingga habis dan kembali menuangkannya dari botol wine yang ada disampingnya. Wajahnya terlihat sangat frustasi.

Kemudian ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya,terlihat ia sedang menghubungi seseorang diluar sana

“Cari tau alamat pelayan yang bernama Ahn jihyun di caffe bee dekat kantor kita,aku ingin secepatnya informasi itu sampai,cari tau juga dengan siapa ia tinggal. Jangan sampai ada satupun yang terlewatkan”

Tidak boleh ada yang menyentuh gadisku,tidak seorangpun kecuali aku,oh sehun,yang hanya boleh menyentuhnya

==============

“Eummm,masshita”ucap jihyun dengan mulut yang penuh dengan makananya

Luhan yang mendengar itu hanya tersenyum manis padanya

“Makan pelan-pelan jika kau tidak ingin menjadi babi yang gemuk”cibir luhan

“Yya oppa!! Mana ada babi secantik ini eoh?”

Mereka pun tertawa dan disambung dengan lelucon-lelucon yang luhan lontarkan.

Bagaimana bisa aku balas dendam denganya lewat gadis polos yang ada dihadapanku,sepertinya memang,aku memang mencintainya

“oppa”panggil jihyun dengan nada serius

“Ada apa?”

“Tadi ada orang asing yang menemuiku,dia bilang dia merindukanku,lalu dia mengajakku ikut denganya tinggal bersamanya,benar-benar gila”

Luhan terdiam,ia memikirkan kata-kata jihyun. Ada sesuatu yang menggangunya,tidak. Semoga saja dugaan luhan salah.

“Apa kau tau siapa namanya”

“Tidak,aku tidak menanyakannya. Tapi dilihat dari penampilanya dia seperti seorang direktur,atau CEO. Dia juga terlihat sangat tampan dengan mata tajamnya”jawab jihyun dengan senyuman diakhir

Luhan khawatir,jika orang itu yang tak lain adalah sehun yang sudah menemukan jihyun. Tidak,sehun tidak boleh mengambil jihyun sebelum luhan membalaskan dendamnya. Tapi disatu sisi luhan lega,karna amnesia yang dialami jihyun. Ia tak ingat dengan sehun dan dirinya,yang pernah hampir menculik jihyun waktu itu. Ia sangat ingat itu,saat-saat akan menculik gadis ini,sekarang ia menyesal sudah melakukan hal itu pada jihyun. Ia berharap jihyun tidak akan pernah mendapatkan kembali ingatanya,terlihat egois memang. Namun justru itu yang diyakininya untuk membuat jihyun selalu ada disampingnya,hidup bersamanya. Ia sangat bersyukur jihyun tidak mengingat sehun.

“Benarkah begitu?apa ia lebih tampan daripada aku?”tanya luhan tersenyum meremehkan ucapan jihyun barusan

“Benar,dia lebih tampan darimu”ejek jihyun

Luhan mencodongkan tubuhnya pada jihyun,sangat dekat. Menyisakan  jarak mereka 5cm,itu membuat jihyun sangat gugup,jantungnya berdetak tidak karuan, dengan segera ia memalingkan wajahnya dari luhan. Tapi itu tidak membuat seorang xi luhan menyerah,ia memegang dagu jihyun agar jihyun dapat menatapnya.

“Apa benar ia lebih tampan dariku”tanya luhan menunjuka smirknya

“Ten–tu saja”jawab jihyun terbata-bata

“Benar begitu?”tanya luhan semakin mendekatkan pada jihyun dan sekarang jarak mereka hanya 2cm.

“Ya,a—pa yang kau lakukan eoh?”tanya jihyun gugup

“Menurutmu apa?”kini luhan tersenyum miring pada jihyun

Jihyun memejamkan matanya takut,takut akan luhan berbuat macam-macam padanya

“kena kau!!”ujar luhan diiringi tawanya

“kau pasti berpikir aku akan melakukan yang tidak-tidak kan?apa kau memang mengharapkannya?”tanya luhan masih dengan tawanya

Jelas,jihyun sangat kesal dengan luhan. Bisa-bisanya ia dipermainkan oleh luhan. Jihyun mengembungkan pipinya dan menendang kaki luhan lalu berjalan menghentakkan kakinya menuju ruang tv

“Akkhh”luhan meringis kesakitan

Luhan berjalan menuju jihyun dan menduduki dirinya disebelah jihyun. Dipandangnya gadis itu lekat-lekat. Luhan tersenyum,jihyun benar-benar lucu ketika marah.

“Apa kau marah,eoh?”tanya luhan masih menatap jihyun

Namun jihyun tidak mengubrisnya. Ia tetap memandangi layar tv dengan raut wajah nya yang terlihat sangat kesal

“Ya,jihyun kau marah padaku?”kini luhan membalikan tubuh jihyun agar menatapnya

“Menurutmu?”kini jihyun bersuara,namun ia memalingkan wajahnya pada luhan dan menjaga jarak,takut kejadian tadi terulang lagi. Ia tidak mau dibodohi kedua kalinya oleh luhan

Chu

Luhan mencium bibir jihyun sekilas dan tersenyum dengan polosnya pada jihyun. Semburat merah dipipi jihyun begitu lucu. Ia malu,jengkel,dan terkejut apa yang tadi luhan lakukan.

“Ya!! Anggap itu permintaan maafku,jangan marah lagi. Kau terlihat sangat jelek”ucap luhan dan berlari meninggalkan jihyun yang masih mematung ditempatnya

“Dasar byuntae!!sini kau pantat jelek!! Akan kuhukum dengan kekuatan rasinggan ku!!jangan lari kau xi luhan!!!”teriak jihyun dan berlari mengejar luhan,dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara luhan dan jihyun

Merasa lelah dengan aksi kejar-kejaranya yang berlangsung lama. Jihyun merebahkan tubuhnya disofa diikuti dengan luhan. Nafas mereka masih terengah-engah.

“Jihyun,jika orang itu menemui lagi kau harus menghindarinya,jangan pernah mau diajak kemanapun olehnya,jika perlu hubungi oppa,aku takut ia akan berbuat jahat padamu,arratchi?”ucap luhan dengan serius

“Arratchi”jawab jihyun tersenyum pada luhan

Jihyun sangat bersyukur tinggal bersama luhan,ia selalu menjaganya dan mengkhwatirkanya,kasih sayang yang luhan berikan benar-benar membuat jihyun sangat bersyukur,walaupun ia tau,ia hanya orang asing yang luhan tolong 3bulan lalu saat dirinya kecelakaan dan membuatnya amnesia. Saat itu,luhan membawanya kerumah sakit dan merawatnya dengan sabar. Ia selalu bicara pada luhan,bahwa ia tidak mau merepotkan luhan dan ia akan pergi dari rumah luhan untuk mencari tempat tinggal,karna tidak mungkin ia bergantung pada luhan. Sudah menolongnya saja,jihyun benar-benar bersyukur. Tapi luhan selalu bersikeras bahwa jihyun tidak boleh pergi,ia tidak keberatan jika jihyun tinggal dengannya jusru ia akan sangat senang. Bahkan ketika jihyun akan pergi,luhan berlutut memohon pada jihyun agar ia tidak pergi dan tetap berada disisinya,tinggal bersamanya,ia tidak mau jihyun pergi. Jadi,jihyun jadi tidak tega meninggalkan luhan. Pernah sekali,jihyun menanyakan apakah ia punya keluarga atau tidak pada luhan,jihyun benar-benar penasaran tentang latar belakangnya dan luhan akan selalu menghindar dari pertanyaan jihyun dan mengganti topik pembicaraanya.Persetan dengan kecelakaan itu membuatnya seperti ini.

Meja kerja itu dipenuhi oleh kertas-kertas yang tengah dibaca oleh seorang pria dengan kemeja lengan panjang polos berwarna biru,sesekali ia mengerang kesal karna dokumen-dokumen sialan yang tengah dibacanya. Jam menunjukan pukul 04.00, kini pria itu yang tak lain adalah oh sehun berangkat menuju kantornya karna ia harus membaca dan mengkoreksi dokumen yang tengah ia pegang. Wajahnya terlihat frustasi,dan melemparkan dokumen itu kesembarang tempat dengan kasar. Tak lama kemudian seorang pria yang terlihat berumur 27 tahun itu memasuki ruangan oh sehun dengan sangat sopan. Kemudian ia menyerahkan secarik kertas pada oh sehun.

“Dari yang saya dengar ia tinggal bersama pria yang bernama xi luhan”ucap pria itu dengan sopan pada sehun

“Xi luhan?sepertinya aku pernah mendengarnya”

“Benar,ia adalah anak dari perusahaan tuan xi,rival perusahaan ini”

“Ah,jadi dia anak dari tuan xi yang perusahaanya ku buat jatuh dengan mudah dan membuat mereka hancur? Hahaha nice game xi luhan,kau ingin bermain denganku menggunakan gadis ku rupanya”sehun tersenyum licik,kini sebuah perang akan kembali datang,bukan perang tentang saham atau hal untuk menjatuhkan saingan dari perusahaan nya. Melainkan sebuah perang untuk merebut kembali gadisnya. Tentu saja ia harus menang,tidak ada yang boleh mengalahkannya dan tidak ada yang akan bisa mengalahkanya.

========

“Mengapa kau selalu menyulitkanku?!”

“Kau mempermalukanku!”

“terserah”

“Itu bukan urusanku?!”

“Kau menyusahkan”

Jihyun bangun dengan nafas terengah-rengah,ingatan tentang mimpi buruknya yang barusan ia alami kini berputar diotaknya. Mengapa?mengapa dimimpinya ia terlihat menyedihkan? Apakah itu potongan dari ingatanya yang hilang. Siapa pula pria yang membentaknya? Arghh semakin ingin mengingatnya kepalanya semakin sakit. Mungkin segelas air putih dapat menenangkanya. Kini,ia bergegas berjalan kedapur untuk mengambil air minum agar dapat menenangkanya. Diliriknya jam dinding yang ada diruang tengah yang tak jauh dari dapur,sekarang masih pukul 05.00,masih terlalu pagi untuk menyiapkan sarapan dan bekerja. Sial,karena mimpi buruk itu ia harus bangun sepagi ini. Tak terasa ada lengan kekar yang melingkari pinggangnya,deru nafas pemilik lengan itu terdengar sangat dekat. Ia tau,jihyun tau siapa pemilik lengan ini,tapi… mengapa terasa berbeda.

“ya!! Lepaskan tanganmu xi luhan”

“Tidak,biarkan ini untuk beberapa menit,hanya sebentar saja kumohon,aku benar-benar merindukanmu jihyun”

DEG

Tidak,ini bukan suara luhan,bukan. Ia sangat mengenali suara luhan,lantas kalau bukan luhan,lalu siapa sekarang seseorang yang tengah memeluknya?

“K—au siap-a?”

“Seseorang yang sangat merindukanmu,sayang”

Tunggu,ia seperti pernah mendengar suara ini? Tapi dimana??

5 thoughts on “Hello Ma Baby – [Chapter 2]

  1. Sehun ada dirumah Luhan?? Ko bisa?? Tapi lebih baik Jihyun sama Luhan sih, kalo sama Sehun, Jihyun dijahatin terus..
    Kira2 apa yg bakal Sehun lakuin ke Luhan?? Ditunggu next chapternya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s