What Are We (Chapter 1)

Title       :               What Are We? (1)

Author  :               @afnfsy

Genre   :               Romance, angst (mostly)

Length  :               Multi-chapters

Rating   :               PG-15 (Some scene are not suitable for children under 15 years old.)

Casts     :               EXO’s Baekhyun, OC, many more to come.

Notes    :               Hello! Just want to clarify that the background story taken was mostly in Jakarta and Bandung. So you might found some—or many, Indonesian slangs. And this story contains the use of ‘gue-lo’ A LOT. Anyways, I also post this story on Asianfanfics and Wattpad with the same title, but different casts. (Yes, I use Indonesian names for the casts, but still use Baekhyun as the visual of the main boy character.) Duh, I talked a lot. Enjoy this story!

————————————————————————————

“Kak, what are we?” tanya Attara memecahkan keheningan.

Hari ini siang di Bandung mendung, seperti biasa. Jalanan agak sepi, which is good. Sementara itu Baekhyun terhenyak begitu mendengar pertanyaan Attara, ia mengetuk-ngetuk pinggiran stir mobil Mazda hitamnya dengan tidak sabaran, completely lost at her question. He didn’t know what to answer.

Attara sendiri sudah menduga akan seperti ini ‘jawaban’nya. Attara sudah menduga bahwa Baekhyun pasti tidak akan bisa menjawab pertanyaan sulitnya.

Tetapi perlakuan Baekhyun kepada Attara-lah yang lebih sulit untuk dideskripsikan. Attara sendiri tidak mengerti motif Baekhyun melakukan ini semua kepadanya.

Baekhyun membuat Attara bingung terhadap perasaannya sendiri.

Dan Attara sendiri membuat Baekhyun bingung dengan respon yang diterimanya dari gadis itu.

Does he really like me? Or is he just playing with my feelings?

Does she really like me that much? Please don’t be like that.

Baekhyun pun menghela napas dalam-dalam.

Tetapi lampu merah sudah berganti ke lampu hijau.

——————————————————————-

Baekhyun menatap wajah si empunya tangan yang sedang ia genggam, berusaha mengingat-ngingat siapa gerangan gadis di depannya ini. Sementara itu si gadis hanya tersenyum polos dengan sorot mata menunggu jawaban.

“Ah, dia mah udah nge-line gue waktu itu!” ujar Baekhyun kepada Tanya yang berdiri di sebelahnya. Gadis yang hanya beberapa inci lebih pendek di depannya hanya tertawa pelan sambil digoyang-goyangkan tangan seniornya itu.

“Siapa namanya?” tanya Tanya dengan nada sedikit mengejek, berusaha memancing Baekhyun untuk menyebutkan nama temannya itu.

Baekhyun pun menatap gadis di depannya lagi seraya berpikir, “A… Attara? Iya, kan? Attara, kan?”

Attara pun tersenyum lagi—kali ini lebih sumringah sambil mengangguk senang, “Yep, benar!” jawaban Attara entah mengapa membuat Baekhyun tertawa, Tanya yang berdiri di sebelah Attara pun melemparkan tatapan-tatapan penuh arti kearah gadis itu.

“Wah, udah line-an ternyata?” Tanya pun mencibir—padahal sebenarnya ia sudah tahu bahwa Attara menggunakan trik modus ‘memberikan undangan ke senior’ yang sebenarnya itu adalah tugas humas. Attara pun memberikan tatapan ‘kan gue udah cerita ke lo?’ pada Tanya. Namun tiba-tiba Attara merasakan sundutan kecil di lengan kirinya. Sesudah melepaskan genggaman tangannya dari Baekhyun, Attara pun menoleh kesampingnya.

Mara yang sudah berdiri di sampingnya segera mencondongkan wajahnya kearah telinga Attara sambil berbisik, “Kata kak Chanyeol, si Baekhyun mabuk, tuh.” Mara pun segera menjauhkan wajahnya kembali begitu tiba-tiba Attara menggenggam lengannya erat. Sebenarnya Attara tidak kaget, maksudnya, mendengar Baekhyun mabuk bukanlah hal yang baru.

Yang membuat Attara terkejut adalah the fact the he remembered her name although he was drunk.

“Iya, Mar? Tapi kok kayanya nggak, ya…?” gumam Attara tidak yakin, karena Baekhyun terlihat sangat biasa saat berbicara dengannya. Bahkan sekarang ia terlihat sedang tertawa begitu mendengar guyonan Tanya. Mara hanya mengangkat kedua bahunya sambil membetulkan lipatan baju di lengannya. “Perhatiin aja nanti, Tar.”

“Eh, Attara. Gue suka dekor outdoor-nya, deh.” Ujar Baekhyun tiba-tiba membuat Attara segera memutar tubuhnya untuk menghadap Baekhyun. Dilihatnya wajah Baekhyun yang masih berseri-seri dengan sedikit bercak kemerahan di pipinya yang berasal dari warna topengnya yang luntur. That sight made Attara froze a little bit. Moreover when he starts to lift his shirt to wipe his forehead.

Attara stuttered, “Eh- eng- iya, kak, hehe makasih.” jawabnya malu-malu, gadis itu pun langsung pura-pura membetulkan tali ID Card-nya yang mengalungi lehernya. Baekhyun tidak berkata apa-apa lagi tetapi ia hanya semakin memerhatikan gadis dengan rambut cokelat gelap yang dicepol dua itu, mungkin hanya untuk acara ini? pikir Baekhyun.

“Eh, udah dulu ya, Baek. Gue mau evaluasi anak-anak dulu, nih!” kata Tanya seraya mengecek arlojinya lalu menyuruh panitia-panitia lain agar mengikutinya. “Tar, Mar, ayo!” ajak Tanya sebelum ia berjalan cepat duluan kearah lift.

Attara pun mendongakkan wajahnya lagi untuk bertemu dengan tatapan Baekhyun yang ternyata belum lepas darinya. “Eng… kak, duluan, ya? Sampai… ketemu lagi?” tutur Attara dengan hati-hati.

Baekhyun broke his intense stare from her face then starts to look her again in the eyes, “Eh, iya. Sampai ketemu lagi…” entah mengapa kalimat Baekhyun terhenti disitu karena ia berpikir kapan lagi gue ketemu dia, “…di kampus.” Baekhyun melanjutkan.

Gadis itu mengangguk dan Attara tidak bisa menyembunyikan senyumnya, “Siap, kak!” ucapnya nyaris terdengar girang. Baekhyun pun mengangkat telapak tangannya sejajar dengan wajah Attara—mengajak hi-five.

Attara terdiam sejenak sampai akhirnya menepukkan telapak tangan mungilnya pada telapak tangan Baekhyun yang ukurannya lebih besar darinya.

“Dah, Attaraaa.” ujar Baekhyun sambil melambaikan tangannya begitu Attara mulai berjalan menjauhinya. Attara hanya menolehkan wajahnya sambil melambai kecil kearah Baekhyun. Attara bisa merasakan bunga-bunga yang bermekaran dan kupu-kupu yang berterbangan dalam perutnya—rasa yang Attara kira takkan pernah ia rasakan kembali, kini datang lagi.

Attara pun kembali berjalan menghadap depan, menghadap teman-temannya yang sedang menunggu lift. Senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya. So many things happened in a blink of an eye, yet Attara feels like an eternity. There’s many more to come, and I swear it will be good, pikir Attara.

Gadis itu semakin tidak sabar dengan apa saja yang mungkin akan terjadi kedepannya. Attara berpikir bahwa ini adalah hal yang bagus untuk memulai cerita baru dalam hidupnya, terlebih lagi ada Baekhyun di dalamnya. Bahkan mungkin Baekhyun akan memiliki bab tersendiri di dalam buku kehidupan Attara.

Attara squeals quietly, then she runs to her best friend. “Maraaa, gue seneng banget hari ini!”

——————————————————————-

“Buset, Baek. Dedek gemes mana lagi yang mau dibuatin dedek?” ledek Chanyeol yang disambut dengan toyoran pelan dari Baekhyun.

“Sotoy lo.” Jawab Baekhyun dengan gusar. Chanyeol dan teman-teman lainnya pun hanya tertawa-tawa mendengar jawaban Baekhyun. Sementara itu Baekhyun hanya menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursinya sambil menghisap rokoknya sesekali.

Baekhyun thinks there’s something different about Attara that makes him… curious. Baekhyun thinks Attara is not like the usual girl he met at the club, or at campus. And Baekhyun don’t usually think like this. Something about her bothers him, it makes him feel… unusual. But he decided to not to think about it.

He put his eyes to the door, kind of wishing that Attara would run to the outdoor area to get her drink, but the sight of the other girl with a dark green skirt makes him completely forget about anything he previously thought.

“Kak Baekhyuuun,” panggil Sarah dengan nada yang sengaja dibuat-buat. Chanyeol dan teman-temannya langsung melayangkan pandangan jahil kearah Baekhyun yang sedang berusaha agar tetap stay cool. Shit, he can’t even think about anything but her body on his.

Sebelum Sarah mencapainya, Baekhyun sudah berdiri dari kursinya duluan. “Duluan, guys. Ada yang mesti diselesaiin, nih.” ujar Baekhyun seraya menunjuk Sarah dengan menggerakan wajahnya, dan lagi-lagi, Chanyeol berseru-seru heboh.

Baekhyun pun segera berjalan mendekati Sarah dan langsung merangkul pinggang gadis itu dengan sedikit agresif, membuat Sarah tertawa pelan, she knows exactly what he wants.

Begitu mendapatkan spot yang pas, tanpa ragu-ragu Baekhyun langsung mengunci bibir Sarah. The thought of Attara makes him stop for a while, right before he tried to put aside that thought again and starts to make out with the girl in front of him again.

Deep in Baekhyun’s heart, he scared that he might break Attara later.

OMG the part one is finally done! This story was made based on true story (I myself wonder why I always write a story based on true story…) so I didn’t find any difficulties in writing this e n e. Then again, I’m currently writing the chapter two so… see you guys! Thank you so much for your time.

  • The author.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s