I Love You, Daddy Sehun

i love you daddy sehun
Main Cast            :

  • Oh Sehun
  • Baek Jaeah

Genre                   : romance, marriage life

Length                  : oneshot

Desclaimer          : cerita ini asli dari pemikiran otakku yang mendesak. Ide awal Cuma buat hadiah couple rp aku yang waktu itu ulang tahun yg rl nya 20 tahun makanya tercipta ide kayak gini. Kalau ada yang bilang ini hasil copas, silahkan hubungi aku dan kita selesaikan secara gaya perempuan/?

 

Story begin…

Rintikan air yang kian semakin deras dengan suara petir yang terdengar samar membuat udara kota Seoul yang semenjak sore tadi diguyur hujan menjadi semakin dingin membuat hampir seluruh penduduk kota lebih asyik menghabiskan waktu mereka didalam rumah hanya sekedar untuk menghangatkan suhu tubuh mereka. Sama halnya dengan diriku yang tengah berbaring menyamping didalam kamar. Tersenyum menatap sosok laki-laki yang tengah terpejam dengan nyenyaknya disampingku tanpa terganggu dengan suara petir yang terkadang membuatku sedikit bergidik ngeri. Ia hanya akan menggeliat dan menggerakkan tangannya dengan menggenggam tanganku disaat ia mendengar suara petir. Kutempatkan telapak tanganku di wajahnya, mengusap pelan pipinya mencoba merasakan betapa halus nan hangat kulitnya. Matanya yang terpejam dengan bibir mungil namun sexy, bibir yang setiap hari mendebatku hanya untuk mendapatkan satu buah ciuman. Lagi-lagi aku tersenyum mengingat betapa gigihnya ia meminta maaf padaku saat ia menyadari satu kesalahan yang amat tidak kusukai. Ia berusaha keras untuk menjaga emosinya, mencoba merangkai sebuah kata hanya untuk dilontarkan padaku. Aku sungguh bersumpah jika wajahnya seribu kali lipat lebih manis daripada Chanyeol oppa. Kembali kuusap rambut lebatnya hingga tidak beberapa lama kudapati ia membuka matanya dan mencoba untuk melihatku. Aku hanya tersenyum kearahnya saat ia mengernyit, seolah-olah mengatakan ‘apa yang kau lakukan’.

 

“ kau tidak tidur sayang?” Tanya nya yang jauh lebih terdengar sensual digendang telingaku.

 

“ aku hanya tidak bisa tidur oppa”

 

“ kemarilah aku akan memelukmu hingga kau tertidur pulas, manis”

 

Ia menarikku dan langsung kudekatkan tubuhku. Memeluk tubuh hangatnya, melesakkan kepalaku di dada tegapnya yang terasa hangat untukku. Ia mengusap pelan rambutku dan menepuk pelan punggungku, mencoba untuk menidurkanku layaknya anak kecil.

 

“ oppa”

 

“ hmm?”

 

“ apa kau lelah?” aku tahu ini hanyalah pertanyaan konyol yang jelas-jelas sudah kuketahui jawabannya, hanya saja aku ingin mendengar suara baritonnya yang terdengar sexy itu.

 

“ tentu saja sayang, memangnya kenapa? Apa kau ingin melakukan olahraga malam hmm?”

 

“ jika aku berkata iya, apa yang akan terjadi?”

 

“ aku akan mencumbumu sekarang juga sayang dan membuatmu mendesahkan namaku dengan keras” ia berucap dengan smirk yang terpantri dibibirnya dan dengan mata yang terpenjam.

 

Oh Tuhan, bagaimana bisa ia berfikiran sejauh itu disaat matanya terpejam seperti ini? Tingkat kemesuman pria ini benar-benar sudah akut. Aku mendongakkan kepalaku, menatap matanya yang kini sudah terbuka. Ia menunduk dan mengecup bibirku sekilas dan berhasil membuatku sedikit merona ditengah gelapnya kamar kami.

 

“ apa yang sedang kau pikirkan hingga tidak bisa tidur hmm?”

 

“ tidak ada, aku hanya berfikir jika waktu kebersamaan kita terlalu singkat”

 

“ apa maksudmu sayang?”

 

“ oppa selalu berangkat kekantor pukul 8 pagi bahkan akhir-akhir ini oppa sering berangkat pukul 7 pagi hanya untuk mendatangi rapat dan itu membuatku kesepian setelah kepergianmu. Lalu oppa akan pulang larut malam sekitar pukul 9 malam. Bukankah waktu kebersamaan kita terasa begitu singkat?”

 

Ia menghembuskan nafasnya pelan, memeluk tubuhku semakin erat seolah-olah aku akan pergi meninggalkannya. Ia diam mengabaikan serentetan pertanyaanku dan beralih mencium lembut puncak kepalaku.

 

“ maafkan aku sayang, aku hanya ingin kebutuhan kita tercukupi bersama anak-anak kita kelak”

 

Aku diam, memilih memejamkan mata dibanding menanggapi pernyataan Sehun oppa yang selalu sama setiap aku melontarkan pertanyaan seperti ini.

 

“ sayang”

 

“ hmm” aku hanya berdehem menanggapi panggilannya, terlalu malas untuk bersuara menanggapi pernyataan yang sebentar lagi akan dia lontarkan sama seperti biasanya.

 

“ apa kau marah?”

 

“ tidak”

 

Ia merenggangkan pelukan kami dan menatap wajahku yang terus tertunduk. Aku memejamkan mataku seketika merasakan usapan lembut sebuah tangan, tangan Sehun. Ia mengangkat daguku dan menatap tepat dimanik mataku.

 

“ kau marah hm?”

 

“ tidak, aku tidak marah. Aku mengerti keadaan kita” jawabku berusaha menahan emosi

 

“ aku minta ma-“

 

“ sudahlah, tidak perlu dibahas lagi lebih baik kita tidur. Besok kau harus berangkat pagi jadi lekaslah tidur”

 

Aku menarik selimut lebih tinggi lagi hingga batas leher dan tidur dengan posisi memunggunginya. Bisa ku dengar helaan nafasnya yang terdengar putus asa ditelingaku dan sedetik kemudian dapat kurasakan pelukan hangatnya dipinggangku. Sungguh aku tidak bermaksud mengabaikannya hanya saja moodku mendadak berubah setelah pembicaraan singkat tadi. Aku hanya mencoba menahan emosiku dan bersikap dewasa seperti apa yang ia inginkan.

 

***

 

Pagi yang dingin dengan sinar mentari yang masih enggan untuk menampakkan dirinya, menemaniku berkutat dengan peralatan dapur. Hari ini Sehun oppa akan berangkat pagi sama seperti dua hari sebelumnya hanya untuk mendatangi rapat yang baginya amat begitu penting. Cih, penting. Lebih penting mana aku dibanding saham-saham perusahaannya. Aku bahkan lebih yakin jika ia akan dengan mudah berpaling padaku saat aku bertelanjang didepannya dibanding meladeni para investor berperut buncit dan wajah yang menurutku menyeramkan itu. Aku terlonjak kaget dan hampir saja menjatuhkan spatula saat kurasakan pelukan posesif Oh Sehun.

 

“ kenapa lama sekali hm? Apa kau masih marah padaku, hingga tidak berniat membuat sarapan pagiku?” ia berucap tepat didepan telingaku.

 

“ tidak, aku hanya tidak sengaja memikirkan para investormu yang mendatangi kantor kemarin”

 

“ a..apa?”

 

Ia melepaskan pelukannya dan membalikkan badanku menghadap dirinya. Lihat lah dia, wajahnya mendadak menegang saat menatap wajahku. Aku yakin seratus persen jika didalam otak mesumnya itu sekarang sudah berfikir yang tidak-tidak tentang inverstornya kemarin. Terbesit ide jahil untuk membuatnya ketakutan dengan wajah manisnya itu.

 

“ a..apa maksudmu dengan investorku kemarin? Apa dia menyakitimu?” ia berucap dengan menilik seluruh tubuhku berharap tidak menemukan segores luka ditubuhku.

 

“ bukan seperti itu, tapi investormu kemarin cukup membuatku terpesona oppa. Ya Tuhan ketampanannya bahkan melebihi cinta pertamaku. Ahh aku jadi ingin melihatnya lagi” jawabku berusaha menahan tawaku ketika kulihat waja memerahnya.

 

“ k..k..kau..”

 

“ aku yakin dia pasti type laki-laki yang perhatian dengan istri dan anaknya. Ah dia benar-benar suami idaman. Aku harus mendapatkan tiket sosialisasinya besok”

 

“ YAK!! Kau benar-benar berniat ingin selingkuh didepanku hah”

 

“ siapa yang berniat berselingkuh, aku hanya ingin mendatangi sosialisanya oppa. Pikiranmu benar-benar buruk sekali”

 

“ ucapanmu tadi benar-benar menunjukkan bahwa kau ingin berselingkuh dengan pria itu dan siapa cinta pertamamu itu”

 

“ terserah apa katamu. Kalaupun aku berbicara panjang lebar kau juga tidak akan memperdulikanku, cepatlah berangkat bukankah hari ini kau ada RAPAT PENTING HAH”

 

Aku menekankan tiga kata terakhir dan sedikit melototkan mataku kearahnya, mencoba untuk mengingatkannya bahwa saham perusahaan itu lebih penting daripada diriku. Aku meletakkan nasi goring kimchi diatas meja makan dan beranjak menuju kamar meninggalkan Sehun dengan berbagai ucapan sumpah serapah mengenai sikapku pagi ini. Yah, mungkin aku harus melakukan hal seperti ini dulu untuk membuatnya berada dirumah lebih lama lagi.

 

“ mau kemana kau?” tanyanya seketika mengetahuiku berganti pakaian

 

“ menghadiri sosialisasi mengenai bantuan social yang diadakan Donghae oppa” jawabku santai

 

“ o..o..oppa? yak, sejak kapan kau memanggilnya oppa seperti itu?”

 

“ semenjak aku menemuinya untuk pertama kali dikantor bersamamu itu oppa”

 

“ kau, ya Tuhan andai saja rapat sialan itu tidak diadakan pagi ini, sekarang juga aku akan menelanjangimu dan memasukimu Oh Jaeah” ucapnya frustasi, aku mencoba untuk menahan tawaku seketika mendengar suaranya yang terdengar frustasi itu.

 

“ oh ya? Coba saja. Aku selalu siap untukmu Tuan Oh yang terhomat”

 

“ sial, lama-lama disini membuatku ingin menidurimu juga. Aku berangkat dulu jangan pernah menemui laki-laki selain diriku. Mengerti?”

 

“ mengerti tuan Oh tapi aku tidak bisa menjamin untuk tidak menghentikan jaringan komunikasiku dengan pria lain”

 

“ kau..arghhh”

 

Seketika itu tawaku pecah melihat dirinya keluar dari kamar dengan mengusap kasar wajah tampannya. Akan aku pastikan jika ia tidak akan tenang didalam rapatnya nanti. Ya Tuhan aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya saat ia memimpin rapat nanti, wajah tampannya yang memerah dengan tatapan tajamnya akan membuat siapapun bergidik ngeri melihatnya. Aku tertawa terpingkal seketika membayangkannya, andai saja aku ada disana mungkin akan menjadi tontonan paling seru tahun ini. Aku meraih ponselku diatas nakas dan menghubungi seseorang, seseorang yang pagi ini mungkin saja sudah masuk dalam daftar black list suamiku.

 

***

 

Suasana kantor tampak lebih menyeramkan setelah rapat pagi yang dipimpin oleh CEO muda mereka secara langsung. Bagaikan langit yang tak bersahabat menggelap yang akan menurunkan hujan untuk saat ini dan itulah penggambaran bagaimana perasaan Oh Sehun sekarang bagi Pak Chanyeol. Park Chanyeol, laki-laki berkeperawakan tinggi, berkulit putih dengan senyum khas yang lebih dominan terlihat idiot tersebut sedaritadi hanya diam mengikuti atasannya sekaligus sahabatnya berjalan menuju ruang pribadi atasannya, Oh Sehun. Laki-laki tersebut biasanya akan berceloteh tidak jelas kepada Oh Sehun mengenai gadis bar-bar yang sudah beberapa minggu ini ia kencani dan membuat Oh Sehun ingin rasanya membekap paksa mulut lebar Park Chanyeol. Mungkin kali ini ia mengerti dengan suasana hati atasannya yang lebih muda dua tahun tersebut yang sedang ‘mendung’ dan tidak ingin diganggu. Suara debaman pintu ruang pribadi Oh Sehun tersebut berhasil membuatnya sedikit terlonjak kaget, ia memejamkan matanya sejenak sebelum melihat kekacauan lebih parah daripada yang ini. Dan benar saja dengan apa yang baru saja ia pikirkan jika kekacauan ini sudah benar-benar terjadi pada atasannya sendiri. Chanyeol berani bersumpah jika penampilan Oh Sehun sekarang lebih menyeramkan dibanding singa betina yang terpisah dengan anak-anaknya.

 

“ Sehun-ah…”

 

“ diam hyung aku tidak ingin diganggu” jawab Sehun dengan meletakkan telapak tagannya tepat didepan mulut Chanyeol

 

Chanyeol terdiam, ia hanya mengamati Sehun yang sekarang ini bagiinya tampak seperti ahjuma-ahjuma tetangga sebelahnya saat menonton mellow drama. Ia menolehkan kepalanya seketika mendengar suara pintu terbuka dan mendapati Byun Baekhyun juga tengah menatap Oh Sehun bingung. Laki-laki betubuh mungil dengan tinggi badan terpaut 13 cm lebih pendek dari Chanyeol tersebut berjalan kearah Chanyeol dan duduk disebelahnya tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok Sehun.

 

“ apa yang terjadi dengan setan itu?” Tanya Baekhyun nyaris berbisik

 

“ aku sendiri tidak tahu”

 

“ apa dia sedang pisah ranjang dengan Jae?”

 

“ itu tidak mungkin, dia akan terlihat lebih gila jika sampai hal itu terjadi Baek”

 

“ tapi Sehun yang sekarang ini juga tidak kalah gila Park Chanyeol. Apa kau tidak melihat wajahnya yang sedikit-sedikit tampak seperti orang autis dan sedikit-sedikit tampak seperti orang yang sedang step?” seloroh Baekhyun yang lebih terdengar sedang mengatai Oh Sehun. Mungkin jika Sehun mendengarmu berkata seperti itu kau harus bersiap untuk dibuang di Jeolla yang jauh dari pusat kota Baek.

 

“ aku ini tampan, keren dan sexy tapi kenapa kau mengatakan jika ikan badut bantet itu lebih keren dan sexy dariku Oh Jaeah” dan seketika itu Oh Sehun menangis ria yang membuat Baekhyun dan Chanyeol tampak lebih idiot.

 

Oh hell CEO tampan dengan lengan sexy yang banyak dibicarakan dikalangan para wanita ini sekarang tengah menangis karena dikatakan tidak keren oleh istrinya sendiri!! Catat itu dalam sejarah silsilah keluarga Oh jika kalian tidak mau melewatkan moment dimana Oh Sehun menangis ria. Baekhyun dan Chanyeol membulatkan mata mereka menatap Oh Sehun tidak percaya yang sekarang ini tengah menangis dengan memegang figura foto istrinya layaknya para tokoh dipemeran mellow drama. Mereka diam menatap Oh Sehun, diam bukan karena terkejut tetapi diam karena tidak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk membuat Sehun berhenti menangis ria seperti ini. Setiap mereka mendekat dan mencoba untuk memeluk, Sehun akan melontarkan perkataaan yang membuat mereka seperti seorang tersangka.

 

“ hyung apa yang harus aku lakukan huaa..” ucap Sehun yang berhasil membuat Baekhyun memejamkan matanya sejenak.

 

“ kau harus bersabar dulu Sehun-ah” tutur Chanyeol hati-hati

 

“ bersabar? Ya Tuhan istriku dengan terang-terangan akan berselingkuh didepanku dan kau mengatakan jika aku harus bersabar. Hyung kenapa kau tega sekali padaku huaa”

 

Suara tangisan Sehun kian semakin mengeras setelah mendengar perkataan Chanyeol. Park Chanyeol mungkin kau perlu memikirkan ulang dengan apa yang akan kau katakan nanti sebelum kau menjadi korban pukulan Jaeah jika wanita itu tahu kau yang membuat suaminya menangis. Cukup lama mereka terdiam mendengar Sehun yang masih sesegukan hingga Sehun kini berdiri dan membuat Baekhyun, Chanyeol dan Jondae yang saat itu baru saja memasuki ruangan Sehun begitu terperangah.

 

“ sekarang juga aku akan menciumu dengan penuh gairah Oh Jaeah. Dan… menidurimu hingga tidak bisa berjalan keesokan harinya”

 

Berkas yang tengah Jongdae bawa kini jatuh begitu saja sementara dirinya masih saja menatap kosong Baekhyun dan Chanyeol setelah mendengar perkataan horror CEO tampan mereka, ralat tetapi CEO TAMPAN NAN GILA.

 

“ ya Tuhan setan mesum itu sudah membuat pendengaranku tidak polos lagi” celetuk Jongdae

 

***

 

Oh Sehun berjalan penuh minat kearah Jaeah yang tengah tertawa dengan putra pertama mereka, Oh Jaecho. Langkahnya semakin cepat seketika matanya menangkap sosok objek yang tadi pagi membuatnya tiba-tiba menjadi gila mendadak, Lee Donghae.

 

                ‘ dasar ikan badut bantet jangan harap kau bisa menyentuh istri dan anakku meskipun itu hanya sampai ujung jaripun’ batin Sehun dongkol.

 

Jaeah hampir saja membalas sapaan Lee Donghae jika saja suaminya tidak menarik tangannya secara tiba-tiba dan memberikannya tatapan tajam. Oh bertanda Jae singa jantan tengah terbangun dari tidurnya.

 

“ selamat sore Sehun-ssi” sapa Donghae ramah, laki-laki tersebut ternyata tidak menyadari raut wajah Sehun yang tidak bersahabat kepadanya.

 

“ sore juga. Maaf Donghae-ssi aku rasa ini sudah waktunya untuk pulang. Aku dan istri beserta anakku pamit pulang dulu semoga harimu menyenangkan Donghae-ssi” ‘dan semoga kita tidak berjumpa kembali ikan badut bantet’ batin Sehun

 

Lee Donghae hanya membalas dengan senyuman yang terlihat dipaksakan dan kerutan didahinya. Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi pada rekan bisnisnya tersebut yang sekarang ini terlihat seperti orang yang sedang menahan kencing. Satu poin yang dapat kita ambil bahwa Lee Donghae tidak peka dengan raut wajah dan suasana hati Oh Sehun.

 

Sementara itu suasana mobil terlihat hening hanya terdengar suara celotehan anak pertama mereka yang sedang bertelepon ria dengan adik perempuannya, Oh Hani. Jaeah sesekali melirik Oh Sehun yang tampak begitu focus menyetir, wajahnya sedikit memerah dengan tatapan tajam membuat pikirannya sedikit melenceng. Ia menganggap bhwa suaminya sekarang ini tampak begitu sexy sama seperti ketika mereka bercinta ditengah lampu yang redup. Panas, bergairan dan sexy.

 

                       ‘ apa kau sedang marah oppa? Jika kau marah kau bahkan tidak terlihat begitu marah. Kau bahkan seribu kali lipat terlihat sexy dimataku’

 

Jika saja Jaecho tidak bersama kita mungkin aku akan menyuruhmu untuk menepikan mobilnya dan menghimpitmu sekarang juga Oh Sehun, geram Jaeah untuk yang sekian kalinya. Wanita itu sepertinya benar-benar tergoda dengan wajah memerah suaminya sendiri dan mengakibatkan kadar berfikir otaknya sedikit melenceng. Ya Tuhan, sadarlah Oh Jaeah ini bukan saatnya kau untuk memuja dan berfikir aneh-aneh mengenai Oh Sehun. Apa kau tidak merasakan aura mematikan yang terlihat dari wajah suami tampan nan sexy mu ini?

 

“ berhenti menatapku seperti itu Ny. Oh” ujar Sehun yang membuat Jaeah tidak bergeming dari posisinya.

 

Wanita bermata bulat tersebut hanya mengerjapkan matanya dan diam menatap Oh Sehun yang terus saja focus menyetir, mengabaikan decakan kesal yang terus terlontar dari mulut suaminya.

 

“ Yak!!..”

 

“oppa wajahmu memerah” Jaeah menyentuhkan tangannya kewajah Sehun membuat laki-lai tersebut sedikit bingung dengan tingkah istrinya.

 

“ benar, kenapa wajah ayah memerah seperti itu?” lanjut Jaecho membenarkan perkataan ibunya

 

“ hah?”

 

“ oppa sakit? Kalau oppa sakit biar aku yang menyetir”

 

“ tidak perlu, aku ingin kita cepat sampai rumah”

 

Sehun melajukan mobilnya lebih cepat dari sebelumnya. Sekarang yang ia inginkan hanya berbaring dirumah dan menginterupsi istrinya atas kegiatan apa saja yang dilakukan istrinya tersebut hari ini. Jaecho langsung melesat kedaam kamarnya sesampainya mereka dirumah begitu juga dengan Oh Jaeah dan Oh Sehun yang langsung menuju kamar mreka.

 

“ Oh Jaeah kenapa kau membiarkan laki-laki lain menyentuhmu”

 

“ menyentuh? Siapa yang menyentuhku oppa? Aku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain selain dirimu”

 

“ kau membiarkan Lee Donghae datang kepadamu dan hampir saja menyentuhmu”

 

Jaeah memejamkan matanya sejenak, ia tidak habis fikir dengan jalan pikiran suaminya. Bagaimana bisa Oh Sehun cemburu hanya karena Jaeah berbicara dengan Lee Donghae. Sepertinya pembicaraanmu tadi pagi benar-benar membuat laki-laki yang ada didepanmu sedikit bersikap overprotective Oh Jaeah.

 

“ peraturan baru dirumah ini dan khusus untukmu Oh Jaeah. Kau tidak boleh keluar tanpa seizinku. Jangan berbicara atau menemui seorang laki-laki tanpa seizinku. Jangan membicarakan laki-laki lain disaat kita sedang bersama dan jangan pernah memuja laki-aki lain selain diriku. Apabila kau melanggar peraturan itu yakinlah jika aku akan benar-benar membawamu kedalam puncak kenikmatan dimalam hari dan membuatmu tidak bisa berjalan hingga berhari-hari”

 

Jaeah diam. Wanita itu terlalu terkejut dengan peraturan yang baru saja dilontarkan suaminya. Ia geram, ia kesal tapi ia juga tidak bisa marah. Bagaimana mungkin Oh Sehun menyuruhnya melaukan hal itu. Jaeah menatap kesal Oh Sehun yang melenggang pergi kekamar mandi, sementara dirinya terus saja berkomat-kamit mengucapkan sumpah serapah untuk suaminya tersebut.

 

‘ dasar setan mesum. aku akan benar-benar mengurangi jatah malam pertama kita jika kau melakukan hal-hal yang aneh’

 

***

 

Minggu yang cerah dengan sinar mentari yang tampak begitu bersahabat dengan cuasa hari ini. Aki tersenyum seketika mendapati sosok yang dengan tenangnya tengah membaca Koran paginya ditemani secangkir kopi panas diteras belakang. Aku berjalan menghampirinya, menempatkan tubuhku disampingnya dan bergelanyut manja dilengan kokohnya. Ia tidak bergeming tetapi hanya mengusap pelan pipiku dan melanjutkan acaranya membaca Koran. Aku tersenyum dengan mata terpejam, mencoba untuk mengingat kejadian semalam yang membuatku berhasil merona sendiri. Ok, mungkin ini terlihat gila jika sedaritadi aku hanya tersenyum sendiri mengingat kejadian semalam. Mengingat bagaimana ia memelukku, mencumbuku dengan penuh gairah dan betapa sexy dirinya saat mengerang ketika ia mencapai puncak kenikmatannya. Ya Tuhan kenapa aku menjadi mesum seperti ini? Bahkan aku yakin jika tingkat kemesumanku semakin meningkat setelah kelakuannya akhir-akhir ini. Ya, semenjak kejadian dimana aku mulai dekat dengan Lee Donghae sikapnya berubah menjadi lebih overprotective kepadaku. Ia sering membiasakan untuk berangkat kekantor pukul 8 pagi dan selalu mendatangi sekolah Jaecho hanya sekedar untuk makan siang bersama. Ia juga membiasakan diri pulang tepat pukul 7 malam dan itu benar-benar membuatku memiliki waktu lebih lama hanya sekedar ntuk ‘bermanja’ dengannya.

 

“ kenapa kau tersenyum terus seperti itu hm?”

 

“ eum..tidak, aku hanya..”

 

“ kau tidak sedang membayangkan ikan badut itu kan?”

 

“ oppa, jang berkata seperto itu. Dia bukan ikan badut oppa tetapi dia pengusaha yang tampan” ucapku berbinar

 

“ ish..”

 

Aku menatapnya yang terlihat kesal dengan ucapanku. Hingga tiba-tiba ia menarikku dan menempatkan diriku diatas pangkuannya membuatku sedikit berjengkit kaget.

 

“ oppa..”

 

“ sssttt.. diam sayang”

 

Aku hanya mengerjapkan mataku saat tatapan matanya kini beralih menatap bibir merahku. Tuhan, jangan bilang jika dirinya…

 

“ sayang, mana morning kiss untukku?”

 

“ o..oppa”

 

“ kenapa hm? Kau tidak mau memberikannya padaku?”

 

“ bukan begitu hanya saja…”

 

Pembicaraanku behenti dan tergantikan oleh suara deringan ponsel genggam milikku. Syukurlah, setidaknya aku tidak terhimpit oleh desakan Sehun dan membuat kinerja jantungku lebih cepat dari sebelumnya.

 

“ hallo..”

 

“…”

 

“oh ne, bisa oppa. Akan aku usahakan”

 

Aku menutup sambungan telepon dan kembali meladeni suamiku. Aku terkesiap seketika mendapati Oh Sehun tengah menatapku tajam dan kuyakini ada berbagai pertanyaan yang ada didalam otaknya.

 

“ siapa?”

 

“ eum.. Lee Donghae”

 

“ jangan pernah menghubungi pria itu lagi Oh Jaeah”

 

Aku hanya mengangguk mengiyakan apapun perkataan Oh Sehun mengenai laki-laki bernama Lee Donghae, berusaha untuk tidak menyulut emosi suamiku saat ini.

 

***

 

Sehun mengendarai mobilnya dengan laju diatas rata-rata. Ia tidak memperdulikan keselamatannya saat ini yang ada dipikannya hanyalah Jaeah istrinya. Sejak bangun tidur tadi ia tidak mendapati keberadaan istrinya yang selalu tidur disampingnya. Awalnya ia berfikir jika istrinya tersebut tengah menyiapkan sarapan paginya namun saat ia mencoba menyusul istrinya ia hanya mendapati memo yang tertempel di lemari pendinginnya yang mengatakan jika istrinya harus pergi. Pikirannya berkecambuk antara marah, takut dan khawatir. Khawatir jika istrinya akan meninggalkannya bersama laki-laki lain yang lebih kaya dan tampan darinya. Ia sudah hamper 3 jam mencari keberadaan istrinya namun juga tidak juga menemukannya. Ia mencoba untuk menghubungi istrinya namun hanya suara operator yang menjawabnya. Lee Donghae, hanya ada satu nama yang terbesit didalam otaknya. Orang yang akhir-akhir ini dekat dengan istrinya.

 

“ aku akan benar-benar membunuhmu ikan badut sialan jika kau berani merebut istriku”

 

Sesampainya diperusahaan megah milik Lee Donghae ia segera memasuki gedung tersebut tanpa memperdulikan bagaimana tatapan orang-orang mengenai dirinya yang masih terbalut piyama biru langitnya. Menggebrak pintu sialan ruang pribadi Lee Donghae hongga membuat laki-laki tersebut terlonjak akibat aksi gila Oh Sehun.

 

“ katakan dimana istriku Lee Donghae”

 

“ a..apa maksudmu Sehun-ssi aku tidak tahu maksud dari perkataanmu”

 

“ kau kan yang membawa pergi istriku. Kau juga yang membunyikan istriku dan sekarang dimana keberadaan istriku”

 

“ a..aku benar-benar tidak tahu keberadaan istrimu”

 

“ kurang ajar kau”

 

Sehun hampir saja melayangkan pukulannya jika saja indra pendengarannya tidak menangkap suara ondah istrinya. Ia berbalik dan mendapati istrinya yang sebentar lagi akan menangis. Berlari menghampiri istrinya dan memeluknya erat seolah tidak ada hari esok untuk mereka.

 

“ kau kemana saja sayang? Aku benar-benar mencemaskanmu?” ucap Sehun yang terdengar membisik

 

“ oppa, jangan memukulnya, aku tidak ingin oppa terluka”

 

“ aku berjanji tidak akan memukulnya jika kau ma uterus bersamaku dan tidak berlari kepadanya sayang”

 

“ aku tidak pernah berlari edalam pelukan laki-laki lain selain suamiku”

 

Sehun merenggangkan pelukannya dan menatap wajah istrinya yang kini penuh dengan air mata. Ia menguap pelan wajah istrinya dan mengecup bibir plum istrinya.

 

“ jangan menangis, kau terlihat jelek jika menangis”

 

“…” hanya sesegukan yang terdengar

 

“ kau kemana saja hm, kenapa ada disini?”

 

“ aku mendatangi bibi Yoon Hwa untuk membantuku mempersiapkan kado ulang tahun oppa. Tapi ketika aku mendengarmu ada disini aku langsung menuju kesini”

 

“ ya Tuhan, maafkan aku sayang” sekali lagi Sehun memeluk Jaeah membawa wanita itu kedalam pelukan hangatnya.

 

“ hmm aku mengerti”

 

“ siapa itu Yoon Hwa?”

 

“ dia istrinya Donghae ahjusi”

 

“ a..apa?”

 

Sehun menatap tidak percaya istrinya saat wanita tersebut mengatakan bahwa Yoon Hwa adalah istri dari orang yang hamper saja ia bunuh.

 

‘ jadi dia sudah beristri’

 

“ oppa jangan memukul Donghae ahjushi jika dia masuk rumah sakit nanti bagaimana dengan ketiga anaknya”

 

“ a..anak?” lagi-lagi Sehun dibuat menganga dengan perkataan istrinya.

 

“ oppa”

 

“ bagaimana kau bisa mengenalinya hingga sejauh itu sayang? Apa dia yang menjadi cinta pertamamu itu?”

 

“ dasar bocah, jadi selama ini kau tidak menyadariku sebagai pamanmu eoh” ucap Donghae yang membuat Oh Sehun semakin bingung

 

“ paman?”

 

“ hm Donghae ahjusi adalah saudara jauh ayah, beliau tidak bisa dating diacara pernikahan kita karena saat itu bibi Yoon sedang melahirkan”

 

“ astaga jadi selama ini aku tengah cemburu pada pamanku sendiri, ya Tuhan”

 

Sehun menutup wajahnya malu setelah mendengar pernyataan tersebut. Ia tidak menyangka jika ia masih memiliki paman lagi dan lebih mengejutkan lagi jika wajah pamannya terlihat seperti seumuran dengannya.

 

“ oppa, satu hal yang harus oppa ketahui, jika keluarga Byun hanya akan setia kepada satu orang dan bagiku hanya dirimulah yang menjadi pertama. Satu hal yang perlu ketahui jika cinta pertamaku itu adalah dirimu”

 

Jaeah tersenyum kepada Sehun hingga membuat laki-laki tersebut ingin rasanya menangis. Ia memeluk erat istrinya dan membisikkan satu kata yang selalu membuat wanita tersebut bahagia.

 

“ aku mencintaimu sekarang dan selamanya dan terima kasih telah mengingat hari ulang tahunku sayang”

 

“ aku lebih mencintaimu oppa”

 

Jaeah melepaskan pelukannya dan memberikan sebuket bunga kepada suaminya sebagai hadiah ulang tahun yang ke 30 tahun.

 

“ I Love You, Daddy Sehun”

 

Ini ff pertama aku yang aku post disini. Terimakasih author-nim yang udah baik posting ff abal-abal ku ini. Aku harap kalian suka, jan lupa kunjungi WP pribadi aku juga ya luluna354.wordpress.com. see you next time

 

6 thoughts on “I Love You, Daddy Sehun

  1. Hahahaha,,, 😂😂😂 sehun mah maen emosi duluan,,nah loh donghae ternyata pamannya,,
    Ga suami ga istri sama aja mesumnya,, ngakak sumpah pas jongdae bilang ga polos lgi gra2 dgr setan mesum 😅

  2. aku readers beru ini ff pertama yang aku baca di blog ini lucunya ada, bisa bikin kebawa emosinya. jadi ngerasain feelnya oh jaeah

  3. Keren banget, sumpah. Aku ngakak sendiri gegara nih ff. Feelnya kerasa banget meski ada beberapa penggunaan tanda baca yang kurang benar.aku suka banget. Punya wp pribadi? Pengen visist dong, pasti keren-keren isinya. Kuberi dua jempol buat eonni. Aku excited banget ama nih ff.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s