It’s Wrong, Lu!

it's wrong lu

 Author : @Kimjr_FF

.∴.

Xi Luhan || Xi Lunna || Other

Romance ||  Sad || Family

Drabble || ±500 Word

PG17 Rated

.∴.

Cool Poster by:

Vouyez

Also Post on My Personal WP :

Kimjr

Disclaimer :

I created this Story purely from my Brain. Don’t plagiarsm and trace this story without my permission. Sorry if there is little Similarity Story, Characters, or Places.

Recomended Songs :

EXO – Don’t Go [Piano Version]

“I Love You but It’s wrong!”

Tak terasa kita telah lama bersama, Kebahagiaan dan kesedihan selalu kita lalui berdua. Aku untukmu dan kau untukku. Aku sangat mencintaimu, tulus dari hatiku. Bersama menjalani hubungan ini, hubungan tanpa status yang lama kita lalui bersama.

“Oppa, lepaskan aku”

Ucapku pada pria yang mendekapku dari belakang, karena pria ini enggan untuk melepaskan tubuhku dari dekapanya.

“Tidak mau”

Ucapnya acuh sambil menyenderkan kepalanya di bahuku. Menggesek-gesekan dagunya dibahuku sehingga membuatku merasa sangat  geli dan mendesah menahan geli itu. Dasar, manja sekali dia.

Aku berusaha memberontak, tapi Ia malah semakin mengeratkan pelukanya. Bagaimanapun aku melawanya tetap saja, aku tak akan mampu mengalahkan kekuatanya. Pada akhirnya aku harus merelakan bahuku untuk menjadi tempat senderan dagu runcing pria itu.

“Bukankah langit sore ini indah ?”

Ucapnya membuka percakapan untuk memecah dinding keheningan di antara kami. Yah, kami sedang berdiri di balkon kamar, kamarku. Kami sedang menatap langit sore yang sudah menguning itu, tidak salah kalau dia menanyakan pertanyaan seperti itu. Itu pertanyaan yang wajar-wajar saja.

“Hmm..”

Gumamku untuk menyahuti pertanyaanya. Setelahnya pria itu hanya mematung dengan posisi kepalanya yang masih bersender di bahuku dan tanganya yang mulai mengikat pinggangku untuk memperdekat jarak di antara kami.

Meskipun aku sedikit tidak nyaman dengan situasi seperti ini, tapi aku sangat bahagia bisa berada disisi orang yang sangat aku cintai, orang yang memanjakanku dengan sikap dan perlakuan yang bisa dibilang lebih dari romantis ini. Aku menyukainya.

Aku terlalu hanyut dalam fantasiku yang tanpa ku sadari pria itu menghentikan aktifitasnya bersender di bahuku dan mulai membalikan tubuku untuk menghadap ke arah ke tubuhnya.
Dia membunuh jarak di antara kami, Memegang pipiku dan mulai mendekatkan wajahnya pada wajahku sampai aku bisa merasakan deru nafasnya yang memburu di permukaan wajahku.

Lembut, Manis, Hangat..
Itulah kesan pertama yang kurasa saat dia sudah menempelkan bibirnya pada bibirku, sebenarnya ini sudah berulang kali terjadi, namun aku tak bisa menyangkal kalau detak jantungku masih saja membabi buta seperti saat kita pertama kali saling bertaut seperti ini.

Dia mengecup lembut bibirku dengan kehangatan dan kenyamanan miliknya, inilah yang aku sukai darinya, dia tak pernah menyakiti orang yang ia cintai untuk memuaskan nafsunya belaka, dia tak pernah memaksakan kehendak jikalau aku sedang tidak ingin bertaut bibir denganya. Pria itu, aku sangat mencintainya.

Ia mulai melepaskan tautan bibirnya dari bibirku, menangkup pipi ku dan menatapku dengan tatapan sendu penuh pengharapan dan tatapan yang penuh tanya, aku tak kuasa melihat tatapan matanya yang telah menyihirku hingga jatuh dipelukanya, disisi lain aku juga ingin tahu arti tatapan itu.

“Dapatkah kita bersatu ?”

 

DUG-

Inilah pertanyaan yang menurutku tidak wajar, bahkan sangat-sangat tidak wajar untuk keluar dari mulutnya. Walaupun aku  tahu betul dia sangat mencintaiku dan aku juga sangat mencintainya, tetap saja Ini tak akan mungkin terjadi.
“Luhan, Lunna ! sedang apa kalian di dalam ? keluarlah eomma dan appa menunggu kalian untuk makan malam bersama.”
Ucap seorang wanita yang berada dibalik pintu kamarku. Wanita dibalik pintu itu, Ya.. aku harus berterima kasih padanya. Karena panggilannya dari luar pintu itu membantuku untuk menyadarkan Luhan, bahwa kami

“Tak akan pernah bersatu”

.

.

“Nee Eomma, kami datang..”

“Luhan.., Egh maksudku Luhan oppa, Ayo !”

 

 

END

Terimakasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan komentar.
–KimJR

 

3 thoughts on “It’s Wrong, Lu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s