Love Story of Nappeun Namja (Chapter 4)

love story of nappeun namja

Author : Hanhan

Length : multichapter

Genre : romance, teen, school life

A/N : Sekali lagi, ini sudah pernah dipublish di wordpress dan wattpad aku pribadi. Dan, untuk yang baca tolong tinggalkan jejak ya

 

Kai menaruh tangannya ke bawah lutut Hyera seraya mengangkat dan menggendong tubuh gadis tersebut. Sedangkan Hyera, gadis itu tidak berkutik. Biasanya ia akan melarang Kai menyentuh bahkan mendekati dirinya, namun hal itu tidak berlaku untuk kali ini. Ya, Hyera bahkan menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Kai.

Kai, lelaki itu langsung membawa Hyera menuju ke mobil sportnya yang terparkir di halaman sekolah.

Dengan hati-hati Kai memasuki tubuh Hyera ke dalam mobilnya. Kemudian ia menghubungi Minhyuk dan WOLF, untuk memberitahu bahwa Hyera sudah bersama dengannya.

Berlanjut, Kai mulai menyalakan mesin mobil dan membawa gadis itu pulang bersamanya.

Hyera terbaring di kasur kamarnya. “Katakan padaku! Siapa yang melakukan hal ini?!” Tanya Kai sambil mengobati luka Hyera yang memar. Kai duduk di samping gadis itu.

Hyera hanya terdiam menatap Kai. “Aku… aku tidak tahu mereka siapa,” sahutnya.

“Salah satu mereka, sangat menyukaimu…” lanjut gadis itu perlahan dengan nada rendahnya.

“Mungkinkah…” Kai menghentikan aktivitasnya. Ia berusaha mengingat-ingat gadis yang menurutnya agresif.

“Sojin?” Tiba-tiba ia teringat Sojin.

“Aku ingat, kedua temannya bernama Yoora dan Minah!” Seru Hyera. Kai mengangguk-angguk membenarkan perkataan Hyera. Ia memang sudah mengira bahwa itu Sojin dan teman-temannya.

Kai kembali fokus mengobati luka gadis itu. Entah mengapa, rasanya sangat sakit melihat Hyera seperti ini. Ia benar-benar ingin menghajar Sojin dan teman-temannya. Meski Kai mengaku tidak mencintai Hyera, tapi lelaki itu tidak suka jika Hyera diperlakukan seperti itu.

Lelaki itu beralih mengobati luka di bagian wajah Hyera.

“Lebih baik kau tutup matamu… nanti matamu akan terkena air kompresan ini,” mau tidak mau, Hyera menuruti Kai. Ia menutup matanya.

Kai mulai mengompres luka di dahi Hyera. Namun jaraknya dengan jarak Hyera tidak terlalu dekat dan itu akan lebih sulit menjangkaunya. Akhirnya namja itu mendekatkan dirinya ke wajah Hyera.

DEG

Jantungnya berdetak lebih kencang. Kai benar-benar bisa melihat Hyera dari dekat seperti ini.

Kuharap, aku bisa menahan diriku… kai menenangkan dirinya.

Tunggu, bukan hanya Kai. Hyera, wajah gadis itu sedikit memerah saat merasakan hembusan napas Kai berada di pipinya. Walau dengan mata yang tertutup, gadis itu tahu bahwa Kai berada sangat dekat dengan dirinya.

“Kenapa kau gugup sekali,” suara Kai membuatnya terkejut dan refleks membuka matanya. Gadis itu sangat malu. Ia melihat wajah Kai tepat berada di wajahnya sambil tersenyum.

“M..m-mwoya…?” Hyera gugup, sementara Kai tersenyum dengan ciri khasnya.

“Hei! Wajahmu memerah…” ledek Kai. Sontak, Hyera langsung memegang pipinya.

“YA! Ini karena kau! Mengapa kau terlalu mendekat seperti itu?! ‘Kan bisa tanpa harus sedekat ini. Jangan pikir dengan cara ini, kau bisa mengambil kesempatan…” Teriak Hyera. Namun Kai menanggapinya hanya dengan senyuman.

“Sudah selesai? Sekarang giliranku…” ucap Kai dengan tenang.

“Maksudmu?”

“Diam! Jangan bergerak!” Ujar Kai dengan suara pelan. Kai memerintah dengan tatapan tajam. Wajah Kai terlihat lebih serius dari beberapa detik sebelumnya.

“Mwo?” Gadis itu sedikit panik. Ia menanggapinya dengan suara yang kecil pula.

“Ssstt! Jangan bergerak,” Kai semakin mengecilkan suaranya.

CHUP~

Kai langsung menempelkan bibir lembabnya ke bibir Hyera. Membuat gadis itu terkejut dan membulatkan matanya tak percaya. Ia mendorong tubuh Kai sekuat mungkin, tapi itu tidak berhasil. Gadis itu terbaring di bawah Kai.

Kelakuan Kai membuat napas Hyera naik-turun tidak karuan. Pasalnya, gadis itu belum pernah berciuman. Lain halnya dengan Kai, ia sudah berpengalaman akan hal ini bahkan lebih. Namun ada yang aneh. Perasaan Kai begitu nyaman saat mencium Hyera, berbeda saat mencium gadis-gadis lain. Kai bahkan merasa jantungnya berdebar.

Kai merasa lemah, ia merasa lemah jika orang lain menyakiti gadis itu. Ia tidak mengerti mengapa ia merasakan hal tersebut. Ia berharap ini bukan perasaan cinta. Walau sudah berpuluh-puluh gadis ia nodai, tapi tak pernah sedikitpun ia merasakan perasaan yang seperti ini, perasaan seperti mencium Hyera saat ini.

Tak ada hal lain lain selain diam dan menuruti Kai. Gadis itu merasa dirinya lemah ketika Kai menciumnya. Ia harus menarik perkataannya yang dulu bahwa ia tidak akan membiarkan kai menyentuhnya. Namun hari ini, ia merelakan Kai mencium dirinya. Ia tidak mengerti perasaannya.

Hyera menaruh tangannya di dada Kai. Menepuk-nepuk dada bidang lelaki itu seraya mengisyaratkan untuk berhenti.

Kai menghentikannya. Ia menarik wajahnya dari Hyera. Mereka berdua terdiam tanpa kata.

“Aku-” ujar mereka bersamaan.

“Kau dulu,” lagi-lagi sama.

Akhirnya Kai yang berbicara lebih dulu pada Hyera.

“Maafkan aku…” katanya.

“Ah, Kai aku sangat lelah. Aku ingin tidur…” Hyera tiba-tiba berkata seperti itu. Seolah-olah ingin melupakan kejadian beberapa menit yang lalu. Gadis itu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Ia menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut.

“Baiklah…” Kai menuju pintu kamar. Ia meninggalkan Hyera di kamar tersebut.

Setelah terdengar langkah kaki Kai yang mulai menjauh, Hyera mulai membuka selimut dari wajahnya. Ia melihat ke arah pintu yang baru saja tertutup oleh Kai.

Hyera memegang pipinya yang kini masih merah. Gadis itu tidak tahu alasan ia merelakan Kai menciumnya. Ia tahu Kai itu seorang cassanova, seorang namja yang selalu main-main dengan gadis, seorang namja yang sering meniduri gadis-gadis dan setelah itu membuangnya begitu saja. Tapi mengapa ia mau bibirnya disentuh oleh bibir Kai yang sudah pernah dirasa oleh para gadis sebelumnya.

Dalam hati gadis itu, ia mengutuk dirinya sendiri.

Sudah pukul 07.00 pagi. Ini waktunya sekolah tapi Hyera belum keluar dari kamarnya. Hal itu membuat Kai khawatir.

Namja itu langsung menghampiri kamar Hyera dan melihat gadis sedang duduk santai di atas kasur.

“Oh? Kai, aku tidak masuk sekolah dulu hari ini… badanku pegal-pegal,” ujarnya.

“Ne… kau jangan lupa makan.” Tunggu, sejak kaan Kai menjadi perhatian pada Hyera bahkan sampai makan pun Kai ingatkan.

Kai berbalik dan berjalan meninggalkan Hyera.

Perlahan Hyera merasa nyaman dengan berada di dekat Kai. Entah, itulah yang kini dirasakannya.

Seperti biasa, anggota WOLF berkumpul di basecamp mereka tiap istirahat.

“Kai bagaimana kondisi Hyera?” Tanya Kyungsoo.

“Dia sudah lebih baik…”

Sehun menyambar. “Aneh! Aku melihatmu kemarin sangat mengkhawatirkan keadaan Hyera…”

Lay cekikikan. “Bahkan kau rela pulang lebih sore demi mencari keberadaan gadis itu…” Kai dibuat membisu oleh teman-temannya.

“Apa jangan-jangan kau mulai mencintai Hyera.. benar ‘kan?” Lelaki jangkung itu alias Chanyeol meledek Kai.

“Aniyo! Aku hanya tidak mau kehilangan gadis itu sebelum aku bisa merasakan tubuhnya…” Baekhyun dan Sehun menggeleng-geleng tak percaya.

“Terserah apa yang ingin kau lakukan… tapi jangan menyesal kalau nanti perasaanmu pada Hyera menjadi cinta,” ungkap Chen.

Kai mengangkat alisnya sebelah. “Aku tak percaya hal itu… tapi kurasa Hyera mulai jatuh ke dalam pelukanku,”

“Mwo? Maksudmu?” Tanya Xiumin tak percaya.

“Kalian tahu? Kemarin aku mencuri ciuman pertamanya… dan itu sangat menarik,” tawa Kai.

“Apa?”

“YA! Dia membiarkanmu menciumnya?”

“Hentikan saja Kai! Kau sudah bermain terlalu jauh…” nasihat Suho.

“Aniyo… aku tidak akan berhenti sampai aku bisa menjamah gadis itu. Kau tahu ‘kan rasa penasaranku terhadap yeoja begitu tinggi…” ucap Kai, bangga.

“Kai, seorang casaanova dari SOPA…” Chanyeol tertawa, yang lainnya hanya menggeleng-geleng.

“Oh! Aku melupakan sesuatu!” Kai langsung beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke luar.

“YA Kai! Ada apa?” Panggil Lay namun tak dihiraukan oleh Kai. WOLF langsung mengikuti Kai, mengikuti jejak temannya itu.

Kai masuk ke kelas 3-5. Ia mencari-cari seseorang.

“YA Sojin! Kemari kau!” Teriak Kai yang sontak mengundang perhatian banyak orang.

Sojin yang mendengar dirinya dipanggil oleh Kai, buru-buru merapihkan rambutnya lalu menghampiri Kai.

“Wae, oppa?” Sojin memanggil Kai dengan sebutan oppa bukan karena ia lebih muda, melainkan karena ‘oppa’ panggilannya untuk seorang kekasih.

“Apa yang kau lakukan pada Hyera??!!!” Teriak Kai kesal.

Sojin tersentak ketakutan. Ia benar-benar tak menyangka bahwa akan mendapati Kai yang marah-marah pada dirinya.

“Oppa?” Lirih gadis itu.

“Mengapa kau lakukan itu pada Hyera?!!!” Tanya Kai lagi tanpa menghiraukan Sojin yang gemetar ketakutan.

“Gadis murahan itu mencoba merebutmu dariku!” Katanya.

“Sejak kapan aku jadi milikmu?!”

“Sejak malam itu… sejak kau meniduriku!!!” Ungkapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Tak lama, Suho datang dan memisahkan pertengkaran itu.

“Kai, sudahlah…” kata Suho.

Kai terdiam. Napasnya naik-turun menahan kesal pada Sojin. Andai saja Sojin itu seorang lelaki, pasti sudah dilawan oleh Kai. Sayangnya, Sojin seorang gadis. Mau ditaruh ke mana wajah Kai, kalau sampai ia melukai seorang gadis.

Jalan terbaik, ia harus mundur dan mengikuti Suho. Kai pun meninggalkan Sojin.

“Rupanya ini yang membuat uri Kai kesal…” ledek Sehun. Kai hanya menatap tajam Sehun. Maknae itu terdiam seketika. Baekhyun cekikikan melihat tingkah Sehun.

“Sudah, yang penting Hyera ‘kan selamat…” ujar Chen.

“Aku hanya tidak suka melihat mereka mempermainkan mainanku…” Kai membuka suaranya.

“Cih. Mainanmu… Hyera bukan mainan!” Chanyeol berdecak.

“Hyera itu cantik. Mungkin kalau dijadikan mainan ia akan pantas menjadi barbie. Kalau kau menganggap Hyera mainan, berarti kau seorang wanita dong… hanya wanita yang bermain dengan barbie,” ungkap Kyungsoo dan mengundang tawaan dari EXO lainnya. Kai terdiam.

“Benar! Lelaki sejati tidak akan memainkan barbie, Kai.” Kata Sehun.

“Terserah kalian sajalah…” Kai mengacak-acak rambutnya kesal.

Hyera terkejut saat melihat kedatangan Kai. Lelaki itu sudah pulang sekolah. Sementara itu Kai menghampiri Hyera yang sedang menonton TV.

Lelaki itu ikut duduk di samping Hyera. Merasa terganggu, Hyera akhirnya mengambil langkah meninggalkan ruang tamu.

Namun Kai menarik pergelangan tangannya. “Wae?!” Tanya gadis itu.

Tanpa menyahuti Hyera, Kai langsung membawa gadis itu ke dalam pelukannya.

“Aku lelah. Tolong, sebentar saja seperti ini…” Hyera terhenyak, membiarkan Kai memeluk dirinya.

Entah mengapa, ia enggan untuk menolak. Dirinya merasa nyaman seperti ini. Kai memulai aksinya untuk membuat gadis itu nyaman.

Sekali lagi, kalian harus tahu bahwa yang Kai lakukan selama ini untuk Hyera semata-mata agar gadis itu merelakan tubuhnya. Kai tidak peduli bagaimana nantinya gadis itu. Yang ia tahu, Hyera cantik dan ia ingin menikmati tubuh gadis itu.

Kai, si nappeun namja.

 

to be continued…

 

5 thoughts on “Love Story of Nappeun Namja (Chapter 4)

  1. Kyyaaaa kai….lihat saja nanti saat kau sudah sadar bhwa kau jtuh cbta sama hyera…kmu pasti bkl dapet balasan….huft..

    Keren thor next…jngan lama2….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s