ALWAYS WAITING YOU

ALWAYS WAITING YOU

Tittle : Always Waiting You

Author : Song Ji Hyun

Genre : Yaoi, Angst, Romance, etc…

Rate : T

Lenght : Oneshoot

Main Cast : Byun Baekhyun

                     Park Chanyeol.

 

 

Pagi itu, seorang namja SMA  terlihat mengawali harinya yang suram dengan tidak bersemangat. Bangun pagi seperti biasanya,dan ia sudah tak menemukan orang tuanya. Pasalnya kedua orang tuanya sudah berangkat bekerja sebelum ia bangun.

Setelah selesai bersiap – siap, ia lalu keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya yang megah.

“Selamat pagi, Tuan Byun Baekhyun.”. Sapa salah satu pelayan namjanya. “Mobilnya sudah siap tuan.”. Tambahnya. Namja itu hanya tersenyum simpul lalu melangkah keluar dan masuk ke dalam mobil mewahnya yang akan segera melaju ke salah satu SMA ternama di Korea Selatan.

 

 

 

TEEETTT

Bel tanda jam pertama pun dimulai. Beberapa siswa yang sebelumnya berkeliaran di luar pun kini sudah duduk dengan tenang di dalam kelasnya. Begitu pula Baekhyun, yang duduk di kursi paling belakang dekat jendela. Ia memang duduk sendiri di tempat paling jauh dari pantauan guru, jadi ia bisa tidur kapan pun ia mau kalau ia bosan. Sebenarnya ia merupakan siswa pintar bahkan bisa dibilang jenius di kelasnya. Namun, karena kejeniusanya itulah justru ia tak punya teman. Bahkan ia juga tidak peduli apakah ia punya teman atau tidak.

“Selamat pagi anak – anak.”. Sapa Jung seongsangnim. “Hari ini, kelas ini kedatangan murid baru. Nah, sekarang silahkan perkenalkan namamu.”.

Seorang namja tinggi nampak berdiri di samping Jung seongsangnim tampak tersenyum sebelum akhirnya bicara.

“Namaku Park Chanyeol. Aku pindahan dari Incheon. Senang bertemu dengan kalian. Terima kasih.”. Ucap namja itu.

“Nah, Chanyeol kau bisa duduk di sana. Di samping tempat duduk Byun Baekhyun.”. Jelas Jung seongsangnim sambil menunjuk kursi di samping Baekhyun.

“Terima kasih, saem.”.

Namja itu lalu duduk di samping Baekyun. Melihat Baekhyun yang hanya diam saja seperti mayat hidup itu membuatnya semakin penasaran ingin berkenalan dengan Baekhyun.

“Hai. Namaku Chanyeol, kau Baekhyun kan ?.”. Tanya Chanyeol sambil tersenyum ramah. Baekhyun hanya mengangguk lalu mengedarkan pandanganya keluar jendela.

Aku ingin memilikimu untuk pertama dan terakhir perjalanan cintaku

 

 

 

BAEKHYUN

 

Aku tak tahu apa arti dari semua ini. Kenapa kau harus hadir dalam hidupku, Park Chanyeol ?.

Setiap hari selalu bercerita kepaku padahal aku tak menanggapimu sekalipun, menyeretku ke kantin setiap istirahat, mengajakku bicara walau aku tak pernah menjawabmu membuatku semakin tak tahu arti dari semua hal yang aku rasakan. Aku tahu ini semua salah. Kita berdua sama – sama namja. Aku tahu itu dengan jelas. Tapi hatiku mengarahkanku ke arah yang tak ingin kutuju. Setiap kau tersenyum lebar membuat hatiku mencair.  Tubuh yang tinggi menjulang, wajah yang tampan nan rupawan, senyum yang menawan, dan perangai yang menyenangkan membuatku tak bisa menampik semua rasa ini. Maafkan aku, aku harus menjauhimu agar aku tak terjerumus terlalu jauh lagi.

Jangan dekati aku yang akan selalu menyakitimu. Kau yang tak akan bisa kumiliki lebih baik bahagia bersama orang lain daripada harus bersamaku yang akan selalu menyakitimu

 

***

 

 

 

CHANYEOL

 

Sebenarnya apa yang salah denganku ?. Sejak pertama kali aku mengenalnya ia hampir tak pernah bicara. Jujur, aku hanya pernah mendengarnya bicara “iya” sekali. Itu pun saat ia bersama sopir pribadinya. Di luar itu, ia hanya mengangguk atau diam saja jika diajak bicara oleh orang lain.

Tapi, akhir – akhir ini ia seperti benar – benar mengacuhkanku. Biasanya ia masih mau menatapku kalau aku bicara. Kini kenapa ia tak pernah menatapku jika aku bicara. Apa salahku Tuhan dengannya ?.

Apa mungkin ia sudah tahu kalau selama ini aku menyukainya ? Atau ia sekarang sudah jijik padaku sehingga ia menjauhiku ?. Iya, aku tahu semua rasa ini tidak benar. Tapi setiap aku melihat mata sipitnya, bibir tipisnya dan hidung bangirnya membuatku justru semakin menyukaimu, Baekhyun. Walau aku tidak pernah melihatnya tersenyum, tapi aku berjanji akan mengungkapkan perasaanku jika melihatnya tersenyum padaku untuk pertama kalinya.

Izinkan aku melihat senyummu untuk pertama kalinya. Agar aku tahu isi hatimu

***

 

 

 

Pagi ini Chanyeol datang lebih awal dari biasanya, namun ia tak menemukan Baekhyun yang biasanya sudah datang lebih awal darinya duduk melamun di tempat duduknya. Ia berniat keluar dari kelasnya sampai –

BRUGH

Chanyeol menabrak Baekhyun. Ia berniat untuk membantu Baekhyun kembali berdiri, namun Baekhyun segera menampik tanganya.

“Terima kasih, Chanyeol. Tapi itu tidak perlu.”. Ucap Baekhyun sambil menunjukkan senyum simpulnya lalu berlalu.

“Apa ?! Ia bicara padaku ?. Benarkah ?. Ia juga tersenyum padaku ?. Apa ini semua mimpi ?.”. Batin Chanyeol.

 

 

BAEKHYUN

 

Ada apa dengannya hari ini ?. Kenapa hari ini ia terlihat begitu gugup ? Ada apa dengan Chanyeol ?. Aku harap kau baik – baik saja.

***

 

 

Baekhyun akan melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah untuk pulang. Namun tangan seseorang menyeretnya menuju taman belakang sekolah. Mereka berdua lalu duduk di bangku yang ada pinggir danau buatan di taman.

“Aku mau bicara denganmu.”. Chanyeol membuka pembicaraan. Baekhyun hanya diam dan menunduk.

“Aku menyukaimu sejak awal kita bertemu. Aku tahu semua ini salah, kita sesama namja. Tapi aku benar – benar menyukaimu, Baekhyun. Aku mencintaimu.”.

“Aku juga mencintaimu, Chanyeol.”. Lirih Baekhyun.

“Mwo ?!.”. Chanyeol terkejut. Jujur, ia benar – benar terkejut. “Jadi, kau juga menyukaiku ?.”. Tanya Chanyeol memastikan. Baekhyun hanya mengangguk sambil menunduk. Chanyeol menangkup wajah Baekhyun.

“Terima kasih, Baekhyun.”. Chanyeol segera menghilangkan jarak antar keduanya menyatukan bibir satu sama lain. Hati mereka sama – sama bergetar, menandakan sebuah rasa aneh yang beradu dengan detak jantung yang makin berdegup kencang dan deru nafas yang hangat.

Aku takkan pernah menyia – nyiakanmu, sayang.

 

 

 

BAEKHYUN

Hari ini aku akan bertemu dengan Chanyeol di taman belakang sekolah. Namun, sudah 30 menit aku menunggu ia tak kunjung datang.

To : Chanyeol

Kau dimana ?.Aku sudah lelah menunggumu. Aku harap kau tidak lupa dengan janji kita. Cepatlah !. Aku mencintaimu.

 

From : Chanyeol

Tunggu sebentar, ne ?. Akan ada di sana sepuluh menit lagi. Kau bisa menungguku sambil berenang bersama bebek – bebek yang ada di danau jika bosan. Oh ya, aku lupa bukannya kau tidak bisa berenang ?. Jika aku tidak datang dalam waktu sepuluh menit, bacalah pesan ini lagi, maka aku akan datang sepuluh menit setelah kau membaca pesan ini. Tunggu aku ya ?. Aku mencintaimu.

Huh, dasar. Kenapa ia bisa tahu aku tidak bisa berenang bahkan kami baru berpacaran satu minggu ?. Dasar Park Chanyeol bodoh.

***

 

 

 

Setelah satu jam menunggu, akhirnya Baekhyun pulang ke rumah. Baekhyun berpikir mungkin Chanyeol ada keperluan mendadak jadi tidak bisa betemu dengannya. Sampai di rumah, Baekhyun segera menyalakan televisi. Dan –

“Seorang siswa SMA mengalami kecelakaan hingga harus meregang nyawa. Diketahui menurut beberapa saksi bahwa siswa SMA tersebut baru saja keluar dari sebuah toko bunga dan menyebrang jalan hingga tertabrak oleh sebuah truk pengangkut yang melaju cepat. Diketahui dari kartu identitasnya siswa tersebut bernama Park Chanyeol. Kemungkinan besar siswa itu akan melamar kekasihnya karena di tangan korban terdapat sebucket bunga dan sebuah cincin perak yang di dalamnya terukir PCY & BBH.”.

Seluruh badan Baekhyun melemas seiring dengan tetesan air matanya yang mulai deras. Hingga lama – kelamaan ia merasakan semuanya terasa gelap.

Jangan pernah katakan selamat tinggal karena aku akan menahanmu pergi

 

 

SATU TAHUN KEMUDIAN

Baekhyun duduk di bangku taman belakang sekolahnya yang sudah sepi. Hanya beberapa anak bebek yang sudah keluar dari danau lalu beranjak pergi.

To : Chanyeol

Kau dimana ?. Aku kesepian di sini. Kapan kau akan datang ?. Aku merindukanmu. Aku sudah membaca pesanmu ribuan kali namun kau tak kunjung datang. Haruskah aku menyusulmu ?. Aku mencintaimu, Park Chanyeol.

Pesan tidak terkirim

Ya, baekhyun tahu. Ia sangat tahu, kalau kini Chanyeol sudah tak ada ia sudah tak ada di sisinya. Namun, satu hal yang membuatnya bertahan, pesan terakhir Chanyeol menyuruhnya agar menunggunya kembali. Itu prinsip Baeekhyun satu tahun ini, menunggu Chanyeol hingga kembali. Tapi, hari ini ia merasa sudah benar – benar lelah untuk menunggu Chanyeol.

Ia semakin mengeratkan genggamanya pada cincin perak yang ada di tangannya. Ia lalu melangkah perlahan – lahan menuju danau. Hingga akhirnya seluruh badannya terendam air dan nafas terakhirnya berhembus.

Aku menyusulmu, Park Chanyeol. Aku mencintaimu.

 

 

“Seorang siswa berinisial BBH, meregang nyawanya di sebuah danau belakang sebuah SMA ternama di Korea Selatan. Tidak ada satupun saksi dalam kejadian tersebut. Menurut pemeriksaan, korban meneggelamkan diri di lokasi kejadian. Mayat korban baru ditemukan setelah satu minggu kejadian tersebut. Menurut perkiraan, korban adalah kekasih Park Chanyeol, seorang siswa SMA yang meninggal karena kecelakaan satu tahun lalu. Korban diketahui mengalami depresi dan akhirnya menenggelamkan diri.”

 

 

Mungkin ini semua adalah hukuman dari Tuhan karena kita berdua saling mencintai. Atau semua ini adalah hukuman karena dulu aku selalu menyia – nyiakanmu. Maafkan aku. Hanya ini yang bisa membuatku membayar semua pengorbananmu, aku harus menyusulmu. Aku mencintaimu, Park Chanyeol. – Byun Baekhyun

 

END

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s