LOVE KILLER Part 12

img_2460

Title                     : LOVE KILLER

Cast                     :

  • Kim Joon Myun/Suho ( EXO )
  • Kim Sooyong ( OC )
  • Kim Jisoo ( Actor )
  • Shin HyeRa ( OC )

 

Lenght                 : Chapter

Rating                  : T

Genre                   : School Life, Romance

Author                 :   @helloimterra91 & @beeeestarioka

( Cerita ini juga dipublish di https://www.facebook.com/Dreamland-Fanfiction-EXO-Seventeen-Fanfiction-715754941857348/?fref=ts   )

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

Suho dan HyeRa berada di taman belakang sekolah. Mereka sering menghabiskan waktu disini karena HyeRa ingin melihat bunga-bunganya. Kini dia berjongkok agar bisa lebih dekat mencium wangi bunga yang dia suka. Suho duduk dibelakangnya.

 

“Kau tidak mau pergi?”

 

“Aku tidak suka keramaian”

 

“Minji dan Baekhyun mengundang kita semua. Sudah kubilang, kita harus bertoleransi terhadap teman sekelas”

 

“Aku bukan teman mereka” dia menoleh, “Apa kau pernah melihatku mengobrol dengan Minji?”

 

“Tapi kita sudah diundang jadi kita harus datang” paksa Suho. Pokoknya HyeRa harus ikut.

 

HyeRa berdiri lalu berbalik menghadapnya. “Kau saja yang pergi. Mereka temanmu”

 

“Aku punya pacar, kenapa aku harus pergi sendirian? Mereka akan mentertawakanku”

 

“Apa yang mau kau tunjukkan? Kau ingin semua orang melihat Kim Joon Myun yang berkuasa sekarang berhubungan dengan si murid baru yang sombong? Dia telah memenangkan hatinya. Dia dekat dengannya. Dia dalam genggamanmu sekarang. Kau masih terobsesi membuatku tunduk padamu?”

 

Suho berdiri.

 

“Aku tidak perlu ikut kemanapun kau pergi” sambung HyeRa

 

“Kenapa kau berpikir seperti itu? Aku hanya ingin pergi dengan kekasihku sendiri. Apa kau lebih senang melihatku datang dengan perempuan lain? Kau ingin tangan gadis itu yang kugenggam? Lalu pinggangnya yang kupeluk dan tubuhnya yang kujaga. Kau ingin aku seperti itu?”

 

HyeRa menatapnya sebal. Kenapa dia jadi membahas perempuan lain. “Kalau kau punya pilihan kedua pergi saja dengannya” dia ambil tasnya lalu pergi.

 

Suho tidak bermaksud begitu. Dia kejar gadisnya. “Ra~yaa” dia pegang pundaknya ketika sampai. Dia kembali membujuknya dengan lembut, “Sooyong dan Jisoo pergi ke pesta. Kita pikirkan ini sebagai perayaan untuk Sooyong. Bukankah besok dia berangkat ke Jepang”

 

“Kau ingin merayakan kepergian temanmu? Kau senang Sooyong pergi?”

 

Suho mengangkat tangannya lalu mengeram pelan. HyeRa selalu menjawabnya. Sampai kapan mereka akan berdebat.

 

“Bukan begitu, kenapa kau tidak mengerti. Aku hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama bersamamu. Apa hanya aku yang memikirkan hubungan kita? Aku terus berpikir bagaimana aku bisa membuatmu bahagia, aku sangat cemburu melihatmu berdekatan dengan pria lain. Kenapa? Karena aku mencintaimu. Aku menahannya karena aku tidak mau kau menjauh. Berpisah semalam saja membuatku tidak sabar menunggu besok karena aku ingin sekali bertemu denganmu. Apa hanya aku yang merasakan hal itu? Hanya aku yang bahagia dengan kebersamaan kita?” dia menatapnya sebentar. Kemudian dia palingkan wajahnya. Kedua tangannya dipinggang. Dia menarik lalu menghembuskan nafas pelan. Kenapa dia emosi. Seharusnya dia lebih bersabar.

 

HyeRa jadi tidak enak. Dia raih wajah Suho, “Maaf”

 

“Ini tidak bisa diselesaikan han-” HyeRa menciumnya.

 

Mereka saling menutup mata. HyeRa mendominasi ciuman mereka. Suho biarkan HyeRa menghisap bibirnya. Tangannya memeluk leher Suho. Dia menariknya agar tautan mereka semakin dalam. Suho tidak tahu jika HyeRa pintar berciuman. Sebelumnya HyeRa hanya menerima, sekarang dia yang menerima. Dia merasa lebih tenang. Sentuhan HyeRa memberinya perasaan nyaman. Dia semakin tidak ingin melepasnya.

 

HyeRa menarik diri setelah merasa cukup. Mereka bertatapan, “Dengarkan aku dulu” jadi dia mencium Suho untuk membuatnya diam. Dan itu berhasil. Suho masih terjebak dalam dimensi dimana mulutnya terkatup rapat dan telinganya siap mendengar.

 

“Aku tidak mungkin membiarkanmu menciumku jika aku tidak memiliki perasaan yang sama denganmu. Kita memikirkan pasangan dengan cara kita masing-masing. Aku senang mempunyai kekasih yang peduli. Kau perhatian, sangat protektif, dan kecemburuanmu adalah bukti kalau kau mencintaiku. Bukan aku tidak mau menghabiskan waktu lebih lama bersamamu, tapi aku tidak mau kau hanya terjebak denganku”

 

Suho menempelkan kening mereka. “Aku mengerti”. HyeRa tidak ingin kebebasan yang merupakan gaya hidupnya berubah hanya karena dia mempunyai pasangan. Dia punya cara sendiri untuk membuatnya bahagia. Mereka harus saling memahami. Dia cium kening HyeRa. “Jadi, kau mau kan pergi malam ini?”

 

HyeRa memutar bola matanya malas, dia tidak akan bisa menolak pria ini, “Baiklah”

 

Suho tersenyum. HyeRa yang melihatnya tidak bisa tak tersenyum. Setelah itu dia tertawa kecil.

 

Suho memeluk pinggang HyeRa lalu mendekatkan tubuh mereka. Kemudian dia menciumnya. Nampaknya mereka akan pulang terlambat hari ini. Keduanya aktif dalam pagutan yang memabukkan. Suho dan HyeRa selangkah lebih maju untuk saling memahami satu sama lain.

 

 

 

………………………………………………….

 

 

 

Ballroom hotel mewah milik orang tua Baekhyun disulap menjadi ruang disko. Berbagai macam makanan dan minuman tersedia dimeja yang tersusun dengan sangat rapih. Para tamu yang duduk tetap asyik menikmati beragam permainan yang tersedia. Tidak lupa dengan alunan musik yang dimainkan DJ Park Chanyeol menambah kesan bahagia acara malam ini.

 

Kedua pasangan yang tengah berbahagia yaitu Park Minji dan kekasihnya, Byun Baekhyun, terus menyunggingkan senyum sembari berkeliling menyambut teman-temannya. Sekali-kali Minji menyuruh Baekhyun mengabadikan setiap momen melalui kamera polaroid yang sengaja Baekhyun bawa dalam genggamannya.

 

Tak lama Suho datang bersama HyeRa. Untunglah pada akhirnya Suho berhasil mengubah pikiran kekasihnya. Meski HyeRa sedikit enggan tapi sebisa mungkin dia membuat dirinya nyaman. Setidaknya dia melakukan ini untuk Suho. Selagi Suho berbasa-basi dengan pemilik acara, HyeRa berniat mengambil minum sekaligus mencari keberadaan Sooyong dan dia tersenyum lega begitu sosok yang dia cari baru saja datang.

 

Gadis berambut panjang itu masuk dengan wajah sedikit muram tapi semuanya seakan tak menjadi masalah karena penampilan Sooyong dengan gaun pendek diatas lutut berwarna peach yang membalut tubuh seputih susu serta rambutnya yang dia ikat kesamping sangat menarik perhatian.

 

Sang DJ, Park Chanyeol, tersenyum sumringah ditambah tak ada sosok Jisoo yang biasanya setia mendampingi Sooyong membuat sebagian orang bertanya-tanya akan keberadaan Jisoo.

 

“Kemana pacarmu? Tumben sekali dia tidak disampingmu. Apa ka-”

 

“Ji, lebih baik kita mulai saja pestanya” Baekhyun memotong pembicaraan Minji. Dia menatapnya penuh arti hingga gadis itu mengangguk patuh.

 

“Baiklah teman-teman. Sebelumnya aku ingin berterima kasih atas waktu kalian untuk datang ke pesta berbaikannya kembali hubungan Park Minji dan Byun Baekhyun~~~”

 

“Sekarang nikmati saja pestanya. Buatlah diri kalian senyaman mungkin dan ingat, DILARANG MEMBAWA MINUMAN BERALKOHOL!” pria berwajah imut itu menekan kalimatnya sembari melirik Chen dan Xiumin yang berdiri disampingnya membuat kedua sahabat itu sedikit melayangkan protes pada sang empunya acara.

 

“Yah, Byun Baekhyun, bagaimana bisa kau berkata seperti itu? Ini bukan acara perpisahan sekolah!”

 

“Santai sedikit, Baekhyun. Kenapa kau begitu kaku hah?”

 

“Tidak ada tapi-tapian. Aku mengawasi kalian berdua! Awas saja pokoknya” ancamnya pada dua lelaki tersebut.

 

Setelah itu HyeRa mendekati Sooyong yang kini berdiri dibalkon seorang diri. Gadis itu menyesap minumannya dengan enggan. Pandangannya menatap kosong kedepan.

 

“Kau tidak apa-apa?”

 

“Hm?”

 

“Kau datang sendiri? Bagaimana bisa?”

 

“Dia mungkin terlambat. Biarkan saja” Sooyong tersenyum kecut. Dia masih kesal dengan sikap Jisoo di butik. “Aku tidak menyangka kau datang”

 

“Aku terpaksa. Aku tidak ingin dicereweti Suho”

 

“Sabar saja menghadapi kecerewetannya”

 

“Kau benar, dia itu lebih cerewet dari seorang ahjumma”

 

Sontak keduanya tertawa. Kemudian Chanyeol melewati mereka. Lagi-lagi Chanyeol menatap Sooyong dingin membuat gadis itu merasa tak enak. Dia teringat pembicaraannya dengan Suho di sekolah.

 

“Park Chanyeol, tunggu!” Sooyong berpamitan pada HyeRa sebelum dia menyusul pria jangkung itu.

 

 

 

………………………………………………

 

 

 

“Park Chanyeol, tunggu!” Sooyong menangkap tangannya, “Kau masih marah padaku?”

 

Chanyeol menatapnya dingin.

 

“Park Chanyeol, berhentilah bersikap seperti ini. Sejak ditinggal Kyungsoo, kau jadi sangat aneh. Kenapa? Kau sedih? Kau kesepian? Jika kau ingin menangis, menangislah. Kupinjamkan pundakku untukmu”

 

“Kau yang aneh!” balas Chanyeol tidak terima yang disambut tawa Sooyong yang terdengar senang.

 

“Akhirnya kau bicara juga” dia tepuk lengannya, “Aku lebih senang melihatmu membicarakan hal-hal konyol daripada menatapku dingin seperti itu”

 

Chanyeol tidak lagi menanggapinya. Sebenarnya dia kesal pada dirinya sendiri. Dia menyukai Sooyong. Dia mencintai gadis ini sejak dulu. Cintanya yang dia pendam selama 5 tahun tapi dia tidak pernah bisa meraihnya.

 

Pertama, karena pertunangannya dengan Kyungsoo. Setelah berpisah dengan Kyungsoo ternyata dia berpacaran dengan Jisoo. Seperti belum puas takdir mempermainkannya, besok Sooyong pindah ke Jepang. Gadis itu akan tinggal bersama Ayah yang sejak dulu dia impikan. Mereka semakin jauh. Dia tidak bisa melihatnya dari dekat lagi.

 

“Apa kau juga akan merasa kehilangan setelah aku pergi?” pertanyaan Sooyong mengambil perhatian Chanyeol. Sooyong tersenyum dengan manisnya. Wajah Chanyeol tersipu ketika lengkungan bulan sabit itu terpantul dalam kornea matanya. “Aku minta maaf karena tidak memberitahumu. Seharusnya aku bilang, kita kan teman”

 

Chanyeol semakin sulit menjawab. Sooyong mengajaknya bicara lebih lembut. Jantungnya berdegup cepat.

 

“Kau sudah mengepak barangmu?”

 

Sooyong mengangguk.

 

“Kau harus berhati-hati, banyak orang jahat disana. Jangan sembarangan berteman”

 

Sooyong menarik senyumnya dan mengangguk lagi.

 

“Kau harus menjaga dirimu, Kim Sooyong. Jauhi orang seperti kami. Bertemanlah dengan rakyat biasa”

 

Tawa Sooyong lepas mendengar Chanyeol mengejek dirinya sendiri. Orang seperti kami yang dia maksud adalah dirinya beserta Suho, Kyungsoo, dan yang lain yang telah membuat hirarki di Genie. Ternyata laki-laki bertubuh tinggi ini sadar kalau dia itu menyebalkan. “Kau begitu peduli padaku. Apa kau sangat mencintaiku?”

 

Jantung Chanyeol berhenti berdetak.

 

 

 

…………………………………………………….

 

 

 

Sepeninggalan Sooyong, Xiumin dan Chen menghampiri HyeRa, “Kau mau?”

 

HyeRa melihat minuman dalam gelas kecil kemudian menatap keduanya dengan malas, “Kau mau mati?”

 

“Apa maksudmu?” tanya Chen tidak mengerti.

 

“Kau ingin diusir Baekhyun dan Minji, dipukul temanmu Suho, atau dibunuh olehku?” tatapnya tajam, “Aku tidak minum alkohol!”

 

Chen dan Xiumin tersenyum canggung. Mereka tidak bisa membodohi HyeRa. “Aku hanya menawarkan. Mungkin saja kau mau” elak Xiumin.

 

HyeRa pasrah dengan sikap mereka yang senang mengusili orang lain.

 

“Apa kau menikmati pestanya?” Minji datang bersama Baekhyun dan Haneul.

 

“Yak! Apa yang kalian bawa?” selidik Baekhyun curiga.

 

“Ini hanya teh, Byun Baekhyun” Xiumin segera menaruh gelasnya dimeja terdekat. Tapi Baekhyun masih melayangkan kecurigaannya.

 

“Pestanya cukup meriah” jawab HyeRa secukupnya.

 

“Kau harus berbaur, HyeRa. Kau tidak datang kemari hanya untuk berdiam dipojokan”

 

“Aku tidak mau berada dalam sorotan lampu karena aku pasti langsung jadi bintang utama dan menyingkirkan pemilik pesta”

 

“Hh, kau memang sombong”

 

“Terima kasih atas pujiannya”

 

Minji dan HyeRa belum bisa akur meski Baekhyun coba mencairkan suasana. Padahal mereka menghampiri HyeRa untuk menjalin keharmonisan antar tamu dan yang punya acara. Tapi ternyata, sangat sulit untuk Minji dan HyeRa.

 

“Apa aku terlambat?” suara malas yang terdengar familiar itu disambut ekspresi bahagia oleh HyeRa.

 

“Sayangku, Jisoo~” dia nampak senang. HyeRa merasa kalau dia tidak sendirian lagi. Dia dan Jisoo adalah orang yang sejak awal tidak mau berada ditempat ini.

 

“Apa katamu?” pertanyaan penuh penekanan yang dilontarkan laki-laki dibelakang Jisoo dengan wajah ditekuk serta aura membunuh yang mengelilinginya membuat HyeRa melepaskan rangkulannya dilengan Jisoo. Dia tersenyum kaku.

 

“Kau dari mana, Bokdong? Sejak tadi Sooyong sendirian” ucap Baekhyun mengalihkan.

 

“Dimana Sooyong?”

 

“Mmm. Ah itu, disana bersama Chanyeol”

 

Begitu menemukan gadisnya Jisoo langsung mengangkat kaki untuk mendekati Sooyong. Chen dan Xiumin ikut dibelakang Jisoo, mereka merasakan tanda bahaya. Baekhyun juga membawa Minji dan Haneul menjauh karena merasakan hal yang sama. Kini tinggalah Suho dan HyeRa.

 

Laki-laki berwajah malaikat yang memiliki ekspresi dingin layaknya iblis itu terus menuntut HyeRa atas ucapannya.

 

 

 

…………………………………………………….

 

 

 

“Kau begitu peduli padaku? Apa kau sangat mencintaiku?”

 

Pertanyaan Sooyong membuat Chanyeol terkejut. Sesaat dia terdiam untuk menghilangkan kegugupannya. Otaknya terus bergelut untuk menjawab atau tidak pertanyaan yang seharusnya dia ungkapkan sejak 5 tahun yang lalu.

 

Dia menatap Sooyong yang tengah menanti jawaban atas pertanyaannya.

 

“Eung” mulutnya begitu kaku. Dia membuang mukanya kearah lain, menghindari tatapan Sooyong yang masih menunggu jawaban darinya. Sosok Jisoo sang pemilik gadis dihadapannya terlihat berjalan kearah mereka.

 

“Selamat tinggal, Sooyong” Chanyeol tersenyum pahit. Dia tepuk pelan pundak Sooyong dan gadis itu hanya diam menatap Chanyeol dengan ketidakmengertiannya. Chanyeol menyerah atas perasaannya pada Sooyong. Dia berpikir kebahagiaan Sooyong lebih penting ketimbang perasaannya. Dia tidak pantas bersamanya karena dia tidak bisa melakukan apa-apa saat gadis itu dalam bahaya. Yang ada Chanyeol menambah penderitaannya dengan ikut menganggunya meski dia terpaksa.

 

“Jangan marah padaku, Jisoo. Sooyong yang datang menghampiriku” ucap Chanyeol begitu sosok laki-laki itu dekat dengan keduanya.

 

Saat Chanyeol menyebut nama Jisoo, wajah Sooyong terlihat sumringah. Pelan dia memutar tubuhnya dan gadis itu sangat terkesan dengan penampilan Jisoo yang terlihat berbeda. Pakaian yang dia pilih di butik telah dipakai oleh laki-laki itu tanpa sepengetahuannya. Wajah yang biasanya terlihat dingin dan sinis kini bertransformasi menjadi sosok Jisoo yang manis dengan poni yang diturunkan menutupi kening.

 

Xiumin dan Chen yang tidak jauh disekitar mereka berjaga-jaga apabila Chanyeol dan Jisoo berakhir dengan perkelahian.

 

“Aku tidak marah. Aku ingin mengucapkan terima kasih karena telah menemaninya” ucapan Jisoo penuh ketulusan meski raut wajahnya tetap dingin seperti biasa.

 

Sepertinya kekhwatiran Xiumin dan Chen tidak terbukti. Keduanya pun menyambut Chanyeol yang patah hati. Mereka membawa pria itu kembali menikmati acara pesta.

 

Kini tinggalah pasangan ini dalam diam.

 

“Maaf”

 

“Tidak apa-apa, yang penting kau datang”

 

Jisoo menarik gadis itu agar tubuh mereka berdekatan.

 

“Wae?” tanya Sooyong gugup. Dia bahkan tidak berani menatap Jisoo langsung.

 

“Katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku?”

 

“Eung~ Kita selesaikan acara didalam setelah itu berkencan denganku” Sooyong menunduk. Dia nampak malu saat mengatakannya.

 

“Baiklah. Kau mau berdansa denganku nona?” Jisoo mengulurkan tangannya, sejenak Sooyong merasa geli dengan sikap Jisoo yang tidak seperti biasa. Segera Sooyong mengangguk lalu menyambut uluran tangan Jisoo dengan hati bahagia.

 

Musik nan romantis menambah suasana malam yang penuh cinta. Terkecuali Chanyeol yang duduk dipojokan sambil merenungi nasib cintanya yang berakhir tragis ditemani Xiumin dan Chen yang sedari tadi setia menghiburnya.

 

 

 

……………………………………………………..

 

 

 

“Kau ini kenapa, HyeRa? Apa kau benar-benar lebih melihat Jisoo daripada aku!”

 

“Kau terlihat semakin tampan saat marah”

 

“Kau sengaja? Kenapa kau selalu memancing kemarahanku?”

 

“Aku hanya salah bicara. Itu karena aku bosan disini”

 

“Aku tidak tahu lagi” Suho menghindari tatapan mereka. “Kau bahkan belum pernah bilang kalau kau mencintaiku” lirihnya pelan. Dia lelah. Dia telah berupaya membuat HyeRa menyukainya. Dia juga jujur akan perasaan yang baru pertama kali dia rasakan. Gadis yang sudah membuatnya kacau sejak pertemuan pertama mereka. HyeRa begitu rumit.

 

“Kau masih belum percaya padaku?”

 

Suho tidak menanggapi. Dia semakin menghindarinya.

 

HyeRa tersenyum. Sikap laki-laki ini seperti anak kecil. Dia raih wajah Suho kemudian mempertemukan mata mereka, “Dengar dan kali ini percayalah padaku” setelah mengatakannya dia berlalu.

 

HyeRa mendekati panggung yang sebelumnya dipakai Chanyeol. Ada band disana. Sekarang sedang mengalun musik nan lembut yang mengiringi banyak pasangan berdansa. Dia naik keatas panggung. Dia tersenyum kepada para pemain band sekedar meminta ijin. Dia ambil gitar yang mengganggur kemudian dia duduk dikursi yang terdapat standing mic didepannya.

 

HyeRa melihat Jisoo dan Sooyong di lantai dansa. Mereka melempar senyum ketika saling menemukan. Lalu HyeRa melihat Suho. Suho penasaran dengan apa yang akan HyeRa lakukan.

 

HyeRa juga menarik senyumnya untuk Baekhyun dan Minji, “Selamat malam semuanya. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Baekhyun dan Minji, dan juga, aku turut berbahagia atas bersatunya kembali hubungan kalian. Tenang, Ji. Aku tidak akan mengacaukan pestamu” HyeRa menyadari ekspresi Minji yang masam ketika melihatnya mengambil alih mic. Dia pasti berpikir kalau HyeRa akan membuat masalah. Mengingat mereka baru saja beradu mulut.

 

“Aku ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk mengiringi kemesraan kalian. Aku yakin suara merduku mampu membuat suasana romantis menjadi semakin penuh cinta” candanya. Satu sisi HyeRa yang baru diketahui oleh seluruh Genie, ternyata gadis ini suka bercanda. “Dan lagu ini adalah ungkapan perasaanku untuk seseorang yang selalu berada disampingku. Dia yang paling mengkhawatirkan aku dan dia yang paling panik setiap aku menghumbar hal-hal manis kepada laki-laki lain” HyeRa menatap Suho. Dia tersenyum dengan manisnya, “Kali ini percaya padaku, Joon Myun”

 

HyeRa mulai memetik gitar.

 

“I do believe All the love you give,

All of the things you do~

Love you… Love you…

I’ll keep you safe don’t you, worry~

I wouldn’t leave wanna keep you near,

Cause I feel the same way too~

Love you.. Love you…

Want you to know that I’m, with~ you

 

I will love you and love you and love you,

Gonna hold you and hold you and squeeze you,

I will please~ you~ for all times,

I don’t wanna lose you and lose you and lose you,

Cause I need you I need you I need you,

So I want you to be my baby,

You’ve got to understand, My love~~~”

 

Lagu berjudul Love Song milik Bumkey & Rhythimking yang dicover oleh HyeRa mengiring romansa pasangan yang berdansa. Dia membuktikan ucapannya. Jisoo dan Sooyong nampak menikmati persembahan HyeRa. Dan Suho tersentuh olehnya.

 

HyeRa mengutarakan perasaannya didepan seluruh Genie.

 

HyeRa memainkan petikan gitar sebelum mengakhiri lagunya. Dia terus menatap Suho selama bernyanyi. Lagu ini memang untuknya. Dia mencintai laki-laki yang awalnya tidak dia suka. Tapi kini, dia sangat mencintainya.

 

Riuh tepuk tangan menggema begitu petikan gitar HyeRa berakhir. Semua pengunjung merasa puas termasuk Baekhyun dan Minji.

 

Suho melangkah mendekati panggung. Dia tidak bisa diam disaat HyeRa mengumbar perasaannya. Dia juga ingin menunjukkan seberapa besar cintanya kepada gadis itu. Dia menaiki panggung. Keduanya saling tersenyum begitu mereka berpapasan. Suho duduk menghadap piano yang berada disisi kiri HyeRa. Gadis itu memperhatikannya. “Love you” Suho menangkap gerakan bibir HyeRa mengatakan itu padanya.

 

“I love you more, Ra~yaa” balas Suho dengan mic hingga seluruh Genie dapat mendengarnya. Dia mainkan pianonya.

 

“Nae saengae gajang areumdaun sunganeun,

Neol manna nunbusige saranghaetdeon sungandeul!

Ije na a~ra neoraneun saram,

Nae saengae gajang keun seonmul”

 

Band yang mengenal alunan yang dibawakan Suho ikut pengiringi persembahannya. Lagu berjudul Present milik K.Will kini bergema sebagai balasan dari Suho untuk HyeRa. Backsinger mengambil alih bagian Rap.

 

Chanyeol menatap nanar kearah panggung. Dia merasa iri kepada Suho dan HyeRa yang bisa terang-terang mengungkapkan perasaannya. Bahkan mereka tidak malu mengatakannya didepan umum.

 

Xiumin dan Chen yang menyadari itu menyodorkan minuman beralkohol kepada Chanyeol. Tanpa pikir panjang, Chanyeol menerima dan langsung meneguknya sampai habis. Dia tidak sadar minuman seperti apa yang diberikan kedua temannya yang jahil. Xiumin dan Chen terkekeh senang. Chanyeol terus meneguknya.

 

“Nugu boda saranghanikka~ Aaa~~~”

 

(Geu eotteon mallodo neol pyohyeonhagin bujokhae) – Rap

 

“Isesang gajang areumdaun sarameun,

Neorago sucheon beoneul mareul haedo bujokhae~

Eolmana neo~reul saranghaneunji,

Yeongwonhi gareuchyeo julge~”

 

Tepuk tangan tidak kalah meriah saat Suho menyelesaikan lagunya. Suho dan HyeRa tersenyum bahagia. Mereka berdua merasakan dan memikirkan hal yang sama.

 

Suho berdiri. Dia mendekati HyeRa. Dia tatap matanya sebelum mencium kening HyeRa dengan lembut. Siulan serta seruan untuk keduanya terlontar begitu ramai.

 

Minji nampak kesal karena HyeRa mengambil alih pestanya.

 

“HyeRa benar, seharusnya dia tidak berada dalam sorotan lampu karena dia langsung jadi bintang utama”

 

“Haneul!”

 

Haneul langsung menutup mulutnya.

 

DUG DUG DUG DUG DUG DUG! DANG!!!

 

Bunyi dentuman drum membuat suasana yang tadinya riuh menjadi tenang. Chanyeol yang nampak tidak fokus itu tersenyum lebar.

 

Sooyong menyadari keanehan Chanyeol, “Dia mabuk”

 

Jisoo melihat Sooyong dan Chanyeol bergantian.

 

Tanpa aba-aba, Chanyeol memukul drum dan memainkan sebuah lagu.

 

“Well if you wanted honesty, that’s all you had to say.

I never want to let you down or have you go, it’s better off this way.

For all the dirty looks, the photographs your boyfriend took,

Remember when you broke your foot from jumping out the second floor?

 

I’m not~ okay,

I’m not okay~

I’m not okay~~~

You wear me out”

 

Xiumin dan Chen ber-high five. Mereka berhasil membuat Chanyeol jujur mengutarakan perasaannya. I’m not Okay dari My Chemical Romance.

 

 

 

 

 

tbc ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s