Unlogical Time? #7

img_2458

Unlogical Time? #7

Author : Blue Sky

Rating : PG-15

Length : Multichapter

Cast : Oh Sehun & Song Daera (and Other cast)

Genre : Fantasy, Married Life

Unlogical Time?

~*~

Terlihat sakura yang berterbaran, mengayun di sapu oleh angin yang sejuk. Daera mengerjap memandangi pohon sakura tersebut. Padang rumput terbentang luas, gadis mungil itu kebingungan “di mana ini?”

Sepi, itulah suasananya. Tidak ada satu orang pun yang terlihat di sekitaran padang rumput luas tersebut dan juga pohon sakura besar yang indah memekarkan bunga.

“eonni” suara samar terdengar. Daera terkejut, ia mencoba mengikuti sumber suara tersebut.

“Na ra?” Matanya terbelalak, mengenali gadis kecil yang ia temui terakhir kali sebelum memasuki masa depan. Gadis itu tersenyum riang padanya, ia tengah menduduki ayunan. Memakai dress putih selutut dan Rambut panjangnya mengayun mengikuti hembusan angin “eonni masih mengingatku?”

“kau..? Apa yang kau lakukan padaku? Dan.. Ini.. Di mana?” Daera tak tahu harus bertanya apa pada gadis kecil itu. Begitu banyak pertanyaan di benaknya namun entah mengapa ia tidak bisa mengeluarkan semuanya.

“kurasa sudah cukup eonni melihat masa depan”

“Apa? Sebenarnya kau siapa?”

“Aku?” gadis kecil yang bernama Na ra itu tertawa kecil “tidak penting mengetahui aku siapa, tapi? Apa eonni bahagia?”

“Apa? Bahagia?”

Na ra mengangguk, gadis kecil itu menginjakkan kaki mungilnya pada rerumputan hijau. Ia melangkahkan kaki dengan perlahan hingga sampai pada hadapan Daera “aku akan mengembalikan eonni ke masa yang seharusnya eonni jalani”

Daera masih terlihat kebingungan “kau akan mengembalikanku?”

Na ra mengangguk sekali lagi “tunggulah, aku akan mendatangi eonni”

Gadis kecil itu perlahan menghilang seperti serpihan kaca yang lenyap dalam hembusan angin. Daera terkejut, ia mencari sosok gadis yang bernama Na ra tersebut namun nihil

“Na ra-ah. Ya! Kau di mana” teriaknya

 

“Daera.. Daera!!” Suara samar terdengar namun suara tersebut semakin terdengar jelas

Daera terkejut, merasakan bahunya yang di goncang. sontak Ia menengok dan mendapati Sehun tepat berada di sampingnya dengan ekspresi khawatirnya. “kau tidak apa-apa?”

Daera mengerjap, menyadari dirinya yang sedang terbaring di ranjang. Sedetik kemudian ia menyadari dengan wajah Sehun yang hanya berjarak 5 centi darinya “Ya! Menjauhlah” pekiknya

Gadis itu segera bangkit “apa kau bermimpi buruk?” tanya Sehun

“ti.. Tidak” tepisnya

“kau terus saja bergumam dari tadi, dan kau memanggil nama Na ra. Siapa dia?”

Daera terdiam sesaat, ia tidak mengerti mengapa bisa berminpi hal aneh seperti itu “bukan siapa-siapa” jawabnya singkat. Ia segera beranjak dari

Ranjang dan melangkahkan kaki menuju toilet.

“ahh, mungkin ini pengaruh mengidam. Siapa Na ra? Apa dia menginginkan anak perempuan?” Sehun masih terbingung namun ia segera menepis pemikirannya “sudahlah” dan kemudian beranjak dari ranjang.

~*~

Seperti biasanya, akitivitas mereka di pagi hari yaitu sarapan. Terlihat Sehun, Daera dan juga Daehun yang duduk manis sambil menyantap roti panggang “mungkin aku lembur hari ini” ucap Sehun memecahkan keheningan

Daera hanya mengangguk kecil terlihat tak bersemangat Bahkan gadis itu sama sekali tidak menengok pada Sehun

“Tapi.. Aku berusaha akan pulang cepat” lanjut Sehun dan hanya di balas oleh anggukan lagi

“kau tidak apa-apa?”

“hmm” jawab Daera singkat.

Suara ponsel terdengar, Sehun segera meraih ponselnya dan dengan cepat menekan tombol hijau “Ne, saya akan segera ke sana” jawab Sehun dan segera menutup sambungan teleponnya.

Lelaki itu menegapkan tubuhnya, ia meraih jas yang di letakkan pada sandaran kursi. “Aku harus pergi sekarang” ucapnya pada Daera dan seperti biasanya ia mengecup kening istrinya itu. Sikapnya tersebut sudah menjadi kebiasaan untuk Daera, sehingga gadis itu tidak lagi terkejut. “Daehun-ah, cepatlah”

Daehun memasang tas ranselnya dengan mantap, Ia tersenyum riang dan melambaikan tangan pada Daera “ibu, aku pergi dulu. Anyyeong”

Daera melambaikan tangan “eo, hati-hatilah”

 

Gadis mungil itu memandangi punggung Sehun yang semakin menjauh dan berlalu. Entah mengapa ia merasa ada yang janggal, apalagi jika menatap wajah Sehun. Sesuatu seperti merasuki dirinya dan ia merasa akan hilang jika tidak menatap wajah lelaki tersebut.

~*~

 

Daera kembali memasuki kamarnya, suasana sepi kembali menghampiri. Ia menatapi kamar yang luas tersebut dan kembali mengingat mimpi aneh di mana ia bertemu dengan gadis kecil yang bernama Na ra “bukankah maksudnya aku akan kembali ke masa lalu?” gumamnya

Seharusnya Daera merasa senang jika ia akan kembali ke masanya dalam waktu cepat. Namun entah mengapa ia merasa sesuatu menjanggal di hatinya. “ada apa denganku?”

 

Gadis itu tidak tinggal diam, ia membuka lemari pakaian yang berwarna putih tulang tersebut. Matanya tertuju pada sebuah kotak bermotif bunga sakura dan tentu saja berwarna pink. Sebenarnya sudah sejak lama ia mendapati kotak tersebut, namun ia tidak berniat untuk membukanya sama sekali. Tapi kali ini ia sangat yakin untuk membuka kotak tersebut.

Dengan perlahan ia membuka kotak itu, keningnya berkerut samar. Hanya ada sebuah foto dan juga sebuah kalung berhiaskan berlian putih pada ujung rantainya.

Ia memperhatikan foto tersebut yang terdapat dirinya dan Sehun sedang tersenyum manis. Dirinya yang memakai Gaun cantik sambil memegang buket bunga mawar merah dan juga Sehun yang memakai setelan jas, kemudian ia membalikkan fotonya di mana terdapat sebuah tulisan

 

20 februari adalah hari yang spesial bagi kita. Terima kasih untukmu yang telah menjadikanku seseorang spesial di hidupmu.

I love you Oh Sehun

 

“Apa aku yang menulis ini? 20 februari? Bukankah itu besok?”

Suara dering ponsel mengejutkan Daera, Ia segera meraih ponselnya di atas meja nakas. “Minri? Apa aku menyimpan nomornya?” tanpa basa basi, ia segera memencet tombol hijau

“yeoboseyo?”

“Anyyeong haseyo Daera-ssi” terdengar suara Minri di ujung sana

“Ne”

“Apa aku mengganggumu Daera-ssi?”

“oh? Tidak sama sekali. Kenapa?”

“bisakah kita bertemu sebentar? Aku akan menjemputmu. Hanya untuk berbincang”

“oh. Ne, baiklah. Jam berapa?”

~*~

Tak berselang lama, sebuah mobil silver memasuki halaman rumah Daera. Terlihat Minri keluar dari mobil tersebut, seperti biasanya penampilannya selalu terlihat elegan dan cantik. Ia melangkahkan kaki dan menyambut Daera dengan senyuman manisnya “Maaf, aku mendadak memintamu seperti ini”

Daera hanya tersenyum tipis “ah tidak apa-apa”

“Baiklah, bisa kita pergi sekarang?” ucap Minri dan di jawab anggukan oleh Daera.

Mereka berdua pun segera memasuki mobil yang terbilang mewah tersebut. Minri melajukan mobilnya dengan mantap dan menyusuri jalan di kota seoul tersebut.

“Aku dengar anda sedang mengandung anak ke dua?” Minri membuka pembicaraan

“ya, begitulah” Daera mengusapi perutnya yang masih datar

“selamat untukmu, akhirnya Daehun akan segera mempunyai adik” ujar Minri dengan nada lembutnya

“kamsahamnida”

“Sehun pasti sangat bahagia kan? Begitu pula dengan kau”

Daera hanya bisa mengangguk

Mereka telah sampai pada tujuan, di tempat sebuah restoran bergaya eropa. Minri segera memarkirkan mobilnya tersebut “oke, kita sudah sampai”

Daera hanya mengangguk. Mereka berdua pun memasuki restoran tersebut dan menduduki kursi yang menghadap pada jendela besar sehingga bisa terlihat suasana di luar.

“pesanlah makanannya, biar aku yang bayar” tawar Minri

Daera memesan Nicoise Salad sedangkan Minri Croissant (roti khas prancis)

Sambil menunggu mereka pun meminum jus dan berbincang “apa kau tidak masuk kantor hari ini?” tanya Daera

“tidak, aku mengambil cuti hari ini”

Kening Daera berkerut samar “kenapa?”

“hanya ingin saja” jawabnya singkat dan kembali menyeruput jus apple nya

“Sehun-ssi hari ini lembur kan?” lanjutnya

Daera mengangguk “Ya, sepertinya dia sibuk”

“tentu saja dia sangat sibuk. Tapi aku tidak sangka dia sampai berani meninggalkan rapat hanya untuk dirimu”

Daera hanya tertawa kecil “eo”

“oh iya, bukankah besok adalah hari pernikahan kalian?”

Daera semakin curiga, kenapa ia bisa mengetahui hari pernikahannya dengan Sehun? Sebenarnya siapa dia?

“eo, kau benar. Sepertinya kau tahu banyak tentangku dan Sehun”

Minri terkekeh “tidak juga”

~*~

Sehun terlihat sangat sibuk, ia hanya fokus pada berkas yang bertebaran di atas meja kerjanya. “Di mana Minri?”

“Dia mengambil Cuti” Jawab Xiumin

“cuti? Di saat seperti ini?” Sehun mendengus kasar. “dia cuti hanya untuk hari ini” lanjut Xiumin

Kening Sehun berkerut samar. Mengambil cuti untuk satu hari? Tapi untuk apa?

Seketika ia teringat sesuatu, Ia segera meraih ponselnya dan sejenak meninggalkan pekerjaannya

“yeoboseyo?” terdengar suara Daera di ujung sana

“Kau di rumah?”

“tidak, aku sedang di restoran bersama Minri”

“Apa? Minri?” Sehun menghela nafasnya, ia memjiti pelipis matanya perlahan “Segeralah pulang sekarang. Aku akan menyuruh Zitao untuk menjemputmu”

“Tapi..”

“Menjauhlah darinya, di mana letakmu sekarang?

“….”

~*~

Daera menutupi ponselnya, Ia sedikit terkejut dengan sikap Sehun yang tiba-tiba menyuruhnya untuk segera pulang. Dengan enteng ia kembali menyantap saladnya, terlihat Minri yang mendatangi Daera setelah beberapa menit lalu ia memasuki toilet.

“Maaf, apa aku lama?” Tegur Minri

“ahh tidak”

“Kurasa aku akan segera pulang, pengawalku sedang menjemputku” lanjutnya

Minri hanya mengangguk “oh begitu, kurasa waktu kita berbincang hanya sebentar”

“Maaf, tapi mungkin lain kali kita bisa berbincang lagi”

Minri mengangguk setuju. “Tapi.. Aku ingin berpesan padamu Daera-ssi”

“Ne? Apa?”

“Jagalah Daehun dan juga anak yang di kandungmu dengan baik, kuharap kelak kau bisa menghadapi kenyataan”

Daera sama sekali tidak mengerti apa yang di maksud wanita di hadapannya itu “Maksudmu?”

Tak berselang lama sebuah mobil hitam mewah terparkir tepat di depan restoran. Daera menoleh “kurasa aku harus pergi sekarang” Ia segera membungkuk pada Minri dan berlalu meninggalkannya. Minri menatap punggung Daera yang semakin menjauh.

 

“berbincang denganmu lagi?” seketika Minri terkekeh “Kuharap tidak”

~*~

 

Daera tengah berada dalam mobil yang di kendarai oleh salah satu pengawalnya yang bernama zitao, suasana hening membuat Daera merasa canggung

“Nyonya, ibu anda tengah berada di rumah sekarang” Ujar Zitao

Daera sedikit terkejut “Ne? Apa dia sudah lama berada di rumah?”

“tidak juga nyonya” jelasnya

Daera mengangguk mengerti, ia menengok pada jalan memperhatikan mobil yang berlalu lalang. Namun seketika matanya tertuju pada sebuah kupu-kupu, warnanya sangat tidak familiar. Kupu-kupu itu berwarna putih dan mengikuti jalur di mana mobil Daera lewat.

Hal itu membuatnya memikirkan sesuatu yang mistis dan membuat bulu kuduknya merinding “aneh”

 

“oh iya, zitao-ssi. Bisakah kita menjemput Daehun sekarang?”

Zitao segera mengangguk “baiklah Nyonya”

Zitao memutar balik jalur mereka menuju taman kanak-kanak jisu

 

Daera kembali berkhayal dengan apa yang dihadapinya. Dari pertama saat ia memasuki masa depan ini. Untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Sehun yang nyatanya adalah suaminya. Jujur saja itu masih menjadi pertanyaan besar di benaknya, Ia masih sangat ingat terakhir kali ia melihat Sehun di masa lalu yang sedang menghadiri dinner VIP room direstoran tempat ia bekerja tapi sejak kapan juga dia jatuh cinta pada lelaki itu?

Entahlah, yang pastinya dia akan tahu jika telah melaluinya.

Dan juga Daehun, seumur hidup Daera tak pernah memikirkan untuk menikah dan punya anak. Ia hanya menjalani hidupnya tanpa memikirkan masa depan karena baginya seseorang sepertinya tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan apalagi menjadi istri seorang konglomert, sama sekali tak terlintas di pikirannya.

 

“Nyonya, kita sudah sampai”

Lamunan Daera seketika buyar, Ia mengerjap tersadar. Gadis itu segera keluar dari mobil dan mencari sosok Daehun di tengah banyaknya anak-anak yang berhamburan keluar sekolah.

 

Seketika Seulas senyum di bibir Daera mengembang saat melihat Daehun yang berlari dengan cepat memghampirinya

“ibu” teriak Dehun riang, Daera segera berjongkok dan meraih tubuh mungil anak itu ke dalam dekapannya “Apa hanya ibu yang menjemputku? Mana Ayah?”

“Ayah sedang bekerja, dia sibuk”

Daehun terlihat murung “sudahlah, ayo kita pulang. Halmoni menunggumu di rumah”

Tiba-tiba ekspresi anak itu berubah menjadi riang kembali “Halmoni? Baiklah ayo kita pulang” serunya

Daera mengangguk dan meraih jemari mungil Daehun.

~*~

“Omoo!! Aku tidak menyangka cucuku akan bertambah” teriak ibu Sehun alias mertuanya dengan girang. Wanita paruh baya itu meraih jemari Daera dan denga tatapannya yang berbinar “Daera-ah, ku harap kau melahirkan anak perempuan. Ibu sangat menginginkan cucu perempuan” pintanya

“Ne, se.. Semoga” Jawabnya dengan terbata-bata

“Karena ini adalah kehamilanmu yang kedua, kau sudah tahu kan? Makanan yang sehat dan tidak? Lalu.. Kau harus menjaga kesehatanmu” ujarnya dengan panjang lebar yang hanya di balas cengiran oleh Daera

“di mana Sehun? Apa dia tidak pulang cepat?”

Daera menggeleng “dia mengatakan akan lembur hari ini”

“Apa?? Lembur? Di saat istrinya sedang hamil?” Ibu Sehun berlagak berlebihan “baiklah, aku akan tidur di sini untuk malam ini” lanjutnya dengan semangat berapi-api

“Ne”

~*~

Sehun melihat langit yang sudah sangat gelap, Ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Sejenak lelaki itu memejamkan matanya, terlihat ekspresi lelah pada raut wajahnya. Ia melirik jam yang melingkar pada pergelangan tangan kirinya yang telah menunjukkan pukul 00:30

 

“kurasa sudah cukup” Sehun berdiri dari kursi dan menegakkan tubuhnya yang tegap, segera mengambil jasnya yang ia letakkan di sofa dan meninggalkan ruangannya.

Lelaki itu melangkahkan kakinya menuju lift dan segera menekan tombol pada lantai dasar, tak butuh waktu yang lama pintu lift pun terbuka. Ia mendapati seorang penjaga perusahaanya “Ah, Tuan. Anda baru saja mau pulang?”

“Ya, ini sudah larut malam. Aku harus segera pulang”

“Ya, baiklah. Sampai jumpa besok tuan”

Lelaki itu membungkuk padanya dan Sehun pun berlalu

sepanjang jalan di kota seoul tidak terlihat sepi untuk waktu yang selarut ini, Beberapa mobil berlalu lalang. Sehun menyusuri jalan dengan santai, sesekali ia menguap akibat tak beristirahat cukup.

Seketika matanya tertuju pada sebuah mobil berwarna hitam yang terus mengikutinya dari belakang, kening lelaki itu berkerut samar. Mungkinkah hanya perasaannya? Atau memang betul mobil tersebut mengikutinya?, namun ia menepis pemikirannya dan berusaha untuk tidak berfikir yang aneh-aneh.

Ia mulai melajukan mobilnya dengan cepat, kembali lelaki itu memperhatikan mobil yang terus saja mengikutinya “Ada apa dengan mobil itu?”

 

Tiba-tiba mobil tersebut menyenggol mobilnya, yang membuat mobil lelaki itu terhuyung. Sehun menginjak rem namun nihil, rem mobilnya tak bekerja sama sekali. Ia terkejut dan membanting stirnya sehingga membuat mobilnya menghantam sebuah cafe dengan keras. Sontak kerumunan orang berhamburan keluar dari cafe tersebut, pandangan Sehun buram. Kepalanya serasa berat dan seketika dunianya menjadi gelap

~*~

Daera terkejut, gelas yang di genggamnya saat ia berniat untuk meneguk air seketika terjatuh dan pecah. Saat ia akan berjongkok untuk membersihkan pecahan tersebut, tiba-tiba saja perutnya serasa keram. Sakit yang luar biasa hingga menjalar ke seluruh tubuhnya, ia hanya bisa merintih

“Daera?” Ibu Sehun panik melihat pecahan gelas “ada apa ini?”

“perutku.. Sakit” rintihnya sambil meremas pakaiannya di bagian perut

“duduklah dulu” wanita paruh baya itu segera meraih kursi dan mendudukkan Daera “Di mana Sehun? Kenapa dia belum pulang selarut ini?” ibu Sehun terlihat sedikit kesal, di saat Daera merintih kesakitan tapi lelaki itu malah tidak ada.

 

Suara dering ponsel berbunyi, deringa tersebut berasal dari ponsel Daera. Tanpa melihat nama sang penelepon, Ibu Sehun segera mengangkat ponselnya

“yeoboseyo?”

“….”

“APA?” ekspresi Ibu Sehun terlihat panik

“ibu, ada apa?” tanya Daera

“Sehun, dia kecelakaan”

Seketika Nafas Daera tercekat, tubuhnya menegang “Apa?!”

~*~

Daera berlari memasuki sebuah rumah sakit, tak perlu pikir panjang gadis itu dengam cepat menuju sebuah ruang UGD. Setibanya di sana, ia mencoba membuka pintu namun nihil. “Daera-ssi?” terlihat seorang lelaki yang bertubuh sedang memegurnya, Daera terlihat panik. Ia tidak dapat mengontrol nafasnya akibat berlarian.

“Kau siapa?”

“saya Xiumin, salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan Direktur Oh”

“Apa dia di dalam? Apa yang sebenarnya terjadi? Dia tidak apa-apa kan?” tanya Daera bertubi-tubi

“tenanglah Nyonya. Ku harap Direktur Oh baik-baik saja”

Daera tak dapat menahan air matanya yang membuat penglihatannya sedikit kabur, dadanya pun terasa sesak dan seketika tangisannya meledak “Sehun-ah” rintihnya. Gadis itu menggedor pintu yang tertutup rapat tersebut “Kau dengar aku kan? Ya!! Bangunlah” Ia menangis tersedu-sedu “Ya!! Jawab aku Oppa!!” Ia kembali berteriak sembari tak memperdulikan apapun yang di sekitarnya

Ibu Sehun berlari menghampiri Daera “Daera-ah tenanglah”

 

Tak ada sama sekali terdengar suara di telinga Daera, semuanya terasa sepi dan hening.

“Aku mencintaimu” Daera seketika berbalik, matanya membulat melihat sosok dirinya dan juga sehun yang tengah berada di sebuah taman

“Ne? Apa maksud..”

“Aku mencintaimu sejak dulu”

Daera sama sekali tidak mengerti kata ‘sejak dulu’

“Apa maksudmu sejak dulu?”

Sehun meraih sesuatu dari saku jaketnya, benda itu adalah sebuah plester luka yang bermotif bintang. Daera awalnya tidak mengerti namun seketika ia tersadar “Kau?..”

 

TO BE CONTINUED…

29 thoughts on “Unlogical Time? #7

  1. Thor……….knapa gk update2 sih….huuuuuuaaaaaaaaaaa cepet update dong thor….udah kngen banget nih sama si daera…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s