A Forgotten Life (Chapter 2)

A forgotten life chapter 2

Eulseongulya

Married-life,fantasy,AU(berganti sesuai chapter)

G (berganti sesuai chapter)

Length : chaptered

Standard disclaimer applied

Akhirnya aku putuskan buat bikin FF chaptered ber-genre utama  married life +fantasy. Aku udah punya gambaran endingnya,jadinya aku berani buat.

NO PLAGIATOR
NO COPYCAT

Enjoy it,and please give me a comment(o^~^o)*bbuing-bbuing*. Hope you like it.

Hae kyu celingak-celinguk mencari keberadaan Chanyeol. Walaupun Chanyeol bukanlah suami yang dapat diandalkan dan dipercaya bagi Hae kyu,tetap saja Hae kyu akan mencarinya dalam keadaan seperti ini. Tak sengaja Hae kyu menangkap adegan aneh di depanya,ia tersentak dan membelalakkan matanya secara refleks.

“Ap-apaaa?…….” pekik Hae kyu tak percaya.

_________…CHAPTER 2…___________

 

.
.
.

Mata Hae kyu membulat ketika ia melihat Baekhyun dan Luhan dengan asyiknya berangkulan dan tertawa bersama.

—Yoo ji POV—

“Yoo ji-ya,kau sudah siuman rupanya.”

“Yoo ji?.” Tanyaku memastikan pendengaran,kenapa Luhan oppa ikut-ikutan memanggilku Yoo ji?.

“Ah,rupanya ingatanmu belum genap. Ya sudahlah,apa boleh buat.” Ujar Luhan pasrah. Aku mengernyitkan dahiku.

“Kau masih ingat ‘kan cara mengendalikan waktu?.” Tanya Luhan sekali lagi.

“Tentulah hyung. Bila ia tak ingat cara mengendalikan kekuatanya,mana bisa aku dan Kai mengembalikanya ke sini?.”

“Begitu,ya?.”

“Kalian saling mengenal?.” Tanyaku polos sambil menatap kedua sosok dihadapanku dengan penuh tanda tanya. Sebenarnya aku rasa pertanyaanku tadi sedikit tidak bermutu,jelaslah mereka sudah saling kenal melihat cara mereka berangkulan layaknya dua sejoli tak terpisahkan.

“Bagaimana Oppa-mu tak mengenal suamimu,eoh?.” Jawab Luhan singkat. Tunggu,tunggu dulu. Sepertinya da yang salah dengan semua ini. Bagaimana tidak?,saat mantan pacarku itu adalah kakakku,dan makhluk abstrak yang selalu mengikutiku itu adalah suamiku?. Hei tunggu,lalu bagaimana dengan Chanyeol?,dimanakah dia sekarang?. Jadi sekarang aku memiliki dua suami?. Apa aku tidak sedang bermimpi mengingat terakhir kali aku mengingat bahwa aku jatuh dan tak sadarkan diri?. Aah Min hae kyu,kurasa kau sudah gila.

.
.
.

“Hei hei hei,santai saja. Tak ada yang perlu kau cemaskan maupun kau pikirkan. Kau telah aman di tempat asalmu.” Ucap seorang pria berambut coklat dengan tinggi semampai dan kulit seputih putri salju.

“Oh-se-hoon…,” eja-ku reflek,ia tersenyum mematikan.

“Kau ini menyebalkan,pada suami dan kakakmu sendiri saja tidak ingat,tapi kalau sama Sehun kau hapal sekali.” Oceh Baekhyun sambil mendengus keras dan memanyunkan bibirnya.

.
.
.

“Kau masih ingat padaku,ternyata.” Ucapnya sambil tersenyum lagi. Namun kali ini senyumanya terlihat penuh makna,aku tak dapat menafsirkanya. Sedikit aneh memang senyumanya,terlihat bersahabat namun di suatu sisi tampak sinis dan yaah… sudah kubilang aku tak mengerti arti senyuman pemuda itu.

“Senang kau kembali…,” ujarnya sembari mengulurkan tangan untuk menjabatku. Tanganya dingin,membuatku bergidik kedinginan. Tiba-tiba angin berhembus menerbangkan anak rambut kami layaknya efek tambahan pada sinetron-sinetron yang ramai menghiasi layar kaca. Entah mengapa,rasanya sangat aneh saat bersama denganya. Aku merasakan hawa-hawa tak baik menaungi pria itu. Sumpah sekarang pasti aku gemetaran,tapi apa benar senyum pria inilah penyebabnya?.

.
.
.

“Hei,sudahlah. Lama sekali berjabatan tanganya…,” sela Baekhyun yang membuatku tersadar dari lamunanku dan langsung melepaskan jabatan Sehun.

“Bagaimana keadaan Chanyeol?.” Tanyaku mengalihkan topik.

“Kau ini,kenapa kau malah bertanya tentang Chanyeol?. Kenapa tidak tentang suami tampanmu ini,huh?. Setidaknya kan kau bisa menyapa dengan menanyakan kabarku dulu misalnya. Dari tadi kau asyik berinteraksi dengan mereka tanpa mengindahkan keberadaanku.” Rutuknya panjang-lebar padaku. Dasar anak ini,banyak maunya.

“Baiklah Fairy godmother-ku yang tampan,imut,baik hati,cerewet nan banyak mengeluh…,bagaimana kabarmu?. Kau masih sangat tampan dan cerewet seperti sebelum aku tinggal ke dunia manusia bertahun-tahun lalu. Apa kau sehat,yeobo?.” Ujarku,ekspresi Baekhyun langsung jadi nano-nano saat aku mengatakan itu,kayaknya sih dia dilema antara bakal tersenyum atau menggembungkan pipi. Sepertinya ia kesal dikatai “cerewet dan banyak mengeluh”,tapi ia juga tampak senang kupuji “tampan,imut dan baik hati”.

.
.
.

“Kau tidur sajalah lagi, kau perlu banyak istirahat untuk mempercepat pemulihan ingatan dan luka.” Perintah Luhan.

“Iya,apa perlu aku temani?.” Tanya Baekhyun dengan nada sedikit menggoda.

“Tak perlu.” Jawabku cepat-cepat,dan langsung menyambungnya dengan pertanyaan yang sejak tadi ingin kuperoleh jawabanya.

“Chanyeol dimana,oppa?.”

“Kenapa kau tak tengok saja dengan kaca sihir,huh?.” Jawab Baekhyun ogah-ogahan.

“Benar juga…,”sahutku dihiasi cengiran lebar yang terlihat bodoh.

.
.
.

Aku sebenarnya tak mengerti tentang kaca sihir itu,tapi aku hanya pura-pura tahu tadi. Aku melayangkan pandanganku ke atap,tiba-tiba secuplik gambar terlintas cepat di kepalaku. Seperti…,Oh iya. Aku ingat tempat ini. Ini adalah duniaku,dunia sihir abadi. Dan disinilah sosok-sosok yang kusayangi berkumpul. Orangtuaku,kawanku,kakakku,dan…,suami pertamaku. Aku masih tak ingat bagaimana caranya aku bisa kehilangan ingatanku dan terdampar di dunia manusia seperti itu dan menikahi suami keduaku,Park chanyeol. Kurasa aku harus menyingkap kasus aneh ini suatu saat nanti. Bagaimana bisa semua ini terjadi?. Aku benar-benar tak habis pikir. Semuanya terjadi begitu saja,berjalan terlalu cepat sebelum aku menyadarinya.

.
.
.

Aku membuka kaca sihirku,aku ingin menengok keadaan Chanyeol. Tapi nihil,kaca sihirku tak dapat membaca dimana keberadaan Chanyeol. Aneh bukan?,bukankah kaca ini dapat menampilkan keadaan setiap manusia,hewan,benda,dan tumbuhan?. Lalu bocah itu…,kenapa tak tampak disini?. Jangan-jangan dia bukanlah manusia sembarangan?. Ahh… mungkin saja itu terjadi mengingat kekerasanya yang diatas manusia pada umumnya. Lalu siapa sebenarnya dia?. Apakah ia Vampire?, Spiderman?, Hulk?. Ah ngaco…,tapi apakah mungkin ia juga seorang penyihir Immortal* sepertiku?. Ah entahlah,yang penting kini nikmati dulu kehidupan lamaku yang hilang.

.
.
.

Aku tak tahan suasana duduk-duduk dan tidur-tidur macam ini,aku mencari kegiatan lain yang menyenangkan. Setidaknya yang  lebih menyenangkan daripada meratapi kaca kosong yang tak kunjung menunjukkan keadaan sosok jangkung yang kasar dan arogan itu. Tiba-tiba munculah sekelebat ide didalam benakku.

“Hyunie…,latih aku dong…!.” Bujukku. Baekhyun hanya mendesah dan menatapku lembut.

“Sayang,kau ini belum pulih total. Bagaimana kalau terjadi apa-apa?. Kapan-kapan saja yaaa…,” akhirnya aku duduk saja. Hari-hariku rasanya membosan sekali tanpa melatih kekuatan. Itu memang kebiasaanku sedari kecil,tak heran aku ini cukup kuat. Ah menyebalkan sekali,masa iya sih aku harus ngebo dikamar seharianfull?. Hello~ that’s not my style.

“Ngomong-ngomong darimana kau belajar menghilang?. Perasaan kekuatanmu itu light alias cahaya,bukan?. Bagaimana kau bisa ngilang-ngilang kayak gitu?.” Tanyaku membuka pembicaraan setelah jenuh bermain-main dengan anganku alias melamun.

“Kau harus bangga memilikki suami cerdas seperti aku ini. Sederhana saja sih sebenarnya. Aku mendapatkan kekuatan ini dari suatu eksperimen kecil yang kubuat sendiri.” Paparnya bangga seraya menepuk-nepuk dadanya.

“Kau ini,sok berlagak. Memangnya eksperimen apa yang membuatmu bisa seperti itu?.” Telisikku dengan rasa penasaran yang membludak. Memang siih…,aku ini memang sok ingin tahu.

“Sewaktu aku belajar tentang mata,aku menangkap satu kesimpulan penting. Mata membutuhkan cahaya yang cukup bukan untuk melihat? Dan benda harus memantulkan cahaya atau memancarkan cahaya bukan agar tampak oleh mata?. Nahh,dari kesimpulan itu aku memahami bahwa orang-orang tak dapat melihatku apabila tubuhku tidak memantulkan cahaya. Maka dari itu,karena aku pengendali cahaya aku dapat mengendalikan cahaya disekitarku agar tidak menyentuh tubuhku sehingga tubuhku tidak memantulkan cahaya. Memang sebelumnya aku gagal menghilang karena temuanku itu masih mentah,tapi kini aku telah berhasil menyempurnakanya. Aku bisa membentuk selaput cahaya dengan komposisi cahaya yang tepat. Selaput cahaya tersebut dapat ditembus oleh cahaya dengan sempurna sehingga aku benar-benar tak tampak. Selaput cahaya buatanku dapat membuat tubuhku ditembus cahaya,bukanya memantulkan cahaya. Seperti yang kaulihat sekarang,aku bisa menghilang sesuai keinginanku.”

.
.
.

Aku menganga dibuatnya. Aku tak menyangka pria cerewet yang tak lebih tinggi dariku ini gemar juga melakukan penelitian-penelitian ilmiah seperti itu melihat latar belakang keluarganya yang mayoritas bekerja dengan kekuatan fisik,bukanya dengan intelejensi. Kurasa aku dulu sangat mencintainya. Melihat status sosial kami yang berbeda,pasti kami dulu sangat memperjuangkan cinta kami.

“Mau hot chocholatte?.” Tawar Baekhyun,aku mengangguk senang. Ia pun bergegas ke dapur. Aku tak menyadari, rupanya sosok Luhan oppadan pria menakutkan tadi sudah tidak ada. Tapi sejak kapan?. Ah,kurasa aku terlalu banyak melamun. Entahlah,siapa peduli. Mungkin mereka keluar sebentar berdua. Hhhh…. aku sebal bila sendirian seperti ini. Baekhyun-ah,bikin hot chocolatte-nya jangan lama-lama ya…,.

.
.
.

Aku nyaman disini,bersama keluargaku dan pria yang bernama Baekhyun itu. Namun aku juga galau memikirkan keadaan eomma-appaangkatku di dunia manusia. Mereka pasti khawatir mendengar anak-angkat- semata wayang mereka menghilang begitu saja. Mungkin beberapa orang akan membenci orang tuanya karena dinikahkan untuk membayar hutang keluarga,tapi aku tidak. Aku menyayangi mereka seperti aku menyayangi orang tuaku sendiri. Aku tahu membayar hutang hanyalah masalah pelengkap atau mungkin alibi untuk menjodohkan aku dengan pria baik-Chanyeol- saja. Sayangnya kebaikan pria itu hanyalah Image atau mungkin isapan jempol belaka mengingat gelagatnya yang benar- benar kasar layaknya preman pasar.

.
.
.

Sebenarnya di lain sisi,aku sedikit mencemaskan keadaan pria jangkung bertelinga panjang bak peri itu. Aku tahu kini ia pasti tengah dilanda pertanyaan khawatir dari kerabatku dan orang tuanya juga mungkin. Aduhh… kenapa aku tidak bisa tenang begini?. Rasanya ingin sekali ke dunia manusia dan meluruskan keadaan sebentar. Sebentaar saja…,tidak sampai sehari. Bagaimana keadaan Chanyeol saat ini?. Ah persetan,buat apa aku memikirkanya?. Toh,apa dia juga memikirkanku?. Aku tak yakin.

OTHER SIDE,CHANYEOL P.O.V.

“Chanyeol-ah,eomma memasak sup rumput laut. Ayolah keluar sebentar dan makan atau minimal kau harus mengicipinya.” Seru ibu. Aku sama sekali tak acuh akan semua itu. Kacau?,ya memang aku selalu kacau melihat kamarku yang super messy dan rambut agak keritingku yang tak terurus ditambah kantung mata hitam yang bertengger di bawah bola mataku. Sekarang aku benar-benar kacau. Aku selalu dihantui rasa bersalah mengingat kejadian terakhir. Sebenarnya bagaimana bisa Hae kyu menghilang tiba-tiba seperti itu?.

.
.
.

Aku khawatir dengan Hae kyu,kasus ini tidaklah normal. Bagaimana bisa Hae kyu menghilang tanpa jejak seperti itu?. Memangnya makhluk apa yang sanggup melakukanya?. Bagaimana bila ia tambah terluka dan bahkan meninggal?. Oh bagus Chanyeol,menjaga istrimu sendiripun kau tak becus. Hei tunggu,sejak kapan ia menjadi istriku?. Pujaan hatiku hanyalah satu,Seon hwa seorang.

“Chanyeol-ah,cepat keluar!.” Perintaheomma dari balik pintu sambil mencoba mendobrak pintu. Aku hanya menutupi diriku dengan selimut dan tak merespon titah eomma.

.
.
.

Well,mungkin ibu terdengar berlebihan. Sampai-sampai beliau hendak mendobrak pintu kamarku. Aku tahu ia hanya khawatir padaku. Bagaimana tidak?,selama berhari-hari aku mengurung diri di kamar tanpa suara. Aku masih sedikit trauma mengingat ‘tragedi ulang tahun-ku’ tempo hari yang menelan korban berupa Hae kyu. Sungguh saat itu aku tak dapat berpikir saking shock-nya melihat gadis itu di bumbui darah segar di seluruh sudut bagian tubuhnya.

.
.
.

Apakah benar ia sudah mati?. Kenapa rasanya aneh sekali?. Seperti kehilangan sesuatu yang penting sepeninggal dia. Apa jangan-jangan aku mulai menyukainya?. Ah ayolah Park chanyeol,itu tidak benar. Kau hanya cemas padanya,tak lebih. Memangnya hidupku ini macam drama,tiba-tiba menyukai orang yang bahkan kuanggap tidak ada. Memangnya ada yang seperti itu?. Entahlah.

.
.
.

Kurasa aku merindukan Hae kyu. Entahlah,tapi aku merasa ada yang kurang Selepas dia hilang. Aku tahu pasti ia kira aku tak pernah me-noticekeberadaanya. Namun sebenarnya tidak,aku memperhatikanya setiap hari dari jauh. Mana tega aku menelantarkan wanita sembarangan. Aku hanya bertingkah menyebalkan karena… aku takut mencintainya. Aku takut mencintai gadis yang tak memiliki perasaan yang sama denganku. Berdasarkan pengalaman hidupku yang melebihi 2 abad lamanya,aku tak berani–lagi– mencintai seseorang yang asing. Aku takut tersakiti lagi layaknya dulu,karena seorang perempuan yang kucintai dalam pandangan pertama. Dia–cinta pertama-ku–menikah dengan orang lain sebelum sempat mengetahui isi hatiku. Hanya Seon hwa kini yang kupercaya setelah berpuluh-puluh tahun bersama.

.
.
.

Author POV

“Jebal Baekhyun-ah,bawa Yoo ji kembali ke dunia manusia sekarang juga!.” Pinta Kai dengan setengah memohon. Baekhyun hanya menggaruk-garuk kepalanya,akibat dari bingung.

“Memangnya kenapa sih,Kai-ya?.”

“Aku tak dapat menjelaskanya sekarang,Baekkie. Ini demi keselamatan Yoo ji sendiri. Jika ia tetap ada di dunia sihir abadi ini,pembunuh bayaran itu akan lebih cepat menemukanya.”

“Kau ini bicara apa sih?. Aku benar-benar tak mengerti.” Ucap Baekhyun yang semakin dirayapi tanda tanya.

“Baiklah,ayo ke Yoo ji. Ia ada di kamarnya. Tanpa Baekhyun sadari,Kai telah meneleportasikan dirinya ke kamar Yoo ji secepat halilintar.

.
.
.
“Tak ada waktu untuk menjelaskan sekarang. Dia bisa mencelakai Yoo ji kapan saja bila aku terlambat selangkah saja. Jaga Yoo ji baik-baik disana. Aku akan menjemput kalian bila keadaan sudah aman.” Yoo ji dan Baekhyun sama-sama melongo,tak mengerti kenapa Kai bertindak hingga demikian. Mereka pun menurut saja dan segera berangkat ke dunia manusia dengan dinding magis yang hanya bisa digunakan penyihir Immortal untuk berlalu-lalang dari dunia manusia ke dunia sihir abadi maupun sebaliknya. Akan tetapi dengan sigap Kai langsung meneleportasikan mereka ke rumah Chanyeol-dan Hae kyu-.

“Kenapa kau membawa kami kembali kesini,Kai-ya?.” Tanya Baekhyun.

“Disini aman,aroma kalian tertutup aroma segel yang kuat di rumah ini,jadi mereka akan sedikit sulit menemukan kalian.”

“Aroma segel?. Memangnya segel itu mebimbulkan bau,ya?.”

“Memang,tapi hanya orang tertentu saja yang bisa rasakan aroma itu. Ya sudah,aku pergi dulu. Sebelum ada yang mengikutiku sampai kesini.” Pamit Kai. Ia pun berteleportasi lagi, kembali ke dunia sihir abadi.

.
.
.
.
“Tak kusangka kau berhasil mengetahui rencanaku.” Ujar seorang pemuda bertudung hitam yang mencegat paksa Kai di jalan.

“Menyerahlah,menyingkir!. Jangan sakiti sepupuku lagi!. Tak cukupkah kau membuatnya menderita di dunia manusia? Memangnya apa salahnya?.” Bentak Kai dengan gertakkan. Pemuda itu tertawa evil,lalu meraih leher Kai.

“Alasanya adalah…”

——–TBC———

Chapter 3…»»»»»

“Kau membuat permainan ini makin menarik saja,Kai.”

“Aku penasaran rasanya dikhianati dua kali oleh orang terpercaya.”

“Merusak berarti membeli,kurasa aku harus membuatnya hancur agar aku memilikinya.”

“Akan kucari ia sampai ke lubang jamban. Kan kuhabisi ia sampai benar-benar tuntas.”

“K-kau…?!.”

A/n : Gimana?,gak ngantuk ‘kan?.  Gak bosen,’kan?. Buat informasi aja,ada beberapa chapter yang ada actionya. Ingatan Hae kyu yang hilang bukan tentang jati diri dan asal-usulnya aja,masih ada sesuatu(?) yang belum kembali diingat Yoo ji alias Hae kyu. Nanti bakal ada beberapa tokoh yang mencoba membunuh Hae kyu karena beberapa alasan yang bakal ku jlentrehin di chapter-chapter berikutnya. Kalau kurang memuaskan silakan,di kasih kritik + saran. Kalo suka mohon di-like. Aku harap readerdeul berkenan untuk komen. Maaf lho lama banget updatenya disini, soalnya emaikku suka agak error. Udah aku publish di :

https://parkchanyeolfansfictionindonesia.wordpress.com/ sampai chapter 4. Besok-besok lagi aku bakal nggak telat ngirimnya, soalnya emalku udah nggak error.

5 thoughts on “A Forgotten Life (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s