First Love (Chapter 3)

first love

Author       : Mardikaa_94

Genre         : school life, romance, friendship

Length       : multi chaptered

Rating        : PG-13

Main Cast : Song Chae Yoon (you), Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Byun Baekhyun

~happy reading~

Tunggu. Bukannya itu…

Sehun?

“annyeong! Lihat, aku membawa yeoja cantik Sehun-ah. Kau pasti menyukainya!” kata Jongin seraya mengambil posisi duduk di samping Sehun dan memperkenalkanku yang sekarang sudah berada tepat didepan Sehun.

“Song Chae Yoon! Ini benar-benar Song Chae Yoon, kan?!”

2 namja itu (tentunya Baek dan Jongin) saling menatap bingung. Seolah bertanya ‘ada apa ini?’. Sementara Chanyeol, masih sama seperti tadi. Datar.

“Sehun-ah, bogoshippo..” kataku sambil menahan air mata bahagia dan memeluk Sehun erat. Menyembunyikan wajahku yang memerah di dada bidang milik Sehun.

“aigoo, cantik sekali kau sekarang.” Katanya sambil membalas pelukanku dan tertawa renyah.

“tunggu! Sebenarnya ada apa ini?” cerocos Jongin dan mendapat anggukan antusias dari Baek.

Sambil melepas pelukanku dan tersenyum lebar, Sehun menjawab “kalian ingat saat aku menceritakan sahabat kecilku yang cantik itu bukan? Dialah orangnya! Beruntung sekali kalian sekelas dengan yeoja cantik seperti dia. Aigoo aku sangat iri.” Jawab Sehun yang berhasil membuat pipiku bersemu merah dan salah tingkah.

“jinjja? Dia orangnya? Pantas saja—.” Dengan cepat perkataan Jongin dipotong oleh Baek dan mendapat injakan di kakinya sebagai isyarat.

“baiklah, kita makan sekarang. Chae Yoon-ah, kau mau makan apa? Biar aku dan Jongin yang pesan. Kau disini saja bersama Sehun.”

“ah, gomawo Baekhyun-ah. Aku mau jjangmyeon saja.”

“baiklah. Jongin, kajja!”

Akhirnya sehun dan aku duduk bersebelahan dan Chanyeol duduk didepanku. Ada rasa bahagia dan canggung yang menyelimutiku. Rasa bahagia karena akhirnya bisa melihat Sehun dan rasa canggung karena dihadapanku ada Chanyeol. Namja dingin tak berperasaan itu.

“kenapa kalian tidak mengobrol? Bukankah kalian lama tidak bertemu? Apa aku mengganggu?”

“ah, aniyaa Yeol-ah. Kau tidak mengganggu sama sekali. Lagipula aku harus mengerjakan tugas yang diberikan Kim seongsaenim. Kalau tidak dikumpulkan hari ini mungkin besok aku harus mengisi 2 lembar polio dengan tulisan ‘saya berjanji akan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Kim Seongsaenim dan mengumpulkannya tepat waktu’”

Aku yang melihat Sehun tertawa terbahak sedangkan yang diajak bicara—Chanyeol hanya memasang tampang datar hanya dapat tersenyum geli. ‘apa mereka betah berlama-lama mengobrol dengan manusia yang bahkan tidak punya saraf pengrasa?’ pikirku.

“annyeong! Kami kembali. Kajja, Chae Yoon-ah. Kita makan!” teriak Baek yang ampuh mengusir lamunanku sambil menyodorkan semangkuk jjangmyeon.

“ah, gomawo, Baekhyun-ah.”

Istirahat pertama disekolah ini sangat menyenangkan. Terlebih karena aku bertemu sahabat kecilku. Sehun. Dia benar-benar tidak berubah. Tetap jenius, rendah hati, dan mampu membuat siapa saja yang berada di dekatnya tertawa karena aksi konyolnya. Yang berubah hanya saja badannya yang menjadi super tinggi dengan kulit seputih albino yang dilengkapi dengan bibir kecil berwarna pink yang jika tersenyum mampu membuat yeoja bertekuk lutut dihadapannya. Sehun yang sekarang juga sangat jauh lebih popular dibanding Sehun yang dulu. Sehun yang dulu hanyalah seorang bocah culun dengan kacamata yang berbentuk kotak dan gigi ompong yang menghiasi senyumnya. Sedangkan sehun yang sekarang? Namja tampan dengan segudang prestasi dan kepopulerannya yang patut diacungi jempol.

Kalau boleh jujur, aku sangat ingin mengobrol dengan Chanyeol. Aku ingin melihat dia tersenyum. Sebentar saja. Apa tidak bisa? Pasti ada alasan kenapa dia bisa seperti ini. Tidak mungkin kan seseorang terlahir dengan ekspresi seperti ini? Membayangkannya saja sudah membuatku geli.

Mungkin aku punya sebuah misi.

Misi untuk membuat Chanyeol tersenyum.

KRIING! KRIING!

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Sekarang, semua anak sedang berhamburan keluar kelas mereka masin-masing. Mereka sudah tak sabar untuk segera pulang dan mengistirahatkan otak mereka yang mulai panas akibat tugas-tugas yang diberikan oleh seongsaenim mereka. Atau untuk bermain bersama sahabat. Mungkin juga untuk bekerja part time demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Entahlah, masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan sehabis pulang sekolah, kan?

Hari ini, aku pulang bersama 4 namja yang sedari tadi bergurau ria bersamaku. Ya kau tahu, kecuali 1 namja—kau tahu siapa. Kami berjalan bersama menuju halte bus. Kebetulan rumah kami berdekatan. Walaupun Baekhyun, Jongin, dan Sehun akan turun duluan dan tinggal aku bersama Chanyeol nanti. Baguslah, aku bisa menjalankan misiku.

“apa kalian mau eskrim?” tawar Jongin. Yang mendapat anggukan semangat dari kami bertiga—kau tahu siapa yang tidak menjawab.

“chanyeol, kau mau tidak? Mumpung aku berbaik hati.” Tawar Jongin lagi.

“terserah.”

Astaga, tidak bisakah dia menjawabnya sambil tersenyum dan mengatakan hal yang sedikit lebih sopan? Seperti ‘gomawo, Jongin-ah’ tidak bisa kah? Mungkin misi kali ini sedikit lebih sulit.

Setelah memesan eskrim, kami sampai di halte bus. Kami terus bercanda dan mengobrol sambil menunggu bus itu datang. Tak lama, bus datang dan kami pun segera memasuki bus itu. Untunglah, keadaan bus saat itu tidak terlalu ramai. Jadi kami bisa dengan leluasa mengobrol didalam.

Setelah sampai di pemberhentian bus. Jongin, Sehun, dan Baekhyun turun dari bus. Mereka sempat berpamitan sebelum bus yang sekarang aku tumpangi bersama Chanyeol kembali berjalan menembus dinginnya udara. ‘mungkin ini saat yang tepat untuk mulai menjalankan misi’. Pikirku.

“hmm, annyeong, Chanyeol-ah. Bisa aku duduk disampingmu?” tanyaku hati-hati.

“boleh saja.”

“boleh aku bertanya sesuatu?”

Tidak ada jawaban.

“kenapa kau tidak pernah berbicara layaknya 3 temanmu itu? Terlebih, kau… tidak pernah tersenyum.” Ucapku hati-hati. Takut kalau membuat perasaannya tersinggung.

“memang kenapa? Kau keberatan?”

“ah, aniyaa. Aku hanya tidak terbiasa mengobrol dengan orang sepertimu.”

“kalau begitu tidak usah mengobrol denganku.”

“aigoo, maksudku bukan begitu—“

“sudahlah. Aku lelah.”

“yak! Aku kan hanya ingin bertanya. Apa tidak boleh?”

Tidak ada jawaban. Lagi.

Kesabaranku sekarang sudah berada di puncaknya. ‘maumu apa, hah?’ ketusku dalam hati. Karena sudah kehilangan kesabaran. Dengan sedikit berteriak, aku memberanikan bertanya padanya.

“kau ini kenapa sih, Chanyeol? Apa tidak bisa menengok dan tersenyum pada orang yang sedang berbicara padamu? Apa tidak bisa berterima kasih saat ada orang yang membelikanmu eskrim? Apa tidak bisa membungkuk hormat walaupun sedikit pada orang yang sedang memperkenalkan dirinya padamu? Apa tidak bisa kau bertingkah layaknya 3 namja idiot sahabatmu itu, Chanyeol-ah!?”

“kau… sungguh mau tahu alasannya?”

Sekarang, mataku dan matanya bertemu. Kali ini wajahnya menampakkan ekspresi. Ekspresi yang sangat sulit kutebak.

Dan sialnya, jantungku berdegup sangat cepat.

To be continued.

 

Haaaa. Gimana chapter 3-nya? Agak gak jelas ya? Aku bingung mau bikin ending yang bikin penasaran gimana. Tapi yaudahlah. Jadinya begini juga :v

Tetep bakal aku tunggu loh like and commentnya! *ngarep banget -_-

Oh iya. Ini adalah ff ku yang pertama. Dapet ide waktu baca ff yang lain. Gak bermaksud plagiat kok. Ini murni dari hayalanku. Semoga ff ini bisa diterima dengan baik. Untuk selanjutnya ada rencana aku mau bikin yang oneshot. Ditunggu aja ya! *padahal ga ada yang nanya ._.

Annyeong!

 

-tunangan Chanyeol, istri Sehun-

3 thoughts on “First Love (Chapter 3)

  1. jangan bilang chae yoon jadi suka sma chanyoel….aduuuuuhhh..aq gk setuju deh.
    aq brharap sehun nantinya bisa jadian sama chae yoon cz aq suka bgt ma mreka.
    tolong jadiin sehun bhagia ma chae yoon ya kak, jeball…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s