N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 2)

2

 

Tittle                   : N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 2)
Author              : Kang Gin Jin
Genre               : Romance, Friendship, School Life

Length              : Chaptered

Rating               : PG 13+

Main Cast        : Kim Hyu Rin (Yuri) | Oh Se Hun (Sehun)

Support Cast : Byun Baek Hyun (Baekhyun), Oh Se Hee (Sehee), Park Chan Yeol (Chanyeol), Shin Hyu Ra (Hyu Ra)

Disclaimer       : Story and plot in this fanfic originaly made by me.

Author’s note : Saya akan menunggu komennya para Readers. Mian jika alurnya gj dan terlalu cepat. No kopas, no plagiat. Gomawo.

Warning           : Typo bertebaran

 

 

N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 2)

 

Yuri POV

Pagi itu sudah terdengar ayam berkokok, burung-burung pun mulai berkicau dengan riang. Aku pun terbangun, sayup-sayupaku membuka mata, teryata aku sudah di atas tempat tidur pasti aku sudah di pindahkan. Perlahan-lahan aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diriku. Belum selesai aku mandi sepertinya ada yang mengetuk kamarku. Lalu aku berteriak.

Nugu seyo?”.

Ige eomma, chagi!”.

“Ow ne, masuklah eomma. Pintunya tidak di kunci”, sepertinya eomma masuk. Dia tidak mendapatiku lalu dia bertanya.

“Kau dimana, chagi?”.

“Aku ada di kamar mandi, sebentar lagi selesai!”.

Ne”.

Akupun keluar dari kamar mandi, aku melihat eomma sudah duduk di tempat tidurku. Dia membawa sesuatu, apa itu? sepertinya baju.

“Apa ini, eomma?”.

“Ini, seragam sekolahmu yang baru mulai hari ini kamu akan bersekolah”.

“Hari ini? Kau serius eomma?”.

Ne, eomma serius”.

Eodigo?”.

“Di SMA Sinhwa”.

“SMA Sinhwa, itu kan?”

Ne, itu SMA yang sering kamu kunjungi bersama appamu. Apa kau setuju?”.

Aku masih bingung, tapi sepertinya eomma akan senang jika aku sekolah disitu. Baiklah, apa salahnya mencoba. Semoga aku menemukan sesuatu yang baru di situ.

Geurae, aku mau eomma!”.

Kulihat dia tersenyum dan memberikan seragam itu. “Ini, pakailah dan bersiap-siaplah, appamu sudah mendaftarkan mu semalam. Eomma tunggu kamu di meja makan. Eomma pergi dulu!”.

Sebelum dia pergi dia mencium keningku. Aku masih tidak percaya kalau hari ini aku akan sekolah lagi. Akupun mengenakan seragam yang di berikan eommaku, menyisir rambut, ah tak perlu make up natural saja dan tak lupa aku memakai parfum. Setalah siap aku menata tasku dan aku menuju tempat makan untuk sarapan. Disana sudah terlihat eommaku sudah menunggu. Eommaku tidak berkedip melihatku lalu aku menyadarkannya.

“Apa yang eomma lihat!” tanyaku padanya.

Neomu yepeo anak eomma! Kau pantas sekali chagi”.

Eomma berlebihan, aku hanya tampil apa adanya. Lagi pula ini pertama kali aku masuk. Jadi tidak perlu yang aneh-aneh”.

“Ya sudah, kita sarapan”.

Kamipun menyantap sarapan pagi kami. Dengan hati-hati aku memakan masakan park ahjumma, ah lebih tepatnya yang disiapkan olehnya, karena menunya hanya roti dan selai serta beberapa buah-buahan.

Yuri POV end

Disisi lain terdengar suara ribut-ribut yeoja yang sedang membangunkan namdongsaengnya. Ya begitulah setiap pagi di keluarga Oh. Karena tiap kali di bangunkan namja itu tidak merespon hingga membuat kesal nunanya itu, tapi dengan jurus jitunya yeoja itu, akhirnya namja itu bangun juga. Bagaimana tidak bangun, yeoja itu menyiramnya dengan air.

“Akhirnya kau bangun juga. Sudah siang, apa kau mau terlambat lagi! Palli ireona”, kata yeoja itu kepada saengnya.

Dengan sayup-sayup namja itu bangun dan menuju kamar mandi. Setelah siap namja itu menuju tempat makan untuk sarapan disana sudah ada nunanya dan eommanya. Appanya tidak ada karena masih di luar kota. Dengan lahap namja itu menghabiskan makanannya, hal itu membuat nunanya menggeleng-gelengkan kepala. Setelah sarapan mereka berdua berangkat kesekolah.

Mereka adalah Oh Se Hee dan Oh Se Hun anak kembar dari seorang pengusaha kaya yang sekaligus pemilik Sinhwa Corporation dan SMA Sinhwa tempat mereka sekolah dan sekarang menjadi sekolah baru Yuri. Mereka berangkat diantarkan supirnya begitu juga dengan Yuri dia diantarkan oleh Park ahjussi, supir setia keluarganya.

Mereka berdua tidak satu kelas tapi sama-sama di kelas bangsawan. Kelas bangsawan adalah kelas khusus untuk mereka yang terlahir sebagai anak- anak bangsawan. Selain itu,di kelas itu fasilitasnya juga lengkap di banding dengan kelas yang lain. Oh Se Hee di kelas bangsawan 2 dan Oh Se Hun dikelas bangsawan 1. Oh Se Hee memang sengaja tidak mau sekelas dengan saengnya karena menurutnya pasti akan sangat merepotkannya. Mereka berdua akhirnya sampai dan menuju kelas mereka masing-masing.

Yuri pun telah sampai di sekolah itu dia diantar park ahjussi ke ruang kepala sekolah. Sepanjang perjalanan menuju ruang kepala sekolah Yuri menjadi pusat perhatian yang harus di akui Yuri memang gadis yang manis. Dia terlihat putih bersih, berwajah cantik, berambut pirang keemasan, matanya bulat dan indah dan dia tersenyum akan terlihat lesung pipitnya. Bahkan tanpa make up pun dia akan tetap terlihat cantik. Dia membawa tas punggung, rambutnya dibiarkan terurai dan dia juga menggunakan jepit rambut berbentuk kupu-kupu sambil terus berjalan dia memperhatikan bangunan sekolah itu, tidak banyak berubah dari terakhir kali dia ke tempat itu. SMA itu sering dikunjungi oleh Yuri bersama appanya sewaktu dia masih SMP.

Sampai di ruang kepala sekolah dia sudah di sambut oleh kepala sekolah. Dia heran mengapa kepala sekolah sudah mengenalnya. Mungkin dia tidak tau kalau appanya adalah salah satu pemegang saham di SMA itu. Setelah berbincang-bincang dengan kepala sekolah, Park ahjussi meninggalkannya. Lalu kepala sekolah mengantarkannya ke kelasnya. Yuri masuk dikelas bangsawan 2 dan itu berarti dia sekelas dengan Oh Se Hee. Disana ada Kang songsaenim, dia adalah guru biologi. Dia pun menyambut Yuri dengan baik dan menyuruhnya masuk. Yuri masuk ke kelas itu dengan malu-malu, maklum dia adalah murid baru. Kang songsaenim memperkenalkan pada murid di kelas itu lalu menyuruh Yuri memperkenalkan dirinya sendiri pada murid dikelas itu. Lalu menyuruh Yuri memperkenalkan dirinya sendiri diapun menuruti perintah songsaenimnya.

Dengan malu-malu dia berkata, “Anyeong Haseyo, joneun Kim Hyurin imnida. Kalian dapat memanggilku Yuri. Aku pindahan dari Kirin Art School. Manaseo bangapseumnida”.

Setelah perkenalan singkat itu, Kang songsaenim menyuruhnya duduk. Pelajaran pada pagi itupun dimulai. Yuri mengikuti pelajaran dengan seksama, dan tak terasa bel istirahat telah berbunyi. Setelah itu para siswa di kelas itupun pergi keluar. Ada yang ke kantin, ke perpus atau ke tempat lain di lingkungan sekolah itu. yuri masih duduk di tempat duduknya, dia masih bingung memutuskan pergi kemana di hari pertama dia masuk sekolah itu. Dia dihampiri oleh seorang yeoja. Dan yeoja itupun menyapanya.

“Hai”, kata yeoja itu sambil mengulurkan tangannya. Yuri membalas uluran tangan itu. “Aku Oh Se Hee. Senang bertemu denganmu!”, kata yeoja itu.

Yuri membalasnya dengan senyuman dan berkata, “Aku juga. Aku harus memanggilmu apa?”.

Yeoja itupun menjawab, “Kau dapat memanggilku Sehee, ya Sehee”.

“Ow, ne. Sehee-ssi. Salam kenal”, jawab Yuri singkat.

Sehee pun mengajak Yuri pergi ke kantin, dengan senang hati Yuri mengikutinya. Dia sangat senang karena hari pertama dia sudah mendapat teman. Sepanjang perjalanannya, Sehee tak henti-hentinya memandangi Yuri. Tentu hal itu membuat Yuri merasa tidak nyaman. Yuri lalu bertanya pada Sehee, “ Sehee-ssi, mengapa kau memandangiku seperti itu? Apa ada yang aneh denganku?”.

Sehee kaget mendengar pertanyaan Yuri. “Ah, aniyo. Kau sangat cantik. Aku baru saja melihat yeoja secantik kamu”, kata Sehee. Tentu hal itu membuat Yuri malu, kini pipinya memerah.

“Kau terlalu berlebihan Sehee-ssi. Aku ini hanya yeoja biasa, itu terlalu berlebihan”, jawab Yuri.

“Tapi itu benar. Dan satu hal lagi, jika memang kau yeoja biasa kau pasti tidak akan masuk kelas bangsawan. Sebenarnya apa pekerjaan appamu?”, tanya Sehee. Yuri masih diam.

“Tunggu! Namamu Kim Hyu Rin kan?”, tanya Sehee lagi. Yuri lalu mengangguk. “Apa appamu pemilik Seoin Group? Benarkan?”, kata Sehee lagi.

Yuri hanya tersenyum. “Pantas saja. Tidak ku sangka kita akan berteman”, kata Sehee lagi. Mereka melanjutkan perjalanannya menuju kantin sekolah.

“Kita sudah sampai di kantin. Kamu ambilah makanan apapun yang kamu suka, nanti aku yang traktir”, kata Sehee.

Jeongmal!, baiklah”, kata Yuri.

Mereka lalu mengambil makanan yang mereka sukai, dan menikmatinya. Tak lama kemudian bel masukpun berbunyi. Semua siswa di SMA itu langsung menuju kelas masing-masing. Begitu juga dengan Sehee dan Yuri. Sampai di kelas mereka langsung duduk di tempatnya. Selang beberapa menit kemudian, songsaenim datang. Mereka mengikuti pelajaran dengan seksama.

Tanpa disadari bel pulangpun telah berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah masing-masing. Di kelas itu, terlihat Yuri sedang berkemas-kemas. Sehee pun menghampirinya. Saat Sehee mengajaknya pulang, Yuri menolak. Yuri bilang dia akan ke perpustakaan sebentar. Mendengar jawaban Yuri, Sehee pun menawarkan diri untuk menemaninya. Tentu hal itu disetujui Yuri.

Mereka berdua berjalan menuju perpustakaan. Sampai di perpustakaan, Yuri segera mencari buku-buku yang dia perlukan. Setelah menemukan yang dia cari, dia langsung mencari tempat duduk untuk membaca. Sehee juga telah menemukan buku, dia lalu menemui Yuri dan duduk di sebelahnya. Mereka berdua asyik membaca buku yang mereka ambil.

Tiba-tiba ponselnya Yuri berbunyi. Lalu dia mengambil ponselnya dan menjawab panggilan itu. ternyata dari Park ahjussi. Beliau khawatir padanya karena sudah mencarinya kemana-mana tak menemukannya. Dia lalu berpamitan pada Sehee. Sehee menyuruhnya pergi dulu karena dia masih ingin di tempat itu. Yuri lalu meninggalkan Sehee. Dia memutuskan untuk meminjam buku itu. dia lalu memberikan pada petugas perpustakaan untuk dicatat. Setelah itu dia meninggalkan perpustakaan.

Yuri berjalan melalui lorong-lorong sekolah itu, menuju ke tempat Park ahjussi. Sekolah itu sudah tampak sepi, karena bel pulang telah berbunyi sekitar setengah jam yang lalu. Sambil berjalan dia masih membaca buku yang dia pinjam dari perpustakkan. Karena itu, dia tidak tahu kalau ada seseorang di depannya. Dan bruk, dia menabrak orang itu dan hal itu membuat buku yang bibawanya jatuh berserakan di lantai. Dengan segera Yuri membereskan buku itu, saat dia ingin mengambil buku yang terakhir tak sengaja tangan orang itu juga mengambil buku itu, hingga mereka saling berpegangan tangan. Lalu mereka saling memandang, cukup lama mereka saling menatap. Yuripun tersadar dan segera mengambil bukunya, namun sudah diambil dulu oleh orang itu. Mereka lalu bangkit.

Yuri lalu meminta maaf pada orang itu, “Mianhae, aku benar-benar tidak sengaja. Aku tidak melihatmu tadi”.

Gwenchana. Aku juga kurang hati-hati. Ini bukumu?”, kata orang itu.

Ne, gomapta. Aku harus pergi. Aku sudah ditunggu, annyeong”, kata Yuri.

Lalu Yuri mengambil buku dari orang itu dan pergi meninggalkannya. Orang itu hanya terpaku dan diam menatap kepergian Yuri. Tanpa dia sadari, ada orang yang mengawasi mereka. Orang itu adalah Sehee. Sebelumnya, Sehee keluar dari perpustakaan setelah mendengar jatuhnya buku-buku Yuri. Dia lalu menghampiri orang yang menabrak Yuri, lalu mengagetkannya.

“Door. Ayo, lagi lihat apa?”, sapa Sehee.

“Ah, ani. Nuna mengagetkanku saja”, jawab orang itu, yang tak lain adalah Oh Se Hun dongsaengnya Sehee.

“Aku tahu kalau dia manis. Tapi tak perlu seperti itu. Kau bahkan sampai tak berkedip melihatnya”, tutur Sehee padanya.

“Sepertinya aku pernah melihat yeoja itu, tapi dimana?”, kata Sehun kata Sehun sambil berbisik. Namun hal itu di dengar oleh Sehee.

“Mana mungkin, dia itu murid baru disini, kau pasti salah orang. Selain itu, dia juga baru masuk hari ini”, kata Sehee.

“Benar, nuna. Aku memang pernah melihat yeoja itu”, bantah Sehun.

“Sudahlah, ayo kita pulang”, ajak Sehee.

Ne, kajja”, jawab Sehun singkat.

Mereka segera meninggalkan tempat itu. Tapi saat Sehun berjalan dia sepertinya menginjak sesuatu. Lalu diambillah benda itu. Benda itu adalah jepit rambut milik Yuri, yang jatuh sewaktu tabrakan tadi. Dalam hatinya Sehun bertanya, milik siapa jepit itu. Dia menyangka itu pasti milik yeoja tadi. Diapun menyimpan benda itu dan berjalan menyusul Sehee untuk pulang.

  • §§

Sepanjang perjalanan pulang Yuri masih mengingat kejadian tadi. Dia fikir, dia pernah bertemu dengan namja tadi, tapi dimana? Dengan kerasnya dia berfikir, sayang sekali dia tidak ingat dengan namja itu. Yuripun telah sampai di rumahnya. Dia sudah disambut oleh eommanya di rumah.

“Kau sudah pulang, Chagi?”, tanya eomma Yuri.

Ne, eomma”, jawab Yuri singkat.

Eomma memperhatikan penampilan putrinya. Sepertinya ada yang kurang dari putrinya. Setelah tahu, dia segera menanyakannya pada putrinya. “Kenapa jepit rambutmu tinggal satu, bukankah sewaktu kamu berangkat, kamu menggunakan dua?”.

Yuri memeriksa rambutnya dan ternyata benar jepit rambutnya tinggal satu. “Mungkin tadi terjatuh, eomma. Aku ganti baju dulu”. Yuri segera meninggalkan eommanya dan pergi menuju kamarnya.

Sesampainya di kamarnya dia lalu berkaca di depan cermin, “Benar, tinggal satu. Tapi kemana?”, kata Yuri entah pada siapa. Dia segera menaruh tasnya. Ketika dia melihat buku hariannya dia tersenyum dan langsung mengambilnya. Dia menulis sesuatu di buku itu, entah apa yang dia tulis. Mungkin kejadian siang tadi di sekolah.

Selesai menulis dia berganti pakaian dan menuju ruang makan untuk makan bersama eommanya. Setelah itu, dia pergi ke tempat pianonya. Sudah lama sejak kejadian di sekolah lamanya, dia tak pernah bermain piano. Dia ingat dia pernah menciptakan sebuah lagu, tapi belum terselesaikan liriknya. Diapun menulis lanjutan lirik lagu tersebut. Setelah selesai diapun mencoba menyanyikannya sambil jari-jarinya menekan note-note piano.

Haji mothan mari neomu manhayo
Hanbeondo dangshineun deutji mothaetjiman
Nae ape boyeojin nugungal aneunal
Saranghan geureon sarameun anieyo

Sesange geumaneun saramdeul soge
Naegen ojig geudaega boyeojyeotgie

 

Geudaeman bomyeo seoitneun geolyo
I sarang hooen nan jal moreugetseoyo
Aju eorinaiga hangsang geureohadeushi
Jigeum-i sungan ddaseuhi annajullaeyo

 

Eonjenga natseo ireumi dweeodo
Nae gaseumi geu chueoki da gieokhaltenikka
Hogshirado apeun ibyeori ondaedo
Oneuleun geureon saenggakeun haji mayo

I sesang geumaneun saramdeul soge
Naegen ojig geudaega boyeojyeotgie

 

Geudaeman bomyeo seoitneun geolyo
I sarang hooen nan jal moreugetseoyo
Aju eorinaiga hangsang geureohadeushi
Deo gakkai deo ddaseuhi annajullaeyo

 

Ijen nan honjaga aningeoljyo
Geu jarieseo o
neul naege oh ~
Geudaemani ~

 

Geudaeman naye jeonbuingeolyo
I sarang hooen nan jal moreugetseoyo
Aju eorinaiga hangsang geurohadeuti
Deo gakkai deo ddaseuhi annajullaeyo

 

Deo gakkai
Deo ddaseuhi
Annajullaeyo

Tak terasa air matanya pun jatuh membasahi pipinya. Dia teringat dengan namjachingunya yang dulu. Suara tepuk tangan terdengar dan itu dari eommanya.

“Suaramu bagus sekali, chagi. Apa kau yang menciptakan lagu ini?”, tanya eommanya.

Ne, eomma. Aku yang menciptakannya. Apa benar sebagus itu. menurutku biasa saja”, jawab Yuri.

“Yang bisa menilai itu yang mendengarkan”, tutur eommanya.

Dan sekali lagi Yuri menyanyikannya untuk eommanya. Dan dia pun tak dapat membendung air matanya. Perlahan-lahan air matanya itu jatuh dan membasahi pipinya. Yuri sangat menghayati lagu itu, karena itu menceritakan tentang dirinya.

 

— TBC —

 

Gimana menurut kalian, makin gj atau makin seru. Jangan lupa komennya ea. Thanks.

Untuk lirik lagu diatas adalah OST nya drama korea To The Beauiful You, yang dinyanyikan ‘Taeyeon (SNSD)’ dengan judul ‘Closer (가까이)’

Iklan

One thought on “N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s