The 12 Legends of Black Pearls (Chapter 1)

exogroup

Author             : Zhou Si Yu

Tittle                : The 12 Legends of Black Pearls

Cast                 : EXO Members OT12

Main Cast        : Others..

Genre              : Fantasy, Romance, Friendship, Brothership, Sad, Action, School Life

Lenght             : Chaptered

Rating             : T

Chapter           : 1

Twitter                        : @Khalisah_ES

Summary         : 11 orang Ksatria Legends telah terpisah di berbagai belahan Bumi karena adanya peperangan di EXO Planet tempat mereka terlahir, yang mengancam ke-11 Ksatria tersebut agar mereka terbunuh sebelum memusnahkan kegalapan. Tetapi sebelum kegelapan berhasil membunuh para Ksatria di perang tersebut, MAMA telah meminta kepada The Tree Of Life memindahkan para bayi Ksatria ke tempat yang aman dan diasuh oleh para orang kepercayaan MAMA.

Note                : Asli buatanku sendiri, NO COPAS! NO PLAGIAT!

 

Author Prov

Di kerajaan EXO Planet terlihat dua orang yang duduk di Singgahsana dengan bijaksananya, yaitu Raja dan Ratu di EXO Planet. Ratu dipanggil dengan sebutan MAMA di sana. Dia memiliki seorang Putra, salah satu dari Ke-12 Ksatria Legends yaitu Suho. Dia memiliki kekuatan mengendalikan Air, buah kalung yang berbentuk tetesan air itu adalah tanda kekuatannya. Saat ini dia berada di ruangan Raja dan Ratu karena telah dipanggil oleh kedua orang tuanya.

“Salam Yang Mulia, kenapa Yang Mulia memanggil saya?” ucapnya dengan sopan dan membungkuk hormat. “Suho putraku, kamu sudah dewasa. Sudah saatnya kamu mencari ke-11 Ksatria Legends lainnya, sebagai guardian itu adalah tugasmu untuk mengumpulkan mereka kembali dan memberitahu mereka tentang kekuatan dan asal mereka. Sebelum terlambat”. Ucap sang Raja Lee Soo Man dengan tegas. “Suho, cepatlah kumpulkan mereka sebelum kegelapan menyerang kita. Ada sesuatu yang harus kamu ketahui, Suho. Kamu mempunyai adik dengan kekuatan Healing…” ucap Ratu Boa yang terpotong karena Suho tiba-tiba menyahut, “Adik? Kenapa Ibu baru memberitahuku sekarang, kenapa harus adik yang diturunkan ke Bumi? Kenapa bukan aku?”. Ratu menunduk, “Ibu juga tidak mau menurunkan adikmu ke Bumi, tapi itu harus. Sedangkan kamu, Ibu tinggal karena para peramal kerajaan mengetahui kalau Water adalah Guardian yang harus dilatih untuk mendampingi Duizhang di medan pertempuran”, lanjut Ratu.

“Baiklah Bu, tolong antarkan aku ke Bumi untuk mencari mereka terutama adikku”, tegas Suho. “Hati-hatilah anakku”. Ucap Raja. Suho dan Ratu pun pergi ke tempat The Tree Of Life untuk meminta menurunkan Suho ke Bumi mencari para Ksatria Legends Black Pearl.

Carelees, Carelees

Shoot Anonymous, Anonymous

Heartlees, Mindlees. No one, who care about me?

Pohon kehidupan bercahaya sangat terang, dan mengeluarkan sebuah dimensi waktu sebagai jalan menuju Bumi. “Pergilah, anakku. temukanlah para Ksatria Legends itu serta Heal adikmu dan selamatkan planet kita ini”, Ucap Ratu dengan lembut. “Tentu, Bu. Aku akan membawa Heal dan kesepuluh Ksatria lainnya”, sahut Suho sambil memeluk Ratu. “Jaga dirimu yah, Suho. Kalau ada yang kamu tanyakan usap pinmu itu, Ibu akan menjawab melalui telepati”, dengan senyum menghiasi bibirnya. “Baik, Bu. Aku pergi dulu, sampai bertemu lagi”, Suho berjalan memasuki gerbang dimensi waktu dan dalam hitungan detik sampai di Bumi.

“Ini dimana?”, ucap Suho pada dirinya sendiri, “Tapi, para Ksatria itu memiliki ciri apa? Astaga, aku lupa buat nanyakan itu pada Ibu” nepuk jidatnya.

Ketika Suho sedang asyik merutuki dirinya sendiri karena lupa menanyakan ciri-ciri para Ksatria, manik matanya melihat seorang namja manis sedang dikeroyok oleh namja yag terlihat sangat mengerikan. Suho sudah hampir menggunakan kekuatannya, tetapi tiba-tiba dia mendengar suara Ibunya,’Jangan menggunakan kekuatanmu di depan manusia!’karena mendengar suara dari Ibunya, Suho memutuskan untuk menolong namja manis itu dengan kekuatan fisiknya saja.

“Hei, jangan beraninya keroyokan seperti itu!”, tegas Suho. “Nugu-ya? Jangan sok jadi pahlawan untuk namja lemah seperti dia”, ucap namja itu sambil menunjuk namja manis itu. “Sudahlah Taemin-ah, kita hajar saja dia!”, suruh namja yang satu lagi dengan namja yang dipanggil Taemin tadi. “Ayo, Minho Hyung kita hajar saja”, lanjut Taemin. Walaupun melawan banyak orang seperti itu, sangatlah mudah bagi seorang Guardian Black Pearls seperti Suho yang memang sudah dilatih sebagai seorang Ksatria. “Minho hyung, Onew hyung, Key hyung aku sudah tidak sanggup. Ayo, pergi” ucap Taemin yang sudah tidak sanggup menahan sakit di sekujur tubuhnya. “Ingat urusan kita belum selesai”, ucap Minho terhadap Suho dan pergi membawa Taemin dari sana.

Suho teringat dengan namja manis tadi, dia langsung menghampiri namja itu. “Gwenchanayo?” tanya Suho. “Ne, gwenchana”, jawab namja manis itu tersenyum dan menunjukkan dimple di pipinya.

Author End

Suho Prov

Kenapa perasaanku nyaman sekali ketika didekat namja manis ini, aku merasa seperti didekat Ibu. Siapa dia sebenarnya? Wajahnya sangat damai saat melihat dia tersenyum tadi. Tapi kenapa wajahnya terlihat pucat apa yang terjadi. “Astaga sikumu berdarah, ini pasti karena kamu didorong sangat keras ke tanah oleh para namja tadi” ucapku dengan nada khawatir. Dia hanya tersenyum menanggapinya. Tapi, kenapa darah namja ini tidak berhenti juga keluar. Senyumnya pun perlahan memudar dan jatuh pingsan di pangkuanku. “Hei, Iroena… iroena. Jangan menakutiku, iroena” aku mencoba membangunkannya tapi tetap tidak bisa darahnya terus saja keluar.

Kalau begini aku harus menggunakan air suci yang diberikan Ibu untuk menyembuhkan diriku kalau sedang terluka, untung saja tempat ini sepi jadi tidak ada orang yang melihat “The water of life”, ucap Suhxo membaca matra. Perlahan darah itu berhenti keluar, lukanya juga tertutup. Matanya mengerjap lucu seperti anak kecil, “Sudah sadar?” ucapku. “Aku dimana? Apa aku sudah mati karena kehabisan darah?” ucap namja ini polos. “Tentu saja belum, memang kenapa kamu harus mati?” kataku agak sedikit penasaran karena memang aku tidak mengerti dengan planet Bumi ini. “Aku punya penyakit Hemofilia, aku tidak boleh terluka. Karena kalao terluka darah ku tidak bisa berhenti keluar”, jelasnya.

Jadi itu penyebab darahnya tidak berhenti keluar, “Siapa namamu?” kataku mengubah topik pembicaraan. Dia tersenyum, astaga manis sekali.

“Namaku ……

TBC….

 

One thought on “The 12 Legends of Black Pearls (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s