Because it’s never enough – chapter 1

 

 

Author    : Syuga_1004

Tittle     : Because,It’s Never Enough

Cast      : Oh Sehun x Ahn Jihyun

Genre    : Angst,Hurt,bit romance

Lenght    : Chapter

Ratting    : PG 16

Poster by Syuga_1004

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Rasa bersalah?itu akan datang disaat kau melihat seseorang yang pernah kau sakiti. Sakit? Tentu saja,tapi itu berlaku hanya pada orang yang masih mempunyai hati nurani. Tapi apa kau tau,seseorang yang kau sakiti jauh lebih merasakanya,bahkan luka yang kau buat akan semakin tumbuh ketika ia mengingat itu. Berapa banyak luka yang kau buat untuknya? Apa kau tau disaat kau menyakiti perasaanya,disaat itu juga hidup mu tidak akan tenang. Sebuah rasa penyeselan saja tidak cukup,kau harus menebus semua dosa itu.”

“Sebuah kata maaf tak cukup,sebuah ucapan sudah tak berarti lagi,disaat ingatan ini kembali. Apapun itu yang kau lakukan akan sia-sia,menyerahlah”

“jauh disana,apakah ada seseorang yang mengerti dan menerimaku apa adanya”

“Kata bejat tak cukup untukmu,brengsek”

“Kau menghancurkan hidupku”

“Aku tau,aku pantas mendapatkannya. Tapi kau harus tau rasa tulus ini”

“Pergi dari hidupku!”

“Kumohon kembalilah”

“Apa aku harus mati?”

“Cepat bawa dia!!”

“Aku salah…”

“Dia benar-benar pria brengsek”

“Aku tidak peduli”

“Bodoh!!”

“Maafkan aku”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=Jihyun POV=

Saat sudah terjadi seperti ini,aku harus menyalahkan siapa? Pria itu? Tidak mungkin. Pria brengsek itu sudah jauh pergi ketika mengetahui yang sebenarnya. Pria brengsek itu benar-benar pengecut,dia lari dari kenyataan yang sudah ada didepan matanya.

Haruskah aku mengejarnya dan meminta pertanggung jawaban darinya? Tidak mungkin,aku tau dia tidak akan mempertanggung jawabkan apa yang telah ia lakukan padaku. Pria brengsek itu sekarang pasti tengah bersembunyi dari kenyataan yang ia hadapi.

Hidupku hancur,mimpi-mimpi ku yang telah tersusun rapih  berantakkan  ketika pria itu datang dan merenggut sesuatu yang sangat berharga dalam diriku. Persetan dengan pria itu! Kini aku yang menanggung semuanya seorang diri.

“Jihyun,ayo kita pulang”suara bariton itu menyadarkan dari lamunanku

Aku menoleh kesamping,terlihat pria itu sedang menungguku dengan balutan kemeja hitam polosnya dan tersenyum padaku. Perlahan aku beranjak dari tempat yang sedang aku duduki dan menghampirinya.

Senyumnya semakin mengembang ketika aku berada tepat disampingnya. Dia menoleh sekilas dan meraih tanganku membawa pergi dari tempat ini.

Pria itu kim joonmyun,pria yang kini tengah berjalan bersamaku. Aku tak tau bagaimana mendeskripsikannya. Pria itu begitu sempurna,dan aku begitu hina berada didekatnya. Aku tidak pantas berada didekatnya,lihat? Bahkan orang-orang yang sedang berlalu lalang melihat kami dengan tatapan iri. Entahlah aku tidak tau jalan pikiranya,pria itu tidak pernah merasa malu saat bersamaku justru ia selalu tersenyum senang.

“Joonmyun..”panggilku

Ia menolehkan wajahnya padaku tetap dengan senyumnya itu

“Ada apa?”

“Apa kau tidak merasa malu berjalan bersama ku? Padahal aku ini sangatlah hina,kau begitu sempurna untuk ada di sampingku”

Aku tersenyum kecut,mengingat bagaimana kejadian terkutuk itu dalam hidupku.

“Mengapa aku harus malu?”

“Jihyun dengarkan aku”sambungnya menangkup rahangku dengan lembut

“Aku tidak pernah malu saat bersama mu,jangan pernah mendengarkan apa yang orang lain katakan. Saat ini yang harus kau pikirkan adalah menjaga anak yang ada di kandunganmu dengan baik”

“Tapi..”lirih ku dan dengan cepat joonmyun memotong apa yang selanjutnya ingin aku sampaikan

“Jangan pikirkan itu,anak mu anak ku juga,arratchi?”

“joonmyun…”lirihku dan tersenyum padanya

 

Mengapa aku tidak bisa mendeskripsikannya? Karna ia begitu tulus mencintai perempuan yang hina dan rusak seperti ku. Dia sangat tampan dengan kulit putihnya itu. Aku yakin,dengan ketampanan dan sifat ramahnya itu dapat memikat semua wanita,dan bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku. Tapi apa yang dia lakukan? Dia datang menghampiriku dan memberikan cintanya yang tulus itu padaku.

Sudah berkali-kali pula aku berkata bahwa ia yang sempurna tidak pantas bersanding denganku,perempuan bodoh dan hina. Bukannya menjauh karna dia sudah mengetahui aku yang sebenarnya,justru ia semakin gencar mendekatiku. Bisa dikatakan aku sangat beruntung,bisa mendapatkan pria sepertinya.

=Jihyun POV END=

Sementara disebuah tempat yang berbeda,terlihat seorang pria dengan balutan kemeja birunya sedang berada dikursi kebesaranya. Dia terlihat sibuk,dengan berkas-berkas yang berserakan dimejanya. Mata tajamnya itu fokus meneliti berkas-berkas yang sedang ia pegang.

Tak lama suara ketukan pintu menggema diruangan itu. Seorang pria sekitar berumur 28 tahun dengan pakaian formal masuk dengan langkah tegas menghadap pria itu.

“Tuan muda ini tiket pesawat pesanan anda dengan keberangkatan menuju seoul pukul 08.00AM”

“Besok kau harus menjemputku 1jam sebelum keberangkatan”balas pria itu

“Baik,saya permisi dulu tuan muda oh sehun”

Pria yang disebut sehun itu hanya menganggukan kepalanya dan meraih tiket itu. Tatapan netra tajamnya berubah menjadi sendu. Sorot matanya seakan merindukan sesuatu yang telah lama ia tinggalkan.

“Maafkan aku yang terlalu lama meninggalkanmu ji”lirih sehun bermonolog sendiri menggemgam tiket pesawatnya

=Jihyun POV=

Saat ini aku dan joonmyun sedang berada dirumahku. Dia sering sekali berkunjung kerumahku,orang tua ku sangat menyukainya. Aku tau itu dari sikap kedua orang tuaku dan oppaku padanya.

Tak terasa kandungan ini sudah memasuki bulan ke-4. Dan selama 4bulan ini pria brengsek itu masih bersembunyi,ahhh aku tidak sudi menyebut namanya,itu hanya membuatku naik pitam. Aku bersumpah,jika aku kembali bertemu denganya,akan kupastikan pipinya yang mulus bersih itu akan menjadi berwarna merah karena ulah tanganku ini. Aku tidak bisa menjamin hanya akan menamparnya saja. Mengingat apa yang ia lakukan padaku mungkin tamparan saja tidak cukup. Sudahlah aku tidak mau mengingatnya lagi,yang terpenting sekarang adalah menjalani hidupku tanpa ada gangguan.

“Chagiya,ayo makan mereka sudah menunggumu dibawah”sahut ibu menghampiriku yang sedang berada dibalkon

Ah ibu,dia benar-benar orang yang sangat terpenting dihidupku. Dia benar-benar menyayangi anak-anaknya. Jika saja nasihat-nasihat dan kasih sayang ibuku tidak ada,mungkin saja sekarang aku sudah tidak ada didunia ini karena kejadian terkutuk itu yang menimpaku. Ibu selalu menyemangatiku dan selalu memperhatikan kandungan ku,begitu juga appa dan jae hyun oppa.

Aku kira kedua orang tua dan oppa ku akan membunuhku karena pria brengsek itu yang sudah merenggut mahkotaku. Ternyata dugaanku salah,justru appa,eomma selalu memberikan dorongan motivasi padaku.

Bagaimana dengan jae hyun oppa? Aishh dia itu orangnya mudah sekali emosi,ketika ia mendengar aku hamil karena ulah pria brengsek yang tidak bertanggung jawab itu,dia langsung membawa tongkat golf milik appa ku untuk memukuli pria itu. Tapi percuma saja,sebelum tongkat itu melayang di kepalanya,pria itu lebih dulu lari meninggalkan kota ini.

Sampai sekarang tidak ada yang tau keberadaanya,padahal appa sudah meminta bantuan pada orang-orang diperusahaanya untuk menemukan pria itu. Tidak ada yang menyinggung tentangnya sampai saat ini. Itu karena aku begitu sensitif ketika mendengar nama pria brengsek itu. Aku sungguh beruntung,masih ada orang-orang disekitarku yang sangat peduli denganku.

Aku berjalan menuju meja makan,terlihat disana eomma yang sibuk menyiapkan makanan didapur,appa dan oppa yang sedang bercengkrama dengan joonmyun.

“Eomma,biar aku saja”ujarku mengambil alih piring dari tangan eomma,tapi belum sempat aku memegangnya,eomma sudah merebutnya dariku

“Tidak boleh”tegasnya

“Nanti kalau kau kelelahan bagaimana?pikirkan kandunganmu ji,kau duduk saja aku tidak ingin anak eomma yang cantik ini kelelahan”sambungnya dengan lembut

Aku hanya mempoutkan bibirku karena penolakan eomma. Eomma ini terlalu berlebihan,aku hanya ingin membantu membawakan piring-piring ke meja makan. Heol,aku pastikan piring-piring itu tidak seberat dengan baja atau karung beras. Tapi aku senang,itu artinya eomma menerima kehadiran anak ini.

Setelah aku mendapatkan penolakan dari eomma,aku kembali ke meja makan dan duduk manis disebelah jae hyun oppa. Mereka terlihat asik membicarakan sesuatu dengan berbisik-bisik. Ini agak mencurigakan…

=Jihyun POV END=

“kalian membicarakan ku ya?”sahut jihyun dengan polos

Ketiga pria itu menoleh pada jihyun dan tersenyum jahil

“Menurutmu?”tanya jae hyun retoris

Jihyun mempoutkan bibirnya,kesal dengan jawaban oppanya

“Aiss uri jihyun,kita tidak membicarakanmu kok”sahut appa jihyun

“Ini hanya pembicaraan khusus pria,jadi untuk perempuan tidak boleh tau”kali ini joonmyun ikut menjawab

“Kalian pasti membicarakan yang tidak-tidak,iya kan”jihyun memicingkan matanya pada ketiga pria itu

“Dasar anak nakal,kau saja yang berpikir tidak-tidak”ujar jae hyun memukul kepala jihyun dengan sumpit ditanganya

“Aishhh.. eomma!!”teriak jihyun

“Jae hyun,berhentilah menyakiti adikmu”ucap ibu menghampiri mereka

“apa? Aku tidak menyakitinya,anak ini saja yang berlebihan”

“Sudahlah,ayo kita makan”ucap appa jihyun berusaha menengahi pertengkaran anaknya

Setelah acara makan malam selesai,jihyun menghabiskan waktunya dibalkon kamarnya. Menikmati dinginya malam dan meratapi bintang-bintang yang jauh diatas sana. Saat merasa ada derap kaki yang memasuki kamarnya,jihyun menoleh memastikan apa yang dilihatnya

“Joonmyun..”

“Ji,aku mau bicara denganmu”

“Ada apa?bicaralah”

Joonmyun meraih tangan jihyun. Awalnya jihyun terkejut,namun ia ingin tau dulu apa yang akan dibicarakan oleh joonmyun itu

“Kurasa ini waktu yang tepat,ji mau kah kau menikah denganku”

Jihyun tersentak,ia tidak akan pernah menyangka jika joonmyun ingin menikahinya.

“Tapi….”belum sempat meneruskan joonmyun sudah memotong pembicaraan jihyun

“Aku tidak peduli dengan kejadian itu,aku mencintaimu ji. Jangan pernah menyebut dirimu hina dan tidak pantas berada disampingku,kau salah ji. Seperti yang selalu aku katakan,anakmu anakku juga,kita akan menjaganya bersama. Itu bukti bahwa aku tulus mencintaimu,aku akan membuatmu bahagia,kita akan merawatnya bersama”

Kata-kata tulus yang joonmyun katakan membuat jihyun menitikan haru air matanya. Ia dapat merasakan ketulusan hati joonmyun. Selama ini,joonmyun selalu membuatnya merasa nyaman. Disaat orang-orang menggunjing dan menjauhinya,joonmyun berbeda. Dia datang pada jihyun membawa perasaan tulusnya. Ia sadar,orang seperti joonmyun tidak boleh disia-siakan. Karna sangat jarang pria sempurna sepertinya.

“Tapi, apa kau tidak malu menikahi perempuan seperti ku? Bagaimana dengan keluargamu? Mereka pasti tidak setuju kau menikah dengan ku,kau tau masih banyak perempuan yang jauh lebih baik dariku”

“tidak,aku tidak malu. Justru aku sangat bahagia bisa memilikimu. Tentang keluargaku,mereka sangat setuju,mereka sama sekali tidak melarangku jadi jangan pernah mencemaskan hal itu,dan..”

“Tidak ada perempuan yang jauh lebih baik darimu jihyun”sambung joonmyun

Jihyun semakin menangis,ia tau ketulusan hati joonmyun untuknya. Ia sangat bahagia,orang seperti joonmyun mau menerima ia apa adanya.

“Kumohon jangan menangis,apa perkataan ku ini telah memberikan sebuah beban padamu?”ujar joonmyun mengusap pipi jihyun yang dibanjiri air mata

“Tidak,justru aku sangat bahagia “jawab jihyun tersenyum pada joonmyun

“Aku mau menikah denganmu”sambung jihyun sontak membuat joonmyun terkejut

“Benarkah??”

“Eumm”jinhyun menganggukan kepalanya

Joonmyun memeluk erat tubuh jihyun,ia benar-benar bahagia. Impiannya menikah dengan orang yang dicintainya akan terwujud. Ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini,ia sudah berjanji pada dirinya sendiri,ia akan membuat jihyun bahagia,ia tidak peduli dengan kenyataan jihyun yang sudah hamil. Ia akan memberikan kenangan indah untuk jihyun agar melupakan kejadian kelam yang membuat jihyun selalu terpuruk.

“Aku mencintaimu,jihyun”

“Aku juga mencintaimu,myun”

***

Derap langkah kaki yang tidak terhitung, dan suara gesekan roda dengan lantai menggema di sebuah bandara incheon. Namun, sepertinya ada yang berbeda dari biasanya. Itu karena sosok oh sehun yang kini berjalan melewati beberapa wanita yang sedang memuji ketampananya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tapi dengan angkuhnya,ia melewati begitu saja dengan acuh. Ia tidak peduli,yang jelas ia ingin segera menemui perempuan itu. Perempuan yang sudah membuatnya gila selama 4bulan karena kerinduannya.

“Tuan muda sehun”sahut seseorang dari arah belakang

“Disini!!”kali ini orang itu agak berteriak

Sehun menoleh kebelakang,dan menemukan sosok pria jangkung yang tersenyum tipis padanya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Lama tidak berjumpa tuan”sahut pria itu itu pada sehun

“Sudah aku katakan berapa kali,panggil sehun saja. Kita berteman bukan sehari dua hari,tapi 8tahun chanyeol”ujar sehun dengan kesal

Pria yang disebut chanyeol itu terkekeh geli

“Ayolah,aku hanya bercanda hun”ujar chanyeol merangkul sehun dan mengambil koper yang ada ditangan sehun

“Tidak,aku saja yang bawa”ucap sehun mengambil alih kepemilikan koper itu

“Bagaimana kabarnya?”tanya sehun yang kini sudah berada dimobil bersama chanyeol

“Kudengar dia akan segera menikah”jawab chanyeol yang masih terfokus dengan kemudinya

“Tidak bisa begitu”lirih sehun namun masih dapat didengar oleh chanyeol

“Dia tidak boleh menikah dengan siapapun kecuali aku”

“Sadarlah,kau sudah meninggalkanya hun,kau sudah  menyakitinya terlalu dalam”

“Tapi itu kulakukan untuk keselamatanya chan!!”kali ini suara sehun terdengar tinggi

“Tapi dia tidak mengerti apa yang kau lakukan sehun!!,dia tidak mengerti jalan pikiranmu!!”

Dadanya naik turun,dia emosi? Jelas. Terlihat dari netra tajamnya yang memandang ke arah luar jendela membuang muka dengan lawan bicaranya saat ini.

“Aku harus bagaimana?aku hampir gila karnanya”suara sehun terdengar parau

“Tenanglah nanti kupikirkan caranya,oh iya kandungannya juga terlihat baik-baik saja. Jadi kau tidak perlu khawatir”

“Syukurlah”gumam sehun

“Aku ingin sekali bertemu dengannya chan”

Chanyeol menghela nafas gusar. Sudah cukup ia dibuat pusing dengan pekerjaanya menjadi wakil direktur diperusahaan stasiun televisi,kini ia malah di buat tambah pusing oleh sahabatnya. Tapi jelas,ia lebih memikirkan sahabatnya kini yang terlihat memperihatinkan ketimbang pekerjaannya itu.

“Siapa nama calon suaminya”

“Jika aku memberitau-mu,kau mau apa huh?”

Sehun mengacak rambutnya kasar,ia benar-benar kesal dengan jawaban chanyeol. Ia tau,saat ini chanyeol pasti sedang mencurigainya. Ya walaupun apa yang chanyeol curigai benar terjadi

“Cepat beritau saja,aku tidak akan berbuat macam-macam padanya sungguh”

“Tidak,aku tau kau pasti akan menyakiti calon suaminya itu. Sudah cukup kau buat dia menderita,apa sekarang kau ingin membuatnya menderita lagi olehmu yang ingin membuat calon suaminya itu diancam oleh ancaman tidak jelasmu itu hah?”

Sehun menghela nafas frustasi,chanyeol ini benar-benar menguji kesabarannya

“Lupakan”

“Memang seharusnya begitu”chanyeol tersenyum geli melihat sehun kini yang dibuat kesal karnanya

Sehun masih tetap fokus menatap kearah luar jendela. Hingga tiba-tiba tatapanya terhenti pada satu titik,sosok yang sangat ia rindukan itu

“Berhenti!!”ucap sehun tidak sabaran

“Kubilang cepat berhenti”kini sehun membuka pintu mobil yang terkunci dengan tidak sabaran

Chanyeol segera memberhentikan mobilnya. Sehun membuka pintu mobil dan berlari mengejar sosok yang dilihatnya tadi. Ia tidak peduli dengan teriakan chanyeol yang memanggilnya,ia harus menemukan sosok itu.

Sehun kini beralih pada sebuah taman yang tak jauh dari tempat pemberhentian mobilnya. Ditaman itu,terlihat seorang wanita duduk dibangku taman itu yang memainkan kakinya.

Perlahan sehun mendekatinya. Dadanya sesak,ia sadar seharusnya ia tidak menemuinya. Namun siapa yang peduli? Ia hanya ingin melepas rindunya pada wanita yang kini ada dihadapanya.

Wanita itu terlihat terkejut melihat ada sepasang kaki tepat didepanya. Ia mendongakan wajahnya dan mendapati pria yang tengah tersenyum padanya

“Jihyun”panggil sehun menyadarkan wanita itu yang sedang melamun

“Kau??”wanita itu membulatkan matanya

 

**

Gimana?boring ya?gaje ya? Hehehe maaaf saya hanya author amatirrrr

Jangan lupa masukannya yaaa

 

Iklan

15 thoughts on “Because it’s never enough – chapter 1

  1. Dari mana aja lo Hun.
    Si jihyun setengah mati nahan malu, Hun. Tapi lo malah pergi.

    Terus pas jihyun pengen nikah ama junmyeon, lo malah datang ke jihyun.

    Lo tega, Hun.

    Next beb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s