N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 3)

3

Tittle                   : N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 3)
Author              : Kang Gin Jin
Genre               : Romance, Friendship, School Life

Length              : Chaptered

Rating               : PG 13+

Main Cast        : Kim Hyu Rin (Yuri) | Oh Se Hun (Sehun)

Support Cast : Byun Baek Hyun (Baekhyun), Oh Se Hee (Sehee), Park Chan Yeol (Chanyeol), Shin Hyu Ra (Hyu Ra)

Disclaimer       : Story and plot in this fanfic originaly made by me.

Author’s note : Saya akan menunggu komennya para Readers. Mian jika alurnya gj dan terlalu cepat. No kopas, no plagiat. Gomawo.

Warning           : Typo bertebaran

 

 

N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 3)

 

Hari-hari berikutnya dilalui dengan bahagia oleh Yuri. Dia semakin dekat saja dengan Sehee. Diam-diam Sehun pun memperhatikan Yuri, mungkin dia mulai menyukainya. Nampaknya Sehun belum menyadari perasaannya.

Hari ini, Yuri berangkat seperti biasa. Hanya saja perasaannya tidak enak, mungkin saja akan terjadi sesuatu. Dia berusaha menenangkan persasaannya tapi sia-sia. Lalu dia berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk.

Sesampainya disekolah, banyak siswa yang berkumpul di parkiran. Tapi itu tidak diperhatikan oleh Yuri, itulah Yuri seorang yeoja yang cuek. Ketika melewati siswa-siswa tadi, perasaannya semakin kacau. Tapi dia tetap melanjutkan perjalannya. Tiba-tiba ada yang memanggilnya.

“Kim Hyu Rin, tunggu!”.

Yuri pun menoleh ke arah sumber suara. Ternyata orang yang memanggilnya adalah namjachingunya yang dulu. Dia heran mengapa namja itu datang menemuinya. Namja itu lalu berjalan ke arah Yuri. Dengan segera dia pergi dari tempat itu, namun sayang tangan namja itu sudah meraih tangannya. Dengan terpaksa Yuri menghentikan langkahnya. Dengan sekuat tenaga Yuri berusaha melepaskan tangan namja itu, tapi gagal.

“Lepaskan aku Byun Baek Hyun”, kata Yuri pada namja itu dengan nada membentak.

“Aku sudah susah payah mencarimu. Mana mungkin aku melepaskanmu”, jawab namja itu.

“Untuk apa kau mencariku. Bukankah aku hanya yeoja yang tidak penting untukmu?”, kata Yuri.

Siswa-siswi disitupun menatap mereka berdua. Dan dari kejauhan datanglah si kembar Sehee dan Sehun. Mereka melihat banyak siswa-siswi berkumpul. Tidak biasanya mereka seperti itu. Mereka lalu melihat apa yang sedang terjadi.

“Siapa bilang kau yeoja yang tak penting untukku? Sekarang ikutlah denganku”. Namja itu langsung menarik tangan Yuri dan pergi menuju mobil namja itu, Yuri berusaha menolak.

“Kau mau bawa aku kemana? Aku harus sekolah. Lepaskan aku?”, kata Yuri berusaha melepaskan diri.

“Tenanglah nona Kim, aku sudah mengizinkanmu. Aku berjanji tidak akan menyakitimu. Ikutlah denganku”, jawab namja itu.

Dengan terpaksa Yuri mengikuti kemanapun namja itu pergi. Mereka lalu masuk mobil dan meninggalkan sekolah itu. Si kembar hanya diam menatapi kepergian mereka. Setelah mobil mereka menghilang, mereka saling bercakap-cakap karena heran mengapa Yuri diajak pergi oleh namja itu.

“Itukan Byun Baek Hyun. Untuk apa dia membawa Yuri”, kata Sehun.

“Apa kau mengenal namja itu, Sehun?”, tanya Sehee.

“Kau tidak tahu nuna, dia kan putra dari pemilik Buyoung Group. Temanku dari kecil”.

“Ow, ne. Tapi untuk apa dia membawa Yuri. Bukankah appa mereka saling bermusuhan”, kata Sehee balik bertanya.

Sehun hanya menggeleng. Tak lama setelah itu bel masukpun berbunyi. Mereka memutuskan untuk masuk ke kelas dan tidak memperdulikan hal tadi.

—————–

“Akhirnya sampai juga. Ayo kita turun”, ajak Baekhyun pada Yuri. Yuri segera turun dari mobil itu. Dia hanya diam, dia membiarkan Baekhyun membawanya ke atas tempat itu. Sesampai di atas, Yuri juga terdiam, dia menikmati pemandangan di tempat itu. Baekhyun merasa kesal karena Yuri hanya diam. Dia lalu memulai pembicaraan.

“Apa kau tahu tempat ini?”, tanyanya.

“Semua orang disini juga tahu kalau ini N Seoul Tower”, jawabnya dengan sedikit kesal.

Baekhyun malah tersenyum, lalu dia memukul kepala Yuri. Dan hal itu membuat Yuri kesakitan. “Apho, oppa”, kata Yuri sambil memegang kepalanya.

“Ow, mianhae chagi”, jawab Baekhyun.

Mwo? Tadi kau bilang apa, chagi. Kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan itu?”, tanya Yuri.

“Kau juga masih memanggilku dengan sebutan oppa”, kata Baekhyun.

Yuri masih terdiam. Dia bingung harus menjawab apa. Dia memang sudah terbiasa memanggil Baekhyun dengan sebutan itu. “Itu…itu karena kau lebih tua dariku”, jawab Yuri gugup.

Baekhyun lalu tersenyum dan berkata, “Apa benar seperti itu”.

“Tentu saja”, jawab Yuri singkat.

Mereka terdiam sesaat. Yuri masih gugup dan bertanya-tanya mengapa Baekhyun mengajaknya ke tempat itu. dengan ragu-ragu dia bertanya pada Baekhyun, “Kenapa kau mengajakku ke tempat ini?”.

“Kau masih ingatkan tempat ini?”, jawab Baekhyun.

“Bukankah tadi sudah aku katakan, semua orang juga tahu kalau tempat ini adalah N Seoul Tower”, tutur Yuri. Dan sekali lagi Baekhyun memukul kepala Yuri.

“Dasar yeoja pabbo! Kau masih tidak mengerti juga. Kau tidak berubah dari dulu”, tutur Baekhyun kesal pada yeoja disampingnya.

“Jika aku pabbo, kenapa kau masih mencariku?”, kata Yuri dengan polosnya.

“Itu karena aku mencintaimu”, kata Baekhyun. Dia lalu memegang bahu Yuri dan menatapnya dengan lekat. “Dengarkan aku, setelah kau mendengar pembicaraanku dengan teman-temanku aku mencari-carimu. Aku ingin menjelaskan semuanya padamu, tapi aku tak pernah menemukanmu. Sekarang aku sudah menemukanmu, dan aku akan menjelaskan semuanya. Pada awalnya aku memang mendekatimu karena taruhan dengan teman-temanku, tapi setelah lebih mengenalmu aku mulai menyukaimu. Aku bahkan sudah lupa dengan taruhan itu, namun saat itu teman-temanku menagihku. Saat itu aku masih gengsi untuk mengatakan kalau aku mencintaimu. Dan semenjak kau tidak pernah menemuiku, aku baru sadar kalau aku benar-benar jatuh cinta padamu. Sekarang aku sudah tidak peduli lagi, apapun yang akan dikatakan orang tentangku. Mianhae atas semua yang telah aku lakukan padamu. Aku benar-benar mencintaimu Yuri. Mau kah kau menjadi yeojachinguku lagi?”, kata Baekhyun panjang lebar.

Yuri masih terdiam. Dia masih tidak percaya dengan semua yang dikatakan Baekhyun. Dia lalu melepaskan tangan Baekhyun dari bahunya. Dia membalikkan tubuhnya. “Kau bohongkan dengan semua yang kau katakan?”, kata Yuri.

Ani, aku sungguh-sungguh dengan perkataanku”, kata Baekhyun.

Ani, kau bohong Byun Baek Hyun”, kata Yuri, dia lalu membalikkan tubuhnya hingga kini mereka saling bertatap muka. Yuri melanjutkan kata-katanya, “Kau hanya ingin memanfaatkanku agar kau bisa menghancurkan keluargaku. Sama seperti yang diinginkan oleh Appamu. Kau tahukan kalau appa kita saling bermusuhan. Aku tidak akan sebodoh itu Byun Baek Hyun”, kata Yuri. Dia menahan nafas saat mengatakan itu semua. Pada awalnya Yuri tidak mengetahui kalau Baekhyun adalah putra dari pemilik Buyoung Group yang merupakan musuh bebuyutan appanya. Dia baru mengetahui setelah dia mendengar percakapan Baekhyun dengan teman-temannya. Tanpa ia sadari sebulir air mata telah jatuh membasahi pipinya. Ya, Yuri menangis. Dia menangis mengetahui fakta bahwa orang yang sangat dicintainya adalah putra dari musuh appanya. Dia sangat membenci kenyataan ini.

Baekhyun paham dengan apa yang dirasakan Yuri. Dia perlahan-lahan mendekati Yuri, dan hal itu tidak disadari Yuri karena dia masih mengatur nafas dan menahan tangisannya. Baekhyun langsung memeluknya. “Aku berkata benar Yuri, aku tidak bohong. Memang benar appa kita adalah musuh, tapi aku tidak peduli. Itu tidak akan merubah fakta bahwa aku mencintaimu”, kata Baekhyun meyakinkan Yuri.

Yuri masih terisak dipelukan Baekhyun, “Kau hanya bercandakan. Katakan kalau kau hanya bercanda, kau tidak benar-benar mencintaiku kan Byun Baek Hyun”.

“Aku serius Yuri. Kita bisa memulainya dari awal. Lupakan bahwa appa kita saling bermusuhan. Karena yang terpenting sekarang adalah aku benar-benar mencintaimu Kim Hyu Rin”, kata Baekhyun.

“Apa kau benar-benar mencintaiku?”, tanya Yuri lagi.

“Iya, aku benar-benar mencintaimu Kim Hyu Rin. Aku harus apa lagi agar membuatmu percaya padaku”.

Ne, aku mengerti. Kita bisa memulainya dari awal lagi, oppa”.

“Terima kasih Yuri”, Baekhyun lalu mengecup puncak kepala Yuri. Dia sangat senang mendengar jawaban Yuri.

Mereka memulai lagi hubungan mereka di tempat itu. Sama seperti saat pertama kali Baekhyun menyatakan cinta pada Yuri. Ya, inilah hidup. Jika sudah cinta, apapun yang menjadi penghalang akan disingkirkan. Mereka tidak akan peduli hal itu, asal mereka dapat bersama. Meskipun appa mereka saling bermusuhan sekalipun.

Manyak dangsineui salpheul jangryeohan iyagiro mandeulgo sipdamyeon, dangsin jasini jaggaimyeo nalmada saeroun pheijireul sseul gihweiga isseumeul ggaedadneun geoseuro sijakhara (Jika kamu ingin hidupmu menjadi kisah agung, maka mulailah dengan merealisasikan bahwa kamu adalah author dan setiap hari kamu mempunyai kesempatan untuk menulis pada lembaran baru).

  • §§

Hari-hari Yuri kini menjadi lebih indah sejak peristiwa itu. Dia mulai bersemangat sekolah walaupun kini mereka tidak satu sekolah. Yuri selalu dijemput dan diantar pulang oleh Baekhyun. Mereka menjalin hubungan tanpa sepengetahuan orang tua mereka. Dan Yuri membuat alasan kalau dia ingin naik bis saat berangkat maupun pulang sekolah. Karena itu sekarang Park ahjussi, tidak lagi mengantar jemputnya. Pada awalnya orang tuanya tidak mengizinkan, namun setelah diberi penjelasan akhirnya dia diperbolehkan.

Oppa sudah datang. Apa kau sudah lama?”, tanya Yuri pada Baekhyun. “Ani, aku baru sekitar lima menit”, jawab Baekhyun. Yuri heran mengapa Baekhyun tidak memakai seragam sekolah. Karena penasaran Yuri bertanya padanya, “Kenapa oppa tidak memakai seragam?”.

“Ow, itu. Hari inikan sekolahku diliburkan. Bukankah kau pemiliknya, seharusnya kau tahu. Hari ini katanya ada acara di sekolah dan itu dilaksanakan atas perintah dari orang tuamu”, tutur Baekhyun panjang lebar.

“Kenapa appa dan eomma tidak memberitahuku. Ah, mungkin karena aku tidak diajak diacara itu, jadi aku tidak diberitahu”, kata Yuri.

“Mungkin saja. Ayo kita berangkat”, ajak Baekhyun. Yuri mengangguk tanda setuju. Mereka berdua akhirnya berangkat menuju sekolah Yuri. Mereka bersenda gurau sepanjang perjalanan menuju sekolah. Sesampainya disekolah Yuri segera turun dan tak lupa mengucapkan salam perpisahan pada Baekhyun. Lalu Baekhyun segera meninggalkan sekolah itu.

Yuri segera menuju kelas. Namun dia tidak mendapati sahabatnya Sehee. Dia hanya bertanya-tanya dalam hati, mengapa sahabatnya itu tidak masuk. Namun dia tidak berniat menghubungi Sehee atau mengirim pesan padanya untuk mengusir rasa penasarannya. Dia hanya mengangan-angankan saja. Hingga pelajaran dimulai dia tidak menemukan jawabannya.

Yuri mengikuti pelajaran dengan seksama. Dia tidak begitu bersemangat karena sahabatnya tidak masuk hari itu. dia hanya terus melirik jam tangannya berharap waktu berlalu dengan cepat. Dia terlihat senang saat jam istirahat akan datang sepuluh menit lagi. Namun sebelum jam itu datang, ada seseorang yang datang ke kelasnya. Dia adalah Park ahjussi, supir pribadinya. Park ahjussi meminta izin pada songsaenim untuk menjemput Yuri. Yuri terlihat kaget, dia tidak menyangkan akan dijemput lebih awal. Setelah mendengar alasan Park ahjussi songsaenim mengizinkannya pulang lebih cepat.

Yuri penasaran mengapa dia dijemput lebih awal oleh Park ahjussi. Dia lalu bertanya pada supir keluarganya itu. Park ahjussi hanya tersenyum dan bilang kalau nanti dia akan tahu kenapa dia dijemput lebih awal. Dengan terpaksa Yuri menahan rasa penasarannya. Dia sedikit kesal karena tidak diberitahu lebih dulu.

Yuri hanya diam sepanjang perjalannya. Tak disangka Park ahjussi malah membanya pulang ke rumahnya. Dia segera turun, saat masuk rumah hanya ada Park ahjumma yang dijumpainya. Park ahjumma terlihat senang melihat kedatangan putri majikannya itu. Dia menyuruh nona mudanya berganti pakaian yang sudah disiapkan sebelumnya. Gaun itu berbentuk mini dress selutut berwarna putih dengan lengan pendek. Sangat pas dan sangat cocok dengan kulit putih Yuri. Rambut panjangnya disisir dan dibiarkan terurai. Dia memakai bando dan jepit rambut kesangannya yang hanya tinggal satu. Sedikit make up, agar tidak terlalu sederhana. Bahkan tanpa make up pun sebenarnya yeoja itu sudah terlihat mempesona. Sekarang dia sudah terlihat sangat mempesona, siapapun yang melihatnya pasti akan terpana. Akhirnya dia siap setelah selama lima belas menit dibantu merias diri oleh Park ahjumma.

Park ahjussi lalu membawanya ke tempat yang Yuri pun tidak mengetahuinya. Dalam perjalanan Yuri mengirim pesan pada Baekhyun. Pesan itu berisi pemberitahuan bahwa dirinya telah pulang dan tidak perlu menjemputnya saat pulang sekolah nanti. Baekhyun membalas pesannya, menanyakan mengapa Yuri pulang lebih awal. Yuri bilang dia hanya dijemput supirnya dan dibawa entah kemana. Dan setelah itu Baekhyun tidak membalas pesan Yuri lagi.

Yuri sedikit kesal, karena pesannya tidal lagi dibalas. Dia lalu memperhatiakn jalan melalui jendela mobilnya. Dia tahu dan sudah sangat hafal dengan jalan itu, jalan yang selalu dilewatinya saat berangkat sekolah di sekolahnya yang dulu. Dan ternyata memang benar, dia diantarkan ke sekolah milik keluarganya. Disana terlihat sudah banyak tamu yang hadir pada acara itu. acara yang diadakan di aula sekolah itu terlihat sudah dimulai. Yuri sedikit terlambat.

Acara itu adalah peresmian gedung teater di sekolah itu. Yuri memasuki aula yang sudah penuh dengan orang-orang. Dia berjalan menuju tempat duduk orang tuanya yang ada di barisan depan. Kakeknya pun datang. Dia juga melihat para pemegang saham sekolah turut hadir, serta keluarga Oh pemilik Sinhwa Corporation juga terlihat disana. Dia tersenyum saat tahu alasan mengapa sahabatnya tidak masuk, karena menghadiri acara ini. Sepanjang perjalannya menuju kursi orang tuanya, semua orang melihatnya dengan terpana, seperti melihat bidadari yang turun dari langit sedang berjalan menuju barisan depan. Tak terkecuali Sehun, dia sangat terpana melihat sosok Yuri. Dia bahkan tak berkedip memandang yeoja itu, kalau saja tidak disadarkan oleh nunanya, dia pasti terlihat seperti orang bodoh. Ya tentu saja, hari itu Yuri terlihat sangat cantik dengan gaun yang dipakainya meski hanya bermake up sederhana. Hari itu Sehun memakai baju yang senada dengan gaunnya. Dia memakai jas dan celana berwarna putih, sama sepertinya. Hal itu sengaja dilakukan oleh kedua orang tua mereka.

Acaranyapun segera dimulai. Yuri hanya mengikuti dengan seksama. Setelah peresmian gedung selesai, kakek Yuri juga mengumumkan acara lain pada hari itu. “Gamsamnida, kalian semua telah datang. Aku juga akan mengumumkan sesuatu pada hari ini”, kata kakek Yuri. Tentu semua tamu yang hadir penasaran dengan apa yang akan diumumkan. Mereka terlihat serius mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Kakek Yuri. “Hari ini adalah hari bahagia untuk keluarga kami. Karena pada hari ini cucuku satu-satunya akan bertunangan dengan putra dari keluarga Oh pemilik Sinhwa Corporation”, lanjut kakek Yuri. Dan itu membuat Yuri kaget. Dia tidak pernah diberitahu jika dia akan ditunangkan dengan orang yang tak dicintainya. Yuri lalu bertanya pada eommanya, “Ini tidak seriuskan eomma?”.

Ne chagi. Ini serius. Kamu akan bertunangan hari ini”, jawab eommanya.

“Tapi?”, bantah Yuri.

“Tidak ada tapi-tapian. Ayo kita ikut kakek”.

Dengan terpaksa Yuri mengikuti eommanya menuju kakeknya yang diikuti oleh keluarga Oh. Saat cicin pertunangan telah sampai, Yuri hanya bisa menangis. Dia sedih karena tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti kemauan keluarganya. Kini tibalah saat bertukar cincin. Sang tunangan telah memakaikan cincin di jari manis Yuri, dan sekarang giliran Yuri memakaikan cincin di jari manis sang tunangan. Yuri telah mengambil cincin dari tempatnya, dia masih ragu saat akan memakaikannya. Dia kemudian melihat eommanya, eommanya menganggukan kepala. Dan terpaksa Yuri memakaikan cincin itu. Setelahnya terdengar suara tepuk tangan dari para tamu yang datang.

Saat Sehun melihat Yuri, dia heran mengapa Yuri menangis. Dia menduga pasti Yuri terpaksa melakukan hal ini. Dalam hatinya Sehun mengatakan, ‘Jangan menangis Yuri, jebal, jangan menangis. Aku tidak mau kau sedih dengan pertungan kita’, tentu hal itu tidak didengar Yuri. Air matanya masih keluar.

Kini tiba di sesi pemotretan. Yuri mengusap air matanya. Dia mengikuti sesi ini dengan terpaksa. Pertama-tama mereka foto bersama. Lalu tinggal mereka berdua, Yuri dan Sehun. Mereka terlihat serasi.

Setelah sesi pemotretan selesai, mereka melanjutkan dengan makan bersama. Sehun masih memperhatikan Yuri di meja makan. Dia juga masih bertanya-tanya mengapa Yuri masih terlihat murung. Dia berencana menanyakannya pada Yuri nanti setelah acara selesai.

Terlihat tamu-tamu menikmati hidangan yang disajikan. Namun Yuri tidak ikut makan. Dia kehilangan selera makannya. Bagaimana tidak, dia terpaksa mengikuti semua kemauan keluarganya. Eommanya Yuri heran ketika putrinya tidak makan, beliau lalu menanyakan alasan putrinya tidak makan. Yuri hanya bilang kalu dia masih kenyang. Eommnya hanya mengangguk paham mendengar jawaban putrinya.

Akhirnya acara pada hari itu selesai. Setelah itu, Sehun meninta izin pada keluarnya Yuri untuk mengajaknya pergi. Tentu dengan senang hati keluarganya Yuri mengizinkan. Awalnya Yuri menolak, namun setelah dipaksa eommanya dia terpaksa mengikuti Sehun. Mereka segera pamit dan meninggalkan tempat itu.

Sehun menggandeng tangan Yuri. “Kau mau bawa aku kemana?”, tanya Yuri. “Tenanglah nona Kim. Kita akan pergi ke…”, Sehun tidak melanjutkan kata-katanya. Tentu itu membuat penasaran Yuri, “Kemana?”, tanya Yuri lagi. “Nanti kau juga akan tahu”, lanjut Sehun. Yuri lalu diam dan mengikuti kemanapun namja itu membawanya. Mereka pergi menggunakan mobil.

Saat melihat jalanan dari kaca mobil yang dianikinya, dia terlihat sudah menghafal jalan itu, namun dia hanya diam. Tepat seperti dugaannya, jalan itu menuju N Seoul Tower. Mobil itu berhenti di area Tower itu. Setelah memarkirkan mobilnya mereka menuju tempat yang sangat bagus untuk menikmati pemandangan. Setelah menemukan tempat yang cocok, Yuri bertanya pada Sehun, “Mengapa kau mengajakku kesini?”.

“Aku ingin bertanya sesuatu padamu”.

“Apa?”, tanya Yuri lagi.

“Mengapa kau menangis sepanjang acara tadi? Apa kau bisa menjelaskannya padaku?”.

“Bagaimana aku tidak menangis, mereka tidak memberitahuku kalau aku akan ditunangkan denganmu. Aku baru tahu saat kakek mengumumkannya tadi. Mereka bahkan tidak meminta pendapatku”.

“Aku juga baru tahu tadi pagi, jika aku akan ditunangkan denganmu”.

“Setidaknya kau tahu acara apa yang akan kau hadiri. Sedangkan aku, aku bahkan tidak tahu akan pergi ke acara apa saat supirku menjemputku. Aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku katakan pada namjachinguku, aku bingung harus menjelaskan situasi ini. Karena aku tidak pernah bisa menentang pertunangan ini”.

Namjachingu?”.

Ne”. Mereka terdiam untuk beberapa saat. Lalu Yuri memulai pembicaraan lagi, “Bagaimana dengan yeojachingumu?”.

Sehun terlihat kaget saat Yuri betanya padanya. “Yeojachingu. Em….itu”.

“Kenapa? Jangan bilang kalau kau belum mempunyai yeojachingu. Ah pantas saja kau kau setuju dengan pertunangan ini”.

“Bukan begitu! Aku memang tidak memiliki yeojachingu, tapi bukan karena itu kau menerima pertunangan ini. Pada awalnya aku menolak, tapi eomma sangat memohon padaku. Beliau bilang ini adalah janji persahabatan. Namun aku tetap bersih keras menolaknya. Namun beliau sangat-sangat memohon padaku dan aku paling tidak tega melihat dia seperti itu. Karena itu terpaksa aku menyetujuinya”, jelas Sehun panjang lebar.

“Lalu aku harus bagaimana? Tidak mungkin aku memutuskan hubunganku dengan namjachinguku. Aku sangat mencintainya”, Yuri menangisi kenyataan yang sedang terjadi. Kenyataan yang tidak pernah diharapkannya.

Sehun tak tega melihat Yuri menangis. Diapun menenangkan tunangannya itu, “Jangan menangis Yuri, pasti ada jalan keluar untuk masalah ini”. Sehun menghapus air mata Yuri. Yuri lalu terdiam dari tangisannya. Dan mereka terdiam untuk beberapa saat. Memikirkan jalan keluar untuk masalah mereka.

“Bagaimana kalau begini! Emm, kita tetap tetap jalani saja. Biarlah orang tua kita menganggap kita masih bertunangan, tapi kita jalani hidup kita masing-masing. Kau tidak perlu memutuskan hubunganmu dengan namjachingumu, kau hanya perlu menjelaskan padanya. Lagipula aku sudah tertarik dengan seorang yeoja. Bagaimana menurutmu?”, kata Sehun menuturkan idenya yang tiba-tiba terlintas dalam pikirannya.

“Jadi maksudmu kita berpura-pura menerima pertunangan ini”, tanya Yuri.

“Ya, bisa dibilang begitu”, kata Sehun.

“Apa kau serius?”.

Ne, aku serius”.

Yuri tersenyum mendengar penuturan Sehun, dan tanpa disadarinya dia memeluk Sehun sambil mengucapkan terima kasih. Sehun membalas pelukan Yuri dan berkata, “Kita bisa menjadi teman. Ow ya, kalau boleh tahu siapa namjachingumu?”.

Yuri lalu melepaskan pelukannya. Dia kaget dengan pertanyaan Sehun, namun dia tetap menjawabnya, “Dia murid dari Kirin Art School, sekolahku yang dulu. Namanya Byun Baek Hyun”.

“Byun Baek Hyun”, tanya Sehun memastikan kalu dia tidak salah dengar.

Ne, Byun Baek Hyun”.

“Ow, jadi karena itu, dia menjemputmu beberapa waktu yang lalu di sekolah dan yang membuatmu membolos sekolah?”, kata Sehun.

“Yang waktu itu. Iya itu memang dia. Kenapa? Apa kau mengenalnya?”.

Ne, dia temanku sejak kecil. Tapi bukankah dia putra dari pemilik Buyoung Group dan musuh besar appamu, benarkan?”.

Ne, kau memang benar. Dia adalah putra dari musuh bebuyutan appaku. Siapa yang peduli itu. kami menjalin hubungan tanpa sepengetahuan mereka. Apa salah jika kami saling mencintai?”.

“Tentu saja tidak. Aku hanya kagum pada kalian. Menjalani hubungan yang sudah pasti tidak akan direstui orang tua kalian”.

“Itulah cinta, tidak mengenal batas usia, suku, ras, kelas sosial, teman, sampai musuhpun jadi. Jika sudah cinta darimanapun asalmu pasti ingin dimiliki. Benar, bukan?”.

“Ya, kau memang benar Yuri”.

“Aku belum tahu yeoja mana yang kau sukai. Apa kau tidak ingin memberitahukannya padaku?”.

“Tentu aku akan memberitahukannya. Sebenarnya aku baru sekali bertemu dengannya”.

Mwo? Jeongmal! Kau jatuh cinta pada pandangan pertama?”.

“Mungkin bisa dibilang begitu”.

“Memangnya siapa yeoja itu?”.

“Dia yeoja yang pernah aku selamatkan. Malam itu aku tidak bisa tidur. Lalu aku mencari udara segar dan aku memutuskan untuk pergi ke tempat ini. Aku mengira tempat ini sudah sepi, namun masih ada orang. Dia seorang yeoja. Aku melihatnya akan melompat dari tempat ini, aku merasa panik. Dengan segera aku menariknya agar dia tidak jatuh. Saat menariknya keseimbangan tubuhku hilang, hingga dia jatuh kepelukanku. Saat itulah aku merasa ada sesuatu yang berbeda, entah apa itu?”, tutur Sehun panjang lebar.

“Apa jantungmu berdebar kencang saat itu?”, tanya Yuri.

“Itu… Ne, kau benar. Saat itu jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya”, jawab Sehun.

“Itu artinya kau jatuh cinta pada yeoja itu. Apa kau tahu namanya?”.

Ani, aku belum sempat bertanya padanya. Dia sudah keburu marah-marah padaku. Dia marah karena aku sudah menyelamatkannya. Yeoja yang aneh, seharusnya dia bilang terima kasih bukannya malah marah”.

“Mungkin dia punya alasan mengapa dia tidak ingin diselamatkan. Bagaimana ciri-cirinya?”.

Ne, mungkin kau benar. Ciri-cirinya, dia berambut hitam pendek. Tingginya sama denganmu. Matanya mirip denganmu. Suaranyapun mirip denganmu. Malah ku kira itu kau. Tapi kurasa bukan, kau berambut panjang dan pirang, sedangkan dia berambut hitam pendek. Syukurlah sekarang aku sudah tahu semua tentangnya”.

“Bagaimana kau bisa mengetahuinya? Bukankah tadi kau bilang kalau baru sekali bertemu dengannya?”.

“Dia meninggalkan buku hariannya. Dalam buku harian itu, dia menulis semua yang disukainya. Yah meskipun dia menulisnya dalam bahasa Jepang, tapi aku sudah menerjemahkannya”.

“Buku harian?”. Yuri kaget mendengarnya, jadi Sehunlah yang menemukan buku hariannya. Dalam hatinya dia berkata, ‘Apa kau tahu? Yeoja itu adalah aku. Aku yang waktu itu kau selamatkan. Mianhae karena tidak bisa memberitahumu. Karena aku sudah mencintai namja lain. Aku tidak mungkin mengkhianati namja itu. Mianhae, jeongmal mianhae’.

Yuri masih terdiam. Dia disadarkan oleh Sehun, “Hai, kenapa diam?”.

“Ah, ani. Apa kau benar-benar mencintai yeoja itu?”, tanya Yuri.

Ne, tentu saja”, jawab Sehun.

“Apa kau yakin? Sebaiknya kau pikirkan lagi. Kalian baru sekali bertemu. Aku takut kau akan menyesal nantinya”.

“Menyesal! Aku tidak akan menyesal telah mencintainya. Aku sudah memikirkannya berulang-ulang”.

Ne, semoga saja”.

Mereka masih menikmati pemandangan di tempat itu. pemandangan kota Seoul yang indah dapat terlihat dari tempat itu. angin sepoi-sepoi mereka biarkan menerpa wajah mereka. Suasana canggung tiba-tiba menyelimuti mereka. Tak ada yang bicara setelah percakapan tadi. Mereka hanya diam seribu bahasa. Tak ada yang mau memulai pembicaraan.

Tak terasa 30 menit mereka lewati dengan diam. Merasa lelah, Yuri mengajak Sehun pulang. “ Sudah sore, sebaiknya kita pulang”, Yuri memulai percakapan. “Ne, kajja”, jawab Sehun singkat. Mereka akhirnya meninggalkan tempat itu, pulang ke rumah masing-masing.

©©© TBC ©©©

Jangan lupa komennya. Thanks.

Iklan

2 thoughts on “N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s