The Prospective Of Old Brother In Law Is My Husband (Chapter 4)

poster 3&4

 

 

Tittle            : The Prospective Of Old Brother In Law Is My Husband (Chapter 4)

Author       : Dwi Lestari
Genre         : Romance, Marriage Life

Length        : Chaptered

Rating         : PG 17+

Main Cast :
Yenni Wilson / Hwang Yen Ni (Yenni) | Byun Baek Hyun (Baekhyun)

Support Cast :

Hwang Re Ni (Reni), Byun Seo Hyun (Seohyun), Song Hen Na (Henna), Do Kyung Soo (Kyungsoo), Park Chan Yeol (Chanyeol), Xi Lu Han (Luhan)

 

Disclaimer          : Story and plot in this fanfic originaly made by me.

Author’s note       : Saya akan menunggu komennya para Readers. Mian jika alurnya gj. No kopas, no plagiat. Gomawo.

Warning                : Typo bertebaran      

 

The Prospective Of Old Brother In Law Is My Husband (Chapter 4)

 

“Kau mau jalan-jalan?”, tanya Baekhyun setelah mereka menikmati sarapan mereka. Yenni hanya mengangguk setuju. Mereka segera berangkat berkeliling ke pantai dekat hotel tempat penginapan mereka. Baekhyun juga berbagi pengetahuan tentang tempat itu. Yenni hanya mengangguk saat dia telah paham. Mereka segera menikmati kebersamaan mereka pagi itu. Mereka juga membeli makanan yang dijual disekitar pantai itu. Dari situlah Baekhyun tahu kalau Yenni sangat menyukai coklat.

Setelah merasa puas mereka kembali ke penginapan. Saat menuju kamar mereka, mereka diherankan dengan pegawai hotel yang lalu lalang kesana-kemari. Dan juga para penata dekorasi yang menghias hotel itu. Kini lorong itu sudah indah dengan pernak pernik diamana-mana. Baekhyun melihat temannya sedang mengintruksi pegawainya, lalu dia menemui temannya itu.

“Annyeong, Park Chanyeol sajangnim”, sapa Baekhyun.

“Hei, Baekhyun”, jawab Chanyeol.

“Sibuk sekali?”.

“Ne, besok adalah hari jadi hotel ini, aku akan membuat pesta disini karena itu aku harus mengecek sendiri persiapannya”.

“Ow”.

“Kau harus datang di pesta itu?”.

“Iya tentu saja. Besok hari terakhirku disini”.

“Ow ya, kau dari mana?”.

“Aku habis jalan-jalan”.

“Apa kau sendirian?”.

“Aniyo, aku bersama istriku”, Baekhyun lalu menoleh Yenni dan memanggilnya, “Yenni, kemarilah!”. Yenni datang mendekati mereka.

“Yenni, kenalkan. Dia Chanyeol sahabat baikku saat SMA dan juga pemilik hotel ini”, kata Baekhyun.

“Hello, Mr Chanyeol. I’m Yenni”, Yenni mengulurkan tangannya pada Chanyeol. Chanyeol lalu membalasnya.

“Hai juga nona Yenni. Aku Chanyeol. Park Chan Yeol. Wajahmu mirip sekali dengan Reni”.

“Really?”, kata Yenni.

“Ne, tapi kurasa lebih cantik kau daripada dia”.

Reni tersenyum hingga lesung pipitnya terlihat.

“Benarkan, apalagi saat kau sedang tersenyum”, tambah Chanyeol. Yenni menjadi malu mendengar penuturan Chanyeol. Kalau saja ini dalam komik, mungkin pipinya sudah memerah menahan malu. Baekhyun menjadi sedikit sensi dengan Chanyeol. Dia tahu bagaimana watak pria itu, dia sering sekali berdebat dengannya. Apalagi Chanyeol sangat pandai merayu wanita, tidak seperti dirinya. Tak heran jika dia dijuluki si playboy, walaupun pada aslinya dia bukan seperti itu.

“Ehem”, Chanyeol dan Yenni lalu menoleh. “Kau tidah bermaksud menggoda istriku kan tuan Chanyeol?”, kata Baekhyun.

“Ah, tentu saja tidak tuan Baekhyun. Aku hanya berbicara fakta”.

“Ow ya!”.

“Tentu saja”. Chanyeol lalu mendekati Yenni. “Nona Yenni, besok kau harus datang di pesta peringatan hari jadi hotel ini. Aku mengundangmu”, tambah Chanyeol.

“Sure”, jawab Yenni. Chanyeol lalu berbisik pada Yenni, “Nona, jangan heran jika kami sering berdebat, itu karena dia mudah sekali cemburu. Kau harus benar-benar memahaminya. Buat dia bisa melupakan nenek sihir itu. Ow mian, maksudku Reni. Sudah cukup yeoja itu menyakiti temanku. Aku mengandalkanmu, nona”.

Baekhyun sedikit sensi melihat Chanyeol terlalu dekat dengan Yenni. Selain itu dia juga kesal karena tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. “Apa yang sedang kalian bicarakan?”, tanyanya. Mereka tidak menjawab dan masih sibuk dengan percakapan mereka. Karena merasa dicuekkan, dia lalu memutuskan untuk meningalkan mereka berdua.

“Benarkan apa kataku”, kata Chanyeol.

“Yes”, kata Yenni.

“Aku mengandalkanmu nona Yenni”, kata Chanyeol.

“Ok, I will remember it. Thank you Mr Chanyeol. I must follow he. I’m afraid he will angry. Goodbye, and good job”, kata Yenni lalu berlalu pergi.

“You’re welcome, Miss”, kata Chanyeol. Entah Yenni akan mendengarnya atau tidak dia tidak peduli. Dia hanya ingin sahabatnya tidak terlalu larut dalam kesedihan.

§§§

Kini pesta di hotel itu telah dimulai. Para tamu sudah banyak yang datang. Pesta itu dilaksanakan di aula hotel itu. Baekhyun dan Yenni juga baru datang ke tempat itu. mereka disambut oleh Chanyeol. Mereka dipersilahkan menikmati hidangan yang sudah disediakan.

Acara inti dari pesta itu telah dimulai. Inti dari acara itu adalah peniupan lilin ulang tahun atau hari jadi hotel itu oleh sang pemilik hotel yang dilanjutkan dengan pemotongan kue itu. Setelah pemotongan itu, para tamu mengucapkan selamat kepada sang pemilik hotel. Tak terkecuali Baekhyun dan Yenni juga mengucapkan selamat kepada Chanyeol. Acara selanjutnya adalah dansa.

“Dance with me, Miss”, ajak Baekhyun pada Yenni.

“Okay”, jawab Yenni.

Mereka berdua berdansa mengikuti alunan musik. Mereka sangat menikmati kebersamaan mereka. Entah mengapa merasa sangat nyaman bersama dengan Yenni. Ditambah Yenni terlihat sangat cantik malam itu. Malam itu adalah malam terakhir mereka di pulau itu.

———————-

Keesokan harinya mereka kembali ke rumah mereka. Saat menuju pelabuhan, mereka diantar oleh Chanyeol.

“Gomawo Chanyeol, sudah mau repot mengantar kami”, kata Baekhyun.

“Ne, cheongma. Kau benar-benar mau kembali ke Seoul? Kenapa tidak disini beberapa hari lagi?”, tanya Chanyeol.

“Sebenarnya aku juga masih ingin disini, tapi aku sudah lama tidak masuk ke kantor. Aku harus kembali, nanti kantorku bisa bangkrut jika aku tidak segera mengurusnya”, kata Baekhyun.

“Ah, kau ini bisa saja”, kata Chanyeol.

“Ow ya, kau harus cepat menikah. Nanti keburu tua. Hahaha ….”, kata Baekhyun menggoda Chanyeol.

“Ah, kau ini. Meskipun tua, aku yakin masih banyak yeoja yang akan rela mengantri menikah denganku. Bukankah aku masih tampan?”, kata Chanyeol dengan pd-nya sambil menata rambut poninya yang sedikit panjang.

Baekhyun malah tertawa mendengar penuturan Chanyeol. Kayaknya sahabatnya yang satu itu, kelewatan pd-nya. Yah tapi itu memang benar, Chanyeol adalah pria tampan. Berkulit kuning dengan tinggi badan kira-kira 185 cm, bermata sedikit sipit dan berwarna black pearl, dengan alis yang sedikit tebal dan memiliki bulu mata yang indah seperti habis dijempit, meski itu tidak dijepit sekalipun. Dia akan terlihat sangat manis saat tersenyum. Selain itu dia juga pemilik hotel, pasti banyak wanita yang akan menyukainya, seperti yang ia katakan.

“Thank you so much Mr Chanyeol”, kata Yenni.

“You’re welcome, Miss. Aku pasti akan merindukan kalian, terutama kau nona Yenni. Aku pasti rindu melihat senyum menawanmu”, kata Chanyeol.

“Ehem”, kata Baekhyun.

Yenni hanya tersenyum melihat kedua sahabat itu saling berseteru. Dia tahu itu hanya akal-akalan Chanyeol untuk membuat Baekhyun cemburu.

“Jika kau merindukan kami, atau yang utama adalah Yenni, datanglah ke Seoul. Tuan Chanyeol”, kata Baekhyun.

“Tentu, kapan-kapan aku pasti akan ke rumah kalian. Kapal kalian sudah mau berangkat, pergilah!”, kata Chanyeol.

“Ne, annyeonghi gyeseyo Park Chanyeol sajangnim. Sampai jumpa?”, kata Baekhyun.

“See you Mr Chanyeol”, kata Yenni.

“Ne, hati-hati”, kata Chanyeol.

Mereka lalu masuk ke kapal dan bersiap untuk berangkat ke Seoul. Pulang ke rumah mereka.

——

Mereka kini telah sampai di rumah mereka. Mereka disambut oleh pembantu mereka. Karena sebelumnya sudah menelfon, pembantu mereka sudah menyiapkan makanan untuk mereka. Setelah membersihkan diri mereka, mereka segera makan. Karena perjalan jauh mereka menjadi lapar. Mereka memakan makanan itu dengan lahap. Setelah itu mereka beristirahat.

§§§

Kini Baekhyun telah masuk kerja, Yenni selalu menyiapkan apapun yang dibutuhkan Baekhyun. Mereka telah terbiasa dengan kehidupan mereka. Mereka sudah terlihat sangat akrab. Dan mereka mulai tahu kebiasaan, kesukaan, dan apa yang mereka benci. Tak terasa sudah sekitar satu bulan mereka hidup bersama.

Kini saatnya Yenni harus kembali ke Inggris untuk untuk melakukan kewajibat terakhirnya sebagai mahasiswa. Yenni merasa binggung harus bilang apa pada Baekhyun. Dia takut bila Baekhyun tidak mengizikannya. Namun dengan membangun kepercayaan, dia akhirnya memberitahukannya pada Baekhyun, saat mereka selesai makan malam. Dia melihat Baekhyun sedang menonton TV, dia lalu menemui Baekhyun.

“Mr Baekhyun”.

“Ne, mworago. Duduklah!”.

“Dua hari lagi, aku harus ke London untuk menyelesaikan tugas akhirku”.

“2 hari lagi”, kata Baekhyun kaget. Yenni lalu mengangguk. “Cepat sekali! Berapa lama?”.

“Sekitar satu bulan”.

“Lama sekali. Apa tidak bisa lebih cepat”.

Yenni menggeleng. “I hope you will give me permission”.

Baekhyun mengambil nafas berat. Dia tidak ingin membuat Yenni sedih. Sudah cukup dia terjebak dalam kehidupannya. “Iya, baiklah. Kau boleh pergi”.

“Thank you so much Mr Baekhyun”, kata Yenni, refleks dia langsung memeluk Baekhyun, karena terlalu senang.

“Ne, sama-sama”, kata Baekhyun. Dia agak sedikit kaget, namun dia membalas pelukan Yenni. Dia lalu melepas pelukan Yenni dan mengusap puncak kepalanya. “Sekarang sudah malam, istirahatlah”.

“Yes, you too”.

—————

In Bandara

“I will miss you Miss”, kata Baekhyun sambil memeluk istrinya. “I will miss you too”, kata Yenni. “See you Mr Baekhyun”. Yenni segera menuju pesawat yang akan mengantar ke kota tempat ia kuliah. Entah mengapa dia merasa berat meninggalkan Baekhyun. “I think, I begin love you Mr Baekhyun”, katanya dalam hati. Tapi hal itu segera ditepis oleh Yenni. Dia harus berkonsentrasi dengan tugas akhirnya.

Hari-hari Baekhyun kini sepi, semenjak ditinggal Yenni. Dia bahkan tidak bersemangat melakukan apapun. “Kenapa dengan diriku?”, tanyanya dalam hati. Tiba-tiba saja dia teringat Yenni. “Nona Yenni, sepertinya aku merindukanmu. Mungkin aku juga mulai menyukaimu. Baiklah aku akan menelfonmu”. Segera saja Baekhyun mengambil Hpnya dan mencari nomor Yenni. Setelah ketemu, langsung saja dia menelfonnya. Cukup lama dia menunggu, akhirnya telfon itu diangkat.

“Yeobseyo, Yenni”.

“Yes, this is me. Are you Mr Baekhyun?”.

“Ne, ini aku Baekhyun”.

“Ow”.

“Kau tahu, aku sangat merindukanmu. Bagaimana kabarmu sekarang?”.

“I’m fine. How about you?”.

“Kurasa aku tidak baik-baik saja”.

“Why Mr Baekhyun. Are you sick?”.

“Entahlah, akhir-akhir ini aku tidak bersemangat untuk melakukan sesuatu”.

“Apa kau sudah minum obat?”.

“Belum”.

“Mr Baekhyun, you must keep your health. Apa kau sudah makan?”.

“Aku bahkan tidak berselera untuk makan. Kapan kau pulang?”.

“Ini baru dua minggu, masih ada dua minggu”.

“Lama sekali”.

“No. It’s not lame”.

“Itu sangat lama Yenni”.

“No, Mr Baekhyun. It’s not lame. Ow, ujianku akan mulai. Aku di kampus sekarang, aku harus pergi ke kelas. I will call you back. Don’t forget, you must eat and get sleep enough. Good afternoon Mr Baekhyun”.

“Ne”.

Telfon itu segera ditutup Yenni.

“Yah, padahal baru sebentar”, kata Baekhyun pada dirinya sendiri.

“Tuan, makanannya sudah siap”, kata pembantunya.

“Iya ahjumma”, Baekhyun segera menuju ruang makan.

“Tuan kenapa? Tuan pasti rindu dengan nyonya. Iya kan?”.

“Mungkin kau benar ahjumma, rasanya rumah ini sepi tanpa dia!”.

“Memangnya kapan nyonya pulang, tuan?”.

“2 minggu lagi”.

“Ow”, kata pembantunya sambil mengangguk paham.

Baekhyun segera memakan masakan pembantunya. Sebenarnya dia tidak berselera namun dia tidak ingin sakit, karena itu dia terpaksa makan. Dia melaksanakan apa yang dianjurka istrinya untuknya.

§§§

Hari ini Yenni telah kembali dari London. Dia kembali 3 hari lebih cepat dari yang dia bilang sebelumnya. Dia menyelesaikan ujiannya dengan cepat. Dia pulang setelah diberitahu orang tuanya kalau hari ini adalah hari ulang tahun Baekhyun. Dia tidak memberitahu siapapun kalau dia akan kembali ke Korea. Dia ingin memberi kejutan pada Baekhyun. Dia sudah sampai di rumah Baekhyun. Dia segera mengetuk pintu itu. dia tahu kalau Baekhyun masih dikantor, karena itu dia berani masuk rumah. Pembantunya yang membukakan pintu rumah itu.

“Annyeong, ahjumma”.

“Nyonya kau sudah pulang?”.

“Yes”.

“Tuan masih di kantor”.

“Yes, I know. Ahjumma, can you help me?”.

“Maksud nyonya?”.

“Ow, I’m sorry. Maksudku, kau bisa membantuku, ahjumma”.

“Ow, tentu nyonya. Apa yang bisa ahjumma bantu?”.

“Tolong bantu masukan ini. Jangan bilang kalau aku sudah pulang. Nanti saat Mr Baekhyun sudah datang, sambut seperti biasa. Aku akan memberinya kejutan. Apa ahjumma mengerti?”.

“Ne, ahjumma mengerti”.

“Sekarang aku akan memasak untuknya”.

Setelah menaruh barang-barangnya, Yenni memasak untuk Baekhyun. Lalu dia mandi dan bersiap-siap menyambut kedatangannya.

Baekhyun sudah tiba di rumah itu, wajahnya masih lemas. Dia langsung menuju kamarnya. Saat membuka pintu kamarnya, dia dikejutkan oleh Yenni.

“Surprise!”.

Baekhyun sangat terkejut. “Yenni”.

“Yes, this is me”.

Tanpa basa-basi Baekhyun langsung memeluk Yenni. Dia begitu merindukan yeoja itu. Yeoja yang telah menemaninya, saat dia ditinggalkan kekasihnya, Reni. Yeoja yang telah memberi semangat kembali hidupnya. Yeoja yang telah menyelamatkan nama baik keluarganya. Dan tentu yeoja yang perlahan mulai disukainya. “I really really miss you”.

“I miss you too”.

“Kapan kau sampai? Kenapa tidak menelfon kalau mau datang. Aku kan bisa menjemputmu”.

“Aku hanya ingin memberimu kejutan”.

“Ne, kau benar-benar telah memberiku kejutan dengan kedatanganmu”.

“No no. Not that”.

“Maksudmu?”.

Yenni lalau mengambil kue ulangtahun untuk Baekhyun. “Happy birthday Mr Baekhyun”.

“Oh, thank you. Aku bahkan lupa kalu hari ini adalah hari ulangtahunku”.

“Sekarang tiup lilinnya dan buatlah permohonan”, kata Yenni.

Baekhyun menuruti permintaan Yenni. Dia segera meniup lilin yang ada di atas kue itu. Lalu dia membuat permintaan. ‘Tuhan, semoga kami bisa seperti ini selamanya. Jangan pisahkan kami. Hanya dia yang aku butuhkan. Gamshamnida karena sudah menghadirkannya untukku. Ghamsamnida, Tuhan’, kata Baekhyun dalam hatinya. Dia sangat bahagia dengan kedatangan Yenni.

 

—TBC—

 

Tetap tinggalkan jejak. Gomawo.

5 thoughts on “The Prospective Of Old Brother In Law Is My Husband (Chapter 4)

  1. Oh aku senang akhirnya Yenni sama Baekhyun udah saling suka. Ah iya aku berharap Reni jangan balik lagi dan mengganggu hubungan mereka apalagi membuat Baekhyun teralihkan ke dianya.. ugh.. aku senang sekali .. Yenni balik ke Korea pas Baekhyun Ultah pastinya jadi kado spesial.
    Next chapternya ya

  2. Keren.. Sempet greget sama baekhyun karna masih suka sama Reni. Tapi chapt 4 ini mereka udah ada tanda” cinta😀 cieee😀😀
    lanjut thor, semangat ya nulisnya + jangan lama”😀

  3. hy kak salam kenal aku reader baru maaf ya baru comment di chap ini
    . seru semoga saling jatuh cinta
    kelanjutan nya aku tunggu ya kak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s