VAMPIRE PROSECUTOR (Chapter 2)

VAMPIRE PROSECUTOR FF POSTER

VAMPIRE PROSECUTOR

CHAPTER 2

 

 

Author         : Cantikagretha

 

Length         : Chaptered

 

Genre           : Action, crime, thriller, mystery

 

Rating         : PG-15

 

Main Cast     :

  1. EXO Kai as Kim Jong In
  2. Nam Yura (OC)
  3. EXO Sehun as Oh Sehun
  4. Min Rohui (OC)

 

Supported Cast :

  1. EXO Suho as Kim Joonmyeon
  2. EXO Lay as Zhang Yixing

 

Disclaimer      : FF ini murni buatanku, seiring bertambahnya chapter akan semakin berkembang kasus-kasus yang sedang mereka tangani.

 

Sinopsis          : Nam Yura, seorang jaksa muda yang tidak percaya dengan adanya vampir diharuskan menghadapi sejumlah kasus-kasus mengerikan yang berkaitan dengan vampir. Ia sangat menaruh kepercayaan terhadap Kim Jongin, partnernya. Namun apa yang akan terjadi bila Yura tahu bahwa Kim Jongin adalah vampir, makhluk yang tak pernah dipercayanya ?

 

 

 

-Vampire Prosecutor-

 

Previous….

 

“Hmm.. darahmu harum juga”, Jongin mengatakannya tepat di telinga Yura, tentu saja juga dengan smirk andalannya. Yura membelalakkan matanya, sungguh partner nya ini sepertinya sudah gila.

 

 

-Vampire Prosecutor-

 

 

-Author’s POV-

 

“Hey, Yura!”, gadis bernama Yura itu menghentikan langkahnya.

 

“Ya, Sehun ?”

 

“Bisa ikut denganku sebentar ? Tersangka tidak mau berbicara dengan yang lain selain denganmu”, Yura mengernyit.

 

“Baiklah. Aku mau menyerahkan berkas ini ke Jongin dahulu”, Yura kemudian berjalan ke ruang kerja Jongin.

 

 

 

 

 

 

 

Inside Jongin’s room

 

“Jongin”, lelaki itu menatap ke arah Yura yang tengah meletakkan berkas di mejanya.

 

“Eoh,Yura. Itu apa ?”, tanya Jongin.

 

“Berkas pembunuhan Ji Minri”, Jongin mengangguk-angguk mengerti.

 

“Yura-ya, kau sedang ada kegiatan ?”, tanya Jongin.

 

“Yaa, aku harus mewawancara tersangka sekarang. Sehun bilang dia hanya mau diwawancara olehku”, ucap Yura lalu keluar dari ruang kerja Jongin.

 

“Chakkaman! Aku ikut”, Jongin kemudian mengekor dibelakang Yura.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Interogation’s Room

 

“Pagi, Jaksa Nam”, Yura baru saja mendudukkan tubuhnya ketika Tn. Jo menyapanya dengan menjijikan. “Kau tambah cantik dan -err, seksi”, tambahnya.

 

“Sudah selesai ?”, Yura menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

 

“Tidak, sayang. Bahkan belum dimulai”, kata Tn. Jo dengan smirk yang menjijikan.

 

“Baiklah, tidak usah banyak bicara. Kenapa kau membunuh Minri ?”, tanya Yura tajam.

 

“Kenapa ? Menurutmu kenapa ?”

 

Yura menghela napas berat.“Oh ayolah, banyak yang masih harus kukerjakan”.

 

“Baiklah, Minri itu menjijikan. Dia tidak lebih dari perempuan jalang yang selalu minta dinikahi”, jawab Tn. Jo cepat.

 

“Jalang ?”, Yura menautkan kedua alisnya.

 

“Ya, dia itu PSK”, kata Tn. Jo.

 

“Kau memutilasinya, bukan ? Lalu kemana bagian dadanya ?”, tanya Yura penuh selidik.

 

“Ya, aku memotongnya menjadi –eumm, mungkin 20 potong ? Dadanya kubuatkan sup, rasanya enak sekali. Kau mau mencobanya, Jaksa Nam ?”, sungguh saat ini Yura sudah benar-benar ingin muntah.

 

“Kau ini benar-benar psikopat, ya ?”, Tn. Jo tertawa remeh mendengar penuturan Yura.

 

“Hey, Jaksa Nam”, Yura menatap Tn. Jo. “Berapa ukuran dadamu ?”, Yura mengangakan mulutnya tak percaya. Untuk apa Tn. Jo menanyakan itu ? Sungguh tidak penting.

 

“Jongin, aku sudah selesai”, Yura berbicara melalui walkie-talkienya.

 

Tn. Jo sedang memandangi Yura dengan penuh minat ketika tiba-tiba saja Jongin datang dan ikut mendudukan dirinya di samping Yura.

 

“Kau cukup banyak berbicara hari ini, Tn. Jo”, ucap Jongin.

 

“Ya, kau harusnya berterima kasih padaku, Jaksa Kim”, kata Tn. Jo

 

“Lepaskan aku sekarang”, tambah Tn. Jo.

 

“Lepaskan ? Justru kau akan dipenjara setelah ini”, Jongin mengeluarkan smirk nya.

 

Jongin kemudian mengajak Yura keluar dari ruangan itu ketika tiba-tiba sebuah perkataan membuat Yura takut.

 

“Jaksa Nam, tampaknya buah dadamu enak dibuat sup. Pasti rasanya kenyal dan lembut”, Yura sungguh shock mendengarnya, ia bahkan segera memegang dadanya yang tiba-tiba terasa ngilu.

 

“Sialan kau”, Jongin yang melihat Yura ketakutan segera menghujami Tn. Jo dengan pukulan.

 

“Sudah, Jong. Hentikan”, Yura kemudian keluar dari ruang interogasi diikuti Jongin dibelakangnya.

 

 

 

 

 

 

 

Inside Jongin’s room

 

“Yura-ssii, gwenchana ?”, Yixing menaruh gelas berisi air di meja.

 

“Na gwenchana”, Yura tersenyum sangat lebar pada Yixing.

 

“Hey, Yura. Ngomong-ngomong kau hebat sekali bisa membuat tua bangka itu bicara”, Joonmyeon mengangkat kedua jempolnya.

 

“Bagaimana jika kita makan ? Yura pasti sudah lapar, ya kan ?”, Yura mengangguk.

 

Yura dapat melihat Jongin dan Sehun tidak tertarik dengan ide makan malam ini.

 

“Jongin, kau tidak ikut ?”, Jongin dapat merasakan Yura menyentuh bahunya.

 

“Tidak”, jawab Jongin cepat.

 

“Ayolah”, Yura menarik-narik lengan Jongin.

 

“Tidak, Ra!”, Jongin menghempaskan tangan Yura. “Aku tidak lapar. Pergilah dengan Yixing dan Joonmyeon hyung”, lanjutnya.

 

“Sehun ?”, Yura bertanya dengan suara parau.

 

“Maaf, Yura. Ada beberapa file yang harus kuanalisis. Mungkin lain kali ?”, Sehun mengusap rambut Yura pelan.

 

“Baiklah”,Yura, Yixing dan Joonmyeon pun meninggalkan ruangan Jongin.

 

 

 

 

 

 

 

-Jongin’s POV-

 

“Jongin, kau tidak ikut ?”, aku dapat merasakan Yura menyentuh bahuku.

 

Hangat. Dan nyaman.

 

“Tidak”, jawabku cepat.

 

“Ayolah”, Yura mulai menarik-narik lenganku.

 

“Tidak, Ra!”, entah mengapa aku menghempaskan tangan Yura. Untuk sejenak, aku dapat melihat raut kecewa gadis itu.

 

“Aku tidak lapar. Pergilah dengan Yixing dan Joonmyeon hyung”, lanjutku.

 

“Sehun ?”

 

“Maaf, aku tidak bisa Yura. Ada beberapa file yang harus dianalisis. Mungkin lain kali ?”, dapat kulihat Sehun mengelus rambut Yura. Ugh, kalau tidak ingat dia temanku mungkin sudah ku hajar dia. Berani-beraninya menyentuh gadisku. Eihh, maksudnya partner ku.

 

Setelah Yura, Yixing hyung dan Joonmyeon hyung keluar dari ruanganku, Sehun mendudukkan dirinya di kursi di seberang mejaku.

 

“Hey, dude. Tumben sekali kau kasar pada Yura”, aku memutar bola mataku malas.

 

“Aku tidak kasar. Kalian saja yang menganggapnya kasar”, jawabku cepat.

 

“Arra, arra. Kau tidak haus ?”, tanya Sehun.

 

“Ya, aku sangat haus. Darah hewan tidak banyak berpengaruh”, Ugh, sebenarnya aku sangat haus. Sudah seminggu lebih aku tidak meminum darah manusia.

 

“Bagaimana jika setelah ini kita mencari mangsa ?”, Sehun mengeluarkan smirk nya.

 

“Tidak, jangan. Kita ke tempat Oliver saja”, jawabku. Oliver adalah satu-satunya cafe yang menyediakan darah untuk kami para vampir. Karena yang mempunyai cafe Oliver sendiri adalah seorang vampir.

 

“Baiklah”, Sehun mengangguk-angguk lalu kembali menuju ke mejanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

At Restaurant

 

-Author’s POV-

 

“Yak! Joonmyeon oppa, habiskan daging panggangnya!! Aku sudah kenyang sekali”, Yura mengelus-elus perutnya yang sedikit membuncit sekarang.

 

“Bersulang”, Yura, Yixing dan Joonmyeon menengguk soju mereka dengan cepat.

 

“Ahhh-“, Yura meletakkan gelasnya. “-sudahlah aku mau pulang”, Yura menyambar tas nya dan mengalungkannya di lengannya.

 

“Hey, Yura! Mau ku antar ?”, tanya Joonmyeon dengan wajah teler beratnya.

 

“Tidak perlu, rumahku dekat dari sini”, jawab Yura tak kalah dengan wajah teler nya.

 

“Hati-hati ya, Yura! Kami menyayangi mu”, Yura geleng-geleng kepala melihat kedua temannya berpelukan sambil melambaikan tangan padanya.

 

Yura keluar dari restaurant dengan keadaan yang super duper teler. Ia bahkan masih bisa meracau mengenai betapa kasarnya Jongin padanya hari ini.

 

Disaat Yura sedang asik berjalan tiba-tiba saja mulutnya dibekap dari belakang. Namun, karena Yura pemegang sabuk hitam karate, ia bisa dengan mudah mengalahkan orang tersebut.

 

“Huh, berani-beraninya kau denganku”, Yura tertawa remeh ala orang yang sedang mabuk melihat laki-laki yang berniat menculiknya kini malah tepar di tengah jalan.

 

Yura pun kembali berjalan pulang ke rumahnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Another place

 

-Author’s POV-

 

Rohui berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan. Aura gelap sangat kental dalam ruangan tersebut.

 

“Kau gagal, ya kan ?”, laki-laki yang tengah duduk itu tertawa pelan, namun matanya sangat mengintimidasi.

 

“Maafkan aku, taemin-ssi”, Rohui menunduk.

 

“Huh, harusnya aku tahu dari awal kalau kau ini tidak berguna”, laki-laki bernama Lee Taemin itu menatap Rohui tajam.

 

“Pantas saja Jongin mencampakkanmu, kan ?”, Taemin kembali tertawa remeh membuat Rohui mengepalkan telapak tangannya erat.

 

“Setidaknya aku telah membantu mu mendapatkan semua informasi tentang kasus-kasus yang Jongin tangani, bukan ? Kalau bukan karenaku, kau tidak akan menjadi jaksa sesukses ini”, Rohui mengatakannya dengan cepat dan tegas.

 

“Ohh, kau mau mengancamku huh ?”, dalam sepersekian detik Taemin telah berdiri di depan Rohui.

 

“Aku bisa menghisap darahmu kapan pun, Rohui-ya..”, Taemin mencekik Rohui dengan kencang.

 

“Taemin-ssi, lepaskan”, Taemin pun melepaskan cekikannya dan membuat Rohui terbatuk-batuk karena kehabisan oksigen.

 

“Ku beri kau satu kesempatan lagi, bawa Nam Yura kepadaku”, Taemin berkata tajam kemudian taemin kembali duduk di kursinya.

 

“Sebenarnya kenapa kau sangat menginginkan Yura ?”, tanya Rohui penuh selidik.

 

“Kenapa ? Karena Jongin sangat menyukai Yura. Maka aku harus memiliki Yura”, Taemin tertawa pelan.

 

“Kenapa Jongin bisa sangat marah ketika ia tahu aku bekerja untukmu ? Sebenarnya ada apa antara kau dan Jongin ?”, tanya Rohui lagi.

 

“Sebenarnya aku yang membuat Jongin menjadi vampir. Saat aku masih kecil, aku tak bisa menahan keinginanku akan darah sehingga tanpa sadar aku mengigit Jongin. Semenjak itu Jongin benci padaku, ia bahkan merebut kekasihku dan membunuhnya. Itulah mengapa kami menjadi rival”, jelas taemin panjang lebar.

 

Rohui sedikit terenyuh mendengar perkataan Taemin. Itu bukan sepenuhnya salah Taemin kan ?

 

“Ini pasti sangat sulit, kan ?”, Rohui memeluk Taemin dari belakang.

 

Taemin mengangguk. “Kau mau membantuku kan, Rohui-ya ?”, Taemin menggenggam tangan Rohui erat.

 

Rohui terlihat berpikir sejenak. Kalau ia mengiyakan itu sama saja menyerahkan Jongin, laki-laki yang amat disukainya. Namun jika ia menolak, ia terkesan tidak tahu berterima kasih pada Taemin.

 

“Baiklah, aku akan membantumu, Taemin-ahh”, Rohui mengeratkan pelukannya pada Taemin.

 

Tanpa Rohui sadari, Taemin tersenyum penuh kemenangan. Mudah sekali untuk menghasut gadis yang pernah disayangi Jongin itu.

 

‘Dasar bodoh’ batin Taemin.

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

Hei-hei.. I”m back with Vampire Prosecutor Chap 2. Aku belom banyak masukin kasus-kasus nya, soalnya kan ini juga masih di awal-awal.

 

Disini chemistry nya Jongin-Yura juga belom terlalu keliatan, soalnya Yura kan juga baru dipindahin ke kantornya Jongin.

 

Ada yang punya saran kasus yang akan mereka tangani ? Yang punya ide silahkan komentar yaa, sekalian masukan buat aku juga😊

 

RCL ya guys..

3 thoughts on “VAMPIRE PROSECUTOR (Chapter 2)

  1. Wahhh.
    Tambah seru nih.
    Berarti junmyeon ama yixing gak termasuk VAMPIRE.
    Cuma jongin ama sehun aja.

    Terus ada yah, cafe yg ngejual darah manusia. Wk.wk.wk.

    Si Taemin siapa lagi tuh.???
    Kok dendam banget ama jongin ampe nyulik yura segala.

    Next beb.

  2. aku masih harus menyesuaikan diri baca ff yang main castnya kkamjong..

    eh, menurutku, chingu-ya terlalu cepat menjadikan yura sbgai target utama. sekalipun insting para vampire itu emang kuat, lebih baik pelan-pelan saja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s