Peterpan

Peterpan

Disclaimer :

Cerita ini murni karya author dan banyak typo yang bertebaran! Semoga suka!

Author :

Sherly Irawati (sherlyirawati99.wordpress.com// Instagram: sherlyirwti_)

Cover by :

Sherly Irawati

Cast :

Kim Yoora

Oh Sehun

Yoon Haemi

Genre : Romance & Angst

Length: Oneshoot

Rating : PG-15

Summary :

“Like Peterpan story who loves other girl while there’s a girl that truly love him.”

-Happy Reading!-

Malam itu, kubuka buku dan sebuah nama yang masih tertulis dengan jelas di buku itu. Aku teringat disaat masa-masa itu masih ada. Masa dimana aku merasakan rasa sakit dan menangis hanya karena seorang pria. Pria itu adalah Oh Sehun. Kisah ini dimulai sejak aku duduk di kelas 2 SMA. Selama ini aku terfokus pada pelajaran dan nilaiku. Sampai suatu saat aku menyadari bahwa aku harus membaur dengan teman-teman dan tidak hanya terpaku pada nilai yang bagus. Terkadang memiliki nilai bagus bukanlah hal yang perlu dirayakan dan dibahagiakan tapi nilai bagus hanya untuk kepuasan tersendiri saja. Saat kelas 2 SMA di Seoul High School, aku sekelas dengan murid yang sangat jail, usil, pemalas, dan suka membolos. Bahkan saat pelajaran yang ia lakukan hanyalah tidur. Mengapa aku harus peduli? Hahh…. Itu karena ia harus duduk sebangku denganku. Berada di sekolah selama 18 jam dengan pria ini bisa membuatku gila. Yang ia lakukan hanyalah menyontek jawabanku saja. Sampai suatu saat aku memutuskan untuk memberikan ia pelajaran lebih agar ia mempunyai masa depan yang cerah.

 

“ Oh Sehun!” Sehun menoleh padaku dengan muka bertanya-tanya. Koridor sekolah sudah sepi karena semua murid-murid telah pulang.

“Em..”

“Katakan saja. Masa Kim Yoora yang dikatakan paling cerdas saat berbicara terbatah-batah. Cih. Ternyata kau tidak pintar dalam berbicara nona.”

“Terserah kau saja! Sehun-ssi, apa kau tidak ingin merubah dirimu menjadi lebih baik?”

“Maksudmu?”

“Maksudku itu agar kau mau merubah dirimu menjadi anak yang rajin lalu tidak hanya menyontek saja.”

“Apa kau keberatan dengan sikapku? Ya terserah kau saja. Kalau kau keberatan mungkin saja aku bisa melakukan hal-hal yang lebih berat dari ini. Aku tidak tertarik dengan permintaanmu.” Sehun berjalan meninggalkanku.

 

——-

 

Kim Yoora yang dikenal sebagai murid paling cerdas itu ternyata memiliki jiwa pantang menyerah. Ia menahan tangan Sehun. Sehun dengan refleks menarik tangannya dan membuat Yoora terjatuh.

 

“Mian.” Sehun mengulurkan tangannya pada Yoora. Yoora menerima uluran itu dan akhirnya berdiri dengan tegap walaupun menahan rasa sakit pada pergelangannya karena terkilir saat jatuh. Yoora juga terkejut karena Sehun mempunyai sisi seperti ini. Sisi Sehun yang seperti ini membuat Yoora percaya bahwa sebenarnya Sehun itu bukan murid pemalas. Pasti ada alasan dibalik itu semua.

“Ah, nan gwenchana (aku tak apa-apa)”

“Baiklah kalau gitu….” Sehun berjalan meninggalkan Yoora untuk kedua kalinya.

“Sehun-ssi.” Sehun menoleh.

“Apalagi?”

“Apa kita bisa berteman mulai hari ini?”

“Terserah maumu saja.”

“Apa kau bisa membantuku?”

“Membantu apa?”

“Kakiku terkilir saat terjatuh tadi. Apa kau bisa membantuku berjalan sampai di parkiran.”

“Kau merepotkan sekali. Jadi karena ini kau mengajakku berteman. Kau tinggal bilang saja padahal.”

“Bukan itu maksudku. Aku benar-benar ingin berteman denganmu kok!”

“Kau pulang dengan siapa?”

“Sendiri. Aku bawa mobil kok.”

“Kau gila? Kaki kau sedang terkilir seperti ini bagaimana kau bisa berkendara?”

“Hehehe…”

“Kau benar-benar merepotkan. Kau membuatku harus mengantarmu pulang.”

“Kalau tidak mau yasudah. Kau tidak ikhlas begitu.”

“Kau benar-benar.”

 

Sehun menggendong Yoora dan menurunkan Yoora sesampai di parkiran. Ia mengambil kunci mobilnya dan membuka pintu untuk Yoora. Keadaan di mobil itu begitu sunyi. Yoora pun membuka pembicaraan.

 

“Sehun-sshi?”

“Apa?”

“Ngomong-ngomong dari tadi kau terus menyetir memangnya kau tahu rumahku?”

“Aku tahu.”

“Bagaimana kau bisa tahu?” Seketika Sehun menjadi diam dan bingung harus menjawab apa.

“Em.. Ah! Waktu itu aku melihatmu keluar dari rumah saat aku akan pergi ke rumah keluargaku di daerah rumahmu.”

“Ah begitu…” Yang Sehun pikirkan saat ini adalah entah Yoora ini terlalu polos atau memang alasannya yang cukup baik sehingga dapat membuat orang percaya.

 

Hari-hari berlalu, sampai akhirnya Yoora berhasil membuat Sehun menjadi murid teladan. Sampai-sampai Yoora diam-diam menaruh perasaan pada Sehun. Itu karena Yoora banyak menghabiskan waktu dengan Sehun. Maksudnya ia sering belajar bersama dan pergi refreshing bersama. Awalnya Yoora hanya menganggapnya sebagai sahabat tapi entah bagaimana ceritanya sehingga ia bisa jatuh cinta pada pria yang awalnya pemalas dan sangat tidak patut untuk dicontoh. Tapi suatu hari Yoora melihat kejadian yang benar-benar membuat hatinya sakit.

 

“Oh Sehun.” Suara lembut seorang perempuan memanggil nama Sehun. Yoora sudah tahu siapa perempuan itu. Perempuan itu adalah Yoon Haemi. Yoora banyak mendengar cerita tentang wanita itu dari Sehun. Dan Sehun juga mengatakan bahwa ia jatuh cinta pada wanita itu. Entah kenapa saat Sehun mengatakan bahwa ia mencintai Haemi membuat hati Yoora sakit. Tapi apa daya, Yoora hanya bisa tersenyum sinis dan menerima semua kenyataan ini.

“Ada apa Haemi-sshi?” Sehun membalas panggilan Haemi dengan senyuman manis yang sangat jarang Sehun tunjukkan.

“Apa kau ada waktu? Bisakah kita bicara di rooftop sekolah ini?”

“Sekarang? Tentu saja.” Yoora sedari tadi hanya meletakkan kepalanya di atas lipatan tangan. Sepertinya ia banyak pikiran. Apalagi kedatangan Haemi membuat moodnya tambah jelek. Sehun dan Haemi sudah pergi untuk membicarakan sesuatu. Hana datang dan duduk di tempat Sehun.

 

“Kim Yoora!”

“Waaeee??”

“Apa kau rela Sehun-mu di ambil alih oleh Haemi eoh?”

“Biarkan saja.”

“YA! Ada apa denganmu eoh?”

“Biarkan mereka bahagia. Besok aku akan pindah sekolah ke Inggris. Dan aku akan melanjutkan pendidikan ku di Cambridge University. Eomma menyuruhku sudah dari bulan lalu hanya saja aku terus menawar dan akhirnya tak bisa ditawar lagi.”

“Apa Sehun sudah tahu?”

“Aku tidak berencana untuk memberi tahunya.”

“Kau benar-benar. Lalu kapan kau akan kembali?”

“Entahlah…”

 

Terlihat sosok seorang Sehun telah kembali dan berjalan bergandengan dengan Haemi. Sehun kembali ke kelas setelah mengantarkan Haemi kembali ke kelasnya.

 

“Ya! Jung Hana! Bangun kau dari tempat dudukku!”

“Kau pelit sekali Sehun-sshi.” Ucap Hana yang kemudian bangun dari tempat duduk Sehun dan melihat raut wajah Yoora yang sangat-sangat lesu.

“Kim Yoora! Nanti pulang sekolah kita ke kafe kesukaan kita eoh? Okay?” Hana ingin menghibur Yoora sebelum Yoora meninggalkannya.

“Okay.”

“Yoochi?” Yoochi adalah panggilan khas Yoora yang dibuat oleh Sehun.

“Wae?”

“Nanti kita tidak belajar bersama eoh?” Tanya Sehun.

“Tidak. Kau belajar sendiri dari sekarang. Beberapa bulan kedepan aku akan sibuk soalnya.”

“Arraseo. Kau tahu Yoochi. Aku jadian dengan Haemi.” Mata Yoora seketika membulat.

“Mwo?!”

“Ya! Kenapa kau kaget seperti itu?”

“Anni, hanya saja aku tidak menyangka kau diterima secepat ini.”

“Hanya Oh Sehun yang bisa.” Ucap Sehun sambil tertawa.

 

Jam pulang sekolah pun sudah tiba. Yoora pergi bersama Hana ke kafe yang Hana janjikan. Sedangkan Sehun pulang bersama Haemi. Dan sampai akhirnya tiba dimana Yoora akan benar-benar meninggalkan Korea. Hana membolos sebentar demi mengantar Yoora hingga di bandara. Yoora menitipkan Hana secarik surat untuk diberikan pada Sehun. Hana datang ke sekolah walaupun terlambat.

 

“Lee-saem maaf aku terlambat.”

“Apa alasanmu terlambat?”

“Tadi aku mengantar Yoora ke bandara.”

“Ah begitu. Kembali ke tempat dudukmu.”

 

Saat mendengar kata bandara mata Sehun membulat sempurna. Bel istirahat pun berbunyi. Sehun mendatangi meja Hana.

 

“Jung Hana!”

“Waee??”

“Kenapa kau tidak bilang padaku bahwa Yoora pindah sekolah eoh?”

“Karena ia memintaku untuk tidak memberi tahu padamu.”

“Kim Yoora benar-benar.”

“Yoora punya alasan untuk itu Sehun-sshi. Ah ne! Nih surat dari Yoora. Ia bilang untuk memberikannya padamu.” Sehun merampas surat itu dan menyimpannya pada saku seragamnya.

 

Saat jam pulang sekolah, Haemi mengajak Sehun pulang bersama tapi Sehun menolak dengan alasan ia masih ada urusan di sekolah. Haemi pun menurut dan pulang duluan. Sehun pergi menuju rooftop sekolah ini dan membaca surat dari Yoora.

 

Dear, My Hunnie.

                                                                                                       

Hunnie maaf sebelumnya aku tidak memberi tahumu tentang kepergianku ke Inggris. Aku tidak mau merusak moodmu setelah diterima oleh Haemi. Mungkin aku terlalu ge’er ya karena aku berpikiran jika aku memberitahumu nanti kamu akan marah atau apalah mungkin. Tapi bukan itu yang mau aku katakan. Aku berterima kasih karena kamu mau jadi sahabat aku. Terus aku jadi ingin tertawa setiap mengingat waktu aku jatuh dan terkilir dan memintamu jadi teman sehingga kamu menganggap bahwa aku mau jadi temanmu karena ada maunya. Tapi aku punya alasan kenapa aku mau jadi temanmu. Itu karena aku ingin merubah dirimu jadi anak yang rajin. Aku tahu sebenarnya kau rajin dan pintar sebelumnya tapi aku ngga tahu apa alasan yang membuatmu jadi seperti itu. Aku juga mau bilang kalau selama kita belajar bersama itu sangat menyenangkan sampai-sampai aku tidak tahu kalau aku tiba-tiba jatuh cinta padamu. Tapi aku kalah telak sama Haemi. Saat kamu menceritakan bahwa kamu mencintai Haemi itu membuat hatiku sakit. Apalagi setelah melihatmu bergandengan tangan dengan Haemi. Aku sudah menduga kalau kamu di terima olehnya. Aku harap kamu ngga lupa kalau kita pernah berteman dan menghabiskan waktu untuk belajar bersama. Kita ngga bisa belajar bersama lagi karena aku di Inggris. Maaf aku menggunakan alasan lain. Aku juga berharap semoga saat aku kembali ke Seoul nanti aku bisa bertemu denganmu lagi dengan dirimu yang sudah bahagia bersama Haemi.

 

I love you, Oh Sehun.

Love, Kim Yoora (Yoochi).

 

Sehun tidak menyangka bahwa sahabatnya menaruh perasaan pada dirinya. Andai saja ia menyadarinya mungkin ia bisa menahan Yoora untuk pergi. Tapi semua sudah terlambat.

 

“Semoga kita dapat bertemu lagi Yoochi.” Ucap Sehun sambil memandang ke arah langit.

 

*

*

*

*

*

 

5 Years Later.

 

Seorang pria nampak berada di depan gerbang kediaman Kim Corp. Tampak seorang maid yang membukakan gerbang. Di teras rumah itu nampak wanita paruh baya yang terkejut melihat kedatangan pria itu.

 

“Anyeonghaseyo Eommonim.”

“Omo! Sehun-ah!”

“Bagaimana kabarmu eommonim?”

“Aku baik-baik saja. Bagaimana kau bisa sampai disini?”

“Ah… Aku hanya lewat dan teringat Yoora. Aku ingin bertanya padamu kapan Yoora kembali.” Ternyata wanita yang di panggil eommonim adalah Ny. Kim yang merupakan ibu dari Kim Yoora.

“Yoora kembali bulan depan. Bagaimana kalau kau masuk dulu. Aku ingin berbicara denganmu.”

“JunMyeon hyung dimana?”

“Ah dia sedang bekerja bersama dengan appa-nya.”

“Ahh begitu.”

“Sehun.”

“Ne eommonim?”

“Apa kau mau menikah dengan Yoora?”

“NE?”

“Selama di Inggris dia selalu bercerita tentangmu. Tapi ia tidak tahu bahwa kau teman masa kecilnya.”

“Aku pikir eommonim sudah lupa padaku dan tidak berniat menerimaku.”

“Tidak mungkin lah. Kau sudah menyelamatkan Yoora waktu kecil. Bagaimana aku bisa lupa denganmu. Mengingat kalian waktu kecil itu membuatku ingin tertawa.”

“Eommonim…”

“Bagaimana tidak, kalian sampai berjanji akan menikah saat kalian sudah dewasa nanti. Sepertinya ini giliranmu ya ditinggal oleh Yoora.”

“Ne… Dulu waktu kecil aku meninggalkannya. Wajah lucunya itu menangis saat tahu aku pergi ke California.”

“Yoora sampai tidak mau makan karena kau tinggalkan.”

“Yoora dulu sama sekarang sama saja. Sama-sama polos.” Ucap Sehun sambil tersenyum.

“Ah ya. Aku mendengar dari Yoora bahwa kau berpacaran dengan Haemi. Apa kau masih bersaqma dengannya? Kalau masih kau tidak perlu menerima permintaanku tadi.”

“Aku sudah putus dengannya.”

“Waeyo?”

“Setelah ditinggalkan oleh Yoora aku merasa hidupku ada yang kurang padahal aku sudah memiliki Haemi. Dan saat itu aku sadar bahwa aku bukan mencintai Haemi melainkan Yoora. Aku senang melihat Yoora yang merubahku menjadi rajin belajar pasalnya aku pura-pura malas dan bodoh. Menghabiskan waktu belajar bersama membuatku semakin dekat dengan Yoora. Dan aku juga bersedia menunggu Yoora karena aku sadar kalau aku juga pernah meninggalkannya dulu. Perasaanku dari aku masih kecil hingga sekarang masih saja sama. Sama-sama mencintai Yoora apalagi aku tahu aku duduk sebelahan dengan Yoora.”

“Maaf aku membuat Yoora meninggalkanmu.”

“Tidak apa eommonim. Aku juga ingin melihat Yoora sukses dengan pendidikannya.”

“Aku rasa kita bisa mengadakan pernikahan itu seminggu setelah Yoora pulang. Aku akan menyiapkan semuanya.”

“Eommonim? Apa kau serius?”

“Aku serius. Eomma-mu juga setuju-setuju saja denganku. Pasalnya ini adalah ide dari eomma-mu sendiri.”

 

Entah apa yang Sehun rasakan. Bahagia itu tentu saja.

 

Sebulan telah berlalu dan ini adalah hari kepulangan Yoora. Ny. Kim meminta tolong pada Sehun untuk menjemput Yoora dan mengajaknya fitting baju pengantin. Terlihat seorang Yoora yang menggunakan kacamata hitam dengan rambut coklat yang digerai. Baju kemeja yang terlihat kedodoran dan dimasukkan. Menggunakan celana jeans pendek membuatnya benar-benar seperti model. Yoora melepas kacamatanya dan mencari sosok eomma-nya. Tiba-tiba Sehun menarik kopernya.

 

“YA! Itu koperku!”

“Aku yang menjemputmu, Kim Yoora.” Ucap Sehun sambil berbalik melihat ke arah Yoora.

 

Wajah terkejut Yoora dapat terlihat jelas. Sehun berjalan mendekati Yoora. Ia mencium bibir Yoora sekilas.

 

“Kau akan menjadi milikku satu minggu kedepan.” Yoora masih memegang bibirnya yang habis dicium oleh Sehun. Ia kaget bukan main.

“Jadi eomma menjodohkanku denganmu?!”

“Sepertinya bukan menjodohkan karena aku juga menerimanya dengan ikhlas.”

“Bagaimana dengan Haemi?!”

“Aku sudah putus dengannya. Sudahlah eomma-mu sudah menunggu di tempat fitting baju. Aku akan ceritakan setelah kau mencoba bajumu.”

 

Mereka menuju ke tempat fitting baju pengantin yang Ny. Kim suruh. Setelah selesai Sehun mengajak Yoora pergi ke sebuah tempat. Tempat itu adalah sebuah taman yang sepi tapi banyak bunga-bunga termasuk bunga sakura. Mereka duduk di bawah pohon sakura. Bunga sakura banyak yang jatuh karena tertiup angin. Menambah kesan romantis dari sesuatu yang akan Sehun lakukan.

 

“Yoora…”

“Ne?”

“Maaf aku pernah meninggalkanmu dulu waktu kita masih kecil. Maaf juga aku berpura-pura bodoh dan menjadi pemalas dan maaf aku juga membohongi perasaanku sendiri. Aku tak menyangka bahwa aku mencintaimu sekian lama sampai aku menganggap aku mencintai Haemi pasalnya aku merasa kehilangan setelah kau pergi. Surat yang kau berikan sudah kubaca dan melalui surat itu juga aku mulai merasa kehilangan seseorang yang sangat aku cintai.”

“Jadi kau Thehunie? Yang pergi ke California waktu kecil itu?”

“Ne..”

“Kau jahat!!! Kenapa kau tidak bilang!!! Aku pikir aku sudah melupakanmu dan rasa cinta itu ternyata cintaku itu untuk kau!!” Yoora menangis tidak percaya. Sehun langsung memeluknya. Yoora menangis dalam pelukan Sehun.

“Mian…” Sehun mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan memasangkannya pada jari manis Yoora. Sehun melamar Yoora secara resmi.

“Apa ini?”

“Kim Yoora, apakah kau mau menikah denganku?”

“Ne… Aku mau…” Tangis Yoora semakin kencang. Sehun memeluk Yoora kembali dan mencium bibir Yoora manis. Bunga-bunga sakura itupun banyak yang berguguran memperindah suasana manis ini.

 

Tak selamanya kau akan merasa kehilangan. Suatu saat kebahagian itu juga datang. Kisah ini seperti kisah dari Peterpan yang memilih wanita lain sedangkan ada wanita yang lebih mencintainya. Ciuman manis Sehun membuat Yoora tersenyum.

 

“Aqui Te Amo Yoora.”

 

-The End-

 

Iklan

3 thoughts on “Peterpan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s