PROBLEM

b41

PROBLEM

Cast

Park Chanyeol – Shin Jiyoung

GENRE :

Romance – Sad – Complication

RATED : PG17

Length Oneshoot

Story by : Kimjr

Also Post on my WP :

https://kimjirifanfiction.wordpress.com/

 

“Wanna Next or Break ?”

.

.

.

.

.

.

Jiyoung duduk termenung menatap pulpen yang sedari tadi ia bolak-balikan dengan tatapan kosong. Ia menghela napas dan tatapannya memusat pada salah tulisan pulpen itu ‘Chanyoung’

“Jiyoung-ya, kamu tidak pulang eoh?”
tanya Hyemi sahabat Jiyoung yang menghampiri meja Jiyoung sambil menyeruput kopi panas yang ada ditanganya.

“Iya, ini aku juga mau pulang.”jawab Jiyoung sambil tersenyum tipis. Hyemi mengangguk-angguk mengerti.

“Mau Pulang bersamaku? Atau kau dijemput Chanyeol?”
Jiyoung sekilas melirik ponselnya lalu kembali tersenyum.
“Mianhae, Hyemi-ya. Aku dijemput Chanyeol.”
“Gwenchana. Kalau begitu, aku pulang dulu ya,” ucap Hyemi meninggalkan Jiyoung dari ruangan Jiyoung.
Jiyoung berdusta. Chanyeol tidak menjemputnya. Chanyeol bahkan tidak menghubunginya selama satu hari ini. Jiyoung berbohong karena tidak ingin merepotkan Sahabatnya, Hyemi.
Chanyeol adalah kekasih Jiyoung selama hampir 2 tahun. Waktu yang cukup matang untuk usia pacaran mereka. Jiyoung masih mengingat bagaimana Chanyeol mengungkapkan perasaannya tepat di acara Wisuda.

Di bawah teriakan kelulusan, Chanyeol mengungkapkan seluruh perasaanya pada Jiyoung. Kini mereka telah berada di dunia dimana mereka mencoba mengejar impian mereka, bertemu walau sebentar, sangat sulit bagi mereka. Waktu memang mampu mengubah segalanya.
“Kau dimana?”
tanya Jiyoung di telfon begitu ia berada di café dimana Chanyeol janji untuk datang menemuinya sepulang kerja hari ini.

“Aku sedang dalam perjalanan. Tadi ada meeting mendadak,”

Terdengar suara Chanyeol di ponselnya. Jiyoung melirik Ponselnya. 2 jam telah berlalu Chanyeol tak kunjung juga datang.
Sekitar 15 menit kemudian, Chanyeol datang sambil merapikan rambutnya yang terlihat kacau. Ia menatap Jiyoung yang telah memasang wajah masam sambil mengaduk-aduk minumannya yang hanya menyisakan sisa-sisa batu es.

“Maaf, aku terlambat”ucap Chanyeol sambil menarik kursi untuk duduk di hadapan Jiyoung.
“Lagi..” Jiyoung menambahkan dengan ketus.
“Ya, tiba-tiba ada Meeting mendadak tadi. Mianhae Jiyoung-ah”

Jiyoung tak membalas bahkan tak menatap Chanyeol yang duduk didepanya
“Kenapa kita harus terus-menerus bertengkar?”

“Aku juga menanyakan hal yang sama, kenapa kita harus bertengkar lagi? Kenapa kau selalu terlambat lagi? Kenapa kau mulai berubah? Pertanyaan itu terus muncul di pikiranku.”
ucap Jiyoung dengan kesal. ia menanti jawaban Chanyeol yang membisu. Chanyeol mengalihkan tatapannya ke arah lain. Seperti sudah jengah dengan tuntutan atas segala pertanyaan Jiyoung.

“Lantas kau ingin kita bagaimana?” tanya Chanyeol akhirnya.
“Apa kau ingin kita mengakhiri segalanya?” lanjut Chanyeol

Jiyoung terdiam dan menatap Chanyeol tak percaya. Ia tak menyangka Chanyeol akan menawarkan akhir sebagai sebuah solusi.

“Kenapa kau begitu mudah mengatakannya?” kedua bola mata Jiyoung mulai berkaca-kaca.

“Aku hanya lelah. Lelah karena kau tidak pernah mencoba mengerti sedikit pun. Aku lelah selalu mengalah dan menjelaskan,” suara Chanyeol terdengar berat.

“Begitu kah? Hanya sebatas itu?” tanya Jiyoung masih tak percaya dengan penuturan Chanyeol.
Mereka saling berdiam diri bertahan dengan ego masing-masing. Chanyeol menghela napas berat dan menyerahkan keputusan pada gadis itu. Jiyoung membuang wajah ke arah lain. Tanpa terasa air matanya meluncur begitu saja membasahi pipi. Beberapa kali Jiyoung mencoba menyekanya sendiri. Chanyeol tak tahan melihat gadis itu menangis. Akhirnya, ia harus mengalah lagi.

“Mianhae, aku tidak bermaksud sama sekali. Aku hanya merasa begitu lelah dengan keadaan kita. Aku hanya ingin mencoba kamu mengerti dengan kehidupanku.”Ucap Chanyeol menurunkan nada bicaranya.
Jiyoung masih tak mau menatap Chanyeol. Ia meraih tas tangannya dan berjalan meninggalkan namja itu. Dengan cepat, Jiyoung menyetop sebuah taksi dan pergi. Chanyeol hanya menatap sisa bayang-bayang Jiyoung sambil mengutuk dirinya sendiri atas kebodohannya.
Sedangkan Jiyoung masih menangisi perkataan Chanyeol. Bukan itu solusi yang ingin ia dengar dari pria yang sudah dipercayainya sebagai jodoh yang dikirim tuhan untuknya. Ia ingin Chanyeol sedikit lebih memerdulikannya.
Jiyoung sadar, hubungannya dengan Chanyeol sedang dalam ambang kehancuran. Tinggal menanti siapa yang akan mengakhiri duluan dan siapa yang akhirnya memutuskan.

Seperti biasa, Chanyeol selalu lupa. Pekerjaannya sebagai CEO Perusahaan seakan mampu menyita seluruh waktunya.

”Aku harus bagaimana Jiyoung? Aku harus berbuat apa? Apa kita harus mengakhirinya begitu saja?”

ujarnya dalam hati sambil menatap rintikan hujan dari dalam kaca mobilnya.
Hujan yang sempat mengguyur kota Seoul perlahan-lahan mereda. Namun, kemacetan parah tak bisa terhindari. Sebagian besar orang dengan kendaraannya ingin melewati Akhir pekan dengan berjalan-jalan dan menambah kepadatan jalan raya.

Chanyeol mmikirkan Jiyoung itu dalam hati. Ia memang sulit meluangkan waktu untuk Jiyoung akhir-akhir ini. Ia mengira hal itu bukan masalah dan berharap Jiyoung mau memahaminya. Namun, ia mulai merasa, ada sesuatu yang lebih menakutkan daripada kehilangan sebuah pekerjaan yaitu kehilangan orang yang dicintainya.

Hari hari semakin berlalu, Jiyoung melewati hari harinya tanpa kehadiran Chanyeol yang masih berstatus sebagai kekasihnya. Jiyoung merasa bingung akan kelanjutan hubunganya dengan chanyeol, hatinya selalu gundah disetiap hari aktifitasnya, Fokusnya memudar seiring bertambah buruknya hubunganya dengan Chanyeol. Seperti saat ini.

“Nona, nona..?”

Panggil seorang pelayan Bar pada Jiyoung

“Engh..iya, iya..” Jawab Jiyoung terbata bata.

“Anda ingin pesan apa Nona ?”

“Eum, nanti saja.. Aku masih menunggu temanku yang belum datang”

“Oh. Baiklah”

Sang pelayan berpapan nama ‘Kim Jongin’ itu pun lantas pergi meninggalkan Jiyoung yang masih terduduk di meja cafe. Jiyoung melirik Arlojinya sambil sesekali mengedarkan pandangan ke seluruh pelosok Bar sampai fokusnya terhenti pada seorang namja yang terduduk lesu dengan meja sebagai penyangga kepala namja itu, rambutnya berantakan, Hem yang digunakan juga sudah keluar dari ikat pinggang yang ia kenakan. Penampilanya sungguh. berantakkan.

“Chanyeol?”

“Kenapa dia disini ?”

Jiyoung yang melihat Chanyeol pun meninggalkan mejanya, melangkah menghampiri Chanyeol dengan kondisi yang sangat berantakan itu. Tapi langkahnya terhenti saat melihat gadis bertubuh ramping, berambut kuning dan pakaian yang sangat minim menghampiri Chanyeol. Jiyoung pun menghentikan langkahnya  memperhatikan dengan seksama Chanyeol dan gadis itu dari balik tembok Bar.

“Chanyeol..”

“kkkauu..”

“Selingkuh..?”

Jiyoung melihat gadis itu mengelus Puncak kepala chanyeol dengan halus dan tak ada respon penolakan dari Chanyeol.

“Jadi benar ?..”

Ucap Jiyoung lirih dibalik tembok Bar. Tanganya membungkam mulutnya yang terbuka karena kaget akan hal yang dilakukan Chanyeol dibelakangnya. Perlahan butiran bening meluncur dari mata lalu turun ke pipi.

“Chanyeol, kau tak seperti itu..”

Gumam Jiyoung meratapi nasibnya. Kaki kaki Jiyoung melangkah untuk pergi meninggalkan tempat itu karena tak kuat melihat Kejadian di depan matanya. Tapi..

Plakkk..

Sebuah tamparan suskses mendarat di pipi seorang gadis, hal itu sontak menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung di Bar.

“Dasar wanita jalang..!”

“Jangan coba-coba menggodaku!”

“Aku tak akan mengkhianati Jiyoung-ku!”

Itu suara Chanyeol. Jiyoung yang melihat kejadian itu tak tinggal diam, dia berlari menghampiri Chanyeol yang duduk terpaku di meja bar setelah melayangkan tamparan pada wanita yang dianggapnya jalang tadi.

“Chanyeol .. “

Panggil Jiyoung pada Chanyeol yang setengah sadar itu. Chanyeol yang mendengar suara gadis yang dirindukanya itu pun mendongakkan wajahnya, mengedip ngedipkan matanya menatap Jiyoung.

“Ji..Jiyoung..” Ucap chanyeol sambil menangkup pipi Jiyoung.

“Chanyeol, iya ini aku jiyoung” Ucap Jiyoung sambil memengangi tangan chanyeol yang menangkup pipinya.

“Mianhae, Chanyeol-ah”

“Jadi anda yang bernama Jiyoung ?” tanya salah satu pegawai bar yang selesai memasukan Chanyeol ke dalam mobilnya.

“Gomawo. Dari mana Anda tau ?”

“Ah ya..Namaku Byun Baekhyun, aku teman dekat Chanyeol waktu SMA. Kami jarang bertemu karena Chanyeol tak pernah mengunjungi bar ini. Tapi akhir-akhir ini Chanyeol sering mengunjungi bar ini, dia selalu minum Alkohol dan terus berbicara mengigau tentangmu padaku. Yah, meskipun aku sangat bosan mendengarnya, tapi aku sadar kalau dia dalam kondisi yang tidak baik. Sebenarnya ini bukan urusanku, tapi kuharap kau bisa menjaga Chanyeol agar tidak datang Bar ini, maksudku jangan sakiti hati Chanyeol dia sangat mencintaimu Jiyoung-ssi”
Jelas baekhyun pada Jiyoung.
Jiyoung menatap Sekilas Chanyeol yang tidur terduduk di kursi jok mobilnya dan menatap ke arah baekhyun kembali.
“Gomawo Baekhyun-ssi. Aku juga mencintainya, Aku berjanji tak kan membuat chanyeol datang ke bar lagi”
Jiyoung pun pergi mengendarai mobil Chanyeol dan mengantar Chanyeol pulang ke Appartenmentnya, tak lupa dia berpamitan pada Baekhyun sahabat Chanyeol.

Ting,

Terbukalah pintu appartement Chanyeol yang berpassword tanggal dimulainya hubungan mereka. Tubuh Jiyoung terduduk di samping ranjang Chanyeol, melepaskan penat karena memopang tubuh Chanyeol yang lumayan berat itu. Setelahnya Jiyoung melepas sepatu Chanyeol dan menutupi Chanyeol dengan selimut tebal.

“Chanyeol..”

“Mianhae..”

“Maafkan aku karena tak bisa mengerti keadaanmu.”

“Aku yang salah”

Ucap Jiyong sambil mengelus kepala Chanyeol yang sedang tidur itu. Perlahan kelopak mata Chanyeol membuka dan menatap Jiyoung yang sedang mengusap kepalanya.

“Jiyoung..”
jangan tinggalkan aku..”

“Jiyoung..”

Ucap Chanyeol dengan tatapan sendu memohon sambil menggenggam erat tangan Jiyoung. Chanyeol tak ingin kehilangan gadis yang sangat ia cintai itu.

“Chan, tenangkan dirimu. Aku tak akan meninggalkanmu.”

Ucap Jiyoung halus sambil mengelus puncak kepala Chanyeol.

Chanyeol menatap Jiyoung sekilas lalu menarik tengkuk Jiyoung dan langsung menyambar bibir chery milik gadisnya yang beberapa minggu tak dirasakanya. Chanyeol semakin memperdalam ciuman mereka saat dia tau Jiyoung membalas Ciumanya.

Chanyeol menarik tubuh Jiyoung ke atas kasur dan menindihnya di bawah tubuh kekar miliknya. Setelah puas menjajah bibir Jiyoung, Chanyeol berhenti dari aktifitasnya dan menatap Jiyoung di bawahnya.

“Aku mencintaimu Jiyoung-ah”

Ucapnya sambil membelai surai hitam Jiyoung dan sesekali menghirupnya.

“Chanyeol kau mabuk berat”

“Sudah kubilang janganmmphh..”

Perkataan Jiyoung terhenti saat Chanyeol menyambar bibir Cherinya. Perlahan lumatan Chanyeol turun ke leher jenjang milik Jiyoung, Membuat gadis itu harus mendongakkan kepalanya. Chanyeol meninggalkan bercak merah tanda kepemilikan disana, tangan chanyeol mulai turun untuk membuka kancing kemeja Jiyoung satu persatu tanpa berhenti dari aktifitasnya mencium leher Jiyoung. Jiyoung tersadar kalau malam itu akan menjadi malam yang panjang untuknya dan Chanyeol.

“Jiyoung kenapa kau memakai syal di lehermu ini kan belum musim dngin?”

Tanya Hyemi penasaran pada Jiyoung yang baru datang dan langsung duduk di meja kerjanya.
“Ahh.. Tidak apa apa, hanya sedikit luka kecil karena serangan Serangga.”

Ucap Jiyoung sambil membuka Laptopnya. Hyemi pun mengangguk seakan mengerti dan berlalu meninggalkan Jiyoung di ruanganya.

“Yah.. kau benar Hyemi-ah, serangga itu Chanyeol..”

Gumam Jiyoung sambil memegang dan mengusap bekas kissmark Chanyeol lehernya.

.

.

 

-Fin-

Jadilah reader yang baik dengan meninggalkan komentar🙂

Karena komentarmu sangat berarti untuk membangkitkan semangat penulis.

 

One thought on “PROBLEM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s