3 Foolish Girls and Handsome Aliens (chapter 2)

img_2533

Title            : 3 Foolish Girls and Handsome Aliens chapter 2

Author       : Hyun Ra

Genre         : Romantis, fantasi, school, friendship

Cast            : Park Chanyeol

Xiumin

Oh Sehun

Kim Hyu Ra (OC)

Kim Ha Ni (OC)

Lee Hyun Hae (OC)

Other cast  : All member EXO

Rating        : Semua umur

Length       : chaptered

Disclaimer  : EXO belong to GOD, SM, and their parents. Dan ini adalah cerita murni dari hasil pemikiran kami, jadi mohon maaf apabila ada kesamaan jalan cerita atau latarnya. Don’t Plagiat, Don’t be SIDERS and I HOPE YOU LIKE IT.

 

Author note’s : Terima kasih atas komentar dan semangat dari para readers, terutama kepada para readers yang sudah memberi kami saran, kritik dan komentar. Memang alur di chapter satu agak terlalu cepet karena author udah gak punya ide lagi. Dan author juga meminta maaf karena tidak bisa membalas komentar dari kalian, karena author juga disibukkan dengan jadwal sekolah yang begitu padat. Sekali lagi author mengucapkan gamsahamnida ^

AWAS!!!      Typo bertebaran dimana-mana!!!

 

***

“Huft, dasar namja kejam”

 

Tapi tiba-tiba sepertinya aku teringat sesuatu, tapi apa?

 

 

Kim Ha Ni POV END

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

Di Seoul Grand Park

 

 

 

Dari kejauhan terlihat seorang gadis yang sedang mengayuh sepedanya dengan terengah-engah menuju ke Seoul Grand Park yang membutuhkan waktu sampai 15 menit untuk sampai disana. Saat sampai disana gadis tersebut langsung meletakkan sepedanya di samping sebuah mobil mewah berwarna merah yang terparkir manis disana. Kemudian dia harus berlari lagi untuk sampai di gudang peralatan kebun. Mengambil beberapa alat-alat yang dibutuhkan.

 

Setelah mengambil beberapa alat-alat.  Gadis itu segera menuju kebun, membersihkan daun-daun yang berjatuhan dan, menata pot-pot agar terlihat rapi dan indah dilihat.

 

Saat akhir pekan seperti ini banyak orang yang menghabiskan waktu mereka di Seoul Grand Park, salah satunya para pelajar yang menghabiskan waktu akhir pekan bersama teman, keluarga dan kekasih. Banyak dari mereka menghabiskan waktu dengan bercanda gurau, menikmati suasana sore dengan penuh kehangatan.

 

Tidak seperti orang lain yang sedang menikmati sore dengan teman-temannya, gadis yang bernama Lee Hyun Hae ini harus melewati waktu sore dengan bekerja sebagai pengurus taman di Seoul Grand Park. Setiap 2 hari sekali Hyun Hae selalu datang ke taman untuk berkerja paruh waktu.

 

 

 

 

 

 

 

Lee Hyun Hae POV

“Ah lelah sekali” setelah selesai melakukan beberapa pekerjaan aku langsung menggerakkan badanku untuk melemaskan otot-ototku yang sepertinya mulai lelah. Aku segera mencari tempat untuk istirahat sebentar.

Bekerja sebagai pengurus taman memang sedikit melelahkan, apalagi jika tamannya itu begitu luas sungguh sedikit melelahkan ucapku dalam hati. Tapi setidaknya bekerja sebagai pengurus taman ada keuntungannya juga, meski aku tidak bisa bersenang-senang dengan yang lain tapi aku bisa menikmati keindahan taman jika aku lelah atau bosan lanjutku

Ini adalah taman dimana tempatku bekerja

 

 

Taman ini menurutku memang bagus sekali, tidak heran tempat ini selalu dikunjungi banyak orang. Selain itu tempatnya yang bersih dan juga di kelilingi oleh banyak bunga beraneka warna dan jenis yang berada di sepanjang jalan. Dan hampir seluruh jenis bunga yang ada disini aku mengetahui semuanya karena aku sangat menyukai bunga. Jadi jika aku merasa lelah saat bekerja aku akan istirahat sambil melihat pemandangan yang ada di taman seperti saat ini.

 

“Hyun Hae-ssi” tiba-tiba aku dikejutkan suara seseorang dari belakang. Segera aku langsung berdiri dan menghadap ke belakang. Terlihat seorang namja berusia tiga puluhan sedang berjalan menghampiriku.

 

“Hyun Hae-ssi, apa kau tidak ada pekerjaan sekarang?”

 

“Y…ye ahjussi” ucapku sedikit gugup

 

“Kalau begitu kau sirami tanaman yang ada di sebelah sana”

 

“Ye Kim ahjussi” ucapku sambil menundukkan kepala dan disambut dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Kim ahjussi adalah orang yang baik, dia adalah salah satu dari teman appa-ku, dia yang membantuku mencari pekerjaan hingga akhirnya aku bisa bekerja menjadi salah satu pegawai paruh waktu disini.

 

Aku langsung menyalakan kran air dan segera menyiram tanaman yang ada disini. Tapi tidak beberapa lama kemudian aku mendengar suara seorang namja berteriak, aku langsung mematikan kran airnya dan menghampiri namja tersebut.

 

Aku sangat terkejut melihat bajunya yang hampir seluruhnya basah karena tidak sengaja kusiram.

 

“Hei, apa kau tidak tahu ada seseorang disini” ucapnya sambil mengusap bajunya yang hampir basah. Aku langsung memandanginya dari bawah hingga ke atas dapat kulihat seorang namja yang bertubuh tinggi, kulitnya yang berwarna putih pucat dengan tubuhnya yang kurus yang sesuai dengan tinggi badannya, rahang yang tegas dan juga bibirnya yang tipis dan mungil. Tanpa sadar aku memandanginya hingga melamun dan terus menggumam bagaimana bisa Tuhan menciptakan seorang makhluk yang begitu sempurna seperti itu.

 

“Hei, apa kau sedang melamun?” tanyanya, dan langsung saja aku tersadar.

 

“Y…ye?” ucapku sedikit terkejut. “Hei, apa kau tidak tahu kalau ada seseorang disini? Lihatlah karenamu bajuku jadi basah seperti ini” ucapnya dengan nada dingin dan sedikit emosi.

 

“Joesonghamnida, aku benar-benar tidak sengaja” ucapku sambil membungkukkan tubuhku berkali-kali dan terus mengucapkan kata maaf padanya berkali-kali. Aigoo kau benar-benar bodoh Hyun Hae-ya bagaimana kau bisa tidak tahu kalau ada seseorang disana, kau benar-benar bodoh sekali.

 

“Kau harus bertanggung jawab”

 

“MWO?! Kenapa aku harus bertanggung jawab, lagipula bajumu itu hanya terkena air kan dan itu bukanlah masalah yang besar, kau hanya perlu mengeringkannya saja dan selesai” ucapku sedikit kesal dengan nada sedikit tinggi, bukankah pakaiannya itu hanya terkena air saja? Kenapa aku harus bertanggung jawab, dasar namja yang menyebalkan. Aku Tarik semua perkataanku yang baru saja memujanya tadi.

 

“Shireo! Aku tidak peduli kau tetap harus ber-”

 

 

 

 

DDRRRRTTT DDRRRTT

 

 

 

Untung saja, tiba -tiba ada telepon masuk dari handphonenya, saat ia melihat Seseorang yang meneleponnya, ia kemudian menjauh untuk menjawab telponnya seakan-akan percakapannya itu  tidak boleh diketahui oleh siapapun. Ck, memangnya seberapa pentingnya sih percakapan mereka. Lagipula aku juga sama sekai tidak peduli dengan apa yang akan mereka bicarakan, gumamku dengan wajah yang cemberut.

 

 

“Yeoboseoyo”

 

“….”

 

“Aku ada di Seoul Grand Park”

 

“….”

 

“Arrasseo”

 

Setelah menutup telfonnya ia kembali menghampiriku. “Ya pembicaraan kita masih belum selesai, kau masih harus bertanggung jawab padaku, aku akan menagihnya jika bertemu denganmu lagi” ucapnya, setelah itu ia pergi meninggalkanku.

 

“Ck. Baiklah terserah kau saja, lagipula kita tidak akan mungkin bertemu lagi” sahutku setelah ia pergi menjauh. Kemudian aku kembali untuk menyiram tanaman. Beberapa menit kemudian aku telah selesai menyiram, lalu segera kuambil semua alat-alat yang kubawa tadi dan mengembalikannya ke gudang dan segera pulang. Wah sepertinya hampir sore gumamku,

 

 

 

 

KRRUUKK KRRUUUKK (bunyi suara perut)

 

 

 

 

Tidak terasa setelah selesai bekerja dan berdebat dengan namja tadi membuat perutku lapar sekarang, mungkin aku akan makan di café White Flower Factory dan mengajak Ha Ni untuk kesana juga. Aku akan mengirim pesan padanya

 

 

 

To     : Kim Ha Ni

From : Lee Hyun Hae

 

 

Ha Ni-ya, apa kau sibuk setelah selesai bekerja? Aku ingin mengajakmu makan bersama di café White Flower Factory, kita bertemu di depan cafenya. Bye

 

 

 

 

Setelah memberitahunya aku segera mengayuh sepeda dan pergi ke café tersebut.

 

 

 

 

DDRRRTTT DDRRRTT

 

 

 

 

Beberapa menit kemudian aku mendengar nada pesan dan getaran di sakuku, aku segera menghentikan sepedaku dan melihat siapa yang mengirimiku pesan.

 

 

 

To     : Hyun Hae

From : Ha Ni

 

 

Arrasseo, kita akan bertemu di depan cafenya. Aku akan pulang sebentar lagi kau tunggu disana saja 

 

 

Setelah melihat pesan masuk dari Ha Ni aku langsung memasukkan kembali handponeku ke dalam saku dan mengayuh sepeda dengan santai.

 

 

 

.

.

.

.

.

 

Lee Hyun Hae POV END

 

 

 

 

****

 

 

 

 

 

Di suatu tempat, tepatnya di dalam sebuah ruangan yang luas terdapat berbagai jenis alat yang biasa digunakan untuk berlatih kedua belas namja itu.

 

Tempat itu di desain sedemikian rupa sehingga dapat membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu ruangan itu juga di desain untuk tahan dari segala macam kekuatan dan guncangan, baik dari dalam maupun dari luar. Tempat itu juga memiliki sekat  penghalang yang kuat untuk setiap para namja ketika mereka sedang berlatih kemampuan mereka masing-masing.

 

Terlihat seorang pria tiba-tiba datang dan sedang mengawasi mereka dari jauh, terlihat dari wajahnya nampak ada wajah sedikit kecewa melihat kemampuan mereka akhirnya ia berjalan untuk mengamati mereka dari dekat dan sesekali membantu mereka untuk menjaga keseimbangan badan atau mengendalikan kemampuan mereka, sebut saja namanya adalah Lee ahjussi paman dari kedua belas namja itu.

 

“Oh samchon, kenapa tiba-tiba kau datang kemari apa terjadi sesuatu?” Tanya seorang namja yang berwajah manis

 

“Ani, aku hanya ingin melihat perkembangan dari kemampuan kalian dan sepertinya kemampuan kalian tidak berkembang sama sekali” balas Lee ahjussi. “Huft, sepertinya keputusanku untuk datang kemari dan berharap kemampuan kalian sudah sedikit berkembang benar-benar keputusan yang buruk” lanjutnya.

 

“Joesonghamnida samchon, kami sudah berusaha tapi kami masih belum mengerti dan sedikit sulit untuk mengembangkan kekuatan kami” jawab Suho.

 

“Baiklah, kalau begitu kalian harus terus berlatih aku harus kembali sebelum mereka mengetahui kalau aku pergi menemui kalian” ucap Lee ahjussi kemudian pergi meninggalkan kedua belas namja itu untuk berlatih sendiri.

 

Setelah Lee ahjussi pergi, mereka kembali melanjutkan latihan mereka selama dua jam, kemudian satu persatu dari mereka berhenti untuk berlatih dan mencari tempat untuk beristirahat.

 

“Aah… lelah sekali” ucap seorang namja yang memiliki eyeliner di atas matanya sambil mencari tempat duduk di suatu tempat, kemudian di susul dengan seorang namja yang bertubuh tinggi duduk di sampingnya dengan sedikit seringaian di wajahnya, kemudian diikuti dengan namja-namja yang lain.

 

“Huft…. Aku juga lelah, setiap hari selalu saja berlatih” ucap namja yang memiliki lengkungan hitam di bawah matanya, dan diikuti anggukan oleh namja-namja yang lain.

 

“Hei, kita tidak boleh seperti itu, apa kalian lupa dengan misi kita saat berada di bumi? Kita disini untuk mengasingkan diri dan melatih kemampuan kita demi melindungi penduduk yang berada di EXO planet” ucap seorang namja yang memiliki wajah angelic

 

“Itu benar, kita harus sering berlatih untuk mengembangkan kemampuan kita, kita tidak tahu kapan mereka akan menemukan keberadaan kita disini, dan ketika mereka tiba disini kita harus siap untuk menghadapi mereka.” Tambah seorang namja yang bertubuh tinggi dan dengan memasang wajah yang cool.

 

“Aku setuju dengan ucapan Suho hyung dan juga Kris hyung, kita harus terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan kita” sahut namja yang memiliki dimple di pipinya, ia menyutujui dengan perkataan namja yang berwajah angelic, dan namja yang bertubuh tinggi itu.

 

“Tapi ngomong-ngomong apa kalian melihat Sehun, aku tidak melihat dia ikut berlatih lagi hari hari ini,” ucap seorang namja yang dikenal bernama Chen ia bingung dengan adiknya yang satu itu karena sejak kemarin dia tidak ikut berlatih bersama saudaranya yang lain.

 

“Xiumin hyung, apa Sehun tidak mengatakan padamu kemana ia pergi tadi, kulihat tadi kau pergi keluar bersama dengannya” ucap namja berdimple kepada namja yang memiliki pipi tembem.

 

“Ani Lay-ah, aku tidak tahu, dia tidak mengatakannya padaku” balas namja yang berpipi tembem kepada namja yang mimiliki dimple di pipinya.

 

“Hey Chanyeol-ah berhenti berhubungan dengan yeoja-yeoja itu, sebaiknya kau menggunakan handphone-mu itu untuk menghubungi Sehun, suruh dia untuk cepat kembali, dan pesan makanan untuk makan malam kita nanti” ucap Suho dengan nada emosi karena melihat namdongsaengnya yang satu ini, karena sejak awal latihan sampai selesai, Chanyeol tidak serius dalam berlatih dan terus mengirim pesan kepada para yeoja dan juga ditambah dengan Sehun yang tidak ikut berlatih lagi hari ini.

 

“Ck… arraseo” ucap Chanyeol sedikit kesal dan cemberut.

 

Setelah mengatakan hal itu, Suho segera bangkit dari duduknya,

 

“Satu lagi karena kau tidak serius dalam berlatih hari ini, maka kau harus tetap berlatih sebagai hukumanmu dan juga ajak Sehun untuk ikut berlatih bersamamu, jangan berhenti berlatih sampai waktunya makan malam tiba, dan untuk D.O dan Chen kalian berdua bantu aku untuk mempersiapkan makan malam” ucap Suho sebelum dia benar-benar keluar dari ruangan tempat mereka berlatih, mengikuti saudara-saudaranya yang lain yang sudah keluar terlebih dahulu. Kemudian Suho membiarkan pintunya sedikit terbuka, agar dia bisa melihat Chanyeol tidak kabur dari hukuman.

 

“Haish, kenapa aku harus di hukum lagi” ucap Chanyeol kesal sambil mengusap rambutnya dengan kasar.

 

“Ya itu adalah salahmu sendiri kenapa daritadi tidak serius dalam berlatih dan terus bermain dengan handphone-mu itu, lagipula sebenarnya apa yang kau lakukan dengan para yeoja itu” ucap seorang namja ber-eyeliner itu kepada namja yang berada di sampingnya itu.

 

“Aku hanya bermain-main saja dengan mereka, karena aku bosan jika terus berlatih jadi aku menggunakan mereka sebagai media hiburanku Baekhyun-ah” balas Chanyeol sambil sedikit berbisik di telinga namja ber-eyeliner itu, sedangkan namja yang di panggil Baekhyun itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar penjelasan dari sahabat dekat sekaligus saudaranya itu.

 

“Ah aku lupa aku harus menghubungi Sehun dan memesan makanan, Baekhyun-ah kau keluar saja, kau tidak perlu menemaniku berlatih aku ingin menghubungi Sehun dulu”

 

“Arraseo” setelah berbicara dengan Chanyeol, Baekhyun segera berdiri dan pergi meninggalkan Chanyeol.

 

 

 

 

 

TUUUUUTTT TUUUUTTTT

 

 

 

 

 

“Yeoboseoyo”

 

“….”

 

“Neo odie?”

 

“….”

 

“Arrasseo, cepatlah pulang sekarang kita akan segera makan malam”

 

 

 

 

TUUUUTTT TUUUUTTT

 

 

 

“Haaa…. Sekarang tinggal memesan makanan. Ck kenapa harus aku semua yang mengerjakan. Haish” ucap Chanyeol sambil mengusap rambutnya dengan kasar. Kemudian dia memesan makanan dan segera berlatih.

 

 

 

 

****

 

 

 

 

Di café White Flower Factory

 

 

 

Saat sore hari seperti ini, banyak orang yang datang ke café apalagi hari ini adalah akhir pekan, biasanya yang datang pada saat seperti ini adalah para kalangan remaja atau para pekerja kantor yang menghabiskan waktu setelah pulang dari kerja atau hanya sekedar untuk berkumpul bersama dengan teman, atau menikmati suasana sore hari di kota Seoul ini. Letak café ini begitu strategis karena dekat dengan sungai han dan tidak jauh dari pusat perkantoran. Selain itu café ini juga menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman beraneka ragam.

 

Ini adalah tampilan luar dan dalam café

 

 

 

 

 

Café ini sedikit berbeda dengan café yang lain, karena menunya tidak seperti menu-menu yang terdapat pada café-café lainnya, café ini menyajikan menu seperti daftar menu makanan yang ada pada restorant dengan menyajikan makanan khas Korea walau ada beberapa makanan yang berasal dari luar negeri, dan juga terdapat beberapa daftar makanan yang biasa disediakan di café. Meski suasana di dalamnya tampak seperti café pada umumnya, tapi makanan yang disediakan disini sungguh sangat enak.

 

Terlihat seorang gadis dengan memakai seragam café sedang mondar-mandir (?) melayani orang-orang yang datang dengan dibantu beberapa orang yang bekerja disana juga. Terlihat mereka tampak kesulitan dalam melayani orang-orang yang terus berdatangan, dan membuat suasana di café ini bertambah ramai.

 

 

 

 

 

Kim Hyu Ra POV

 

 

 

Wah, aku sangat senang hari ini, karena kami mendapatkan banyak pelanggan tidak seperti biasanya. Memang jika setiap akhir pekan akan banyak orang yang akan datang mengunjungi café kami ini, tapi hari ini aku benar-benar tidak menyangka bahwa café kami kali ini benar-benar ramai dikunjungi oleh pelanggan.

 

Meski lelah, berjalan kesana kemari untuk melayani para pelanggan tapi aku harus tetap memasang wajah yang ceria sambil terus memberikan senyuman terbaikku, walau terkadang beberapa dari mereka memang sedikit menguji kesabaranku, tapi aku harus tetap berbicara dengan menggunakan Bahasa formal dan ramah. Ahh sepertinya aku tidak bisa berjalan lagi besok, untung saja besok adalah hari libur jadi aku bisa sedikit beristirahat

 

Setelah akhirnya semua pelanggan pergi kami semua langsung terduduk lemas, ada yang memijat kakinya karena lelah berjalan kesana kemari melayani para pelanggan, dan ada yang sedang mengipas-kipaskan tubuh mereka dengan tangan. Sedangkan aku, awalnya aku ingin bergabung seperti yang lain tapi setelah melihat paman, aku memutuskan untuk menemuinya, sepertinya ia juga merasa kelelahan karena ikut membantu memasak di dapur.

 

“Wah, ahjussi aku sangat senang hari ini karena kita mendapatkan banyak pelanggan yang datang” ucapku dengan nada yang senang dan gembira.

 

“Tentu saja” balasnya

 

“Tapi, ahjussi karena toko sedikit sepi sekarang, sebaiknya ahjussi beristirahat kau terlihat sangat lelah hari ini” ucapku khawatir, karena aku takut jika paman akan sakit lagi.

 

“Gwenchana, aku baik-baik saja kau tidak perlu berlebihan, tadi aku juga sudah meminum obatku jadi aku akan baik-baik saja” ucapnya menenangkan. Meski ia sudah meyakinkanku tapi tetap saja aku masih sedikit merasa khawatir.

 

 

 

Terdengar suara pintu masuk terbuka aku langsung menoleh ke arah pintu masuk sedangkan para karyawan yang tadinya duduk-duduk santai segera berdiri dan pergi dan salah satu dari mereka mendatangi kedua pelanggan yang datang. Aku begitu terkejut melihat kedua pelanggan yang datang karena ternyata mereka adalah kedua temanku, aku segera menghampiri mereka dan meninggalkan pamanku sendiri.

 

“Ya, apa yang kalian lakukan disini, tidak biasanya kalian datang kesini” ucapku sedikit gembira dan terkejut. Dan langsung mendudukkan diriku disalah satu kursi

 

“Tentu saja kami kemari karena kami lapar, dan kami dengar disini makanannya enak” ucap Ha Ni

 

“Tentu saja, karena pamanku sangat pintar memasak” ucapku dengan penuh bangga. “Wah, sepertinya kita kedatangan pelanggan special hari ini” ucap Kim ahjussi dengan memasang wajah senyum di wajahnya.

 

“Astaga paman sedikit mengejutkanku”. Ucapku, jujur saja saat paman berbicara tadi aku begitu terkejut dan tubuhku sedikit berjengit kaget. “Anyeonghaseo” ucap Hyun Hae dan Ha Ni bersamaan sambil membungkukkan tubuhnya.

 

“Ha, jadi kalian adalah teman dari Hyu Ra? Aku sering sekali mendengar cerita kalian dari Hyu Ra”. “Ah ne” ucap Hyun Hae

 

“Baiklah silahkan kalian berbincang-bincang, aku akan memasakkan kalian masakan yang enak” setelah mengucapkan itu Kim ahjussi segera pergi ke dapur untuk memasak, dan kami bertiga berbicara dan terkadang diselingi dengan candaan.

 

15 menit kemudian, paman membawakan kami makanan dan dari baunya saja pasti sangat enak. “Nah silahkan menikmati makanannya”. “Gamsahamnida” ucap mereka bersamaan,

 

“Wah ini enak sekali” ucap Ha Ni setelah merasakan sup udon buatan paman.

 

“Benarkah? Aku senang kalian menyukainya” ucap Kim ahjussi tersenyum bangga.

 

“Selain itu paman juga sangat kreatif karena bisa memberikan perpaduan antara café dan juga restoran” ucapku menambahkan.

 

“Tentu saja”

 

 

 

 

TRRRIIINGGG TRRRIIINNGGG

 

 

 

 

Di saat aku sedang berbincang-bincang bersama dengan paman, tiba-tiba saja ada telpon berdering. Mendengar hal itu, paman segera menuju telpon yang berdering di kasir, dan aku mengikutinya dari belakang.

 

“Yeoboseoyo, ini adalah Café White Flower Factory”

 

“…..”

 

“Ah, ye ye. Lalu kami harus mengantarkannya kemana?”

 

“…..”

 

“Ah ye, kami akan segera mengantarkannya. Gamsahamnida”

 

 

Setelah paman menutup telponnya dia tersenyum, dan segera pergi ke dapur

 

“Ada apa paman, apa kita dapat pesanan banyak?” ucapku setelah mengikutinya menuju dapur.

 

“Eoh kita dapat pesanan banyak, ah Hyu Ra-ya maaf, paman merepotkanmu tapi maukah kau mengantar pesanan ini nanti? Karena yang biasa mengantar sudah pulang tadi” ucap Kim ahjussi sedikit merasa tidak enak,

 

“Ne, kkeokjongma aku akan mengantarkanya nanti paman. Kalau begitu aku akan kembali bersama dengan teman-temanku” ucapku, kemudian di balas dengan senyuman dari paman, dan aku langsung keluar dari dapur dan menghampiri teman-temanku lagi.

 

20 menit kemudian paman datang membawa banyak makanan yang sudah di bungkus dengan rapi, aku segera menghampiri paman dan membawa makanan tersebut kemudian mengajak Hyun Hae dan Ha Ni ikut pergi untuk mengantar makanan, saat di parkiran paman menghampiri kami dan memberi kertas berisi alamat orang yang memesan, aku mengucapkan terima kasih dan segera mengajak Hyun Hae dan Ha Ni untuk pergi mengantar makanannya

 

 

 

 

Kim Hyu Ra POV End

 

 

 

 

Other side

 

 

Terdengar suara piring-piring dan gelas menggema di sebuah ruang makan yang besar dan luas tersebut. Dan tiga orang namja tersebut yang melakukannya. Ketiga namja tersebut sedang sibuk menyiapkan makan malam dan tidak ada salah seorangpun daritadi yang berbicara, mereka semua seolah tenggelam dan sibuk dengan yang mereka lakukan saat ini, hingga salah seorang dari mereka akhirnya memecahkan suara.

 

“Hyung apa kita sudah kehabisan cola?” ucap seorang namja yang bermata bulat setelah keluar dari dapur dan kembali menuju meja makan. “Aku sudah memeriksanya di dapur dan tidak ada” lanjutnya.

 

“Jinja? Baiklah, kalau begitu kau pergilah untuk membelinya” ucap Suho salah satu namja yang ada disana begitu mendengar bahwa persediaan cola mereka sudah habis.

 

Setelah mendengar perintah dari Suho namja bermata bulat yang dikenal bernama D.O itupun segera pergi untuk membeli cola dan beberapa barang yang lain. Tapi entah sengaja atau tidak,  D.O membiarkan gerbang dan pintunya terbuka begitu saja.

 

 

25 menit kemudian Hyu Ra dan teman-temannya telah tiba di tempat orang yang memesan makanannya.

 

“Apa benar ini tempatnya?” Tanya Ha Ni memastikan setelah turun dari kendaraan mereka

 

“Tentu saja aku sudah membaca alamatnya berkali-kali dan aku yakin ini adalah tempatnya” ucap Hyu Ra yakin setelah ikut turun dari kendaraan.

 

“Tapi aku sedikit tidak yakin” tambah Hyun Hae.

 

“Apa kalian tidak percaya padaku? Lihatlah ini” sahut Hyu Ra sambil menunjukkan kertas yang diberikan oleh pamannya tadi. “Benar” ucap Hyun Hae setelah melihat alamat dari kertas itu dengan seksama

 

“Kalau begitu kau pergilah masuk dan berikan pesanannya” suruh Ha Ni dengan memasang wajah yang polos kepada Hyu Ra.

 

“Aku? Naega wae? Kenapa hanya aku, lalu kalian bagaimana” ucap Hyu Ra tidak terima jika hanya dia yang pergi sendiri

 

“Kami akan menunggu disini” ucap Hyun Hae menambahkan

 

“Tapi perasaanku tidak enak jika aku harus pergi sendiri” ucap Hyu Ra, ia tiba-tiba merasa bahwa sesuatu yang buruk akan menimpanya jika ia pergi sendiri

 

“Ayolah, tidak akan ada yang terjadi. Sudahlah cepat pergi mereka pasti sudah menunggu lama” ucap Ha Ni menenangkan. “Lihatlah bahkan pintu gerbangnya juga sudah terbuka tunggu apalagi” ucap Hyun Hae menambahkan.

 

Akhirnya dengan terpaksa Hyu Ra pergi sendiri dengan membawa pesanan yang berada di kedua tangannya. Sebelum masuk ia berhenti sejenak sambil meneguk salivanya dengan susah, kemudian ia mendongak melihat sebuah pintu gerbang yang tinggi dan besar yang berdiri dengan kokohnya dan berwarna emas dan diatasnya terdapat sebuah ukiran naga. Setelah melihat dengan seksama akhirnya Hyu Ra masuk ke dalam.

 

Saat masuk ke dalam ia harus berjalan sedikit jauh, tapi itu sama sekali tidak merugikan untuknya karena di sepanjang jalan ia dapat menikmati pemandangan taman dengan dihiasi lampu yang indah dan juga bunga-bunga yang ada disana.

 

Terdapat sebuah patung yang berbentuk unicorn, dan patung itu berhasil mencuri perhatian Hyu Ra untuk sejenak, karena ukiran dan pahatan yang begitu indah. Di tengah-tengah taman terdapat sebuah air mancur yang terkadang memancarkan warna yang berbeda-beda setiap saat. Di sekeliling air mancur tersebut terdapat sebuah mawar yang beraneka warna mulai dari warna yang terang hingga warna yang gelap.

 

“Wah indah sekali” gumam Hyu Ra tanpa sadar setelah melihat keindahan taman yang disuguhkan disana. “Apa ini adalah surga? Bagaimana ada sebuah taman yang begitu indahnya seperti ini, pasti orang yang tinggal disini benar-benar kaya” gumam Hyu Ra tanpa henti.

 

Setelah puas mengamati taman yang ada disana segera ia berhenti tepat di sebuah rumah yang besar dan mewah, dan untuk sekian kalinya Hyu Ra dibuat terkagum-kagum di tempat itu.

 

Melihat pintu yang sedikit terbuka, Hyu Ra mencoba untuk mengintip sedikit sambil memanggil-manggil, mungkin ada orang yang akan mendatanginya, namun sayangnya berapa kalipun ia mencoba tidak ada satupun orang yang datang untuk menemuinya. Akhirnya Hyu Ra memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah tersebut dan berharap mungkin saja ia akan bertemu dengan salah satu penghuni yang tinggal disana.

 

Saat berada di dalamnya Hyu Ra dibuat terkagum-kagum untuk kesekian kalinya lagi. Suasana saat berada di dalam rumah tersebut sangat berbeda dengan suasana di rumah-rumah yang biasanya. Rumah ini sangat klasik dan elegan dengan dihiasi barang-barang antik yang Hyu Ra yakin bahwa harganya pasti sangat mahal. Saat Hyu Ra mulai memasuki gerbang tersebut ia seakan-akan tersihir dan ia sudah lupa apa tujuan yang membuat ia datang kemari bahkan sejak tadi, ia lupa bagaimana untuk menutup matanya hanya untuk sejenak, karena ia takut pemandangan di depannya nanti akan hilang ketika ia menutup matanya. Hyu Ra akhirnya memutuskan untuk berkeliling tempat itu. Di sepanjang lorong yang ia lewati terdapat banyak lukisan-lukisan yang bahkan sama sekali ia tidak mengerti, Hyu Ra hanya melihat dan mengagumi lukisan tersebut.

 

“Ha Ni dan Hyun Hae pasti akan sangat menyesal karena tidak ikut masuk bersamaku” gumam Hyu Ra

 

“Ck. Kenapa Hyu Ra lama sekali, apa sebenarnya yang ia lakukan disana” ucap Ha Ni kesal karena sudah lama ia menunggu tapi Hyu Ra tidak kembali juga

 

“Kau harus sabar, mungkin sebentar lagi dia pasti keluar” sahut Hyun Hae.

 

Saat Hyun Hae dan Ha Ni tengah berbicara, datanglah D.O dengan membawa sekantung plastik belanjaan. “Apa yang kalian lakukan disini?” ucap D.O mengejutkan mereka berdua.

 

“Astaga kau mengejutkanku” ucap Ha Ni sambil menoleh ke belakang.

 

“Eoh….. eee kami kesini untuk mengantar makanan” sahut Hyun Hae.

 

Setelah mendengar jawaban dari Hyun Hae. D.O segera pergi meninggalkan mereka.

 

Sedangkan di sisi lain, Hyu Ra  malah tengah asyik menikmati keindahan di dalam rumah tersebut. Saat Hyu Ra sedang asyik mengamati tiba-tiba ia mendengar sebuah suara di suatu ruangan yang pintunya sedikit terbuka. Karena penasaran ia mencoba untuk pergi mengendap-endap. Saat sampai di pintu tersebut Hyu Ra mencoba untuk mengintip.

 

Di dalam ruangan itu ia melihat ada dua orang namja yang sedang berbicara, dan sesekali berdebat kecil. Hyu Ra yang berada disana hanya diam mendengarkan. Di lain sisi, setelah kedua namja tersebut saling berdebat, mereka kembali ke tempat masing-masing dan berlatih sambil mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing. Melihat hal itu Hyu Ra sangat terkejut hingga membuat dirinya diam mematung .

 

Saat D.O akan pergi menuju ruang makan ia melihat seorang yeoja yang berdiri mematung di sebuah lorong, di depan sebuah ruangan. Melihat hal itu D.O penasaran dengan apa yang dilihat yeoja itu, tersadar dengan apa yang dilihat oleh yeoja itu, segera D.O menghampiri yeoja itu dengan tenang dan tanpa suara.

 

Setelah berada di samping yeoja itu, D.O menepuk pundak sang yeoja, dan membuat yeoja itu berteriak kaget. Mendengar suara dari luar, kedua namja tersebut langsung menoleh ke sumber suara, dan mereka juga ikut terkejut melihat ada seorang yeoja yang melihat kegiatan mereka tadi. Segera mereka mendekati yeoja itu.

 

“Neo, nuguya?” ucap D.O setelah menepuk pundak sang yeoja.

 

Dengan gugup Hyu Ra segera membungkukkan badannya dengan gugup. “A….a…anyeonghaseo, aku kemari untuk mengantar makanan, k……kalau begitu, saya permisi dulu”

 

Setelah mengucapkan hal itu, Hyu Ra segera pergi berlari meninggalkan namja-namja tersebut, tanpa meminta uang pembayaran.

 

“Sepertinya rahasia kita sudah terungkap” ucap Sehun, salah satu namja yang berada di ruangan tersebut

 

“Sebaiknya kita segera menemui yang lain, untuk mengatakan masalah ini” ucap D.O sambil meninggalkan Chanyeol dan Sehun.

 

Setelah keluar dari rumah tersebut, Hyu Ra berhenti sebentar dengan nafas yang terengah-engah. “Apa benar, kejadian yang aku lihat ini nyata” gumamnya setelah ia bisa mengatur nafasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

 

TBC

 

Gimana dengan kelanjutannya, jujur memang chapter pertama agak kecepetan dan terlalu banyak authornya soalnya waktu itu rencananya author mau bikin komedi dan akhirnya author putusin ngerubah genrenya dan lupa belum di edit. Lalu sekarang author juga udah ngurangi keterlibatan author di dalamnya dan berusaha supaya alurnya gak kecepetan, dan mungkin chapter selanjutnya agak lama author ngepostnya soalnya author sibuk, jadi author harap bagi para readers untuk bersabar menunggu kelanjutannya. Gamsahamnida!!

 

And PLEASE give the comment and LIKE. Saran dan kritikan dari para readers sangat penting  and DON’T BE SILENT READERS!!

 

 

 

5 thoughts on “3 Foolish Girls and Handsome Aliens (chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s