Still You, No Other (Chapter 2)

still you, only you

Still You, No Other (chapter 2/?)

 

 

Story and cover by: ElByunPelvis

 

 

Cast        : Byun Baekhyun, Ahn Seulrin (OC).

Kim Jong in

Min Seoji (OC)

 

Other cast : member EXO , Ahn Jaehyun, Park Eun Bi, etc.

 

Rating    : +13 .

 

Leght      : Chapter

 

Genre     : Romance, Sad , Fluft, entertaiment life.

 

Anyeong…. readers. Ketemu lagi dengan author pemula ini.

Mungkin alur cerita terlalu ceat , tapi aku gatel pingin cepet konflik😛 .

Bla bla bla…

Ok cekidotttt…. happy reading readers !!

 

Preview chapter 1.

 

“anyeonghaseyo, jeongsohamnida saya telat “ Baekhyun membulatkan matanya saat melihat siapa yang datang , ia mengenalnya. “kau? Sedang apa kau disini?” Chapter 2 “Belive me”  “kau? Sedang apa kau disini?” Yang ditanya hanya mengembangkan senyumnya dan mendekati Baekhyun, dia mendudukan tubuhnya didekat namja itu , jika saat ini tidak ada Sajangnim yang notebenenya adalah Appa nya. Seseorang yang tak lain adalah yeoja itu pasti sudah memeluk Baekhyun .  “ kita bertemu lagi Baekhyun-ah” Baekhyun hanya terdiam memandang yeoja disampingnya , sampai suara manajernya membuatnya tersadar kembali. ‘’ wahh jadi kalian sudah saling kenal?” “ Ne,, kami sangat dekat dulu , iya kan Baek?” jawab Gadis itu ,sembari memperhatikan Baekhyun, tapi Baekhyun mengalihkan pandangannya kearah lain.  Mereka fokus pada pembahasan rencana , sampai kata kata yang dilontarkan oleh PD-nim.membuat Baekhyun kaget ia baru saja menemukan sebuah fakta jika yeoja disampingnya ini adalah putri dari Presdir. “bagaimana Baekhyun-ah kau menerimanya kan?” “aku , aku tidak yakin PD-nim” “ayolah Baekhyun, PD-nim sudah bersenang hati akan membesarkan promosi albummu jika kau mau melakukannya” sang manajer menyahuti, Baekhyun memandangnya dan berfikir sejenak.  “hahh baiklah aku menerima ini” ujar baekhyun pada akhirnya, ia sungguh tidak sepenuhnya menerima. Hatinya tidak yakin dan ia justru memikirkan hal lain saat ini. Gadisnya , ia memikirkan Seulrin yang mungkin akan tidak rela jika ia melakukan ini, tapi jika difikir lagi mungkin jika ini untuk kepentingan karirnya kekasinya itu akan mengerti.  ** Baekhyun berjalan memasuki evalator , ia membuka tombol buka dan memencet angka 1 untuk sampai di lantai dasar. Pintu yang hapir saja tertutup kini membuka kembali, yeoja yang beberapa menit lalu berada satu ruang rapat dengannya ikut masuk dalam evalator itu, dan mereka kini hanya berdua saja. “baekhyun-ah. Jeongmal bogoshipeoyo!” Saat pintu sepenuhnya tertutup , yeoja itu tanpa aba aba memeluk Baekhyun, kaget akan perlakuan mendadak yeoja disampingnya baekhyun mendorong kasar . “apa yang kau lakukan Min Seoji? Disini ada CCTV” ucap baekhyun dengan suara dinginnya. “ apa kau tidak merindukanku? Aku kembali khusus untukmu Baek”  “aku tidak pernah memintamu kembali” Baekhyun berbicara tanpa memandang wajah yeoja yang bernama Min Seoji itu. “kau memang tidak meminta baek, tapi kau menginginkanya. Buktinya kau menerima tawaran Appa” “jangan percaya diri. Aku menerima itu karena aku ingin membesarkan namaku saja!” Tepat pada saat itu pintu evalator terbuka dan Baekhyun berjalan tanpa memperdulikan Seoji yang terus menyerukan namanya. Seoji memandang tubuh baekhyun yang semakin hilang di pintu Lobi, yeoja itu tersenyum miring dan ikut melangkahkan kakinya keluar  ‘kau benar benar membenciku sekarang Byun Baekhyun’ Ucap Seoji dalam hatinya, gadis itu memakai kaca mata hitamnya dan menyetop sebuah Taxi untuk mengantarkannya ke Apartement. @Seulrin Place Seulrin menutup salam kepada seluruh siswanya saat kegiatannya mengajar musik sudah selesai. Gadis itu mengambil biolanya dan pergi keluar dari kelas yang sudah sangat riuh , karena semua anak anak bersiap untuk pulang.  Seulrin berjalan di koridor sekolah menengah pertama itu. gadis itu tersenyum ramah pada siswa yang menyapanya. Tak jarang ia dihadang para murid pria untuk diajari materi musik yang belum mereka fahami, dengan senang hati Seulrin akan membahasnya kembali.  Siswa menganggap Seulrin adalah guru yang ramah dan baik, dan plus’nya Seulrin adalah guru wanita termuda disekolahnya, jadi para murid lebih cepat akrab dan bersahabat. Gadis itu semakin melabarkan langkahnya, sedikit berlari kecil menuju kantornya karena ada sedikit urusan yang harus ia selesaikan . Tanpa ia sadari ada bola basket yang melayang kearahnya,  dukk “ahhh” seulrin jatuh terduduk sembari memegangi kepalanya yang sedikit pusing karena hantaman benda bulat itu pada kepalanya. Seulrin sedikit mengumpat dan mengambil bola yang tergeletak tak jauh darinya. kepalanya ia tolehkan ke arah lapangan basket , tepat saat itu siswa laki laki bertubuh tinggi mendekat kearahnya. “ah Ahn Seongsaengnim , nan jeongmal jeonsohamnida. Saya tidak sengaja” “hemmm baiklah. Aku tak apa, sekarang kembalilah bermain Jeon Jungkook”  “oh ne . sekali lagi saya minta maaf”

seulrin melempar bola basket pada siswa itu, sebelum kembali kelapangan siswa bernama Jungkook itu dihadang Jong In . “hei Jungkook lain kali yang benar jika main . kau lihat! karena kecerobohanmu itu hampir saja Ahn Saem pingsan” “ya Kim saem lihatlah, Ahn seongsaengnim baik baik saja. kau berlebihan” Setelah mengatakan itu Jungkook berlari kelapangan , menghindari Jong In yang mungkin akan menjitaknya. “huhh dasar bocah, eoh Seulrin-ah neo gwemchana? apa perlu kuantar keruang kesehatan?”  Seulrin melebarkan senyumnya pada Jong In , ia menggeleng walau sebenarnya kepalanya masih terasa agak pusing. “aku baik baik saja Jong In-ah. Kau juga kembalilah ke lapangan, siswamu membutuhkanmu” “ck baiklah, maafkan keponakanku tadi, dia memang anak yang ceroboh. Sudah kubilang jangan melakukan lay up terlalu tinggi”  “ha ha sudahlah. Ia sudah meminta maaf tadi”  “baiklah aku kembali, ah iya nanti kita pulang bersama eoh. Sampai nanti” Jong In membalikan badannya tanpa menunggu jawaban Seulrin, gadis itu menggelengkan kepalanya dan kembali melanjutkan langkah yang tertunda.  Ia memang sering bersama Jong In karena namja itu sudah berstatus temannya saat ini. Jong In adalah guru Olahraga dan guru Dance disekolahnya mengajar . Keahliannya itu membuat Seulrin salut , Jong In adalah pria berbakat, baik dan asik menurutnya. ** Seulrin dan Jong In turun dihate dekat Apartement Seulrin. rumah Jong In tidaklah jauh dari tempat tinggal gadis itu. Kadang ia menawari Seulrin untuk mampir tapi selalu saja tawarannya ditolak dengan alasan Seulrin malu bertemu dengan orang tuanya. Alasan itu membuat Jong In tertawa, menurutnya Seulrin lucu seperti anak kecil.Seulrin melambaikan tangannya pada Jong In saat pemuda itu berjalan ke lawan arah. Saat ini gadis itu sudah memasuki gedung apartement , ia harus naik ke lantai 8 untuk menuju tempat tinggalnya. Skip “nan Wasseo!” seulrin mengucap salam saat masuk, ia tidak mendengar seseorang menjawab. Tentu saja karena saat ini tidak ada orang selain dirinya lantaran oppanya sedang bekerja.  Gadis itu berjalan menuju kamarnya, ia tidak sabar ingin segera membersihkan dirinya yang sudah lengket karena keringat.  * Seulrin sudah selesai beres beres dan memasak , kini dirinya sedang duduk di balkon kamarnya, memandang bintang kecil yang kini bersinar terang di langit gelap. Ia melihat satu bintang yang bersinar paling terang daripada yang lain. “baekhyun-ah. Aku harap kau seperti bintang itu. bersinar paling terang diantara bintang lainnya. Hemm jeongmal Bogoshipoyeo!” “aku juga merindukanmu”  Seulrin melebarkan bola matanya, ia merasa mendengar suara Baekhyun. Tapi rasanya tidak mungkin jika itu benar benar suara namjanya. Baekhyun sedang sibuk diluar sana.  SEULRIN POV Aku menggelengkan kepalaku, mana mungkin tadi itu suara Baekhyun. astaga Ahn Seulrin ! kau terlelu merindukannya sampai berhayal seperti ini. Mana mungkin Baekhyun berada disini hanya untuk menengokku.  “aku sudah gila”  “ya kau gila karena bicara sendiri chagiya!”

Suara ini terdengar begitu nyata, apa mungkin ini benar benar suara Baekhyun?
aku hendak menolehkan wajahku sampai kurasakan seseorang merengkuhku dari belakang. Aku mengenal pelukan hangat ini, parfum ini, tangan halus ini. Ya Tuhan , ini benar benar Baekhyun, aku sedang tidak menghayal.

“ ini aku Rin-ah.”

Aku merasakan pelukan Baekhyun semakin erat, ia menciumi leherku yang bebas karena aku menggelung rambutku. Aku merasa geli dan melepas pelukannya, kutatap iris coklatnya yang selalu kurindukan ini . Baekhyun terlihat kesal karena aksinya terhenti,

aku tersenyum dan menangkup kedua pipinya.

“Ini nyata. Kau benar benar Baekhyunku”

Baekhyun meraih kedua tanganku dan menciumnya. Lagi lagi ia memelukku, tapi kali ini ia menyandarkan kepalaku pada dada bidangnya. Aku membalas pelukannya erat, rasanya aku ingin menangis karena sangat bahagia.

“kenapa kau sangat suka berdiam ditempat dingin hah? Apa kau mempunyai bulu tebal seperti beruang?”

Aku mngerucutkan bibirku mendengar perkataannya, ya sisi menyebalkan seorang Byun Baekhyun adalah mengejek. Dan aku sangat malas untuk menanggapinya.

“dengar ya Ny.Byun. jika kau sampai sakit aku akan marah padamu!”

“aku tidak akan sakit Tuan.Byun . aku hanya sedang mencari udara segar saja, kenapa kau berlebihan?”

Baekhyun tidak menjawab , dia palah semakin mengeratkan pelukan ini dan menciumi puncak kepalaku. Katanya harum rambutku adalah favoritnya, bahkan ia yang memilih sampo yang kugunakan. Strawberry, namjaku sangat menyukai buah berry berwana merah itu.

“oppa , kenapa kau berada disini? Bukankah kau sibuk?”

“tuhan memberikanku waktu untuk bersamamu semalaman ini. Dalam sekejap aku berada ditempat ini”

Aku berdecak mendengar celotetannya itu. satu lagi sifat menyebalkannya yaitu ia tidak pernah serius.

“aku tidak menerima candaan Oppa!”

“baikla baiklah. Sejujurnya aku diberikan libur 2 hari untuk persiapan album baruku. Aku… ah seperti itulah”

“jeongmalyeo?.“ tanyaku masih tidak percaya, akhirnya waktu yang kutunggu untuk bersamanya terkabul, walau haya semalam atau satu jam tidak masalah. Yang terpenting aku bisa berada didekatnya.

“Emm aku akan menginap disini. Eoohh aku lapar Chagiya!”

Aku terkekeh dan melepaskan pelukannya, aku segera menarik Baekhyun keluar kamar . Baekhyun sudah biasa bermalam dirumahku karena dulu dia cukup kesepian tinggal dirumahnya yang hanya ditinggali oleh dirinya saja.

Tentang pasword apartementku tentu saja dia mengetahuinya, jadi kapanpun dia berkunjung dia akan langsung masuk dan menemuiku. Dan tentang orang tua baekhyun, mereka tinggal di Jepang . Aku sangat jarang bertemu tapi aku cukup akrab dengan Appa dan Eommanya. Baekhyun benar benar membutuhkan sosok wanita disampingnya, dan betapa beruntungnya aku karena menjadi bagian dari hidupnya. Walau aku tidak tau kedepannya seperti apa, kadang aku takut dia melupakanku saat sudah sukses nati.

~Seulrin pov end~

 

AUTHOR POV

“Rin-ah aku mau kimbap itu, suapi aku”

Baekhyun memperlihatkan sifat manjanya pada kekasihnya, membuat Jaehyun yang berada di sampingnya memandang aneh.

“aishh dasar ! kalian fikir ini acara We Got Married?” ucap Jaehyun yang tidak tahan dengan baekhyun , menurutnya kekasih adiknya ini sok imut.

“Hyung waeyo? Kau seperti tidak pernah melakukannya pada kekasihmu saja”

“aigo bocah ini! Kau jarang bertemu adikku tepi sekali bersama seperti ini sifat bayimu keluar Byun Baekhyun. menggelikan” jaehyun berlagak seperti seseorang yang geli . Baekhyun yang melihatnya hanya bisa mengumpat dalam hatinya.

“ahh Hyung kau iri saja”   /   “yakk”

“ei sudah hentikan! kalian sama saja.” seulrin menghentikan perdebatan kecil Oppa nya dengan Baekhyun dan sukses membuat keduanya terdiam . Mereka kembali melanjutkan menyantap makan malam.

Sampai saat ini meja telah bersih dan Seulrin sudah kembali menuju kamarnya. Baekhyun hendak mengikuti kekasihnya tapi kerah baju belakangnya ditarik oleh Jaehyun

“yakk eodiga?”

“aihh Hyung, tetu saja aku mau tidur” jawab baekhyun enteng.

“ckk kau mau tidur dengan adikku? Mimpi saja kau bocah tengik. Ayo tidur denganku!”

Jaehyun menarik baekhyun tanpa aba aba, membuat pemuda yang berstatus sebagai kekasih dongsaengnya itu pasrah dan mengikuti langkah Jaehyun.

**

Ini sudah 1 jam baekhyun membolak balik tubuhnya tidak jelas diranjang, namja itu tidak bisa tidur. Jaehyun berulang kali memeluknya seolah dirinya adalah sebuah guling. Karena tidak tahan baekhyun bangkit dan diam diam menuju ruang tengah, dilihatnya sofa yang mungkin akan ia gunakan untuk tidur . Tapi badanya pasti akan pegal jika ia tidur di sofa pendek itu. Baekhyun tersenyum , namja itu lebih memilih melangkakahkan kakinya kekamar Seulrin, ia tidak peduli jika nanti Jaehyun akan mengomelinya. Saat ini namja itu benar benar ingin berduaan dengan Seulrin, menghabiskan malam bersama.

Tok tok

Baekhyun mengetuk kamar Seulrin , tapi tak kunjung dibuka. Namja itu menarik knop pintu dan… tidak dikunci. Lantas saja ia masuk dan menutup kembali pintu kamar seulrin. Baekhyun melihat Seulrin yang sedang duduk bersandar pada punggung ranjang dan melihatnya membaca buku .

Baekhyun mendekat dan tepat berdiri disamping gadis itu

“kau terlau asik dengan novelmu sampai tidak mendengarku mengetuk pintu Rin-ah”

Mendengar suara Baekhyun , seulrin mengalihkan tatapannya dari buku.

“eohh oppa. main, hemm kemarilah!”

Seulrin menepuk tempat kosong disampingnya, tanpa tunggu lama bekhyun naik ke ranjang dan duduk disamping kekasihnya. Namja itu meraih tangan seulrin dan menggenggamnya.

“biarkan aku tidur disini Rin-ah. Aku tidak bisa tidur bersama Oppamu , dia berisik sekali dan terus memeluku”

Seulrin tertawa mendengar keluhan Baekhyun, yeoja itu menutup novelnya dan meletakannya dinakas samping ranjang.

“jangan oppa, bagaimana kalau Oppa’ku marah. “

“biarkan saja. memang kenapa jika aku tidur denganmu? Shh..Dia fikir aku akan macam macam? Ckk tenang saja aku tidak akan melakukannya sebelum menikah” ucap baekhyun sedikit agak berbisik di akhir kalimatnya.

“mwo? Ck dasar !”

Baekhyun merubah posisinya, ia meraih tubuh mungil Seulrin kedalam dekapannya. Seulrin balas memeluk Baekhyun, membenamkan wajahnya leher baekhyun. Menghirup parfum cold mint kesukaannya.

“Rin-ah. Setelah ini mungin aku akan benar benar jarang bertemu denganmu. Hah eothae?”

Seulrin merasakan kembali sesak dihatinya, baru saja ia merasakan kehidupan seperti dulu. tapi kata kata baekhyun barusan menyadarkan kembali bahwa namjanya sekarang sudah mempunyai waktu yang sempit dengannya.

“aku tau. nan gwemchana. aku selalu berada bersamamu oppa. disini, dihatimu”

“arraseo. Pejamkan matamu sebentar Rin-ah”

“mwo?”

“cepat pejamkan! ada sesuatu yang akan kuberikan untukmu”

Seulrin berdecak ,   setelahnya menuruti perintah baekhyun. sementara baekhyun merogoh saku celananya untuk mengambil benda yang tadi siang ia beli khusus untuk kekasihnya. Sebuah kotak kecil biru denga isi benda berkilau didalamnya.

“sekarang kau boleh membuka matamu”

Seulrin perlahan membuka matanya, tepat dihadapannya ada sebuah cincin yang sangat cantik

Seulrin mengalihkan tatapannya ke mata bening baekhyun, memandang kekasihnya penuh arti,

“oppa kau-“

“aku membelikan ini khusus untuk untukmu. Maaf karena aku telambat memberikannya. Seharusnya aku berikan ini saat annyversary kita kemarin”

Ucap Baekhyun sembari mengelus pipi Seulrin , lalu di ambilnya cincin berlian itu dan ia memakaikanya di jari manis Seulrin. Baekhyun tersenyum puas karena cincinya sangat pas melekat, kemuadian namja itu mencium cincin yang sudah terpasang manis di jari kekasihnya.

Seulrin tidak bisa menahan air mata yang sudah memenuhi kelopak matanya, sekali berkedip krystal bening itu berhasil turun dengan mulus dan saat itu juga isakan keluar dari bibir mungilnya . melihat itu Baekhyun memandang Seulrin khawatir.

“Seulrin-ahh Waeyo? kau tidak menyukainya hemm?”

Seulrin menggeleng , yeoja itu masih terus saja terisak. Baekhyun kembali merengkuh yeojanya, namja itu mengusap rambut Seulrin .

“o-oppa mianhae!”

“hemm? Kenapa kau minta maaf eoh?”

“ak-aku hiks.. mian karena aku telah berfikir kau su-sudah tidak peduli padaku. Mianhae! Hiks..”

Baekhyun menghela nafas, hatinya bagai tercekat saat kekasihnya mengatakan hal itu. ia kadang benci dirinya yang tidak bisa meluangkan waktunya untuk Seulrin, bahkan walau hanya 1 menit.

“Uljima. Jangan seperti ini Seulrin-ah. Hatiku sakit melihatmu menagis karnaku. mianhae” Baekhyun mengeratkan pelukannya, matanya sudah memerah menahan tangis. Ia tidak ingin Seulrin melihatnya.

Baekhyun melepas pelukannya setelah yakin bahwa Seulrin sudah berhenti menangis. Di usapnya sisa air mata yang membekas dipipi tirus milik kekasihnya.

“sekarang ayo tidur! Ini sudah malam chagiya”

Mendengar itu seulrin menggeleng , membuat baekhyun mengerutkan keningnya.

“aku tidak mau tidur, bagaimana jika aku bangun kau sudah tidak disampingku? Aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu”

“hei.. bukankah kau mengajar besok eoh? Jangan keras kepala Rin-ah . Jika kau tidak mau tidur aku akan keluar dari kamar”

Mendengar itu Seulrin gelegapan dan mencengkram baju baekhyun, ia tidak akan membiarkan baekhyun beranjak sejengkangpun darinya.

“b-baik. aku akan tidur”

Seulrin membaringkan tubuhnya dan diikuti baekhyun, ditariknya selimut untuk menutupi tubuh keduanya. Baekhyun mengelus rambut seulrin , membuat gadis itu semakin merapatkan tubuhnya pada kekasihnya.

“Oppa gomawo untuk cincin cantik ini, aku sangat menyukainya. Dan nyanyikan lagu untukku eoh, jebal”

“arraseo. Apapun untukmu Rin-ah ”

Baekhyun menyanyikan lagu, dan selama itu matanya tidak lepas dari wajah Seulrin.

 

My Answe Is You.

You are my everything
yeongwonhalge My love……..
tteonajima geunyang ne gyeoteman itge haejwo
amuri saenggakhaedo
nan neoraseo
It’s you
It’s you

Baekhyun mengakhiri lirik lagu dengan sempurna.

Diusapnya poni yang menutupi kening Seulrin, lalu namja itu menciumnya lembut .
Dan bibirnya kini beralih mencium bibir mungil seulrin, hanya sekedar mengecupnya saja , agar tidak membangunkan tidur gadisnya.

“kau segalanya untukku Seulrin-ah. Kumohon jangan pernah menyerah untuk menungguku. Saranghae!”

 

TBC

 

 

Preview CHAPTER 3

“Rin-ah kau harus percaya padaku. Kumohon “

 

“bagaimana aku bisa tenang jika gadis itu adalah masa lalumu Oppa?”

 

“aku akan membuatmu kembali padaku baekhyun-ah”

Keutt………..

 

Yahh makin gaje nih. Eh soal orang ke-3 yang udah muncul di chapter 1 itu emang aku sengaja, aku gak mau basa basi bikin alur BaekSeul. Nantinya bakal ada flashback BaekSeul jadi ceritanya gak begitu pendek.

Gomawo sudah mau mampir untuk baca ff ini.

Aku membutuhkan komen dan saran dari para readers . juseyo J

See you next chapter………

 

 

 

One thought on “Still You, No Other (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s