Married?Wanna Try It? (Chapter 3)

Married, Wanna Try It

Title: Married?Wanna Try It?

Genre : Romance, School Life, Comedy

Main Cast :

– Jang Ara

– Park Chanyeol

Other Cast :

– Choi Hyori

– Kim Minseok a.k.a Xiumin

– Bakal bertambah sesuai chapter

Rating : PG

Length : Multichapter

Author : Xiuyuri (Xiuri)

Desclaimer : Cerita ini asli punya saya dan pernah dipublikasikan di website lain.

“Apa kau rela berkorban demi orang yang kau sayang?”

“Berkorban? Ku rasa, entahlah. Aku hanya tau jika aku menyukainya, maka aku akan melakukan apapun yang bisa ku lakukan untuk mendapatkannya. Cara apapun itu! ku peringatkan! Cara apapun itu! jadi kalian jangan pernah tertipu dengan wajahku yang polos. Karena aku punya sejuta cara untuk menakhlukan wanita yang ku suka!” – Xiumin Kim

Chapter 3

Ara terus menerus melihat jam berwarna violet dan melingkar di pergelangan tangan kirinya. Raut wajahnya berubah cemas semenjak setengah jam yang lalu. Bibirnya terus ia gigiti, kepalanya terus saja menoleh ke kanan dan ke kiri mencari seseorang.

Ara memandangi ponsel yang terus ia genggam. “Oppa! Apa kau melupakan janjimu?” tampak wajahnya sangat kecewa sambil memandangi wallpaper ponselnya.

KRING!!

Ponsel Ara tiba-tiba berdering. “Oppa! Eodiseoyo? Apa kau mendapat masalahnya? Dramanya sebentar lagi dimulai!” serang Ara pada orang itu yang ternyata adalah Xiumin.

Mereka mempunyai janji untuk menonton drama musikal dengan Baekhyun sebagai salah satu pemainnya. Ara sudah menunggu Xiumin selama kurang lebih satu setengah jam sebelum acara dimulai.

“Mianhae Ara-ya! Kau masuklah dulu, Baekhyun sudah di depan pintu masuk untuk mengantarkan ke kursimu.”

Ara semakin kecewa dengan apa yang Xiumin katakan. “Ne, oppa.” Ucapnya pasrah sambil langsung mematikan panggilannya.

Wajah Ara tampak tak bersemangat, berbeda dengan satu setengah jam yang lalu. Memang Xiumin tidak meminta Ara menunggunya selama itu. Itu keinginannya sendiri untuk datang dan menunggu Xiumin lebih awal. Karena ia tidak ingin membuat Xiumin lama menunggu.

“Ara-sshi!” panggil seseorang dari belakang.

Ara menoleh dan netranya menangkap Baekhyun yang sudah lengkap dengan kostumnya. “Ah, Baekhyun-sshi. Kau untuk apa kesini?”

“Bukankah hyung sudah memberitahumu? Kajja, biar aku antarkan ke kursi kalian!” ujar Baekhyun. Ara hanya mengangguk kemudian mengikuti Baekhyun dari belakang.

.

.

.

Chanyeol mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan yang di penuhi dengan ratusan penonton drama musikal. “Bukankah harusnya dia dan hyung ada disana?”

“Kau mencari siapa, Oppa?” tanya seorang gadis yang duduk tepat di sebelah Chanyeol.

Chanyeol menggeleng kemudian menyandarkan punggungnya. “Oppa, terimakasih telah mengajakku. Aku benar-benar bahagia.”

Gadis bernama Soyu itu melingkarkan tangannya pada lengan Chanyeol yang membuat Chanyeol risih. Ia terus berusaha melepaskan tangan Soyu yang semakin kencang.

“Kau tidak kepanasan dengan masker itu? lepaskanlah oppa. Bukankah disini gelap? Tidak akan ada yang mengenalimu.” Goda Soyu dengan suara manjanya.

Chanyeol semakin risih dengan yeoja itu. “Kau tidak tau? Netizen itu seperti hantu. Kau mau dicabik-cabik oleh fansku karena kau ketahuan menonton drama musikal denganku? Jika mereka sudah bertindak, aku tidak bisa melakukan apa-apa.”

Soyu menggeram mendengar ucapan Chanyeol, tapi gadis itu tidak menyerah dan malah semakin menggoda Chanyeol. Tangan gadis itu bergerak membelai-belai lengan Chanyeol membuat Chanyeol semakin merutuki kesalahannya mengajak gadis itu.

“Soyu-ya, sepertinya kau benar-benar ingin dicabik-cabik oleh fansku.”

“Biar. Asal aku tetap bisa di sebelahmu.” Soyu menyandarkan kepalanya pada Chanyeol.

“Ah sudah dimulai!” gerakan Chanyeol yang tiba-tiba, membuat kepala Soyu tertatap tembok di sebelahnya.

Chanyeol hanya menahan tawanya. “Ah, mian!” ucapnya tanpa rasa bersalah.

Chanyeol kembali mengedarkan pandangannya ke kursi penonton di bawahnya.. Ya, dia adalah tamu VVIP di drama musikal itu. Baekhyun memberikannya secara cuma-cuma asal ia mendapat nomor telepon semua gadis cantik yang Chanyeol kenal.

Beberapa detik kemudian, Chanyeol menemukan seseorang yang ia cari. Jang Ara. Tapi kemudian matanya tampak menyipit berusaha meyakinkan penglihatannya jika namja yang bersama Ara bukanlah Xiumin tetapi Baekhyun.

Chanyeol terus memperhatikan mereka.

“Bukankah Baekhyun pemain utamanya. Dia juga memakai kostum. Jadi untuk apa dia bersama yeoja itu?”

Pertanyaan Chanyeol segera terjawab ketika Baekhyun langsung meninggalkan Ara saat gadis itu sudah duduk nyaman di kursinya.

“Ige mwoya? Jadi dia menonton sendiri? Lalu kenapa saat itu dia berkata bersama hyung? Rupanya kau juga berbohong ya. Aku mendapatkanmu!” batin Chanyeol dengan evil smirk di bibirnya.

Drama musikal itu pun di mulai. Baekhyun adalah pemeran utama laki-laki dalam drama itu. Tapi sepanjang drama itu berjalan, Chanyeol hanya fokus pada apa yang Ara lakukan dan itu membuat Soyu penasaran.

Soyu menarik lengan Chanyeol kemudian membuatnya menjadi sandaran. “Oppa, kenapa kau asyik sendiri?” Chanyeol hanya diam memandang risih Soyu.

“Kau tidak mencuci rambutmu berapa hari, eoh?” ucapan Chanyeol membuat Soyu menegakkan kepanya dan mencium rambutnya sendiri.

Itu kesempatan emas Chanyeol untuk kembali melihat Ara. Tapi mata Chanyeol membulat ketika kursi kosong di sebelah Ara kini sudah diisi dengan seorang namja yang pasti adalah Xiumin. Hyung tertua di idol grupnya.

Chanyeol terus memperhatikan apa yang mereka lakukan. Ia tak memperdulikan Soyu yang terus berusaha menarik perhatiannya.

Chanyeol tidak menyukai Ara. Bahkan dia teramat membencinya. Bukan tanpa alasan namja itu membenci Ara. Alasannya bisa dibilang bukanlah alasan yang biasa bagi seorang Park Chanyeol.

Park Chanyeol, salah satu member dari idol grup EXO yang sedang naik daun. Ada suatu masalah yang harus memaksa idol grup tersebut vakum sebentar dan melanjutkan sekolahnya bahkan ditengah tenarnya nama mereka.

Bertemu dengan Ara mungkin adalah hal tersial yang pernah Chanyeol alami. Karena gadis bernama Jang Ara itu telah berhasil mempermalukannya di depan seluruh sekolahan. Gadis itu mengalahkan Chanyeol dalam pertarungan basket satu lawan satu.

Kekalahan yang biasa namun di tengah-tengah ketenaran yang Chanyeol punya, dan ia kalah dengan seorang yeoja. Tentu saja membuat Chanyeol benar-benar malu dan mengutuk yeoja itu bukan? Apalagi ia harus hapus satu persatu video kekalahannya yang direkam oleh nyaris seluruh siswa di sekolah itu.

Chanyeol semakin memperhatikan gerak-gerik mereka. “Hyung! Kau tidak boleh benar-benar menyukainya!” batin Chanyeol.

Chanyeol melihat bagaimana Xiumin selalu memperhatikan Ara selama ini. Chanyeol tau jika Xiumin menyukai Ara semenjak mereka dipaksa masuk ke sekolah itu.

Chanyeol tak mau ikut campur karena bagaimanapun itu adalah urusan pribadi hyungnya. Tapi itu sebelum Ara mempermalukan Chanyeol di depan umum. Hal itu membuat Chanyeol ingin membalas perbuatan Ara.

Ia tak pernah sekalipun memperhatikan ke arah panggung, bahkan sampai drama Baekhyun selesai. Jika kalian bertanya bagaimana cerita drama itu pada Chanyeol, lebih baik tidak usah bertanya.

Karena drama itu selesai, penonton pun mulai meninggalkan tempat duduk mereka dan keluar dari gedung. Chanyeol bergegas keluar mendahului Xiumin dan Ara tanpa perduli Soyu yang jutru tertidur di tempatnya.

Chanyeol menyeringai. “Baguslah, setidaknya dia tidur disaat yang tepat! Gadis pintar!” ucapnya sambil terkekeh pelan.

Matanya menangkap dua orang yang tengah bercanda di lorong pintu keluar. Siapa lagi jika Xiumin dengan penyamaran lengkapnya, dan gadis yang paling Chanyeol benci di dunia ini.

“Oh, Chanyeol-ah!” Xiumin tampak terkejut di balik syal yang nyaris menutupi seluruh wajahnya.

“Oh, Hyung! Aku melihatmu tadi di kursi bawah. Bukankah Baekhyun memberimu tiket VVIP? Terlalu bahaya, hyung!”

Xiumin terkekeh. “Heh, gwaenchana. Dramanya selesai dan aku masih utuh. Haebwa. Geunde, bukankah kau tidak menyukai drama musikal? Kenapa datang?”

Bagus, Chanyeol skakmat!

“Ah, igo.Hey, dweisseo. Baekhyun tadi mencarimu.” Ucapnya mengalihkan pembicaraan.

Xiumin tampak bingung. “Baekki? Waeire? Tidak biasanya. Ah, Ara-ya. Kajja, ikut aku. Jangan khawatir, aku akan mengantarmu pulang.”

“Eoh? Ah, aniya oppa. Sepertinya kau ada urusan penting” ucapnya sambil menatap Chanyeol dengan tajam kemudian kembali tersenyum pada Xiumin.

Xiumin menarik tangan Ara. “Bagaimana bisa aku membiarkanmu pulang sendirian, hm? Apalagi ini sudah jam sepuluh malam.” Larang Xiumin.

“Biar aku yang mengantarkan, hyung. Kebetulan aku juga ingin pulang.”

“Kau? Kau benar-benar mau mengantarnya? Ara-ya? Otte? Kau mau diantar Chanyeol?”

Ara menimbang-nimbang dalam hati. “Bagaimana ini? Jika aku iya kan, aku akan dihabisi oleh namja kuping lebar ini.” Batinnya ragu.

“Ara-ya!”

“Eoh? Ne oppa? Eng, aku bisa pulang sendiri oppa, gwaenchana. Aku bisa menjaga diriku.” Ucap Ara berusaha meyakinkan Xiumin.

“Pilih ikut denganku sebentar atau kau diantar pulang Chanyeol? Ayolah Ara. Aku tidak bisa meninggalkanmu.”

Ara tau jika Chanyeol mulai menyeringai di balik syal yang tak kalah tebalnya seperti milik Xiumin. Ah, dia tidak bisa lolos dari ini.

“Baiklah, aku akan pulang bersamanya. Baekhyun pasti punya sesuatu yang penting, jadi aku tidak bisa mengganggumu oppa. Jadi aku akan pulang bersama Yoda. ”ucap Ara berat hati.

“Mwoo!!! Kau panggil aku apa?” bentak Chanyeol.

“Kau yakin Ara?” Xiumin seperti tidak tenang jika ia menyerahkan Ara pada Chanyeol, karena ia tau jika mereka sedang perang dingin.

“Ne, oppa. Aku yakin.”

“Hm..Baiklah. Nan kkanda. Hati-hati di jalan ya. Chanyeol jaga dia.” perintah Xiumin.

“Ne hyung!”

Ara merasakan sesuatu hal yang buruk akan terjadi padanya malam ini. Pulang bersama namja yang benar-benar membuatnya mual setiap mereka bertemu, adalah hal yang bahkan lebih buruk daripada mendengar eommanya marah karena nilainya yang turun.

“Aissh! Ku pikir ini akan menjadi hari yang menyenangkan. Tapi ditutup dengan pulang bersamamu? dweisseo! Aku bisa pulang sendiri!” Ara melenggang pergi ketika sebuah tangan kekar bahkan mencegahnya.

Chanyeol menarik Ara untuk kembali ke tempatnya. “Mau kemana kau? Lihat kesana! Kau pikir masih bisa naik bus di jam segini?”

Ara mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Seharusnya kau berterimakasih dan bersyukur aku mau mengantarmu! Kau termasuk orang yang beruntung asal kau tahu?” Chanyeol mulai berjalan mendahului Ara.

“Pfft! Beruntung jidatmu! Justru aku merasa sial!”

Ara berjalan gontai menyusul Chanyeol yang sudah beberapa meter di depannya. “Ige mwoya? Padahal dia baru berjalan beberapa langkah tapi sejauh itu! Heol! Dasar kaki panjang!” gumamnya.

“Ya! Kau bergumam dibelakangku?” bentak Chanyeol.

“Bagaimana dia bisa mendengarnya?”

“Aniya, kau..mungkin..salah dengar! Aku bahkan tidak..mengucapkan sesuatu.” bohong Ara.

Chanyeol tampak tak perduli lagi dengan Ara. Ia terus berjalan ke tempat dimana mobilnya berada. Untuk menyusul Chanyeol, bahkan Ara harus berlari kerena selangkah milik Chanyeol sama dengan dua langkah miliknya. *kekeke

Chanyeol menggunakan pintu belakang gedung. Tentu saja, di depan pasti sudah banyak orang yang menunggu Baekhyun untuk keluar teater dan apabila mereka tau ada Chanyeol. Jangan dibayangkan, tamatlah riwayat Ara.

“Ya! Kenapa tidak lewat depan?”

“Paboya! Nan, EXO Chanyeol! Apa yang fansku bilang jika mereka tau aku bersama makhluk udik malam ini?”

“Ck! Pencitraan”

“Mwo?”

“Aniya! Kajja” ucap Ara sambil menggeleng.

Chanyeol bergerak membuka pintu belakang teater. Sampai pada akhirnya.

CEKREK!! CEKREEK!!

“Mwohaneun goya?”

“Nugunde?”

“Chanyeol? Dia Chanyeol?”

“Oh Chanyeol? Itu benar-benar Chanyeol!”

“Astaga!! CHANYEOL!!!”

“Siapa yang dibelakangnya?”

“Ya, bukankah dia seorang yeoja?”

“Siapa dia? berani-beraninya mendekati Uri Chanyeollie?”

“Dia benar-benar minta dibunuh? Siapa dia?”

Chanyeol membelalakkan matanya. Bagaimana tidak? Puluhan fans berada di depannya saat ini. Dugaan Chanyeol yang mengira fans-fans mereka hanya berada di pintu utama ternyata salah besar. Mereka juga menunggu di pintu belakang.

“KYAA!!! CHANYEEOLL!!” teriak yeoja-yeoja itu dengan flash kamera-kamera mereka.

Chanyeol baru ingat jika dia bersama Ara. Chanyeol menoleh ke arah Ara yang sama terkejutnya dengan Chanyeol.

“Aissh!! Kenapa mereka ada disini? Aku harus segera pergi sebelum mereka..”

“Ya!! Gadis buruk rupa!! Enyahlah dari Chanyeol kami!!” teriak salah satu fans Chanyeol.

Kekhawatiran Chanyeol menjadi kenyataan ketika mendengar teriakan fans itu menyadarkan fans lainnya jika ada Ara di belakang Chanyeol.

“Ara-ya! Pegang tanganku! Dan tutup wajahmu sekarang. Dengan tas atau dengan jaket yang kau pegang! Sekarang!” perintah Chanyeol.

“Shireo! Mereka akan benar-benar membunuhku jika aku menyentuhmu! Shireo!” Ara menolak dan malah bergerak mundur ke belakang.

Tidak ada pilihan lain selain memaksanya untuk ikut dengan Chanyeol. Chanyeol melihat celah di antara fans-fans yang semakin giat dengan kamera mereka. Chanyeol menarik tangan Ara dengan paksa.

“YAK!!!”

“LARI!!!”

“Kyaaa!!!”

To Be Continued~

 

Annyeonghasaeyo Readerdeul~ *bow

 

AH~ Mianhaeyo karena baru bisa post chapter 3. Jinjja jinjja Mianhae. *bow. Terimakasih buat para readers yang masih setia sama Fanfic super gaje dan jelek ini *proud. Yeay!! Tepuk tangan buat readers disini! *prokprokprok

Sebenernya, niat awal alur engga kaya gini sumpah. Pengennya Chanyeol itu jadi anak biasa. Tapi apalah daya yang menyangkut pautkan drama musikal yang pemainnya Baekhyun. Ada yang inget? Itu lhoh~ yang Baekhyun nyium jidat pemain cewenya *baperseketika. Eh bener jidat kan? :’D

Jadi karena Baekhyun main dramus (RED:Drama Musikal) *pfft., dan saat itu dia udah dikenal jadi member EXO, yaudah lah jadi kalo ada yang tanya “kok, mereka sekolah kalo jadi real idol EXO?” dan jawabanku adalah mereka aku jadiin haksaeng karena baru ada masalah sama karier mereka yang memaksa mereka buat nerusin sekolah mereka dulu *ciepakeunderlinesegala . Kalian tau “DREAM HIGH 2” kan? Ya, actually kasusnya mirip-mirip kayak gitu lah.

Jadi yang dari awal ngira kalo aku nyontek alur cerita Dream High 2. Yes, youre right but youre wrong too. Bukan karena aku engga ada ide lain *aslinyasihgitu. Tapi karena emang alurnya yang engga bisa diajak kompromi :’D. jadi mungkin ff ini bakal belibet banget masalahnya. Kekeke.

Sampe ini, apa masih ada yang nunggu buat post next chapter? Author juga minta maaf karena pengiriman chapter ini yang super duper lama. Karena author kelas 3 SMA dan sibuk sama TO sekolah, Ujian sana sini, nyari Univ juga :* (Do’ain Author biar bisa masuk di Universitas yang uthor pengen yang readers. Makasih do’anya. J)

So, readersdeul. Jangan capek beri ff ini komentar pliss. No silent readers tolong. Kalian pasti tau rasanya ketika karya kalian nggak dihargain sama orang dan itu bener-bener sakit. Gumawo udah mau nunggu ff ini dan untuk selanjutnya, tetep dukung FF ini ya semua. Saranghae yeorobun~~ Chu~~

Xiuyuri~

 

7 thoughts on “Married?Wanna Try It? (Chapter 3)

  1. Soorryyy ya thor telat komen…..hahaha…ampun makin keren aja deh…next ya thor tapi please jangan lama2 ya..J …smangat author

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s