Baling-Baling Kertas

Baling-Baling Kertas

A fiction by bebhmuach (@bebh_muach)

 

Starring [EXO] Kim Minseok & [anneandreas’s OC] Reen

 

Ficlet || AU, Romance, Fluff || G

 

I OWN THE PLOT!!

Maaf untuk typo yang bertebaran, HAPPY READING^^

 

Selamat ulang tahun, Minseok-a.

 

©2016 bebhmuach

 

“Selamat ulang tahun, Minseok-a.”

 

Reen menyunggingkan senyuman seraya menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang pada Minseok.

 

“Kau ingat ulang tahunku?”

Sontak pemuda beralis tebal itu sedikit terkejut dan juga senang secara bersamaan. Masalahnya, Reen–sahabat sekaligus tetangganya itu–memiliki kekurangan dalam hal mengingat. Tak jarang, Minseok geram dengan perangai buruknya itu.

 

“Aku melihatnya di notifikasi facebook,” jawabnya ringan–tanpa rasa bersalah–tambahkan fakta kekehan renyah di akhir frasa cukup membuat Minseok menginterupsi pemikiran-pemikiran indahnya tentang Reen.

 

Sial! Minseok tersenyum kecut selagi merutuk dalam hati. Namun, tak menghentikan kuriositasnya pada isi yang berada di dalam kotak itu. Lengannya tetap mencoba membuka kertas pembungkus, hingga kedua maniknya mendapati sebuah benda yang tersimpan apik di dalam kotak.

 

“Baling-baling kertas?” Minseok menatap aneh pada benda di dalam genggamannya itu dan beralih ke arah Reen bergantian.

 

“Kau ingat? Waktu kecil aku suka memainkan itu dan kau membuatkannya untukku. Sekarang, aku yang membuatkannya untukmu.”

 

Mendengar itu membuat ujung-ujung bibir Minseok menjungkit membentuk sebuah kurva. Ternyata, Reen tak sepenuhnya lupa. Buktinya, memoar indah masa kecil mereka masih bersemayam baik di dalam kepalanya.

Meski jika bicara jujur, sebenarnya Minseok bukan menginginkan sebuah hadiah dari gadis itu.

 

“Terima kasih.”

 

***

 

Sepulangnya Reen, Minseok langsung menuju kamar. Baru saja merebahkan diri di atas kasur, Kim Mona–adik bungsunya–tanpa permisi langsung masuk ke dalam kamar.

 

“Kak, aku pinjam mobil.”

 

Astaga! Tak bisakah, tak ada yang mengganggunya hari ini?

 

“Ini.” Tanpa perlu berkata panjang-lebar Minseok menggenggam kunci mobilnya, Mona langsung bergerak mendekat guna meraihnya.

 

“Terima kasih, Kak. Oh ya, happy birthday.” Mona mengecup singkat pipi putih lelaki itu.

 

Namun ia tak lekas beranjak, kala kedua matanya menjumpai benda aneh yang tergeletak di atas meja kecil di sisi tempat tidur Minseok. Cukup aneh untuk ukuran kamar seorang pemuda.

 

“Apa itu?” Tunjuk Mona.

 

“Pemberian seseorang,” jawab Minseok seadanya seraya menjadikan kedua lengannya sebagai bantalan kepala.

 

Entah apa kiranya yang membuat bibir tipis sang adik membentuk senyuman. Minseok cukup tak nyaman dengan hal itu.

Mona meraih benda itu ke dalam genggamannya.

 

“Kekanakan sekali.” Telunjuknya mencoba menyentuk salah satu baling yang membuat benda itu jadi berputar.

 

Yak! Sudah sana pergilah.”

 

Ahh, ini pasti dari Kak Reen. Benar, kan?”

 

Batin Minseok tergelitik, lantaran mendengar godaan sang adik. Ia bangkit dari posisinya. “Sudah sana.”

 

Mona menghalangi Minseok yang ingin meraih benda itu dari genggamannya.

 

Wah, Kakak sekarang sudah pacaran dengan Kak Reen, ya?”

 

Pertanyaannya itu dihadiahi sebuah sentilan pada dahi putihnya. Mona mengaduh seraya satu tangannya memegangi dahi.

 

“Pergi sana atau akan kuambil lagi kunci mobilnya.”

 

“Baiklah.”

 

Mona menyerah dan beranjak dari kamar sang kakak.

Minseok mengamati baling-baling kertas itu, tak ada spesial memang. Tapi entah kenapa, senyuman terkias di wajahnya kerap kali mengamati benda itu. Ada sesuatu yang aneh tertangkap netranya. Ia lekas mencoba membuka benda yang terbuat dari kertas lipat warna-warna itu.

Betul saja, benda itu tak sepenuhnya baling-baling biasa, melainkan sebuah surat. Kedua iris coklatnya mulai membaca barisan kalimat di sana.

 

Seharusnya aku sudah memberikan surat ini lebih awal padamu. Tetapi, jujur aku butuh keberanian untuk itu, sungguh.

Padahal kau bukan orang asing, malah seseorang yang teramat berharga dalam hidupku. Kau adalah sahabatku dan akan terus seperti itu untuk jangka waktu yang tak terbatas.

Hingga pada suatu saat, entah kapan tepatnya, aku tidak pernah tahu bagaimana cara mendefinisikan perasaan aneh yang akhir-akhir ini kerap kualami. Ada debaran jantung tak terkendali yang terjadi tiap kali kita bersama. Mulanya aku takut salah mengartikan dan akhirnya beberapa waktu lalu kau menyatakan.

Terima kasih, Minseok-a. Sekarang aku memiliki jawaban atas ganjalan perasaan itu.

Aku juga mencintaimu.

 

Jika tak mengingat usianya yang sudah dua puluh enam tahun, mungkin sekarang Minseok sudah melompat-lompat kegirangan. Inilah hadiah terbaik yang pernah ia miliki.

 

 

End.

 

 

Saengil chukkae uri Xiumin oppa :-* aku gak tau ini apa, gegara gak punya ide lain *hiks mianhae. Pokoknya sekali lagi SELAMAT ULANG TAHUN XIUMIN OPPA!!! Yeaaayyy^^

2 thoughts on “Baling-Baling Kertas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s