Holiday Moment (Chapter 1)

Fanfiction

Author             : Hyun Jae

Title                 : Holiday Moment

Cast                 : Kai

Chanyeol

Sehun

Baekhyun

Suho

DO

Other cast       : Yeon Yun Ji

Genre              : mistery, horor(gagal),memories

Rating              : (asal bukan penakut)

Leght               : two Shoot

Disclaimer       : ini ff murni dari otak author, kalo castnya punya keluarga masing masing.

Author Note    : ini ff pertama yang gue post jadi banyak typo bertebaran kalo mau ngasih saran sama kritikan tinggal komentar aja, maafin author yaa… hehehe. No plagiant. No kacang.

Ff ini juga dipublis di blog KPOP GALAXY

Happy Reading!!!

 

 

 

 

 

 

CHAPTER 1

Kai POV

Weekend kali ini EXO tidak memiliki kegiatan apapun, kami memikirkan rencana kegiatan untuk dua hari kedepan. Malam ini kami berada di ruang tengah menonton tv serta memakan cemilan yang ditinggalkan DO hyung  ke Jepang untuk membuat drama terbarunya.

“hyung mengapa kita tidak liburan?” tanya Sehun

“mau liburan kemana lagi Hun? Bukankah semua tempat di Seoul sudah pernah kita kunjungi?” Suho balik tanya

“apa tidak ada yang memiliki referensi?” Baekhyun hyung

“bagaimana jika kita ke villa?” Chanyeol Hyung angkat bicara

“ villa orang tuamu yang jauh itu?” aku memastikan

“tentu saja, hanya itu yang orang tuaku punya”

“jauh? Memang dimana?”Suho Hyung

“di Busan, dan jauh dari pemukiman”

“darimana kau tau?”Baekhyun hyung penasaran

“Chanyeol hyung pernah bilang padaku”

“bagaimana? Kebetulan orangtuaku baru pulang dari sana, jadi sampai disana kita tidak perlu membersihkannya”Chanyeol hyung  menawarkan

“mengapa tidak? Kita tidak pernah ketempat seperti itukan? Pengalaman pertama pasti menyenangkan!” Sehun optimis

“kau yakin kita kesana? Apa tidak ada pilihan lain” Baekhyun hyung tidak terlalu senang

“ hyung apa yang kau ragukan? Chanyeol hyung, disana kita dapat melihat pemandangan bukan?”Sehun

“tentu saja” Chanyeol hyung turut semangat

“aku akan mengemas barangku dan besok kita berangkat” Sehun menuju kamarnya, dia begitu semangat untuk pergi besok. Yang lain  juga menuju kamar mereka dan mengemas barang untuk besok, meski Baekhyun masih tampak berat hati tapi Sehun terus meyakinkannya hingga Baek mengalah.

Aku membawa beberapa baju, dan barang lainnya yang kurasa diperlukan saat berada disana. Aku harus segera tidur agar besok dapat bangun lebih pagi.

“Sehun-ah ireona!” aku mengguncang badan Sehun yang tidur tengkurap

“apa belum bangun juga?”Baekhyun hyung memastikan

“belum hyung , huh anak ini kemarin paling semangat untuk pergi, sekarang bangun paling siang” aku  menggerutu

“biar aku saja yang membangunkan” Baekhyun hyung datang dengan segelas air putih dan berniat mengguyur maknae EXO itu

“andwe! Jangan mengguyurnya! Usapkan saja pada wajahnya!” Suho hyung yang tiba tiba muncul dari balik badan Baekhyun hyung menahannya

“wae?” Baekhyun hyung kesal

“nanti kita harus repot menjemur kasur, pabbo!” aku menjulurkan lidahku mengejeknya

“kya! Berhenti kau!” teriak Baekhyun hyung  mengejarku yang melarikan diri setelah mengejeknya.

Di dapur Chanyeol hyung tampak sibuk sendiri, ia memasak menggantikan pekerjaan DO. Meski hanya sup yang dia masak tapi tidak terlalu buruk.

“hyung aku lelah jangan dikejar lagi” aku berniat menyudahinya

“siapa suruh kau bilang aku bodoh?” Baekhyun hyung ikut berhenti, kami menuju meja makan siap menyantap makanan buatan ChanYeol hyung setelah suho memanggil kami. Sehun pun telah berada disana, rupanya teriakan Baekhyun hyung tadi yang membuat Sehun bangun dengan Sendirinya.

“bagaimana rasanya?” tanya Yeol

“terlalu asin” jawabku jujur

“apa kau tidak mencicipinya tadi?” tanya Suho

“ani” Yeol polos

“kau memasak kurang lama, sayurannya masih terlalu keras untuk dikunyah” Baekhyun menambah

“aku akan lebih baik lain kali”

Selesai sarapan kami  siap berangkat menuju Busan, tempat  villa orang tua Yeol berada. Semua mamber  telah menaruh tas mereka di bagasi, ternyata barang bawaanku yang paling banyak, dua koper dan  satu ransel. Chanyeol menyetir dan Suho disampingnya, di belakang Sehun, aku, dan Baekhyun yang berisik sepanjang jalan, membuat Suho frustasi dan memilih untuk tidur. Banyak hal yang kami lakukan, mulai dari menyanyi dengan mengubah lirik, membicarakan hal berbau  yadong, bahkan berteriak teriak absurd.

“Kai apa yang kau bawa hingga sebanyak itu?” Baekhyun penasaran

“banyak, yang pasti kita butuhkan nanati”

“apa kalian tidak bisa  diam?” Yeol tidak tahan lagi

“mian, tapi kami hanya bersenang senang” Baek menunduk

“apa masih jauh hyung?” tanya Sehun tidak sabar

“masih”

“berapa lama lagi kita sampai?”aku melihat jam tangan yang kukenakan

“mungkin 1 jam lagi”

“cepatlah sedikit! Aku lelah duduk terus menerus”Baek

“tidak bisa, jalanannya licin, sepertinya malam tadi turun salju”

“terserahlah aku ingin tidur juga”Baekhyun sudah mulai lelah

Ditinggalkan Baekhyun tidur, aku dan Sehun memilih tenang dan memakan cemilan dengan menikmati pemandangan. Tak lama kami berdua pun ikut tertidur.

“ireona! Kita hampir sampai” Suruh Yeol tanpa mengubah arah padangannya pada jalanan

Kami bangun satu per satu dan melihat sekeliling dengan sesekali mengucek mata. Pandangan kami tertuju pada hamparan perkebunan sayur di kanan kiri jalan.

“beruntung kita jadi kesini” Sehun kembali semangat seperti kemarin

“hyung kenapa tidak berhenti dan mengambil gambar?” usulku

“lain kali saja, banyak hal lain yang bisa kita lakukan”

Chanyeol memberhentikan mobilnya di depan sebuah villa  yang megah dengan pintu pagar yang masih tertutup rapat.

“aku akan membuka gerbangnya” tawar Suho yang kemudian turun dari mobil

“kita sampai” Sehun kegirangan

Mereka mengambil barang bawaan masing masing dalam bagasi. Chanyeol membuka pintu villa dengan menyeret kopernya masuk diikuti 4 member lain.

“apa ini yang kau katakan bersih Yeol?” Suho heran dengan keadaan villa yang berantakan dan berdebu

“diluar sangat bersih, tapi kenapa berbanding terbalik?” aku menyimpulkan

“biasanya tidak sekotor ini” Yeol menggaruk kepalanya

“sudahlah ayo kita bersihkan!” ajak Sehun

“dimana kamarnya? Aku ingin menaruh koperku dulu” tanya Baek

“di lantai 2, disini ada dua kamar dan kau akan tidur denganku,sedangkan kamar yang satu lagi ada dua ranjang kalian bertiga dapat menempatinya, ayo!”Yeol berjalan menyusuri tangga dan yang lain dibelakangnya

“modusmu bagus sekali hyung”pujiku menyinggung

“bilang saja jika iri” Yeol menggodaku

 ‘ah sial, mengapa Chanyeol hyung mengajak ke tempat seperti ini? Ini terlalu menyeramkan. Aku berharap ini tak seburuk seperti yang kubayangkan.aku tidak yakin jika semua akan baik baik saja.menginjakkan kaki di anak tangga pertama membuat bulu kudukku berdiri, sangat dingin memang tidak seperti diluar tadi yang hangat.’

Aku menggerutu sendiri, dengan cepat aku menyusul Suho hyung yang beberapa anak tangga diatasku dan menggenggam tangannya.

“kau takut?” sambutnya

“ani, apa mungkin ada yang kutakutkan?”

“tanganmu lebih dingin”

“perasaanmu saja” balasku mendahuluinya

“ini kamar kalian” chanyeol membuka pintu untukku, Sehun, dan Suho hyung. kami lalu masuk setelah Chanyeol menuju kamarnya.

“ini sangat luas” puji sehun

“tapi akan lebih lama membersihkannya” protesku

“kita kan bertiga jadi sebandinglah” Suho hyung menenangkan

Tempat tidur dan meja sangat berdebu, aku tidak yakin jika orang tua Yeol dari sini. Tidak mungkin mereka menempati tempat seperti ini tanpa membersihkannya. Kami lalu merapikannya hingga benar benar bersih dan layak ditempati. Aku menaruh koperku di dalam almari, ada beberapa majalah disana, karna penasaran aku mengambilnya dan melihatnya. Tampaknya ini majalah lama, tertera tanggal pada sampulnya tapi sudah tak terbaca hanya tahun yang masih jelas 2004. Aku membukanya sekilas tampak foto Chanyeol.

“Kai apa yang kau lihat” tanya Suho

“majalah ini hyung”

“lalu?”

“aku hanya penasaran ini majalah kapan”

“kembalikan pada tempatnya! dan kita turun untuk membersihkan lantai bawah”

“nde hyung”

Kami menuju lantai bawah, sepertinya Baekhyun dan Chanyeol belum selesai membersihkan kamarnya karna mereka belum tampak di bawah.Lantai bawah tidak sekotor kamar tadi jadi akan lebih mudah untuk dibersihkan.

“hyung mau membersihkan mana dulu?”

“dapur saja, ruang tengah agar Baekhyun dan Chanyeol yang membersihkan”

“Kai sapunya tertinggal di atas” Suho memberi tau

“aku akan mengambilnya” Sehun  dan Suho hyung pergi ke dapur sementara aku ke lantai dua untuk mengambil sapu.

”ada apa Kai?” tanya Baek hyung saat berpapasan di tangga

“mengambil sapu”

“cepatlah! Kita harus segera menyelesaikannya”

“nde hyung”

Sampai di atas aku segera mengambil sapu di kamarku yang tergeletak di bawah jendela. Aku membuka jendela itu dan mendapat angin segar juga  pemandangan indah. Sepertinya di samping villa terdapat taman dengan ayunan dan kolam air mancur. Aku ingin kesana tapi setelah makan siang nanti. Aku menutup kembali jendalanya dan teringat akan majalah tadi, baru akan mengambilnya Baekhyun hyung memanggilku agar cepat kembali ke bawah.

“kemana Suho dan Chanyeol hyung?” tanyaku setibanya di dapur

“pergi membeli bahan makanan” Baekhyun

“kenapa kita tidak membawanya dari drom?”

“entahlah, aku tidak mempikirkan itu”

“aku berharap mereka tidak berniat meninggalkan kita disini” aku hyung ragu

“itu tidak mungkin”

Tok tok tok

“ada yang mengetuk pintu” Baekhyun

“pergi buka pintunya Hun!”

“kenapa tidak hyung saja, aku sedang menyapu”

“ah kau ini, banyak alasanaku pergi ke ruang tamu untuk membuka pintu

‘ckleek’ pintu terbuka sebelum Kai membukanya, itu membuatnya sedikit terkejut

“mian, apa aku membuatmu terkejut?”tanya yeoja di ambang pintu

“ani, gwechanha”

“ apa Chanyeol datang?” tanyanya to the point

“nde, tapi sekarang dia pergi keluar”

“oh.. jika begitu katakan padanya bahwa aku sudah datang kemari!”

“baiklah, aku akan mengatakannya”

“aku akan segera pulang, tutup pintunya! Diluar berangin” yeoja itu pergi dan Kai kembali mengunci pintu

“siapa yang datang hyung?” Sehun datang dan menyapu ruang tamu

“entahlah”aku jujur

“hyung ini bagaimana?”

“yang jelas seorang yeoja”

“siapa namanya?”

“aku tidak tanya”

“lalu apa yang dia katakan?” Sehun seperti mengintrogasi

“dia menitip pesan agar aku bilang pada Chanyeol jika dia telah datang kemari”

“lalu bagaimana hyung menyampaikan pesan jika tidak tau namanya?”

“ah sudahlah aku tidak memikirkannya” aku kembali ke dapur berniat memantu Baekhyun

Aku dan Baekhyun hyung menata alat makan yang berserakan di dapur. Baekhyun hyung bilang dia ingat mimpinya semalam saat berpapasan dengan hantu di lorong yang sangat panjang. Itu membuatku merinding. Dari jendela Baekhyun hyung tengah memperhatikan  seorang yeoja berjalan di halaman menggunakan dress putih, pancaran wajahnya gembira, dia memetik bunga dan menaruhnya diatas telinga. Dia terus memperhatikan gerak geriknya dari dapur.

TBC…

Ff Holiday Moment Chapter 2

 

One thought on “Holiday Moment (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s