N Seoul Tower In Love (Chapter 5)

5

Author              : Kang Gin Jin

Genre               : Romance, Friendship, School Life

Length              : Chaptered

Rating               : PG 13+

Main Cast        : Kim Hyu Rin (Yuri) | Oh Se Hun (Sehun)

Support Cast  : Byun Baek Hyun (Baekhyun), Oh Se Hee (Sehee), Park Chan Yeol (Chanyeol), Shin Hyu Ra (Hyu Ra)

Disclaimer       : Story and plot in this fanfic originaly made by me.

Author’s note : Saya akan menunggu komennya para Readers. Mian jika alurnya gj dan terlalu cepat. No kopas, no plagiat. Gomawo.

Warning           : Typo bertebaran

 

N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 5)

 

Pagi ini Yuri berangkat seperti biasa, diantarkan oleh Park ahjussi ke sekolah. Hari ini Yuri berangkat lebih awal dari biasanya. Saat sampai di sekolah, sekolah masih sepi. Dia langsung menuju kelasnya dan membaca buku materi pelajaran pada hari itu. Selang beberapa menit kemudian datanglah beberapa siswa. Mereka menatap Yuri dengan tatapan aneh sambil berbisik-bisik. Karena dia memang yeoja yang cuek dia tak menghiraukan hal tersebut. Setiap kali ada siswa atau siswi yang masuk kelasnya, selalu menatapnya aneh sambil berbisik sesuatu.

Lalu datanglah seorang yeoja dan menghampirinya. Yeoja itu bertanya pada Yuri, “Kau Kim Hyu Rin kan?”.

“Ow, ne. Aku memang Kim Hyu Rin. Wae?”, jawab Yuri.

“Jadi kaulah tunangannya Sehun oppa?”, tanya yeoja itu lagi.

Yuripun kaget mendengar penuturan yeoja itu. Dia hanya bingung mengapa yeoja itu tahu. Yuri hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan yeoja itu.

“Ayo jawab, kenapa diam?”.

Ne, kau memang benar Shin Hyu Ra. Aku memang telah bertunangan dengan Oh Se Hun. Wae? Apa ada masalah?”, Yuri sedikit membentak. Dia merasa terganggu dengan kehadiran yeoja itu.

“Tentu saja, dia adalah namjachinguku”.

Sehee sempat mendengar percakapan mereka. Dia lalu menyelanya, “Jinja! Bukankah Sehun sudah memutuskan hubungan kalian?”, kata Sehee pada Hyura.

Raut wajah Hyura berubah, dia sedikit malu dengan penuturan Sehee. Siswa siswi di kelas itu segera duduk di bangkunya masing-masing karena seongsaenim telah datang. Dan secara otomatis obrolan Yuri, Sehee, dan Hyura terputus. Mereka semua mengikuti pelajaran dengan tenang. Hingga tak terasa bel istirahat berbunyi. Yuri terlihat sibuk membereskan alat tulisnya. Sedang siswa-siswi yang lain telah meninggalkan kelas itu, dan terlihat Sehee menghampiri Yuri.

“Bagaimana perasanmu?”, tanya Sehee.

“Tentang apa?”, jawab Yuri.

“Tentang masalah tadi”.

“Aku baik-baik saja. Setiap orang memiliki masa lalu Sehee-ssi”.

“Ku harap kau tidak terlalu memikirkan hal itu, Yuri”.

“Tentu tidak. Masih banyak hal-hal penting lain yang bisa aku pikirkan”.

Yuri berdiri dari bangkunya dan berjalan keluar kelas. Sehee merasa penasaran Yuri akan pergi kemana karena itu dia bertanya padanya.

“Kau mau kemana?”, tanya Sehee.

“Aku mau ke perpustakaan. Mau ikut?”, jawab Yuri.

“Ah, tidak usah. Aku lapar, aku mau ke kantin”.

“Ow, baiklah. Annyeong”.

 

Yuripun berjalan menuju perpustakaan. Sepanjang perjalanannya menuju perpustakaan, siswa-siswi yang dia lewati menatapnya dengan tatapan aneh sambil berbisik sesuatu. Entah apa yang mereka bicarakan, Yuri tidak bisa mendengarkannya. Yuri hanya menanggapinya dengan diam. Ya, itulah Yuri seorang yeoja yang cuek.

Sampai di perpustakaan Yuri segera mencari buku yang sedang dicarinya. Setelah mencari cukup lama, akhirnya Yuri menemukannya. Tapi sayang, letak buku itu terlalu tinggi. Yuri berusaha mengambil buku itu, namun tinggi badannya tidak dapat menggapainya. Hingga ada orang yang baik hati yang mau mengambilkan buku tersebut.

“Kau tidak bisa mengambilnya”, kata orang itu sambil mengambil buku yang dimaksud, “Ini”, sambung orang itu.

Gamsamnida”, kata Yuri sambil menerima buku tersebut.

“Tidak perlu seformal itu nona. Kau pasti murid baru itu?”, kata oranga itu.

“Ow, ne. Kamu siapa?”, jawab Yuri.

“Aku Park Chan Yeol. Aku dari kelas bangsawan 1 sekelas dengan Oh Se Hun. Bukankah di tunanganmu?”

Raut wajah Yuri berubah mendengar ucapan orang itu. Dia lalu menghela nafas panjang. “Ne, di memang tunanganku. Kenapa dengan semua orang hari ini. Hampir semua orang membicarakan hal tersebut. Apa salah jika aku bertunangan dengan Sehun?”.

“Tenanglah nona. Tentu kau tidak salah. Dan itu wajar jika semua orang membicarakannya. Sehun adalah pemilik sekolah ini, tentu mereka akan membicarakan hal ini. Hampir semua yeoja disini berharap bisa memiliki putra dari keluarga Oh pemilik Sinhwa Corporation sekaligus pemilik sekolah ini.  Mereka akan iri padamu karena kau telah menjadi tunangannya. Bahkan ada sebagian yang tidak menyukai pertunanganmu, seperti…..”.

“Shin Hyu Ra”, mereka mengatakannya dengan serempak. Lalu saling bertatapan.

“Darimana kau tahu yeoja itu?”, tanya Chanyeol.

“Tadi pagi dia menemuiku, dia juga satu kelas denganku”, jawab Yuri.

“Ow iya, aku lupa”.

Mereka berdua berjalan mencari tempat duduk yang kosong. Setelah menemukannya merekapun duduk.

“Apa Shin Hyu Ra benar-benar yeojachingunya Oh Se Hun?”, tanya Yuri.

“Kenapa? Apa kau cemburu?”, Chanyeol balik bertanya.

Ani, bukan begitu. Aku hanya ingin memastikan. Dia bilang dia tidak memiliki yeojachingu”.

Ne, dia memang yeojachingunya”, kata Chanyeol.

Raut wajah Yuri berubah heran. Chanyeol tersenyum melihat perubahan raut wajah Yuri. Dia berhasil menggodanya. Lalu dia melanjutkan kata-katanya, “Tapi itu sebelum Sehun memutuskan hubungan mereka. Lebih tepatnya kalau dia mantan yeojachingunya”.

Aish, sudah ku duga. Memangnya kenapa mereka putus?”, tanya Yuri.

“Dia terlalu manja dan itu membuat Sehun tidak menyukainya. Kurasa karena itu dia memutuskan hubungannya dengan Hyura”.

“Ow”, Yuri hanya memjawabnya dengan singkat. Dia lalu melanjutkan membaca buku yang dibawanya.

“Aku bisa jamin, kalian pasti di jodohkan”, tanya Chanyeol.

Ne, kau benar”, kata Yuri sambil terus membaca bukunya.

“Sepertinya kau tidak menyukainya?”.

“Kau, diamlah. Berhenti mencampuri urusan orang lain”, Yuri sedikit kesal dengan pertanyaan Chanyeol. Dia lalu menutup buku yang dibacanya dan meninggalkan Chanyeol. Chanyeol lalu mengejarnya, dia tahu telah membuat Yuri marah.

“Nona Kim, tunggu. Apa kau marah?”, kata Chanyeol sambil berjalan disamping Yuri.

“Menurutmu?”.

Mianhae, aku tidak bermaksud seperti itu”.

Gwenchana”.

Bel masukpun berbunyi.

“Sudah masuk, aku ke kelas dulu”, pamit Yuri

Ne, aku juga akan ke kelas”.

Mereka berdua berjalan menuju kelas masing-masing. Yuri mengikuti pelajaran dengan seksama. Hingga tak terasa bel pulang berbunyi. Yuri segera membereskan peralatan tulisnya. Dia memilih keluar kelas setelah semua penghuni kelas itu pergi. Setelah semuanya pergi, Yuri baru keluar dari kelasnya. Baru saja keluar dari pintu kelasnya, Yuri dikagetkan oleh kehadiran seseorang. Orang itu adalah Sehun.

“Ow, Sehun oppa. Kau mengagetkanku”, kata Yuri.

Mianhae”, kata Sehun.

Ne, gwenchana. Ada apa?”.

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, tapi tidak disini. Kajja ikut aku!”.

Tanpa persetujuan Yuri, Sehun menarik tangan Yuri dan mengajaknya pergi. Yuri hanya diam dan membiarkan Sehun membawanya entah kemana. Mereka pergi mengunakan mobil. Yuri merasa penasaran, mau diajak kemana oleh Sehun. Dia lalu menanyakannya.

“Sebenarnya kita mau kemana?”, tanya Yuri.

“Kita akan ke restoran. Nuna bilang kau tidak pergi ke kantin tadi. Kau belum makan kan?”.

Ne, aku memang belum makan”.

“Baiklah kita sudah sampai”.

Yuri menoleh ke arah jendela mobil dan ternyata benar mereka telah sampai di sebuah restoran mewah. Hanya dari kalangan atas yang biasa mengunjungi restoran itu.

“Apa kita boleh masuk?”, tanya Yuri.

“Tentu saja boleh”, jawab Sehun.

“Tapi kita masih memakai seragam sekolah?”.

“Tidak apa-apa. Restoran ini milik pamanku”.

“Ow”.

Kajja kita masuk”.

Mereka berdua masuk ke restoran tersebut. Mereka disambut pelayan restoran itu yang sepertinya telah mengenal Sehun. Setelah menemukan tempat duduk yang cocok, merekapun duduk. Mereka duduk di kursi yang khusus untuk 2 orang, di dekat jendela yang letaknya agak terpencil. Tempat itu sengaja Sehun pilih, agar mereka lebih leluasa untuk berbicara. Tak lama kemudian datanglah pelayan dan memberikan daftar menu pada mereka.

“Kira-kira apa yang menarik dari restoran ini?”, tanya Yuri pada Sehun.

“Pasta. Retoran ini terkenal dengan pastanya yang enak”, jawab Sehun.

“Baiklah, aku pesan pasta saja”.

“Minumnya? Apa kau mau mokacino?”.

“Tidak! Bukankah itu mengandung coklat?”.

Ne, kenapa?”.

“Aku alergi coklat”.

“Ow, mianhae. Aku tidak tahu”.

Gwenchana. Aku pesan jus melon saja”.

Ne, baiklah. Kami pesan 2 pasta dan 2 jus melon”, kata Sehun.

Ne, apa ada yang lain?”, kata pelayan itu.

Ani, itu saja”, jawab Sehun.

“Baiklah, pesanan anda siap dalam 10 menit tuan”. Pelayan itu pergi setelah mencatat pesanan mereka.

“Kenapa kau meniruku?”, tanya Yuri.

Wae? Apa tidak boleh?”, jawab Sehun.

“Tentu boleh. Ku kira kau akan pesan yang lain”.

“Tidak. Kurasa itu sudah mengenyangkan”.

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan denganku?”.

“Apa yang Hyura katakan tadi?”.

“Hyura, maksudmu Shin Hyu Ra?”.

Ne”.

Pelayanpun datang membawa pesanan mereka.

Gamshamnida”, kata Yuri pada pelayan itu.

Pelayan itu tersenyum. “Ne, silahkan menikmati hidangannya nona. Jika ada keperluan lain, silahkan panggil kami!”, kata pelayan itu.

Ne, arraseo”, kata Yuri.

Mereka berdua segera menikmati hidangan mereka. Disela-sela makan, mereka saling berbicara.

“Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?”, tanya Sehun.

“Dia hanya bertanya, apakah aku benar-benar bertunangan denganmu”, jawab Yuri.

“Apa hanya itu?”.

“Dia juga bilang kalau dia adalah yeojachingumu. Hanya itu. Wae?”.

Ani. Ku harap dia tidak berbicara macam-macam padamu!”.

“Apa dia benar-benar yeojachingumu?”.

“Itu dulu?”.

“Ow, jadi kalian sudah putus. Kenapa? Bukankah dia itu cantik. Selain itu, dia adalah pewaris tunggal SJ Corporation, sebuah perusahaan dalam bidang otomotif yang ku rasa namanya sudah terkenal di negara ini”.

“Ne, kau memang benar Yuri. Dia memang seperti yang kau sebutkan tadi. Tapi aku tidak suka sikapnya, dia seperti anak kecil. Dia terlalu manja”.

“Bukankah itu wajar untuk seorang pewaris tunggal?”.

“Tapi dia sangat keterlaluan”.

“Mungkin kau hanya belum mengenalnya oppa. Jika kau lebih sabar dan lebih memahaminya, hubungan kalian pasti akan tetap bertahan. Seorang yeoja akan sangat senang jika diperhatikan. Bahkan dia akan berubah jika pacarnya menyuruhnya berubah. Dia akan melakukan apapun demi orang yang dicintainya. Dan kurasa sebenarnya dia gadis yang baik, hanya karena terbiasa dimanja dia jadi seperti itu”.

Sehun hanya memperhatikan setiap perkataan Yuri. Dia bahkan sampai tak berkedip mendengar setiap perkataan Yuri. Dia juga berusaha mencerna setiap perkataan tunangannya itu. Dan hal itu membuat Yuri kesal, karena dia merasa tidak diperhatikan.

Oppa, oppa”, kata Yuri sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Sehun. “Apa kau mendengarkanku?”, lanjut Yuri.

“Ow, ne. Kau tahu banyak”, kata Sehun. Dia merasa sedikit kaget.

Oppa, ayolah, kau jangan bercanda. Apa kau lupa kalau aku ini juga seorang yeoja?”.

“Ow, ne. Kenapa aku bisa lupa. Apa kau juga seperti itu?”.

Ne, akau berubah semenjak mengenal Baekhyun oppa. Dia yang mengajarkaku hidup dalam arti yang sesungguhnya. Dulu aku juga sama seperti Hyura, hanya peduli dengan hidupku sendiri”.

“Apa dia begitu berarti dalam hidupmu?”.

“Tentu saja. Dia adalah pacar sekaligus cinta pertamaku”.

“Ow. Lalu apa artinya aku bagimu?”.

Karena kaget mendengar penuturan Sehun, Yuri jadi tersedak, “Uhuk…uhuk”.

“Kau baik-baik saja?”, tanya Sehun.

Dia lalu memberikan minuman pada Yuri. Yuri segera meminum minuman itu, dan telah berhasil membuatnya lega.

Ne, aku baik-baik saja. Terima kasih atas minumannya”.

Mianhae. Aku tidak bermaksud membuatmu seperti itu”.

Gwenchana oppa”.

“Kau tidak perlu menjawabnya”.

Ne”, kata Yuri singkat. Dia lalu melirik jam tangannya. “Sepertinya kita harus pulang, eomma pasti mengkhawatirkanku”.

“Baiklah, kau tunggu saja di mobil, aku akan membayarnya dulu”.

Yuri hanya mengangguk. Dia segera mengambil tasnya dan meninggalkan Sehun. Sepanjang perjalannany menuju mobil, dia masih teringat dengan kata-kata Sehun. ‘Apa artinya Sehun oppa untukku? Aku bahkan tidak berfikir sejauh itu. aku hanya menganggapnya sebagai teman. Teman! Ya benar hanya teman tidak lebih aku hanya mencintai Baekhyun oppa’, itu adalah kata-kat Yuri dalam hatinya untuk meyakinkan dirinya sendiri.

Disisi lain Sehun masih termenung, setelah membayar makanannya. Dia masih teringat dengan kata-kata yang diucapkannya pada Yuri. “Kenapa aku bisa berkata seperti itu, tentu saja aku tidak cukup berarti untuknya. Aku memang tunangannya, tapi kalau dia bisa menolak aku pasti tidak akan betunangan dengannya. Sadarlah Oh Sehun. Sehun mengacak-acak rambutnya sendiri.

Sehun menyentuh dadanya. Dia merasa jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Dia merasakan sesuatu yang aneh. Entah perasaan apa itu.

“Kenapa dengan diriku? Setiap kali aku berada di dekat Yuri, jantung selalu berdetak lebih kencang dari biasanya.”

Entah dia mengajukan pertanyaan itu pada siapa. Dia berbicara sendiri. Merasa tak menemukan jawaban, Sehun segera pergi menyusul  Yuri dan mengantarnya pulang.

~~~ TBC ~~~

Jangan lupa komennya ya. Thanks.

One thought on “N Seoul Tower In Love (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s