Still You, Only You (Chapter 3)

cover ff still you, only you

Story and cover by: ElByunPelvis

 

Cast     : Byun Baekhyun,  Ahn Seulrin (OC)

Kim Jong in

Min Seoji (OC)

 

Other cast  : member EXO , Ahn Jaehyun, Park Eun Bi, etc.

 

Rating    : +13 .

 

Leght    : Chapter

 

Genre    : Romance, Sad , Fluft, entertaiment life.

sekali lagi ff ini murni buatan saya. maaf jika ada kesamaan alur cerita di ff authordeul.

cekidottt!!!. ah jangan lupa komentarnya ne🙂

**

“kau segalanya untukku Seulrin-ah. Kumohon jangan pernah menyerah untuk menungguku. Saranghae!”

Chapter 3

Ini sudah 1 bulan lebih setelah Baekhyun menginap dirumah Seulrin. Dan selama itu dirinya tidak pernah lagi bertemu kekasihnya. Seulrin selalu menunggu kabar dari Baekhyun tapi nihil, Baekhyun tidak pernah mengirimnya pesan walau hanya 1 kali. Pernah suatu malam baekhyun menelfonnya, tapi tidak terangkat oleh gadis itu. Sungguh itu adalah penyesalan terbesar Seulrin. Baekhyun berkata padanya jika bulan ini ia akan melakukan rekaman dan juga akan membuka showcase bulan depan. Tidak perlu diberitahupun Seulrin sudah tau jika kekasihnya itu tidak bisa diganggu. Ia harus sabar , ya kata kata ‘sabar’ sudah terpahat di otak Seulrin. Itu adalah jalan satu satunya agar dirinya dan Baekhyun tetap bertahan.

Saat ini gadis itu sedang makan di kafe dekat JHS tempatnya mengajar  bersama Jong In dan juga Kyungra . Pekerjaannya sudah selesai 1 jam yang lalu .

Gadis itu  mengaduk makanannya tidak berminat.. Selera makannya hilang , otaknya pun tidak bisa di ajak kompromi kerana yang ada difikirannya haya baekhyun,baekhyun,dan baekhyun. Hidupnya seolah hampa tanpa memikirkan namja itu . Bahkan ia tidak menanggapi obrolan yang dilakukan oleh kedua temannya itu.

sampai Jong in mengatakan sesuatu padanyapun ia tetap diam. Seulrin sangat ingin melalui harinya tanpa perasaan hampa ini, ia ingin bisa tertawa lebar seperti ia saat bersama Baekhyun.

“Seul-ah? Hei! ”

Jong In yang pertanyaannya tidak dijawab akhirnya memegang pundak Seulrin. saat itu juga gadis itu sedikit terjengkit kaget,

“nde?? eohh mworago? apa yang kau tanyakan tadi?”

Jong In menghela nafas, ini sudah kesekian kalinya ia diabaikan Seulrin. Kyungra yang melihat itu ikut memandang Seulrin dengan tatapan khawatirnya.

“Seulrin-ah apa kau sakit? Kau hanya diam sejak tadi.” tanya Kyungra pada akhirnya.

“geokjongma. Nan gwemchanayeo, aku hanya sedang memikirkan sesuatu”

“jeongmal? Apa ada masalah? Kau bisa menceritakannya pada kami .” timpal Jong In.

Seulrin mengeleng dan tersenyum untuk meyakinkan kedua temanya jika ia baik baik saja.

“ne, Jong In benar. Jika kau ada masalah ceritalah pada kami. Aku sangat sangat siap untuk mendengarkannya chinguya!” ucap Kyungra sembari menggenggam tangan Seulrin.

“ aku tidak apa apa . emmm aku akan ke toilet sebentar”

Jong In dan Kyungra mengangguk,

Seulrin bangkit dari bangkunya , ia melangkahkan kakinya menuju toilet. Mungkin mencuci wajahnya akan menyegarkan fikirannya kembali. Ia merutuki dirinya sendiri karena selalu melamun , bahkan saat bersama temannya sekalipun.

Kegiatannya untuk membuka keran air terhenti karena mendengar obrolan dua gadis disampingnya. Ia tertarik dengan obrolan tersebut karena menyangkut tentang orang yang dirindukannya, Baekhyun.

“iya . Baekhyun oppa akan berduet dengan Min Seoji, si model sexy itu. astaga dan parahnya lagi dia itu adalah mantan kekasihnya dulu” ucap perempuan berambut pirang kepada temannya.

Mendengar itu Seulrin mengepalkan kedua tangannya.

“benarkah?? ahh aku patah hati . kenapa harus Baekhyun oppa?” ucap gadis satunya lagi.

“nan molla. Yaa!! aku melihat info jika keduanya tertangkap kamera sedang berpelukan. Astaga bagaimana mungkin artis baru melakukan itu? bahkan ia belum punya banyak penggemar” ucap si rambut pirang lagi.

Seulrin sudah tidak tahan mendengar semuanya, jujur saja dirinya sangat mudah cemburu. ia melangkahkan kakinya kasar keluar dari toilet. Bahkan bahunya menabrak gadis yang baru saja membicarakan kekasihnya. Selama melangkahkan kakinya , Seulrin juga menepuk dadanya berulang kali untuk mencoba mengurangi rasa sesak.

Ia berjalan mengambil tasnya yang masih terletak dibangku tempat duduknya tadi. Tanpa pamit ia meninggalkan Jong In dan Kyungra yang menatap wajahnya dengan penuh tanya.

SEULRIN POV

Aku terus bembawa kakiku cepat. Air mataku sudah mengalir , nafasku memburu dan  rasanya sangat sesak setelah mendengar pembicaraan kedua gadi tadi. Apa semua itu benar? Baekhyun tidak menceritakan tentang itu padaku. Aku bisa saja menerima fakta ini jika rumor pelukan itu tidak benar. Apa secepat itu mereka dekat? Apa benar jika yeoja yang akan berkolaborasi dengan Baekhyun adalah mantan keasihnya dulu? andwe! Kenapa ini harus terjadi?

“seulrin-ah waeyo?”

Aku mengabaikan pertanyaan Kyungra, segera kulangkahkan kakiku untuk keluar dari tempat ini. Aku terus berjalan sembari menahan isak tangisku , tidak peduli dengan orang yang memandangku aneh.

“Ahn Seulrin tunggu!”

Aku mendengar suara Jong In memanggilku, tapi aku mengabaikannya dan terus berjalan . Aku tidak mau ia melihat wajahku yang menyedihkan ini.

“ya Seulrin-ah tunggu aku ! wae geure?”

Aku merasakan tangan Jong In manahanku,  terpaksa aku menghentikan langkahku.

“aku baik baik saja Jong. Aku hanya sedikit tidak enak badan”   biarlah aku berbohong pada Jong In.

“benarkah? Kau sedang tidak berbohong kan?”

“hemmmm. Aku ingin cepat sampai rumah”

Aku masih menundukun wajahku, enggan untuk menatap wajah Jong In.

“baiklah .  kajja aku akan mengantarmu”

Aku mengangguk dan berjalan bersama Jong In menuju halte bus.
kami dalam perjalanan pulang saat ini, didalam bus aku hanya memandang jalan dengan tatapan kosong. Aku memang sudah tidak menangis tapi dada ini masih sangat sesak, kenapa aku seperti ini? Aku tidak boleh berfikir yang tidak tidak. Aku harus percaya dengan Baekhyun.

“Seulrin-ah. Jika kau ada masalah kumohon ceritakanlah padaku. Aku akan dengan senang hati mendengarkanmu kapanpun itu.  Bukankah kita teman?”

Aku menoleh pada Jong In yang bertanya padaku. Aku tersenyum padanya, meyakinkannya jika aku baik baik saja.

“gomawo Jong In-ah . tapi aku sungguh baik baik saja”

“tapi kenapa kau menangis? Aku tau kau adalah tipe gadis yang cukup tegar Seulrin-ah”

Aku gelagapan atas pertanyaan Jong In . aku harus mengatakan alasan apa padanya? Aku tidak ingin bercerita padanya jika aku menangis karena mendengar pembicaraan orang tentang rumor kekasihku yang belum tentu benar.

“ee aku, aku hanya sedang teringat dengan eommaku tadi. aku merindukannya”

“jinjja? ahh pantas jika kau menangis. Hei tapi apa kau tidak malu menangis sepanjang jalan eoh?”

Tanya Jong In sambil menunjuk mukaku, astaga kenapa namja ini bertanya terus.

“y-ya aku  tidak sadar tentang hal itu, lagian aku buru buru pergi karena tidak enak badan. Ah sudah jangan bertanya lagi!”

Kulihat Jong In tersenyum tidak jelas. Aduh sepertinya alasanku tadi cukup aneh. Dia sangat senang membuatku kalah telak. Kami kembali terdiam karena aku mengarahkan pandanganku pada jalan seperti beberapa menit yang lalu..

*

@SeulApartement.

Aku memasuki apartement yang masih gelap. Oppa pasti belum pulang, aku segera melangkahkan kaiku menuju kamar . Seperti biasa, aku akan membersihkan diriku , memasak , dan setelah itu bersantai. Ah tidak, sepertinya ada sesuatu yang akan kukerjakan nanti. Waktu luangku tidak boleh terbuang sia sia. Eomma selalu mengajariku untuk mempergunakan waktu sebaik mungkin. Huhh Eomma jeongmal bogoshiphoyeo, mian karena kesibukanku aku tidak bisa mengunjungimu. Keundae aku janji , jika sudah sempat akan datang dengan Oppa dan Baekhyun seperti biasanya.

Sulrin pov end

*

Skip ………….

Author POV

Seulrin terduduk di lantai dekat ranjang kali ini, majalah berserakan dan juga sambungan internet pada laptopnya yang masih menyala.  Gadis itu  menekuk kakinya dan memeluknya, menelusupkan kepalanya . Sesekali isakan pedih keluar dari bibirnya, ia baru saja menemukan fakta jika rumor itu benar. Tertera besar tulisan pada layar artikel ‘Byun Baekhyun artis pendatang baru akan berkolaborasi dengan Min Seoji’

Tak hanya itu, rumor yang paling membuat hatinya sakit adalah ‘Byun Baekhyun dan Min Seoji adalah mantan kekasih, dikabarkan mereka kembali dekat’ , rumor itu bahkan disertai foto Baekhyun yang terlihat jelas sedang berpelukan dengan seorang gadis yang sudah pasti adalah model bernama Min Seoji itu.

“hapa ini alasanmu tidak pernah mengubungiku Oppa? wae?”

“kau tidak melakukannya kan oppa? semua ini tidak benar kan?”

Seulrin terus berbicara dan bertanya sendiri walau ia tau tidak akan ada yang menjawabnya. Poselnya berdering, ia meraih benda pipih itu dan seketika tangisnya kembali pecah saat melihat nama yang tertera pada layar ponselnya.

Seulrin memilih tidak menjawab panggilan itu, ia meletakan kembali ponselnya membiarkannya terus berdering. Ia belum siap untuk mendengar suara Baekhyun, ia takut hatinya bertambah sakit.

Sementara Baekhyun disebrang sana  berharap panggilannya cepat diangkat . Ia ingin tau kabar Seulrin, apakah gadisnya baik baik saja? atau sebaliknya.

*

BAEKHYUN POV

“ayolah Rin-ah . angkat telfonmu!”

Tut tut

Lagi lagi tidak diangkat. Sebenarnya kemana gadis ini? ia selalu saja mengabaikan panggilanku.
sebenarnya aku sudah berada di asrama sejak sore tadi. Manajer hyung menyuruhku untuk beristirahat. Tapi aku bahkan tidak bisa membaringkan tubuhku dengan tenang, aku terus memikirkan Seulrin.

Sepertinya tidak apa jika aku keluar sebentar, ya aku akan keluar menemui kekasihku. Aku bangkit dan mengambil jaketku dan keluar untuk mengambil mobil. tapi sebelumnya aku mengirim pesan pada manajerku, aku berbohong untuk mengunjungi rumah. Huh maafkan aku hyung.

*

Skip…………..

Aku memasukan kode apartement Seulrin.

Clek

Pintu sudah terbuka, aku melihat Jaehyun hyung yang sedang duduk sendiri menonton acara TV . Aku menghampirinya dan ia menoleh ke arahku.

“eohh baekhyun? kapan kau datang?”

“baru saja Hyung.  Aku ingin bertemu Seulrin” jawabku, kulihat jaehyun hyung menghela nafasnya.

“hemm. Dia tidak keluar kamar sejak tadi, aku mengetuk kamarnya tapi dia tidak menjawabnya”

“mwo? Dia baik baik saja kan ?”

“entahlah, tapi dia juga hanya diam sejak tadi. hei apa kalian ada masalah?”

Aku menggeleng , tanpa menunggu lama aku melangkahkan kakiku menuju ke kamarnya. Ku putar knop pintunya tapi ini dikunci. Aku menggedornya, ya wae? kenapa gadis ini mengurung diri dikamar? Apa jangan jangan dia sudah tau berita itu? tidak. Dia tidak boleh salah faham. Sudah banyak media yang mengabarkan gosip murahan itu, bahkan fans’ku sudah sangat ribut diluar sana.

“seulrin-ah buka pintunya! Ini aku.”

Aku terus menggedornya tapi tidak ada jawaban dari dalam sana.

“aku akan mendobrak pintu ini jika kau masih tidak mau mebukanya Rin-ah!”

Seulrin masih tidak menjawab . Baiklah jika aku harus melakukan cara ini, aku berniat akan mendobraknya sampai kuliat tiba tiba pintu terbuka, dan secepatnya aku masuk.  Aku melihat Seulrin sangat berantakan, ia tidak manatapku.

“ya!! Kenapa kau tidak menjawab panggilanku? Aku sudah puluhan kali menelphonmu Rin-ah”

Dia hanya diam, ini semakin membuatku curiga. Biasanya dia akan senang jika aku berkunjung .

“wae geurea? Huh?”

Seulrin masih tidak menjawab. Aku mengalihkan tatapanku pada lantai kamar yang  berantakan, membuatku mendekat dan pandanganku terpaku pada laptop Seulrin yang menyala. Tertulis jelas artikel tentangku disana. Aku kembali menatap Seulrin yang sudah terisak, bahunya bergetar.

“Seulrin-ah kau..”

Aku hendak meraih tubuhnya tapi Seulrin mundur, oh aku merasa sangat jahat sekarang. Seurin sudah pasti menangis karenaku.

“dengarkan aku Rin-ah. Semua yang kau baca itu tidak benar. Semua tidak seperti yang kau fikirkan”

Aku meraih tangannya tapi ia menepisnya, hatiku sangat perih melihatnya seperti ini. Kenapa semuanya menjadi sangat rumit? dugaanku benar. Ini bahkan baru awal, aku tidak tau apa yang akan dilakukan manajement itu untuk membesarkan namanya. Jujur saja aku marah dengan artikel itu, berita itu tidak benar . aku hanya sekedar berkolaborasi dengan gadis itu ‘Min Seoji’ . Selebihnya aku tidak mempunyai urusan dengannya.

“Rin-ah kau harus percaya padaku. Kumohon-.. “

“bagaimana aku bisa tenang jika dia adalah masa lalumu Oppa?”

Akhirnya aku mendengar suaranya, walau ia mengatakannya dengan sangt lirih. Ya, memang benar jika Seoji adalah mantan kekasihku. Tapi demi tuhan aku tidak memiliki perasaan lagi padanya, bahkan aku ragu jika aku pernah mencintainya.

“dengarkan aku! Aku dengannya hanya kerja sama saja tidak lebih. Setelah albumku selesai aku sudah tidak berurusan dengannya lagi Rin-ah”

“tapi berita itu, kau kembali lag-“

“apa kau lebih percaya pada berita gila itu?  kau tau kan jika aku sangat mencintaimu? Aku tidak semudah itu berpaling ”

Seulrin menatapku, kulihat matanya yang sangat sembab. Apakah gadis ini menagis sangat lama. Kuhapus air matanya, dan langsung merengkuhnya kedalam pelukanku. Aku merindukan pelukan ini, merindukan semua yang ada padanya.

“jangan percaya dengan  berita sialan itu. kau hanya harus percaya padaku hemm? Aku sangat ingin menolak semua itu tapi,… tapi aku tidak mempunyai pilihan lain”

“heemm arraseo Oppa. keundae, kenapa kau tidak mengatakannya padaku sebelumnya?”

Ya Seulrin benar, kenapa aku tidak mengatakan padanya jika aku akan berkerja sama dengan Seoji ? . tapi sebenarnya malam dimana aku menginap dirumahnya aku akan mengatakannya. Tapi melihat wajahnya yang bahagia membuatku mengurunkan niatku.

“aku hendak mengatakannya tapi aku tidak memiliki waktu Rin-ah”

Seulrin mendongakkan kepalanya menatapku,

“jeongmal? Walau hanya sebuah pesan?”

“Chagiya . Ak-“

“arraseo aku tau. Kau sangat sibuk jadi tidak sempat”

Aku tersenyum mendengarnya, ia memotong perkataanku dengan jawaban yang benar.

“hemmm jeongmal mian. Lagipula kau tidak mengangkat ponselmu saat aku menelfon. Apa sangking sibuknya huh”

“aku menyesal. Tapi kau memang benar , aku sibuk membuat tugas untuk siswaku ”

“haahh arraseo. Jadi sudah jelas kan? Jangan menangis lagi kau mengerti!”

Seulrin mengangguk dan tersenyum sangat manis, aku tidak tahan jadi kucium bibirnya. Aku menekan tengkuknya sebelum dia protes .

Bibir  chery  ini adalah favoritku, dan juga hanya miliku. Seulrin membalas lumatanku dengan lembut, membuatku semakin memperdalam ciumanku.

Bahkan sekarang tanganku sudah masuk kedalam kausnya, mengelus punggung mulusnya. Seulrin melepaskan tautan kami, aku meatapnya sedikit kecewa.

“waeyo?”

“jangan terlalu jauh Oppa”

“ha ha algeseo! Aku memang pabbo. Kemarilah!”

Aku merentangkan tanganku menyuruhnya masuk kepelukanku lagi, tapi tiba tiba kudengar ponselku berdering. Tentu saja aku mengabaikannya.

“oppa angkat ponselmu. Bagaimana kalo itu panggilan penting?”

“ckk arraseo. Aisshh mengganggu saja”

Aku mengambil ponselku, ‘manajer hyung’ tertulis jelas di layar. Dengan malas kutekan icon terima,

“Yoboseyo . wae Hyung”

“…..”

“ck arraseo. Aku sudah akan kembali”

Tut

Aku menghela nafasku, rasanya hanya baru 1 menit berada disini.

“hahh menyebalkan.”

“waeyo?”

“Chagiya, aku sudah harus kembali keasrama. Eothae?”

“kembalilah. Aku tidak mau kau dimarahi manajermu oppa. kau harus istirahat”

“ckk baiklah. Kau juga istirahatlah! Dan ingat, kau harus selalu memegang ponselmu. ”

Seulrin mengangguk, aku mengecup bibirnya lagi sebelum aku meninggalkan tempat ini. Aku pamit pada Jaehyun hyung yang masih menonton TV .

Seulrin mengantarku sampai depan pintu. Kutatap wajahnya sekali lagi,

“Saranghae, aku akan merindukanmu lagi ”

“nado  oppa! cha pergilah”

“hemm khaseyo!”

Aku berjalan meninggalkan apartement Seulrin, hufft sangat berat rasanya.

Baekhyun pov end

*

AUTHOR POV

Baekhyun melangkahkan kakinya di lobi gedung manajement , tapi kakinya berhenti saat mendengar seseorang memanggilnya.

“Baekhyun-ah aku memanggilmu sejak tadi”

Baekhyun menatap sinis wanita didepannya. Moodnya berubah buruk seketika, ia tidak memperdulikan dan kembali berjalan.

“yakk. Aku bicara padamu. Tidak bisakah kau mendengarkanku?”

Ucap gadis itu sembari menahan lengan baekhyun

“jangan sentuh aku! Pergilah!”

“kenapa kau berubah seperti ini Baekhyun?”

“tanyakan pada dirimu sendiri Seoji-ssi”

Setelah mengatakan kata kata dingin itu Baekhyun berlalu.  Seoji meremas tas nya, hatinya bergemuruh menerima sikap dingin Baekhyun. ia mempunyai keinginan untuk bisa kembali pada namja itu. Tapi harapannya pupus setelah tau Baekhyun membencinya,

“aku akan membuatmu kembali padaku baekhyun-ah”

Ucapnya, lalu Seoji membalikan tubuhnya. Ia berjalan menuju ruang kerja Appanya.

“aku akan melakukan apapun. Bahkan untuk membelimu Baekhyun-ah”

FLASBACK

@ seoji side

Seoji melihat berita , matanya tak membiarkan setiap kata dari artikel yang ia baca terlewatkan .

‘artis pendatang baru, Byun Baekhyun sedang menerbangkan sayapnya. Penyanyi solo naungan KingDom Entertaiment itu melakukan promosi album keduanya tahun ini.’

“Byun Baekhyun. kau benar benar meraih mimipimu hemm?”

Gadis itu tersenyum melihat foto baekhyun terpampang disana

“kau tidak berubah. Hahh aku menyesal baek”

Gadis itu teringat masa lalunya saat SHS dulu, ia pernah pacaran dengan Baekhyun walau belum genap satu tahun.

Dia pindah ke Paris tanpa pamit dengan kekasihnya, karena appanya memaksanya dan membuatnya tidak punya waktu untuk bertemu baekhyun.

Sampai suatu ketika ia pulang dan menemui Baekhyun, saat itu juga Seoji memutuskan hubungannya dengan alasan ia ingin fokus pada sekolahnya diluar negri. Ia tidak suka berhubungan jarak jauh , karena menurutnya itu tidak akan berhasil.

Dia berfikir dengan fokus pada sekolahnya akan membuat ia melupakan perasaannya pada Baekhyun tapi ternyata salah , ia justru sangat menyesal karena sudah memutuskan berpisah dengan Baekhyun.  Sampai ia berjanji jika urusannya sudah selesai ia akan kembali,

Kembali untuk menemui Baekhyun dan minta maaf padanya. Bahkan ia akan membuat Baekhyunkembali padanya.

“ini sudah saatnya. Nan dorawaseo Baekhyun-ah”

Seoji menelphone seseorang ia akan mengatakan sesuatu yang mungkin adalah bagian dari rencananya.

“yoboseyo! Appa, ada yang ingin kubicarakan”

“………”

“aku akan kembali ke Korea. Dan aku….”

**

skip

“selamat datang kembali di Korea Seoji” ucapnya pada diri sendiri.

Seoji melangkahkan kakinya di Icheon Airport. Gadis itu menyeret kopernya menuju pintu keluar. Dilihatnya sekeliling , gadis itu mencari jemputanya.

Tin tin

Tepat sebuah lamborghini hitam terparkir didepannya. Tepat saat itu juga keluar seorang namja .

“ Mark? Akhirnya kau datang juga”

Namja itu melepas kacamata hitamnya dan memandang Seoji.

“ya, maaf jika aku telat Seoji-ya!”

‘’aku masih bersyukur karena kau mau menjemputku. Kajja , langsung saja antar aku ke perusahaan Appa. aku sudah telat” ucap seoji sambil berlalu membuka pintu mobil dan masuk. Mark tersenyum miris menatap Seoji.

“bahkan kau tidak menanyakan kabarku Seo!” ucapnya lirih. Namja itu kembali memakai kacamata hitamnya dan masuk ke bangku kemudi.  

Didalam mobil Seoji terus saja mengecek penampilannya , sesekali ia mengoleskan bedak pada wajahnya. Namja disampingnya terkekeh melihat Seoji.

“ck kau tidak pernah berubah Seo . kau meniak berias” mendengar perkataan Mark , gadis itu menolehkan kepalanya.

“tentu saja. penampilan adalah yang nomor satu. Ah iya kau tidak mengatakan rindu padaku?” mark tersenyum mendengar Seoji. Namja itu mengecak rabut Seoji yang langsung mendapat omelan oleh gadis itu.

“ne, nan jeongmal bogoshipo SeoShi!”

“hei hentikan Mark! Aku benci kau memanggilku seperti itu! sebenarnya aku akan mengatakan jika aku juga merindukanmu tapi aku berubah fikiran”

Mark hanya tertawa dan memilih fokus pada jalannya.

 

** skip **

Setelah pamit pada Mark , Seoji sedikit berlari memasuki perusahaan Appanya. Ya KingDom entertaiment adalah milik orang tuanya . Gadis itu tersenyum sepanjang perjalanan memikirkan hal yang sudah dibicarakan dengan Appanya saat ia masih berada di paris.

Cklekk

Seoji langsung membuka pintu ruang tujuannya. Dilihatnya beberapa orang yang memandang kedatangannya.

“anyeonghaseyo, jeongsohamnida saya  telat “

 

Ucap gadis itu sembari membungkukan badannya.

 

“kau? Sedang apa kau disini?”

 

Mendengar suara familiar itu Seoji lantas menatapnya, betapa bahagianya ia saat ini karena benar benar betemu Baekhyun. gadis itu bejalan mendekat kesamping namja itu.

 

“kita bertemu lagi Baekhyun-ah”

 

‘’ wahh jadi kalian sudah saling kenal?”  ujar Minseok .

 

“ Ne,, kami sangat dekat dulu , iya kan Baek?” jawab Gadis itu ,sembari memperhatikan Baekhyun, tapi Baekhyun mengalihkan pandangannya kearah lain.

 

“baguslah jika seperti itu. langsung saja aku akan menerangkan. Baekhyun kau tau albummu akan segera dirilis? Aku akan menambahkan project baru untukmu. Kau akan berkolaborasi dengan putriku, Min Seoji. Dan kau tenang saja! aku akan membasarkan namamu. Promosimu akan kusebar luaskan. Oethae?”

 

Flashback End

 

TBC

No Preview for Chapter 4

hufftt………

he he readers.

jika kalian ingin lebih kenal aku  bisa mengunjungi  FB/TWITTER miliku.

fb : Ela ByunPelvis

Twitter : @Ella_AeriByun

gomawo sudah mau mampir…

 

One thought on “Still You, Only You (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s