The 12 Legends of Black Pearls (Chapter 5)

Author                         : Zhou Si Yu

Tittle                            : The 12 Legends of Black Pearls

Cast                             : EXO Members OT12

Main Cast                    : Others..

Genre                          : Fantasy, Romance, Friendship, Brothership, Sad, Action, School Life

Lenght                         : Chaptered

Rating                         : T

Chapter                       : 5

Twitter                        : @Khalisah_ES

Summary                     : 11 orang Ksatria Legends telah terpisah di berbagai belahan Bumi karena adanya peperangan di EXO Planet tempat mereka terlahir, yang mengancam ke-11 Ksatria tersebut agar mereka terbunuh sebelum memusnahkan kegalapan. Tetapi sebelum kegelapan berhasil membunuh para Ksatria di perang tersebut, MAMA telah meminta kepada The Tree Of Life memindahkan para bayi Ksatria ke tempat yang aman dan diasuh oleh para orang kepercayaan MAMA.

Note                            : Asli buatanku sendiri, NO COPAS! NO PLAGIAT!

“ARGHHHH”….

Semua yang ada di ruang tamu kaget mendengar teriakan dari dapur, “Hyung, itu suara Lay hyungkan?” tanya Chen khawatir, “Ayo cepat kita ke dapur!” suruh Suho yang langsung berlari menuju ke dapur menemui adiknya itu. “LAY!! LAY-AH. YI XING!! ZHANG YI XING! EODISSEOYO?!” teriak Suho mencari adiknya. “Hyung, Lay hyung disini”, teriak Chanyeol.

Suho langsung menghampiri Chanyeol diikuti Chen dan Baekhyun. “Lay, Lay-ah ireona.. ireona Lay” ucap Suho menepuk pipi adiknya itu, “Tangannya berdarah hyung”, ucap Chen yang khawatir melihat wajah pucat Lay, “Bertahanlah Lay, the water of life”, ucap Suho membaca mantra sambil mengobati luka Lay dengan air suci miliknya, perlahan luka itu tertutup. Lay pun sadar, Suho langsung memeluk Lay. Bagi Suho adiknya itu sangat berharga daripada apapun, “Lay-ah, siapa yang melakukan ini?” tanya Suho dengan nada khawatir takut ksatria kegelapanlah yang menyerang. “Aku tidak tahu hyung, dia memakai pakaian hitam dan memakai tudung”jelas Lay

DEG

Yang ditakutkan Suho terjadi, “Gawat Lay-ah, kita semua harus menemukan 7 orang ksatria lagi sebelum kegelapan membunuh mereka. Saat ini kekuatan kalian masih terkunci, kalian tidak bisa melawan mereka kita harus mencari Duizhang sebelum gerhana matahari. Gerhana matahari adalah gerbang pembuka kekuatan kalian dan kuncinya adalah mantra MAMA”, jelas Suho.

“Bagaimana cara mencari mereka hyung?” tanya Baekhyun. “Disini sudah ada aku Water, Heal, Light, Thunder, dan Flame. Berarti yang harus kita cari itu Frost dia menggunakan pin berbentuk salju, Telekenesis menggunakan gelang bersimbol telepati, Dragon yang nanti menjadi Duizhang kita menggunakan gelang berlambang naga, Earth menggunakan cincing berbentuk binatang buas, Time Controller menggunakan cincin berbentuk jam pasir, Teleportation menggunakan cincin bertuliskan EXO, dan Wind dia adalah yang termuda menggunakan pin berbentuk angin. Mereka memiliki tanda masing-masing jangan lupa ada mutiara hitam di tengah simbol”, jelas Suho.

Beagle line mengangguk mengerti,”Kalau begitu ayo kita cari mereka” ucap Chanyeol semanagat. Sudah setengah hari Suho, Lay, dan Beagle Line berjalan mencari keberadaan para ksatria, tetapi yang dicari sama sekali tidak ada tanda keberadaan para ksatria. “Hyung aku lapar, tadi pagi kita belum sarapan”, rengek Baekhyun ke Lay. “Hyung kita istirahat dulu di kedai itu, kasihan mereka bertiga kelelahan”, tunjuk Lay ke arah kedai Bubble tea.

“Baiklah, Lay-ah”, ucap Suho yang membuat ketiga Beagle Line langsung berlari ke kedai Bubble Tea, Suho hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan ketiga dongsaengnya.

Tetapi ada perasaan aneh menyelemuti perasaan Suho ketika masuk ke dalam kedai itu, Lay yang merasa ada perubahan dari muka Suho merasa khawatir, “Hyung, gwenchanayo?”, “Eh? Ne, gwenchana. Aku mau ke belakang dulu, ne” ucap Suho. “Ne, cepat kembali hyung,” kata Lay lembut.

Author prov end

Suho prov

Perasaanku tidak enak sejak pertama memasuki kedai ini, angin terasa lebih deras di dalam daripada di luar. Sayup-sayup ku dengar seseorang menangis di meja paling belakang, aku penasaran, tapi semakin aku menghampirinya angin tambah kencang menimpaku. Ku lihat seorang namja datang memeluk namja yang tadi menangis, perlahan anginnya menghilang? Apa mungkin anak itu Wind? Dan siapa namja itu? “Annyeonghaseyo, tadi aku mendengar dia menangis”, sapaku sopan, “Ah, Ne. Dia menangis tadi aku ke belakang sebentar waktu dia memesanjadi aku tidak pamit, pas aku kembali tau-taunya nih anak sudah nangis dan menghembuskan angin yang besar.” Ucap namja cantik itu.

Angin? Menghembuskan? “Apa dia mempunyai kekuatan angin?” ucapku hati-hati, “Aku juga tidak tahu semenjak ayah kami memberikan gelang bersimbol telepati untukku dan pin berbentuk angin kepada Sehun, Sehun berubah. Dia seperti bisa mengontrol angin dengan perasaannya, angin di sekitar Sehun seperti mengikuti perasaannya”, jelas namja cantik itu

Aku terkejut bagaimana bisa kekuatannya sudah ada sebelum gerhana matahari muncul?

Suho Prov end

TBC

 

Iklan

One thought on “The 12 Legends of Black Pearls (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s