Be My Love : First Meet (Chapter 1)

Untitled-1

Title : Be My Love | Main Cast : Byun Baekhyun – Han Hyena – Do Kyungsoo | Genre : School Life, Romance, Comedy | Rating : PG-17 | Length : Chaptered

Summary :

“No matter what happens, you will always be my love.”

 

.

.

.

.

.

 

Teriakan yang begitu nyaring terdengar sangat ramai di lapangan basket ini. Bukan karena ada pertandingan melainkan itu semua bersumber dari pria bernama Byun Baekhyun. Sejak satu jam yang lalu ia memulai latihan basket, dirinya selalu menjadi pusat perhatian para gadis di Hasae High School. Lihat saja saat Baekhyun memasukan bola kedalam ring, seluruh gadis yang menonton langsung gaduh. Sejujurnya Baekhyun tidak terlalu memperdulikan gadis-gadis itu, menurutnya teriakan gadis itu sungguh menganggu ketenangan telinganya.

 

Dengan keringat yang membasahi seragam basketnya ia pun berlari ke tepi lapangan untuk mengambil sebotol air lalu meminumnya. Kemudian ia menyeka keringatnya dengan sebuah kain putih miliknya. Sebenarnya hari ini ia tidak harus latihan, tapi demi menghindari mata pelajaran guru Jung – guru matematika ia pun keluar dengan alasan ingin latihan basket. Sungguh tingkat kecerdikannya dalam mengelabui guru sangat ampuh.

 

Dari jauh, tanpa sadar ada seseorang yang berjalan mendekati Baekhyun. Sampai orang itu harus menepuk pundak Baekhyun dengan sedikit keras, “Yak apa kau tidak mau pulang? Kelas pulang lebih awal karena para guru akan mengadakan rapat dengan komite.”

 

“Benarkah? Baguslah setidaknya aku ingin meneruskan game ku yang tertunda.” Baekhyun menjawabnya dengan santai sambil merapikan handuk serta yang lainnya. “Ah aku lupa memberitahumu. Kemarin aku melihat ada restoran yang baru dibuka, jika kau ingin mentraktirku cepat beritahu aku, Kyungsoo-ya.”

 

Kyungsoo pun mengdengus pelan, “Jangan berharap aku akan mentraktirmu.” Setelah itu Kyungsoo pun berbalik dan mulai berjalan menjauhi Baekhyun. “Sudahlah aku pulang dulu.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Setelah perjalanan jauh yang ia tempuh akhirnya sekarang ia bisa menginjakan kaki di kota Seoul. Tepat detik ini ia turun dari bus yang ia tumpangi, sambil membawa seluruh barang bawaannya ia pun mencoba melihat secarik kertas yang berisikan alamat apartement yang sudah ia sewa beberapa minggu yang lalu. Kedatangannya kesini bukan tanpa alasan melainkan ia sekarang sudah resmi pindah sekolah, kedua orang tuanya sengaja memindahkannya agar anak mereka bisa belajar lebih pintar lagi.

 

Dengan langkah pasti Hyena pun berjalan dengan hati-hati karena takut gedung yang ia cari terlewati. Sampai pada sebuah gedung yang terlihat tenang, karena lokasinya sedikit jauh dari jalan utama. Ia pun menyeret koper yang ia bawa, tanpa ia sadari resleting dari koper tersebut terbuka tanpa sengaja. Membuat beberapa pakaiannya berceceran di lorong apartement ini. Dan Hyena pun masih belum menyadarinya.

 

Dari arah belakang Hyena terdengar suara derap langkah , tapi ia tidak terlalu memperhatikannya apalagi menoleh ke belakang. Sedangkan orang yang berjalan di belakang Hyena terlihat bingung melihat banyak pakaian yang berserakan, ia pun mengambil salah satu pakaian yang menarik perhatiannya.

 

Yaitu… sebuah Bra berwarna merah!

 

“Apa ini milikmu?” Baekhyun bertanya dengan sorot mata yang masih terkesan dingin sambil menunjukan benda itu dan menganyun-ayunkannya diudara.

 

Sedangkan Hyena seperti merasa terpanggil, ia pun menoleh dan matanya seketika terbelalak kaget. “Bra-ku! Yak apa yang kau lakukan dengan pakaianku! Apa kau pencuri?! Dasar pria cabul! Mesum!”

BUGH!

 

Dengan sedikit brutal Hyena menghampiri Baekhyun lalu memukulnya dengan tas yang ia bawa. Baekhyun yang belum sempat menghindar pun menjadi sasaran empuk dari tas tersebut, membuat sebelah pipinya kini terasa nyeri. Ia pun yang merasa tidak terima langsung menghentikan Hyena dengan menggenggam tangan gadis tersebut agar berhenti memukulinya.

 

“Ya! Bisa kau singkirkan tanganmu?” dengan sedikit kasar berkata seperti itu, terlihat ia langsung menghempaskan tangan Hyena begitu saja. Tanpa sadar Baekhyun memegang sebelah pipinya yang terasa nyeri itu lalu ia pun melenggang pergi kemudian berjalan begitu saja meninggalkan Hyena yang masih mematung di tempatnya.

 

Belum jauh Baekhyun berjalan, Hyena kembali berteriak. “Dasar pria mesum!”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Seperti biasanya jika Baekhyun sampai di sekolah ia akan selalu duduk di kursinya kemudian melanjutkan kembali mimpinya yang terpotong. Lagi-lagi tanpa memperdulikan para gadis yang sepertinya merupakan adik kelas yang sedari tadi mengintip dari arah jendela. Kepalanya ia tundukan lalu bergulung di balik kedua lengan nya yang bertumpu di meja.

 

Tiba-tiba ada seorang gadis yang datang dan langsung bersandar pada bahu Baekhyun. Jujur saja tanpa suruh Baekhyun untuk melihat orang itu pun ia sudah sangat tahu siapa orang yang selalu berani menempel padanya seperti ini. “Berhenti bersandar padaku. Kau berat.”

 

Kata-kata yang terlontar dari bibir Baekhyun itu cukup membuat gadis yang bernama Yoonji itu merengut sebal, Yoonji juga bisa mendengar suara tawa kecil Kyungsoo yang tepat ada di depan meja Baekhyun. “Apa yang kau tertawakan, huh?!” kata Yoonji yang mulai mengamuk. Kembali ia melanjutkan, “Asal kau tahu, aku sudah berdiet akhir-akhir ini jadi mana mungkin aku masih berat Oppa?” meski kesal tapi tetap saja Yoonji akan selalu bersikap manis jika dihadapan Baekhyun.

 

Baekhyun sama sekali tidak berniat untuk menjawab kembali pertanyaan Yoonji jadi ia memilih diam dan memejamkan matanya lagi.

 

Sedangkan Yoonji sudah biasa diabaikan seperti ini, “Ah ya, apa Oppa mau makan siang denganku nanti? Tadi pagi aku sudah menyiapkan bekal untuk kita berdua.”

 

“Aku tidak mau.”

 

“Oh ayolah Oppa.” Dengan sedikit merajuk Yoonji mencoba merayu Baekhyun.

 

“Apa kau tuli? Aku bilang aku tidak mau.” Kata-kata ini berhasil membuat Yoonji beranjak dari sebelah Baekhyun.

 

“Oppa jahat!” Yoonji mengatakannya dengan sedikit keras membuat beberapa orang sempat memusatkan perhatian pada mereka berdua. Sambil menghentakan kakinya Yoonji pun pergi dari hadapan Baekhyun dan menuju kursinya yang ada di paling depan.

 

Setelah itu kelas menjadi sedikit gaduh karena guru Jung sudah datang. Tapi kali ini berbeda karena tepat di belakang guru Jung ada seorang murid yang tentu sudah bisa ditebak kalau itu adalah murid baru. Murid tersebut adalah seorang gadis cantik dengan rambut panjang yang ia gerai dan juga poni rata menutupi dahinya. Melihat hal itu membuat sebagian murid pria berteriak senang.

 

“Kalian akan mendapat teman baru, jadi tolong perhatiannya.” Guru Jung meminta seluruh murid diam dan memperhatikan.

 

Kemudian dengan sedikit tegang, murid baru itu pun mulai memperkenalkan diri. “Perkenalkan namaku Han Hyena dan aku adalah seorang pindahan dari Busan.” Setelah ia memperkenalkan diri, semua pun bertepuk tangan dan lagi-lagi murid laki-laki lah yang paling keras.

 

Sadar akan kelas yang mulai berisik bagi Baekhyun ia pun mulai menegakkan kepalanya, kedua matanya langsung tertuju pada gadis yang ada di depan kelas. Pandangan Baekhyun belum sepenuhnya lepas karena ia sedang memperhatikan gadis itu yang menurutnya ia pernah melihat gadis tersebut. Selang beberapa detik kemudian mata mereka bertemu, Hyena juga melihat Baekhyun dengan teliti. Matanya kembali terbelalak kaget, ia mengingatnya!

 

Ini tidak salah lagi…

 

Tidak sampai satu detik pun Hyena sangat mengenalinya bahkan dengan melihat sebentar membuat emosi Hyena naik kembali…

 

“Kau! Pencuri Bra!”

 

“…”

 

“…”

 

Seluruh mata kini tertuju pada Baekhyun. Hyena benar-benar menunjuk Baekhyun dengan jarinya… jika boleh diibaratkan… sungguh sekarang ini Baekhyun terlihat seperti seseorang yang sangat mesum…

 

Dalam hatinya Baekhyun sungguh merutuki tingkah gadis itu. Kenapa ia harus sampai berteriak?

 

Jangan tanya bagaimana reaksi Kyungsoo, saat ini matanya seakan ingin keluar dari tempatnya berada karena cukup terkejut dan juga bingung dengan apa yang terjadi apalagi ketika mendengar kata-kata Hyena.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Berkat teriakannya itu kini membuat Baekhyun menjadi bahan pembicaraan di sekolah. Berita tentang hal yang tadi terjadi benar-benar cepat menyebar. Tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur, reputasinya dan juga imagenya yang cool kini pun tercoreng. Sekarang semua orang menganggapnya pria yang mesum.  Bahkan ketika ia melewati lorong sekolah ini seluruh murid terlebih para gadis membicarakannya.

 

“Aku tidak menyangka jika ia semesum itu. Tapi bukankah itu tetap saja tidak mengurangi betapa kerennya dia?”

 

Aku memang keren. Tapi aku tidak semesum itu!

 

“Syukurlah ia masih menyukai hal-hal seperti itu. Pernah aku berfikir ia sempat menjadi pria gay karena ia sama sekali tidak pernah dekat dengan seorang gadis sekali pun. Apalagi berfikiran kotor seperti itu.”

 

Oh yaampun kau kira aku menyukai sesame jenis?!

 

            “Aku pun pernah berfikir seperti itu. Kau tahu? Kedekatannya dengan Kyungsoo pun sempat membuat beberapa orang pernah menganggap mereka gay!”

Ini lebih baik kalian mengatakan bahwa aku adalah pria mesum daripada pria gay yang menyukai mata besar itu!

 

            “Ah itu akan menggemaskan jika mereka berdua benar-benar menjadi pasangan! Aku setuju sekali jika mereka berdua berpacaran!”

 

Apa kalian gila?!-_-

 

Mendengar beberapa percakapan dari gadis yang sedari tadi terus membicarakannya pun cukup membuat bergidik ngeri.  Baekhyun pun keluar dari tempat persembunyian dan berjalan seperti berpura-pura tidak mendengar apapun dari para gadis itu.

 

“Oh! Baekhyun Oppa!”

 

Salah satu dari gadis itu memanggilnya, tetapi Baekhyun mengabaikannya dan melenggang begitu saja menuju tangga dan naik sampai di lantai yang paling atas yaitu rooftop dari sekolah ini. Salah satu tempat favorit dari seorang Byun Baekhyun, entahlah ia menganggap tempat ini begitu tenang karena memang tidak ada seorang pun yang ada di sini.

 

Tapi saat ia membuka pintu dari kejauhan ia melihat ada seseorang yang sedang bersandar pada pagar rooftop, seseorang itu tepat membelakanginya. Dari belakang pun Baekhyun sudah tahu siapa orang itu. Oh tidak, apa benar kata gadis-gadis tadi kalau ia dan Kyungsoo benar-benar seperti sepasang kekasih? Bahkan Baekhyun sudah tahu kalau itu adalah Kyungsoo.

 

Baekhyun bedecak sebal, dengan sebelah tangan yang ia masukan kedalam saku celananya ia pun turut berdiri di sebelah Kyungsoo.  “Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Baekhyun tanpa menatap Kyungsoo.

 

Kyungsoo terkesiap, menoleh sebentar kemudian kembali tatapannya menghadap lurus kedepan. “Mencari udara segar.” Jawab Kyungsoo singkat. “Ah ya aku hampir melupakannya.”

 

“Apa?”

 

“Kau tahu kelas terus saja berisik membicarakanmu. Bukan hanya dikelas, bahkan di kantin pun begitu.” Kyungsoo kembali melanjutkan. “Apa kau mengenalnya?”

 

“Mengenal siapa?”

 

“Tentu saja gadis itu, bodoh. Memangnya siapa lagi.” Kata Kyungsoo yang terkesan malas. “Aku hanya kasihan saja, dihari pertama ia masuk sekolah dan ia tidak tahu apapun dengan berani ia menyerangmu seperti itu. Jika saja ia tahu kalau para gadis-gadis yang mengejarmu itu  sangat mengerikan  terlebih mereka seperti rubah yang siap menerkam mangsanya.”

 

“Lihatlah cara bicaramu. Benar-benar seperti guru bahasa.” Baekhyun menjawabnya dengan terkekeh pelan. “Jadi disini kau menyalahkanku? Aku bahkan tidak mengenal gadis itu sama sekali. Lagipula siapa suruh ia berteriak dan mengatakan hal-hal seperti itu?”

 

“Tidak akan ada asap kalau tidak ada api.” Baekhyun sedikit termenung mendengar kata-kata pribahasa yang terus keluar dari bibir Kyungsoo. Lalu Kyungsoo kembali menyambung kata-katanya. “Jujur saja, kau pernah bertemu gadis itu kan? Ia berteriak seperti itu pasti ada alasannya.”

 

Baekhyun pun menoleh kearah Kyungsoo. “Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti tertarik dengan masalahku dan  gadis itu?”

 

“Bukan seperti itu Baekhyun-ah, aku han – “

 

“Ah sudahlah, perutku lapar aku ingin kekantin dulu.” Kata Baekhyun sambil merebut minuman yang Kyungsoo pegang lalu berjalan sambil meminum air tersebut.

 

“Bocah itu benar-benar.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Jika kalian menanyakan dimana kini keberadaan Hyena, ya kiranya gadis itu tidak ada bedanya dengan apa yang dirasakan oleh Baekhyun beberapa saat yang lalu. Tetapi untuk Hyena itu terasa lebih berat karena sedari tadi sampai sekarang sudah jam istirahat pun ia belum beranjak dari kursinya. Bahkan ia sama sekali belum sempat bersosialisasi dengan teman yang lain semenjak kejadian itu terjadi. Sungguh dalam hati pun ia sudah merutuk pada dirinya sendiri.

 

Bahkan hal ini pun cukup membuat diri Yoonji panas seperti di bakar oleh bara api! Atau bahkan lebih dari itu! Menurutnya Hyena itu seperti orang yang tidak tahu diri! Sungguh membuatnya ingin sekali menjambak rambut Hyena! Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya dengan langkah cepat Yoonji pun menghampiri Hyena.

 

“Yak! Kau!” Yoonji berteriak sambil mendorong bahu Hyena, tapi untung saja hal itu tidk membuat Hyena jatuh dari kursinya. Hyena sedikit terkejut dengan bentakan Yoonji. “Berani sekali kau membuat image Baekhyun Oppa jadi seperti ini?! Kau benar-benar tidak pantas mengatakan hal itu!”

 

Untuk beberapa saat yang lalu memang Hyena cukup sabar untuk meladeni setiap omongan dari beberapa murid lain, tapi untuk kali ini benar-benar tidak bisa dibiarkan. “Pria itu pantas mendapatkannya! Jika kau tidak mengetahui hal yang sebenarnya lebih baik kau diam saja.”

 

“Apa katamu?! Kau baru saja masuk hari ini dan sudah berani bertingkah?! Heol… Yak kau! Aku tidak segan-segan untuk balas dendam padamu!” Yoonji terlihat mulai mengancam tapi itu sama sekali tidak membuat Hyena takut. “Rasakan ini!”

 

BUGH!

 

Dengan dorongan yang keras itu berhasil membuat Hyena tersungkur dilantai akibat perbuatan Yoonji. Hyena yan terkejut itu pun mencoba bangun tapi kembali di dorong oleh Yoonji.

 

“Yak kau!” bentak Hyena yang mulai tidak tahan.

 

“Apa sakit? Rasa sakit seperti itu bahkan belum cukup kau dapatkan!”

 

Yoonji bersiap kembali untuk menyerang Hyena dengan cara menjambak rambutnya. Tapi itu semua terhentikan kala ada tubuh seseorang yang mencoba melindungi Hyena. Tangan Yoonji pun berhenti di udara, ia juga tidak menduga kalau Kyungsoo sudah posisi melindung Hyena. Tanpa berfikir panjang Kyungsoo pun langsung menolong Hyena untuk berdiri.

 

“Apa kau tidak apa-apa?” Tanya Kyungsoo pada Hyena yang sudah berdiri.

 

Hyena pun menjawabnya sedikit gugup. “Oh? Ya aku tidak apa-apa.”

 

Kini  Kyungsoo berbalik menatap Yoonji yang masih terdiam ditempatnya. “Apa kau sudah gila? Yang kau lakukan ini berbahaya Lee Yoonji. Lebih baik kau meminta maaf atau kau mau aku memberitahu guru agar kau di hukum?” Tanya Kyungsoo cukup tegas yang berhasil membuat Yoonji tertunduk.

 

“Kau menyebalkan!”

 

Setelah mengatakan hal itu Yoonji pun pergi meninggalkan kelas. Kyungsoo yang melihatnya pun menghela nafas sejenak. Sungguh hari ini benar-benar berbeda dari biasanya, ya itu menurut Kyungsoo.

 

“Jangan terlalu diperdulikan. Gadis itu memang suka bersikap seenaknya karena ia benar-benar menyukai Baekhyun.” Kata Kyungsoo lagi. “Tapi kau benar-benar tidak terluka kan? Aku bisa mengantarmu ke unit kesehatan.”

 

Segera Hyena menggelengkan kepalanya cepat, “Tidak perlu! Aku benar-benar tidak apa-apa kok.” Kemudian Hyena pun tersenyum kaku.

 

“Ah baiklah kalau begitu.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Saat ini jam pelajaran Bahasa sudah dimulai sejam setengah jam lalu, tapi sampai selama itu Hyena tidak terlalu fokus memperhatikannya. Karena entah mengapa seluruh pikirannya tertuju pada seseorang yang ia tahu namanya adalah Kyungsoo. Ya orang yang tadi menolongnya. Bagi Hyena ia adalalah orang pertama yang berbuat baik padanya disini.

 

Ia lihat kursi sebelahnya yang masih terlihat kosong. Kalau di lihat-lihat bukankah kursi itu milik pria yang mencuri bra nya? Mengingat kejadian itu lagi membuat Hyena menjadi kesal. Dengan cepat ia  menghapus kejadian itu dari otaknya. Ia sama sekali tidak memperdulikan pria mesum itu lagi.

 

Yang terpenting saat ini adalah Hyena harus mengatakan terima kasih kepada Kyungsoo, ya bagaimanapun caranya. Karena Hyena salah satu orang yang meraa tidak enak jika ia belum berbalas budi.

 

Ok nanti aku akan berterima kasihnya padanya saat pulang sekolah!

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Baekhyun menggeliat dalam tidurnya. Saat ini ia masih berada di rooftop sekolah dan sepertinya ia baru menyadari kalau dirinya kembali ketiduran di tempat ini. Sepertinya ini efek dari dirinya yang tidak bisa tidur semalam. Ia lihat jam arloji yang melingkar ditangannya, ternyata ia tertidur sampai jam pulang sekolah dengan melihat langit yang mulai sore pun Baekhyun baru menyadarinya.

 

Dengan langkah malas ia pun berjalan meninggalkan rooftop sekolah. Kali ini ia menuruni tangga ya tujuannya adalah kelas, karena ia hanya ingin mengambil tasnya yang masih berada disana. Tapi saat ia masih berada di tangga langkahnya harus terhenti karena ia bisa mendengar suara seseorang yang berteriak.

 

“Kyungsoo!”

 

Baekhyung yang merasa penasaran siapa yang memanggil Kyungsoo pun langsung ia mengintip dari balik tembok dekat tangga. Sedikit matanya ia pertajam agar melihat siapa gadis itu. Karena suasana  sekolah yang sudah sepi membuat suara Kyungsoo dan gadis yang tentunya merupaka Hyena menjadi terdengar jelas bagi Baekhyun.

 

“Oh ada apa kau memanggilku?” Kyungsoo terlihat menghentikan langkahnya dan berbalik sambil bertanya pada Hyena.

 

“Ah aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu.” Baekhyun masih terus melihat gerak-gerik mereka berdua.

 

“Apa?”

 

“Aku sangat berterima kasih soal yang tadi.” Ia lihat Kyungsoo hanya tersenyum menanggapinya.

 

Kemudian ia menaruh sebelah tangannya di bahu Hyena lalu berkata. “Itu bukan apa-apa. Lain kali berhati-hatilah.” Setelah itu Kyungsook tersenyum sambil menepuk bahu Hyena.

 

Kyungsoo kembali melanjutkan perkataannya. “Lebih baik kau pulang sekara – Oh Baekhyun-ah?”

 

Baekhyun mulai berjalan mendekati mereka berdua. Bahkan Kyungsoo sempat memanggil namanya. Tetapi saat semakin dekat…

 

Baekhyun hanya berjalan dengan santai tanpa memperdulikan panggilan Kyungsoo dan juga Hyena yang masih berada disitu. Membuat Kyungsoo dan Hyena menatap kepergian Baekhyun dengan bingung.

 

Ada apa dengannya?, batin Hyena yang bertanya dengan bingung pada dirinya sendiri.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

TBC

 

 

Iklan

3 thoughts on “Be My Love : First Meet (Chapter 1)

  1. Hyena kau sngguh croboh,,,,pakaian brceceran d spnjang jaln, kmu gk mnydarinya??? Untung aja baekhyun pnya inisiatif mnanykan itu pd hyena,, tp knp baekhyun kmu ngmbilnya bra c ,, kn jd hyena mkirny mcem2 kan??? Jd slh sngka…

  2. Haha hyena gak nyadar apa ya pakaiannya berceceran gitu waktu baekhyun pergi?
    Aku kurang ngerti disitu sih dan ada beberapa kata yg keulang dikit kok tapi sungguh ff nya keren banget!! Author fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s