Thunder Love (Chapter 1)

Poster Thunder Love

Tittle    : Thunder Love – Chapter 1

Author : Baegirl20

Cast     : Go Nami (OC) || Oh Sehun (EXO)

Main Cast : Song Jane || Park Chanyeol

Genre  : Marriage Life || sad || angst || hurt(?)

Rating : G

Length : Chapter

Disclaimer : Jika terjadi kesamaan itu bukanlah sebuah ‘plagiat’ melainkan hasil yang telah aku buat dengan imajinasiku sendiri. Ingat typo pasti ada ya chingu.

.

menolehmu dan biacara denganmu saja jarang apalagi memperhatikanmu

.

.

.

 “Nami kerjakan bagian yang ini, arra! Jangan sampai ada bagian yang tersisa sedikit pun. Aku akan kembali 10 menit lagi.” jelas Chanyeol sambil menepuk bahu Nami.

“Ne, arasso” jawab Nami sambil melihat malas pada tumpukan berkas di atas mejanya.

 

Go Nami. Ialah seorang penulis yang terkenal,cantik dan menyukai kesederhanaan. Bekerja di sebuah perusahaan Glam, Seoul. Yang setiap harinya hanya sibuk mengurusi dokumen-dokumen yang akan dirilis setiap akhir bulannya. Namun, bukan berarti dia hanya pemuda cantik yang disibukkan di kantor saja.

 

2 bulan yang lalu Go Nami resmi  mengubah statusnya menjadi seorang istri. Telah terjadi sebuah acara perjodohan yang dilakukan oleh keluarga Tuan Go dan Tuan Oh sehingga Nami berhasil menikah dengan Sehun.

Selama 2 bulan ini, kondisi keluarga mereka bisa saja dibilang baik-baik saja. Jika di depan umum. Namun, nihil. Tidak ada kebahagiaan, setiap harinya hanya diselimuti oleh kebisuan dari masing-masing pelaku.

 

Oh Sehun. Pemuda tampan yang kini menjabat sebagai CEO yang diwariskan dari perusahaan milik Tuan Oh sebagai hadiah dari perjodohan yang bisa dibilang ‘konyol’ baginya.

Sehun berstatuskan suami dari Nami selalu bersikap dingin, bahkan tidak memperdulikan jam kerja Nami yang begitu padat. Tetap saja, pada awalnya pun ia tidak menyetujui perjodohan konyol ini yang dimana ia sedang berstatus sebagai pacar dari Song Jane hingga saat ini.

 

09:00 AM KST

“Aku pulang.” seru Nami yang kini melepas sepatunya.

“Gelap. Tidak biasanya seperti ini, apakah dia belum pulang” Nami hanya mengangkat kedua bahunya saja, bersikap tak acuh kepada lingkungannya yang kini gelap gulita.

Nami pun menyalakan lampu apartemennya, kemudian ia menuju dapur. Saat ia membuka lemari pendingin terdapat secarik stickynote. Nami pun membacanya.

-jangan khawatirkan aku. Kau jagalah rumah ini setidaknya sampai aku pulang. Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu-

 

“Cihh.. memang siapa yang peduli padamu. Lihatlah setiap hari kau bersikap dingin padaku, bahkan kali ini kau menganggapku seperti anjing peliharaan. Dan lihatlah baru kali ini kau mengira bahwa aku mengkhawatirkanmu..?? Yang benar saja Oh Sehun..!!.” Nami yang berbicara pada stickynote yang ia pegang sambil meremasnya.

Jujur saja, ia sebenarnya tidak mau bersikap seperti itu pada suaminya – Oh Sehun. setiap hari tidak ada pembicaraan yang amat penting untuk dibicarakan. Nami ialah istri yang sangat perhatian terhadap siapa saja, ia mewariskan sikap sabar dan tegar dari ayahnya sendiri.

“Molla..” lanjutnya, dibenaknya ia sedikit kebingungan untuk apa Sehun menempel stickynote yang ia dapatkan tadi. Sehun ingin mengatakan sesuatu yang lebih penting untuk Nami ketahui, itulah yang dipikirkan Nami saat ini.

 

At Distrik Jung 11:00 AM KST

“Jane.. ayolah tidur dirumahku saja ne. Kau akan lebih nyaman daripada tidur di apartemen yang kecil ini.” Sehun yang sedang merajuk pada Jane.

“Mwwoo..!! YA..!! kau memang tidak apa karena itu milikmu dengan Nami. Tapi aku akan malu jika berada disana. Yah, mau bagaimana lagi jika ini maumu tidak masalah bagiku chagiyaaa..” jawab Jane sambil menggelayutkan kedua tangannya pada lengan Sehun yang kini memandanginya.

“baiklah jika itu maumu.. aku juga ingin bicara dengannya nanti. Kajja..”

 

***

06:15 AM KST

Pagi ini adalah pagi yang cerah bagi Nami. Ia tidak mau melewatkan kesempatan untuk melihat festival karangan bunga yang kini diadakan oleh salah satu donatur dari rekan kerjanya.

Bip.

Bip.

Bip.

Dengan segera Nami bangun dan mengangkat teleponnya “oh.. Chanyeolie. Apakah kau sudah siap”tanya Nami antusias dan sesekali menguap.

“YAA..! festival itu akan dimulai jam 8 kau masih punya banyak waktu. Nanti aku akan menjempumu. Jadi siap-siaplah arasso..” jawab Chanyeol dengan santai.

“Ya. ta-taapi.. aku ta-“

“Takut dengan Oh Sehun..?? tenanglah aku hanya sahabatmu. Siapa yang akan peduli kepadamu? Dia..?

Cihh.. menolehmu dan biacara denganmu saja jarang apalagi memperhatikanmu. Jika dia bersikap begitu padamu tenanglah aku tetap berada disisimu. Ahh.. mengapa setiap aku berbicara kepadamu selalu saja ada yang mengganggu. Baiklah sudah dulu ne, Eommaku menyuruhku untuk menyiram bunga. Sampai jumpa di festival nanti. “Annyeong Nami-ya”

“Ne anyyeong..”

Setelah menutup telepon dari Chanyeol, sedari tadi ada seseorang yang berdiri dibalik pintu yang sedikit terbuka. Oh Sehun. Ia mendengar semuanya, bahkan ia terlalu peka untuk mengetahui hal yang seperti itu.

Ia pun membuka pintu kamar Nami “kau berbicara dengan seseorang..?” Sehun pun memasangkan matanya dengan sinis ke raha Nami.

 

“Aahh.. it-itu dari temanku.. ani. Itu dari sahabatku. Ya..itu dari sahabatku.” Nami terlonjak kaget melihat keberadaan Sehun yang kini memasuki kamarnya. Ia tidak tahu harus berkata apa, namun di depan suaminya ini. Dia harus bersikap jujur dengannya –Oh Sehun.

***

Disamping itu, Jane yang terlihat bangun tidur. Kebingungan melihat arah tepat sebelahnya ia tidur.

“Tidak ada..” gumam Jane.

Dia mencari Sehun. Dan berkat mencari Sehun ia pun berkeliling, di sekitar rumah mereka dengan disuguhkan pemandangan yang sejuk namun sempat mengiris hati Jane. Pajangan beberapa foto pernikahan Sehun & Nami.

Jane pun seolah-olah bersikap tegar. Mungkin ini yang harus ia relakan demi Nami. Namun, ia juga tidak harus merelakan Sehun begitu saja bukan..?

Disana. Jane melihat suatu pemandangan yang sangat menarik  baginya.

“Daebakk.. aku belum menemukan miniatur yang se-indah ini. Tapi, jika dipikir-pikir rumah ini bagus juga. Tidak ada salahnya jika aku tinggal disini beberapa bulan. Toh si pemilik rumah ini tidak masalah dengan keberadaanku” Jane yang melihatnya pun terpukau sambil memandangi design rumah yang mewah milik Nami dan Sehun.

Jane mendekat, kemudian mendekat. Ingin melihat lebih jelasnya miniatur yang berkelas ini.

Namun.. “non..” seorang pelayan yang sambil menepuk bahu Jane.

Jane langsung tersentak kaget. Berteriak. Alhasil Miniatur yang dilapisi kaca berbentuk persegi jatuh begitu saja dan tentunya berserakan. Dan pastinya kejadian ini pun di ketahui oleh dua insan yang tengah berada di dalam kamar tersebut.

“Non.. kau memecahkan miniatur kesayangan nyonya Nami, bagaima-“ ucap bibi Won yang kini bergantian melihat minatur tersebut dan Jane.

“Heii.. bagaimana apanya, aku hanya ingin menyentuhnya dan kau malah mengagetkanku. Apa ini disebut sebuah kesalahan. Kau ingin melaporkanku kepada Sehun..? perihal ini..? Yang benar saja, disini kau yang mengagetkanku.. KAU YANG MENGAGETKANKU DAN MENGHANCURKAN MINIATUR INI.” teriak Jane ditelinga Bibi Won.

“Bu- buk- bukan begitu non.. hanya saja kau ingin menyentuh miniatur itu. Saya kebetulan lewat dan sempat melihat nyonya mendekati miniatur itu. Saya tidak tahu siapa nona, setahu saya kemarin tidak ada tamu disini, jadi saya in-..” jelas bibi Won yang menahan takutnya terhadap Jane.

“Mwoo..!!! Jadi, kau yang pikir aku ingin merusak miniatur ini..?? Lihatlah siapa yang merusaknya. Ini semua gara-gara kau, bodoh. Ini semua kau-” teriaknya yang kedua kalinya sambil mengarahkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Bibi Won.

“Hentikan Jane.!!! YAA.. apa yang kau lakukan terhadap Bibi Won” potong Sehun sambil mendekat ke arah mereka berdua.

Disamping itu, Nami berdiri tidak jauh dari mereka sambil melihat miniatur yang kini berserakan dilantai tidak karuan. Nami menatapnya sedih mengingat kenangan yang ia lakukan bersama mendiang Eommanya dulu, dengan miniatur yang sudah berserakan bukan berarti ia tidak dapat memperbaikinya kembali. Namun, kenangan tersebut akan terselip selalu jika ia melihat miniatur itu. Ia selalu membayangkan ketika bersama Eommanya dulu. Dan jika ia harus memperbaikinya itu akan sia-sia saja. Karena tidak ada Eommanya yang dulu yang kini dapat membantunya untuk mengerjakan bersama Nami.

“Hei.. lihatlah. Disini aku bukan orang asing pelayan. Kemarin malam Sehun lah yang membawaku kesini. Mungkin saja kau sudah tidur karena kelelahan mengurusi rumah ini, disamping tubuhmu yang sudah terlihat rapuh dan wajahmu yang selalu masam, dan telalu kecut untuk dilihat.”

“Kau tau aku ini adalah Jane. Kekasih Sehun. Oh Sehun.!! Arra.?” lanjutnya.

“hentikan Jane, ini masih pagi kau seharusnya tidak harus bersikap seperti itu kepada Bibi Won. Minta maaflah sekarang.” ucap Sehun dengan perasaan bersalah pada Bibi Won

“Ne..? Kau bilang aku harus meminta maaf pada pelayan tua ini..?” tanya Jane yang tidak mengerti, “jelas-jelas disini aku yang jadi korban dan ka-“

“Minta maaflah sekarang. Jane..!!” Sehun sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.

Apapun yang ia lakukan jelas-jelas untuk melindungi Bibi Won yang ia anggap layaknya ibunya sendiri.

 

Namun, tetap saja Jane telah mengejutkan Nami dan Bibi Won, mereka sama sekali tidak percaya dengan apa yang barusan Jane katakan.

“Kekasih..? Jane..?Jane..?” batin Nami yang kini bertanya-tanya. “apakah dia Jane..? tapi sepertinya nama itu tidak asing. Jane ? Nami mengulanginya kembali, “apakah itu Jane yang aku kenal..?”

*TBC*

Annyeong chingu… gimana dengan FF ini?  Kepanjangan?  Flat? Biasa-biasa aja? Dst.

Oke, mohon dimaafkan yah, karena ini FF pertamaku, jadi aku akan berusaha untuk menyajikan yang layak kalian baca 😀

mmm.. apalagi yah, mungkin itu aja dari author. Mohon dihargai yah dengan tidak bertindak plagiat terhadap FF ini. Sorry for typo, mohon tinggalkan comment yah setelah membaca…

Ppaii…

 

Iklan

9 thoughts on “Thunder Love (Chapter 1)

  1. Sepertinya seru nih cerita… apakah ada kemungkinan nami berakhir dengan chanyeol? Terus jane pasti temen dia waktu nami masih kecil atau masa lalunya… hmmm… ditunggu kelanjutannya

  2. Jane kasar bgt sih ma org tua, untung sehun ga buta buat bela jane,, klo sempat sehun mihak jane, ampuuunn buta bener dah sehun,, udh nami di telantarin gitu ga dianggap istri, malah jane mo ditampung dirumah mreka pula,, pengen bgt gigit sehun, gregetaaann 😤😤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s