3 Foolish Girls and Handsome Aliens (chapter 3)

PhotoGrid_1446637599688

3 Foolish Girls and Handsome Aliens (chapter 3)

 

Title              : 3 Foolish Girls and Handsome Aliens chapter 3

Author        : Hyun Ra

Genre        : Romantis, fantasi, school, friendship

Cast               : Park Chanyeol

Xiumin

Oh Sehun

Kim Hyu Ra (OC)

Kim Ha Ni (OC)

Lee Hyun Hae (OC)

Other cast : All member EXO

Rating                : Semua umur

Length               : chaptered

Disclaimer            : EXO belong to GOD, SM, and their parents. Dan ini adalah cerita murni dari hasil pemikiran kami, jadi mohon maaf apabila ada kesamaan jalan cerita atau latarnya. Don’t Plagiat, Don’t be SIDERS and I HOPE YOU LIKE IT. And don’t forget to give a Cement.

Author note’s : Terima kasih atas komentar dan semangat dari para readers, terutama kepada para readers yang sudah memberi kami saran, kritik dan komentar.  Sekali lagi author mengucapkan gamsahamnida ^^

 

AWAS!!!      Typo bertebaran dimana-mana!!!

 

 

***

 

 

 

“Sepertinya rahasia kita sudah terungkap” ucap Sehun, salah satu namja yang berada di ruangan tersebut

 

“Sebaiknya kita segera menemui yang lain, untuk mengatakan masalah ini” ucap D.O sambil meninggalkan Chanyeol dan Sehun.

 

Setelah keluar dari rumah tersebut, Hyu Ra berhenti sebentar dengan nafas yang terengah-engah. “Apa benar, kejadian yang aku lihat ini nyata” gumamnya setelah ia bisa mengatur nafasnya.

 

.

.

.

.

.

.

.

 

 

 

 

“Hei, kenapa kau lama sekali?” tanya Ha Ni  kesal.

 

“Sudahlah, nanti saja kujelaskan lebih baik sekarang kita pergi dari sini” ucap Hyu Ra terburu-buru dan langsung menaiki kendaraannya dan diikuti Hyun Hae dan Ha Ni di belakangnya.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Setelah selesai makan malam, kedua belas namja itu segera berkumpul di suatu ruangan yang biasanya mereka gunakan untuk membahas hal-hal yang penting. Setelah disuruh berkumpul oleh D.O, Chanyeol, dan Sehun.

 

“Sebenarnya apa yang ingin kalian bicarakan disini?” ucap Suho memulai pembicaraan.

 

“Sepertinya kekuatan kita sudah diketahui oleh manusia” ucap D.O

 

“Maksudmu . . . Bagaimana bisa ? Kita selalu menyembunyikan kekuatan kita selama ini” jawab Tao

 

“Apa salah satu dari kalian, telah mengeluarkan kekuatan saat berada di luar?” sahut Kris

 

“Bukan, tapi dia telah melihat aku dan Chanyeol hyung saat kami sedang berlatih” jelas Sehun

 

 

Seketika itu suasana menjadi tegang, karena rahasia yang telah mereka simpan selama beberapa tahun tinggal di bumi telah diketahui oleh seseorang. Sebagai seorang pemimpin, Suho harus segera mengambil tindakan, meski dari raut wajahnya terlihat tenang, tapi tetap saja hatinya mengatakan yang sebaliknya.

 

Setelah beberapa saat, Suho akhirnya menghembuskan nafasnya perlahan “Lalu apa kalian melihat orang itu?”

 

“Eoh,, kami tahu, dia adalah orang yang mengantar makanan tadi” ucap D.O

 

“Kalau begitu, kita sudah tahu nomor telepon dan alamat dia bekerja. Dan Chen, aku ingin kau menyelidiki latar belakangnya” tegas Kris.

 

“Aku? Kenapa aku? Bukankah seharusnya D.O atau Chanyeol atau Sehun yang menyelidikinya. Bukankah mereka yang tahu siapa orang itu?” jawab Chen protes

 

“Aku sudah memiliki tugas lain untuk mereka, jadi kau jangan banyak bicara dan selidiki orang itu” ucap Kris tegas. “Ah, kau juga bisa meminta bantuan dari mereka bertiga, karena mereka yang tahu bagaimana wajahnya. Kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan aku pergi dulu. Aku lelah” lanjutnya

 

Setelah membahas permasalahan itu, mereka segera pergi dan bubar. Sedangkan Chen segera pergi untuk mencari latar belakang orang yang telah mengetahui rahasia mereka.

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

Setelah sampai di Cafe, Hyu Ra segera masuk ke dalam meninggalkan kedua temannya, sedangkan kedua temannya itu hanya saling berpandangan sambil mengangkat bahu tidak tahu.

 

“Haah, aku pasti sudah gila. Tidak mungkin yang aku lihat itu nyata” ucap Hyu Ra sambil menenggelamkan kepalanya ke atas meja.

 

“Ya, memangnya apa yang terjadi?” sahut Ha Ni sambil mendudukkan dirinya di salah satu kursi dan diikuti oleh Hyun Hae.

 

“Jika aku mengatakannya kepada kalian, apa kalian akan menganggapku gila?” ucap Hyu Ra dengan tatapan kosong.

 

“Tergantung. Jika yang kau katakan itu tidak masuk akal, maka itu artinya kau memang sudah gila” jawab Hyun Hae.

 

Setelah itu Hyu Ra mengangkat kepalanya dan menutupinya dengan kedua tangannya “Haah. Molla…. aku bingung, meskipun aku akan mengatakannya kepada kalian, kalian pasti tidak akan mengerti dan akan menganggapku gila”.

 

“Baiklah, tapi apa kalian tahu tadi aku dan Hyun Hae melihat seorang namja yang masuk ke dalam rumah itu. Sepertinya wajanya tidak asing” sahut Ha Ni mengalihkan pembicaraan, sambil mencoba mengingat siapa namja itu.

“Apa kau ingat Hyun Hae-ya?” lanjutnya.

 

Kemudian Hyun Hae mencoba untuk mengingat namja yang dilihatnya tadi bersama dengan Ha Ni.

 

“Aku ingat” teriak Hyu Ra yang seketika mengagetkan Hyun Hae dan Ha Ni. “Hei, apa kalian sudah lupa?” Tanya Hyu Ra. Sedangkan yang ditanya hanya menatap Hyu Ra dengan tatapan bingung.

 

“Memang apa?” Tanya Hyun Hae.

 

“Rumah yang kita datangi tadi adalah rumah dari kedua belas namja yang menyebalkan itu” jelas Hyu Ra.

 

Seketika Hyun Hae dan Ha Ni langsung ingat dengan kejadian tadi pagi kemudian ekspresi mereka berubah dengan mata dan mulut yang terbuka lebar.

 

“Apa kalian tahu, ternyata mereka benar-benar kaya” ucap Hyu Ra kagum sambil mengingat saat dia berada disana. Tapi itu semua tidak berlangsung lama, karena Hyu Ra ingat akan kejadian tadi.

 

“Ah. . . Bukannya tadi kau ingin mengatakan sesuatu kepada kami” ucap Ha Ni.

 

“Ah itu . . . Lupakan saja” ucap Hyu Ra sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sesaat kemudian, secara tidak sengaja, ia menoleh ke arah jendela.

 

Seketika itu juga, tubuh Hyu Ra menegang melihat seorang pria yang sedang berdiri tidak jauh dari mobilnya.

 

‘Apa yang dia lakukan disini. Apa karena kejadian tadi?’ batin Hyu Ra.

 

Tidak lama kemudian, pria itu masuk ke dalam Cafe. Hyu Ra yang tahu pria itu, segera pergi ke dapur meninggalkan Hyun Hae dan Ha Ni yang bingung.

 

“Ada apa dengannya?” tanya Ha Ni.

 

“Entahlah, aku tidak tahu” jawab Hyun Hae. Kemudian gadis itu melihat ke arah belakang, mencari sesuatu yang mungkin menyebabkan Hyu Ra pergi. Tapi sayangnya, gadis itu tidak menemukan apapun dan kembali ke posisi awal, sambil menyesap minumannya.

 

 

 

 

 

Hyu Ra POV

 

 

Astaga, apa yang dia lakukan disini dan bagaimana dia tahu tempat ini. Apakah dia kemari karena aku mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka?. Bagaimana ini?. Gumamku sambil ketakutan bersembunyi di dapur.

 

Setelah beberapa menit kemudian, aku mendapat pesan dari Hyun Hae yang mengatakan jika ia dan Ha Ni kembali pulang ke rumah. Kemudian aku memberanikan diri mengintip di belakang pintu untuk melihat apa pria itu sudah pulang atau tidak. Tapi sayangnya saat aku melihat dia masih berada disini.

 

“Huft. Sebenarnya apa yang dia lakukan disini? Kenapa dia masih belum kembali, bukankah pesanannya sudah selesai?” gumamku. “Bahkan sekarang dia sedang menggoda salah satu karyawan disini. Ck dasar” lanjutku.

 

“Apa yang kau lakukan disini?”

 

“Astaga paman, kau selalu saja mengagetkanku”

 

“Memangnya apa yang kau lakukan disini?” tanya paman kembali.

 

“Aku? Aku…. aku, hehehe tidak ada” ucapku bingung Kemudian memberikan senyuman terpaksa.

 

“Kau tidak bisa berbohong dari paman, jika tidak ada sesuatu yang terjadi tidak mungkin kau bersembunyi disini” ucap paman. Kemudian ia mencoba untuk menengok ke arah pintu yang setengah terbuka. Setelah itu paman tersenyum padaku.

 

“Apa karena namja itu? Kau punya hubungan dengannya?” ucap paman dengan senyuman yang menggodaku.

 

“Ania, aku tidak punya hubungan apapun dengannya. Bahkan aku sama sekali tidak mengenalnya” ucapku menyangkal.

 

“Kalau kau tidak mengenalnya, mana mungkin kau sampai bersembunyi disini”

 

“Sungguh paman, aku sama sekali tidak mengenalnya”.

 

Setelah berdebat kecil dengan paman, aku langsung menoleh ke arah pintu dan tidak mendapatkan namja itu lagi. Mungkin sepertinya dia sudah pergi.

 

“Sudahlah, kalau begitu kau bantu merapikan tempat ini. Sekarang sudah malam, dan kita harus pulang sekarang” ujar paman.

 

“Astaga, sepertinya keponakan paman sudah dewasa sekarang. Bahkan sekarang sudah memiliki kekasih” ucap paman sambil melangkah menjauh.

 

“Sudah kubilang aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya paman” teriakku di dalam dapur. Setelah itu aku langsung membersihkan lantai.

 

Setelah 30 menit kemudian, kami sudah selesai membersihkan semuanya dan para karyawan juga sudah pulang. Aku kemudian pergi keluar dan menunggu paman, setelah paman keluar ia segera mengunci cafe dan kami pulang ke rumah.

 

 

 

 

Hyu Ra POV End.

 

 

 

 

 

Setelah berjalan beberapa meter, Hyu Ra merasa bahwa ada yang mengikutinya dari belakang. Beberapa kali gadis itu menoleh ke belakang, tapi sayangnya dia tidak mendapatkan siapapun di belakangnya.

 

“Ada apa?” tanya paman.

 

“Tidak, tidak apa-apa” setelah mengucapkan hal itu, Hyu Ra masih tetap saja menoleh ke belakang.

 

“Ada apa,  kenapa dari tadi kau selalu menoleh ke belakang?” tanya paman sekali lagi.

 

“Ania, hanya saja aku merasa seperti ada orang yang mengikuti kita dari tadi”

 

Mendengar hal itu paman langsung menoleh ke belakang sebentar namun tidak menemukan apapun kemudian tersenyum sambil merangkul pundak Hyu Ra “Tidak apa-apa, mungkin itu hanya imajinasimu saja”

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Di suatu tempat dan dunia yang berbeda, terlihat ada seorang pria yang tiba-tiba muncul dengan kekuatan teleportasinya. Pria itu kini sedang berjalan di sebuah istana dengan sedikit mengendap-endap agar kedatangannya tidak diketahui.

 

Terlihat pria itu sepertinya sedang mencari sesuatu, entah itu apa, yang pasti pria itu selalu memasuki tiap ruangan yang ada, hingga akhirnya ia menemukan sebuah ruangan dan mendengar ada suara seseorang yang sedang berbicara di dalamnya, dengan pintu yang sedikit terbuka. Di bukannya pintu itu sedikit lebar, agar ia bisa melihat dan mendengar percakapan mereka.

 

Terlihat ada dua orang asing, yang satu memakai jubah berwarna hitam dengan tudung yang menutupi hampir seluruh wajahnya dan sedikit menundukkan kepalanya, sedangkan yang satunya tidak memakai jubah, tapi sayangnya dia tidak bisa melihat wajahnya yang menghadap ke belakang dan mereka berbicara saling berhadapan.

 

“Apa kau sudah mengetahui keberadaan dari mereka?” tanya seorang pria yang tidak memakai jubah.

 

“Belum paman, aku masih belum mengetahui tentang keberadaan mereka”

 

Orang yang dipanggil paman Itu pun terlihat frustasi, Karena masih belum mengetahui keberadaan mereka.

 

“Kau harus segera menemukannya, jangan sampai Raja Cyrus marah karena kau masih belum mengetahuinya”

 

“Ah, aku memiliki tugas lain untukmu. Apa kau bisa melakukannya?” lanjutnya.

 

“Jika aku bisa melakukannya, maka akan aku lakukan” jawabnya yakin.

 

“Baiklah, mungkin aku bisa mempercayakan tugas ini padamu dan jika kau bisa melakukannya, aku yakin ayahmu pasti bangga”

 

“Memang apa yang harus aku lakukan?”

 

“Aku ingin, agar kau menemukan sebuah buku…”

 

Belum selesai pria itu berbicara, tiba-tiba saja orang yang diajak bicara mengetahui jika pembicaraannya di dengar oleh orang lain saat ia mendongakkan kepalanya sedikit, melihat hal itu ia segera berjalan meninggalkan pria yang di panggil paman tersebut.

 

Melihat jika keberadaannya sudah diketahui, pria itu segera melangkah pergi meninggalkan tempat itu dan bersembunyi di suatu ruangan. Sedangkan pria bertudung itu, pergi berlari untuk mencarinya.

 

“Ternyata kau sudah berani masuk ke dalam kerajaan, Kai…” gumam pria bertudung itu dengan sedikit menyeringai.

 

“Tak kusangka, saat aku mencari keberadaanmu dan yang lainnya, aku justru malah menemukanmu disini” lanjutnya sambil berjalan mencari pria yang ia panggil Kai itu.

 

Saat ini pria bertudung itu sudah berada di depan ruangan itu. Setelah beberapa saat, akhirnya ia memegang kenop pintu itu tapi kemudian hal itu diurungkannya, kemudian pria itu berbalik sambil menunjukkan smirknya dan segera berlalu dari tempat itu.

 

Setelah merasa cukup aman, Kai segera keluar dari ruangan itu dan menuju ke suatu tempat. Tanpa ia sadari, ada seorang pria yang berada di belakangnya.

 

‘Sepertinya, sebentar lagi aku akan mengetahui keberadaan mereka’ batin pria itu.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Tidak lama setelah itu, saat hampir berada di perempatan jalan, tiba-tiba mereka dihadang oleh sekumpulan pria yang sedang mabuk . Melihat hal itu, Hyu Ra langsung bersembunyi di belakang pamannya.

 

“Wah, kenapa kau bersembunyi gadis cantik? Kau pikir kau bisa bersembunyi di belakang pria tua ini?” ucap salah satu pria yang berada di paling depan dengan setengah mabuk

 

“Daripada kau bersama pria tua itu, lebih baik kau bersama dengan kami” ucap pria yang lainnya yang sepertinya bertubuh tegap.

 

“Hei, kalian jangan asal bicara aku bukan pria tua, aku ini masih berumur 30-han” ucap sang paman kesal.

 

“Hah, aku sama sekali tidak peduli, sebaiknya sekarang cepat berikan gadis yang berada di belakangmu itu” ucap pria yang paling tinggi di antara yang lainnya dengan nada sedikit meninggi.

 

Tidak jauh dari tempat mereka berada, terlihat seorang pria yang dari tadi sudah mengikuti mereka. Wajahnya terlihat tenang, meski di depannya ada dua orang yang sedang membutuhkan bantuan.

 

“Aku ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya”

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Di lain tempat, terlihat ada seorang pria yang sedang memasuki ruang keluarga

 

“Bagaimana dengan keadaan disana Kai?” tanya Suho.

 

“Semuanya dalam keadaan baik-baik saja, tapi aku mendapat sedikit informasi saat mereka sedang berbicara tentang sesuatu”

 

“Informasi apa?” tanya Xiumin.

 

Setelah mendengar ucapan dari Kai, salah satu di antara mereka tiba-tiba merasa terkejut dan ketakutan.

 

“Ada apa Tao?” tanya seorang pria yang berada di sampingnya.

 

“Apa kau tahu sesuatu tentang hal ini?” lanjutnya

 

“Entahlah ge, tiba-tiba saja setelah Kai mengatakan hal itu aku langsung mendapatkan sedikit gambaran tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan” jelas Tao.

 

“Lu ge, apa ini akan benar-benar terjadi?” lanjut Tao bertanya kepada pria yang berada di sampingnya.

 

Sedangkan yang lain, sama sekali tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Tao, dan yang hanya mengetahui hal itu hanyalah Luhan. Karena pria itu memiliki kekuatan pengendali pikiran, jadi dia bisa melihat apa yang ada di pikiran Tao saat ini.

 

“Lu ge, katakan pada kami apa yang dimaksud oleh Tao” ucap Lay.

 

“Aku tidak tahu, gambaran yang dilihatnya tidak terlalu jelas dan terpotong-potong. Tapi aku yakin jika sesuatu yang buruk akan terjadi” jelas Luhan.

 

Seketika itu semuanya menghela napas kasar, bahkan ada juga yang bingung dan pusing memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Baru saja rahasia mereka telah diketahui dan sekarang, mereka harus menghadapi masalah yang lebih rumit.

 

“Tadi kau bilang mereka mengatakan sesuatu, memang apa yang mereka katakan?” tanya Suho sambil memijit pelipisnya, pria itu pusing masih belum selesai dengan masalah yang tadi, dan sekarang mereka harus menghadapi masalah yang lain.

 

“Entahlah, tadi aku sempat mendengar mereka berbicara mengenai sebuah buku. Dan belum sempat aku mengetahui lebih lanjut, salah satu dari mereka hampir saja menemukanku” jelas Kai.

 

“Kalau begitu untuk ke depannya kau harus lebih berhati-hati” ucap Xiumin menasihati salah satu adiknya.

 

“Sekarang Chen kemana, apa dia masih belum pulang?” lanjutnya.

 

“Kurasa belum” jawab Sehun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

 

TBC

 

Gimana dengan kelanjutannya, alurnya kacepetan gak? Terkadang author sempat khawatir kalo alurnya kecepetan, mungkin di chapter yang selanjutnya kalian akan liat, apa yang akan mereka lakukan kepada Hyu Ra. Jadi author harap kalian bisa bersabar menunggu kelanjutannya. Gamsahamnida ^^

 

And PLEASE give the comment and LIKE. Saran dan kritikan dari para readers sangat penting  and DON’T BE SILENT READERS!!

 

 

 

 

One thought on “3 Foolish Girls and Handsome Aliens (chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s