Maybe, you.. (Chapter 7 – END)

IMG_291957474318

Title: Maybe, you.

Author: exolras

Main Cast: Kim Hyeri, Oh Sehun, Jung Eunra

Other Cast: Park Eunji, members EXO OT9, Kim Hanbin

Genre: school life, romance

Length: Chaptered

Rating: Teen

—-Maaf yee kalau ada typo—-

 “Disini saja bersamaku!,” perintah Sehun sunbae, dan lagi-lagi aku mengikuti perintahnya, entah kenapa. Lalu aku berdiri disebelahnya, Sehun sunbae memang benar-benar sangat tampan sekali, parfume nya sangat tercium wanginya. ‘degdegdeg’ Ya! Kenapa jantung ku berdetak seperti ini lagi, seperti baru pertama bertemu. Kalau seperti ini bagaimana bisa aku melupakannya.

Author POV
Acara sudah selesai, kini semua sudah pulang. Tapi, Hyeri, Hanbin, dan anak EXO masih berada di dalam rumah Eunji lebih tepatnya lagi ruang tengah. Chanyeol dan Jongin bermain PlayStation, Jongdae, Minseok dan Hanbin menonton mereka, Hyeri pun juga. Kyungsoo, Suho, Lay, dan Sehun bermain handphone masing-masing. Baekhyun dan Eunji menonton film lewat laptop.
‘Ddrrrtt’ handphone Hyeri bergetar. Hyeri terkejut, karena nomor itu tidak dikenal nya.
From: xxxxx
“Saranghae”
“Nuguya?,”
“Apa perlu kamu tau aku siapa?,”
“Siapa kau sebenarnya?,”
“Kalau ingin tau aku siapa, temui aku besok di atap sekolah,”

Lalu tak dibalas lagi oleh Hyeri. Dia mengira jika itu adalah Sehun, tapi tidak mungkin. Lalu Hyeri langsung melihat kearah Sehun, saat itupun Sehun juga melihat Hyeri. Hyeri langsung gelagapan, “Hanbin-ah kajja! Kita pulang,” ajak Hyeri dengan tiba-tiba. “Sabarlah Hyeri-ya, aku ingin main PlayStation,” kata Hanbin yang masih menunggu Jongin dan Chanyeol selesai main, karena dia ingin tanding dengan yang menang. “Ah jinjja!,” Hyeri kesal lalu kembali menonton mereka dengan terpaksa. ‘Drrrt drttt’ handphone Hyeri bergetar, ternyata eomma nya sudah menelpon
Eomma call
“Yeoboseyeo”
“Cepatlah pulang! Ini sudah malam, ppali!,”
“Ne eomma,”

“Aku pulang duluan,” Sehun berdiri dari tempat duduknya. “Itu Sehun sunbae ingin pulang, pulanglah bersama dia,” perintah Hanbin. “Aniyo, aku menunggumu saja,” jawab Hyeri. Lalu Sehun pergi, “Ya!! Hyeri-ya, kau sudah ditelpon eomma mu, lebih baik kau pulang bersama Sehun sunbae saja,” jerit Eunji. “Aishh kalian ini. Arraseo!,” jerit Hyeri, lalu pergi menyusul Sehun yang sudah ada di luar. Mereka semua tertawa jail dan senang melihat Hyeri dan Sehun pulang bersama.

Luar rumah Eunji
“Sunbae! Aku pulang denganmu,” kata Hyeri dengan berusaha sedingin mungkin. “Hemmm,” jawab singkat Sehun. Lalu Hyeri menaiki motornya.

“Sunbae, ini bukan jalan arah rumahku,” kata Hyeri bingung. “Memang,” jawab Sehun dengan dingin. “Aishh, kalau begitu kenapa tetap jalan terus kalau sudah tau ini bukan jalan rumahku,” balas Hyeri. Lalu Sehun berhenti disebuah taman yang sangat indah, dihiasi lampu yang remang-remang. Lalu ia duduk disebuah bangku taman, “Duduklah disini,” kata Sehun. Hyeri duduk, “Sunbae, mengapa kita kesini, kau kan tau aku harus pulang. Ini sudah sangat malam sekali, bisa-bisa eomma mengomeliku,” jelas Hyeri. “Teruslah berbicara, aku sangat merindukan suaramu,”. Sehun memakai jas ditambah dengan jaket berwarna merah. Lalu ia melepas jaketnya dan dipakaikan pada Hyeri, “Pakailah ini,” kata Sehun. “Aku sengaja membawamu kesini. Sudah lama aku tak bersamamu seperti ini. Aku sangat merindukanmu, apa kau juga merindukanku?” tanya Sehun, tapi Hyeri tak mananggapinya. “Arraseo, kalau kau tidak ingin berbicara lagi. Ini masih jam 9, aku akan mengantarmu pulang jam 10. Lagi pula aku sudah meminta ijin dengan eommamu,” kata Sehun, lalu ia menyandarkan kepalanya di bahu Hyeri. “Mwo?” kaget Hyeri pelan. Malam itu membuat Hyeri sampai lupa kalau ia tidak ingin lagi dekat dengan Sehun.

Esok hari, kelas Hyeri
“Hyeri-ya!,” panggil Eunji mengagetkan Hyeri. “Haishh. Kau ini. Mwo?,” tanya Hyeri. “Bagaimana tadi malam? Apa kalian mengobrol disepanjang jalan?,” tanya Eunji mengenai tadi malam. “Apa penting untuk kau tau?” tanya Hyeri. “Apa kau masih mengharapkan Sehun sunbae?,” tanya Eunji. “Aniyo,” jawab Hyeri. “Kau berbohong. Aku tau kau masih mengharapkan Sehun sunbae. Berbaikanlah dengannya, kau harus tau Sehun sunbae itu juga sangat menyukaimu,” jelas Eunji. “Ah jinjja? Menyukaiku? Itu tidak mungkin sekali Eunji-ah, tipe dia itu bukan sepertiku. Bukankah sudah kubilang, berhentilah membicarakan tentang dia padaku, dan menyuruhku untuk dekat lagi dengannya. Dan berbicara jika Sehun sunbae menyukaiku, karena itu tidak mungkin sekali,” jelas Hyeri lalu pergi meninggalkan Eunji. “Ya!! Aishh anak itu benar-benar,” Eunji kesal lalu pergi untuk menemui Baekhyun.

Atap sekolah
Karena Hyeri masih sangat penasaran dengan yang mengirim sms tadi malam itu, maka dia ke atap sekolah. “Tidak ada siapa-siapa disini. Apa aku sms saja orang itu,” Hyeri berbicara sendiri lalu duduk dan mengeluarkan handphone nya.
To: xxxxx
“Cepatlah ke atap sekolah! Aku sudah ada disini,”
“Ah, kau ternyata benar-benar ingin tau aku siapa? Arraseo, tetaplah disitu aku akan kesana,”

Tak lama Hyeri menunggu lalu orang itu datang, lalu duduk disebelah Hyeri. “Mwo?,” kaget Hyeri, lalu dia langsung berdiri untuk pergi tapi, “Kau mau keluar? Percuma saja, pintunya sudah aku kunci,” kata Sehun, iya orang yang sms Hyeri itu adalah Sehun. Dan pintu keluar nya sudah Sehun kunci, entah kenapa. Lalu Hyeri kembali duduk pasrah. “Hanya tempat ini mungkin yang bisa membuat kita berbaikan, aku sebenarnya ingin membicarakannya tadi malam. Tapi sepertinya waktu nya belum tepat. Aku tau kalau aku membicarakannya tadi malam, mungkin kau tidak akan mendengarkannya,” kata Sehun memulai pembicaraan. “Sebenarnya apa lagi yang terjadi denganmu? Aku mohon jawab aku,” tanya Sehun. Mereka tidak saling bertatapan. “Sunbae pernah ke club bersama Eunra sunbae,” jawab Hyeri. “Mwo? Aku tidak pernah ke club. Eomma dan appa ku melarang untuk pergi kesana,” jelas Sehun. “Tapi ada fotonya sunbae dan Eunra sunbae,”  kata Hyeri. “Ya!! Kenapa kau begitu percaya?,” tanya Sehun. “Awalnya aku tidak percaya. Tapi ada foto sunbae dan Eunra sunbae,” jawab Hyeri. “Yaa ya! Paboya!,” kata Sehun sambil memegang dan menarik kepala Hyeri untuk menghadapnya. “Kenapa kau percaya? Itu pasti hanya editan. Aku tidak pernah keluar malam hanya untuk ke club dan bersama yeoja, kalau kau tidak percaya bisa tanyakan pada eomma, appa, penjaga rumahku dan teman-temanku” jelas Sehun lalu melepas tangannya dari kepala Hyeri. “Terserah kau mau percaya atau tidak. Yang jelas aku tidak pernah sama sekali keluar malam bersama yeoja. Tapi aku mohon kita dekat lagi seperti dulu, kau itu adalah Nara dan Nara adalah kamu,” jelas Sehun. “Mwo?,” tanya Hyeri bingung. “Bukankah sudah pernah aku bilang jika sifatmu itu sama seperti yeojachinguku yang telah tiada. Jadi aku mohon tetap lah selalu ada disisiku, jangan percaya apa yang dikatakan oleh Eunra dan teman-temannya,” jelas lagi Sehun. ‘Greepp’ Sehun memeluk Hyeri. “Jinjja? Apakah sunbae memang sungguh-sungguh? Selama ini aku sangat sulit untuk melupakanmu sunbae,” balas Hyeri, lalu ia meneteskan air matanya. “Ya! Apa kau menangis? Aku sungguh-sungguh mencintaimu Hyeri-ya, aku tidak peduli bagaimana fisikmu. Aku sangat percaya banyak sekali yeoja cantik tapi hati mereka sangat jelek, memang ada yang cantik hatinya pun cantik juga tapi itu sangat langka. Tapi semua yeoja itu cantik, penampilan yeoja itu bisa diubah,” tanya Sehun tetap memeluk Hyeri dan mengelus rambutnya. “Gomawo sunbae. Kau telah menerimaku apa adanya. Sudah sekian lama aku menunggu seorang namja yang tampan tapi sifatnya baik, memang banyak sih tapi susah untuk kudapatkan pasti selera mereka yeoja yang cantik dan semoga saja kau adalah memang benar-benar namja yang dipersiapkan tuhan untukku,” jelas Hyeri dengan lirih. “Kau itu cantik Hyeri-ya, berhentilah merendahkan diri seperti itu. Namja lain itu tidak tau sebenarnya kau seperti apa, mereka hanya mementingkan fisik. Menurutku itu sangat tidak penting, yang terpenting adalah yeoja yang bisa mengerti aku dan sifatnya baik,” jelas Sehun lalu melepaskan pelukannya. “Uljima!,” perintah Sehun dengan lembut sambil menghapus air mata Hyeri. “Apa kau sudah memaafkanku?,” tanya Sehun. “Ne sunbae. Dan aku akan berusaha mengubah fisikku sebagus mungkin agar aku cocok jika jalan denganmu sunbae,” kata Hyeri sambil tersenyum. “Terserah kau saja, asalkan kau bisa mengerti aku dan aku juga akan mengerti denganmu. Jangan kau paksakan! Aku juga akan berusaha agar tidak menyakitimu, tapi pasti setiap hidup atau hubungan pasti ada masalah dan kita harus menyelesaikan nya secara bersama,” jelas Sehun. “Dan mianhae, karena kau tidak bisa menjadi yang pertama dihatiku. Dihatiku yang pertama hanyalah Nara, aku tidak bisa melupakannya, karena dia itu adalah yeoja yang sangat baik begitu pun juga dengan kau,” lanjut Sehun “Ne sunbae, aku mengerti. Seperti nya kita harus kembali ke kelas sekarang, ini sudah mau masuk,” ajak Hyeri. “Shiro, aku ingin disini saja bersama mu,” jawab Sehun lalu mengerucutkan bibirnya. “Yaa!! Belajar lebih penting dibandingkan bersamaku disini,” jelas Hyeri. “Ahaha iya iya nona Oh. Kajja,” ledek Sehun. “Ya!! margaku Kim,” balas Hyeri. “Semoga saja aku bisa mengubah marga mu menjadi Oh,” kata Sehun sambil tersenyum. “Oh iya, aku baru tersadar selama ini kau belum pernah memanggilku oppa. mulai sekarang panggilah aku ‘oppa’,” perintah Sehun. “Sehun oppa,” kata Hyeri, Sehun yang  mendengarnya tertawa senang dan Hyeri pun sedikit ikut tertawa melihat Sehun.

Pintu kelas Sehun
Eunra sedang menunggu kedatangan Sehun, tak lama itu Sehun datang. “Oppa! Kau darimana saja?,” tanya Eunra. “Penting untuk kau tau?,” Sehun tanya balik. Lalu Sehun menarik Eunra ke belakang kelas. “Yaa!! Oppa,” jerita Eunra. “Eunra-ya, aku mohon jangan kau rusak lagi hubunganku dengan Hyeri, jebal! Aku hargai kalau kau memang menyukaiku dan aku tau melihat orang yang kau suka bahagia dengan orang lain itu sangat menyakitkan. Tapi, aku mohon kau lupakan aku. Boleh kita berteman, tapi ubahlah sikapmu itu. Masih banyak namja diluar sana yang lebih dari aku, kau itu cantik dan pintar dalam dance pasti banyak yang menyukaimu. Aku mohon! Dan jangan panggil aku Oppa,” jelas Sehun dengan lembut. Eunra yang mendengar perkataan itu langsung meneteskan air matanya, “Mianhae Sehun-ah, sebenarnya aku ingin membicarakan tentang ini denganmu tadi saat istirahat tapi aku mencarimu kemana-mana kau tidak ada. Aku memang sangat tergila-gila denganmu dan aku suka mengaku-ngaku kalau aku yeojachingumu. Aku memang berlebihan, aku akan berusaha untuk melupakanmu, berbahagialah kau bersama Hyeri. Semoga saja Hyeri yeoja pengganti Nara. Mianhae! Aku telah sadar sekarang, dan aku akan berusaha menjadi yeoja yang lebih baik lagi,” lirih Eunra. “Uljima! Kalau kau ingin jadi temanku ubahlah sikapmu,” kata Sehun. “Ne Sehun-ah, aku mohon jangan membenciku. Aku ingin menjadi temanmu. Boleh aku minta permintaan satu saja padamu?,” tanya Eunra. “Mwo?,” tanya Sehun. “Boleh aku memelukmu?,” tanya Eunra. “Ne,” kata Sehun lalu Eunra memeluknya.

6bulan kemudian
Hari ini adalah hari kelulusan bagi anak-anak kelas XII.
Aula, setelah upacara kelulusan
Eunra mendekat pada rombongan anak EXO, Hyeri, Eunji, dan Hanbin. Lalu dia kearah Hyeri, mereka melihat Eunra dengan bingung. “Aaada apa sunbae?,” tanya Hyeri dengan takut. ‘Greepp’ Eunra memeluk Hyeri, “Mianhae Hyeri, maafkan aku selalu membuat masalah denganmu, itu karena aku terlalu tergila-gila dengan Sehun. Tapi aku sadar sekarang, mungkin bukan aku yeoja yang cocok dengan nya yang cocok itu kau. Kudoakan semoga kalian memang benar-benar jodoh, jagalah Sehun dengan baik-baik. Apa kau akan memaafkanku? Kalau tidak, tidak apa-apa. Dan boleh aku berteman denganmu dan Sehun?,” tanya Eunra, lalu melepas pelukannya. “Ne sunbae, gwenchanayo. Silakan kalau sunbae ingin berteman denganku dan Sehun sunbae. Tapi sunbae jangan membuatku terluka lagi, aku mohon. Aku berharap Sehun sunbae lah yang terakhir untukku,” jawab Hyeri. “Aniyo, aku tidak akan melakukannya lagi Hyeri-ya, aku hanya ingin melihat kalian berbahagia. Dan aku juga akan mencari namja yang lebih cocok untukku, mungkin saat aku di universitas nanti,” jelas Eunra lalu melepaskan pelukannya. “Denganku saja,” kata Jongin yang mengejutkan semua orang terutama Eunra. “Mwo? Kenapa kalian seperti itu? Aku sebenarnya sudah menyukai Eunra dari dulu, tapi saat aku tau jika dia sifat nya seperti itu jadi aku tidak mengharapkannya lagi. Dan sekarang, Eunra-ya apa kau benar-benar ingin berubah?,” jelas Jongin dan bertanya lalu mendekat pada Eunra. “Ne Jongin-ah, aku benar-benar ingin berubah,” jawab Eunra. “Kalau begitu jadilah yeojachinguku, aku sangat menyukai yeoja yang pintar dalam dance,” kata Jongin. “Terima saja Eunra-ya, Jongin tidak beda jauh kok dari Sehun. Yang membedakan hanya kulitnya saja, hahahah,” kata Jongdae, mereka semua ikut tertawa mendengar kata-kata Jongdae. “Hemm. Aku mau, dan aku akan berusaha menjadi yeoja yang baik untukmu,” kata Eunra, lalu Jongin memelukknya. “Yaa!! Jongin, Sehun, dan Baekhyun sudah memiliki yeoja. Bagaimana dengan kita yang lebih tua dari mereka belum mendapatkan yeoja,” celoteh Lay. “Hahahaha,” mereka semua tertawa mendengar perkataan Lay. “Hyung, tenang saja banyak yeoja yang menyukai kita, mungkin saat ini belum waktunya, karena belum ada yang cocok untuk kita,” kata Jongdae. “Benar kata Jongdae. Bagaimana kalau sekarang kita makan bersama? Aku yang akan mentraktir kalian,” ajak Suho. “Wahh, KAJJA!,” jawab mereka secara bersamaan. Lalu mereka keparkiran, mereka pergi dengan mobil Suho dan Chanyeol. “Hyeri-ya, aku akan menjadi yang terakhir untukmu,” bisik Sehun. “Semoga saja sunbae,” kata Hyeri. “Yaa!! Kau selalu lupa, panggil aku oppa!,” perintah Sehun. “Ahh, arraseo. Mianhae Sehun oppa,” kata Hyeri. Lalu Sehun tersenyum, “Saranghae Kim Hyeri,” kata Sehun. “Nado saranghae Oh Sehun,” balas Hyeri sambil menatap Sehun

-END-

Maaf banget ya lama, sebenernya 2 minggu yang lalu sudah jadi tapi minggu kemarin aku uts jadi belum sempet update ini. Pas aku mau update ff ini, aku baca lagi ternyata pendek banget terus aku tambahin lagi. Semoga aja ini gak kependekan. Gomawo yang sudah membaca ff ku sampai selesai, maaf kalau ada bagian yang tidak jelas ceritanya. Wajar karena, baru pertama buat ff. buat semua yang sudah baca ff terakhir ini, jangan lupa kasih comment ya😉

 

2 thoughts on “Maybe, you.. (Chapter 7 – END)

  1. Jujur. Ya thor…bukanya gk menghargai kerja keras mu tapi mnurut ku endingnya kurang ngefeel ….dan rada gimana…gitu mungkin gara2 alurnya rada kecepetan ….

    Tapi tetep semangat dan terus berkarya ya thor…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s