My Boss (Chapter 1)

Poster FF My Boss

My Boss

Author : Hannitae

Genre : AU, Romance, Life Story

Rating : PG-15

Length : MultiChapter

Cast(s) : Exo’s Chanyeol, Go Nam Bi (OC), Oh sehun, Kim Ji An (OC) and other cast(s) you can find by ur self

Ps : saya hanya meminjam nama pemeran cerita, mohon maaf jika ada kesamaan tempat dan cerita. Ff ini berdasarkan pemikiran saya. Maaf jika ada kesalahan kata-kata dalam cerita. Happy reading ^^

 

 

=MY BOSS=

 

Minggu pagi yang cerah sebelum matahari tepat berada di atas kepala Nam bi berlari keluar rumah menuju tempat biasa dia bekerja. Pekerjaan yang hanya menyita waktu sabtu-minggu nya yang tak lain ia adalah part timer sebuah kafe di kawasan padat kota seoul. Lari adalah aktivitas biasa setiap sabtu dan minggu sebelum siang, Nam bi selalu terburu buru entah apa yang ia kerjakan sebelumnya.

“bahkan aku belum sarapan dan harus berlari seperti ini, ya ini salahku masa bodo lah” gerutu Nam bi dan terus berlari menuju tempat part timernya.

Nam bi sampai di kafe dengan tergesa gesa dan langsung melakukan pekerjaan nya seperti biasa. Melayani yang butuh pelayanan seperti itulah pekerjaan nya. Membuat pesanan, membersihkan alat-alat kafe dan masih banyak lagi, setidaknya ia tidak mati kelaparan sampai sekarang. Mengingat ia adalah mahasiswi tingkat empat yang sebentar lagi akan lulus membuat pengeluaran nya semakin memberontak.

“Hei ada apa dengan muka mu, apa kau terlihat seperti itu setiap hari” tawa Ji an yang terdengar jelas di telinga Nam bi yang hanya setengah meter jaraknya dari tempat ia berdiri.

“muka ku dilahirkan seperti ini. Jadi aku akan terlihat seperti ini setiap hari apa kau puas”

“kau hanya perlu menambahkan garis melengkung tepat berada di bawah hidungmu dan kau akan berubah. Setidaknya matra ku itu berhasil membuat mu berubah” senyum nya penuh kemenangan

“ya jika itu ku lakukan, bahkan tanpa mantra mu itu jika aku mau”

“aku akan membuat kau melakukan nya”

“cihh” dengus Nam bi tak percaya.

Ji an sudah seperti keluarga bagi Nam bi. Ia menemani hari hari Nam bi yang datar, mungkin Ji an adalah teman yang sebenarnya. Teman nya yang lain hanya membutuhkan nya disaat penting dan meninggalkan nya disaat ia butuh. Ji an yang selalu khawatir tentang nya bahkan ia sendiri kadang acuh dengan diri nya sendiri.

Nam bi biasa pulang sore tapi hari ini ia pulang malam karena ia harus menggantikan Ji an yang hari ini tidak bisa full bekerja karena ia harus mengurus kepindahan nya ke seoul mengingat ia berasal dari busan jadi ia harus mengurus surat kepindahan nya itu.

“hei pulang lah ini sudah malam, apa kau mau diculik oleh orang tak dikenal. Pulanglah aku akan mengerjakan bagian mu” suara Jongdae membuat Nam bi kaget, ia sedang membereskan meja kafe yang kotor.

“tinggal sedikit, aku hanya perlu membersihkan satu meja lagi”

“pulanglah, apa kau tega menyuruh sehun menunggu mu di depan”

“sehun di depan, dia tidak menelepon ku jika ingin pulang bersama ku. Terimakasih jongdae-ya aku pulang duluan” Nam bi menyambar tas nya yang tergantung di rak karyawan dan mengucapkan salam perpisahan kepada Junmyeon rekan satu kampusnya yang juga rekan satu part timer.

Tiba-tiba Jongdae memanggil Nam bi dari belakang “kau tidak pulang bersama Ji an” Tanya nya.

“Ji an ada urusan tadi ia pulang duluan”

“kau selalu bersama nya, baiklah hati-hati”

“begitukah” Nam bi meyakinkan

Jongdae tidak menjawab Nam bi ia masih sibuk membersihkan meja kafe. Nam bi mengucapkan selamat tinggal yang kedua kali Junmyeon lalu mengiyakan Nam bi yang berlari keluar kafe.

 

****

 

“ia cukup lama di dalam, apakah jongdae sudah memberi tau nya” sehun berdiri di depan kafe menunggu Nam bi keluar. Hampir dua puluh menit sebelum Nam bi keluar, ia berfikir untuk menunggunya saja da tidak menelepon karena pasti tidak akan dijawab oleh Nam bi.

“sehun-a maaf aku lama, aku tak tahu kau menungguku. Kenapa tidak telepon saja” tanya Nam bi menghampiri sehun

“kau pasti tidak akan mengangkatnya, ponsel mu selalu di setting hening bukan. Ayo pulang aku lapar”

“tumben sekali kau mengajak ku pulang bersama mu” Nam bi berjalan di samping sehun menghentakkan jalan kakinya sejajar dengan sehun.

“aku melewati tempat kerjamu saat pulang, jadi aku memutuskan untuk mengajakmu pulang bersama dan kebetulan aku bertemu Jongdae ia mengatakan bahwa kau belum pulang jadi aku menunggumu”

Nam bi diam dalam hening dan berjalan sejajar dengan sehun, angin malam kota seoul yang dingin membuat Nam bi lapar. Ia ingin mengajak sehun makan dengan nya. Ini pertama kali nya sehun pulang bersama Nam bi. Sebelum nya mereka hanya berkirim pesan jadi mereka agak canggung ketika bertemu langsung.

“bagaimana kalau kita makan malam dulu. Perutku sudah meronta, aku lapar” suara sehun memecah keheningan

“aku ingin jajjangmyeon” respon Nam bi

“baiklah aku traktir karena aku mengajakmu pulang bersama”

“akhirnya ada yang mentraktir ku juga setelah sekian lama” tawa Nam bi lalu diikuti tawa sehun yang berat.

Mereka sampai di kedai jajjangmyeon yang tak terlalu jauh dari rumah Nam Bi. Mereka memesan dua jajjangmyeon dan satu botol soju. Kedai ini adalah tempat langganan Nam bi jadi ia pasti akan diberi diskon oleh pemilik kedai ini.

Setelah selesai sehun mengantar pulang Nam bi yang jarak rumah nya tak jauh dari kedai tadi. Pinggiran Jalanan yang dipadati bunga blossom pink menambah kesan cantik jalanan kota seoul. Mereka berjalan layaknya seorang kekasih yang mengantar pacarnya pulang. Tapi mereka bukan sepasang kekasih mereka bahkan baru memulai pertemanan empat bulan lalu.

Nam bi bertemu sehun ketika ia membeli bubble tea dekat kampusnya, Nam bi tak sengaja menumpahkan sedikit bubble tea nya ke baju sehun ketika ingin keluar kedai dan itulah awal pertemuan memalukan Nam bi dan sehun. Sampai sekarang Nam bi masih mengingat kejadian itu dan tanpa disangka sehun menjadi teman nya sekarang. Dunia berubah begitu cepat sampai Nam bi tak sadar apa yang sudah terjadi.

“apa yang kau pikirkan huh” goda sehun

“tak ada hanya sebuah impian yang tak nyata”

“apa”

“aku ingin cepat pulang” jawab Nam bi cepat

“impian itu akan menjadi nyata” tawa sehun renyah

“aku tau itu rumah ku sudah ada di depan mata dan sebaiknya kau pulang, aku capek sekali huftt” tarikan napas panjang Nam bi yang meyakinkan sehun ia sangat lelah

“aku pulang” sehun melambai dan berbalik badan berjalan pulang, Nam bi balas melambai dan segera berjalan menaiki tangga menuju lantai dua apartemen kecilnya. Ia tinggal di apartemen seperti ini karena tanah mahal seoul yang tak sanggup ia beli. Ia hanya tinggal sendiri jadi lebih baik memilih apartemen kecil yang murah dari pada mengorbankan uang kuliah nya. Ia dan orang tua nya tinggal terpisah, orang tua nya di busan dan Nam bi di seoul karena harus berkuliah.

Nam bi membuka pintu apartemen dan menutupnya kembali, jarum panjang jam kamarnya menunjukkan pukul 10. Ia biasa tidur pukul Sembilan

“aku telat satu jam. Ini saatnya tidur” Nam bi mengganti pakaian dan segera tidur karena ia ada kelas pagi besok, ia akan telat kalau tidak tidur sekarang.

 

****

 

Chanyeol melangkahkan kaki kembali ke tempat duduknya. Meja nya  penuh dengan dokumen dokumen perusahaan. Ia hanya melihat sedetik dokumen itu. Ia tak acuh dengan itu sekarang. Chanyeol hanya butuh istirahat bukan tumpukan dokumen. Ia berdiri dan merapikan dokumen tersebut dan tak sengaja ia menyenggol papan nama dirinya.

“haha Chanyeol park vice president. Kau membuatku lelah” Chanyeol menunjuk papan nama nya dan kembali merapihkan papan itu.

Chanyeol bergegas pulang ke apartemen. Ia biasa pulang pagi tapi kali ini ia merasa lelah jadi ia memutuskan untuk pulang lebih awal dari biasanya.

Mobil hitam yang terparkir rapih kedatangan tuan nya yang sudah sangat lelah. Chanyeol meyakinkan ia bisa menyetir. Sebenarnya ia bisa saja memanggil supirnya untuk membawanya pulang tapi ia menolak karena ia harus menunggu supir nya datang.

“itu akan membutuhkan waktu, aku sudah lelah. Ayo kita pulang” ia membuka pintu mobil menyalakan mesin dan jalan. Jalanan kota seoul yang tak terlalu padat pada malam hari membuatnya menaikkan kecepatan mobil nya.

Chanyeol tiba di apartemen yang bisa dibilang mewah. ia cepat cepat mengganti baju nya dan lagi lagi ia bertemu dokumen. Selalu seperti itu. Pekerjaan yang membosankan duduk di kursi menghadiri rapat setiap hari berjabat tangan dengan banyak orang membuat kesepakatan dan masih banyak lagi yang ia kerjakan setiap hari.

Chanyeol merasa matanya tak kuat menahan lagi lalu ia pergi tidur. Ia masih harus mengerjakan beberapa pekerjaan hari ini yang ia tunda. Pekerjaan ini membuat lelah sekaligus menghasilkan uang banyak. Ia harus mengorbankan waktu santai nya kadang kadang ketika ada rapat penting. Seperti itulah hidupnya. Ia tak terlalu punya banyak teman karena selalu sibuk dengan pekerjaan nya. Beberapa hanya datang saat butuh lalu ia dibuang begitu saja. Menyedihkan.

 

****

 

 

“apakah aku harus mendekatinya lagi, ia sangat dingin” piker sehun bingung.

Ia menggambil satu kaleng bir dan menegak nya kasar. Sehun bukan tipe peminum banyak tapi kali ini ia merasa sangat ingin minum entah apa yang dipikirkan nya. Mungkin wanita itu.

Sehun mencoba menegak bir nya lagi tapi mustahil ia sudah terlalu banyak minum pandangan nya kabur, ia mencoba menggerak kan kepalanya tapi pandangan nya masih tetap kabur. Sehun terlalu banyak minum. Ia bahkan tak tau berapa kaleng bir yang ia habiskan ditambah lagi soju yang ia minum bersama Nam bi tadi.

“aku pusing, dan rasanya pahit” ucapnya lalu ia tebaring di sofa. Pengaruh alcohol yang kuat membuatnya tak sadarkan diri.

 

 

 

 

 

TO BE CONTINUE……

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 thoughts on “My Boss (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s