N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 6)

6

Tittle                   : N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 6)
Author              : Kang Gin Jin
Genre               : Romance, Friendship, School Life

Length              : Chaptered

Rating               : PG 13+

Main Cast        : Kim Hyu Rin (Yuri) | Oh Se Hun (Sehun)

Support Cast  : Byun Baek Hyun (Baekhyun), Oh Se Hee (Sehee), Park Chan Yeol (Chanyeol), Shin Hyu Ra (Hyu Ra)

Disclaimer       : Story and plot in this fanfic originaly made by me.

Author’s note : Saya akan menunggu komennya para Readers. Mian jika alurnya gj dan terlalu cepat. No kopas, no plagiat. Gomawo.

Warning           : Typo bertebaran

 

N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 6)

 

Setelah insiden itu, Yuri berusaha menghindari Sehun. Setiap melihatnya Yuri selalu menghindar agar tidak berbicara dengannya. Dia bersikap seolah tak mengenal Sehun.  Entah mengapa dia melakukan hal itu, Yuri sendiri tak tahu alasannya.

Hari ini Yuri memutuska untuk berjalan-jalan disekitar tempat tinggalnya. Karena hari ini adalah hari minggu. Jalanan disekitar tempat tinggalnya ramai oleh anak-anak yang sedang bersepeda. Ada pula yang berlari-lari kecil. Yuri memilih untuk berjalan sambil mendengarkan musik lewat earphonenya. Dia lalu berlari-lari kecil mengelilingi kompleks tempat tinggalnya.

Di ujung jalan yang sepi, dia melihat sekelompok preman menghadang seorang yeoja. Karean yeoja itu hanya sendirian, yeoja itu kalah dan dibawa entah kemana. Melihat hal itu, Yuri mengikutinya secara diam-diam. Setelah cukup lama mengikutinya, Yuri baru mengenali yeoja itu.

“Ya Tuhan, itukan Hyura. Aku harus menyelamatkannya”, kata Yuri.

Mereka berhenti di sebuah rumah kosong yang sudah lama di tinggal penghuninya. Mereka berjumlah tiga orang. Sebenarnya Yuri merasa takut, namun setelah melihat Hyura menangis dia tidak tega. Dengan mengumpulkan keberanian dia terus mengikuti mereka.

Sialnya, mereka masuk ke dalam rumah itu. Mereka menutup pintu rumah itu. Yuri lalu berusaha mencari jalan lain agar dapat masuk ke rumah itu. Dia berjalan mengelili rumah itu. dia melihat ada pintu di samping rumah itu, segera saja dia masuk lewat pintu itu dan mencari mereka.

Setelah menemukan mereka, Yuri segera mengendap-endap agar tidak ketahuan. Dia melihat Hyura meronta-ronta minta dilepaskan sambil menangis.

“Apa yang akan mereka lakukan”, kata Yuri entah pada siapa.

Samar-samar dia mendengar percakapan mereka.

“Kalian mau apa?”, tanya Hyura pada preman-preman itu.

“Apalagi sayang, seharusnya kau tahu. Kita akan bersenang-senang, benarkan teman-teman”, kata salah seorang preman yang tidak memegang tangan Hyura.

Ne”, jawab teman-temannya.

Ani, jangan. Jebal, jangan lakukan itu. apa salahku?”, kata Hyura.

“Kau tidak salah sayang. Kami hanya mengikuti perintah”, tangan preman itu terus meraba-raba wajah Hyura. Hyura berusaha menepisnya namun tidak bisa.

“Siapa yang menyuruh kalian?”, tanya Hyura. Dia terus meronta-ronta minta dilepaskan, namun sayang genggaman mereka terlalu kuat.

“Sanghee. Lee Sanghee yang menyuruh kami. Bukankah dia namja yang kau hina dan kau maki yang tak lain adalah putra dari pembantumu?”.

“Sanghee”, tanya Hyura memastikan.

“Iya, Sanghee. Sekarang sudah saatnya sayang, aku sudah tidak tahan”.

Salah satu preman itu telah membuka bajunya. Sedang 2 yang lainnya memegang tangan kanan dan kiri Hyura. Melihat hal itu Yuri tidak tinggal diam. Dia mencari sesuatu untuk digunakan melawan preman-preman itu. akhirnya dia menemukan kayu, tanpa pikir panjang Yuri mengambil kayu itu dan perlahan mendekati mereka.

Yuri menunggu saat yang tepat. Tepat saat mereka lengah, Yuri memukul kepala salah seorang preman yang berusaha memperkosa Hyura. Preman itu langsung tersungkur dan tak sadarkan diri. Melihat temannya pingsan, kedua preman yang lain melepaskan Hyura dan melawan Yuri. dengan cukup lihai, Yuri menghindari setiap gerakan mereka. Dan saat-saat yang tepat Yuri memukul balik mereka hingga babak belur. Mereka berdua lalu kabur meninggalkan temannya yang pngsan. Yuri cukup mahir dalam hal bela diri, karena sewaktu kecil dia pernah berlatih Judo. Setelah itu, Yuri menemui Hyura.

“Kau baik-baik saja Shin Hyu Ra?”, tanya Yuri. dia membantu Hyura berdiri.

Ne, gwenchana. Gomawo”, kata Hyura.

Melihat kondisi Hyura, Yuri melepas switernya dan memakaikannya pada Hyura. Baju Hyura robek dibagian depan. Mereka berdua berjalan keluar dari rumah kosong itu. Yuri membawa Hyura ke rumahnya. Sepanjang perjalan menuju rumah Yuri, Hyura masih menangis. Yuri berusaha menghiburnya.

Sampai di rumah Yuri, Yuri mempersilahkan Hyura duduk. Yuri lalu mengambil minuman untuk Hyura.

“Minumlah ini”, kata Yuri sambil menyerahkan minuman yang dibawanya. Hyura menerima minuman itu dan meminumnya. Dan itu sedikit menenangkan perasaannya.

Gomawo. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padaku, jika kau tidak datang”, kata Hyura.

Ne, sama-sama”, jawab Yuri.

“Kau memang baik Yuri. maaf atas sikapku selama ini padamu!”.

Ne, aku juga minta maaf jika aku punya salah padamu!”.

“Aku sudah salah menganggapmu selama ini”.

“Itu hanya karena kau belum mengenalku”.

“Sehun pasti sangat beruntung memiliki tunangan sepertimu”.

Raut wajah Yuri berubah setelah mendengar nama Sehun disebutkan. Dia jadi teringat dengan kata-kata Sehun saat di restoran. Yuri jadi termenung, melihat hal itu, Hyura menyadarkannya. Yuripun kaget, dia hanya menanggapinya dengan senyum. Dia tidak ingin membahas Sehun karena itu dia mengalihkan pembicaraan.

“Bagaimana bisa preman-preman itu ingin memperkosamu?”, tanya Yuri.

Hyurapun menceritakan tentang kronologi peristiwa yang baru saja dialaminya. Dan juga menceritakan dalang dibalik itu semua. Setelah mendengar cerita Hyura, Yuri hanya bisa memberinya masukan.

“Sebaiknya kau minta maaf pada namja itu. aku takut jika dia akan mencelakaimu lagi”.

Ne, kau benar Yuri. Aku harus minta maaf pada Sanghee. Dia pasti sakit hati dengan kelakuanku. Gowamo atas masukannya, kuharap setelah ini kita bisa menjadi teman”.

“Tentu saja”.

Mereka lalu berpelukan. Dan setela dirasa cukup mengobrolnya, Hyura pamit untuk pulang. Yuri mengantarnya pulang yang sebelumnya dia meminjamkan bajunya pada Hyura. Dan mulai saat itulah mereka menjadi teman.

  • §§

Hari-hari yang dilalui Yuri kini menjadi indah. Dia lebih bersemangat sekolah setelah mendapat teman baru. Pada awalnya Sehee sempat ragu pada Hyura, namun setelah diyakinkan oleh Yuri, Sehee pun mempercayai yeoja itu. Kini mereka menjadi teman akrab.

Mereka bertiga selalu bersama saat di sekolah, baik itu pergi ke kantin, ke perpustakaan dan ke tempat lainpun selalu bersama. Walaupun mereka dari kelas bangsawan, mereka tidak pernah sombong pada siswa-siswi lain yang dari kelas biasa. Mereka tidak segan menyapa siswa lain yang juga dari kelas biasa.

Hari ini Yuri pergi ke perpustakaan bersama kedua temannya yakni Sehee dan Hyura. Mereka mencari referensi untuk tugas mereka. Ketika mereka tengah asyik membaca, datanglah Chanyeol di tengah-tengah mereka. Dia duduk disebelah Sehee.

“Hai”, sapa Chanyeol pada mereka semua.

“Ow, Park Chanyeol”, jawab Yuri.

Hyura hanya menatapnya dan tersenyum, lalu melanjutkan aktivitasnya yakni membaca. Sehee tidak melirik Chanyeol sama sekali, dia masih asyik membaca buku.

“Serius sekali! Kau membaca apa?”, tanya Chanyeol pada Sehee.  Namun Sehee tetap tidak merespon. Dia masih asyik dengan buku bacaannya. Lalu Yuri menegurnya.

Eonni, Chanyeol bertanya padamu!”, kata Yuri.

Naega?”, kata Sehee sambil menunuk dirinya sendiri.

Ne, neo”, kata Yuri lagi.

Sehee lalu menoleh ke arah Chanyeol. “Itu bukan urusanmu”, katanya cuek.

“Apa salah jika aku bertanya?”, kata Chanyeol.

“Tentu saja tidak”, jawab Yuri dan Hyura serentak. Tapi tidak dengan Sehee.

“Tentu saja salah”, jawab Sehee.

“Ayolah Sehee, apa kau masih tidak bisa menerimaku?”, tanya Chanyeol.

“Jangan pernah ungkit masalah itu”, kata Sehee.

“Sebenarnya apa salahku? Sampai-sampai kau tak mau melihatku apalagi berbicara denganku”, kata Chanyeol.

“Sudah ku bilang jangan pernah ungkit masalah itu lagi”, kata Sehee dengan nada kesal. Dia lalu menutup bukunya dan meninggalkan mereka semua. Yuri dan Hyura hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, melihat kelakuan temannya itu.

“Sebenarnya apa hubungan kalian?”, yanya Hyura pada Chanyeol.

“Apa kalian tahu, sebenarnya aku menyukai Sehee”, jawab Chanyeol.

Jeongmal!!!”, kata Yuri dan Hyura serentak. Mereka tidak pernah menyangka hal itu.

“Sejak kapan?”, imbuh Hyura.

“Sejak kami masih sama-sama di bangku menengah pertama”, jawab Chanyeol.

“Menengah pertama!”, tanya Hyura memastikan.

“Bagaimana ceritanya?”, tanya Yuri.

“Aku mengenalnya sejak aku pindah sekolah ke sekolah yang sama dengannya. Dia yang pertama kali menolongku menunjukkan ruang kepala sekolah. Sejak saat itu aku mulai mengaguminya. Aku sudah berkali-kali menyatakan cinta padanya, tapi dia tidak pernah menanggapinya. Bahkan aku memilih sekolah ini juga karena mengikutnya. Sudah berbagai cara aku lakukan agar dia mau menerima cintaku, tapi juga tidak berhasil. Apa kalian punya ide, apa yang harus aku lakukan untuk meyakinkan Sehee kalau aku benar-benar mencintainya”, kata Chanyeol panjang lebar menceritakannya.

Mereka berfikir sejenak, kira-kira ide apa yang cocok untuk masalah Chanyeol. Cukup lama mereka saling terdiam. “Aku punya ide?”, kata Yuri memecahkan keheningan mereka. Yuri lalu menceritakan idenya itu. Pada awalnya Chanyeol tidak setuju, namun  setelah diyakinkan Yuri akhirnya dia setuju. Meskipun ide itu agak sedikit gila.

Keesokan harinya Chanyeol menjalankan ide yang diajukan oleh Yuri. Chanyeol menjalankannya saat jan istirahat. Semua siswa berkumpul di halaman melihat kelakuan Chanyeol. Tentu hal itu terjadi karena Chanyeol berada di atap sekolah dan seperti akan melompat. Semua siswa berteriak agar dia tidak melompat.

“Park Chan Yeol, kau mau apa? Ayo turun!”, kata salah seorang siswa sambil beteriak.

“Aku tidak akan turun sebelum Sehee datang kesini”, teriak Chanyeol.

Lalu salah satu dari mereka mencari Sehee. Saat itu Sehee baru keluar dari kelasnya bersama Yuri dan Hyura. Siswa itu segera menemui Sehee.

“Akhirnya aku menemukanmu, Oh Se Hee?”, kata siswa tadi. Nafasnya masih terengah-engah karena dia berlari tadi.

“Kenapa kau mencariku?”, tanya Sehee.

“Chanyeol, Park Chan Yeol mau melompat dari atap, jika kau tidak menemuinya”, sambung siswa tadi.

Jeongmal! Kau jangan bercanda!”, kata Sehee.

“Aku tidak bercanda. Sekarang lihatlah ke depan. Cepatlah sebelum dia melompat!”, kata siswa tadi.

Dengan berat hati Sehee mengikuti siswa tadi ke halaman. Yuri dan Hyura. Sampai disana ternyata benar, kalau Chanyeol berada di atap sekolah dan bersiap untuk melompat.

“Chanyeol ini Sehee. Ayo cepat turun”, teriak salah seorang siswa pada Chanyeol.

Chanyeolpun melihat pada kerumunan siswa yang ada di bawah. Dan benar jika disitu ada Sehee yang disampingnya ada Yuri serta Hyura.

Aniyo. Aku tidak akan turun sebelum Sehee menerima cintaku?”, teriak Chanyeol.

“Apa maksudmu?”, tanya Sehee.

“Oh Se Hee, sudah berbagai cara aku lakukan untuk bisa memiliki hatimu, tapi kau tetap saja tidak memperdulikanku. Ini terakhir kalinya aku menyatakan perasaanku. Maukah kau menjadi yeojachinguku?”, teriak Chanyeol.

“Kau sudah gila Chanyeol”, jawab Sehee.

Ne, aku memang sudah gila. Kaulah yang sudah membuatku gila. Sekarang apa jawabanmu? Jika kau tidak menerimanya maka tidak ada gunanya lagi aku hidup, dan aku akan melompat dari sini”.

Mwo? Jangan Chanyeol, jangan lakukan itu”, teriak Yuri.

Ne, kau bisa mati Chanyeol”, imbuh Hyura.

Eonni, jebal. Terimalah cinta Chanyeol, dia bisa mati jika dia nekat melompat”, pinta Yuri.

Semua siswa-siswi di situ juga meminta hal yang sama pada Sehee. Mereka berharap Sehee mau menerima cinta Chanyeol. Karena merasa terpojokkan, Sehee berlari entah kemana. Yuri dan Hyura saling bertatapan dan saling bertanya-tanya kemana perginya Sehee. Selang beberapa menit kemudian mereka tahu jika Sehee menyusul Chanyeol ke atap sekolah.

Dengan nafas yang masih terengah-engah Sehee menghampiri Chanyeol. “Kau benar-benar sudah gila Park Chan Yeol”, kata Sehee pada Chanyeol.

Chanyeol menoleh pada asal  suara. “Ne, kau benar Oh Se Hee, aku memang sudah gila dan kaulah yang telah membuatku gila. Sekarang apa jawabanmu?”, tanya Chanyeol.

“Aku..”, Sehee belum sempat melanjutkan kata-katanya namun para siswa siswi yang ada di halaman sekolah berteriak, “Terima. Terima. Terima”.

“Ayo katakan. Atau aku akan melompat”, kata Chanyeol mendesak Sehee. Chanyeolpun telah bersiap untuk melompat. Sehee merasa kasihan melihatnya.

Andwae, jangan melompat aku mohon. Aku akan menyesal seumur hidupku jika kau sampai melompat. Ne, baiklah. Aku akan menjadi yeojachingumu, tapi jangan pernah melompat dari sini. Jebal”, kata Sehee.

Jeongmal!!! Kau seriuskan?”, tanya Taesu memastikan kalu dia tidak salah mendengar.

Ne, sekarang turunlah”, kata Sehee.

Ne, gomawo”.

Chanyeol segera turun dari pagar pembatas atap. Dia lalu berteriak pada semua orang kalau dirinya telah diterima oleh Sehee. Teriakan histeris terdengar dari mereka semua. Mereka merasa terharu dengan tindakan Chanyeol yang berani. Yuri dan Hyura merasa senang, karena idenya berhasil menyatukan Chanyeol dengan Sehee. Mereka berdua lalu menemui Chanyeol dan Sehee untuk mengucapkan selamat.

Sejak saat itu, Sehee perlahan-lahan mulai membuka hatinya untuk Chanyeol. Karena hampir setiap hari Chanyeol selalu mewarnai harinya. Dan juga dia selalu ada saat Sehee membutuhkannya. Mereka menjadi pasangan yang romantis.

@@@ TBC @@@

Jangan lupa komennya. Thanks.

2 thoughts on “N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s