SING FOR YOU (Chapter 2)

SING FOR YOU

 

 

 

Author : Deenosa312

Cast     : EXO Members

Genre  : Brothership, Friendship

Length : oneshoot (1.954 word)

Rate     : T

 

 

….Hanya dengarkan, aku bernyanyi

 

o0o

 

 

06 April 2016, Invitation

 

Semua berawal saat terdengar suara ring bell, seorang pengirim paket datang. Meminta tanda terima setelah memberikan kotak persegi berwarna silver. Waktu itu langit cerah dan angin berhembus tenang.

 

Sebuah undangan diterima.

 

Invitation Party

 

08 April 2016

at 08.00 AM

 

Sing with You

Laucala Island resort

07 April 2016

Airport, 07.00 AM

 

“Bukankah ini aneh? Kenapa manager Hyung memperbolehkan kita pergi?” Sehun berkata dengan memainkan undangan di tangannya.

“Kurasa tidak aneh, kalau sudah diizinkan, manager Hyung tidak mungkin membuat keputusan sendiri kan?” Chen di sampingnya menanggapi.

 

“Tidak perlu berpikir terlalu serius maknae, anggap saja ini liburan untuk kita.” Baekhyun menanggapi tentang bagaimana ini adalah hal seru seperti liburan dan Chanyeol mulai memikirkan apa saja yang akan ia makan di pesta nanti. Sedangkan yang lain hanya tersenyum jenaka mendengar percakapan mereka.

 

“Ayo! Waktunya kita mengantri.” Suho menyudahi pembicaraan mereka. Perjalanan ini mereka bahkan tidak tahu apa maksudnya.

 

Di lain tempat hampir bersamaan, membawa undangan yang sama melangkah anggun di bandara. Menatap ke depan membiarkan berpasang mata melihat kagum ke arahnya. Dalam benak juga tidak mengerti kenapa harus pergi, hanya mengikuti naluri bahwa memang harus pergi.

“Kenapa kita berbeda penginapan, Hyung?”

 

“Undangan itu hanya untukmu, tertulis jelas namamu di sana dan aku tidak. Artinya hanya kau yang akan tinggal di resort itu, aku akan mencari tempat yang tidak jauh. Jangan khawatir.”

 

“Baiklah.”

 

 

 

(Announcement)

Plane‑Take off

Aku mengambil gitar lamaku

Perasaan cinta yang belum sempat aku ungkapkan

Aku membuat satu lagu, aku akan memberitahukannya

Dengarkan saja, aku akan bernyanyi untukmu

 

Aku sangat mencintaimu, tapi aku tak mengungkapkannya

Harga diriku melarangku mengucapkannya

Hari ini aku akan memberanikan diri mengungkapkannya, tetapi

Dengarkan baik-baik, aku akan bernyanyi untukmu

 

 

Laucala Island resort, 07 April 2016

06.00 PM

 

Laucala island, merupakan resort yang terletak di Suva, Fiji. Dikelilingi lautan indah dengan gradiasi biru langit, sangat jernih. Pasir putih terasa halus di bawah pijakan sepatu, gerakan daun kelapa mengikuti arah angin, wangi asin air laut bahkan terasa lezat. Pemandangan yang menakjubkan sepanjang mata dapat melihat, tidakkah ini terlalu berlebihan untuk pesta yang diadakan hanya satu hari, ya just one day.

 

“Dia pasti orang kaya, ada yang bisa menjelaskan, ini bukankah terlalu mewah!”

 

Kai tertawa, Kyungsoo bahkan tidak berkedip memandangnya. “Ini lebih keren dari tempat yang kita datangi dulu.” Baekhyun menyahuti.

 

Sehun, Chanyeol dan Chen mengeluarkan Handphone dan mulai berfoto. “Bangunan yang artistik, apa ini seperti rumah tradisional, apa aku salah jika mengatakan atap itu dari dedaunan?” Lay berkomentar.

 

“Belum ada yang tahu hal itu Lay, lebih baik kalian masuk, aku akan pergi mencari tempat penginapan yang tak jauh dari sini.”

“Kau serius manager Hyung, tidak ingin tinggal disini bersama kami.”

 

“Tidak Min, nikmati waktu kalian dan awasi adik-adik mu.”

 

“Baiklah, hati-hati Hyung.” Akan repot mengurusi adik-adik tanpa manager Hyung sebenarnya, tapi syukur masih ada Suho, atau tidak juga, Xiumin menghela napas melihat Suho sama kelakuannya dengan adik yang lain. Tak bisa diharapkan.

 

Kembali mereka dibuat berdecak kagum, Xiumin pun tidak melewati setiap inci pun untuk ia rekam dalam ingatan. Ruangan yang begitu elegan dengan dinding kayu bercat coklat. Kamar terdiri dua ranjang dalam satu ruangan, dengan badcover putih juga kelambu yang dililit pada setiap tiang. Terdapat sofa memanjang di depan kasur menghadap ke arah laut. Beranda dilengkapi kolam renang mini dan tempat bersantai dengan payung mungil ditengahnya. Benar-benar terasa pantai ada di kamarmu.

 

Beberapa member memilih ruangan di lantai dua, disana terdapat dua kamar utama, untuk dibawah juga sama dengan satu kamar tunggal yang ditempati Suho.

“Sudah malam, mandi dan istirahat. Pukul delapan kita kumpul di ruang tengah.” Xiumin memberi intruksi dan semua member menuruti tentu saja.

 

“Segarnya, apa yang akan kita lakukan sekarang.” Kai yang terakhir datang menanyai yang lain. Sekarang mereka sedang duduk santai menonton TV dengan snack dimana-mana. “Ada yang menghubungi ku tadi, kita harus menunggu tiga orang lagi.”

 

“Jadi masih ada yang lain yang akan tinggal disini, kukira hanya kita karena manager saja tidak diberi tempat disini.” Kyungsoo menanggapi.

“Kita akan tau nanti, aku juga penasaran.” Suho menjawab melirik ke arah pintu.

 

Sekali lagi ring bell terdengar…

a few minutes ago…

 

Luhan melangkah dengan koper ditangan kanannya, menuju reception untuk memberikan undangan ditanggannya. Setelah diperiksa Luhan dipersilahkan untuk masuk. Tersenyum sebagai ucapan terima kasih Luhan kembali melangkah.

Seiring langkahnya dia merasa khawatir, tentang hal baik dan buruk. Menghela napas dan kembali meringankan langkahnya. Semoga berjalan lancar, apapun itu.

 

Mungkin tidak?

 

Apa yang dilihatnya sekarang. Apa dirinya sedang ditempat tidur ternyaman sehingga bermimpi hal seperti ini. Berharapnya mimpi, tapi ini nyata saat mereka juga menatap terkejut ke arahnya. Sangat canggung.

 

“Luhan Hyung?!”

 

“Hai, Kris, Tao.” Luhan tersenyum kaku, menelan ludah bahkan terasa sulit. Apa ini sebuah lelucon.

 

 

Aku ingin tahu, seberapa berartinya bagiku

Kata-kata yang ingin kuungkapkan, tetapi aku melewatkan kesempatannya

Aku akan bilang, dengarkan saja

Aku akan bernyanyi untukmu, bernyanyi untukmu

Dengarkan sekali saja dan tersenyumlah

 

Sedikit menggelikan, karena kau adalah segalanya untukku

Terkadang aku merasa seperti orang asing

Sebenarnya aku ingin kau mengusap rambutku

Dan dipeluk oleh kedua tanganmu

 

 

Kecanggungan terjadi cukup lama, semua berfikir ini semua lelucon. Baekhyun sudah meninggalkan ruang tengah sejak tadi, beberapa detik setelah pintu dibuka Xiumin. Tidak ada yang memulai pembicaraan, televisi bahkan seperti angin lalu, yang lain hanya menundukkan kepala, Chanyeol melamun seperti orang bodoh.

Hanya Xiumin dan Suho yang memberi perhatian kepada ketiga teman lama di depan mereka.

 

“Apa kalian tahu hal ini?” Xiumin memulai.

 

Luhan menggeleng, ia mewakili yang lain “Aku tidak, dan kurasa Tao dan Kris juga begitu.”

 

“Lelucon macam apa ini Hyung!”

 

“Diamlah, Yeol. Kita sama-sama tidak tahu hal ini. Jadi tenanglah.”

 

Chanyeol memukul sofa meluapkan kekesalannya, dan melangkah pergi meninggalkan yang lain. Liburan yang benar-benar kacau, tidak seperti yang ia bayangkan. Chanyeol tidak membenci mereka, sungguh. Hanya tidak pernah terfikir akan bertemu dengan cara seperti ini, setelah sekian lama. Siapa pun yang memberi mereka undangan ini, jika Chanyeol mengetahuinya nanti, tak akan dilepaskannya.

 

“Ada apa dengan sikapnya, jangan kira hanya dia yang terkejut. Aku pun begitu..”

 

“Kita semua sama Kris! Tidak ada yang salah dengan sikapnya, Chanyeol hanya terkejut. Kita semua begitu.” Xiumin menimpali ucapan Kris. Apa yang harus dilakukannya sekarang. Haruskah menghubungi manajer Hyung. Ada banyak pertanyaan dibenaknya.

 

 

Aku minta maaf, tapi tolong dengarkan

Aku akan bernyanyi untukmu, bernyanyi untukmu

Bersikaplah seperti biasanya

 

Setiap hari aku berterima kasih karena kau disini bersamaku

Hadiah yang diberikan Tuhan padaku

Mungkin besok aku akan canggung lagi

Tetapi hari ini aku sangat ingin mengungkapkannya

Karena itu dengarlah

 

 

Seharusnya mereka gunakan waktu seperti ini untuk saling menanyakan kabar. Berbagi cerita, pengelaman mereka setelah beberapa kejadian dimasa lalu. Seharusnya memang begitu. Tapi, setelah berkumpul kembali, tentunya setelah membiarkan Luhan, Kris dan Tao untuk membersihkan diri mereka, keadaan tetap sama seperti tadi. Kecanggungan masih menguasai. Baekhyun tetap duduk diam di samping Chanyeol, padahal mereka adalah mood maker, dalam keadaan seperti ini pun tidak bisa berbohong, berpura-pura ceria seperti tidak ada sesuatu. Tentunya ada kan?

 

Sekali lagi Xiumin berfikir untuk menghubungi manajer mereka, tapi ia urungkan. Xiumin merasa sebagai yang tertua diantara mereka, dirinya harus bisa meng-handle keadaan.

“Jangan diam saja, kita sudah berkumpul seperti ini tidakkah ada yang ingin dibicarakan?”

 

“Aku sedang berfikir, untuk memukul kepala orang yang bertanggungjawab atas semua ini.”

 

“Yeol, jangan memulai.”

 

“Aku serius. Baiklah”.

“Aku setuju dengan Chanyeol Hyung, rasanya ingin menanyai sampai dia tak tahu cara untuk menjawab.”

 

Xiumin menghela napas mendengar tanggapan Tao, ada apa ini. Mereka secara tidak sadar membentuk sekutu. “Apa kalian menyesal bertemu disini?”

 

“Ya, tapi tidak. Maksudku seharusnya bukan dengan cara seperti ini Min, terasa sangat canggung tanpa persiapan.” Luhan menjawab.

 

“Menunggu siap, sampai kapan?” kali ini Kyungsoo menanggapi. Dia yang sedari tadi diam mulai ikut dalam pembicaraan. Mungkin diantara yang lain hanya dia yang bersyukur menerima undangan pesta ini. Kyungsoo merasa peduli, dan berfikir hal seperti ini memang harus ada, pertemuan mereka setelah sekian lama.

 

 

Caramu menangis, caramu tertawa

Aku ingin tahu, seberapa berartinya bagiku

Kata-kata yang ingin kuungkapkan, tetapi aku melewatkan kesempatannya

Aku akan menyatakannya, akan sedikit aneh

Dengarkan, aku akan bernyanyi untukmu, bernyanyi untukmu

Dengarkan, aku akan bernyanyi untukmu

 

 

“Aku merindukan kalian…” Tao mengungkapkan apa yang dirasakannya. Menundukkan kepala tak ingin melihat tanggapan yang lain setelah mendengar ucapannya. Pantaskah dia mengatakan rindu, setelah apa yang dilakukannya, meninggalkan mereka dibelakang.

 

“Hei, Panda. Kami juga merindukanmu.” Diluar dugaan Baekhyun yang pertama menanggapinya, seseorang yang sedari tadi ia hindari untuk bertatapan. Tao merasakan kelegaan dalam hatinya. Rasanya ingin menangis saja.

“Luhannie..” Sehun tertawa jahil melihat mimik terkejut Luhan. “Sehun aku ini Hyung-mu.” Ucapnya dan tertawa, melangkah menghampiri Sehun dan memeluknya.

 

“Kris Hyung, apa kita perlu berlatih rapping bersama, untuk malam ini?”

Kris tersenyum dan menganggukkan kepala. Tidakkah ini terlalu mudah, untuk mereka kembali saling mengerti. Inikah yang namanya keluarga, apapun yang terjadi mereka tetap satu. Mereka akan kembali seperti ini, kemanapun mereka melangkah di jalan yang berbeda. Di ujung sana sang mentari menanti dengan cahaya-nya. Menunggu mereka untuk melihatnya terbit, seperti dulu.

 

Terima kasih atas kehangatan yang kau berikan….

 

 

Aku mengambil gitar lamaku

Perasaan cinta yang belum sempat aku ungkapkan

Aku membuat satu lagu, aku akan memberitahukannya

Dengarkan saja, aku akan bernyanyi untukmu

 

 

Laucala Island resort, 07 April 2016

12.00 AM

 

 

Langit begitu indah, taburan bintang menghiasi langit malam. Bulan terlihat samar tertutupi awan. Angin berhembus lembut, terasa dingin juga sejuk. Suho menghela napas. Inikah yang diinginkan seseorang itu, yang memberi undangan kepada mereka. Ingin kami bertemu, berjumpa kembali untuk memperbaiki hubungan yang dulunya terasa begitu dingin. Di dalam terdengar suara tawa yang lain, dan Suho merasa bahagia. Benar-benar melegakan.

 

“Kenapa di luar sendirian, Suho.”

“Kris, tidak ada hanya melihat bintang.”

 

“Mereka terlalu berisik, ya.” Suho tertawa mamandang lautan. Terlihat sunyi, hanya ada beberapa staff resort yang sedang berpatroli.

“Bukankah itu hal biasa, aku tidak terkejut.”

 

“Suho, maafkan aku.”

 

“Untuk apa Kris?”

 

“Semuanya, aku adalah seorang yang mengawali segalanya. Meninggalkan kalian di belakang, hanya karena ego ku tanpa memikirkan perasaan kalian.”

 

“Aku akan lebih marah jika kau tidak melakukan hal itu Kris, betapa tersiksa perasaanmu jika kau paksakan melakukan hal yang tak kau inginkan. Jangan merasa bersalah, lupakan. Memang harus seperti ini bukan, kau harus bahagia, kalian dan kita semua.”

 

Kris memandang tak percaya ucapan Suho, ia tak tahu harus menanggapi apa perkataan Suho. Kris merasa tak pantas menerima kebaikan ini. Suho berkata seperti itu dengan memandang matanya, dan tersenyum. Ini tulus, bukan kebohongan. Kris membalasnya, senyum itu dibalasnya dengan tulus.

 

“Apa kau tidak merasa lelah melewati semua sendirian, mengurusi mereka?” Kris kembali bertanya.

 

“Aku lelah tentu saja, tapi Chanyeol bahkan pernah memukul wajahku. Membuatku sadar, aku tidak sendirian. Masih ada yang lain, yang membutuhkan ku, membutuhkan dukungan semangat untuk melewati semua ini. Seharusnya pertanyaan itu diberikan untuk kalian bertiga. Kalian yang berdiri sendiri, bagaimana perasaanmu Kris.”

 

“Awalnya memang sulit, tapi aku harus bisa melangkah maju. Melangkah bersama kalian, walau di tempat yang berberda.” Kris tersenyum diakhir kalimatnya.

 

“Ngomong-ngomong siapa yang mengadakan acara ini, memberi undangan misterius itu, apa kau tahu Suho?”

 

“Aku juga tidak tahu.”

 

“Haruskah kita berterima kasih, karena invitation ini, hubungan kita menjadi lebih baik.” Suho tersenyum menanggapi, Suho juga berpikiran hal yang sama. Berterima kasih untuk-nya. Seseorang yang (sepertinya) selalu mendukung mereka.

 

 

Awan bergulir naik dan turun di musim panas

Air mata menguap dengan

mengalirkan waktu

Kami berjanji untuk tidak

meninggalkan satu sama lain,

harus selalu bersama-sama,

meskipun kami harus berjuang

melawan waktu, meskipun seluruh

dunia berbalik kepada kami

 

 

Oh salju tebal jangan menghapus jejak masa lalu kami

Oh, salju tebal tidak harus

mampu menghapus memori kami meninggalkan satu sama lain.

 

Tanggal berapa hari ini? Rumput hijau yang tebal

Terang bulan menyertai mu seribu mil jauhnya.

“Hei, selamat untuk 4 tahun kebersamaan kita..”

 

Invitation Party

 

08 April 2016

at 08.00 AM

 

for 4th Anniversary

 

Sing with You

Laucala Island resort

 

From EXO-L

 

 

 

 

Author note:    Sing For You‑Time Boils the Rain, saat mendengar lagu ini disuatu malam, ide tiba-tiba muncul. Semoga cerita ini dapat diterima, tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun. Kritik dan saran membangun ya ^^

2 thoughts on “SING FOR YOU (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s