The Answer is You (Chapter 2)

cute-girl-korean-fashion-sweet-ulzzang-favim-com-910371

The Answer is You (Chapter 2)

 

Poster

 

Story be : ByunPelvis

Cast                 : Kim Hyemi (oc) , Byun Baekhyun, Oh Sehun.

Other cast       : Kim Minji (oc) , Park Chaerin (oc) , Park Chanyeol , Lee Yeonju and member EXO lainya.

Genre : Sad , Romance , Friendship.

Rating : +13

Leght : Chapter

Read this…. juseyo!!

Anyeong,,, datang kembali nih . kemarin sempat ada kesalahan post FF ini yang sekaligus ada 3 Chapter. Jadi sekarang aku mau runtut post Chapter 2’nya biar runtut.

Oh iya, aku sempat tertarik dengan komentar readers yang kebingungan sama nama OC di ff ini. memang sih kalo dilihat Hyemi , Haerin , Jaeri itu bikin pusing karena mirip mirip namanya.

Nah, di chapter 2 yang ini banyak banget perombakan. Mulai dari judul dan nama. Aku mau edit nama OC Haerin

Judul diganti karena ada yang sama, aku hanya tidak ingin dibilang menjiplak atau apalah itu

Nama Park Haerin menjadi Park Chaerin.

Aku ingin readers nyaman baca ff ini. karena ini ff pertamaku, selain baru belajar aku juga ingin pembaca menyukainya.

So, kalo ada yang masih bingung bisa tanya di twitter saya @Ella_AeriByun.

Saran: yang udah baca chap 2 sama chapter 3 lebih baik baca lagi karena ada perubahan nama.

Ok, aku kira udah ni basa basinya. Mian kalo GaJe .

Gomawo…

**

https://justkoreanfanf1ction.wordpress.com/2016/04/05/my-answer-is-you-capter-1/

 

 

Chapter 2

 

Hyemi rasanya tidak ingin berangat ke sekolah pagi ini, ia hanya ingin duduk dikamarnya menunggu sore nanti. Karena hari ini adalah hari penting untuknya. Ia bisa saja membolos jika mau , tak jarang ia absen tanpa ijin . Bahkan sampai pernah mendapat surat peringatan dari gurunya. Tapi mengingat hari ini akan diadakan kuis maka ia terpaksa berangkat.

**

Hyemi menyeret kakinya malas menuju kelasnya, dan seperti biasa. Kelas masih sangat sepi ,

Ia menghela nafas lega saat sudah sampai dikelasnya tapi saat akan menuju bangkunya gadis itu dibuat jengkel dengan adanya Sehun yang duduk dibangku dengan kaki diletakan diatas meja. Mata namja itu terpejam sembari mendengarkan musik dari mp3player.

Hyemi berjalan mendekat dan merogoh tasnya , ia mengambil sebuah kotak dan meletakannya kasar tepat dimeja Sehun. Namja itu agak terjengkit kaget karena suara gubrakan, saat ia membuka matanya Hyemi sudah berjalan melewatinya dan duduk ditempat duduk yeoja itu.

“haiss bisakah kau memberikannya dengan sopan?”

Hyemi tidak menjawab dan ia malah meletakan kepalanya dimeja, seperti biasa ia memilih terlelap untuk menunggu kelas masuk.

“astaga gadis ini. disaat semua gadis memujaku kau palah mengacuhkanku “

Sehun menggerutu lalu mandang kotak yang baru saja diberikan oleh Hyemi , sudah pasti itu adalah ponsel pengganti yang ia tagih kemarin.

“wah wah kau benar benar membelikannya untukku eoh? Ah gomawo. Aku tidak harus menggunakan uang jajanku untuk membeli ini”

Mendengar itu Hyemi mengangkat kepalanya ia menatap Sehun dengan tatapan dingin, tatapan yang selalu ia tunjukan pada semua orang.

“wae? “

“gelangku”

Ucap Hyemi sambil menyodorkan tangannya, sehun terdiam beberapa saat lalu menunjukan ekspresi santainya.

“ooh gelangmu ya? Maaf sepertinya tertinggal”

“mwo? Ya!! Kenapa kau tak menepati janjimu?”

“hei aku tidak sengaja meninggalkannya, tidak usah melotot begitu. Aku pasti akan mengembalikannya!”

Hyemi kesal dan berdiri dari bangkunya untuk keluar kelas. Ia sangat malas membuat perdebatan dengan namja yang baru 1 hari dikenalinya itu. Sedangkan Sehun memandang Hyemi dengan perasaan sedikit bersalah . Sesungguhnya ia memang niat meninggalkan gelang itu, entahlah tapi rasanya namja itu ingin sekali menjahili Hyemi.

“oh sehun ,ada apa dengan dirimu hu?” eluhnya pada diri sendiri.

**

Hyemi baru saja dipanggil oleh wali kelasnya untuk menghadap. Tadi ia diceramahi dikarenakan nilainya yang semakin memburuk.

Perubahan itu sangat berpengaruh pada peringkatnya yang merosot jauh dari sebelumnya.

Wali kelasnya cukup kenal dengannya karena beliau adalah teman Appanya, dengan sedikit memohon Hyemi meninta penurunan nilainya tidak ditunjukan pada appa-nya. Itu akan semakin membuat masalah dalam hidupnya.

“Hyemi-ya kau baik baik saja?”

“iya , apa kau ada masalah ? sudah ceritakan saja pada kami. “

Kedua sepasang kekasih itu bertanya pada Hyemi, ya mereka adalah Jong In dan Chaerin.

“aku baik baik saja” jawab Hyemi singkat.

“ck ck percuma saja aku bertanya. Kau hanya akan menjawab ‘aku baik baik saja’ . padahal aku tau kau tidak baik baik saja” ucap Chaerin dengan nada sedikit kesal. Hyerin sedikit menunjukan senyumnya dan menggenggam tangan sahabatnya.

“hah dasar, eoh bukankah itu murid baru?” ucap kai sembari menunjuk pada namja yang membawa nampan makanan dan kebingungan mencari tempat duduk, padahal banyak yeoja yang mempersilahkannya tempat kosong.

“namanya Oh Sehun” timpal Chaerin. Kemudian Kai memanggil Sehun dan melambaikan tangannya untuk mengajak bergabung. Sehun menoleh dan berjalan menuju bangku mereka.

“ya. Kai mengapa kau mengajaknya kemari?” tanya Hyemi dangan nada lirih. Kai menunjukan tampang bertanya tapi terlambat, Sehun sudah duduk disamping Hyemi.

“salam kenal, Kim Jong In imnida. Tapi kau panggil saja aku Kai agar terdengar keren”

“eoh nde Oh Sehun imnida. Dan kau Chaerin-ssi dan ini Hye- ee Hye-“

“Hyemi. Namanya Kim Hyemi” sambung Chaerin . sedangkan Hyemi melirik malas namja disampingnya. Ia ingin sekali pindah tempat duduk tapi sialnya kantin ini sudah cukup penuh.

“ah nde , namanya Hyemi-ssi si gadis menyebalkan”

Hyemi tidak memperdulikan ucapan Sehun , ia hanya fokus pada makanannya dan cepat menghabiskannya agar segera pergi dari tempat itu.

**

Para siswa yang saat ini sedang serius menyimak pelajaran tidak mendengar suara bel yang barusaja berbunyi , bel panjang yang menandakan pelajaran sudah berakhir. Seonsaengnim menutup salam dan meninggalkan kelas, Hyemi mengemasi bukunya dan segera pulang. Ia pulang sendiri karena Chaerin akan sibuk kencan dengan Kai hari ini.

Sehun memandang punggung Hyemi yang semakin jauh dan menghilang saat sudah melewati pintu. Namja itu memanyunkan bibirnya , yang pasti jika ada yang melihatnya pasti akan berteriak histeris karena ke’imutannya.

Sedangkan hyemi sedang berjalan santai saat tiba tiba Minji yang berstatus sebagai saudara tirinya menghampirinya dan jalan disampingnya.

“Hyemi ayo pulang bersama, appa memitaku untuk pulang bersamamu”

“ck sudah sana pulang . aku ada urusan” Ucap Hyemi dengan nada ketusnya .

“ya Hyemi-ya tapi_”

Minji menghentikan kata katanya karena Hyemi menatapnya dengan tatapan benci, ia sudah tau dan sangat faham jika seorang Hyemi tidak bisa dipaksa.

“ah baiklah”

Minji berbalik menjauh dari Hyemi. Keduanya memang satu sekolah tapi betapa bersyukurnya Hyemi karena tidak satu kelas dengan saudara tirinya itu. Ia memang satu angkatan dengan minji tapi jika ditanyakan status umur maka Minji lah yang disebut eonni karena ia lebih tua 8 bulan dari Hyemi.   Disitulah Hyemi membenci Minji, bahkan Appanya lebih dulu berhubungan dengan Park Shinhye- eomma dari Minji.

**

Langit belum berubah menjadi petang tapi Hyemi sudah berada dirumahnya. Jika tidak karena ada hal penting maka ia tidak akan pulang se-awal ini.

Hyemi sudah bersiap untuk keluar, ia cukup faminim dan cantik hari ini. Sebelumnya ia mengecek ponselnya dan mendapati 1 pesan dari haerin

From Chaerin

Hyemi-ya mianhae.

Aku tidak bisa menemanimu. Aku harus mengantar Halmoniku untuk cek-up.

Ah eothokae? 😦

Hyemi membalas pesan Chaerin dan keluar dari kamarnya.

HYEMI POV

Aku keluar dari kamarku, saat melewati ruang tamu aku melihat ketiga orang itu sedang saling merapikan pakaiannya.

“Hyemi ganti bajumu, kita akan keacara formal”

Ucapan appa membuatku terkekeh. Aku mendekati appa dan memandang ketiga orang ini bergantian.

“sudah kubilang aku tidak ingin menghadiri acara itu” ucapku. Appa memegang bahuku

“hyemi ayolah , ini acara penting. Kita diundang makan malam oleh keluarga-“

“jadi appa mementingkan acara itu daripada ke makan eomma? “

Aku memotong ucapan Appa, aku merasa sangat marah kali ini. teganya Appa melupakan hari peringatan kematian eomma dan lebih memilih ke acara makan malam bersama teman kerjanya.

“Hyemi, mian Appa tidak bisa”

“ya, aku tau . appa selau seperti itu. apa tidak peduli lagi padaku maupun eomma. Appa lebih menyayangi meraka daripada aku dan eomma. Appa hanya peduli pada istri simpanan appa itu dan juga Minji”

#plakkk

“yeobo/appa”

Aku merasakan pipi kananku panas , aku tertawa miris mendapat tamparan dari Appa.

“ee Hyemi-ya Appa-“

“gomawo. Ini menjawab pertanyaanku padamu appa.”

Aku berlari keluar, tidak memperdulikan Minji yang mencoba menahanku. Hatiku sudah sangat sakit saat ini. jebal, kau boleh tidak peduli padaku Appa. tapi aku mohon pedulilah pada eomma. Aku hanya ingin melihatmu mengunjungi makam eomma, aku hanya ingin appa memberi bunga pada nisan eomma.

Aku menagis didalam taxi, aku sungguh tidak bisa menahannya. Beban ini terlalu berat untuk kutanggung sendiri. Maaf , maaf karena aku sudah mengingkari janjiku sendiri untuk tidak menangis.

Skip **

Aku melangkahkan kakiku melewati gundukan tanah yang terbaris rapi. Tujauanku adalah nisan dengan ukiran nama Kim Shinyeong-eommaku.

setelah menemukannya aku berjongkok dan memberikan satu buket bunga kesukaan eomma yang kubeli tadi.

“eomma nan whaseo”

Aku tersenyum memandang nisan eomma. Setidaknya aku terlihat ceria didepan makam eomma.

“mianhae eomma. Aku tidak bisa menepati janjiku untuk membawa Appa kemari. Jeongmal mian”

Air mata sudah menggenang dipelupuk mataku. Aku mengigit bibir bawahku untuk menahan isakan yang mungin akan keluar. Tidak, aku tidak boleh seperti ini didepan eomma.

“eomma. Aku, aku kesepian. Bawa kau bersamamu eomma”

Aku menutup mulutku karena isakan terdengar , dadaku sangat sesak. Aku mencengkram rumput yang ada disampingku. Aku yakin eomma juga menangis melihatku seperti ini. Tuhan, harus berapa kali aku mngucapkan kata maaf untuk eomma?

Kuatkan aku , aku mohon.

Hyemi POV End.

**

Author POV

Perbincangan hangat terdengar dari kedua sahabat lama yang baru bertemu kembali ini. Kedua orang itu sangat senang bisa bertemu setelah lama tidak berjumpa.

“Byun Seunghwa, senang sekali bisa bertemu denganmu, tidakkah ini sudah sangat lama?”

“ya , kau benar Kim Tan. 10 tahun ternyata membuatmu semakin tua”

“yakk tentu saja. masa iya aku semakin muda eoh?”

Kedua laki laki paruh baya itu tertawa, membuat kedua wanita yang berstatus sebagai istri mereka terabaikan. Tapi tidak halnya dengan Minji yang sibuk memandang sekitar.

“eoh apa ini putri-mu?” tanya nyonya Byun pada Eomma Minji.

“ah nde dia putriku”

“eoh lalu dimana Hyemi gadis kecilku? Apa dia tidak ikut?” kali ini Tuan Byun yang bertanya. Sontak saja itu membuat ketiga orang itu terdiam.

“hyemi ada urusan penting jadi tidak bisa hadir” jawab Tuan Kim .

“ah begitu, padahal aku ingin sekali melihatnya, iya kan sayang?” ucap Tuan Byun sembari memandang isrtinya.

“aku akan mengajak nya kerumahmu jika ada waktu”

“jinjjaro? Baguslah. Akan kusambut dengan senang hati. Aigo apa dia tumbuh semakin cantik?”

“tentu saja yeobo, kau tau bahkan putra kita selalu menceritakannya” sahut nyonya Byun. Hal itu membuat Park Shinhye dan juga minji merasa asing ditempat itu. Tuan Kim yang tau keadaan berniat mengalihkan topik pembicaraan.

“Byun Seunghwa, dimana putramu yang tampan itu? “

“eoh, maaf sepertinya anak itu akan datang terlambat. Dia sudah memiliki apartement sendiri jadi tidak berangkat bersama kami”

“eoh arraseo”

Kelima orang itu melanjutkan acara makannya, sampai tiba tiba terdengar suara yang menyapa.

“anyeonghaseyo. Jeongsohamnida aku telat sangat lama” ucap namja itu sembari membungkukan bandannya sopan. Melihat itu sang eomma menyruh putranya duduk disampingnya.

“gwemchana nak. Wah kau sangat mirip dengan Appa-mu , sangat tampan”

Puji Tuan Kim yang membuat orang yang dipujinya tersenyum lebar.

“Baekhyun-ah, kenapa kau sangat lama?”

“mian Appa, aku menyelesaikan pendaftaranku tadi”

Tuan Byun mengangguk dan menyuruh putranya untuk memesan makanan.

Baekhyun terus memandang gadis yang tak jauh darinya, ia sangat senang bisa bertemu lagi dengan gadis yang menjadi cinta pertamanya .

Ia segera menyelesaikan makannya dan sedikit mengobrol tentang kepindahannya ke Seoul dan juga tentang ia yang diterima di Seoul University.

“emm Kim Ajhussi. Boleh aku pinjam putrimu?”

Mendengar itu semua orang tertawa. Tuan Kim mengangukk mantap, Baekhyun berdiri dan mengajak gadis didepannya untuk berjalan jalan disekitar.

Keduanya masih terdiam walau sudah cukup jauh berjalan menyusuri taman.

“sudah lama sekali ya?” ucap Baekhyun memecah keheningan.

“nde?”

“haiss. Kenapa kau berlagak tidak mengenalku sejak tadi eoh?”

“maaf tapi aku benar benar tidak tau siapa kau”

Baekhyun memutar bola matanya malas, ia mendekatkan wajahnya pada gadis disampingnya. Membuat gadis itu memundurkan wajahnya, tapi keseimbangan tubuhnya hilang dan hampir saja jatuh jika Baekhyun tidak memeluknya.

“kkaebsong. eothae? Sekarang kau mengingatku kan pororo?”

Gadis didepannya masih mengerjapkan kedua matanya karena jaraknya dengan baekhyun cukup dekat. Gadis itu meneguk ludahnya susah karena terlalu gugup dengan wajah tampan baekhyun.

“ya Kim Hyemi” ucap baekhyun pada akhirnya. Ia tidak tahan dengan sikap gadis kecilnya yang seolah tidak mengenalnya.

“a-aku bukan Hyemi”

“mwo? Astaga kau masih saja pura pura.” Ucap baekhyun sembari melepaskan pelukannya.

“aku memang bukan Hyemi”

Baekhyun masih tertawa karena msih tidak percaya, ia tidak bodoh karena anak Tuan Kim hanya satu yaitu Kim Hyemi.

“ya jika kau bukan Hyemi lalu siapa. Memangnya appa-mu punya anak selain seorang yeoja bernama Kim Hyemi eoh”

“aku Minji, saudara tiri Hyemi”

Baekhyun menghentikan tawanya dan merubah ekspresinya kaget.

“apa?’’

###

Minji menceritakan semua tentang nya dan Hyemi, Baekhyun cukup terkejut karena gadis yang sedang bersamanya memang bukan Hyemi yang ia kira . Yang ia tau Eomma Hyemi meninggal dan Appa Hyemi menikah lagi, tapi orang tuanya tidak pernah cerita jika istri baru Tuan Kim mempunyai anak seumuran Hyemi.

Baekhyunsebenarnya memang sudah merasa asing sejak menatapnya pertama kali, mata Minji tidak seperti tatapan gadi kecilnya.

“ah jadi begitu, mianhae aku kira kau Hyemi” ucap Baekhyun sembari menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal.

“gwemchanayeo. Apa kau dekat dengan Hyemi, Baekhyun-ssi? tanya Minji penasaran, ia cukup iri dengan Hyemi karena sebenarnya gadis itu lebih banyak mempunyai orang terdekat dari pada dirinya.

“emm ya. Kami berteman sejak kecil. Tapi saat 8 tahun aku pindah ke London bersama orang tuaku.”

“ah begitu”

“ne, dan selama di London aku kehilangan kontak dengan Hyemi. Eoh apa kau memiliki nomor ponselnya?’’

Pertanyaan Baekhyun membuat Minji tertegun, jujur saja ia tidak memiliki nomor Hyemi karena memang ia jarang berkomunikasi dengan saudara tirinya itu.

“emm e.. mian . aku tidak membawa ponsel”

“oh tak apa. mungkin aku bisa minta Kim Ajhussi”

“hemm ne”

“mengapa hyemi tidak ikut?”

Pertanyaan Baekhyun lagi lagi membuat Minji terdiam, ia bingung harus menjawab apa. Sebenarnya Minji cukup tertarik dengan baekhyun saat pertama kali menatapnya. Ia kurang suka saat sedari tadi yang menjadi bahan pemicaraannya dengan Baekhyun adalah Hyemi.

“Hyemi? Dia .. lebih memilih keluar bersama teman temannya”

“mwo?”

**

Hyemi pulang cikup larut seperti biasanya, ia menghabiskan waktunya dengan terdiam di samping makan eommanya. Berharap jika appa-nya berubah pikiran untuk mampir sebentar tapi yang ia lihat adalah ketiga orang yang membuatnya muak sedang sibuk sendiri.

Hyemi berjalan cepat menuju kamarnya, ia lelah dan ingin segera membersihkan dirinya. Mungkin ia akan tidur lebih awal malam ini. ia tidak peduli untuk tidak belajar, padahal dirinya sudah pada tingkat kelas 3 dan seharusnya ia lebih giat lagi , tidak malas malasan .

Tak lama untuk membuatnya terlelap, setelah Hyemi selesai membersihkan dirinya dan menata buku untuk jadwal besok pagi , yeoja itu langsung membaringkan tubuhnya dikasur hangatnya.

Sekarang yeoja itu sudah berada dialam mimpi.

Pintu kamarnya terbuka pelan, memunculkan sosok pria yang sebenarnya sangat disayangi Hyemi.
tuan Kim sengaja mengendap agar tidak membangunkan tidur purinya yang sangat pulas. Pria paruh baya itu tersenyum melihat wajah polos Hyemi saat tidur. Persis seperti mendiang istrinya,

Beliau mendudukan dirinya di semping renjang putrinya.

“Hyemi, maafkan Appa sayang” ucapnya sembari membelai lembut rambut Hyemi.

“Appa memang sangat jahat. Appa tidak menjenguk eommamu seperti yang kau inginkan. Mianhae”

Ia memang terlalu tua untuk menangis, tapi Tuan Kim benar benar merasakan rasa bersalah yang sangat besar pada Hyemi dan eomma Hyemi dimasa lalu dan masa sekarang. Pria paruh baya itu menangis dalam diam.

“kau tau nak? Alasan Appa tidak ingin kesana karena Appa pasti akan merasakan penyesalan terbesar. Appa tidak sanggup Hyemi-ya”

“suatu hari kau akan menemukan kebahagiaanmu . Tanpa Appa-mu yang brengsek ini”

Tuan Kim membenarkan selimut Hyemi, dan mencium kening putrinya. Ia yakin jika Hyemi melihat ini pasti akan tidak suka. Tapi biarkan sekali saja ia melakukannya.

“mimpi indah”

Tuan Kim bangkit dan melangkahkan kakinya menuju pintu, tapi sebelumnya ia sempat memandang foto besar yang berada didinding kamar Hyemi. Foto keluarganya yang bahagia dulu,

“maafkan aku ShinYoung-ah”

Setelah itu Tuan Kim benar benar keluar dari kamar Hyemi. Beliau tidak tau jika Hyemi sedari tadi tidak benar benar tidur, ia terbangun saat merasakan seseorang membelai rambutnya. Tapi ia sengaja tetap memejamkan matanya , ia ingin tau apa yang akan Appa-nya katakan saat ia tertidur.

Hyemi menghela nafasnya berat, ia tidak tau mengapa dirinya tidak bisa dengan mudah memaafkan Appa-nya dan menerima kenyataan.

**

Baekhyun kembali ke apartementnya cukup malam, kerana sebenarnya ia mampir kerumah teman barunya ‘Park Chanyeol’ . Tubuhnya sangat lelah , hari ini aktifitasnya benar benar padat. Mulai dari mengurus kepindahannya di Seoul Universitas, melakukan sosialisasi , bertemu dengan keluarga Tuan Kim, dan juga berkunjung kerumah Chanyeol. Walaupun matanya terpejam tapi fikirannya masih saja memikirkan Hyemi ‘gadis kecilnya’. Ia sungguh ingin bertemau dengannya tapi nyatanya orang lain yang ditemuinya.

“Hyemi , kenapa sangat sulit bertemu denganmu?”

Baekhyun membuka matanya dan bangkit untuk mengambil sebuah kotak kecil yang ia simpan dengan hati hati selama ini.

Setelah mendapatkannya baekhyun duduk dimeja belajarnya dan membuka kotak itu. Didalamnya terdapat beberapa lembar surat dengan nama pengirimnya ‘Kim Hyemi. ’Juga beberapa stiker pororo kesukaan Hyemi. Ia mengambil buku catatan yang bisa disebut buku hariannya, didalam terdapat fotonya bersama Hyemi saat ia kecil dulu.

“ah yaeppo . Kau sangat imut Hyemi-ya ” ucapnya sembari tersenyum. Foto itu menunjukan baekhyun memeluk Hyemi dari samping, dengan Hyemi yang tersenyum lebar. Kemudian ia menemukan foto lainya, kali ini saat ia mencium bibir mungil Hyemi dulu. Bahkan ia ingat eommanya tertawa saat mengambil gambar itu .

“aigo, pasti wajahmu tidak jauh berbada, tetap cantik dan membuatku tertarik”

Malam itu Baekhyun melupakan rasa lelahnya dengan mengingat kenangan masa kecilnya bersama gadis kecilnya yang sangat ia rindukan. Ia janji akan segera menemui Hyemi, membuat gadis itu menjadi miliknya lagi sama seperti dulu.

TBC

Maaf ya untuk ketidak nyamanannya karena saya main rombak ff.

Semoga readers tetap suka baca ff saya ini.

Maaf juga jika ceritanya belum baik dari yang lain.

Saya termasuk author pemula, 😀

 

Ok , se you next chapter………….

ByunPelvis

Follow my twitter : @Ella_AeriByun

My WP : http://www.Exostoryfanfic.com

 

Iklan

One thought on “The Answer is You (Chapter 2)

  1. minji mulai keluar nich sifat jahatnya
    emang ya dimana-mana saudara tiri gk ada yang bener” tulus
    akan makin sulit daa menyesakkan hidup hyemi nantinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s