The Prospective Of Old Brother In Law Is My Husband (Chapter 8, END)

poster 7&8

 

 

Tittle            : The Prospective Of Old Brother In Law Is My Husband (Chapter 8, END)

Author       : Dwi Lestari
Genre         : Romance, Marriage Life

Length        : Chaptered

Rating         : PG 17+

Main Cast :
Yenni Wilson / Hwang Yen Ni (Yenni) | Byun Baek Hyun (Baekhyun)

Support Cast :

Hwang Re Ni (Reni), Byun Seo Hyun (Seohyun), Song Hen Na (Henna), Do Kyung Soo (Kyungsoo), Park Chan Yeol (Chanyeol), Xi Lu Han (Luhan)

 

Disclaimer          : Story and plot in this fanfic originaly made by me.

Author’s note       : Saya akan menunggu komennya para Readers. Mian jika alurnya gj. No kopas, no plagiat. Gomawo.

Warning               : Typo bertebaran

The Prospective Of Old Brother In Law Is My Husband (Chapter 8, End)

 

Baekhyun masih termenung mencerna kata-kata Henna. Dia lalu teringat Yenni. Dengan segera Baekhyun berlari menuju parkiran untuk mengambil mobilnya dan dia langsung mencari Yenni. Kyungsoo dan Seohyun lalu mengikuti Baekhyun.

Sementara di tempat lain, terlihat seorang dokter yang tengah keluar dari kamar Yenni, setelah tadi pagi sempat mual-mual. “Gamshamnida dokter”, kata Mrs Wilson mengantarkan dokter tersebut sampai depan rumah. “Ne, sama-sama nyonya, saya pamit permisi dulu”. Dokter itu segera meninggalkan rumah itu. Mrs Wilson lalu menemui putrinya yang masih di kamarnya.

Yenni tengah bersiap untuk berangkat ke New York. “Darling, are you okay?”, tanya Mrs Wilson.

“Yes, Mom”.

“Okay. Let’s go”.

Yenni lalu mengangguk. Mereka segera memasukan barang-barangnya ke bagasi mobil. Setelah semua barangnya masuk, mereka segera berangkat. “Darling, kita mampir ke rumah eommamu dulu”, kata Mrs Wilson. “Yes, Mom”, kata Yenni. Mereka lalu berangkat menuju rumah keluarga Hwang. Jaraknya tidak terlalu jauh, dalam waktu 10 menit mereka telah sampai ke rumah itu. Mereka lalu turun dan mengetuk pintu rumah itu. Mereka disambut oleh nyonya Hwang.

“Sayang, kau kemari? Ada apa? Mr and Mrs Wilson juga kemari. Mari masuk?”, ajak nyonya Hwang.

“Tidak perlu eomma, kami kesini untuk pamitan sama Eomma. Kami akan pulang ke New York”, kata Yenni.

“Sekarang?”.

“Ne, eomma. Mianhae jika selama ini Yenni punya salah sama eomma. Mungkin aku tidak akan kembali lagi kesini”.

“Kenapa sayang? Bagaimana dengan Baekhyun?”.

“Dia sudah memutuskan hubungan kami, eomma”.

Nyonya Hwang lalu memeluk Yenni. “Mianhaeyo sayang. Eomma sudah membuatmu mengalami ini semua. Pasti sangat sulit untukmu?”.

“Ani, eomma. Eomma tidak salah. Mungkin ini memang yang sudah digariskan Tuhan untukku. Pasti ada hikmah di balik semua ini”.

Nyonya Hwang lalu melepaskan pelukannya, lalu mencium kening Yenni. “Kau benar sayang. Berangkatlah, hati-hati di jalan. Jaga dirimu baik-baik”.

“Ne, eomma. Gamshamnida. Sampaikan permintaan maafku untuk appa, eomma. Maaf tidak bisa pamit secara langsung”.

“Ne, nanti eomma sampaikan”.

“Mrs Hwang kami pamit dulu”, kata Mrs Wilson sambil mengulurkan tangan. Nyonya Hwang membalas uluran tangan itu.

“Ne, hati-hati Mrs Wilson”, kata nyonya Hwang.

“Selamat tinggal, eomma”, kata Yenni.

Mereka lalu masuk mobil dan berangkat menuju bandara. Nyonya Hwang lalu masuk ke rumahnya. Dalam perjalanannya menuju bandara Yenni sempat bercakap dengan Mrs Wilson. “Darling, kenapa kau tidak memberitahu eommamu”, kata Mrs Wilson.

“About what, Mom”, tanya Yenni.

“Your pregnant”.

“No. Dia tidak perlu tahu, Mom”.

“Why? She’s your mother”.

“Jika dia tahu, dia tidak akan membiarkanku pergi”.

“Okay, I’m understand. Up to you”.

“Thanks, Mom”.

Sementara di jalan Baekhyun menyetir dengan kekuatan penuh. Dia juga menelfon Yenni namun tidak diangkat. Berkali-kali dia mencoba menghubunginya namun tidak diangkat. Karena kesal, dia lalu membanting ponselnya ke tempat duduk sebelahnya. Dia menuju rumah eommanya Yenni. Sampai di sana dia langsung mengetuk pintu. Nyonya Hwanglah yang membukakan pintu rumah itu.

“Lho, nak Baekhyun. Ada apa?”, tanya nyonya Hwang.

“Apa Yenni ada disini, eomma?”, tanya Baekhyun.

“Sayang sekali nak Baekhyun, dia baru saja berangkat!”.

“Berangkat kemana eomma?”.

“Dia akan kembali ke New York. Sekarang dia dalam perjalanan menuju bandara. Ku rasa belum jauh. Sebenarnya ada masalah apa?”.

“Gamshamnida eomma. Nanti akan aku ceritakan. Aku janji. Sekarang aku akan menyusulnya. Dia tidak boleh pergi”.

“Oh, baiklah! Hati-hati nak Baekhyun”.

“Ne, selamat tinggal eomma”.

Baekhyun segera pergi dari rumah itu. Nyonya Hwang hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat hal itu. Baekhyun menyetir dengan kecepatan penuh. Dia berharap bisa mencegah kepergian Yenni. Dengan begitu dia bisa menjelaskan semuanya. Dia tidak akan bisa memafkan dirinya sendiri, jika Yenni benar-benar meninggalkannya. Dia sudah terlanjur mencintainya.

Namun sialnya, ban mobilnya tiba-tiba kempes. Dia lalu meminggirkan mobilnya. “Sial, kenapa kempes segala. Aku harus segera mencari taksi”. Baekhyun menunggu taksi lewat, namun belum lewat juga. Syukurlah, mobil Kyungsoo segera menghampirinya. Baekhyun lalu masuk ke mobil itu setelah tahu kalau itu adalah Kyungsoo. “Kita mau kemana, sajangnim?”, tanya Kyungsoo.

“Ke bandara”, kata Baekhyun.

“Baiklah!”.

Dalam perjalanannya, Baekhyun tidak bisa tenang. Dia menyuruh Kyungsoo lebih cepat dan cepat. “Cepatlah! Nanti dia keburu pergi?”, kata Baekhyun.

“Siapa maksudmu, sajangnim?”, tanya Kyungsoo.

“Yenni”.

“Yenni! Maksudmu istrimu?”.

Baekhyun hanya mengangguk.

“Memangnya dia mau kemana?”.

“Sudahlah! Nanti aku cerikan, sekarang fokuslah?”.

“Ne, sajangnim”.

Setelah itu tidak ada percakapan lagi, selama perjalanan menuju bandara mereka hanya diam. Mereka akhirnya sampai di bandara. Baekhyun segera mencari Yenni. Kyungsoo dan Seohyun juga membantu Baekhyun mencari Yenni. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut tempat itu, namun Baekhyun belum juga menemukan sosok Yenni. Dan cukup lama dia mencari Yenni.

Dari arah lain, sebuah mobil berhenti. Dari mobil itu turunlah Yenni beserta orang tuanya. Baekhyun akhirnya menemukan Yenni, dia lalu menemuinya. Namun saat mengejarnya, dia tak sengaja menabrak seseorang. Baekhyun tak memperhatikan jalan yang diperhatikannya hanya Yenni, karena itu dia menabrak seseorang. Barang-barang yang dibawa orang itu jatuh berserakan. Segera saja dia membantu membereskan barang-barang orang itu dan meminta maaf pada orang itu.

Setelah itu, dia tidak melihat Yenni lagi. Dia mencarinya lagi, sampai akhirnya dia melihat Yenni tengah mengantri pengecekan identitas dan barang-barang mereka. Namun mereka telah selesai diperiksa dan bersiap masuk ke pesawat. Baekhyun segera berteriak memanggil Yenni. “Yenni tunggu!”, kata Baekhyun. Merasa namanya dipanggil, Yennipun menoleh. Dia kaget melihat orang yang memanggilnya. Dia segera meneruskan perjalanannnya. Namun sayang, tangannnya sudah berhasil diraih oleh Baekhyun. Dan hal itu menghentikan langkah Yenni.

“Yenni, mianhae. Aku mohon jangan pergi?”, kata Baekhyun. Yenni masih tidak menoleh, “Aku sudah tidak memiliki alasan untuk tetap tinggal. Kau juga sudah tidak membutuhkanku. Loose my hand Mr Baekhyun, please”. Kata Yenni. Yenni lalu berusaha melepaskan tangannya, namun hal itu hanya sia-sia. Baekhyun malah semakin kuat menggenggam tanyannya. Lalu Baekhyun malah menarik Yenni kepelukannya.

“Aku mohon Yenni. Saat mengatakan hal itu, hatiku benar-benar sakit. Itu bukan keinginanku, Hennalah yang menyuruhku. Kalau aku tidak menurutinya, Seohyun akan dibunuh. Namun sekarang adikku sudah kembali dan dia sudah ditangkap polisi. Maafkan aku karena tidak menceritakannya sejak awal. Jangan pergi, tetaplah tinggal disini. Aku sangat membutuhkanmu”, kata-kata Baekhyun bernada sangat memohon.

Yenni masih terdiam, dia masih tidak percaya dengan semua itu, “Kau bohongkan Mr Baekhyun?”, tanyanya.

“Aku serius Yenni-ya, pada awalnya aku memang tidak mencintaimu. Tapi setelah apa yang kita lalui bersama, aku mulai terbiasa denganmu. Tidak ada orang yang memahamiku lebih daripada kamu. Aku mohon, tinggallah bersamaku”, kata Baekhyun.

Yenni melepaskan pelukan Baekhyun. Dia menatap Baekhyun secara langsung. Menatap langsung ke matanya. Tidak terlihat ada kebohongan dari matanya. “I’m sorry Mr Baekhyun. Aku tidak bisa tinggal, ini terlalu menyakitkan untukku. Jika aku punya salah padamu, I’m sorry. Kau harus melupakanku mulai sekarang. I hope you always happy. Good bye Mr Baekhyun. I’m sorry. I’m sorry”, saat mengatakan hal itu air mata Yenni telah membasahi pipinya. Ria segera berbalik dan meninggalkan Baekhyun yang masih mematung ditempatnya. Yenni segera menyusul orangtuanya.

Baekhyun tidak dapat berkata apa-apa lagi. Dia hanya bisa menatap kepergian Yenni. Bahkan sekarang dia tak dapat menopang berat tubuhnya lagi. Kalau saja Kyungsoo tidak dengan segera menangkapnya, mungkin Baekhyun sudah terjatuh ke lantai tempatnya berdiri. “Sajangnim, gwenchana?”, kata Kyungsoo sambil membantu Baekhyun berdiri. “Oppa, gwenchana?”, tanya Seohyun yang juga membantunya berdiri.

“Apa kau yakin dengan keputusanmu, darling?”, tanya mothernya. Yenni lalu mengangguk. “Kau tidak akan menyesal?”, tanya mothernya lagi. Yenni hanya menjawab dengan anggukan. “Kenapa kau tidak memberinya kesempatan?”, tanya mothernya lagi. Yenni hanya menggeleng.

Mothernya lalu memegang bahu Yenni, “Listen to me, darling. Setiap manusia pasti memiliki kesalahan, darling. But, dia pasti memiliki alasan mengapa dia melakukannya. So, beri dia kesempatan. And how about your baby, bagaimana jika dia merindukan appanya? Dan bagaimana jika dia ingin tahu appanya? Apa kau tidak akan memberitahunya?”.

Yenni masih berfikir sejenak, “You’re right, Mom. Aku tidak berfikir sampai kesitu”, Yenni lalu memeluk mothernya. “Thank you very much, Mom”, kata Yenni.

“Sure, darling. Temuilah dia!”, kata mothernya.

Yenni menggangguk, “Yes, Mom. I will miss you”. Yenni segera berbalik menemui Baekhyun.

Sementara itu Baekhyun sudah akan meninggalkan tempat itu, setelah berhasil dibujuk oleh Kyungsoo dan adiknya. Yenni segera memanggilnya, “Mr Baekhyun, wait me!”.

Merasa nama dipanggil Baekhyun segera menghentikan langkahnya dan berbalik. Yennilah yang memanggilnya. Seulas senyum kini tampak diwajah Baekhyun. Yenni segera berlari menemui Baekhyun lalu memeluknya. Baekhyun membalas pelukan Yenni. “Kau akan tinggal disini bersamaku kan?”, tanya Baekhyun. Yenni lalu mengangguk. “Gomawo, Yenni-ya”, kata Baekhyun. Mereka berdua lalu menemui mother and dadynya Yenni.

“You must keep she. If you make she cry, I will kill you. Understand”, kata dadynya Yenni.

“Siap, dady”, kata Baekhyun.

“And you mush will keep my grandchild. You understand Baekhyun”, tambah mothernya Yenni.

“Cucu!”, kata Baekhyun memastikan dia tidak salah dengar. Baekhyun lalu menoleh pada Yenni. Yenni tersenyum dan mengangguk.

“Tentu saja, Mom”, kata Baekhyun.

Mothernya Yenni mendekati Yenni dan mencium kening putrinya. “Keep yourself, darling. I will miss you”, kata mothernya.

“Yes, mom. I will miss you too”, kata Yenni.

“Goodbye, semuanya”, kata Mrs Wilson sambil melambaikan tangannya. Mr and Mrs Wilson segera menuju pesawat karena suara tanda pesawat akan berangkat telah berbunyi. Mereka semua melambaikan tangan pada kedua orang tuanya Yenni. Yenni masih menatap kepergian orangtuanya hingga mereka telah hilang karena pintu pesawat telah ditutup. ‘Thank you very much, Mom. I will really really miss you’, kata Yenni dalam hati. Yenni terlihat melamun.

Dia dikagetkan dengan suara Baekhyun. “Apa kau benar-benar sedang hamil?”, tanya Baekhyun. Yenni lalu menoleh pada Baekhyun. Dia tersenyum dan mengangguk. Baekhyun segera memeluknya. “Terima kasih Tuhan. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih juga sayang”, kata Baekhyun.

“Yes, you’re welcome”, jawab Yenni.

Merasa dicuekkan Kyungsoo berpura-pura batuk. “Sebaiknya kita pergi saja Seohyun, takut mengganggu mereka”, ajak Kyungsoo pada Seohyun. Lalu dia segera berjalan menjauhi mereka.

“Kyungsoo oppa, changkkaman!”, Seohyun lalu menyusul Kyungsoo.

Baekhyun dan Yenni tersenyum melihat kepergian mereka. Mereka lalu menyusul Kyungsoo dan Seohyun. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Dari situlah awal kehidupan baru mereka, dimulai. Meninggalkan kehidupan yang sebelumnya dibangun tanpa cinta, kini mereka akan membangun kehidupan mereka dengan penuh cinta.

 

>>>>> THE END <<<<

 

Yah, akhirnya selesai juga. Gimana menurut kalian ceritanya? Jangan lupa komennya. Dan terimakasih banyak buat yang dah mau komen dan yang dah memberi masukan. Thanks banget. Masukannya sangat berarti.

Salam hangat: Dwi Lestari

3 thoughts on “The Prospective Of Old Brother In Law Is My Husband (Chapter 8, END)

  1. Yah… kok cepat banget endingnya??? Kirain masih panjang ceritanya😔 BTW ceritanya bagus banget Kak author, Ada sequel nya ga???

    Fighting author….😉😉

  2. Aku senang akhirnya ini happy ending. Wih Yenni malah memberikan kado yang sangat indah untuk Baekhyun senangnya melihat mereka kembali lagi. Duh serius senang banget.
    Aku tunggu fanfic lainnya fighting ne .
    Bakalan miss so much BaekNi Couple

  3. Dari awal grammar nya ada aja yg salah ,jd nya blepotan gitu. Kalo grammar nya ada yg salah g enak dibaca. Mendingan kalo gitu satu bahasa aja. Kalo story nya secara keseluruhan bagus.(cuma kritik yg mudah2an membuat author jd lebih baik dr sebelumnya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s