N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 7)

7

Tittle                   : N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 7)
Author              : Kang Gin Jin
Genre               : Romance, Friendship, School Life

Length              : Chaptered

Rating               : PG 13+

Main Cast        : Kim Hyu Rin (Yuri) | Oh Se Hun (Sehun)

Support Cast  : Byun Baek Hyun (Baekhyun), Oh Se Hee (Sehee), Park Chan Yeol (Chanyeol), Shin Hyu Ra (Hyu Ra)

Disclaimer       : Story and plot in this fanfic originaly made by me.

Author’s note : Saya akan menunggu komennya para Readers. Mian jika alurnya gj dan terlalu cepat. No kopas, no plagiat. Gomawo.

Warning           : Typo bertebaran

 

N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 7)

 

Seperti biasa, hari ini Yuri pergi ke N Seoul Tower. Hampir setiap minggu dia pergi ke tempat itu. Dia pergi sendirian. Dan seperti biasa dia pergi secara diam-diam agar orang tuanya tidak mengetahuinya.

Sesampai di tempat itu, Yuri sempat ragu menuju atas. Entah mengapa perasaannya tidak enak. Setelah menenangkan perasaannya, dia menutu puncak tempat itu. Sampai disana dia melihat orang yang menurutnya tak asing. Ternyata benar, orang itu adalah Oh Se Hun yang tak lain adalah tunangannya sendiri.

Dia jadi teringat mengapa perasannya tan enak tadi. Dia akhirnya tahu kalau dia akan bertemu dengan Sehun. Yuri menghela nafas dulu sebelum dia menyapanya. Ini pertama kalinya dia akan berbicara dengan Sehun setelah insiden di restoran tempo hari.

“Apa kau masih menunggu yeoja itu?”, tanya Yuri memulai percakapan.

Mendengar ada yang berbicara, Sehun menoleh pada asal suara yang didengarnya. Dia tersenyum saat tahu kalau orang yang berbicara adalah Yuri. “Oh, Yuri. Ne, aku masih berharap bisa bertemu yeoja itu lagi. Dia sangat menyukai tempat ini”, kata Sehun.

“Tempat ini memang indah”, kata Yuri.

“Untuk apa kau datang kesini?”, tanya Sehun.

“Bukankah aku sudah pernah bilang padamu, kalau aku juga menyukai tempat ini”.

“Ah, ne. Kenapa aku bisa lupa”.

Setelah itu mereka saling terdiam. Mereka terhanyut oleh khayalan masing-masing. Diam-diam Sehun memperhatikan Yuri.yuri masih terhanyut dengan khayalannya. Dalam hatinya Sehun berkata,

‘Yuri kenapa kau mirip sekali dengan yeoja itu. Dia alergi coklat kau juga alergi coklat. Dia menyukai tempat ini, kau juga menyukai tempat ini. Dia sangat menyukai jepit rambut berbentuk kupu-kupu, kau bahkan memakai jepit rambut seperti itu. Dan setiap aku melihatmu kau selalu memakainya. Tapi kenapa hanya satu, bukankah seharusnya ada dua. Tunggu!’,

Sehun segera memeriksa kantung celananya. Dia mencari-cari sesuatu di dalamnya dan akhirnya menemukannya. Dan segeralah dia menanyakannya pada Yuri.

“Apa ini milikmu?”, tanya Sehun sambil menunjukan jempit rambut yang dimaksud.

Ne, darimana kau menemukannya? Aku sudah lama mencarinya”., jawab Yuri. Dia lalu mengambil jepit itu.

“Saat kita bertabrakan di lorong sekolah di hari pertamamu masuk sekolah kita”, jawab Sehun. Dia masih teringat persis kejadian itu.

“Ow, jadi namja itu adalah kau, oppa. Aku bahkan tidak tahu jika namja itu adalah kau. Aku tidak terlalu memperhatikan waktu itu. Gomapta telah menyimpannya”, kata Yuri.

“Apa kau menyukai jepit itu?”.

Ne. Aku sangat menyukainya. Ini adalah pemberian terakhir dari halmoni di hari ulang tahunku saat beliau masih hidup”.

Dalam hati Sehun berkata, ‘Yuri kau semakin mirip dengan yeoja itu. Apakah yeoja itu memang dirimu? Tapi itu tidak mungkin. Dia berambut pendek hitam dan kau berambut pirang panjang. Masih ada satu hal yang akan aku pastikan. Dia tidak menyukai warna pink. Aku akan pastikan saat ulang tahunku nanti’. Sehun termenung sendiri.

“Kenapa diam? Apa ada masalah?”, tanya Yuri.

Ani. Sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu. Aku berencana ke rumahmu setelah ini. Tapi kebetulan sekali kita bertemu disini. Aku akan mengatakannya sekarang. Tiga hari lagi adalah ulang tahunku dan ulang tahun Sehee nuna. Eomma berencana merayakannya di sekolah. Dan akan diadakan pesta dansa di sana. Ku harap kau mau datang?”.

“Ow, tentu saja”.

“Baiklah, besok akan ku kirim gaun untukmu. Eomma sudah membelikannya ku harap kau mau memakainya”.

Ne”.

Sehun melirik jam tangannya. Dia merasa harus pulang. Dia lalu berpamitan pada Yuri, “Sepertinya aku harus pulang, ada yang harus aku siapkan untuk pesta itu”.

Ne, kau pasti sangat sibuk”.

“Tidak juga. Nuna juga membantu, jadi semua menjadi lebih ringan”.

“Ow, baiklah. Hati-hati”.

Ne, annyeong”.

Sehunpun meninggalkan Yuri. Yuri masih terdiam di tempat itu. Dia masih menikmati pemandangan kota Seoul dari tempat itu. Cukup lama dia terdiam, karena memang dia tidak membawa teman.

“Kim Hyu Rin”, tiba-tiba dia mendengar ada yang memanggilnya. Dia menoleh pada orang yang memanggil namanya. Dia tersenyum saat tahu siapa orany yang telah memanggilnya.

Oppa”, Yuri segera berlari menghampiri orang itu dan memeluknya. Namja itu membalas pelukan Yuri.

“Kemana saja kau selama ini oppa. Kau bahkan tidak menghubungiku. Apa kau tidak merindukanku?”.

Mianhae. Akhir-akhir ini aku sedikit sibuk. Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku tahu kalau kau pasti ditempat ini, karena itu aku datang kemari”.

“Apa yang ingin oppa bicarakan?”.

Namja itu lalu melepaskan pelukannya dan menatap Yuri lekat-lekat. Namja itu juga memegang bahu Yuri.

“Yuri. Mianhae, jika nantinya aku akan menyakitimu”.

“Apa maksud oppa. Tolong jelaskan”.

“Kita harus mengakhiri hubungan ini”.

Wae? Wae, oppa. Ayo ceritakan?”.

Baekhyun lalu melepas genggamannya pada bahu Yuri. Dia berjalan menjauhi Yuri. Yuri lalu mengikutinya.

“Perusahaan appaku terancam gulung tikar. Karena itu, dia membutuhkan banyak dana untuk mempertahankan perusahaannya. Dan yang dapat membantu appa hanya keluarga Shin, pemilik SJ Corporation. Tapi keluarga itu mengajukan syarat”.

“Apa syaratnya?”.

“Aku harus bertunangan dengan putrinya!”.

Mwo? Bertunangan. Apa tidak ada cara lain? Aku bisa meminta bantuan appa”.

“Itu tidak mungkin Yuri. Mana mungkin appamu mau menyumbangkan dana untuk appaku. Bukankah mereka adalah musuh, kau tahu itukan”.

“Hanya itulah satu-satunya cara agar aku bisa membantu appa. Dari kecil aku sudah dirawat dan dibesarkannya. Sekarang saatnyalah aku membantunya. Membalas semua yang sudah diberikan padaku”.

“Lalu bagaimana denganku oppa. Apa kau tidak memikirkan perasaanku?”. Yuri terisak mendengar penuturan namja itu. Karena tidak tega melihat orang yang dicintainya menangis, namja itupun memeluknya.

Uljima, jebal. Jangan buat aku semakin bersalah”.

Namun Yuri masih terisak. Dia masih tidak percaya dengan semua yang diucapkan namja itu padanya.

“Lalu apa yang harus aku lakukan. Aku bahkan tidak bisa hidup tanpamu”.

“Semua sudah aku fikirkan Yuri. Aku yakin kau pasti bisa hidup tanpaku. Bukankah sudah ada Sehun”.

“Sehun?”.

Ne, Sehun. Dia namja yang baik. Aku sudah mengenalnya sejak kecil. Dia pasti bisa menjagamu. Bukankah dia juga mencintaimu?”.

“Maksudmu apa?”.

“Aku tahu, yeoja yang diam-diam disukainya adalah kau. Benar bukan? Yeoja yang diselamatkannya ditempat ini adalah kau. Kau tidak bisa membohongiku. Semuanya jelas saat dia memperlihatkan buku harian itu, dan itu adalah tulisan tanganmu. Benarkan?”.

“Kau bahkan tahu jika yeoja itu aku. Itu memang benar, yeoja itu adalah aku. Aku sengaja tidak memberitahunya karena aku takut dia akan menyukaiku dan tetap mempertahankan pertunangan ini. Selain itu, aku juga tidak mau ada pengganggu dalam hubungan kita. Tapi kenapa sekarang kita harus berpisah”.

“Mungkin itu yang ditakdirkan Tuhan untuk kita. Kita memang tidak ditakdirkan bersama. Ku harap kau bisa mengerti”.

Baekhyun pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Yuri. mereka berdua masih saling menatap.

“Baiklah, jika itu keinginanmu. Ku harap kau bahagia dengan pilihanmu oppa. Terima kasih untuk semua yang telah kau berikan padaku. Saranghae. Jeongmal saranghae. Maaf jika selama ini aku banyak menyusahkanmu”.

“Aku juga minta maaf telah menyakitimu”.

“Kapan pertunanganmu akan dilaksanakan?”.

“Besok”.

“Apa yeoja itu bernama Shin Hyu Ra?”.

“Kurasa iya”.

“Dia tak jau berbeda denganku. Kau pasti akan mudah menyukainya”.

“Ku harap begitu. Untuk terakhir kalinya maukah kau menemaniku jalan-jalan”.

“Tentu saja”.

Mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi kota Seoul. Mereka sangat menikmati saat-saat terakhir kebersamaan mereka.

### TBC ###

Mian hanya sedikit, lagi gak da inspirasi. Tetep komen ya. Thanks.

2 thoughts on “N SEOUL TOWER IN LOVE (Chapter 7)

  1. gimana reaksi sehun nanti klau tau orang yg disukainya adlh yuri???
    apa dia akan kcewa krna merasa dibohongi???
    ditunggu lanjutannya ya….
    penasaran bgt nih !!!
    semangat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s