Ada Yang Aneh Dengan Baekhyun

Author             : Nikky-Chan

Tittle                : Ada Yang Aneh Dengan Baekhyun

Cast                 : Baekhyun, Chen, Kyungsoo, Minhyun (OC), dan Hana (OC) (Chanyeol keluar nama doank)

Genre              : Humor (garing), School Life

Lenght             : OneShoot

Rating             : T ajah..

Di ruang OSIS

 

“Hahhh…” Baekhyun menghela nafas. Pemuda yang biasanya terlihat ramai dengan ocehannya yang tak berujung –menurut Kyungsoo- itu sudah beberapa kali menghela nafas pagi ini.

 

Kyungsoo dan Chen yang melihatnya hanya bisa heran. Ada yang aneh pada pemuda Byun itu pagi ini. Bagi Chen yang sama-sama memiliki sifat ramai sih.. mulai memikirkan berbagai konflik telenovela aneh yang berputar di kepalanya. Mungkin saja Baekhyun sedang bertengkar dengan kekasihnya, pikirnya. Tapi kalau dia menggunakan otaknya lebih baik lagi, dia baru ingat kalau Baekhyun itu kan masih jomblo. Jadi itu tidak mungkin. Atau sebenarnya dia… adalah kekasih gelap seseorang dan sekarang kekasih gelapnya akan menikah dengan kekasihnya.

 

Lupakan Chen.

 

Bagi Kyungsoo sih ini sebuah perubahan yang positif. Siapa tahu Byun Baekhyun sudah bertaubat dan menyegel semua ocehannya lalu membuangnya ke laut. Eh? Tapi kalau begitu Baekhyun tidak bisa ngomong dong. Kalau begitu ralat. Mungkin Baekhyun menghapus beberapa file tidak penting dari otaknya, dan sekarang dia hanya akan bicara ketika ada sesuatu yang penting-penting saja. Yosh. Mungkin lebih baik berpikir positif begitu, batin Kyungsoo.

 

“Hahhh…” Baekhyun menghela nafas lagi. Kali ini membuat Kyungsoo dan Chen saling pandang dengan alis sama-sama bertautan bingung.

 

Baekhyun sedang mempunyai masalah. Begitu kesimpulan yang mereka ambil.

 

“Baek, kau baik-baik saja?” tanya Chen.

 

Dia kini memilih duduk di samping kanan Baekhyun. Kemudian menepuk pelan pundaknya seolah memberi semangat. Tapi Baekhyun sama sekali tidak minat untuk menanggapinya sama sekali. Meliriknya saja tidak.

 

“Baekhyun-hyung kalau punya masalah bisa cerita pada kami” Kyungsoo kali ini ikut mengeluarkan suara.

 

“Haahhhh….” lagi-lagi Baekhyun menghela nafas. Padahal orang bilang menghela nafas seperti itu akan membuat kebahagianmu pergi. “Aku baik-baik saja, dan tidak sedang memiliki masalah.”

 

Bel masuk berbunyi.

 

“Sudah masuk, ayo pergi ke kelas”

 

Baekhyun keluar ruangan duluan dengan lemas seakan di tiup angin sedikit dia akan terbang. Meninggalkan kedua temannya yang menatap punggungnya menjauh dalam diam. Ada musik dramatis yang berputar di otak mereka ketika melihat Baekhyun yang berjalan dengan langkah lemas seperti itu.

 

“Ya sudah. Kita bertemu waktu istirahat makan siang saja Chen-hyung

 

“Oke”

.

.

.

Istirahat makan siang.

 

Chen membeli semangkuk ramen di kantin, sedangkan Kyungsoo membawa bekalnya sendiri.

 

Biasanya mereka akan makan dengan suara ramai pertengkaran antara Baekhyun dan Chen yang ingin mencicipi masakan Kyungsoo. Maklum saja, adik kelas mereka itu selain jago memasak tapi juga sering menerima bekal dari gadis-gadis yang merupakan fansnya.

 

“Huwaahhh.. Kyung, boleh kucicipi sosisnya? Sepertinya enak, dari siapa kau mendapatkannya?” tanpa menunggu persetujuan dari Kyungsoo, Chen sudah memasukkan sebuah sosis ke dalam mulutnya.

 

“Dari Minhyun”

 

Chen mendelik mendengar nama dari teman sekelas Kyungsoo itu. Seorang gadis yang kemampuan memasaknya menjijikkan tingkat ekstrim alias terkenal ketidakmampuannya untuk memasak. Tapi entah kenapa sering memberi Kyungsoo bekal meskipun tidak setiap hari akhir-akhir ini.

 

Tapi…

 

“Kok rasanya enak?” tanya Chen heran. Padahal dia pernah melihat Chanyeol –teman dekat Minhyun- muntah-muntah setelah memakan bekal buatan Minhyun. Chen juga pernah mencobanya sekali. Dan berakhir dengan bersumpah dalam hati tidak akan pernah memakan bekal buatan gadis itu lagi. Meskipun sepertinya dia telah melanggarnya hari ini.

 

Kyungsoo mengangkat bahunya tidak peduli. Sudah beberapa kali dia menerima bekal dari Minhyun. Dan tidak pernah memprotes makanannya, karena rasanya memang enak.

 

“Bagaimana bisa dia membuat masakan seenak ini untukmu, sementara untuk temannya yang lain rasanya benar-benar menjijikkan..” pekik Chen mendramatisir. Tanpa sadar ada sang objek pembicaraan di belakangnya sudah mengeluarkan aura gelap dari tubuhnya.

 

“Ohh.. jadi selama ini masakanku tidak enak?”

 

Chen tersedak udara. Menoleh ke belakang dan mendapati seorang gadis yang tersenyum manis –sekaligus sadis- .

 

“Ti-tidak… bukan begitu maksudku. Masakanmu bukannya tidak enak…”

 

“Lalu?”

 

“…menjijikkan?”

 

Minhyun menarik kerah seragam Chen, “Cari mati ya?”

 

“Enggak, aku cari pacar” jawab Chen ketar-ketir. Dasar jomblo.

 

“Sudahlah, kalian membuat kita menjadi pusat perhatian. Minhyun-ah… duduklah” kata Kyungsoo yang berusaha melerai.

 

Memang benar, beberapa murid melihat ke arah mereka dengan tatapan aneh. Mengabaikan keinginannya untuk protes, Minhyun menurut dan duduk di samping Kyungsoo. Chen sendiri kembali memakan ramennya yang sudah agak dingin ini.

 

“Hahhh…”

 

Telinga ketiga orang itu menoleh ke arah Baekhyun yang menyanggah kepalanya dengan tangan kanan dan menoleh ke arah lain. Ah, tidak. Sejak tadi dia memang tidak memperhatikan pertengkaran yang terjadi antara Chen dan Minhyun.

 

“Baekhyun-sunbae tidak makan?” tanya Minhyun penasaran karena tidak melihat makanan di depan Baekhyun.

 

“Hahhh…” Baekhyun justru menghela nafas lagi dan mengabaikan pertanyaan adik kelasnya.

 

Minhyun semakin mengernyit bingung. Kyungsoo yang mengerti kebingungannya memberitahunya mengenai Baekhyun yang terlihat seperti orang galau sejak tadi pagi. Kerjaannya hanya melamun sambil menyanggah kepalanya, kemudian menghela nafas. Di ajak bicara kadang tidak menyahut. Benar-benar irit bicara.

 

“Dia tertular Sehun?”

 

“Mungkin.”

 

“Baekhyun-sunbae, sosis ini enak lho. Aku sudah belajar memasak dengan baik pada Kyungsoo jadi rasanya sudah terjamin..”

 

Chen meliriknya dengan tatapan ah-aku-mengerti-alasan-kenapa-masakannya-enak-sekarang. Berlainan dengan Baekhyun yang hanya meliriknya.

 

“Aku tidak –Kruuuuk…- lapar”

 

Minhyun terkekeh mendengar suara perut Baekhyun yang berteriak minta di isi itu.

 

“Ayolah sunbae, makanlah sedikit. Atau kalau kau tidak suka sosis, bagaimana dengan telur gulung ini?”

 

Baekhyun mendecih, “Kan aku sudah bilang aku tidak –kruuuuukkkk…- lapar. Jadi jangan memaksaku untuk –kruuukkk…- makan”

 

Minhyun menelengkan kepalanya ke kiri, bingung. Padahal dia bisa mendengar dengan jelas suara perut Baekhyun, yang artinya kakak kelasnya itu pasti sedang kelaparan. Mencoba memutar otaknya, dia pun mendapatkan sesuatu di otaknya.

 

“Oh… Baekhyun-sunbae sedang puasa ya?”

.

.

.

Sering melamun, menghela nafas tidak jelas, lalu tidak nafsu makan. Apa lagi sekarang?

 

Chen bercerita pada Kyungsoo bahwa tadi Baekhyun tidur di kelas dengan menindih tangannya dengan kepala. Dia berpikir bahwa Baekhyun benar-benar ketiduran karena terlalu banyak masalah dan sempat berpikir gagal sebagai sahabat. Tapi ketika dia ingin membangunkan Baekhyun dengan menoel pipinya, pemuda itu tiba-tiba berteriak tidak jelas kemudian menatap Chen dengan tatapan tajam. Seolah temannya itu sudah melakukan kejahatan yang tidak termaafkan.

 

“Dia itu kenapa sih Kyung..?”

 

Chen mengajak Kyungsoo membolos ke atap sekolah. Karena tidak ingin menjadi satu-satunya yang membolos di kelas, Kyungsoopun mengajak Minhyun bersamanya.

 

“Baekhyun-sunbae sering melamun, lalu menghela nafas, tidak nafsu makan… dan berteriak tidak jelas. Jangan-jangan…”

 

“Dia sekarat?” tebak Kyungsoo.

 

“Bukan” Minhyun menatapnya seolah berkata kejam-sekali-tebakanmu-Kyung.

 

“Dia sedang ada masalah?” kali ini Chen yang menebak.

 

“Yup..” Minhyun berdehem, “ tepatnya… masalah C-I-N-T-A”

 

“Hah?” bagaimana bisa?

 

“Tapi dia tidak punya kekasih” kata Kyungsoo yang mendapat anggukan setuju dari Chen.

 

“Hm… kalau begitu, dia pasti sedang jatuh cinta. Di kebingungan bagaimana caranya mengutarakan perasaannya yang rumit itu. Oh masa muda yang indah, membuatku iri saja” Minhyun menambah efek dramatis pada kalimat terakhirnya. Karena menurutnya, pemuda seusia Baekhyun memang sudah sewajarnya memiliki masalah cinta. Dia yakin tebakannya tidak meleset.

 

Kyungsoo dan Chen kembali berfikir. Jika tebakan Minhyun itu benar, lalu pada siapa seorang Byun Baekhyun yang hyperaktif itu jatuh cinta? Benar-benar tidak beruntung sekali. Memangnya seperti apa type gadis ideal versi Byun Baekhyun?

 

“Ah, bukankah Baekhyun-sunbae sedang dekat dengan Hana-sunbae dari ekstra vocal?”

 

“Kau benar. Gadis yang paling dekat dengan Baekhyun selain kau adalah Kim Hana dari kelas sebelah. Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya?” sahut Chen.

 

“Bagaimana kalau kita meminta bantuannya saja? kita belum tahu, apa benar dia sedang memiliki masalah cinta atau tidak kan? itu hanya tebakan Minhyun saja” kata Kyungsoo yang membuat semangat dua orang temannya langsung drop.

 

“Kau benar” Minhyun dan Chen menjawab lemas dengan kompak.

.

.

.

Jadi…

 

Disinilah Hana sekarang. Di kelas Baekhyun yang sedang tidur di bangkunya. Sedikit gugup memang. Apalagi Minhyun dan Chen heboh tentang tebakan mereka bahwa Baekhyun jatuh cinta padanya. Padahal Kyungsoo sudah menjelaskan bahwa itu masih belum jelas. Tapi tidak ada salahnya kalau Hana menanyakan masalah itu pada Baekhyun.

 

“Baek-Baekhyun-sshi..”

 

Baekhyun mengangkat kepalanya dengan cepat ketika mendengar suara yang tidak asing memanggil namanya. Hana sedang berdiri gugup di hadapannya dengan wajah yang memerah.

 

“Ada apa?” tanya Baekhyun.

 

“Ap-apa –k-kau..” Glek. Hana ingin menangis saking gugupnya. “Apa.. kau mau ikut denganku? Ad-ada.. cafe ice cream baru di dekat taman. Ki-kita… tidak pernah jalan ber-berdua kan.”

 

Tiga kepala yang sedang mengintip di balik pintu menelan ludah mereka, ikutan gugup. Bahkan sampai menahan nafas segala.

 

“Kenapa?”

 

“K-kau.. terlihat seperti sedang ada masalah. Jadi.. mungkin dengan makanan manis kau bisa menjadi lebih semangat lagi seperti biasa.”

 

Baekhyun mendengus. “Oh.. apa kau disuruh mereka bertiga?”

 

“I –tidak… aku melihatmu lemas di kantin tadi” Hana menjawabnya cepat.

 

“Oh…”

 

Mereka diselimuti keheningan beberapa detik.

 

“..maaf. Tapi aku tidak bisa ikut.”

 

Hana menunduk lemas. “Begitu ya? Kalau begitu, bagaimana kalau pulang bersama?”

 

“Tentu saja.”

 

Baekhyun berdiri dan buku catatannya tidak sengaja terjatuh. Hanapun membantu mengambilkannya dan membeku seketika melihat tulisan yang ada di buku itu.

 

‘JANGAN LUPA PERGI KE DOKTER GIGI SEPULANG SEKOLAH’

 

“Eh? Ini…”

.

.

.

“Pfft… bwahahahahahaha” baik Kyungsoo, Chen ataupun Minhyun tidak bisa menahan tawanya ketika baru keluar dari klinik dokter gigi. Mereka tidak kecewa karena tebakannya salah. Tapi mengingat apa yang terjadi seharian ini, benar-benar…

 

“Aku tidak menyangka. Ternyata.. Baekhyun-sunbae menyanggah kepala dengan tangan kanannya. Ternyata untuk memegangi giginya yang sakit. Hahahaha…” Minhyun terpingkal-pingkal sambil memukul-mukul punggung Chen.

 

“Benar. Dan dia bukan melamun, tapi pasti sedang malas bicara karena sakit gigi. Hahahaha.. kau ini ada-ada saja Baek” Chen memegangi perutnya yang mulai sakit. Apalagi tadi Baekhyun juga berteriak tidak jelas ketika dia akan me-noel-noel pipinya. Mungkin karena takut giginya yang sedang sakit disentuh olehnya. Mengingat itu membuat Chen semakin terpingkal saja.

 

“Dan Baekhyun-hyung juga tidak bisa makan bukan karena tidak nafsu makan. Tapi karena kalau giginya tersenggol makanan rasanya sakit. Pfftt.. seharusnya Baekhyun-hyung cerita sejak awal. Kami jadi tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu tentang dirimu.” Tambah Kyungsoo yang tertawanya paling normal.

 

Dan kalian juga membuatku malu di depan gebetan, tambah Baekhyun dalam hati.

 

Pemuda itu menggerutu dalam hati. Memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan besok pada ketiga temannya itu ya… ah, aku jadi tidak sabar menunggu besok, batinnya menyeringai.

 

END

 

Efek sakit gigi yang gak sembuh-sembuh ternyata lumayan spektakuler.hahaha…/digampar

5 thoughts on “Ada Yang Aneh Dengan Baekhyun

  1. Ff nya lucu, jadi bikin penasaran ama si bebaek/? Kenapa, eh ternyata haha
    aku juga suka penulisannya rapi dan bahasanya juga gampang ngertiinnya
    keren semangat utk karya selanjutnya utk author

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s