Beautiful Love (Chapter 1)

img_2737

Title : Beautiful Love

Author : Sandra (@sandra_19598)

Cast : Irene RV as Bae Joo Hyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Kim Nayang (OC)

Other cast : Byun Baekhyun

        Song Nara (OC)

Genre : Angst, sad, romance, and marriage.

Length : Chaptered

 Rated : Teen         

Author note : semoga kalian senang dengan FF asli buatanku ini, jangan lupa tinggalkan komentar ya^^

 

 

                                                                                                            Chapter 1

 

 

 

Seorang wanita berlari dengan kencangnya mengejar bus yang berada di depannya “Ahjussi, Ahjussi.. Tunggu!!” teriak wanita itu.. Beruntunglah dia, bus yang awalnya berjalan sekarang berhenti di halte bus. Wanita yang bernama lengkap Bae Joo Hyun akhirnya bisa bernafas lega..

 

Hari pertama kerjanya membuatnya terpaksa bangun terlalu pagi agar tidak di omeli oleh atasannya. Joohyun mulai memasuki bus, ia mengeluarkan card dari dalam kantongnya lalu ia mencari tempat duduk. Kini Joohyun menyandarkan kepalanya di jendela bus, rasa lelahnya telah terobati.

 

Dreedttt.. Dreeddttt…

 

Bunyi pesan masuk di ponsel menyadarkan Joohyun untuk segera membuka pesan tersebut..

“Joohyun-ssi… Kau terlihat lelah sekali tapi kau cantik”  Joohyun membulatkan matanya, ia menoleh kanan kiri tapi tak ada satupun..

 

“Bagaimana kau bisa tahu??” balas Joohyun.

 

Sebuh leparan kecil mengenai kepala Joohyun “Ahh.. Appo!!” Joohyun menoleh ke arah jendela, kini Joohyun menggelengkan kepalanya saat ia melihat kekaaihnya sedang melambaikan tangannya ke arahnya..

 

“Chagii.. Anyeong..” Joohyun merasa malu, ia beberapa kali menundukan kepalanya “Yakk!! Chanyeol.. Apa – apa kau!!” pekik Joohyun. Joohyun segera menyuruh Ahjussi untuk menghentikan busnya. Joohyun turun dari bus dan berlari ke arah mobil Chanyeol.

 

“Kau ini kenapa sihh? Kenapa memanggilku seperti itu? Aku malu sekali” pekik Joohyun.

 

“Kenapa? Aku kan kekasihmu” Joohyun hanya bisa menghela nafasnya. Kelakukan kekasihnya ini memang seperti anak kecil. Chanyeol segera menarik tangan Joohyun untuk masuk ke mobilnya.

 

“Sekarang aku yang akan mengantarmu”

 

Lagi – lagi Joohyun terhenyak, sudah beberapa kali ia merepotkan kekasihnya ini. Mungkin chanyeol harus bangun terlalu pagi demi mengantarku di hari aku pertama kerja.

 

Chanyeol melirik sedikit kekasihnya itu, hal yang terindah bagi Chanyeol adalah membuat Joohyun tersenyum jika ia melihat Joohyun menangis hatinya terasa tercabik – cabik. Oleh karna itu ia selalu membuat Joohyun tersenyum.

 

Mobil Chanyeol berhenti tepat di depan tempat dimana Joohyun bekerja di sini. Joohyun melepaskan sabuk pengamannya, ia segera beranjak tapi Chanyeol menahannya “Kau terlihat gugup sekali, apa tidak apa – apa?” tanya Chanyeol. Joohyun menganggukan kepalanya, tangannya meremas tangan Chanyeol.

 

“Aku baik – baik saja. Ini sudah hal biasa” senyuman Joohyun meredam kekhawatiran Chanyeol. Kini ia bisa bernafas lega melihat kekasihnya tidak apa -apa. “Aku pergi dulu” kecupan mendarat di pipi Chanyeol. Chanyeol seperti terbius akan ciuman Joohyun sedangkan Joohyun tersenyum sambil keluar dari mobil.

 

….

 

Sekertaris datang memberikan berkas – berkas setiap dokumen karyawan baru “Ini presdir” Presdir itu mulai membaca tiap – tiap biodata karyawan, ia berhenti membaca ketika ia memegang satu dokumen milik Bae Joohyun.

 

“Bae Joohyun?”

 

“Ya Presdir..” balas sekertaris.

 

Presdir itu terlihat menunjukan senyumannya, jari – jarinya meraba foto dokumen milik Bae Joohyun. “Sudah lama sekali..” lirihnya.

 

….

 

Semua karyawan berdiri sejajar, Joohyun terlihat gugup sekali tangannya tak berhenti meremas. Joohyun terus menggerakan kakinya menunggu Presdir keluar, ia sedikit memperhatikan penampilannya. Terlihat sudah rapi.

 

Presdir datang, semua hening termasuk Joohyun. Joohyun langsung tegang, ia tak berani melirik sedikitpun. Pandangannya terus kedepan. Presdir itu memandang tingkah lucu Joohyun, ia sedikit terkekeh karna tingkah Joohyun.

 

“Baik, para karyawan – karyawan baru kalian perkenalkan diri kalian satu persatu di depan Presdir”

 

Hampir semua karyawan memperkenalkan dirinya di depan Presdir, tinggal Joohyun saja yang belum memperkenalkan dirinya. “Bae Joohyun giliran dirimu” pinta sekertaris. Dengan sekejap jantung Joohyun berdegub kencang, ia beberapa kali menghela nafasnya.

 

“Anyeong haseyo… Bae Joo Hyun imnida, umur 25 tahun. Lulusan Menejemen Bisnis di Dongui University di Busan. Pernah bekerja di salah satu perusahaan di Busan namun saya memutuskan keluar karna keluarga saya pindah ke Seoul dan sekarang bekerja di Perusahaan Seon Group” setelah memperkenalkan dirinya Joohyun membungkukan badannya lalu membalikan badannya seperti semula.

 

“Baiklah.. Saya telah mengetahui nama kalian satu per satu, selamat bagi kalian semua di terima bekerja di Perusahaan Seon Group ini. Saya berharap kalian bisa betah bekerja di sini” kemudian Presdir langsung pergi meninggalkan mereka semua tanpa memperkenalkan namanya.

 

“Ohya nama Presdir kita adalah Oh Sehun. Memang Presdir kita terkenal dingin jadi jaga sikap kalian.. mengerti?”

 

“Ne..” jawab mereka serentak.

 

Joohyun terdiam sejenak, nama Presdir tersebut mengingatkannya pada seorang temannya ketika ia masih duduk di bangku SMA “Oh Sehun? Ahh tidak mungkin.. Sehun yang ku kenal itu orang yang cupu dan bukan anak orang kaya juga” Joohyun kembali ke tempat meja kerjanya sambil menggelengkan kepalanya.

 

Dari balik jendela ruangan Sehun, Sehun memperhatikan Joohyun. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan Joohyun setelah 7 tahun, bagi Sehun Joohyun seperti bidadari yang telah menyinari kembali hatinya.
“Joohyun-ssi” lirih Sehun.

 

 

Chanyeol merasa bosan dengan semua pekerjaannya di kantor. Menjadi seorang Presdir di Perusahaan keluarganya apalagi Chanyeol satu – satunya anak laki – laki yang bisa di andalkan untuk mengutus Perusahaan sedangkan kakak perempuannya sibuk dengan butiknya sendiri.

 

“Andai Joohyun kerja disini, tiap hari aku bisa memandang wajahnya yang cantik sehingga membuatku rajin bekerja” Chanyeol hanya bisa memandang foto cantik Joohyun yang terpampang di meja kerja.

Sekertaris Chanyeol datang memberitahu Chanyeol bahwa Presdir tetua memanggil Chanyeol untuk datang ke ruang kerjanya. Chanyeol segera menuju ruang kerja Aboejinya.

 

Chanyeol mengetuk pintu ruang kerja Aboejinya “Masuklah” dengan segera Chanyeol membuka pintu dan melihat Aboejinya tersenyum kepadanya. “Ada apa Aboeji memanggil saya?” tanya Chanyeol.
“Duduklah…” Chanyeol mengangguk dan duduk di sofa. Chanyeol masih kebingungan dengan maksud Aboejinya yang tiba – tiba memanggilnya. Di liriknya Aboeji menyeduhkan teh kepada Chanyeol.

 

“Minumlah..” Chanyeol nampak canggung, ia langsung meneguk teh tersebut, di taruhnya cangkir teh ke meja. Aboeji mengeluarkan sebuah foto di dalam agendannya dan menyerahkan kepada Chanyeol.

 

“Ini siapa Aboeji?” tanya Chanyeol, sambil melihat foto perempuan cantik dan terlihat seperti dia seorang artis dari keluarga terpandang.

 

“Dia Kim Nayang, artis sedang naik daun di Korea ini dan dia juga ia merupakan anak dari partner kerja Aboeji” Chanyeol mengangguk, ia kembali meminum tehnya “Dia akan menjadi istrimu nanti” Chanyeol langsung tersedak, beberapa kali ia batuk segera Aboeji mengambil tisu untuk Chanyeol.

 

“Terima kasih Aboeji” Chanyeol membersihkan tumpahan teh di kemeja dan sekitar bibirnya. “Sepertinya kau terkejut, pertanda kau suka kan kepadanya?” tanya Aboeji.

 

“Maaf Aboeji, aku harus kembali bekerja. Ada sesuatu yang harus ku urus..” Chanyeol bergegas pergi dari ruangan kerja Aboejinya.

 

…..

 

Sehun tak berhentinya memandang wajah Joohyun, bahkan dokumen di depannya hanya pajangan saja bagi Sehun “Cantik sekali” lirih Sehun. Sehun segera memanggil sekertarisnya untuk memanggil Joohyun ke ruangannya.

 

“Bae Joohyun-ssi, Presdir memanggilmu” ucap sekertaris.

 

“Ne..” Joohyun segera menuju ruangan kerja Presdir. Joohyun mengetuk ruangan Presdir, aba – aba masuk telah di terima Joohyun segera ia masuk ke dalam ruangan Presdir.

 

“Ada apa Presdir memanggil saya?” Sehun sibuk memandangi dokumen – dokumen di hadapannya tanpa memperdulikan pertanyaan Joohyun. Joohyun nampak kebingungan, ia tunggu saja sampai Presdir selesai dengan tugasnya. 1 jam kemudian Sehun telah selesai menyelesaikan semua berkasnya. Sehun mendongakkan kepalanya melihat Joohyun tertidur sambil berdiri, Sehun terkekeh niatnya hanya di temani oleh Joohyun selama ia bekerja tapi ia malah membuat Joohyun tertidur.

 

“Joohyun-ssi..” panggil Sehun tetapi Joohyun tetap terlelap tidur, Sehun menghampiri Joohyun tiba – tiba tubuh Joohyun ambruk di tangan Sehun. Sehun terkejut, ia melihat kondisi sekitar untung sekali tak ada yang melihat karna jam makan siang.

 

“Hei!! Joohyun-ssi bangun.. bangun” lirih Sehun tapi Joohyun tetap tertidur, Sehun terdiam ia memperhatikan wajah Joohyun. Tangannya tiba – tiba ingin menyentuh wajah Joohyun tapi terlambat karna Joohyun mulai membuka matanya.

 

“Presdir..” Sehun terkejut, ia langsung menjatuhkan Joohyun ke lantai. “Ahh appo!!” pekik Joohyun. Rasa sakit di pinggangnya akibat benturan di lantai membuat Joohyun terus merasakan sakit di sekitar pinggangnya.

 

“Bae Joohyun!! Ka.. kau.. me.. mengapa kau tidur sambil berdiri?” Sehun berusaha mengahlikan perhatian berharap Joohyun tak ingat kejadian baru saja terjadi. Joohyun berusaha bangun sambil menyentuh pinggangnya yang masih terasa sakit.

 

“Aisshh!! Benar – benar dia menjatuhkanku” umpat Joohyun.

 

“Apa yang kau katakan??!!” Sehun mendengar rintihan Joohyun “Ahh aniya Presdir” Joohyun memalingkan mukanya, Sehun terkekeh kemudian Sehun kembali ke meja kerja. Ia kembali melirik Joohyun yang masih terdiam tak berkutik sedikitpun.

 

“Kenapa masih diam? Cepat kembali bekerja” Joohyun kebingungan dengan perkataan Sehun barusan, bukannya ia tadi memanggil dirinya tapi setelah 1 jam Joohyun menunggu ujung – ujungnya di suruh kembali bekerja. “Ne Presdir” Joohyun memutar tubuhnya dan berjalan menuju arah pintu.

 

…..

 

Chanyeol mengingat perkataan Aboejinya tadi, pikirannya terus berkecamuk memikirkan masalah ini bahkan Chanyeol sampai tak konsen mengerjakan berkas – berkas yang ada di hadapannya ini. Chanyeol melirik ponselnya, bayangannya teringat oleh Joohyun sebentar lagi anniversarynya ke 3 tahun bersama Joohyun. Chanyeol telah mempersiapkan semuanya untuk ini bahkan Chanyeol siap untuk melamar Joohyun dan menjadikannya istrinya.

 

Chanyeol mengambil sebuah benda berwarna merah berbentuk kotak kecil, di perhatikan terus benda tersebut dan lalu di buka benda berwarna merah tersebut terpampang sepasang cincin nan indah “Joohyun-ssi apa yang harus ku lakukan? Aku sungguh mencintaimu dan tak ingin kehilanganmu” air mata Chanyeol jatuh mengenai sepasang cincin tersebut.

 

….

 

Joohyun menikmati kelezatan nasi kepal yang ia beli di minimarket dekat kantornya, tiap gigitan yang ia rasanyakan perlahan – lahan telah mengisi perutnya yang kosong “Ahh enaknya” Joohyun kembali mengigit nasi kepal yang masih tersisa.

 

Bunyi pesan masuk berasal dari ponsel Joohyun membuat Joohyun menghentikan aktivitasnya makannya, diambilnya ponselnya di kantong celananya.

 

“Song Nara : Joohyun-ssi cepatlah kembali.. para penangih hutang itu datang lagi” Joohyun membulatkan matanya, segera ia berlari menuju apartementnya.

 

….

 

Nara semakin bingung, para penangih hutang terus menghancurkan isi apartement Joohyun dan dirinya. Nara sudah mencoba mencegahnya tapi apa ada tubuh Nara kalah dengan tubuh para penagih itu “Tolong.. hentikan!!!” bentak Nara tapi tak di pedulikan oleh para penagih hutang tersebut.

 

Dari kejauhan Joohyun berlari menghampiri Nara, seketika Nara langsung memeluk Joohyun “Nara-ssi tenanglah ada aku disini” Emosi Joohyun sudah mencapai puncak batas, bisa – bisanya memperlakuan Nara seperti itu di saat Nara sedang sakit.

 

“Hentikan!! Atau aku akan memanggil polisi” teriak Joohyun. Para penagih langsung berhenti, mereka menatap tajam Joohyun dan menghampiri Joohyun. Joohyun dan Nara merasa takut dengan tatapan para penangih tersebut dan memilih menunduk kebawah.

 

“Polisi? Kau bilang polisi!!” bentak salah satu penangih itu. Ia meraih tangan Joohyun dan meremas tangannya “Ahh appo!!” rintih Joohyun. Para penangih tertawa mendengar rintihan suara Joohyun. Air mata Joohyun perlahan – lahan jatuh.

 

“Akan ku beri kesempatan kau malam ini, jika kau tak mendapatkan uang itu kalian akan tahu akibatnya kan HAHAHA!!!” mereka mendorong tubuh Joohyun hingga kepala terbentur meja. “Joohyun!!” teriak Nara sambil membantu Joohyun.

 

Nara melihat darah keluar sedikit dari kepala Joohyun, ia segera membantu Joohyun berdiri dan menyuruh Joohyun duduk dikursi. Nara segera mengambil kotak p3k, Nara mengobati luka goresan di kepala Joohyun “Apa sebaiknya kita pinjam saja pada Chanyeol, Chanyeol kan kekasihmu. Dia pasti bisa membantu” tutur Nara. Joohyun terdiam, ia meremas kedua tangannya lalu menggelengkan kepalanya “Aku terlalu sering meminta bantuan kepada Chanyeol, kau ingat tahun lalu Chanyeol yang membayar hutang Baekhyun sebesar 100 juta won dan aku tak mungkin meminta bantuannya lagi”

 

Nara menundukan kepalanya, ia juga ikut berfikir apa yang harus ia lakukan? Beban hidup dirinya sudah cukup menderita. Joohyun melirik sahabatnya itu, Joohyun bisa merasakan kesedihan yang di alami oleh sahabatnya.

 

“Nara-ssi jangan khawatir.. aku akan mendapatkan uang 50 juta won dalam semalam, sebaiknya kau istirahat, kau kan sedang sakit besok kau juga harus bekerja”

 

“Tapi bagaimana kau dapatkan uang sebanyak itu?” tanya Nara. Joohyun kembali terdiam, ia juga sedang memfikirkan hal tersebut. Joohyun tersenyum kepada Nara “Aku akan pikirkan itu nanti, ayoo kita bersihkan ini” Nara menangguk.

 

….

 

Sehun mencari keberadaan Joohyun, seharusnya ia kembali sehabis makan siang. Sehun mulai merasa cemas, ia berniat memanggil sekertarisnya untuk menghubungi Joohyun tapi Joohyun telah menunjukan dirinya tapi ada yang beda dengan Joohyun ia tak seperti biasanya. Sehun juga terhenyak melihat kening Joohyun tertempel sebuah plester kecil dan tangannya yang memerah.

 

“Joohyun-ssi, kau darimana saja?” tanya Sehun sambil meraih tangan Joohyun. Joohyun menatap wajah Sehun lalu melepaskan tangan Sehun “Mian Presdir” Joohyun berjalan menuju meja kerjanya. Sehun merasakan bahwa Joohyun telah mengalami kekerasan.

 

Joohyun merasa bingung, ia berniat menghubungi Chanyeol tapi ia kembali urungkan “Aku tidak boleh merepotkan Chanyeol” Joohyun kembali meletakan ponselnya. Ia memukul terus kepalanya, ia juga tak bisa mengajukan kartu kredit karna ia sudah beberapa mengajukan tapi di tolak oleh bank.

 

Bunyi pesan masuk di ponsel Joohyun..

 

“Reuni SMA Chungjo di bar gangnam pukul 07.00 malam KST” Joohyun menerima pesan tersebut, mungkin ia bisa meminta bantuan temannya atau ia bisa meminta Sehun disana. Perasaan lega menghujani hati Joohyun.

 

Ponsel Sehun berbunyi, ia segera meraih ponselnya di hadapannya ““Reuni SMA Chungjo di bar gangnam pukul 07.00 malam KST” Sehun melirik Joohyun sepertinya Joohyun juga membaca pesan ini. Mungkin pada acara itu, Joohyun akan tau dirinya sebenarnya.

….

 

Chanyeol berdiri tepat di depan Perusahaan dimana Joohyun bekerja, ia tidak mampu mengatakan yang sebenarnya bahwa ia akan di jodohkan dengan wanita pilihan Aboejinya. Chanyeol menundukan kepalanya sambil memainkan kakinya.

 

Joohyun keluar dari Perusahaan dimana tempatnya bekerja, ia melihat Chanyeol berdiri di depan Perusahaan ini. Joohyun awalnya senang melihat Chanyeol tapi setelah melihat wajah Chanyeol, Joohyun merasa ada yang aneh.

 

Joohyun meraih ponselnya, ia memencet tombol panggil ke Chanyeol…

 

Chanyeol merasakan ponselnya bergetar segera ia meraih ponselnya, di lihatnya yang memanggilnya adalah Joohyun. Chanyeol sempat bingung di jawab atau tidak panggilan dari Joohyun tanpa berfikir panjang Chanyeol langsung menjawab panggilan dari Joohyun.

 

“Yeoboseyo.. Chanyeol-ssi kau dimana?” tanya Joohyun.

 

“Aku.. akuu..” Chanyeol terdiam lagi, Joohyun memperhatikan Chanyeol benar ada yang aneh dengan Chanyeol.

 

“Chanyeol-ssi.. Chanyeol-ssi..” Panggil Joohyun.

 

“Ahh.. aku di depan Perusahaan tempatmu bekerja.. kau dimana?”  Joohyun memperhatikan Chanyeol lagi, perasaannya sungguh tidak enak.

 

“Ada apa ini, tuhan..?? kenapa aku merasa seperti akan kehilangan Chanyeol” batin Joohyun.

 

“Oh.. aku keluar ini, chakamma ne…” Joohyun menutup ponselnya begitupun dengan Chanyeol.

 

Chanyeol melihat Joohyun, ia melambaikan tangannya ke arah Joohyun. Joohyun segera berlari ke arah Chanyeol lalu memeluknya. “Aigoo. Aigooo…” Chanyeol terkejut dengan pelukan mendadak Joohyun.

 

“Kau merindukanku? Hmmm.. baru sehari bekerja disini nampaknya kau sudah merindukanku.” Ucap Chanyeol. Joohyun langsung melepaskan pelukannya “Yakk!!” Joohyun menunjukan wajah cemberutnya membuat Chanyeol gemas langsung mencubit hidung mungil Joohyun.

 

“Aigoo.. Lucu sekali kekasihku ini.. Mianhae, Oppa tidak akan melakukannya lagi” Chanyeol berjongkok sambil memegangi telinganya. Joohyun terkekeh “Kena kau?? Kau pikir aku ini tipe wanita pemarah” Joohyun menjulurkan lidahnya, lalu berlari “Yakk!! Park Joohyun, kenapa kau melakukan hal tidak lucu ini pada kekasihmu ini?” teriak Chanyeol.

 

Joohyun berlari sambil membalikan badannya “Sejak kapan kau mengganti margaku dengan marga Park?” teriak Joohyun.
“Karna kau akan menjadi milik Park Chanyeol” Chanyeol berlari mendahului Joohyun. Joohyun tersenyum “Yakk!! Tunggu aku..” Joohyun menyusul Chanyeol, ia langsung memeluk Chanyeol begitupun Chanyeol langsung mendekap Joohyun sambil berjalan.

 

….

 

Sehun membasahi tubuhnya, terlihat absnya yang begitu seksi terkena air. Suara pancuran air terus terdengar selama Sehun mandi kemudian ia berahli ke lemari dan memilih kemeja yang akan di gunakan untuk reuni SMA Chungjo. Wewangian parfum perlahan – lahan mengenai tubuhnya.

 

Sehun menghadap kaca, dirinya terlihat sangat memukau hari ini dengan kemeja biru dengan celana hitam dan rambut berponinya jarang – jarang Sehun memponi rambutnya biasanya jika ia bekerja ia selalu menyilahkan poninya.

 

“Oh Sehun.. nyatakan dirimu sebenarnya di hadapannya Joohyun malam ini”

 

….

 

Joohyun begitu cantik dengan balutan dress mini dengan rambut tergurai rapi “Wahh.. kau cantik sekali. Kini Joohyun yang terkenal waktu SMA tomboy berubah manjadi wanita secantik dan seanggun ini. Aku jadi iri” kagum Nara.

 

Joohyun tersenyum, ia membalikan badannya “Semoga aku dapat meminjam uang 50 juta won kepada temanku nanti” ucap Joohyun. Nara terharu, ia segera memeluk Joohyun “Maafkan aku, aku tidak bisa menemanimu malam ini. Andai saja aku tak sedang sakit. Aku pasti membantumu juga”

 

“Gwenchana..”

 

“Apa Chanyeol tahu?” tanya Nara. Joohyu menggelengkan kepalanya “Setelah mengatarkanku tadi.. Aku tidak mengatakan apa – apa. Aku juga khawatir dengannya sepertinya ada masalah yang sedang ia hadapi” Nara semakin iba dengan Joohyun kemudian Joohyun tersenyum.

 

“Aku berangkat dulu”

 

“Nde..” Nara melambaikan tangannya ke arah Joohyun.

 

….

 

Joohyun meremas tangannya ketika sampai di bar gangnam. Joohyun mulai menarik napasnya, ia melirik sekitar teman – temannya berdatangan dengan mobil – mobil mewah hanya dirinya saja yang menggunakan bus “Kau pasti bisa Bae Joohyun” Joohyun masuk kedalam bar tersebut.

 

Ia memandang sekitar tapi tak ada satupun teman yang menyapanya atau menghampirinya, mungkin hanya perasaannya saja. Joohyun mencari tempat duduk tapi tak ada satupun temannya yang memberikan tempat duduk untuk dirinya. Joohyun hanya memberi senyum saja.

 

Joohyun menghampiri teman akrabnya yaitu Jisoo dan Hana. “Jisoo-ssi.. Hana-ssi” Panggil Joohyun namun kedua teman akrab Joohyun hanya memandang sinis Joohyun, Joohyun menghampiri mereka berdua “Jisoo, Hana.. bagaimana kabar kalian? Wahh kalian terlihat cantik sekali” Jisoo menepiskan tangan Joohyun.

 

“Lepaskan tangan kotormu itu, Bae Joohyun” pekik Jisoo.

 

“Kalian kenapa? Jisoo, kau semakin tinggi ya dulu kau pendek dan kau Hana…” ucap Joohyun terhenti. Hana menghampiri Joohyun dan menuangkan minuman di kepala Joohyun.

 

“Lihatlah.. Bae Joohyun teman kita yang terkenal tomboy miskin sekarang menjadi tukang minta – minta” kata Hana. Joohyun terdiam, matanya memerah. Semua tertawa menertawakan Joohyun.

 

Jisoo perlahan – lahan mendekat ke arah Joohyun, tangan Jisoo berkali – kali mendorong Joohyun hingga Joohyun jatuh “Aku membencimu Bae Joohyun, kau kemari ingin uang kan? Ini ambilah uang” Jisoo melempar uang dari tangannya ke Joohyun.

 

“Jisoo-ssi.. Hana-ssi kenapa kalian? Bukankah kita sahabat” Jisoo dan Hana tertawa”Sahabat? Apa katamu sahabat? Dimana kau dulu saat kami membutuhkanmu sebagai sahabat” tutur Jisoo. Hana menarik rambut Joohyun “Appo!!” pekik Joohyun.

 

“Bukankah kekasihmu dari keluarga Chaebol hmm? Pasti ia akan membantumu bukan dengan cara mengemis seperti ini” kata Hana. Air mata Joohyun jatuh perlahan – lahan “Jisoo-ssi… Hana-ssi.. waktu itu Eommaku mengalami kecelakaan jadi aku tak bisa membantu kalian” Jisoo dan Hana tertawa.

 

“Dasar kau!!” Jisoo berniat memukul Joohyun tapi tangannya terhenti, seseorang memegang tangan Jisoo hingga membuat semua orang menatap ke arah Jisoo.

 

“Kau!!” pekik Jisoo..

 

TBC…

3 thoughts on “Beautiful Love (Chapter 1)

  1. Knp tiba2 temen joohyun jd benci dy?dan blg pngn minta2..ko tau aja klo dy mau minjem uang..chanyeol galau ya ttg perjodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s