Because Love is Obsession (Chapter 1)

 Author : Syuga_1004

Tittle : Because Love is Obsession

Cast : Park Chanyeol , Oh Jihyun , and OC

Genre : Hurt,Drama,Psychologi,Romance

Lenght : Oneshoot

Ratting : PG 17

 

 

“Ada dua alasan ketika kau ingin memiliki seseorang seutuhnya,karena cinta atau obsesi

Mungkin terdengar sangat berbeda,namun percayalah

 jika keduanya memiliki perbedaan sangat tipis

Untuk itu coba kau pahami lagi”

 

SREKKKKKKKK!!

Pisau itu berayun dengan indah dibagian tubuh seorang pria yang kini meringis menahan rasa sakit. Keringat dingin mulai bercucuran,nafasnya terengah-engah. Sakit yang ditimbulkan pisau itu bukan main.

“Bukannya aku sudah memperingatkanmu? Harusnya kau turuti kata-kataku”kini seorang pria lain yang ada di hadapan pria yang tengah sekarat itu berucap dengan sinis dan mencabut pisau yang tertusuk di tubuh sang korban secara perlahan hingga membuat rasa sakit yang amat tak tertahankan.

Pria yang tengah sekarat itu meringis kesakitan .

“Tapi kau malah mengacuhkan perkataan ku dan semakin mendekati gadisku”

“Aku bukan orang yang akan memberikan kesempatan kedua,hari ini juga kau akan mati ditanganku karena telah mendekati gadisku”

SREKKKKK!!!

Setelah berucap seperti itu pada si korban,si pria kini menancapkan pisau ketubuh korban secara bertubi-tubi tanpa belas kasihan. Perlahan deru nafas dari si korban sudah tak terdengar lagi. Kini,pria pemilik pisau itu tersenyum penuh kemenangan.

“Tidak ada yang boleh mendekati gadisku”

“Karna gadis itu hanya milikku”

**

Semilir angin malam berhembus dari arah barat,suhu udara saat ini begitu dingin. Tapi tetap saja,suhu dingin itu tidak membuat siapapun menghentikan aktifitas orang-orang.

Gadis itu tersenyum ramah ketika seorang pengunjung yang datang di cafe tersebut. Bukan karena dia mengenal pengunjung itu,namun karena ia seorang pelayan cafe tersebut,jadi tatak ramah dan senyuman manis harus selalu ia berikan pada semua pengunjung,anggap saja sebagai ucapan selamat datang.

Hingga saat matanya bertemu dengan satu titik objek yang kini menatapnya dengan tajam. Senyuman itu hilang berganti dengan raut ketakutan.

“jihyun!!”

Merasa terpanggil harusnya gadis itu menengok pada sumber suara tersebut. Namun kali ini ia bungkam,matanya bergerak gelisah.

Seseorang yang memanggilnya mendengus kesal dan menghampirinya.

“Ya!! Sudah berapa kali aku menangkap basah kau sedang kerja part time ha?!,kau tidak kapok ya”

“Jangan bilang pada oppa dan orang tuaku,kumohon chanyeol”

Pria yang bernama chanyeol mendengus kesal pada jihyun

“Aku tidak akan bilang jika kau memberitau alasan bekerja part time seperti ini,yang membuatmu sering tertidur dikelas saat jam pelajaran dan selalu mendapat nilai buruk”

“dan kuharap alasannya logis untuk anak seorang pengusaha ternama menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk bekerja part time”sambung chanyeol yang kini melirik jihyun

“Baiklah tapi janji jangan bilang pada siapapun ya?”jihyun mendongak mencoba menatap sang lawan bicaranya kini

Chanyeol tersenyum tipis

“Baik,aku janji”

“Baiklah sebentar lagi aku akan selesai,kau tunggu saja oke”

Gadis itu berlalu meninggalkan chanyeol yang tersenyum padanya

‘tidak boleh ada seorang pun yang menyentuhmu’

‘Bahkan keluargamu sekalipun’

‘Hanya aku,dan itu sebentar lagi akan terwujud’

 

Kini jihyun dan chanyeol berada di taman pinggir kota. Sesuai janjinya,jihyun akan memberitau alasan ia bekerja part time,Cuma itu satunya-satunya jalan agar chanyeol mau tutup mulut pada keluarganya.

“Baiklah,sekarang jelaskan padaku”

Jihyun memainkan jemarinya dengan gelisah. Jujur saja ia tidak mau memberitau masalah yang selama ini ia pendam.

Chanyeol yang tau kini jihyun tengah bimbang akan memberitau padanya, segera menggemgan tangan jihyun yang sedikit dingin akibat cuaca malam ini.

Dan benar saja,pergerakan jemari jihyun terhenti,ia menoleh pada chanyeol yang tengah tersenyum padanya.

“Ayolah kita sudah 3tahun berteman”chanyeol berusaha meyakinkan gadis yang ada disampingnya

“Sebenarnya aku ingin membantu orang tuaku”akhirnya jihyun bersuara

“Perusahaan ayahku terancam gulung tikar,dari pembicaraan yang aku dengar satu-satunya agar itu tidak terjadi yaitu menjodohkanku dengan anak dari kerabat perusahaan ayah yang akan membantu.”

“Aku tidak mau dijodohkan oleh orang yang aku tidak kenal sama sekali,chanyeol”

Mata jihyun mulai berkaca-kaca,ia tau sikapnya egois. Namun ia benar-benar tak ingin dijodohkan oleh orang tuanya.

“Mungkin,perusahaan ayahku bisa membantu”

“euuh?”

Jihyun mengerenyit heran pada chanyeol

“Aku akan coba bilang pada ayahku untuk membantu perusahaan ayahmu,agar kau terlepas dari perjodohan”

“Tidak,aku tidak mau melibatkanmu dalam masalah ini chanyeol”

“Lalu,memang dengan kau bekerja part time seperti ini bisa membantu perusahaan ayahmu?”

Jihyun menghela nafas lelah,benar apa yang dikatakan chanyeol. Mau berapa bulan ia bekerja,tetap saja ia tidak bisa membantu ayahnya,karna apa? Karna perusahaan ayahnya butuh bantuan dana yang terbilang tidak sedikit untuk memperbaiki keadaan. Dengan hasil kerja part time jihyun saja tidak cukup untuk membantu.

Chanyeol menangkup kedua rahang jihyun dengan lembut

“Dengarkan aku,aku akan membantumu terbebas dari masalah perjodohan. Jadi kau tidak usah bekerja part time lagi,arratchi?”

Perlahan jihyun tersenyum mendengar perkataan chanyeol

“Tapi jangan dipaksakan,jika tidak bisa tidak apa-apa”

“Pasti bisa,aku yakin itu”ujar chanyeol dengan penuh keyakinan

‘karna hanya aku yang akan memiliku,jadi semua itu pasti bisa kulakukan’

**

“Jihyun,chanyeol sudah datang!! Cepat turun”eomma jihyun berucap sedikit berteriak dari arah dapur

Terdengar derapan langkah kaki dari anak tangga yang tergesa-gesa disusul bunyi dentuman keras

BUGHHH

“Ahh”ialah jihyun yang jatuh akibat kecerobohannya

“kau tak apa ji?mana yang sakit”

“Tidak apa-apa eomma,hanya lecet sedikit,ini karena aku terburu-buru hehehe”jihyun menunjukan cengiran kuda pada eomma yang tengah mengkhawatirkannya

“Dasar anak ini,yasudah cepat chanyeol sudah menunggu”

“Iya”

 

 

 

¥¥

“Kyaa!!!! Jihyun!!!”panggil seseorang dengan berlari menghampiri jihyun yang kini menuju kelas

BUGHHHHH

Jihyun terjatuh akibat seseorang yang menabraknya

“Aww”ringis jihyun

“Ya!! CHOI HYE JIN!! “merasa namanya disebut,hye jin menampakan cengiran kudanya

“Hehehe itu tak terduga ji”

Jihyun hanya memutar matanya malas,selalu seperti ini. Choi hye jin,sahabat jihyun yang suka menabraknya kapan saja,dimana saja. Dan ahhh satu hal lagi,dia tidak pernah merasa bersalah saat melakukan itu.

“kau sudah dengar ji?”tanya hye jin yang kini bangkit disusul jihyun

“Apa?”

“Park jimin,siswi 12-A yang waktu itu mendekatimu,ia ditemukan tewas kemarin”

“Apa??!!!Bagaimana bisa!!”

Suara jihyun yang terdengar keras dan melengking membuat hye jin menggosokan telinganya

“Babo!! Kau mau membuatku tuli ya??”ujar hye jin kesal

“Dari yang aku dengar,banyak luka tusukan ditubuhnya. Huftthh benar-benar mengerikan,kurasa yang membunuhnya adalah psychopat gila”

Mendengar hal itu,jihyun merinding seketika. Benar-benar menakutkan,membunuh tanpa belas kasih. Dan hei???! Membunuh dengan belas kasih itu mustahil untuk dilakukan,pemikiran jihyun benar-benar.

Jam istirahat ini,jihyun menghabiskan bekal makan siangnya di kelas seorang diri,sementara hye jin sedang pergi ke perpustakaan. Tak lama seseorang datang menghampiri jihyun dan duduk dihadapannya.

“Ji!”seru pria itu yang tak lain adalah chanyeol

Jihyun mendongak,memastikan siapa yang memanggilnya.

Perlahan jihyun tersenyum mendapati chanyeol didepannya.

“Kau tak kekantin yeol?”tanya jihyun disela-sela makannya

Pria itu hanya menggelengkan kepalanya,namun tatapannya masih terpaku pada sosok gadis yang dihadapannya

“Aku ingin menemanimu makan siang”seru chanyeol

“Tapi kulihat,kau tidak membawa bekal”jihyun memicingkan matanya pada chanyeol

“Memang,justru itu aku mau minta saja denganmu”ujar chanyeol tersenyum pada jihyun

“Ya!! Hari ini aku tidak mau berbagi,aku sangat lapar,arra?”

“Sedikit saja,yaa?”

“Ani”

“jihyun,ya ya ya”

Chanyeol mulai beraegyo,dan itu membuat jihyun mual melihatnya. Dengan cepat ia berbagi makan siangnya dengan tidak rela.

Namun chanyeol justru mempoutkan bibirnya,dan itu membuat jihyun semakin heran.

“Suapin aku ji”

“Dasar anak manja! Makan sendiri sana”

Ketika chanyeol hendak beraegyo lagi,dengan cepat jihyun menghentikannya.

“Aish,dasar manja!”seru jihyun memasukan telur gulung pada chanyeol

Chanyeol tersenyum penuh kemenangan,jihyun mengalah karna ia hedak ber-aegyo yang sudah pasti akan membuat jihyun merasa geli

“Kau tak akan bisa lepas dariku,karena aku akan memikatmu hingga kau tak bisa lari dariku”

tbc

 

2 thoughts on “Because Love is Obsession (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s