The Series of Mortality : EXILED

img_2739

The Series of Mortality : EXILED

Author : YuraKim

Genre : thriller , school life, horror  // Length : oneshot // Rating : PG-15

Cast : Chanyeol

Support Cast :Beberapa member BTS, EXO,dan Eunji

Note : Maaf kalo banyak typo dan ceritanya kurang sadishehe . Buat cerita unimaginable sama hello exo hiatus dulu ya, soalnya otak buntu ngga tau alur cerita selanjutnya tapi secepatnya bakal di update. No plagiarism and sider ya , cerita ini murni hasil pemikiran author  HAPPY READING!^^~

CHANYEOL POV

Namaku Park Chanyeol, murid kelas 12 di sebuah sekolah elit dan ternama di Seoul. Disini, semua nya adalah anak orang berada dan memiliki kedudukan. Namun lain halnya denganku. Aku bukan anak orang berada, bahkan bisa dibilang ekonomi keluarga kami dibawah standart hidup.Bisa masuk ke sekolah ini bukanlah hal yang mudah.Aku harus mengikuti banyak tes untuk mendapatkan beasiswa penuh agar tetap bisa bersekolah.Aku hidup berdua dengan eomma ku. Appa sudah meninggal beberapa tahun lalu karena sebuah penyakit, alhasil eomma harus bekerja keras demi menghidupi aku. Hyung ku bernama Chen, sejak setahun lalu menjadi trainee sebuah agensi besar Korea, yang akan debut beberapa tahun lagi. Aku harap hyung sukses, sehingga eomma tidak perlu bersedih dan bekerja terlalu keras lagi. Aku ingin eomma hidup bahagia dengan berkecukupan, mengingat usia eomma yang semakin bertambah tua. Melihatnya menangis tiap hari sambil memandang foto ku benar-benar membuat hati ku hancur. Sudah ku katakan berkali- kali pada eomma bahwa aku tidak apa- apa dengan keadaan ini, tapi ia selalu khawatir padaku dan mungkin tidak mendengar ocehan seorang anak yang masih SMA sepertiku ini.

Survive di sekolah ini bukanlah hal yang mudah. Aku sangat diasingkan oleh teman- teman, oh mereka bukan teman melainkan musuh.Setiap hari aku selalu mendapat ejekan yang seharusnya tidak pantas ku dengarkan.

AUTHOR POV

/FLASHBACK/

“Hei Chanyeol? Masih hidup?Ku kira kau sudah mati karena tak bisa makan”, ujar seorang yeoja sambil memainkan rambutnya dan menatap sinis Chanyeol.Perkataan yeoja itu diikuti oleh gelak tawa seluruh murid yang ada di koridor sekolah.

“Kau ini hanya sampah masyarakat, rakyat jelata sepertimu tidak pantas berada disini.Ini ku beri kau uang pergi saja sana yang jauh” teriak seorang namja melempar beberapa lembar uang ke wajah Chanyeol.

“Aku tidak mau cari rebut, kalian minggir semua” , Chanyeol melangkahkan kakinya pergi meninggalkan murid-murid lain.

BYUR!! Seorang namja bernama Taehyung memasang muka santai sambil menyiram kepala Chanyeol dengan air.“Bahkan air ini lebih mahal dari dirimu”, ujar Taehyung sambil tertawa sinis.Chanyeol diam di tempat untuk beberapa saat, mengepalkan tangannya bersiap memukul wajah Taehyung tapi di cegah seseorang. “Ayo pergi saja dari sini, murid pintar tidak berurusan dengan orang tanpa moral kan?” , ujar sahabat Chanyeol, Baekhyun menarik tangan Chanyeol menjauhi koridor itu, menatap sinis murid-murid lain.

Ya, untunglah Chanyeol memiliki sahabat yang sangat baik hati.Dia adalah Byun Baekhyun, anak pemilik sekolah.Chanyeol juga memiliki adik kelas yang sangat baik padanya bernama Kyungsoo dan Eunji.

Esok paginya, tidak ada hari tanpa ejekan dari murid-murid kepada Chanyeol.

Taehyung menarik kerah baju Chanyeol dan menyeretnya ke gudang belakang sekolah dibantu oleh teman-teman satu gank nya yaitu Suga dan Jimin.Satu demi satu pukulan mendarat di perut dan wajah Chanyeol. Chanyeol berusaha berontak dan membalas tetapi 1 lawan 3 ?Yang benar saja.Chanyeol kini sudah terkapar di lantai dengan wajah penuh darah.

“Taehyung, tapi dia..”, ujar Suga shock melihat Chanyeol yang bersimbah darah

“Tapi apa!Tinggalkan saja dia disini, jika perlu mati saja” ujar Taehyung melangkah dengan beringas diikuti Suga dan Jimin.

CLASS

Kyungsoo membuka HP nya diam – diam di kelas karena menerima pesan singkat dari Baekhyun.

“Soo kau lihat Chanyeol dimana?Apa dia sakit sehingga tidak masuk?”

Kyungsoo menjawab , “temui aku di toilet sekarang”. Kyungsoo beranjak dari tempat duduknya dan meminta ijin kepada guru untuk pergi ke toilet.Begitu pula dengan Baekhyun.

“Hyung, aku melihat dia tadi pagi melangkah ke kelas mu kok, tapi masa dia tidak ada disana? Jangan-jangan ada sesuatu terjadi padanya?” tanya Kyungsoo membuat Baekhyun membulatkan mata pertanda dia sangat kaget

“Mwo? Okay sekarang kita cari Chanyeol di seluruh ruang di sekolah ini, aku takut dia di bully anak-anak bodoh itu” ujar Baekhyun bergegas meninggalkan toilet.

Mereka berdua mencari Chanyeol ke setiap ruangan yang ada di sekolah dan berakhir di gudang belakang sekolah.

“Chan!!” teriak Baekhyun histeris berlari menghampiri Chanyeol.Baekhyun menaruh kepala Chanyeol di paha nya. “Soo cepat panggil ambulance , minta tolong pada Eunji untuk memberitahukan hal ini pada guru” ujar Baekhyun sambil menangis melihat sahabatnya yang mulai susah untuk bernafas. Kyungsoo segera menelfon Eunji dan secepat kilat guru-guru datang menghampiri gudang itu.Tidak lama, ambulance pun datang. “Terima kasih teman” batin Chanyeol sebelum masuk ambulance, menatap ketiga temannya  yang sedang menangis.

CHANYEOL POV

Sejak kejadian itulah aku merancangkan berbagai misi untuk balas dendam kepada orang-orang yang menyakiti ku.Aku sudah terlalu lama diasingkan, kini giliranku untuk membalas semua nya.“Diriku yang dulu mungkin lemah dan tidak berdaya, tapi jika kau melihat diriku yang sekarang jangan harap kau bisa lari dari ku”, gumamku melangkah melewati koridor sekolah.

Hari ini sekolah mengadakan camp di sebuah hutan di luar Seoul. “Ah, ini adalah kesempatan yang bagus”, gumamku menaiki bus berwarna biru ini, dan duduk di sebelah Baekhyun.Mereka sekarang sudah tak menggangguku lagi, ini semua berkat kejadian sebulan yang lalu. Bahkan Taehyung, Suga, dan Jimin sudah di skors dan mendapat hukuman membersihkan toilet setiap hari sampai lulus nanti.Namun, menurutku hukuman itu tidak setimpal. Aku yang akan melanjutkan menghukum mereka sebentar lagi. Kulihat Baekhyun melamun dan menyandarkan kepalanya di jendela diikuti pandangannya yang kosong.Aku tidak mau mengganggunya, jadi kubiarkan dia seperti itu.

Kami sudah sampai di Songnisan National Park yang berada di provinsi Chungcheongbuk do. Udara sejuk menyambut kedatangan kami dengan ramahnya.Hari sudah sore, dan jam menunjukkan pukul 4.Ini saatnya kami untuk membersihkan diri di sungai, sekaligus kesempatan bagi ku untuk bermain-main dengan Jimin sebentar.Kami semua berkumpul dan bergurau bersama di sungai dangkal yang dingin airnya dan jernih ini.Arus nya cukup deras, mudah menghanyutkan apapun yang ada di atasnya mengikuti aliran sungai.Ku ajak* Jimin ke pinggir sungai, tempatnya tertutup sebuah batu besar sehingga tidak mungkin anak-anak lain melihat hal yang sangat indah ini. Tanpa pikir panjang langsung saja ku benturkan* kepalanya berkali-kali ke batu besar itu hingga ia bersimbah darah dan jatuh tak berdaya, hanyut bersama derasnya aliran sungai. Aku kembali ke dalam kerumunan tanpa di ketahui siapapun, karena mereka sangat bersenang-senang dan aku kembali berbaur agar mereka tak curiga.

CHANYEOL POV END

“Kyungsoo ya, kau lihat sandal ku?Sepertinya jatuh di sekitar sini” teriak Eunji pada Kyungsoo yang sedang duduk di pinggir sungai dari tengah-tengah sungai.

“Eoh kau bilang apa Eunji? Aku tak dengar” teriak Kyungsoo sambil menyipitkan matanya berusaha mencerna kata-kata Eunji

“Aish kemarilah” Eunji menyuruh Kyungsoo menghampirinya dan membantunya mencari sandal mahal milik Eunji.

“Ini air atau apa sih? Kok tiba-tiba jadi agak merah?” tanya Kyungsoo masih mencari sandal Eunji di dalam sungai, barangkali tersangkut di bebatuan dalam sungai.

“Cha!Akhirnya ketemu, ujar Eunji mengambil sandalnya yang menyangkut di pinggir batu besar.Ia berdiri dengan cepat karena sedari tadi berjongkok mencari sandalnya. “Kyungsoo!Sudah ketemu. Eh kenapa air disini merah sekali? Apakah ada ganggang merah yang ditanam disini?” tanya Eunji kepada Kyungsoo yang sedang berjalan mendekat ke batu besar.

Teriakan dari pinggir sungai membuat anak-anak lain berhamburan menghampiri sumber teriakan tersebut.Tampak seorang namja terkapar bersimbah darah dengan wajah yang sudah hancur.Banyak yeoja yang pingsan setelah melihat keadaan lelaki dengan baju putih itu yang sudah tak bernyawa lagi.”J..J..Jimin! Ini Jimin!” teriak Suga dengan mata yang sudah benar-benar bulat dan shock. Semua guru menghampiri Jimin yang telah tewas, dan segera memanggil tim penyidik dari Seoul untuk menyelidiki penyebab kematian Jimin.

Hari sudah malam, mayat Jimin pun sudah di bawa ambulance menuju Seoul dan dimakamkan disana. Murid-murid tidak ikut, karena mereka masih dalam rangkaian acara camp sampai besok lusa.“Tidak ada sidik jari siapapun di kepala Jimin, jadi kemungkinan besar dia bunuh diri.Di batu besar pun juga hanya ada sidik jari Jimin sendiri.Saya permisi dulu, lain kali anda harus bisa menjaga murid-murid anda dengan lebih professional lagi”, ujar kepala penyidik membungkukkan badan dan meninggalkan lokasi yang sudah terpasang police line. Guru segera membubarkan kerumunan murid dan menyuruh mereka segera makan kemudian tidur. Seorang namja tampak menoleh kembali ke belakang dengan sebuah smirk. “bodoh”, ujarnya kecil kemudian berjalan menyusul Baekhyun yang sudah jauh di depan.

SKIP

Hari kedua berjalan dengan baik.Murid-murid tampak bersenda gurau.Meskipun mereka masih shock dengan kejadian kemarin, mereka berusaha menutupi rasa shock tersebut dengan candaan yang di provokatori oleh Kai, ketua OSIS mereka. Jam berputar dengan sangat cepat, sekarang sudah pukul 2 siang dan murid-murid akan melanjutkan kegiatan lain, yaitu bermain paintball di tengah hutan. Karena murid yang ikut dalam camp hanya 40 anak, maka di bagi dalam 3 sesi. Sesi satu yaitu tim merah lawan tim biru dan sesi dua tim kuning lawan tim hijau. Sesi ketiga adalah pertarungan final antara pemenang dari sesi satu dan sesi dua. Jam menunjukkan pukul 4 sore dan sudah memasuki sesi tiga. Tim merah melawan tim kuning. Banyak dari anggota tim merah, yang di ketuai oleh Taehyung, sudah keluar karena terkena tembakan liquid dari tim kuning.

Pukul 5 sore, lagi-lagi para murid di buat shock karena sebuah kenampakan mengerikan di depan mata mereka. Dua namja terlihat tergeletak tidak bernyawa di dasar lembah yang kedalamannya mungkin sekitar 10 meter. Satu namja memakai baju tim merah dan satu lagi tim kuning.

/FLASHBACK/

Suga tampak sedang bersembunyi di balik pohon di tepi jurang untuk menghindari kejaran Taehyung.”Suga, keluarlah aku tidak akan menembakmu”, ujar  Taehyung tertawa melihat tingkah sahabatnya. Suga mengintip sedikit dari pohon dan kemudian menembak Taehyung.“Hei!Dasar kau, lihat aku jadi out kan pft” gerutu Taehyung menembak balik Suga.“Hei aku sudah menang mana boleh kau menembak aku?” kata Suga agak kesal kemudian beranjak keluar dari tempat persembunyiannya.Namun naas, Suga tak memperhatikan batu yang tertutup dedaunan sehingga kaki nya terantuk batu dan terpeleset* masuk ke dalam jurang.Taehyung yang kaget segera berlari ke tepi jurang.Ia sangat panik, melihat Suga sudah tak bergerak di dasar lembah.

“Bagaimana permainanku? Menyenangkan bukan?”.Seorang namja berdiri di belakang Taehyung.

“Chan..yeol?” Taehyung yang sudah membalikkan badan jatuh terduduk karena kaget melihat Chanyeol berdiri disana dengan senyuman sadis nya.

“Aku rasa ini setimpal dengan apa yang telah kalian bertiga perbuat padaku. Awalnya aku tak peduli jika kalian mencaci aku, tapi bagaimana ya..menggunakan fisik itu perbuatan yang tidak terpuji”, ujar Chanyeol berjalan mendekati Taehyung. Sekujur tubuh Taehyung sudah kaku dan keringat dingin mengucur deras membuat tubuhnya yang kering menjadi basah.Dengan sisa kekuatan yang ada, Taehyung mundur perlahan untuk menghindari sentuhan Chanyeol.

“Lagi-lagi kalian kurang berhati-hati”.Chanyeol yang membawa pisau segera menusuk kedua mata dan perut Taehyung bergantian, kemudian menendang Taehyung sehingga tubuh Taehyung terhempas ke dalam jurang.

CHANYEOL POV

Siapa yang membunuh Jimin?Tentu saja aku.Bagaimana dengan Suga dan Taehyung?Semuanya juga diriku. Aku senang membalas mereka dengan keadaanku yang seperti ini, karena mereka tidak akan pernah bisa menangkapku. Bagaimana rasanya dibunuh?Tidak menyenangkan bukan? Akhirnya tiga namja itu merasakan apa yang pernah ku rasakan.

Mengapa Taehyung kaget saat melihatku?Hmm… apakah wajahku terlalu tampan?Atau sebaliknya?

 

 

THE END

Ku ajak : Chanyeol merasuki tubuh Jimin

Ku benturkan : Karena Jimin di kendalikan oleh Chanyeol, Jimin seolah-olah membenturkan kepala nya sendiri padahal semua di kendalikan Chanyeol.

Terpeleset : Sebenarnya bukan jatuh karena terpeleset, tapi Chanyeol menarik Suga dari belakang.

Iklan

6 thoughts on “The Series of Mortality : EXILED

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s